Wali Kota Hadiri Karya Mamungkah Ngenteg Linggih Pura Tedung Sari
NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR lWali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, Ngresi Gana, Mapeselang Menawa Ratna, Mapeselang Medasar antuk Tawur Balik Sumpah lan Tawur Wraspati Kalapa yang digelar di Pura Tedung Sari dan Pura Ratu Gede Bagawan Penyarikan Banjar Pesanggaran, Desa Adat Pedungan, Kamis (30/7).
Kehadiran Wali Kota Jaya Negara merupakan wujud dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya Bali yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara turut mengikuti rangkaian persembahyangan bersama para sulinggih, prajuru desa adat, serta krama pengempon pura dengan penuh khidmat.
Wali Kota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya yadnya tidak hanya menjadi bentuk bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.
“Karya seperti ini merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga bersama. Selain meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, pelaksanaan karya juga menjadi sarana mempererat rasa persaudaraan, gotong royong, serta menjaga keharmonisan kehidupan sesuai ajaran Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.
Ia berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar hingga penyineban serta memberikan kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh krama pengempon maupun masyarakat Kota Denpasar secara umum.
Sementara itu, panitia karya, I Made Badra menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota Denpasar beserta jajaran Pemerintah Kota Denpasar yang senantiasa memberikan perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan di tengah masyarakat. Kehadiran pemerintah dinilai menjadi penyemangat bagi krama dalam menjaga kelestarian tradisi, adat, dan budaya Bali agar tetap lestari dari generasi ke generasi.
Pelaksanaan karya berlangsung dengan suasana penuh khidmat dan diikuti antusias oleh krama Banjar Pesanggaran, Desa Adat Pedungan yang secara bergotong royong ngayah demi menyukseskan seluruh rangkaian upacara yadnya. (Eka/Tra).
Inovasi Edukasi Hukum Berbasis Animasi Membangun Generasi Sadar Hukum
NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Pemerintah Kota Denpasar melalui Bagian Hukum kembali menghadirkan inovasi Karakter Animasi Sosialisasi Informasi Hukum untuk Masyarakat Sadar Hukum (Ksatria Sadhu) sebagai media edukasi hukum berbasis animasi yang ditujukan kepada masyarakat, khususnya anak-anak.
Inovasi Ksatria Sadhu pada awalnya lahir dari gagasan Kepala Bagian Hukum Kota Denpasar tahun 2025, yang kala itu menjabat, Komang Lestari Kusuma Dewi untuk memperluas jangkauan penyuluhan hukum kepada masyarakat.
Gagasan tersebut berangkat dari pemikiran bahwa penanaman kesadaran hukum idealnya dimulai sejak usia dini. Oleh karena itu, informasi hukum dikemas melalui media film animasi dengan alur cerita yang menarik, sederhana, dan mudah dipahami serta diingat oleh anak-anak, sehingga proses pembelajaran hukum menjadi lebih menyenangkan sekaligus efektif dalam menanamkan nilai-nilai kesadaran hukum.
Seiring perkembangannya, Ksatria Sadhu tidak hanya menjadi media edukasi hukum bagi anak-anak, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana penyebarluasan informasi mengenai berbagai kebijakan Pemerintah Kota Denpasar serta produk hukum daerah yang penting dan perlu dipahami masyarakat.
Melalui penyampaian yang ringan dan komunikatif, berbagai isu strategis, seperti pengelolaan sampah, ketertiban umum, perlindungan anak, serta kebijakan daerah lainnya dapat disampaikan secara lebih mudah dipahami, diingat, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Saat dihubungi terpisah di Denpasar, Rabu (29/7), Kepala Bagian Hukum Kota Denpasar, Ni Wayan Legi Sugiati Saputri, SH.,MH mengatakan bahwa Ksatria Sadhu dihadirkan sebagai upaya membangun karakter generasi muda yang tidak hanya memahami pentingnya menaati peraturan, tetapi juga memiliki nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, keberanian, rasa percaya diri, serta jiwa kepemimpinan sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.
“Dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak, pembelajaran hukum menjadi lebih menyenangkan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, penyampaian berbagai kebijakan pemerintah dan produk hukum daerah melalui media animasi juga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap regulasi yang berlaku,” ungkapnya.
Lebih lanjut dijelaskan, implementasi inovasi Ksatria Sadhu telah diperkenalkan secara langsung kepada siswa sekolah dasar di Kota Denpasar melalui kegiatan kunjungan ke sejumlah sekolah, di antaranya SDN 5 Pedungan, SDN 5 Ubung, SDN 6 Sumerta, dan SDN 5 Padangsambian. Kehadiran karakter animasi tersebut mendapat sambutan antusias dari para siswa karena menghadirkan pengalaman belajar hukum yang edukatif sekaligus menyenangkan.
Sebagai inovasi berbasis digital, film animasi Ksatria Sadhu juga dapat diakses oleh seluruh masyarakat melalui website JDIH Kota Denpasar dan berbagai kanal media sosial resmi JDIH Kota Denpasar. Melalui platform digital tersebut, masyarakat dapat mengikuti setiap episode Ksatria Sadhu kapan saja dan di mana saja, sehingga penyebarluasan informasi hukum dan kebijakan daerah dapat menjangkau lebih banyak kalangan secara berkelanjutan.
Kehadiran inovasi ini menjadi bukti bahwa penyampaian informasi hukum tidak lagi terbatas pada metode konvensional, melainkan dapat dilakukan melalui pendekatan yang inovatif, adaptif, dan mengikuti perkembangan teknologi digital.
Melalui perpaduan media animasi dan platform digital, edukasi hukum diharapkan semakin mudah diakses, dipahami, dan diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan, sekaligus mendukung terwujudnya budaya hukum yang semakin kuat di Kota Denpasar.
Dengan semangat membangun generasi emas yang sadar hukum, Ksatria Sadhu diharapkan terus menjadi media edukasi yang inspiratif sekaligus menjadi kanal penyebarluasan informasi hukum dan kebijakan Pemerintah Kota Denpasar kepada masyarakat.
“Sebab, anak-anak yang memahami pentingnya hukum hari ini merupakan fondasi bagi terwujudnya masyarakat yang tertib, berintegritas, dan berbudaya hukum di masa depan,” pungkasnya. (Tra).
Kunker, Wahana Sharing Inovasi Smart City hingga Heritage City
NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Denpasar menerima kunjungan kerja Bupati Bangka Barat, Markus didampingi Wakil Bupati Bangka Barat, H. Yus Derahman beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (30/7).
Kunjungan tersebut menjadi momentum mempererat sinergi antardaerah sekaligus wahana berbagi pengalaman dalam pengembangan inovasi pemerintahan, mulai dari implementasi Smart City hingga tata kelola Heritage City atau Kota Pusaka.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Pengadilan Negeri Denpasar, Iman Luqmanul Hakim, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, jajaran Forkopimda Kota Denpasar, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bangka Barat serta pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.
Pertemuan berlangsung hangat dan interaktif melalui sesi diskusi serta tukar pengalaman mengenai berbagai kebijakan dan inovasi yang telah diterapkan masing-masing daerah.
Bupati Bangka Barat, Markus mengatakan, kunjungan kerja ini bertujuan untuk mempelajari berbagai inovasi yang telah dikembangkan Pemerintah Kota Denpasar, khususnya dalam mewujudkan Smart City yang didukung digitalisasi pelayanan publik.
Selain itu, pihaknya juga ingin mengetahui bagaimana Denpasar mampu mengintegrasikan pelayanan publik, mengembangkan sektor wisata berbasis budaya dan sejarah, serta menjaga identitas Kota Pusaka sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Kami melihat Denpasar memiliki banyak inovasi yang dapat menjadi referensi bagi daerah lain. Melalui kunjungan ini kami ingin belajar mengenai implementasi Smart City, integrasi layanan publik, pengembangan pariwisata budaya dan sejarah, hingga pengelolaan Heritage City.
Harapannya, berbagai praktik baik yang telah diterapkan di Denpasar dapat kami adaptasi sesuai karakteristik daerah kami,” ujar Markus.
Sementara itu, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Denpasar sebagai tujuan kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Bangka Barat. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi ruang yang sangat baik untuk saling bertukar informasi, pengalaman, serta inovasi guna memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Pada prinsipnya kami menyambut baik kunjungan kerja ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antardaerah. Setiap daerah memiliki keunggulan dan tantangan masing-masing, sehingga melalui forum seperti ini kita dapat saling berbagi pengalaman, bertukar gagasan, sekaligus membangun sinergi untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas serta mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan,” kata Jaya Negara.
Lebih lanjut Jaya Negara menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen mengembangkan transformasi digital melalui implementasi Smart City yang terintegrasi dengan berbagai layanan publik. Di sisi lain, pembangunan kota juga diarahkan agar tetap berpijak pada pelestarian budaya, sejarah, dan kearifan lokal sebagai identitas Denpasar sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan kawasan heritage, penguatan ekosistem pariwisata budaya, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga warisan budaya sebagai modal pembangunan.
“Kami berharap kerja ini mampu memperkuat hubungan kelembagaan antara Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di masa mendatang,” ujarnya. (Ags/Tra).
Satpol PP Denpasar Tertibkan Ratusan Alat Peraga Kadaluarsa Fasilitas Umum
NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali melaksanakan penertiban baliho, spanduk, banner, umbul-umbul, pamflet, dan papan nama yang terpasang di fasilitas umum, Rabu (29/7). Kegiatan penertiban menyasar sejumlah ruas jalan di wilayah Kota Denpasar, meliputi Jalan Hayam Wuruk, Jalan Raya Puputan, Jalan Sudirman, Jalan Diponegoro, Jalan Teuku Umar, dan Jalan Surapati.
Kepala Satpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Bawa Nendra, mengatakan dalam kegiatan tersebut pihaknya menertibkan sebanyak 200 alat peraga, terdiri atas 52 pamflet, 78 banner, 59 spanduk, 8 umbul-umbul, dan 3 papan nama.
“Penertiban ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban, kebersihan, dan keindahan fasilitas umum. Selain itu, kami memastikan pemasangan media informasi maupun promosi tidak mengganggu kepentingan umum dan estetika kawasan perkotaan,” ujar Bawa Nendra.
Pihaknya mengimbau masyarakat maupun pihak yang memasang alat peraga agar memperhatikan ketentuan serta lokasi pemasangan yang telah ditetapkan. Hal tersebut penting dilakukan untuk menjaga ruang publik tetap tertib, bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Bawa Nendra menegaskan komitmen Satpol PP Kota Denpasar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara transparan dan berintegritas. Seluruh jenis layanan serta tindak lanjut pengaduan melalui GARBASITA Satpol PP Kota Denpasar tidak dikenakan biaya.
“Untuk menjaga integritas seluruh jajaran, kami menegaskan tidak menerima pemberian dalam bentuk apa pun. Apabila masyarakat menemukan adanya pihak yang meminta sesuatu dengan mengatasnamakan Satpol PP Kota Denpasar, silakan dilaporkan melalui WhatsApp Bot GARBASITA di nomor 081337338326, dengan menyertakan bukti otentik,” tegasnya.
Satpol PP Kota Denpasar juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban fasilitas umum serta berperan aktif menyampaikan pengaduan apabila menemukan pelanggaran maupun praktik yang mengatasnamakan Satpol PP Kota Denpasar. “Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan Kota Denpasar yang tertib, bersih, aman, dan nyaman,” ujarnya. (Ayu/tra).
Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Ikuti Persembahyangan Pujawali di Pura Praja Natha
Perkuat Sradha Bhakti dan Semangat Pengabdian Terbaik Kepada Masyarakat
INTERMEDIA.COM l DEBPASAR, Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa mengikuti rangkaian persembahyangan Pujawali Piodalan di Pura Praja Natha, yang berlokasi di Kantor Walikota Denpasar, bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Karo, Rabu (29/7).
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, IB. Yoga Adi Putra, I Wayan Mariana Wandhira, Made Oka Cahyadi Wiguna beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Denpasar, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.
Prosesi pujawali berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian upacara diisi dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh sulinggih, diiringi lantunan kidung suci, pementasan Tari Rejang, pertunjukan Topeng, serta alunan gambelan Bali yang semakin memperkuat suasana sakral dan religius.
Walikota Jaya Negara mengatakan bahwa pelaksanaan Pujawali di Pura Praja Natha, Kantor Walikota Denpasar, merupakan momentum spiritual bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar untuk memohon tuntunan, keselamatan, dan kerahayuan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
“Pujawali ini tidak hanya menjadi wujud rasa syukur dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, meningkatkan integritas, serta memperkuat komitmen seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Walikota Jaya Negara.
Lebih lanjut disampaikan bahwa nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam pelaksanaan pujawali diharapkan mampu menjadi landasan moral bagi seluruh aparatur pemerintah dalam melaksanakan tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik secara profesional, berintegritas, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Pelaksanaan Pujawali di Pura Praja Natha juga menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam menjaga dan melestarikan adat, seni, budaya, serta tradisi Bali yang merupakan bagian penting dari identitas Kota Denpasar. Iringan kidung, Tari Rejang, pertunjukan Topeng, dan tabuh gambelan sekaligus menjadi simbol harmonisasi antara nilai spiritual, budaya, dan kebersamaan yang senantiasa dijaga di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.
“Melalui pelaksanaan pujawali ini diharapkan seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar senantiasa memperoleh tuntunan dan kerahayuan sehingga mampu terus bersinergi dalam mewujudkan pembangunan Kota Denpasar yang maju, harmonis, berbudaya, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (Eka/Tra).
Walikota Hadiri Karya Ngenteg Linggih Pura Gunung Sari
NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Ngenteg Linggih Padudusan, Mupuk Pedagingan, Tawur Wrespati Kalpa Agung, Lan Panilapatian Pegat Soot Pura Gunung Sari, Banjar Jurang Asri, Desa Adat Peraupan, pada Rabu (29/7).
Rangkaian upacara yang bertepatan dengan Purnama Sasih Karo ini juga berkaitan dengan telah rampungnya pemugaran beberapa bagian pura. Dalam kesempatan tersebut Walikota Jaya Negara juga turut menandatangani Prasasti Karya Ngenteg Linggih Padudusan Mupuk Pedagingan Tawur Wrespati Kalpa Agung Lan Panilapatian Pegat Soot pura setempat. Di samping itu Walikota Jaya Negara juga berkesempatan mendem pedagingan di bale gedong dan penyerahan punia.
Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, I Wayan Sutama, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara, Camat Denpasar Utara, I Wayan Ariyanta beserta tokoh agama dan masyarakat setempat.
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara disela upacara mengatakan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan ini adalah salah satu bentuk meningkatkan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. “Apalagi di komunitas masyarakat seperti pesemetonan dan desa adat perlu diapresiasi bagaimana membangun sradha bhakti masyarakat melalui upakara yang dilaksanakan,” ujarnya.
Dikatakannya, mengenai pelaksanaannya, Pemkot Denpasar terus mengedepankan pemberdayaaan yang tidak terlepas dari sektor keagamaan. Namun demikian, yang juga patut diapresiasi adalah muncul kemandirian masyarakat untuk memunculkan kesadaran. Sehingga manfaat yang diperoleh dalam penyelenggaraan upacara keagamaan yang dikenal dengan istilah Tri Guna Karya serta Satwika Karya.
Jaya Negara juga mengharapkan setelah dilaksanakannya upacara Ngenteg Linggih Padudusan Mupuk Pedagingan Tawur Wrespati Kalpa Agung Lan Panilapatian Pegat Soot Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan ini, seluruh umat terutama warga dan pengempon dapat terus meningkatkatkan rasa persaudaraan dan persatuan antara sesama umat.
“Tentu pelaksanaan Yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap ke depan upacara Yadnya ini dapat memberikan energi positif yang dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal- hal negatif dilingkungan desa setempat,” katanya
Sementara Ketua Panitia Karya, I Made Sueca mengatakan Karya Ngenteg Linggih Padudusan Mupuk Pedagingan Tawur Wrespati Kalpa Agung Lan Panilapatian Pegat Soot Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan dilaksanakan karena rampungnya semua palinggih pura yang di perbaharui.
Dimana karya hari ini upakara mendem pedagingan dan hari ini tanggal 5 Agustus 2026 dilaksanakan upacara puncak karya yang di puput oleh Ida Peranda Mpu Nabe Yoga Daksa Paramitha dari Griya Peraupan. “Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Walikota Denpasar karena sudah hadir menyaksikan upacara ngenteg linggih dan meresmikan karya ini dengan Ngelingga Tangan atau menandatangani Prasasti Karya dan mepunia kepada kami. Semoga karya ini labda karya dan memargi antar,” ungkapnya. (Ays/tra).
Ketua TP PKK Ny. Sagung Dorong Penguatan Peran Krama Istri
NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menghadiri pelaksanaan Majaya-Jaya Pasikian Paiketan Krama Istri (PAKIS) Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar Masa Bakti 2026–2031, yang berlangsung di Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar, Rabu (29/7). Prosesi tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan Prajuru PAKIS MDA Kota Denpasar dan PAKIS MDA Kecamatan se-Kota Denpasar sebagai momentum memperkuat peran perempuan adat dalam menjaga keberlangsungan adat, tradisi, dan budaya Bali.
Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara, Ketua PHDI Kota Denpasar I Made Arka, Bendesa Madya MDA Kota Denpasar beserta jajaran, para Jro Bendesa Adat se-Kota Denpasar, Manggala PAKIS Provinsi Bali, serta tokoh adat dan undangan lainnya. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Majelis Desa Adat Kota Denpasar tentang Penetapan dan Pengukuhan Prajuru PAKIS MDA Kota Denpasar dan PAKIS MDA Kecamatan se-Kota Denpasar Masa Bakti 2026–2031, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi pamikukuh oleh Bendesa Madya MDA Kota Denpasar.
Di sela-sela kegiatan Ny. Sagung Antari Jaya Negara yang juga selaku Pembina PAKIS MDA Kota Denpasar menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru PAKIS MDA Kota Denpasar. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis sebagai penguat keluarga sekaligus penjaga nilai-nilai adat dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Keberadaan PAKIS diharapkan mampu menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan antarkrama istri sekaligus memperkuat kontribusi perempuan dalam mendukung pembangunan Kota Denpasar.
Ny. Sagung Antari juga berharap sinergi antara PAKIS, desa adat, dan Pemerintah Kota Denpasar terus diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut sejalan dengan berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari pelestarian adat dan budaya, penguatan ketahanan keluarga, penanganan persoalan sampah, pencegahan stunting, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis desa adat. “Sinergi antara organisasi perempuan adat, desa adat, dan pemerintah menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Bali sekaligus mewujudkan masyarakat yang harmonis, berbudaya, dan sejahtera,” ujar Ny. Sagung Antari.
Sementara itu, Bendesa Madya MDA Kota Denpasar, I Ketut Wisna menegaskan bahwa PAKIS sebagai salah satu badan otonom Majelis Desa Adat memiliki peran penting sebagai wadah perjuangan krama istri dalam menjaga kelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali, baik secara sekala maupun niskala. “Pengurus yang telah dikukuhkan diharapkan mampu menjalankan swadharma dengan penuh tanggung jawab, berlandaskan awig-awig, AD/ART Majelis Desa Adat Bali, serta semangat ngayah demi kemajuan desa adat dan masyarakat,” ujarnya.
Prosesi Majaya-Jaya ditutup dengan doa bersama sebagai simbol permohonan tuntunan dan keselamatan bagi seluruh pengurus dalam menjalankan amanah selama masa bakti 2026–2031. Dengan kepengurusan baru yang dipimpin Manggala, Prof. Dr. Ida Ayu Trisnawati bersama jajaran prajuru yang telah dikukuhkan, PAKIS MDA Kota Denpasar. (Pur/tra)









