- Advertisement -spot_img
19.7 C
Indonesia
Beranda blog Halaman 8

Info Bali Soal Endek Bali, Sektor Kerajinan, dan Kompetensi Para Guru


Putri Koster: Krisis Penenun Muda Ancam Masa Depan Endek Bali

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mengingatkan adanya ancaman serius terhadap keberlangsungan kain tenun endek Bali akibat semakin berkurangnya minat generasi muda untuk menjadi penenun. Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, Bali dikhawatirkan hanya menjadi pengguna endek tanpa lagi memiliki sumber daya yang mampu memproduksinya.

Peringatan tersebut disampaikan saat membuka Dekranasda Bali Fashion Day yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Jumat (29/5/2026).

Menurut Ibu Putri Koster, kondisi yang terjadi saat ini menunjukkan paradoks. Di satu sisi penggunaan kain endek Bali semakin meningkat, namun di sisi lain jumlah penenun justru terus menurun.

“Fenomena yang ada saat ini, semakin banyak kita memakai kain tenun endek Bali, tetapi minat anak-anak muda kita untuk menenun sangat kecil. Ini sangat berbanding terbalik,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, banyak penenun Bali yang sebelumnya aktif berkarya kini memilih berhenti menenun dan meninggalkan profesi tersebut. Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan warisan budaya Bali.


Tenun endek kita sedang tidak baik-baik saja,” katanya.


Ibu Putri Koster mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, penenun, hingga masyarakat sebagai konsumen, untuk bersama-sama mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan industri tenun tradisional Bali.

Ia secara khusus meminta para pedagang agar tidak lagi menjual kain bermotif endek yang diproduksi di luar Bali sebagai produk endek Bali. Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya merugikan para perajin lokal, tetapi juga mengancam keberlangsungan industri tenun daerah.

“Ketika Universitas Hindu Indonesia (UNHI) membantu kami melakukan survei, hasilnya sangat mencengangkan. Sebanyak 83 persen kain endek yang beredar di pasaran berasal dari luar Bali, sedangkan yang diproduksi di Bali hanya sekitar 17 persen,” ungkapnya.

Data tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa pasar endek Bali saat ini lebih banyak dikuasai produk dari luar daerah. Jika tidak segera diantisipasi, kondisi tersebut dapat mempercepat hilangnya profesi penenun di Bali.

Karena itu, ia mendorong generasi muda Bali untuk mulai tertarik mempelajari keterampilan menenun sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya daerah.

“Suatu saat jika anak-anak Bali tidak bisa menenun lagi, tenun dan endek Bali akan diambil alih oleh daerah lain. Namanya mungkin bukan lagi Endek Bali, melainkan Endek Troso atau Endek Jepara. Orang Bali hanya akan menjadi pemakai tanpa lagi mampu menenunnya,” tegasnya.

Selain mendorong lahirnya generasi penenun baru, Ibu Putri Koster juga mengajak masyarakat menjadi konsumen yang lebih cermat dengan memilih produk tenun yang benar-benar dibuat oleh perajin Bali. Menurutnya, dukungan masyarakat merupakan faktor penting dalam menjaga keberlangsungan industri tenun lokal.

Ia juga menegaskan bahwa motif endek Bali telah mendapatkan perlindungan hukum sehingga pelanggaran terhadap hak kekayaan intelektual dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saya sudah berbicara dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali. Motif endek Bali dilindungi oleh aturan hak cipta. Ke depannya, kita akan mulai menegakkan aturan tersebut terhadap para pelanggar,” ujarnya.

Dekranasda Bali Fashion Day tahun ini turut menampilkan peragawan dan peragawati dari empat perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, yakni Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali, serta Biro Umum Setda Provinsi Bali. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Dekranasda Bali dalam mempromosikan penggunaan produk wastra lokal sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap tenun endek Bali.(Kar/Tra).


Ibu Putri Koster Berbagi Pengalaman Memajukan Sektor Kerajinan dengan NTB

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menerima kunjungan Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sinta Agathia Iqbal, di arena Pameran IKM Bali Bangkit, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (29/5).

Mengawali pertemuan, Ibu Putri Koster menyampaikan bahwa dirinya secara khusus mengundang Ketua Dekranasda NTB yang kebetulan tengah berada di Pulau Dewata.

“Biasanya bertemu saat menghadiri acara di Jakarta. Jadi, mumpung berada di Bali, kita bisa bertemu di sini,” ujarnya.

Pertemuan dengan rombongan dari provinsi tetangga tersebut dimanfaatkan Ibu Putri Koster untuk berbagi pengalaman dalam memajukan sektor kerajinan yang saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan.

Kepada Sinta Agathia Iqbal, Ibu Putri Koster banyak bercerita mengenai tantangan yang dihadapi Bali dalam upaya melestarikan dan memajukan sektor kerajinan, khususnya tenun tradisional. Salah satu tantangan besar yang dihadapi adalah maraknya pemasaran kain tenun bermotif serupa endek yang diproduksi di Troso, Jawa Tengah. Menurutnya, kondisi tersebut sangat merugikan karena selain motifnya ditiru, Bali juga menghadapi kelangkaan tenaga penenun.

“Kain produksi Troso dijual dengan harga lebih murah, sehingga semakin sedikit warga Bali yang tertarik menjadi penenun. Jika dibiarkan, perajin tenun di Bali lambat laun akan berkurang bahkan bisa hilang. Padahal, peminat kain endek sangat banyak,” ujar Ibu Putri Koster.

Berangkat dari kondisi tersebut, sejak menjabat sebagai Ketua Dekranasda Bali, Ibu Putri Koster terus berupaya membangkitkan sektor kerajinan, khususnya yang berkaitan dengan wastra Bali. Salah satu program yang digagasnya adalah Pameran IKM Bali Bangkit. Program yang diselenggarakan sejak masa pandemi Covid-19 itu bertujuan membantu pelaku UMKM meningkatkan omzet penjualan sekaligus memperluas akses pasar.

“Motto kami adalah produk berkualitas dengan harga pantas. Jadi, produk yang dipasarkan di sini sepenuhnya merupakan hasil karya penenun Bali,” imbuhnya.

Menyinggung produksi kain di Troso, Ibu Putri Koster berharap terdapat solusi yang dapat memberikan manfaat bagi semua pihak.

“Ini bukan kesalahan saudara-saudara kita di sana. Mari kita cari jalan tengah, misalnya menjadikan Bali sebagai super hub pemasaran kain tenun Nusantara,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dekranasda NTB menyampaikan bahwa kondisi serupa juga dialami oleh para perajin kain tenun khas daerahnya. Ia sependapat dengan Ibu Putri Koster mengenai pentingnya membangun dialog bersama para pemangku kebijakan di Jawa Tengah untuk mencari solusi yang saling menguntungkan.

Selain berbagi informasi dan pengalaman, rombongan Dekranasda NTB juga diajak berkeliling untuk melihat berbagai produk kerajinan yang dipamerkan dalam ajang IKM Bali Bangkit. (Dsk/Tra).


Ny. Putri Koster Dorong Para Guru Tingkatkan Kompetensi dan Wawasan

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Ibunda Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta memperkuat literasi di tengah derasnya arus informasi pada era digital saat ini.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) PGRI Provinsi Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Gedung Universitas Terbuka Denpasar, Jumat (29/5).

Menurut Ny. Putri Koster, guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan pola pikir generasi muda. Karena itu, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengembangkan diri serta mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Untuk menghasilkan generasi yang cerdas dan berkualitas, para guru harus terus membekali diri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, serta wawasan dari berbagai sumber. Dengan bekal tersebut, kita akan mampu melahirkan generasi yang memiliki daya saing dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Selain peningkatan kompetensi, Ny. Putri Koster juga mengingatkan pentingnya kemampuan menyaring informasi secara bijak. Ia mengajak para guru untuk menjadi teladan dalam membangun budaya literasi dan berpikir kritis di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.

“Sebagai masyarakat yang bijak, kita harus mampu memilah informasi dengan baik dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum jelas kebenarannya. Guru harus menjadi contoh dalam membangun budaya berpikir yang jernih, objektif, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh anggota PGRI Bali untuk terus menjaga kekompakan dan memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Bali yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Menurutnya, kesamaan visi dan misi antara organisasi profesi guru dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan yang sejalan dengan arah pembangunan Bali.

Sementara itu, Ketua PGRI Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, mengajak seluruh insan pendidikan untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan budaya literasi.

Ia menyampaikan bahwa antusiasme guru dalam Sayembara Menulis “Goresan Pena untuk Bali Bersih” menunjukkan semakin kuatnya semangat literasi di kalangan pendidik. Tercatat sekitar 600 karya mengikuti sayembara tersebut dan telah dipilih 50 karya terbaik melalui proses kurasi.

Menurutnya, karya-karya tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran sekaligus menjadi sarana menanamkan nilai-nilai kebersihan, kepedulian lingkungan, dan karakter positif kepada peserta didik.

Konkerprov PGRI Bali Tahun 2026 mengusung tema “Memperkuat Solidaritas dalam Mewujudkan Guru Bermutu, Indonesia Maju”. Kegiatan ini menjadi forum evaluasi program kerja organisasi sekaligus wadah menyamakan persepsi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Bali.

Selain Konkerprov, kegiatan juga dirangkaikan dengan pemberian apresiasi kepada para pemenang Sayembara Guru Menulis “Goresan Pena untuk Bali Bersih” serta peluncuran Aplikasi Sedana PGRI, yaitu sistem elektronik pengelolaan dana dan iuran anggota PGRI Provinsi Bali berbasis digital yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan organisasi.(Tutt/Tra).



 

Info Denpasar Seputar Kegiatan Walikota Jaya Negara

0

Walikota Hadiri Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan Pura Dalem Ulun Suan

NEWSINTERMEDIA.COM l DENPASAR l Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan Ratu Ayu di Pura Dalem Ulun Suan, Desa Pemecutan Kelod bertepatan dengan Rahina Wraspati Kliwon Wuku Waregadean, Kamis (28/5).

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan Ratu Ayu di Pura Dalem Ulun Suan, Desa Pemecutan Kelod bertepatan dengan Rahina Wraspati Kliwon Wuku Waregadean, Kamis (28/5).

Upacara tersebut dilaksanakan setelah pelaksanaan ngodak pelawatan tuntas dilaksanakan. Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Kota Denpasar, AA Putu Gede Wibawa, I Wayan Duaja dan AA Putu Gede Anugraha Mertha, Camat Denpasar Barat, I Wayan Yusswara, Bendesa Adat Denpasar, AA Ngurah Alit Wirakesuma, serta undangan lainya. Diiringi suara gambelan dan kidung, rangkaian berlangsung khidmat yang diakhiri dengan persembahyangan bersama.

Panitia Karya, AA Ketut Adi Artha mengatakan bahwa Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan Ratu Ayu di Pura Dalem Ulun Suan ini dilaksanakan setelah proses ngodakin tuntas dilaksanakan.

Lebih lanjut dijelaskan, rangkaian upacara diawali pada 16 April lalu dengan prosesi munggel pelawatan yang dilanjutkan dengan ngodakin. Setelah proses ngodakin tuntas dilaksanakan, rangkaian dilanjutkan dengan Upacara Ngeratep dan Pasupati. Setelahnya, akan dilaksanakan proses Mesuci pada malam harinya. Sedangkan sesolahan Calonarang akan dilaksanakan pada 27 Agustus mendatang.

Dikatakannya, upakara ini merupakan wujud sradha dan bhakti krama pengempon Pura Dalem Ulun Suan kepada Ida Bhatara Sesuhunan. Hal ini tentunya diharapkan dapat memberikan anugerah kesejahteraan, kesehatan serta kemakmuran bagi seluruh krama pengempon.

“Semoga melalui upacara ini krama pengempon selalu dalam lindungan tuhan, dan diberikan anugrah kemakmuran serta kerahayuan,” ujarnya.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengatakan, Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan Ratu Ayu di Pura Dalem Ulun Suan, Desa Pemecutan Kelod ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga menjadi sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan upakara ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara. (Ags/Tra).


 Wali Kota “Ngayah” Nyangging di Pura Dalem Pengaotan, Rangkaian Karya Pedudusan Agung Desa Adat Bekul

NEWSINTERMEDIA.COM l DENPASAR l Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara turut “ngayah” nyangging dalam rangkaian Karya Memungkah Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah Utama Pedudusan Agung di Pura Dalem Pengaotan, Desa Adat Bekul, Penatih Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur Kamis (28/5).

Ket foto: Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat “ngayah” nyangging dalam rangkaian Karya Memungkah Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah Utama Pedudusan Agung di Pura Dalem Pengaotan, Desa Adat Bekul, Penatih Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur Kamis (28/5).

Kehadiran Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama krama adat menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelestarian adat, budaya, dan tradisi spiritual masyarakat Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara tampak membaur bersama masyarakat melaksanakan prosesi nyangging sebagai bagian dari semangat ngayah dan gotong royong dalam menyukseskan yadnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan meninjau pelinggih yang ada di Pura Dalem Pengaotan

Wali Kota Jaya Negara mengatakan bahwa pelaksanaan karya besar seperti Pedudusan Agung bukan hanya sebagai wujud sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, namun juga menjadi momentum mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat adat.

“Karya seperti ini merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga bersama. Semangat ngayah yang ditunjukkan krama adat menjadi kekuatan utama dalam menjaga adat, budaya, dan nilai kebersamaan masyarakat Bali. Pemerintah Kota Denpasar tentu memberikan dukungan agar tradisi dan kearifan lokal tetap lestari,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Bendesa Adat Bekul, Made Yuliarta mengatakan, karya tersebut merupakan rangkaian dari Upacara Memungkah Ngenteg Linggih Tawur Balik Sumpah Utama Pedudusan Agung yang turut melengkapi pelaksanaan Panca Yadnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya Upacara Pitra Yadnya telah dilaksanakan sekitar 10 hari lalu. Sedangkan pada Kamis (28/5) ini digelar Upacara Manusa Yadnya berupa metatah dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang serta Upacara Menek Kelih yang diikuti 8 peserta, sehingga total keseluruhan mencapai 68 orang.

“Selain itu juga dilaksanakan Sri Yadnya berupa pewintenan Jro Mangku dan Sri Pujangga. Saat panyineban karya nantinya akan dilaksanakan Pedudusan Agung, Tawur Balik Sumpah Agung Merawa Ratna,” ujarnya.

Tidak hanya itu, rangkaian karya juga melaksanakan upacara pekelem di Ulun Danu Batur dan Puncak Gunung Agung sebagai bagian dari rentetan upacara yadnya.

Made Yuliarta menambahkan, Pura Dalem Pengaotan diempon oleh sekitar 250 kepala keluarga dari empat banjar, yakni Banjar Gunung, Banjar Buaji, Banjar Bekul sebagai banjar pengarep atau inti, serta Banjar Pala Giri sebagai banjar pendatang.

Menurutnya, Pedudusan Agung merupakan karya besar yang wajib dilaksanakan secara turun-temurun oleh generasi masyarakat adat dalam rentang waktu sekitar 50 hingga 70 tahun sekali, disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan kemampuan pendanaan.

“Kalau karya rutin dilaksanakan setiap 15 tahun berupa Pedudusan Alit. Sedangkan Pedudusan Agung ini merupakan tingkatan karya yang lebih utama dan wajib dilaksanakan masyarakat apabila situasi dan kondisi sudah memungkinkan,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan karya kali ini, pihak desa adat menganggarkan dana sekitar Rp3,5 miliar yang bersumber dari swadaya masyarakat sebesar Rp3,5 miliar serta dukungan bantuan Pemerintah Kota Denpasar. Anggaran tersebut juga digunakan untuk rangkaian karya di empat pura, termasuk pelaksanaan Pedudusan Alit di Pura Taman Beji dan Pura Puseh Desa.

Ia berharap, pelaksanaan karya tersebut mampu memberikan kerahayuan secara sekala dan niskala bagi masyarakat.

“Harapan kami tentunya masyarakat selalu mendapat lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, diberikan kesehatan dan kerahayuan. Dari sisi sekala, yadnya ini juga menjadi momentum memperkuat persatuan, gotong royong, dan rasa kebersamaan seluruh krama adat,” pungkasnya.(ayu/Tra).


Walikota Hadiri Karya Tawur di Pura Kahyangan dan Mrajapati Desa Adat Sumerta

NEWSINTERMEDIA.COM l DNPASAR l Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri pelaksanaan Karya Tawur dalam rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung dan Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Kahyangan dan Pura Mrajapati Desa Adat Sumerta, Denpasar Timur, Kamis (28/5).

Ket. Foto : Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan menghadiri rangkaian Karya Tawur dan melaksanakan penandatanganan prasasti pada Kamis (28/5) di Pura Kahyangan dan Pura Mrajapati Desa Adat Sumerta, Denpasar Timur.

Suasana khidmat dan penuh kebersamaan tampak mewarnai jalannya karya tawur tersebut. Krama adat bergotong royong mengikuti setiap rangkaian upacara sebagai wujud sradha bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Made Mudra, serta tokoh masyarakat setempat.

Upacara dipuput sejumlah sulinggih, yakni Ida Pandita Empu Padma Ananda Griya Sumerta, Ida Rsi Bujangga Waisnawa Tembau Griya Batur Tembau, Ida Pandita Empu Siwa Ananda Griya Kroya, Ida Rsi BW Putra Sara Shri Satya Joti Griya Buana Santhi Sesetan, Ida Pedanda Putra Bajing Griva Tegal Jingga, Ida Rsi Agung Wayabya Karang Griya Buda Buduk, Ida Rsi BW Kertha Bhuana Griya Glogor, Ida Pedanda Gede Made Putraka Timbul Griya Timbul Kesiman, serta Ida Pedanda Gede Putra Keniten Griya Tainsiat.

Rangkaian karya juga dimeriahkan dengan sajian Gong Lelambatan dan Gambelan Wali, Wayang, serta pementasan Baris Gede oleh Paiketan Jero Bendesa Adat Kota Denpasar yang semakin menambah kekhidmatan suasana upacara. Di sela kegiatan, Walikota Jaya Negara juga tampak ngayah menarikan Topeng Wali bersama krama adat setempat dan diakhiri dengan penandatanganan prasasti serta penyerahan punia.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara mengapresiasi semangat gotong royong dan kebersamaan krama Desa Adat Sumerta dalam menjaga serta melestarikan adat, tradisi, dan budaya Bali. Menurutnya, pelaksanaan karya yadnya tidak hanya menjadi sarana meningkatkan sradha dan bhakti umat, namun juga memperkuat nilai menyama braya di tengah masyarakat.

“Pelaksanaan karya seperti ini merupakan wujud nyata pelestarian adat, tradisi dan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat tentu menjadi kekuatan penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Jro Bendesa Adat Sumerta, I Made Ariawan Payuse menjelaskan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 16 April 2026 yang diawali dengan prosesi nyukat genah dan berbagai tahapan upacara lainnya. Sebelum puncak karya, pihaknya juga telah melaksanakan prosesi melasti sebagai bagian dari penyucian sarana dan prasarana upacara.

Ia mengatakan, puncak karya akan dilaksanakan pada 31 Mei 2026 yang bertepatan dengan Purnama Sadha. Adapun upacara tersebut merupakan Karya Utama Mamungkah, Ngenteg Linggih, dan Tawur Agung Balik Sumpah Utama.

“Upacara Mamungkah dan Ngenteg Linggih di pura ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan setelah puluhan tahun, bahkan sebelumnya belum pernah dilaksanakan sama sekali. Tentu ini menjadi tonggak sejarah penting bagi Desa Adat Sumerta,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, skala upacara tergolong besar atau tingkatan utama, setara dengan pelaksanaan karya di Pura Dalem maupun pura-pura Kahyangan Desa lainnya. Pelaksanaan karya juga melibatkan kerja sama erat antara wilayah Sumerta, Tanjung Bungkak dan Pagan.

Menurutnya, secara historis wilayah Sumerta Gede dahulu mencakup sekitar 21 Banjar Adat. Karena itu, dalam pelaksanaan karya besar seperti ini, semangat saling membantu antarkrama adat tetap dijaga dan diwariskan hingga kini.

“Dalam pelaksanaan upacara ini kami dibantu penuh oleh warga Tanjung Bungkak dan Pagan, termasuk melibatkan seluruh pemangku di Pura Kahyangan Desa setempat untuk menyelesaikan seluruh rangkaian upakara,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan sastra dan tradisi yang diwariskan, upacara besar seperti Ngenteg Linggih idealnya dilaksanakan setiap 30 tahun sekali. Namun karena upacara ini baru pertama kali dilaksanakan di pura tersebut, pihak desa adat belum dapat memastikan kapan pelaksanaan serupa akan kembali digelar.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Walikota Denpasar beserta jajaran Pemerintah Kota Denpasar yang telah hadir dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan karya tersebut. (Pur/Tra).


 

Info Denpasar Soal Pendidikan dan Pemilahan Sampah 

0

Disdikpora Bersama Stakeholder Tandatangani Komitmen Bersama SPMB 2026


Wujudkan Kemajuan Pendidikan Dengan Prinsip Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan dan Tanpa Diskriminasi.

Newsintermedia l  Denpasar l Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) bersama stakeholder terkait melaksanakan penandatanganan Komitmen Bersama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Kantor Disdikpora Kota Denpasar, Selasa (26/5). Penandatangan tersebut dilaksanakan sebagai upaya mewujudkan kemajuan dunia pendidikan dengan mengedepankan prinsip obyektif, transparan, akuntabel, berkeadilan dan tanpa diskriminasi.

Ket foto : Pelaksanaan penandatanganan Komitmen Bersama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Kantor Disdikpora Kota Denpasar, Selasa (26/5).

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Kadisdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Bali, BPMP Provinsi Bali, Kepala Inspektorat Kota Denpasar, Ketut Dewi Ratih Purnamasari, OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, Kanwil Kementerian Agama Kota Denpasar, PHDI Kota Denpasar, Dewan Pendidikan Kota Denpasar, Kepala Sekolah se-Kota Denpasar serta undangan lainya.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara yang harus dijamin melalui proses penerimaan murid baru yang adil dan berkualitas. Karenannya, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 di Kota Denpasar dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi (inklusi).

“Prinsip-prinsip ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi fondasi utama dalam memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan sesuai potensi dan kemampuannya,” ujarnya.

Menurut AA Gede Wiratama, objektivitas dalam proses penerimaan murid baru diwujudkan melalui seleksi yang didasarkan pada kemampuan, prestasi, dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lain yang tidak relevan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta didik mendapatkan kesempatan yang setara dan diperlakukan secara adil tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, agama, maupun budaya,” katanya.

Lebih lanjut, Wiratama menjelaskan bahwa transparansi menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan SPMB Kota Denpasar. Seluruh tahapan, mekanisme, serta persyaratan penerimaan akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar mudah dipahami dan diawasi bersama.

“Masyarakat berhak mengetahui seluruh proses penerimaan murid baru secara jelas dan terbuka. Dengan keterbukaan tersebut, kami berharap kepercayaan publik terhadap pelaksanaan SPMB dapat terus meningkat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, AA Gede Wiratama juga memaparkan pembagian jalur penerimaan murid baru untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) Tahun Pelajaran 2026/2027. Ia menyebutkan bahwa penerimaan peserta didik SD dibagi menjadi tiga jalur, yakni jalur domisili sebesar 80 persen, jalur afirmasi 15 persen, dan jalur mutasi 5 persen.

“Pembagian ini dilakukan untuk memastikan pemerataan akses pendidikan serta memberikan ruang kepada peserta didik dari berbagai latar belakang sesuai regulasi yang berlaku,” jelasnya.

Sementara itu, untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), penerimaan murid baru dibagi ke dalam empat jalur, yakni jalur domisili sebesar 40 persen, jalur afirmasi 20 persen, jalur prestasi 35 persen, dan jalur mutasi 5 persen. Menurutnya, setiap jalur memiliki kuota yang telah disesuaikan dengan kapasitas sekolah dan kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap distribusi peserta didik dapat berjalan lebih seimbang, adil, dan tetap mengakomodasi potensi akademik maupun kondisi sosial masyarakat,” tutur AA Gede Wiratama.

Pihaknya mengatakan, rangkaian pendaftaran pelaksanaan SPMB jenjang Sekolah Dasar (SD) akan dimulai pada 22 – 25 Juni 2026. adapun jumlah daya tampung yakni sebanyak 9.248 siswa dengan total sebanyak 289 Rombel. Sementara, untuk jenjang Sekolah Menangah Pertama (SMP) akan dimulai pada 22 – 24 Juni 2026 untuk jalur prestasi, 29 – 30 Juni 2026 untuk jalur mutasi dan afirmasi, serta pada 1 – 4 Juli 2026 untuk jalur domisili.

Agung Wiratama mengajak seluruh pihak, mulai dari sekolah, orang tua, masyarakat, hingga pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan SPMB Kota Denpasar agar berjalan lancar dan kondusif. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan semangat kebersamaan demi menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak di Kota Denpasar.

“Mari kita kawal bersama proses SPMB ini dengan menjunjung kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab, sehingga seluruh anak-anak kita mendapatkan hak pendidikan yang terbaik,” pungkasnya.

Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Bali, IB Kade Oka Mahendra memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan menjunjung prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. Ombudsman menilai langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjamin hak setiap anak untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas dan setara.

“Kami mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Denpasar yang terus berkomitmen menjaga integritas dan keterbukaan dalam proses penerimaan murid baru, sehingga masyarakat memperoleh kepastian dan rasa keadilan dalam mengakses pendidikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ombudsman RI Perwakilan Bali berharap seluruh tahapan pelaksanaan SPMB dapat berjalan sesuai regulasi dan mengedepankan kepentingan masyarakat. Pihaknya juga mendorong agar pengawasan serta penyampaian informasi kepada publik dilakukan secara maksimal guna mencegah potensi maladministrasi.

“Prinsip transparansi dan akuntabilitas harus terus dijaga agar pelaksanaan SPMB berjalan lancar, kondusif, dan mampu memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik tanpa adanya diskriminasi,” tegasnya. (Ags/tra).


Ny. Sagung Antari Sampaikan Literasi Soal Pemilahan Sampah 

News intermedia l Denpasar l  Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyapa siswa-siswi SD 9 Kesiman, dalam kegiatan literasi pengelolaan sampah berbasis sumber yang dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan kanker sejak dini, Selasa (26/5).

Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat menyapa siswa-siswi SD 9 Kesiman, dalam kegiatan literasi pengelolaan sampah berbasis sumber yang dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan kanker sejak dini, Selasa (26/5).

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan pengelolaan sampah kepada siswa sekolah serta untuk menumbuhkan budaya kebersihan dan mengajarkan siswa tentang pentingnya mengelola sampah secara bijak dan ramah lingkungan.

Dalam arahannya di depan para siswa-siswi, Sagung Antari yang didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana, dan jajaran kecamatan Denpasar Timur, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah berbasis sumber hendaknya dijadikan kebiasaan baik yang diterapkan sejak dini.

“Anak-anakku, mulailah kebiasaan baik memilah sampah sejak dini. Tidak hanya di lingkungan sekolah saja, namun juga di lingkungan rumah. Bunda mengajak kalian semua untuk menerapkan kebiasaan ini setiap hari,” kata Sagung Antari.

Tidak hanya berbicara seputar pengelolaan sampah berbasis sumber saja, selebihnya Sagung Antari juga mengajak para siswa-siswi untuk mulai menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi. Memulai hidup sehat dengan rajin berolahraga, berpakaian rapi dan sopan, mengurangi penggunaan gadget, serta menghindari merokok baik rokok konvensional maupun rokok elektrik juga menjadi pesan yang disampaikan Sagung Antari kepada para siswa-siswi.

Sementara itu, Kepala SD 9 Kesiman, I Putu Agus Sucipta Ariawan menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan sosialisasi yang dilaksanakan di sekolahnya. Pihaknya menjelaskan, siswa-siswi SD 9 Kesiman sendiri telah mulai menerapkan pemilahan sampah berbasis sumber.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bunda Literasi Kota Denpasar Semoga dengan kunjungan ini, akan menambah semangat siswa-siswi kami,” katanya. (Win/Tra).

PDIP Hadirkan Wadah Pembinaan Pemain Muda Bali Bagi Indonesia

0

Konsisten Gelar Soekarno Cup, Pelatih Gung Bram : Liga Kampung Soekarno Cup III tahun 2026 regional Bali telah usai, Senin 25 Mei 2026 di Stadion Ngurah Rai. Banteng Denpasar berhasil meraih gelar juara


NEWSINTERMEDIA.COM l DENPASAR- Liga Kampung Soekarno Cup III tahun 2026 regional Bali telah usai, Senin 25 Mei 2026 di Stadion Ngurah Rai. Banteng Denpasar berhasil meraih gelar juara. Badung runner up, Tabanan juara ketiga dan Karangasem peringkat keempat. Para juara, top skor dan pemain terbaik mendapat hadiah beasiswa senilai Rp 117 juta.

Selanjutnya tim talent scouting DPD PDI Perjuangan Bali akan mempersiapkan tim Banteng Bali yang solid untuk hadapi grand final Liga Kampung Soekarno Cup Nasional di Surabaya Jawa Timur. Kesan positif disampaikan sejumlah pelatih, official dan pemain usai laga. Mereka mengapresiasi penyelenggaraan Liga Kampung dan memuji PDIP sebagai partai politik yang konsisten menyelenggarakan event ini sebagai wadah pembinaan pemain muda Bali.

Pelatih Denpasar AA Ketut Bramastra, mengatakan Liga Kampung Soekarno Cup termasuk event sepakbola yang konsisten digelar. Kini  sudah memasuki kali ketiga. “Event ini banyak melahirkan potensi pemain muda di Bali yang akan mengharumkan nama Bali di kancah nasional. Event ini sangat luar biasa, yang fokus pada pembinaan pada kelompok umur. Secara kompetitif ya harus dilakukan seperti ini, baik dari federasi PSSI dan partai PDI Perjuangan dan juga pihak lainnya,” jelas pelatih yang akrab disapa Gung Bram.

Mantan pelatih Perseden Denpasar ini mengatakan, langkah nyata yang telah dilakukan PDI Perjuangan sangat positif karena dengan adanya wadah event ini sistem pembinaan di provinsi Bali berjalan baik.

“Setiap tim pasti akan membuat pembinaan untuk bisa tampil di event pembinaan seperti ini. Apalagi rutinitas setiap penyelenggaraan Piala Bung Karno di level nasional Bali selalu berjuang untuk tampil di final,” kata Gung Bram.   Ia berharap, tim Banteng Bali bisa berbicara di Surabaya pada Liga Kampung nasional. Ia akan menambah amunisi pemain pemain melalui seleksi pemain dengan menerapkan promosi dan degradasi untuk membentuk tim Bali yang solid.

Pelatih Badung, Gede eka Milantara menambahkan, Liga Kampung Soekarno Cup III sangat bagus bagi pembinaan pemain muda Bali. Melalui event ini akan muncul talenta muda Bali karena regulasinya cukup fair tidak libatkan pemain pro dan elite pro academy (EPA)

“Sehingga bisa maksimalkan pemain muda yang belum merasakan jenjang pro. Tentu ini Bisa munculkan talenta muda yang bagus lagi untuk Bali. Ke Depan, kami berharap Liga Kampung tetap digelar tiap tahun, bisa melahirkan talenta muda yang bisa harumkan Bali dan indonesia di kancah internasional,” katanya.

Pada laga final, diawali dengan pertandingan perebutan juara ketiga yang diraih Banteng Tabanan usai menaklukkan Karangasem 4-0. Juara pertama kembali diraih Banteng Denpasar usai menundukan Badung 3-2. Para juara mendapat hadiah beasiswa senilai Rp 117 juta. (tIM)

Tournament PB Rock Juara I II dan III Dapat Hadiah  Uang tunai, Sertifikat dan Piala

0

Tournament Bulutangkis 2026 PB Rock Berjalan Lancar Juara I II dan III Dapat Hadiah  Uang tunai, Sertifikat dan Piala


NEWSINTERMEDIA.COM | DENPASAR |Persatuan Bulutangkis  (PB) ROCK Ministry semenjak berdiri dari tahun ke tahun selalu mengadakan pertandingan atau Tournament, bahkan tournament intern ini rutin dilaksanakan tiap 3 bulanan sekali dengan tujuan untuk menjunjung tinggi sportivitas olah raga dikalangan orang percaya dan untuk membangun komunikasi lebih intens yang nanti muaranya untuk mempererat persaudaaraan antar peserta, yang pada pada intinya untuk menjaga kesehatan para anggota dan peserta PB Rock. Demikian dikatakan Ketua Umum PB Rock  Victor E. Warembengan  S.si.Apt, saat puncak acara tournament di Denpasar Senin (25/5) kemarin lusa.

Ketua Umum PB Rock, Victor E. Warembengan  menjelaskan lagi bahwa tournament PB ROCK Sesi II 2026 ini dimulai sejak tanggal 18 Mei 2026 dan berakhir 25 Mei 2026, masing-masing tournament dilaksanakan di tiga lapangan, yaitu dilapangan Bulutangkis GOR IRON Renon, GOR Agatha Padangsambian dan GOR JBC II Renon.

“Jadi tournament intern PB ROCK ini merupakan tournament rutin 3 bulanan yang sangat menjunjung tinggi sportivitas, yang puya tujuan utama untuk mempererat persaudaraan kita antar peserta,  dan tentunya agar semua anggota dan peserta tetap sehat,”ungkapnya.

Menurut Victor E. Warembengan  tournament ini diikuti oleh 96 peserta anggota PB ROCK dan beberapa undangan dai PB PB lain, putra dan putri yang terdiri dari Grade A, B, C dan D  Ganda perorangan yang diundi dengan aplikasi Spinwheel. Masing masing Grade terdiri dari 12 pasangan Ganda putra, Ganda putri ataupun Ganda campuran sesuai hasil undian.

“Jadi masing masing Grade kita bagi dalam 4 grup dan pada babak penyisihan menggunakan sistem setengah kompetisi. Maka babak selanjutnya dengan system gugur sampai muncul juara. Tournament kali ini berlangsung meriah penuh suka cita ditengah persaingan sengit dalam setiap pertandingan dan diakhiri dengan sukacita yang luar biasa dalam persaudaraan yang sangat erat,” jelas Victor.

Victor yang juga salah satu pengurus Wakil Ketua PBSI Bali  juga mengatakan untuk tournament 2026 ini juara I II dan III mendapatkan hadiah  Uang tunai, Sertifikat dan Piala.  Dibagikan juga berbagai hadiah doorprize kepada peserta yang beruntung dan yang tidak juara, sumbangan dari para donator antara lain berupa Voucher menginap gratis untuk 2 orang di The Forest Cabin Kintamani ( donasi Ketua PBSI Bali ).

“Termasuk Voucher makan Sea food di Ganesha, Tiket nonton di Cineplex dan Kipas angin, voucher asuransi, parfum, minyak rempah, payung kaos kaki,  voucher ATK dan berbagai hadiah lainnya. Sebagai penunjang sarana keselamatan peserta juga kita juga menyiapkan 1 unit Ambulance, perawat dan dokter dari MHC,  donasi dari kami sebagai Ketua umum PB ROCK, “pungkas  Victor E. Warembengan yang juga sebagai Wakil Ketua PBSI Bali. (Jono/ Gustra).

 

 

Info Bali Soal Sampah, Bimtek EETA Connect dan Uji Digital


Menteri LH dan Gubernur Koster Bertemu, Sesama Alumni ITB Satukan Langkah Selesaikan Persoalan Sampah Bali

NEWSINTERMEDIA.COM l JAKARTA l Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat dan Gubernur Bali Wayan Koster bertemu di kantor KLH Jakarta, Selasa 26 Mei 2026. Pertemuan kedua figur alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini guna membahas sejumlah langkah strategis penyelesaian persoalan sampah di Pulau Dewata.

Usai pertemuan, Gubernur Koster menjelaskan, bersama Menteri LH membahas penanganan sampah di Bali termasuk rencana pembangunan PSEL (Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik) di Denpasar Raya.

“Menteri LH komitmen, Provinsi Bali menjadi prioritas penyelesaian masalah sampah terlebih karena Bali merupakan destinasi wisata utama dunia,” kata Gubernur Koster.

Gubernur Bali dua periode ini mengatakan, Menteri LH sangat mendukung langkah-langkah strategis penanganan sampah yang telah dilaksanakan Gubernur Bali dan jajarannya di Bali mulai dari hulu hingga hilir.

Koster juga mengatakan, Menteri LH akan datang ke Bali 9 Juni 2026. Menteri akan melakukan rapat koordinasi dengan Gubernur dan Walikota/Bupati beserta jajaran terkait dalam penanganan sampah. Termasuk membahas terkait TPA Suwung dan pengolahan sampah menjadi energi listrik/PSEL.

“Nanti Menteri juga akan meninjau lapangan ke ke TPA Suwung dan lokasi PSEL pada lahan Pelindo di Benoa,” kata Koster.

Gubernur Koster dan Menteri Jumhur Hidayat memiliki kedekatan emosional karena almamater ITB. Kedekatan ini memudahkan kedua sosok terbaik tanah air ini dalam menyamakan persepsi kebijakan dan upaya nyata yang harus segera dilaksanakan untuk menuntaskan penyelesaian masalah sampah di Bali.

Sejumlah regulasi dan langkah nyata strategis terkait pengelolaan sampah di Bali telah dijalankan Gubernur Koster dan jajarannya. Seperti aplikasi regulasi Pergub Bali No. 97 Tahun 2018 (Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai), Pergub Bali No. 47 Tahun 2019 (Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber) dan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 09 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.

Pengelolaan sampah berbasis sumber merupakan jargon pengelolaan sampah di Bali karena bisa mengurangi volume sampah organik ke TPA Suwung. Sehingga, saat PSEL beroperasi akan mendapat suplai sampah anorganik dan residu yang berkualitas tanpa bercampur sampah organik. (Tutt/Tra).


BPKAD Bali Luncurkan Counter EETA Basis Web, Tingkatkan Otomasi Penyusunan CaLK Audited

NEWSINTERMEDIA.COM l DENPASAR l Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Bali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) EETA Connect Episode 3 secara hybrid, Selasa (26/5/2026) di Ruang Rapat Adyasta Utama, Kantor Inspektorat Daerah Provinsi Bali. Acara yang diikuti seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan BPKAD Kabupaten/Kota se-Bali ini berfokus pada optimalisasi penyusunan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) Audited Tahun 2025 sekaligus menjadi momentum peluncuran inovasi Counter EETA Basis Web.

Kepala BPKAD Provinsi Bali, I Ketut Maduyasa, dalam arahan utamanya mengungkapkan bahwa intervensi sistem digital memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelaporan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Berdasarkan data evaluasi tingkat kepatuhan penyajian CaLK Tahun Anggaran 2024, penggunaan Counter EETA berhasil menekan jumlah SKPD dengan kategori “perlu perhatian lebih” dari enam menjadi nol.

“Intervensi sistem ini terbukti memberikan dampak perbaikan yang nyata. Pada kondisi unaudited, SKPD yang mendekati standar hanya satu, kini pada fase audited naik menjadi tujuh. Ini menjadi landasan objektif mengapa transformasi digital melalui implementasi web ini sangat krusial,” ujar Maduyasa.

Maduyasa merinci pergeseran kurva kepatuhan tersebut secara spesifik. Sebelum penggunaan sistem (unaudited), terdapat 13 SKPD yang perlu peningkatan dan 6 SKPD perlu perhatian lebih. Pasca-implementasi Counter EETA, angka itu menyusut menjadi 9 SKPD perlu peningkatan dan nihil untuk perhatian lebih. Kategori “cukup baik” pun naik dari 9 menjadi 11 SKPD. Dalam paparannya mengenai transisi digital, ditekankan bahwa penyusunan CaLK Audited 2025 harus diarahkan pada laporan yang memiliki pengungkapan yang memadai (adequate disclosure).

“Kita harus memastikan pengungkapan pada CaLK disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) dan Standar BPK RI, terlebih guna mempercepat penyelesaian laporan berhubung telah selesainya proses pemeriksaan dan penyesuaian jurnal,” tegasnya.

Bimtek ini dirancang dengan beberapa target utama, yaitu mempercepat penyelesaian CaLK Audited 2025, memfasilitasi transisi dari sistem Excel ke Local Web Application berbasis Python dan Flask, serta menjadi wadah diseminasi inovasi bagi 8 Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali yang sebelumnya telah melaksanakan studi tiru.

Untuk mendukung target tersebut, Counter EETA Basis Web menghadirkan berbagai keunggulan teknis. Sistem ini mampu memproses data jurnal berskala besar secara cepat dan beroperasi secara offline guna menjaga keamanan data. Fitur utamanya mencakup Uji Prosedur Analitis (Uji PA) otomatis, generasi Tabel Penjelas Selisih LO-LRA otomatis, dan Tabel Mutasi Aset Tetap, yang semuanya dibangun menggunakan teknologi open-source tanpa biaya lisensi perangkat lunak.

Di hadapan para perwakilan SKPD, perwakilan BPKAD kabupaten/kota se-Bali, serta peninjau dari Dewan Pimpinan Pusat IKANAS STAN dan media massa, Maduyasa mengingatkan bahwa presisi data hasil otomasi ini krusial untuk mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Pemerintah Provinsi Bali sudah mencapai opini WTP sebanyak 12 kali berturut-turut. Kualitas ini tidak boleh hanya sebatas sertifikat, mari kualitas ini ditampilkan secara nyata melalui CaLK yang andal,” pungkasnya.

Acara yang dimoderatori oleh Penelaah Teknis Kebijakan, Luh Putu Aristyasanti ini menghadirkan narasumber Kepala Sub Bidang Akuntansi dan Pelaporan, I Putu Sudano, serta Koordinator Tim Efektif LKPD EETA, I Dewa Made Vedanta Dwipayana. Guna menunjang kelancaran praktik teknis dan implementasi kebijakan pembatasan plastik sekali pakai, panitia mewajibkan peserta luring membawa laptop serta tumbler secara mandiri.(KAR/TRa).


Buka Bimtek Agen Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial Bali Gubernur Minta Data Penerima Dibenahi agar Tepat Sasaran


NEWSINTERMEDIA.COM l JAKARTA l  Gubernur Bali Wayan Koster meminta seluruh pihak membenahi data penerima bantuan sosial agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka acara Bimbingan Teknis Agen Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial Provinsi Bali yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (26/5) pagi.

Dalam arahannya, Gubernur Koster menekankan bahwa digitalisasi bantuan sosial merupakan langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola penyaluran bantuan di Bali. Menurutnya, validitas data menjadi faktor utama agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat menerima bantuan secara adil dan transparan.

“Data penerima harus dibenahi dengan baik supaya bantuan sosial tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di masyarakat,” tegas Koster yang mengikuti zoom meeting dari Kantor Badan Penghubung Provinsi Bali di Jakarta.

Program digitalisasi bantuan sosial di Bali merupakan bagian dari transformasi digital nasional yang didorong pemerintah pusat. Koster menyebut Bali menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang dijadikan percontohan pelaksanaan pemerintahan berbasis digital, khususnya dalam proses dan mekanisme penyaluran bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan.

“Bali satu-satunya provinsi yang dijadikan sebagai percontohan pelaksanaan pemerintahan berbasis digital terkait dengan proses dan mekanisme bantuan sosial khususnya penyaluran program PKH dan bantuan pangan,” ujar Koster.

Untuk mendukung program tersebut, sebanyak 8.416 agen digitalisasi bantuan sosial telah disiapkan di seluruh wilayah Bali. Para agen ini nantinya bertugas membantu masyarakat dalam proses pengajuan bantuan sosial, mulai dari PKH hingga berbagai bantuan sosial lainnya.

“Di Bali ada sebanyak 8.416 agen. Mereka ini yang akan membantu masyarakat untuk mengajukan permohonan PKH maupun bantuan-bantuan sosial yang lainnya,” jelasnya.

Koster menambahkan, transformasi digital yang saat ini diterapkan pada sektor bantuan sosial, ke depan akan terus dikembangkan secara lebih luas dan komprehensif dalam tata kelola pemerintahan di Bali.

“Ke depan akan kita kembangkan jadi penyelenggaraan berbasis digital secara lebih komprehensif, tidak terbatas hanya pada bantuan sosial,” katanya.

Karena itu, ia meminta seluruh agen yang mengikuti bimbingan teknis mampu memahami tugas dan tanggung jawabnya secara detail, terukur, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan masyarakat di wilayah masing-masing.

“Karena itu kita harus memastikan agen dapat memahami tugasnya dengan detail, terukur serta dapat berkomunikasi dengan baik dengan warga yang ada di wilayahnya. Karena sudah pasti warga yang akan mendapat bantuan ini kebanyakan berada di desa,” tegas Gubernur Bali dua periode tersebut.

Untuk menyukseskan program tersebut, Koster kembali menegaskan agar data penerima bantuan harus akurat. Hal itu menjadi penting untuk menuntaskan masalah kemiskinan terutama di Bali. Koster menilai validitas data menjadi faktor paling mendasar agar bantuan sosial benar-benar diterima masyarakat yang berhak dan membutuhkan. Karena itu, menurutnya, diperlukan sinergi dan kolaborasi lintas pemerintahan mulai dari pusat hingga daerah. “Kolaborasi diperlukan antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya.

Terima Kasih Gubernur Koster atas Komitmennya

Sementara itu, Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial di Kementerian PPN/Bappenas adalah Tirta Sutedjo menyampaikan terimakasih atas komitmen dan dukungan penuh Gubernur Bali dalam pelaksanaan uji coba digitalisasi bantuan sosial di Provinsi Bali.

Ia mengungkapkan bahwa Provinsi Bali adalah salah satu Provinsi yang melaksanakan uji coba dengan diikuti oleh seluruh kabupaten/kota sehingga keberhasilan di Provinsi Bali akan menjadi contoh dalam uji coba secara nasional.

“Tentunya ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kami, namun atas dukungan Gubernur Bali beserta jajaran serta agen di lapangan acara bisa berjalan lancar. Melalui momentum ini, kami berharap kesejahteraan di provinsi Bali bisa kita upayakan bersama untuk ditingkatkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan Tirta, masyarakat miskin dan rentan yang sebelumnya belum mendapatkan bantuan dari pemerintah diharapkan melalui skema on demand yang diuji cobakan dapat meregistrasi bantuan sosial secara mandiri.

“Provinsi Bali juga diarahkan untuk mengintegrasikan program bantuan sosial dengan perlindungan dan jaminan sosial lainnya khususnya program kesehatan, program Indonesia Pintar serta program peningkatan pendapatan dalam kerangka program kerja prioritas nasional yang telah diarahkan oleh Presiden. Sehingga kesejahteraan berkelanjutan bisa terwujud untuk seluruh masyarakat Bali,”tutupnya. (Adi/Tra).


 

Terkait Penanganan Sampah Bali, Mentri LH akan Segera Berkunjung


Pertemuan Gubernur Koster Bersama Menteri LH, Bali Jadi Prioritas Penyelesaian Penanganan Masalah Sampah


NEWS INTERMEDIA.COM | JAKARTA | Sebagai langkah lanjutan yang lebih konkret, Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., menyiapkan pembangunan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) sebagai bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah berbasis energi, maka  Gubernur mengadakan pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup (LH), untuk membahas penanganan sampah termasuk rencana pembangunan PSEL di Bali.  Demikian disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster usai pembahasan permasalah sampah Bali besama Menteri LH, Moh Jumhur Hidayat di Kantor Kementerian LH, Selasa (26/5) tadi pagi.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam rilisnya mengatakan Menteri LH sangat berkomitmen untuk penanganan sampah di Bali mengingat Bali menjadi prioritas penyelesian masalah sampah, terlebih Bali merupakan destinasi wisata utama dunia dan  Menteri sangat mendukung langkah langkah penanganan sampah yang sudah dilaksanakan Gubernur Bali dari hulu sampai hilir.

“Saya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Menteri LH atas dukungannya dan kepeduliannya terhdap Bali, mengingat saat ini Bali membutuhkan dukungan semua pihak untuk penangan sampah yang selama ini menjadi momok yang selalu dikritisi, “ ungkap Gubernur Koster.

Gubernur Koster juga mengakui hubungannya dengan Menteri LH sangat mudah mengadakan pendekatan karena sama-sama alumni ITB Bandung, tentu hal ini juga memudahkan dalam menyamakan persepsi dalam kebijakan dan upaya nyata yang harus dilaksanakan untuk menuntaskan penyelesaian masalah sampah di Bali.

“Bahkan dalam waktu dekat  Menteri LH berencana berkunjung ke Bali tepatnya tanggal 9 Juni 2026 mendatang untuk melakukan rapat koordinasi dengan Gubernur dan Walikota/Bupati serta jajaran terkait penanganan sampah termasuk TPA Suwung dan pengolahan sampah menjadi energi listrik/PSEL serta peninjauan lapangan,”ungkap Gubernur Koster.

Hal-hal yang sudah menjadi kebijakan Gubernur Koster selama ini, Pemerintah Provinsi Bali telah mengambil langkah tegas dengan mendorong penutupan TPA Suwung sebagai bagian dari reformasi sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh di Bali. Dalam berbagai kesempatan, Gubernur Koster menegaskan bahwa penyelesaian masalah sampah tidak bisa lagi ditunda. Ia menyampaikan bahwa pendekatan lama harus dihentikan dan diganti dengan sistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Kita tidak bisa lagi bergantung pada TPA seperti Suwung. Sistem ini sudah tidak relevan. Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumber, berbasis desa dan komunitas, dengan teknologi yang tepat guna dan pengawasan yang ketat,” tegas Gubernur Koster.

Gubernur yang sudah menjabat dua priode ini, juga menekankan bahwa penutupan TPA Suwung diarahkan untuk mengurangi ketergantungan dan memperkuat pengelolaan berbasis sumber, termasuk pemilahan, pengolahan, dan pengurangan sampah sejak dari rumah tangga. “Ini bukan sekadar menutup TPA, tetapi membangun sistem baru yang lebih berkelanjutan. Kalau tidak dilakukan sekarang, Bali akan menghadapi krisis yang lebih besar di masa depan,” tegas Gubernur asal Sembiran Buleleng ini.

Menurutnya, langkah ini juga diperkuat dengan berbagai kebijakan daerah yang mendorong pembatasan sampah plastik sekali pakai, penguatan TPS3R, serta pengembangan teknologi pengolahan sampah berbasis energi dan daur ulang. Bahkan digebyarkan sosialisasi pemilhan sampah dengan dekoposter dan tebe modern di seluruh Bali.

“Maka saat ini kita butuhkan perencanaan jangka panjang, konsistensi kebijakan, serta kolaborasi antara pemerintah  pusat, pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat. Lebih dari itu, krisis ini juga menjadi refleksi tentang bagaimana Bali sebagai destinasi pariwisata dunia menghadapi realitas di balik gemerlapnya. Sampah menjadi ironi yang tidak bisa lagi disembunyikan dan dibiarkan begitu saja,”pungkas Gubernur Koster asal Sembiran Buleleng ini. (gustra).

Ny. Putri Koster Dorong Perkuat Perlindungan HAKI Perajin

 

Putri Koster Soroti Dominasi Endek Troso

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, menyampaikan bahwa kain endek yang beredar di Bali masih didominasi oleh endek asal Troso, bukan produksi para perajin lokal Bali. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam Sosialisasi Sertifikasi Kekayaan Intelektual yang diadakan DPD PDI Perjuangan Bali di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar, Minggu (24/5).

Diketahui, Putri Koster sebelumnya pada tahun 2022 menerima penghargaan sebagai Tokoh yang Berperan Aktif dalam Memacu Pertumbuhan Kreativitas dan Inovasi Kekayaan Intelektual dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.

“Kain tenun endek Bali yang ditenun di Bali hanya berkisar 17 persen, sementara 83 persen lainnya didatangkan dari luar Bali, khususnya daerah Troso,” katanya.

Sebagai sosok yang terus memperjuangkan kesejahteraan para perajin lokal Bali, dirinya merasa prihatin melihat eksistensi kain endek Bali yang tidak lagi menjadi tuan di rumahnya sendiri, padahal endek Bali telah memiliki hak kekayaan komunal.

Belum lagi tantangan lain yang dihadapi para perajin tenun Bali, seperti menjamurnya kain bordir yang secara terang-terangan mencaplok berbagai motif kain songket hasil karya para perajin songket lokal Bali.

Menurutnya, hal tersebut tidak boleh dibiarkan karena akan sangat berdampak terhadap kesejahteraan para perajin lokal Bali dan perekonomian Bali.

“Sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Bali, saya mengambil fungsi kontrol dan melakukan pengawasan terhadap karya-karya kerajinan yang ada di Bali,” jelasnya.

Menurutnya, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) sangat penting dimiliki oleh IKM dan UMKM sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap karya-karya yang mereka hasilkan agar tidak digunakan secara tidak sah oleh pihak lain.

“Para perajin akan merasa aman dan nyaman karena sudah ada perlindungan hukum. Jadi, mereka bisa tenang dalam berkarya dan berinovasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kepala BRIDA Provinsi Bali, Ketut Wica, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali telah memfasilitasi pendaftaran Kekayaan Intelektual (KI) secara gratis bagi krama Bali sebagai bentuk kepedulian untuk menjaga dan melindungi hasil kreativitas masyarakat Bali serta warisan leluhur agar dapat memberikan manfaat ekonomi.

“Sampai dengan 20 Mei 2026, Provinsi Bali sudah mendaftarkan sebanyak 821 KI, dengan sertifikat KI yang telah terbit sebanyak 730 sertifikat, terdiri atas 44 kepemilikan komunal dan 686 kepemilikan personal,” jelas Ketut Wica.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali, Isya Nalapraja, menyampaikan bahwa pelanggaran HAKI dapat dikenai sanksi pidana sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Jenis pelanggaran tindak pidana kekayaan intelektual dapat berupa pembajakan, pemalsuan, maupun pelanggaran hak kekayaan intelektual lainnya. (Kar/Tra).

 

Kembang-Ipat Salurkan Hewan Qurban Merata ke Semua Masjid

0

Newsintermedia.com l Jembrana l Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menunjukkan komitmen dan kehadirannya di tengah masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Bupati I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna bersama Forkopimda secara resmi menyerahkan bantuan hewan qurban untuk masjid-masjid di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana di UD Fajar, desa Banyubiru, Senin (25/5).

Berbeda dari tahun sebelumnya, formula penyaluran hewan qurban tahun ini sengaja diubah demi mengedepankan asas pemerataan. Jika pada tahun lalu pemerintah daerah membagikan 6 ekor sapi dan 22 ekor kambing untuk 28 masjid, maka tahun ini 69 masjid di Kabupaten Jembrana dipastikan menerima bantuan berupa hewan qurban kambing.

Bupati Jembrana menyampaikan bahwa langkah ini diambil agar kebahagiaan dan perhatian pemerintah dapat dirasakan secara merata oleh seluruh umat muslim di Jembrana. Sejalan dengan perluasan jangkauan tersebut, alokasi anggaran qurban tahun ini juga mengalami peningkatan yang signifikan.

“Pemerintah daerah, seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu hadir untuk bisa juga ikut berbagi. Tetapi tahun ini ada yang berbeda. Untuk tahun ini, kita berikan ke semua masjid berupa kambing supaya merata. Dari sisi anggaran tentu naik; kalau dulu Rp 180 juta, sekarang menjadi Rp 246 juta. Ada kenaikan sekitar Rp 66 juta,” ujar Bupati Kembang.

Manfaat dari bantuan ini dirasakan langsung oleh para pengurus masjid. Idrus, perwakilan dari Masjid Nurul Huda Melaya sekaligus penerima manfaat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian berlapis yang diterima umat muslim di Jembrana, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas bantuan kemasyarakatan berupa sapi kurban yang diberikan kepada kami pada Idul Adha 1447 Hijriah ini. Dan juga, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Bupati Jembrana yang telah memberikan sumbangan kambing kepada masjid-masjid di Kabupaten Jembrana,” kata Idrus.

Ia menegaskan bahwa bantuan ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap umat. Pihaknya berkomitmen untuk mengelola dan mendistribusikan daging qurban tersebut secara adil, tepat sasaran, dan sesuai dengan syariat agama.

Di sisi lain, momentum Idul Adha tahun ini juga membawa berkah tersendiri bagi peternak lokal Jembrana. Ketut Suartini, seorang peternak asal Sumbersari sekaligus pemilik sapi yang terpilih sebagai bantuan qurban Presiden, mengungkapkan rasa bangganya. Sapi yang dirawatnya dengan telaten selama tiga tahun tersebut berhasil mencapai bobot prima.

“Sapi itu saya beli umur sekitar 1 tahun dan saya pelihara selama 3 tahun. Saat awal dicek oleh dinas terkait, bobotnya 630 kg, namun saat penyerahan hari ini timbangannya sudah mencapai 680 kg,” jelas Suartini.

Ia menambahkan bahwa koordinasi yang baik dengan Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Jembrana dalam menjaga kesehatan ternak menjadi kunci keberhasilannya. Berkat rekam jejaknya sebagai penyedia sapi berkualitas, dinas terkait merekomendasikan sapinya untuk dipinang sebagai hewan qurban Presiden RI.

Melalui penyerahan bantuan ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap semangat berbagi di hari raya kurban dapat mempererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta membawa keberkahan bagi kemajuan seluruh masyarakat Jembrana (Wis/Tra).

Gubernur Koster Sarankan Keluarga Bali Kembali Miliki 4 Anak Demi Masa Depan

0

Gubernur Koster Ajak Keluarga Bali Kembali Miliki 4 Anak Agar Nama Nyoman dan Ketut ‘tak Punah’


NEWS INTERMEDIA.COM l BADUNG l Gubernur Bali Wayan Koster mengajak masyarakat Bali untuk kembali membangun keluarga dengan empat anak sebagai upaya menjaga keberlangsungan budaya, adat istiadat, dan masa depan krama Bali di tengah menurunnya pertumbuhan penduduk asli Bali.

Menurutnya, Bali yang hanya dihuni sekitar 1,6 persen dari total populasi Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 4,4 juta jiwa menghadapi tantangan serius dalam menjaga keberlanjutan budaya dan identitas Bali apabila jumlah penduduk lokal terus menurun.

“Berkaca dari jumlah warga asli Bali yang semakin sedikit karena rata-rata satu kepala keluarga hanya memiliki dua anak, maka anak ketiga (Nyoman) dan anak keempat (Ketut) mulai jarang ditemukan. Kalau jumlah kita semakin sedikit, bagaimana kita mampu mempertahankan dan melestarikan budaya Bali? Untuk itu, saya mengajak setiap rumah tangga di Bali kembali memilih memiliki empat anak,” tegas Gubernur Koster.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Dharma Santi dan HUT ke-57 Para Gotra Sentana Dalem Tarukan (PGSDT) serta HUT ke-6 Balapraja Tahun 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (24/5).

Gubernur Koster menambahkan, Pemerintah Provinsi Bali saat ini juga mulai menggerakkan program satu keluarga satu sarjana melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Bali sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster juga menyampaikan apresiasinya terhadap paiketan Para Gotra Sentana Dalem Tarukan yang dinilai masih konsisten menjaga nilai persaudaraan dan semangat saling asah, asih, dan asuh dalam kehidupan bermasyarakat.

“Saya minta paiketan Para Gotra Sentana Dalem Tarukan turut mendukung pembangunan Bali, salah satunya dengan menjaga kelestarian budaya dan adat istiadat Bali agar Bali tetap menjadi tempat yang nyaman bagi semua orang, khususnya bagi krama Bali sendiri. Karena masa depan orang Bali tidak bisa dititipkan kepada orang lain dan hanya bisa dijaga oleh krama Bali itu sendiri,” ujar Koster.

Ia juga mengingatkan agar keberagaman pasemetonan tidak menjadi penghalang dalam membangun kesejahteraan masyarakat Bali.

“Pasemetonan sangat penting karena merupakan wujud bakti kita kepada leluhur. Namun, jangan sampai menimbulkan fanatisme atau mengkotak-kotakkan diri,” imbuhnya.

Peringatan HUT ke-57 PGSDT Provinsi Bali yang dirangkaikan dengan Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 tersebut dilaksanakan sebagai momentum memperkuat rasa persaudaraan, introspeksi diri (_mulat sarira_), serta mempererat kerja sama dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis dan damai.

Sementara itu, Ketua Umum PGSDT Pusat, I Wayan Jarta, menyampaikan bahwa hingga saat ini PGSDT memiliki ribuan anggota serta Balapraja yang tersebar di seluruh Bali.

Menurutnya, peringatan HUT ke-57 PGSDT menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai program yang telah dijalankan sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga kehidupan masyarakat Bali yang harmonis, mandiri, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai Tri Hita Karana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penglingsir Klungkung Ida Dalem Semara Putra, Sabha Wiku PGSDT Ida Shri RSI Dukuh Putra Bandem, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali, serta sejumlah pejabat lainnya. (Tutt/Tra).

World Bank Temui Gubernur Koster, Sampaikan 5 Tantangan Utama Bali


World Bank Sampaikan 5 Tantangan Utama agar Bali Berkelanjutan dan Tetap jadi Primadona


NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Pemerintah Provinsi Bali menerima berbagai masukan strategis dari World Bank terkait pembangunan dan keberlanjutan Bali di masa depan. Masukan tersebut disampaikan Carolyn Turk, World Bank Country Director untuk Indonesia dalam pertemuan bersama Gubernur Bali, Wayan Koster di Jaya Sabha, Jumat (22/5) lalu.

Dalam pertemuan itu, Carolyn mengungkapkan terdapat lima kesenjangan utama yang perlu segera mendapat perhatian serius dari Gubernur Bali. Permasalahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan sektor pariwisata, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar serta kualitas hidup masyarakat Bali.

Lima isu utama yang menjadi perhatian World Bank yakni pengelolaan dan daur ulang air bekas pakai, penanggulangan sampah, mobilitas transportasi, penyediaan air bersih, serta ketersediaan sumber daya listrik di sejumlah wilayah di Bali. Carolyn menilai, apabila persoalan tersebut tidak ditangani dengan baik mulai dari sekarang, maka Bali berpotensi menghadapi berbagai persoalan serius di masa mendatang.

“Kami tidak hanya melihat kondisi Bali saat ini, tetapi juga periode-periode mendatang. Bali saat ini masih menjadi primadona dunia. Tantangannya adalah bagaimana Bali tetap menjadi daerah unggulan hingga tahun-tahun ke depan,” ujar Carolyn.

Sebagai tindak lanjut atas data yang dimiliki oleh World Bank tersebut, pihaknya meminta kepada Gubernur Bali untuk menunjuk tim teknis agar bisa berkolaborasi bersama tim World Bank menggelar diskusi lanjutan untuk membahas berbagai solusi strategis dan langkah penanganan yang dapat diterapkan.

“Hasil pembahasan bersama tim teknis nantinya akan kembali disampaikan kepada Gubernur Bali dalam agenda pertemuan berikutnya,” jelasnya.

Carolyn berharap, Pemerintah Provinsi Bali dapat memperkuat langkah pembangunan berkelanjutan agar pertumbuhan sektor pariwisata tetap berjalan seimbang dengan kebutuhan masyarakat Bali.

“Tim analis kami tidak hanya berfokus pada kondisi saat ini, tetapi juga melihat periode-periode mendatang. Bali saat ini masih menjadi primadona dunia. Tantangannya adalah bagaimana Bali tetap menjadi daerah unggulan dan tetap prima hingga tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas berbagai masukan yang diberikan kepada Pemerintah Provinsi Bali terkait pembangunan dan keberlanjutan Pulau Dewata di masa depan.

Menurut Koster, berbagai masukan tersebut sejalan dengan arah pembangunan jangka panjang yang telah dirancang Pemerintah Provinsi Bali melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.

“Kami mengucapkan terima kasih atas berbagai masukan yang disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Infrastruktur memang menjadi salah satu perhatian utama kami di Bali karena membutuhkan pendanaan yang sangat besar,” ujar Koster.

Ia menegaskan, infrastruktur menjadi sektor penting yang akan sangat mempengaruhi keberlanjutan pariwisata Bali sehingga harus ditangani secara serius dan terencana.

Koster menjelaskan, sejumlah isu terkait masa depan Bali sebenarnya telah masuk dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun yang dirancang untuk periode 2025 hingga 2125. Haluan tersebut mencakup pembangunan dari berbagai aspek, mulai dari alam, manusia, hingga kebudayaan.

“Haluan ini tidak hanya berbicara tentang manusia, tetapi juga seluruh unsur kehidupan yang diciptakan Tuhan di bumi,” katanya.

Dalam aspek lingkungan, Pemprov Bali terus mendorong terwujudnya alam Bali yang bersih dan sehat melalui berbagai kebijakan, diantaranya pembatasan penggunaan plastik sekali pakai serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi alam Bali tetap terjaga untuk menopang kehidupan generasi mendatang.

Sementara dalam aspek manusia, Koster menegaskan bahwa kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian utama pemerintah. Menurutnya, masyarakat membutuhkan udara yang bersih, air yang sehat, pangan, sandang, serta papan yang memadai.

“Udara Bali harus bagus. Air bersih dan sehat harus disiapkan. Bali juga harus berdaulat pangan,” ujarnya.

Di sektor energi, Pemerintah Provinsi Bali juga mendorong kemandirian energi bersih demi menjamin ketersediaan energi berkelanjutan di masa depan. Koster menegaskan Bali tidak mengizinkan pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan lebih mengutamakan energi bersih.

Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, Pemprov Bali juga terus mendorong penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai di Bali. Selain itu, Pemprov Bali telah menyiapkan program pengolahan sampah menjadi energi listrik bekerja sama dengan Danantara.

Koster menambahkan, pemerintah juga terus melakukan penanaman pohon, mangrove, serta tanaman endemik Bali guna memperluas tutupan hutan dan menjaga keseimbangan lingkungan.

Menurut Koster, seluruh kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan Bali, termasuk melestarikan budaya Bali serta menyiapkan ekosistem penunjang kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.

“Budaya Bali harus dijaga dan dibangun dengan baik. Ekosistem penunjang kehidupan juga harus disiapkan secara baik dan berkelanjutan,” tambahnya.

Terakhir, Gubernur Koster menyerahkan souvenir berupa kain endek Bali, arak Bali serta Buku Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125 kepada Carolyn.

Hadir pula pada pertemuan ini diantaranya Jessica Ludwig, Sr. Development Specialist World Bank Group, Direktur Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital Bappenas Wahyu Wijayanto, Kepala Bappeda Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Ida Bagus Surja Manuaba.(Adi/Tra)

Wawali Lepas Fun Walk HUT ke-40 Pasemetonan Ageng Warih Anglurah Lanang Tainsiat

0

Newsintermedia.com l Denpasar, l Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa melepas peserta Fun Walk serangkaian HUT ke-40 Pasemetonan Ageng Warih Anglurah Lanang Tainsiat (WASIAT) 1986-2026 yang dilaksanakan di Jero Gede Tainsiat, Denpasar Utara, pada Minggu (24/5) pagi.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali, AA. Istri Paramita Dewi, Camat Denpasar Utara, I Wayan Ariyanta, seluruh keluarga besar Pasemetonan Ageng WASIAT serta undangan lainnya.

Fun Walk mengambil rute start di halaman depan Jro Gede Tainsiat ke arah timur menuju Jalan Pattimura, lalu menuju Jalan Belimbing, ke arah selatan menuju Jalan Kaliasem berlanjut ke Jalan Surapati menuju Jalan Kapten Agung, berlanjut ke Jalan Udayana lalu ke utara menuju Jalan Veteran hingga finish kembali di Jro Gede Tainsiat.

Berbaur dengan seluruh peserta Fun Walk, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengucapkan selamat Hari Jadi ke-40 kepada Keluarga Besar Pasemetonan Ageng Warih Anglurah Lanang Tainsiat (WASIAT).

“Semoga momentum spesial HUT ke-40 Keluarga Besar Pasemetonan Ageng Warih Anglurah Lanang Tainsiat (WASIAT) ini dapat semakin mempererat kekompakan serta memperkuat soliditas Keluarga Besar Pasemetonan WASIAT tidak hanya dilingkup internal namun juga dalam tujuan mendukung pembangunan Kota Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar maju bernafaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau menyama braya saling bergotong – royong,” ujar Wawali Arya Wibawa.

Sementara Ketua Panitia Acara, Ir. A A Ngr Agung Satria Wibawa, ST., IPM., ASEAN Eng. ditemui usai acara menjelaskan Fun Walk serangkaian HUT ke-40 Pasemetonan Ageng Warih Anglurah Lanang Tainsiat (WASIAT) 1986-2026 ini juga diisi dengan kegiatan sosial seperti donor darah dan cek kesehatan gratis dengan dibantu petugas dari RSUP. Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah.

“Ucapan terimakasih kami haturkan kepada Wawali Arya Wibawa dan jajaran Pemkot Denpasar yang telah hadir melepas peserta Fun Walk pada puncak perayaan HUT Pasemetonan kami yang dilaksanakan pada hari ini. Seiring dengan bertambahnya usia, Pasemetonan kami akan terus mempertajam komitmen dalam mendukung pembangunan Kota Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar maju bernafaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ungkapnya. (humas.dps/esa-esol)

Pemprov Bali Dorong Pembangunan Fasilitas PSEL

0

PSEL Ditarget Selesai Akhir 2027, Groundbreaking Denpasar Raya akan Dilaksanakan 8 Juli 2026


NEWS INTERMEDIA l DENPASAR  l Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy merupakan salah satu solusi strategis untuk menangani kedaruratan sampah di Bali, terutama setelah kapasitas TPA Suwung semakin kritis dan muncul penumpukan sampah di berbagai wilayah seperti Denpasar dan Badung.

Pemerintah Provinsi Bali saat ini mendorong pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang. Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan pembangunan PSEL menjadi solusi jangka panjang untuk menangani persoalan sampah yang selama ini menjadi ancaman lingkungan dan pariwisata Bali. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan sampah setelah penutupan TPA Suwung.

“Proyek PSEL untuk penanganan sampah di wilayah Denpasar dan Badung kini memasuki tahap persiapan pembangunan. Proyek strategis tersebut telah diproses oleh Danantara dan direncanakan akan mulai groundbreaking pada 8 Juli 2026 mendatang.

Saat ini, proses pengurugan lahan sudah mulai dilakukan sebagai bagian dari tahapan awal pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern tersebut. Lahan yang digunakan untuk proyek PSEL ini memiliki luas sekitar 6 hektar,” jelas Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng itu pada Jumat (23/5) di Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar.

Selain pembangunan PSEL, pemerintah daerah dikatakan Koster juga memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis sumber melalui TPS3R, TPST, dan pemilahan sampah rumah tangga. Pemilahan sampah organik dan anorganik dinilai penting agar proses pengolahan sampah menjadi energi berjalan optimal.

“Kebersihan Bali adalah fondasi utama menjaga Bali tetap kondusif sebagai destinasi wisata dunia. Sambil menunggu penyelesaian PSEL, gerakan bersih-bersih terus kita genjot,” terangnya.

Kehadiran PSEL ini menjadi langkah penting dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di wilayah Denpasar dan Badung. Pemerintah menargetkan pada tahun 2028, permasalahan sampah di kedua daerah tersebut sudah dapat ditangani secara lebih optimal.

“Nantinya, fasilitas PSEL ini diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.200 ton sampah per hari. Kapasitas besar tersebut diharapkan mampu mengurangi penumpukan sampah sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di Bali,” imbuhnya.

Selain penanganan sampah baru, tumpukan sampah lama di kawasan TPA Suwung juga harus menjadi perhatian untuk diselesaikan. Tumpukan sampah yang telah mengendap selama bertahun-tahun di kawasan tersebut ditargetkan ikut diselesaikan bersamaan dengan pengembangan sistem pengelolaan sampah modern melalui proyek PSEL. Langkah ini dinilai penting agar persoalan sampah di wilayah Denpasar dan Badung dapat ditangani secara menyeluruh, tidak hanya untuk sampah harian tetapi juga sampah lama yang masih menumpuk.

Pemerintah berharap proses penanganan sampah lama di TPA Suwung dapat berjalan optimal sehingga kawasan tersebut nantinya bisa direvitalisasi dan dimanfaatkan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Apabila rencana tersebut berhasil direalisasikan, kawasan eks TPA Suwung diharapkan berubah menjadi area hijau yang lebih ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik sekaligus mendukung kualitas lingkungan di Bali.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak saat meninjau kick-off pematangan lahan milik Pelindo di Pasanggaran, menegaskan bahwa penanganan permasalahan sampah harus dilakukan secara bersinergi. Ia menyampaikan bahwa TNI AD siap mendukung pengelolaan sampah melalui metode pirolisis yang dinilai efektif dan ramah lingkungan.

“TNI AD siap mendukung berbagai program pemerintah dalam penanganan sampah melalui kegiatan karya bakti, edukasi lingkungan, hingga dukungan terhadap program pengelolaan sampah terpadu di daerah,” jelasnya.

Disampaikan pria yang juga pernah menjabat sebagai Pangdam IX/Udayana tersebut, keunggulan pengolahan sampah oleh TNI AD diantaranya tanpa investasi pemerintah, mengelola sampah lama, tidak perlu subsidi pemerintah, ramah lingkungan dan tanpa emisi terbuka.

“Yang perlu didukung oleh pemerintah yakni prosedur administrasi (perizinan), jaminan penjualan solar hasil pengolahan sebagai sumber energi terbarukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Nani Hendiarti, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan menyampaikan Perpres 109/2025 memayungi kebijakan pengolahan sampah yang menghasilkan energi yakni menjadi Listrik, PSE BBM terbarukan, PSE Bio Energi serta Produk ikutan lainnya.

“Penggunaan teknologi PSEL dan PSE BBM terbarukan dapat mengurangı kedaruratan sampah di Denpasara dan Badung, baik timbulan sampah harian maupun TPA Suwung,” terngnya.

Disampaikan Nani, Bali telah ditetapkan sebagai lokasi pilot project pirolisis bersama lokasi lainnya (Jakarta, Surabaya, Bekasi, Bandung, Bogor, Semarang) yang dilaksanakan oleh TNI AD, dengan dukungan tim terpadu lintas Kementerian/Lembaga khususnya pada tahap persiapan dan pembangunan.

“Groundbreaking PSEL Denpasar Raya pada tanggal 8 Juli 2026 mendatang menjadi momentum terintegrasi penanganan sampah di hulu dan hilir,” tutupnya.(Adi/Tra)

Gubernur Koster Promosikan Garam Tradisional Bali

0

Gubernur Koster Bicara Dihadapan Akademisi Perikanan dan Kelautan se Indonesia

Newsintetmedia.com l Badung-Gubernur Bali Wayan Koster bicara di depan akademisi dari 67 universitas se-Indonesia yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FKPTPKI). Pada forum yang berlangsung di Gedung Widyasabha Kampus Universitas Udayana, Bukit Jimbaran Selasa (19/5).
Gubernur Koster mempromosikan salah satu potensi kelautan yang dimiliki daerah Bali yaitu garam tradisional. Lebih jauh, ia memaparkan potensi Bali yang memiliki garis pantai sepanjang 630 km persegi dengan luas wilayah laut 9.000 km persegi. Selain menyimpan potensi perikanan seperti ikan tuna, tongkol, udang hingga kerapu, sejumlah kawasan pesisir juga terkenal sebagai penghasil garam.

 

Ia pun menyebutkan sejumlah kawasan yang dikenal sebagai penghasil garam yaitu Kusamba, Tejakula dan Amed.  Menurut dia, garam Bali yang diolah dengan cara tradisional memiliki taste dan kandungan yang sangat bagus hingga diminati pengelola hotel, bahkan mampu menembus para ekspor.

Jeli melihat potensi ini, Gubernur Koster telah menempuh sejumlah langkah untuk melindungi keberadaan garam tradisional sekaligus mendorong pemasarannya.

“Saya sudah urus Indikasi Geografis (IG) atas garam tradisional yang dihasilkan tiga wilayah tersebut agar terlindungi dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan petani garam,” ujarnya.

Selain memperjuangkan IG, keberpihakan Gubernur Koster juga ditunjukkan dengan mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pemanfaatan Produk Garam Tradisional Lokal Bali.

Hanya saja, garam lokal yang dihasilkan petani garam dengan proses tradisional di Bali masih kesulitan menembus pasar ritel modern. Hal itu karena garam lokal dinilai kurang mengandung yodium sehingga belum berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Ini yang agak lucu, katanya garam trandisional Bali kadar yodiumnya kurang dari 20, saya sudah sempat komunikasikan ini dengan BPOM,”ujarnya.

Menurutnya, hal ini perlu mendapat perhatian agar regulasi pemerintah tidak kontraproduktif dengan upaya pemanfaatan potensi laut yang sebenarnya begitu besar.  “Potensi besar, tapi justru tidak dimanfaatkan dan kita malah import,” cetusnya.

Ia mengapresiasi kegiatan FKPTPKI dan berharap forum yang beranggotakan para akademisi ini mampu menghasilkan rumusan yang menjadi masukan pada pemerintah dalam mengambil kebijakan terkait optimalisasi potensi perikanan dan kelautan.

Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana I Wayan Nuarsa dalam sambutannya menyinggung peran strategis dunia kampus dalam mempercepat terwujudnya ekonomi biru.

“Dunia kampus, khususnya prodi kelautan dan perikanan punya peran strategis dalam mengoptimalkan potensi kelautan,” ucapnya.

Ia berharap, pertemuan ini bisa menjadi ruang diskusi, sharing pengalaman hingga merumuskan solusi bersama dalam menghadapi berbagai tantangan terkait penguatan institusi.

“Saya berharap, dari pertemuan ini tak hanya lahir rekomendasi tapi juga elaborasi perguruan tinggi, pemerintah, sektor kelautan dan perikanan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua FKPTPKI Fredinan Yulianda menginformasikan bahwa forum ini adalah wadah pengembangan Perguruan Tinggi yang memiliki prodi kelautan dan perikanan.

Katanya, FKPTPKI dimulai dari pertemuan kecil pada tahun 2024 yang saat itu bentuknya masih paguyuban. Ia menilai, keberadaan FKPTPKI punya peran strategis mengingat besarnya potensi perikanan dan kelautan yang dimiliki Indonesia.

Rektor UNUD I Ketut Sudarsana menyampaikan rasa bangga karena kampus yang dipimpinnya menjadi tuan rumah pertemuan FKPTPKI. Menurut dia, kegiatan ini bukan semata bertujuan membangun jejaring antar perguruan tinggi.

“Pertemuan ini bisa menjadi momentum untuk menghasilkan gagasan yang konstruktif dan riset di bidang perikanan dan kelautan,” pungkasnya.(*)

Info Bali Soal Turnamen Gateball, Posyandu, Ranperda Pajak dan Restribusi

0

Gubernur Koster Dukung Gateball Bali Naik Kelas, Targetkan Turnamen Internasional Lewat Gubernur Cup


News intermedia.com l Denpasar — Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Turnamen Terbuka Gateball Gubernur Cup 2026 yang direncanakan menjadi agenda rutin tahunan di Bali. Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi pengurus Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Bali di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (18/5).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Koster menilai gateball memiliki potensi berkembang sebagai olahraga prestasi sekaligus sport tourism di Bali. Ia berharap turnamen yang akan digelar dapat mengundang peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

“Kita ingin gateball memiliki turnamen tahunan di Bali. Ke depan tidak hanya tingkat nasional, tetapi juga bisa menghadirkan tim-tim internasional,” ujar Koster.

Menurutnya, Bali memiliki pengalaman panjang dalam penyelenggaraan event olahraga berskala besar serta didukung infrastruktur pariwisata yang memadai. Karena itu, pengembangan turnamen gateball dinilai sejalan dengan upaya memperkuat citra Bali sebagai destinasi sport tourism internasional.

Ketua Pergatsi Bali, Ketut Sudiana, mengatakan pihaknya berharap dukungan pemerintah provinsi terus berlanjut agar pengembangan gateball di Bali berjalan optimal. Ia menyebut kepengurusan Pergatsi Bali telah resmi dilantik dan kini mulai mempersiapkan agenda besar olahraga tersebut di Pulau Dewata.

“Proses ke depan kami selalu mohon dukungan dan perhatian Bapak Gubernur. Pengurus sudah dilantik oleh Ibu Wakil Menteri Kementerian PU dan kami sudah memiliki kepengurusan yang lengkap,” ujarnya.

Guru Besar Universitas Pendidikan Ganesha itu menjelaskan, Pergatsi pusat juga mendorong Bali menjadi tuan rumah turnamen gateball kelas internasional. Sebagai langkah awal, Bali akan lebih dulu menggelar event nasional bertajuk Turnamen Terbuka Gubernur Bali Cup 2026 pada awal Juli mendatang.

Turnamen tersebut dirancang sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Bali dan diharapkan menjadi agenda rutin setiap tahun. “Ini pertama kali digelar dan harapannya bisa terus berlanjut setiap tahun,” kata Sudiana.

Gateball sendiri merupakan olahraga beregu yang berasal dari Jepang dan mulai berkembang di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Permainan ini memadukan strategi, ketepatan, serta kerja sama tim, sehingga banyak diminati lintas usia, termasuk kalangan senior dan komunitas olahraga rekreasi.

Di Indonesia, olahraga gateball berada di bawah naungan Pergatsi dan telah dipertandingkan dalam sejumlah ajang nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON). Bali menjadi salah satu daerah yang dinilai aktif mengembangkan cabang olahraga tersebut melalui pembinaan komunitas dan kompetisi daerah.

Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Bali, Turnamen Terbuka Gubernur Bali Cup 2026 diharapkan menjadi momentum memperluas popularitas gateball sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai tuan rumah berbagai event olahraga nasional dan internasional.(Noer/tra).


Ketua TP Posyandu Bali Tekankan Penyamaan Persepsi dan Penguatan Kader Berbasis Kearifan Lokal



News intermedia.com l Denpasar  – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menekankan pentingnya penyamaan persepsi dan penguatan kapasitas kader Posyandu berbasis kearifan lokal dalam pelaksanaan pelayanan masyarakat di Bali.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan Kelima di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkes) Denpasar, Senin (18/5).

Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan komitmen para peserta yang mengikuti pembinaan Posyandu sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan dasar masyarakat di Bali.

Menurutnya, keberadaan Tim Pembina Posyandu menunjukkan kesiapan pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam membina Posyandu secara berjenjang dan berkelanjutan, mulai dari tingkat provinsi hingga desa.

“Pembinaan dilakukan mulai dari provinsi kepada kabupaten/kota, lalu diteruskan ke kecamatan hingga desa dan kader Posyandu. Tahun 2026 ditargetkan pembinaan bisa dilakukan dua kali agar pemahaman seluruh kader semakin kuat dan selaras,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tahap awal pembinaan, materi lebih difokuskan pada penyamaan pemahaman mengenai Posyandu enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), mulai dari kelembagaan, fungsi Posyandu, hingga mekanisme pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, Posyandu di Bali juga terus didorong untuk bersinergi dengan kader desa sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal dan kepercayaan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Pembinaan harus berjalan berkelanjutan dan dapat diwariskan secara turun-temurun sesuai karakter desa masing-masing,” katanya.

Ny. Putri Koster juga menegaskan bahwa TP Posyandu Provinsi Bali menjadi salah satu daerah yang bergerak cepat dalam penguatan Posyandu di Indonesia. Ia menyoroti pentingnya sinergi antara Posyandu dan PKK melalui program Kulkul PKK yang sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.

Menurutnya, Posyandu tidak hanya berfokus pada pelayanan dasar masyarakat, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung gerakan sosial dan lingkungan di Bali.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Komang Sriani, mengatakan Bimtek tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas, kemampuan teknis, dan pemahaman kader dalam memberikan layanan dasar pada enam bidang SPM.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat fungsi dan kemampuan manajerial Posyandu dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa.

Bimtek diikuti oleh 100 kader dari empat kelurahan di Kabupaten Bangli. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, serta Wakil Ketua TP Posyandu Bangli, Ny. Suciati Diar. (Mul/Tra).


Wagub  Sampaikan Pendapat terhadap Raperda tentang Perubahan atas Perda Pajak dan Retribusi Daerah


News intermedia.com l Denpasar — Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menyampaikan pendapat akhir Gubernur Bali terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dalam Rapat Paripurna ke-37 Masa Persidangan III Tahun 2025–2026, Senin (18/5).

Giri Prasta menyampaikan bahwa retribusi daerah merupakan manifestasi kemandirian fiskal daerah dalam kerangka desentralisasi dan otonomi daerah, sekaligus penerapan retribusi yang mencerminkan prinsip Tri Hita Karana, yakni keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

Lebih lanjut, dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara berkelanjutan, meningkatkan mutu layanan, serta memberikan kepastian hukum dalam pemungutan retribusi, perlu dilakukan perubahan terhadap Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

“Saya berterima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan kerja samanya dalam pembahasan Raperda ini,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali dalam laporannya yang dibacakan oleh I Nyoman Budiutama menyampaikan bahwa secara keseluruhan, struktur dan anatomi Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Bali tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah telah sesuai dengan sistematika serta substansi perda induk dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurutnya, Raperda tersebut telah disusun dengan berpedoman pada ketentuan mengenai pemerintahan daerah, hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, pengelolaan keuangan daerah, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), serta ketentuan teknis di bidang kesehatan, pajak daerah, dan retribusi daerah.

“Dalam upaya menyempurnakan perubahan Rancangan Peraturan Daerah tersebut, Tim Pembahas Raperda memberikan masukan agar Pemerintah Daerah terus melakukan inovasi dan terobosan investasi guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan dan optimalisasi objek retribusi yang ada,” jelasnya.

Selain itu, setiap objek retribusi perlu didukung oleh peningkatan kualitas pelayanan, sumber daya manusia yang kompeten, serta sarana dan infrastruktur yang memadai sehingga mampu meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan daerah Provinsi Bali. (Kar/Tra).


 

Pembangunan Kawasan Turyapada Tower Tahap 2 Ditarget Selesai Nopember 2026

0

Koster: Saat ini Turyapada Tower Sudah Berfungsi dan Dimanfaatkan 30 Stasiun Televisi


Newsintermedia.com | Lokasi pembangunan Kawasan Turyapada Tower (KTT) dipilih berdasarkan hasil kajian dari Tim Universitas Udayana (UNUD), karena dengan lokasi tower yang dibangun itu mampu menjangkau siaran televisi mencapai minimum 85% di wilayah Bali Utara. Sementara soal lahan yang menjadi lokasi tower adalah lahan milik petani yang biasa dipakai menanam bunga, selain tanaman bunga, tanaman lain tidak cocok disana.

Jadi luas lahan yang dibebaskan untuk pembangunan tower total 13,9 hektar dengan anggaran 63,4 miliar. Maka untuk pembangunan tahap 1 seluas 6,6 hektar dengan anggaran 22,4 miliar sedangkan pembangunan tahap 2 seluars 7.3 hektar dengan anggran 41,0 miliar. Demikian disampaikan Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., pada saat menyampaikan releasenya kepada media, Senin (18/5) kemarin.

Tambah Gubernur Koster, pembebasan lahan dilakukan sesuai aturan dan besaran harga ditentukan oleh lembaga independen yaitu Kantor Jasa Penilai Publik/KJPP serta atas kesepakan warga pemilik lahan berdasarkan musyawarah. Sedangakan penggunaan uang negara untuk pembebasan lahan diaudit oleh BPK, sehingga tidak boleh main-main dalam menentukan harga secara sepihak. Pembangunan tahap1 berupa Tower serta fasilitas berupa planetarium, restoran putar 360 derajat, sky walk, restoran statis, jembatan kaca, ruang konvention, dan tempat UMKM.

“Jadi pembangunan tahap1 sudah selesai, memerlukan total anggaran 349,3 miliar. Saat ini sedang berlangsung pembangunan tahap ke 2 berupa pemasangan interior, furnitur, penataan kawasan, fasilitas gondola dan jalan masuk, target selesai Nopember 2026, memerlukan total anggaran 295,7 miliar,” ungkap Koster.

Gubernur asal Sembiran Buleleng ini juga mengatakan dengan demikian pembangunan kawasan Turyapada Tower memerlukan total anggaran 645,0 miliar. Saat ini tower itu sudah mulai berfungsi yang dimanfaatkan oleh 30 stasiun televisi sehingga lebih dari 90% masyarakat Buleleng sudah bisa menerima siaran televisi tanpa antena parabola, bahkan sampai wilayah Jembrana. Masyarakat Buleleng sudah sangat merasakan manfaat Turyapada Tower.

“Jadi pemilik siaran televisi tidak perlu lagi repot-repot sewa/beli lahan dan membangun tower secara sendiri-sendiri, mengakibatkan banyaknya tower tersebar di sejumlah wilayah, tetapi dengan hadirnya Turyupada Tower, semua setasiun televisi cukup bekerjasama melalui pola sewa dengan Pemprov Bali,”tambahnya.

Gubernur Koster alumni ITB ini juga mengatakan bawasannya kawasan Turyapada Tower akan menjadi destinasi pariwisata baru berkelas dunia dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Bali utara dan berdampak di wilayah Bedugul sampai Wanagiri. Kawasan Turyapada Tower akan menjadi satu satunya objek wisata berkelas dunia di Indonesia, tidak kalah dengan Menara Eifel, Tokyo Tower, Toronto Tower.

“Kawasan ini akan kita kelola secara profesioanal oleh pihak ketiga guna menghasilkan pendapatan secara optimal, yang akan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah/PAD untuk Pemerintah Provinsi Bali dan menjadi Pendapatan Asli Daerah/PAD melalui pajak Hotel dan Restoran untuk Pemerintah Kabupaten Buleleng,”tegas Gubenur Koster.

Gubernur yang sempat menjabat jadi DPR-RI dua priode ini juga mengatakan pemilihan pihak ketiga baru bisa dilaksanakan setelah pembangunan tahap2 mendekati selesai sehingga bisa dihitung potensi bisnis yang akan dikelola oleh pihak ketiga. Dengan demikian pendapatan yang diperoleh dari pengelolaan kawasan akan mengembalikan anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan Kawasan Turyupada Tower dalam jangka waku kurang dari 10 Tahun, setelah itu akan menjadi sumber pendapatan Pemprov Bali untuk selamanya.

“Makanya masyarakat lokal akan membentuk koperasi dan UMKM untuk berjualan di Kawasan tersebut. Selain itu, anak-anak warga lokal akan mendapat prioritas mengikuti pendidikan dan pelatihan sesuai kompetensi dan keterampilan yang diperlukan agar bisa bekerja di Kawasan tower tersebut. Bahkan tenaga kerja yang kita perlukan saat ini, kita rekrut dari warga local,”ucapnya.

Dengan demikian, Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjunagan ini memastikan bahwa warga lokal akan mendapat manfaat ekonomi dan menjadi tenaga kerja, tidak akan menjadi penonton, dan bagi rumah warga lokal sekitar 40 keluarga akan direnovasi menjadi rumah layak huni dan lebih berkualitas, sehingga harmonis dengan suasana Kawasan Turyupada Tower.

“Sementara pembangunan Turyapada Tower ini kita kerjakan dengan biaya penuh dari APBD Provinsi Bali, selain itu Pemerintah Provinsi Bali juga akan membangun Pura dan Wantilan sesuai permohonan Desa Adat Merta Sari, Desa Pegayaman, yang menjadi lokasi Kawasan Turyupada Tower, dengan anggaran dalam APBD Perubahan 2026,”pungkas Gubernus Koster. (Gustra).

Gubernur Koster Hadiri Peresmian Operasional 1.061 Koperasi Merah Putih

0

 


Koster: 38 Koperasi sudah Siap, Akhir Juli Genjot hingga 120 Unit se Bali


NEWS INTERMEDIA.COM l BADUNG l Gubernur Bali, Wayan Koster menghadiri Peresmian Operasinal 1,061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari KDKMP Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung pada Sabtu (16/5).

Sedangkan peresmian secara langsung dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto serta diikuti oleh seluruh Provinsi secara daring.

Hadir bersama seluruh jajaran Forkopimda, Gubernur Koster menyampaikan dukungannya terhadap peresmian operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ia menilai bahwa KDKMP memiliki dampak yang signifikan dalam membangun ekonomi berbasis kerakyatan di Provinsi Bali.

“Kita di Bali yang sudah siap sebanyak 38 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan sedang berproses lagi sampai akhir bulan juli itu akan mencapai secanyak 120 KDKMP,” jelas Koster.

Angka 38 KDKMP yang sudah siap tersebut menurutnya baru mencapai 5,3% dari total jumlah 716 Desa/Kelurahan di Bali. Namun angka tersebut akan terus ditingkatkan dimana pada akhir Juli 2026 jumlahnya ditargetkan akan mencapai 120 KDKMP atau sebesar 17% dari total kebutuhan.

“Nanti Bulan Juli akan disiapkan barang-barang yang akan dijual di koperasi dan di targetkan di awal Agustus sudah full bisa beroperasi dalam memberikan layanan usaha,” imbuhnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa Koperasi merupakan bentuk instrument kemandirian ekonomi kerakyatan sekaligus merupakan fondasi bagi pemerataan pembangunan nasional.

“Pangan adalah hidup dan mati suatu bangsa. Menjamin pangan untuk 280 juta orang bukan pekerjaan ringan, namun kita berhasil,” jelas Prabowo.

Ia menekankan bahwa Bangsa Indonesia harus dapat mandiri pangan dengan memenuhi seluruh kebutugan pangan dari dalam negeri, tidak hanya mengandalkan import. Swasembada pangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mmasyarakat dan juga Petani Indonesia.

Ditambahkan, Prabowo menjelaskan keberadaan Koperasi Merah Putih dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di Desa/Kelurahan dimana proyeksi uang beredar diperkirakan mencapai 10,8 Milyar pertahun per desa.

“Melalui koperasi merah putih nanti kita salurkan juga kredit-kredit murah untuk rakyat. Dengan koperasi ini pertumbuhan ekonomi kita akan nyata dan maju, setiap desa tidak akan bergantung kemana-mana lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut, terdapat beberapa layanan usaha yang disediakan oleh KDKMP mulai dari penjualan sembako subsidi, penyalur LPG subsidi, penyalur pupuk subsidi, kredit murah, layanan logistik, penyalur bantuan pemerintah, menyerap gabah petani hingga layanan obat murah.(Kar/Tra).

Gubernur Koster Sepakati Pembebasan Lahan Kawasan Turyapada Tower Sesuai Aturan

0

Gubernur Koster Bersama Masyarakat Kawasan Turyapada Sepakati Harga Pembebasan Lahan Berdasarkan Appraisal


NEWS INTERMEDIA.COM l BULELENG l Gubernur Bali, Wayan Koster bersama masyarakat di sekitar kawasan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng menyepakati pembebasan lahan untuk penguatan pembangunan kawasan menara komunikasi setinggi 115 meter yang menjadi pusat pemancar siaran TV digital, telekomunikasi, dan ikon wisata baru di Kabupaten Buleleng.

Hal itu terungkap saat Gubernur Bali, Wayan Koster yang didampingi langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra melakukan pertemuan dengan masyarakat di sekitar kawasan Turyapada Tower, pada Minggu (Redite Wage, Wariga) 17 Mei 2026.

Pertemuan ini turut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali, Gede Pramana, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali, I Wayan Wiasthana Ika Putra, Kepala Inspektur Daerah Provinsi Bali, Ida Bagus Gede Sudarsana, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRKIM) Provinsi Bali, Nusakti Yasa Wedha.

Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menyampaikan pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali sedang memasuki tahap II, dimana dalam pembangunannya akan meliputi penataan kawasan, fasilitas planetarium, convention center, gondola, sampai akses jalan masuk. Untuk mewujudkan hal tersebut, saat ini pembebasan lahan sedang dilakukan dan masyarakat di sekitar kawasan sudah menyepakati bersama proses ini, bahwa pembebasan lahannya sesuai aturan, harus diappraisal harganya.

“Sudah ada titik yang disepakati untuk pembebasan lahannya dan lebarnya cukup 20 meter dan panjangnya sesuai kebutuhan sekitar 1 Km. Untuk harga lahannya ada lembaga yang melakukan appraisal dan proses ini dilakukan dalam waktu dekat, supaya bisa dibebaskan dan dibayar langsung ke masyarakat pemilik lahan,”jelas Gubernur Bali kepada awak media.

Wayan Koster menyebut, usai pembebasan lahan dilakukan, Pemprov Bali akan membangun fasilitas pengembangan ekonomi, UMKM serta membangun koperasi. Warga disekitar kawasan akan terlibat dan mendapatkan kemudahan berbagai fasilitas ini.

Tujuannya agar masyarakat ini memiliki tempat berusaha yang rapi, dan ketika Turyapada Tower ini beroperasi, maka anak-anak lulusan SMA/SMK dari kawasan ini dan warga disini juga akan mendapat prioritas pelatihan kerja agar mereka siap bekerja disini.

“Penataan rumah penduduk di kawasan Turyapada Tower juga akan kami lakukan dengan melakukan revitalisasi rumah warga yang jumlahnya mencapai sekitar 40 rumah, proses revitalisasi tersebut salah satunya meliputi perbaikan atap rumah agar kawasan ini terlihat indah. Untuk biaya-nya akan dihitung dan menggunakan dana APBD,” tegasnya.

Disela – sela waktunya melakukan pertemuan bersama masyarakat di sekitar kawasan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali, Gubernur Bali, Wayan Koster menyempatkan waktu melihat keindahan bunga pecah seribu yang memiliki warna unggu, dan meninjau pengerjaan proyek communal space yang akan diperuntukan sebagai tempat UMKM.(*)

Bupati Kembang Rangkul Pensiunan, Ajak Bangun Daerah Melalui Berbagi Pengalaman dan Masukan

0

News intermedia.com l Jembrana – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan secara khusus mengajak para pensiunan untuk tidak berhenti berkarya, melainkan tetap ikut membangun daerah lewat sumbangsih pengalaman matang dan masukan-masukan strategis mereka.

Baginya, pengalaman matang dan pemikiran yang dimiliki para anggota PPI justru menjadi aset berharga yang masih sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk mengeksekusi berbagai program daerah.

Ajakan itu disampaikan langsung oleh Bupati Kembang saat hadir bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna di tengah kemeriahan HUT ke-3 Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) Jembrana.

Acara yang digelar di Gedung Pendopo Kesari, Kecamatan Negara, Minggu (17/5/2026) pagi itu seketika riuh oleh tawa dan canda bernada nostalgia.

“Pengalaman bapak dan ibu sekalian adalah guru terbaik. Kami yang masih aktif di pemerintahan tentu sangat membuka diri terhadap masukan, ide, dan wejangan demi membawa Jembrana ke arah yang lebih baik,” ungkap Bupati Kembang

Di usia PPI Jembrana yang ketiga ini, Bupati Kembang juga berharap organisasi ini terus menjadi wadah perekat silaturahmi yang solid. Fokusnya bukan hanya tentang kontribusi pemikiran, melainkan juga menjaga kesehatan mental dan fisik para purnatugas.

“Selain menyumbang pemikiran, yang paling utama adalah bapak dan ibu harus tetap bahagia dan sehat. Forum seperti ini penting agar di masa tua tetap aktif bergerak dan menjaga kebugaran,” tambah Kembang.L

Sementara itu, Ketua Panitia, IGN Sudiarsa menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan kehadiran orang nomor satu di Jembrana tersebut.  Sudiarsa menyebut, perayaan hari jadi yang ketiga ini sengaja dikemas dengan berbagai kegiatan positif guna menjaga kesehatan fisik dan mental para anggota.

Acara kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Kembang yang diserahkan kepada pengurus PPI Kabupaten Jembrana sebagai simbol rasa syukur atas eksistensi organisasi yang telah menginjak usia tiga tahun. L

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Persatuan Pensiunan Indonesia Provinsi Bali, I Gusti Made Sunendra, Mantan Bupati Jembrana (2000-2010), Prof. Dr. drg. I Gede Winasa, Sekda I Made Budiasa, serta stakeholder lainnya. (Wis/ Tra).