- Advertisement -spot_img
19.2 C
Indonesia
Beranda blog

Bali Raih Pemerintahan Daerah Terbaik 2026 Regional Jawa-Bali


Pemprov Bali Raih Peringkat Pertama Nasional Dua Penghargaan Kemendagri, Kantongi Insentif Fiskal Rp 6 M


NEWS INTERMEDIA.COM l Yogyakarta l Pemerintah Provinsi Bali borong berbagai penghargaan pada malam Apresiasi Pemerintah Daerah Terbaik 2026 Regional Jawa-Bali yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI di Marriott Hotel Yogyakarta pada Kamis (4/6).

Malam Apresiasi Pemerintah Daerah 2026 Regional Jawa-Bali merupakan momen apresiasi bagi Pemerintah Daerah Regional Jawa Bali yang telah menunjukkan kinerja terbaik dalam pembangunan daerah.

Apresiasi ini merupakan bagian dari upaya kementerian dalam negeri (Kemendagri) untuk mendorong peningkatan kinerja dan inovasi Pemerintah Daerah.

“Acara ini bertujuan untuk memberikan reward atau penghargaan kepada rekan-rekan atas kinerjanya sehingga timbul iklim kompetisi dan semangat bersaing yang sehat,” ujar Mendagri Tito Karnavian.

Ia menekankan bahwa di tengah banyaknya kasus hukum yang menjerat oknum kepala daerah, masing banyak kepala daerah yang memiliki kinerja dan prestasi yang bagus.

“Ini perlu diangkat bahwa banyak juga pemimpin-pemimpin yang bagus sehingga ada kepercayaan dari publik kepada para kepala daerah,” jelasnya.

Terdapat empat kategori penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Daerah mulai dari tingkat Kabupaten, Kota hingga Provinsi di Wilayah Jawa-Bali antara lain: Kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, Kategori Creative Financing, Kategori Pengendalian Inflasi, dan Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran.

Pemerintah Provinsi Bali berhasil memboyong peringkat 1 dalam dua kategori sekaligus yaitu peringkat 1 dalam kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting Tingkat Provinsi, dan Peringkat 1 dalam Kategori Pengendalian Inflasi Tingkat Provinsi.

Selain menerima trofi penghargaan, Provinsi Bali juga memperoleh insentif apresiasi dengan total Rp 6 Miliar untuk dua capaian peringkat 1 yang diperoleh. Dimana untuk tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota diberikan penghargaan masing-masing sebesar 1 Miliar untuk Peringkat 3, 2 Miliar untuk peringkat 2 dan 3 Milyar untuk Peringkat 1.

Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa sistem penilaian tahun ini dibagi enam regional sebagai upaya menciptakan kompetisi yang lebih adil bagi seluruh daerah, termasuk daerah dengan kapasitas fiskal yang terbatas.

“Untuk Bali tidak kita gabungkan dengan regional NTB, NTT karena kalau masuk regional itu pasti akan menang lagi. Bali masuk regional Jawa-Bali pun menang lagi,” kelakar Mendagri melihat banyaknya penghargaan Tingkat Kabupaten, Kota dan Provinsi yang di boyong oleh Pemda Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster hadir langsung dalam malam apresiasi tersebut. Gubernur Koster menerima penghargaan peringkat pertama sebagai pemerintah Daerah Berprestasi kategori Pengendalian Inflasi yang diserahkan


Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto


Kemudian, selanjutnya Gubernur Koster menerima penghargaan peringkat pertama nasional sebagai pemerintah Daerah Berprestasi Penanggulangan Kemiskinan dan penurunan stunting yang diserahkan Menteri Perumahan dan Permukiman RI Maruarar Sirait.

Diketahui dalam kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, penghargaan untuk tingkat kabupaten, Kota dan Provinsi sebagian besar diterima oleh Bali. Dimana Peringkat 1 tingkat Kabupaten diraih oleh Kabupaten Badung disusul Peringkat 2 dan 3 diperoleh oleh Kabupaten Gianyar dan Tabanan sedangkan Peringkat 1 tingkat Kota diterima oleh Kota Denpasar.

Selain itu Kabupaten Gianyar juga memperoleh Peringkat Terbaik 3 dalam Kategori Creative Financing Tingkat Kabupaten dan Kota Denpasar memperoleh Peringkat Terbaik 3 dalam Kategori penurunan Tingkat Pengangguran Tingkat Kota.(Kar/Tra).

 

Pemkab Jembrana Bergerak Cepat Akselerasi Penerapan KKPD

Pemkab Jembrana Akselerasi Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah

NEWS INTERMEDIA.COM l Jembrana l Pemerintah Kabupaten Jembrana bergerak cepat memotong jalur birokrasi pembayaran dengan mengakselerasi penerapan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD). Langkah strategis ini ditegaskan dalam acara Sosialisasi Implementasi dan Penyerahan Simbolis KKPD kepada para Kepala Perangkat Daerah di lantai 2 Aula Jimbarwana, Rabu (3/6).

Mewakili Bupati Kembang Hartawan, Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana I Made Budiasa menyatakan bahwa kehadiran KKPD dirancang khusus untuk mengubah paradigma lama. Sistem ini memberikan solusi pembayaran instan secara nontunai tanpa harus menunggu proses pencairan anggaran konvensional yang memakan waktu lama.

“Penerapan KKPD ini adalah kebutuhan riil untuk memangkas birokrasi pembayaran demi percepatan penyerapan anggaran. Dengan sistem cashless,transaksi berjalan lebih cepat, aman, dan transparan, sekaligus meminimalisasi risiko penyimpangan (fraud)serta mengurangi dana mengendap (idle cash)di bendahara,” ujar Sekda Budiasa.

Lebih lanjut, Budiasa mengingatkan bahwa penandatanganan Berita Acara Serah Terima KKPD ini membawa tanggung jawab besar. Ia memberikan empat instruksi khusus kepada para Pengguna Anggaran: memahami regulasi secara mendalam, melakukan kendali dan pengawasan yang melekat agar kartu hanya digunakan untuk keperluan dinas, menjaga akuntabilitas laporan pertanggungjawaban tepat waktu. Terakhir dengan mengoptimalkan belanja melalui KKPD guna mempercepat penyerapan anggaran daerah.

Kemudahan bertransaksi tanpa hambatan birokrasi ini dirasakan langsung dalam realisasi belanja. Dalam laporan Kepala BPKAD yang disampaikan oleh Sekretaris Badan Ni Putu Ari Wiryastuti, skema digitalisasi ini terbukti mempermudah operasional karena didukung penuh oleh fasilitas QRIS dari Bank BPD Bali Cabang Negara, sehingga tidak lagi bergantung pada mesin EDC.

“Sebagai pilot project, BPKAD Jembrana telah memulai penggunaan KKPD secara penuh sejak Januari 2026. Hingga April, total transaksi telah mencapai Rp46.313.332, yang difokuskan pada belanja langsung instan seperti pemenuhan kebutuhan BBM serta belanja makan dan minum melalui platform E-Katalog V6,” urai Ari Wiryastuti.

Sistem pembayaran instan ini diharapkan membawa dampak domino positif yang besar bagi perekonomian lokal Jembrana. Melalui mekanisme KKPD, seluruh satuan kerja dapat langsung melunasi kewajiban transaksi saat itu juga kepada para penyedia barang/jasa lokal serta pelaku UMKM tanpa adanya kendala penundaan pembayaran.

Di akhir acara, dilakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima KKPD dari Bendahara Umum Daerah (BUD) kepada para Kepala Perangkat Daerah selaku Pengguna Anggaran (PA) sebagai tanda dimulainya perluasan implementasi KKPD di seluruh SKPD Kabupaten Jembrana. ( Wis/Tra).

 

Pergub Baru  2026 Perkuat Bahasa dan Kearifan Lokal Lintas Generasi Bali


Pergub No 7 Tahun 2026 Mampu Menjaga Adi Luhung Kebudayaan Bali

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Pemerintah Provinsi Bali resmi mengundangkan regulasi progresif demi menjaga keberlanjutan warisan budaya dan kearifan lokal melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 7 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Mata Pelajaran Muatan Lokal pada Pendidikan Formal dan Pendidikan Berbasis Masyarakat. Demikian diungkapkan Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M, saat menyampaikan Pergub baru tersebut di Jaya Sabha Denpasar Bali, Rabu (2/6) kemarin.

Dalam hal ini, sebenarnya Gubernur Koster menetapkan arah baru dalam penyelenggaraan mata pelajaran muatan lokal secara terintegrasi, baik di sekolah formal maupun di lingkungan masyarakat berbasis komunitas.

Langkah strategis ini diambil untuk merevitalisasi sistem pendidikan daerah, menggantikan aturan lama (Pergub Bali No. 20 Tahun 2013) agar lebih adaptif dengan dinamika hukum dan kemasyarakatan terkini.

” Jadi aturan baru ini secara spesifik berlandaskan pada nilai-nilai luhur Sad Kerthi. Poin-Poin Penting dan Strategis Pergub Bali Nomor 7 Tahun 2026 dengan tujuan agar dapat melestarikan dan mengembangkan bahasa Bali dan kearifan lokal Bali, juga memperkuat pembentukan karakter peserta didik; dan menjamin keberlanjutan nilai-nilai kearifan lokal lintas generasi, ” kata Gubernur

Gubernur asal Sembiran Buleleng ini juga mengatakan bahwa ruang lingkup pelajaran ini terdiri dari, mata pelajaran muatan lokal, penyelenggaraan pada pendidikan formal, Penyelenggaraan pada pendidikan berbasis masyarakat, peran masyarakat, pembinaan, monitoring dan evaluasi dan pendanaan, pemisalan dua muatan lokal utama.

” Sedangkan muatan lokal kini kita pertegas ke dalam 2 (dua) mata pelajaran mandiri, yaitu mata pelajaran bahasa Bali (mencakup bahasa, aksara, dan sastra) serta mata pelajaran kearifan lokal Bali (mencakup nilai Sad Kerthi, adat, serta visi Haluan Pembangunan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125),” terang Koster.

Dikatakan Gubernur Koster, kewajiban jam pelajaran (Jampel) setiap satuan pendidikan formal di Bali wajib mengajarkan mata pelajaran bahasa Bali dan kearifan lokal Bali paling sedikit 2 (dua) jam pelajaran per minggu dan bahasa Bali sebagai pengantar dan arus utama proses pengajaran kedua mata pelajaran tersebut wajib menggunakan bahasa Bali sebagai bahasa pengantar, dengan materi kearifan lokal yang diarusutamakan langsung ke dalam pembelajaran.

” Jadi pemetaan jenjang kelas yang terstruktur, pendidikan dasar (SD/SMP sederajat)dan di pembelajaran kearifan lokal mulai sejak dini pada Kelas I dan II menggunakan metode tematik. Sementara bahasa Bali mulai diajarkan secara terstruktur pada Kelas III sampai Kelas VIII, dan ditutup dengan pemantapan kearifan lokal di Kelas IX.

Pendidikan menengah (SMA/SMK sederajat): Pbembelajaran Bahasa Bali diberikan pada Kelas X dan XI, sedangkan Kelas XII difokuskan penuh pada penajaman Mata Pelajaran kearifan Lokal Bali,” ucapnya lagi.

Gubernur juga mengatakan penguatan standar guru dengan memberikan pembelajaran wajib diampu oleh guru bahasa Bali yang ditetapkan sebagai guru profesional melalui Keputusan Gubernur atau Bupati/Walikota sesuai kewenangannya. Sementara integrasi pendidikan berbasis masyarakat yaitu pelestarian tidak hanya berhenti di bangku sekolah formal.

“Jadi Pergub ini melegitimasi pengajaran di ranah publik/komunitas melalui pasraman di Desa Adat, Sekaa, Sanggar, dan program kemasyarakatan lain yang didukung oleh pedoman teknis resmi dari dinas yang membidangi urusan adat,” jelasnya.

Gubernur Koster juga menyampaikan soal penjaminan mutu dan pendanaan tetap dari Pemprov Bali berkomitmen melakukan pembinaan, monitoring, dan evaluasi berkala (1 kali setahun) termasuk pelatihan kurikulum. Seluruh pendanaan pelaksanaan regulasi ini dijamin melalui APBD serta sumber lain yang sah. Maka penegasan makna kehadiran sesuai Pergub Muatan Lokal Pergub Bali Nomor 7 Tahun 2026.

” Hal ini bukan sekadar dokumen hukum, melainkan sebuah benteng budaya dan investasi peradaban bagi masa depan Bali. Kehadiran regulasi ini menegaskan komitmen Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster bahwa kemajuan zaman dan modernisasi tidak boleh menggerus jati diri manusia Bali,” tegas Gubernur Koster.

Ia juga mengatakan dengan mewajibkan internalisasi bahasa, aksara, sastra, dan filosofi Sad Kerthi sejak dini secara terstruktur, dengan demikian Bali sedang mencetak generasi masa depan—SDM Bali Unggul—yang tidak hanya berdaya saing global, tetapi juga tetap mengakar kuat pada tanah leluhur dan kearifan adi luhung Bali.

“Pergub ini merupakan kepastian hukum sekaligus warisan konkret untuk menjamin agar roh kebudayaan Bali tetap hidup, relevan, terjaga, dan menyala lintas generasi,” pungkas Guber nur Koster. Gustra)


 

Walikota Ajak Semua Pihak Berkolaborasi, Amalkan Nilai Pancasila Menuju Denpasar Maju

0

Walikota Pimpin Apel Peringatan Hari Lahir Pancasila di Denpasar


NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l  Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menjadi Inspektur Upacara pada Apel Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni yang digelar jajaran Pemerintah Kota Denpasar di Halaman Kantor Walikota Denpasar, Senin (1/6). Apel ini merupakan momentum untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa, bernegara serta menjalankan roda pemerintahan.

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menjadi Inspektur Upacara pada Apel Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni yang digelar jajaran Pemerintah Kota Denpasar di Halaman Kantor Walikota Denpasar, Senin (1/6).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, Forkopimda Kota Denpasar, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pimpinan OPD serta undangan lainya. Usai melaksanakan apel, Walikota Jaya Negara turut menyerahkan penghargaan bagi Paskibraka Kota Denpasar Tahun 2025 dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar yang memasuki masa purna tugas.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lebih lanjut Jaya Negara menyampaikan dengan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, Pancasila dinilai tidak hanya relevan menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi terciptanya perdamaian dunia yang berkelanjutan. Bahkan Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun bangsa di tengah berbagai tantangan global.

“Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” kutipnya.

Lebih lanjut, Indonesia disebut memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Melalui politik luar negeri bebas aktif, Indonesia terus menunjukkan peran strategisnya dalam menjaga perdamaian dunia.

“Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa, peran dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah merupakan pengejawantahan sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Jaya Negara juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan pentingnya menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap kebijakan publik, sekaligus memperkuat komitmen melawan intoleransi dan radikalisme.

“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, kuat dalam persatuan, dan kokoh karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa,” ujarnya.

Usai pelaksanaan apel, Walikota Jaya Negara menambahkan bahwa tema Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yakni Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia ini sejalan dengan sepirit Vasudhaiva Kutumbakam bahwa kita semua bersaudara.

Hal ini juga selaras dengan rasa kebersamaan, kolaborasi dan gotong-royong dalam mewujudkan cita-cita pembangunan yang merupakan pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Lebih lanjut Jaya Negara mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk mengarusutamakan Pancasila dengan metode dan cara-cara kekinian dalam menyongsong bonus demografi yang akan menempatkan kaum milenial dan Gen-Z sebagai pelaku utama pembangunan bangsa.

Sehingga secara berkelanjutan, sinergitas dan kolaborasi semua pihak dapat tercipta guna mewujudkan pembangunan nasional, khususnya visi Kota Denpasar yakni Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar MAJU (Makmur, Aman, Jujur dan Unggul).

“Pada momentum yang baik ini, kami mengajak seluruh komponen bangsa, khususnya masyarakat Kota Denpasar untuk bersama-sama bergotong royong merawat anugerah Pancasila melalui peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Kita harus bekerja sama dan berkolaborasi menjaga kerukunan dan keutuhan sebagai wujud implementasi sepirit Vasudhaiva Kutumbakam dalam mewujudkan Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar Maju,” ujar Jaya Negara.

Untuk diketahui bahwa serangkaian Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni dan Wafatnya Bung Karno pada 21 Juni, Pemerintah Kota Denpasar bersama berbagai komunitas kembali mengahdirkan Bulan Bung Karno.

Berbagai kreatifitas akan turut digelar, mulai dari lomba poster, lomba pidato, lomba pusi, aksi sosial hingga gelar budaya yang juga serentak digelar hingga desa/kelurahan. (Ags/tra).


 

Gubernur Koster Ajak Aktualisasi Perjuangan Bapak Proklamator RI Bung Karno


Beragam Lomba Edukatif dan Kreatif Meriahkan Bulan Bung Karno VIII

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l  Bulan Bung Karno Tahun 2026 di Provinsi Bali yang mengambil tema “Kawya Atma Kerthi” yang bermakna Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator dirangkaikan dengan berbagai kegiatan kreatif dan edukatif sebagai upaya mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran Bung Karno dalam kehidupan nyata.

Kegiatan kreatif dan edukatif tersebut antara lain meliputi, Lomba Cipta dan Baca Puisi bertema “Proklamator Bung Karno” serta Lomba Pidato bertema “Bung Karno Bapak Bangsa”.  Gubernur Bali, Wayan Koster mengungkapkan partisipasi dalam kegiatan ini terbuka luas bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa se-Bali.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh ruang ekspresi sekaligus refleksi generasi muda dalam memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangan Bung Karno,” kata Gubernur Koster yang didampingi Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta saat membuka secara resmi Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 pada, Senin (Soma Wage, Julungwangi) 1 Juni 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga dihadirkan kategori Lomba Tari Teruna Jaya yang diikuti oleh pelajar tingkat SMP dan SMA se-Bali. Tari Teruna Jaya merupakan warisan seni tari Bali  yang lahir dari ekspresi jiwa kepemudaan, dinamis, penuh semangat, dan sarat dengan keberanian dalam mengekspresikan jati diri.

Penamaan “Teruna Jaya” sendiri diberikan oleh Bung Karno, yang merefleksikan semangat pemuda yang bangkit, berani, dan penuh daya juang. Nilai ini selaras dengan karakter Bung Karno pada masa mudanya, yang sarat idealisme, keberanian, serta kekuatan dalam membangkitkan kesadaran bangsa.

Oleh karena itu, kehadiran Tari Teruna Jaya dalam Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 tidak hanya sebagai pertunjukan seni, tetapi juga sebagai sarana pembinaan generasi muda sejak dini, untuk menumbuhkan karakter, semangat juang, serta kecintaan terhadap budaya dan bangsa, sejalan dengan tema “Kawya Atma Kerthi” Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator.(Ded/Tra)


Gubernur Koster dan Wagub Giri Resmi Buka Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026

Gubernur Koster: Bulan Bung Karno Merawat Ingatan Kolektif Mewujudkan Bangsa Berdaulat, Berdikari, serta Berkepribadian dalam Kebudayaan*

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Gubernur Bali, Wayan Koster yang didampingi Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta secara resmi membuka Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 pada, Senin (Soma Wage, Julungwangi) 1 Juni 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar.

Pembukaan Bulan Bung Karno Tahun 2026 yang ditandai dengan pemukulan gamelan tradisional Bali, Bende dihadiri langsung oleh Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun, Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, Bupati dan Wakil Bupati, Ny. Seniasih Giri Prasta, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Bupati/Walikota se-Bali, Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Bali, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, dan ribuan masyarakat Bali.

Gubernur Koster dalam sambutannya menyampaikan Bulan Bung Karno Tahun 2026 yang mengambil tema “Kawya Atma Kerthi” bermakna Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator dilaksanakan dalam suasana penuh semangat kebangsaan, kebudayaan, dan spiritualitas yang mendalam.

Koster menjelaskan Bulan Bung Karno bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum ideologis dan kultural untuk menghidupkan kembali api perjuangan Sang Babak Proklamator dalam kesadaran kolektif.

Tema “Kawya Atma Kerthi”, juga mengandung kedalaman filosofis yang luar biasa. “Kawya” adalah ekspresi jiwa yang luhur, “Atma” adalah esensi kesadaran terdalam, dan “Kerthi” adalah upaya penyucian serta pemuliaan. Maka, tema ini mengajak semua untuk tidak hanya mengenang Bung Karno sebagai tokoh sejarah, tetapi menghadirkan kembali jiwa perjuangannya sebagai energi hidup dalam pikiran, sikap, dan tindakan Kita sehari-hari.

Koster mengatakan Bali sebagai provinsi yang konsisten menggelar Bulan Bung Karno. Menurut Gubernur dua periode ini, Bulan Bung Karno merupakan ruang batin untuk merawat ingatan kolektif bangsa.  “Bung Karno tidak hanya mewariskan kemerdekaan, tetapi juga mewariskan jiwa-jiwa yang berani bermimpi besar, berpikir melampaui zamannya, dan bertindak demi kepentingan rakyat” katanya.

Kata Koster, sejarah mencatat, jalan perjuangan beliau ditempa oleh tekanan, penjara, dan pengasingan. Namun justru dari keterbatasan itulah lahir gagasan besar tentang Indonesia merdeka; bangsa yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Bung Karno menaruh perhatian dan kekaguman yang mendalam terhadap Bali. Beliau memandang Bali sebagai ruang hidup kebudayaan yang utuh, tempat nilai spiritual, tradisi, dan kehidupan sosial berpadu secara harmonis.

Dijelaskan Koster, dalam pandangan Bung Karno, Bali mencerminkan kekuatan jati diri bangsa. di mana warisan leluhur tetap terjaga, sekaligus mampu berjalan seiring dengan perkembangan zaman.

“Pandangan tersebut menjadi pengingat bagi Kita semua, bahwa Bali tidak hanya harus maju, tetapi juga harus tetap teguh menjaga identitas dan nilai-nilai luhurnya sebagai bagian dari kepribadian Bangsa Indonesia,” urai Gubernur Koster.

Bagi Bali, Bung Karno bukan sekadar tokoh sejarah, melainkan sumber inspirasi yang hidup dalam kesadaran masyarakat. Nilai-nilai beliau terus bertransformasi dalam pembangunan Bali yang berakar pada kearifan lokal dan berorientasi masa depan. Melalui Bulan Bung Karno, tidak sekedar mengenang, tetapi menghidupkan kembali api perjuangan itu dalam tindakan nyata.

Dengan semangat yang diusung, peringatan tahun ini mengajak semua masyarakat Bali menjadikan perjuangan Bung Karno sebagai kesadaran hidup; sebagai energi yang menggerakkan pikiran, membentuk karakter, dan menuntun arah pembangunan.

Koster menambahkan, semangat ini sejalan dengan visi pembangunan Bali, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia Niskala-Sakala. “Visi ini berakar dari kearifan lokal Sad Kerthi, yang mengandung enam sumber utama kesejahteraan dan kebahagiaan sejati, yaitu Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi,” jelasnya.

Berpijak pada nilai-nilai tersebut, lanjut Koster harus diteguhkan untuk menata kehidupan Bali dengan kesadaran yang utuh. Dengan semangat itu, Bali tidak hanya akan bertahan, melainkan terus bertumbuh sebagai pusat kebudayaan yang berakar kuat sekaligus memberi makna bagi dunia.

“Dalam kesadaran inilah, Kita melangkah bersama; merawat kesinambungan warisan leluhur serta meneguhkan arah masa depan Bali yang ajeg, berdaulat, dan bermartabat,” tambahnya.

Momentum Bulan Bung Karno ini, Koster mengajak seluruh masyarakat Bali, terutama generasi muda, untuk tidak berhenti bertumbuh; memperkuat kapasitas diri, memperluas wawasan, serta membangun karakter yang tangguh dan berdaya saing. Masa depan Bali sangat ditentukan oleh kualitas manusianya hari ini. Tata kehidupan masyarakat Bali hendaknya terus ditopang oleh nilai-nilai kearifan lokal yang telah mengakar kuat sebagai jati diri. Kebersamaan, rasa saling menghormati, dan keselarasan dalam bertindak bukan sekadar simbol budaya, melainkan fondasi sosial yang menjaga keutuhan dan kekuatan Bali

“Dalam dinamika zaman yang terus bergerak, Kita tidak boleh kehilangan roh kebersamaan. Semangat bekerja bersama, saling menguatkan, dan berbagi tanggung jawab harus tetap menjadi jalan utama dalam setiap upaya pembangunan. Di sanalah terletak kekuatan kolektif yang menjadikan Bali tetap kokoh dan bermartabat. Dengan keteguhan, keikhlasan, dan komitmen yang berkelanjutan, Kita akan mampu memastikan bahwa Bali tidak hanya berkembang, tetapi juga tetap ajeg dalam nilai dan jati dirinya. Inilah bentuk pengabdian Kita dalam menjaga kesinambungan peradaban Bali, demi Nindihin Gumi Bali,” pungkas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Dalam perayaan Bulan Bung Karno Tahun 2026 dimeriahkan oleh sejumlah seniman, artis dan band lokal Bali seperti Leeyonk Sinatra, Lolot, Bagus Wirata, dan seniman musik Naluri Manca x Sine x Bali Extreme Drummer, (ded/tra).



 

Gubernur Koster Ajak Generasi Muda Pegang Teguh Ideologi Bangsa


Gubernur Koster Pimpin Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026


NEWS INTERMEDIA.COM DENPASAR l Pelaksanaan Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026  berlangsung dengan lancar dan hikmat dengan menyusung tema ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’, upacara tersebut dihadiri oleh Forkopimda Provinsi Bali, Perangkat Daerah Pemprov Bali, instansi vertikal serta organisasi dan kelembagaan lainnya di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dilaksanakan di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (1/6)

Sementara itu, pengibaran sang saka merah putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang diwakili oleh para Paskibraka terbaik perwakilan Kabupaten/Kota se-Bali selalu menjadi momen utama yang dinantikan oleh setiap peserta upacara. Gubernur Bali, Wayan Koster memimpin langsung upacara.

Gubernur dua periode ini menyampaikan bahwa Peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momen refleksi tentang nilai-nilai luhur Pancasila yang menjadi pedoman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. “Pancasila sebagai Ideologi merupakan alat pemersatu bangsa yang sangat penting untuk menjaga konduktivitas dan eksistensi Bangsa Indonesia,” jelas Koster.

Kemudian untuk generasi muda Bali, Koster berpesan agar selalu mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menjadikannya sebagai landasan berkehidupan berbangsa dan bernegara. “Untuk generasi penerus, generasi muda kita harus memegang teguh Pancasila sebagai ideologi bangsa dan memahami nilai-nilainya dengan baik. Menjadikan itu sebagai landasan kita dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara,” imbuhnya.

Semarak Peringatan Hari Lahirnya Pancasila tersebut kemudian ditutup dengan berbagai macam yel-yel yang dilontarkan oleh anggota Paskibraka Provinsi Bali sembari membentuk barisan mengelilingi Gubernur Bali dan Pimpinan Daerah lainnya. Semangat nasionalisme begitu terasa dalam setiap lantunan lagu penyemangat tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Bali, Wayan Koster juga membacakan amanat dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Berikut isi lengkap amanat tersebut. Om Swastiastu, Assalamu’alaikum, Shalom warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu, Rahayu, Rahayu, Salam Pancasila!

Dikatakan hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.

“Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” ucap Gubernur.

Gubernur Koster menegaskan Pancasila adalah “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. ” Karena Pancasila adalah “jangkar moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” jelasnya.

Dijelaskannya, Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

“Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik. Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata,” jelasnya lagi.

Disampaikan kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

“Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia. Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology),” ucapannya.

Sabung Koster, jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Kepada para Menteri dan Kepala Daerah  dititipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan Indonesia.

“Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” pungkas Koster membacakan Amanat tersebut. (Gustra).

 

Gubernur Koster Harap Tahun Depan Jangkauan BBTF Lebih Luas

0

NEWS INTERMEDIA. COM l BADUNG l Gubernur Bali, Wayan Koster, mengapresiasi penyelenggaraan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 yang dinilainya semakin memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata unggulan dunia. Dalam konferensi pers penutupan BBTF 2026 di Hotel Westin Nusa Dua, Badung pada Sabtu (30/5).

Gubernur Koster berharap cakupan dan jangkauan BBTF pada tahun mendatang dapat diperluas sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi Bali dan Indonesia.

“Sebagai Gubernur Bali, saya mengucapkan terima kasih kepada ASITA yang telah menyelenggarakan BBTF dengan sangat baik, serta kepada The Westin Resort Nusa Dua yang telah menyediakan tempat penyelenggaraan. Ke depan saya mendorong agar BBTF memiliki cakupan yang lebih besar lagi.

Apa yang masih kurang tahun ini agar dievaluasi dan diperbaiki untuk penyelenggaraan tahun 2027. Pemerintah Provinsi Bali siap memberikan dukungan penuh,” ujar Koster.

Menurutnya, keberhasilan BBTF menjadi sangat penting mengingat kontribusi Bali terhadap sektor pariwisata nasional yang terus menunjukkan tren positif. Ia memaparkan bahwa sebelum pandemi Covid-19, Bali menerima sekitar 6,2 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019. Setelah mengalami keterpurukan akibat pandemi hingga tahun 2022, jumlah kunjungan wisatawan asing pada tahun 2025 melonjak menjadi 7,05 juta orang melalui jalur udara, tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali.

“Jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia tahun 2025 mencapai 15,3 juta orang. Dari jumlah itu, Bali menyumbang sekitar 45 persen. Ini menunjukkan betapa besar peran Bali dalam industri pariwisata nasional,” katanya.

Tak hanya dari sisi kunjungan, kontribusi ekonomi Bali juga sangat signifikan. Koster menjelaskan, devisa pariwisata yang dihasilkan wisatawan mancanegara di Bali mencapai lebih dari Rp17 triliun, dengan total perputaran ekonomi sekitar Rp176 triliun. Angka tersebut berkontribusi sekitar 55 persen dari total perputaran ekonomi pariwisata nasional yang mencapai Rp320 triliun.

“Pulau Bali yang kecil ini memberikan kontribusi yang sangat besar bagi Indonesia. Angka-angka ini konkret dan menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi lokomotif pariwisata nasional,” tegasnya.

Menanggapi berbagai isu yang kerap menjadi perhatian wisatawan, Koster memastikan Pemerintah Provinsi Bali terus bekerja menyelesaikan persoalan mendasar seperti sampah, kemacetan, dan ketahanan energi. Ia mengungkapkan bahwa program pengolahan sampah menjadi energi listrik akan mulai berjalan pada 8 Juli 2026, sementara proyek penanganan sampah regional Denpasar dan Badung ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

“Target kami Bali menjadi bersih dari masalah sampah. Ini menjadi prioritas karena kebersihan adalah fondasi utama pariwisata berkualitas,” ujarnya.

Untuk mengatasi kemacetan, Pemprov Bali juga tengah mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur strategis, khususnya di kawasan Badung, dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan DPR RI. Di bidang energi, Bali juga tengah diarahkan menjadi daerah mandiri energi berbasis energi bersih dan ramah lingkungan.

“Kami ingin Bali mandiri energi. Ke depan tidak ada lagi ketergantungan pada energi berbahan bakar fosil maupun pasokan dari luar Bali. Kebutuhan masyarakat dan wisatawan harus dapat dipenuhi dengan energi bersih yang berkelanjutan,” katanya.

Gubernur Koster juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas dan martabat pariwisata Bali melalui penegakan aturan terhadap wisatawan asing yang melanggar ketentuan. Pemerintah Provinsi Bali telah menerbitkan panduan do and don’t bagi wisatawan asing serta menjalankan Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur tentang Pariwisata Budaya Bali.

“Kami menertibkan wisatawan yang melanggar aturan, termasuk melakukan deportasi bila diperlukan. Pariwisata Bali harus berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat. Pariwisata tidak boleh menurunkan harkat dan martabat bangsa,” tegasnya.

Terkait isu global yang sempat dikhawatirkan berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke Bali, termasuk konflik di Timur Tengah, Koster menyampaikan bahwa data menunjukkan kondisi pariwisata Bali masih sangat baik. Dari Januari hingga April 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara hanya mengalami penurunan tipis sebesar 0,23 persen, sementara pada periode 1 hingga 27 Mei tercatat turun sekitar 7 persen.

Namun demikian, indikator ekonomi pariwisata justru menunjukkan peningkatan. Pendapatan Pajak Hotel dan Restoran hingga Mei 2026 mencapai sekitar Rp2,89 triliun, meningkat sekitar Rp300 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp2,6 triliun.

“Artinya dampaknya tidak signifikan terhadap sektor pariwisata Bali. Aktivitas ekonomi dan tingkat hunian hotel masih menunjukkan kinerja yang positif,” jelasnya.

Untuk meningkatkan lama tinggal (long stay) wisatawan di Bali, Koster mengaku akan segera berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan guna mendorong pembukaan dan penambahan rute penerbangan internasional langsung ke Bali. Selain itu, sinergi paket wisata antara Bali dan wilayah Nusa Tenggara juga akan diperkuat.

“Ada beberapa negara yang ingin menambah penerbangan langsung ke Bali seperti Rusia, Tiongkok, dan Australia. Ini perlu kita dorong karena akan meningkatkan aksesibilitas dan jumlah wisatawan yang datang ke Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Arwani menegaskan bahwa sektor pariwisata akan tetap menjadi penggerak utama berbagai sektor ekonomi lainnya. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu menjaga dan memperkuat pariwisata Bali agar semakin berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Bima Agung, menyampaikan bahwa kehadiran Jakarta dalam BBTF 2026 tidak hanya sebagai co-host Pavilion Jakarta, tetapi juga membawa 15 seller untuk memperluas promosi destinasi dan produk wisata ibu kota.

BBTF 2026 sendiri diikuti oleh 407 buyer dari 44 negara dan 286 seller dari berbagai daerah di Indonesia. Capaian tersebut semakin mengukuhkan BBTF sebagai salah satu ajang business-to-business pariwisata terbesar di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik.

Ketua Panitia BBTF 2026, I Putu Winastra mengungkapkan bahwa keberhasilan BBTF 2026 akan dilanjutkan tahun 2027 mendatang, dengan menggandeng dua Provinsi lainnya di Indonesia Timur yaitu NTB dan NTT. “Mungkin nanti akan menjadi Bali and Nusra Travel Fair, kita masih akan memikirkan itu,” ungkapnya.

Sementara tahun depan BBTF rencanaya akan digelar pada 9-11 Juni 2027.  “Kami sangat bangga dengan perolehan BBTF tahun 2026 yang mencatat transaksi sebesar 6,9 triliun rupiah. Kami harap keberhasilan ini bisa lebih baik lagi di tahun 2027,” tandasnya.(Tutt/Tra).

Gubernur Koster Minta BPD Jadi Bank Kuat dan Berdaya Saing

0

Peringatan HUT ke-64 Gubernur Koster Apresiasi Kinerja Bank Pembangunan Bali


NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l  Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan apresiasi kinerja Bank BPD Bali yang hingga saat ini mampu berkontribusi selaras dengan pembangunan Bali. Memperhatikan perkembangan Bank BPD Bali, salah satunya terkait sistem yang digunakan menjadi salah satu poin yang selalu di genjot untuk selalu diperbaiki menjadi semakin baik dari tahun ke tahun.

Dengan memahami data, maka tata kelola keuangan akan tersalurkan dengan optimal. Hal ini disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster, saat memberikan pengarahan serangkaian peringatan HUT ke-64 Bank BPD Bali, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Sabtu (30/5).

Ditambahkannya lagi, sebagai perbankan lebih baik tidak hanya berfokus mencari uang saja, tetapi bagaimana mengembangkan Bank BPD Bali.

“Menumbuhkan satu kesadaran kolektif, membangun kekuatan kolektif sehingga mampu berkolaborasi dan berkomunikasi dengan pihak lain di luar Bank BPD Bali menjadi salah satu sistem yang dimiliki Bank BPD Bali untuk mengepakkan sayap secara seimbang dan bersinergi,” kata Gubernur Koster.

Gubernur Wayan Koster menyampaikan Bank BPD Bali harus menjadi Bank yang kuat, berdaya saing dan berkelanjutan. Selain itu juga mampu menjadi Bank yang menjadi penopang dan penggerak pembangunan Bali, sekaligus mampu menjadi Bank kebanggaan masyarakat Bali.

Selanjutnya, Gubernur  Koster juga memaparkan tentang penguatan Bank BPD Bali untuk membangun secara bertahap, diantaranya melakukan penambahan Modal, agar Bank BPD itu menjadi lebih kuat.

Selanjutnya melakukan peningkatan kapasitas kelembagaan mulai dari membangun gedung baru, menambah pengurus, menambah dan meningkatkan kualitas SDM serta mengembangkan sistem berbasis teknologi digital.

Melakukan rebranding salah satunya mengembangkan spirit baru yang berdasarkan atas filosofi kearifan lokal Bali. Meningkatkan kinerja internal dan eksternal, efisien dalam operasional, produksi dengan laba tinggi dan berdampak secara optimal terhadap pembangunan dan kehidupan masyarakat Bali.

Dan mendukung pengembangan ekonomi Kerthi Bali, yakni memberikan fasilitas kredit untuk enam (6) sektor unggulan (pertanian dan peternakan, kelautan dan perikanan, industri manufaktur, sektor IKM, UMKM dan koperasi, sektor ekonomi kreatif dan digital serta sektor pariwisata. Serta Bank BPD Bali menjadi kebanggaan masyarakat Bali, diantaranya mendukung implementasi kearifan lokal sad kerthi, menjadi mainstream keuangan dan perekonomian Bali, memperkuat militansi masyarakat Bali kepada Bank BPD Bali sekaligus mewujudkan Bali Dwipa Jaya.

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma menyampaikan akan selalu mensupport pembangunan Bali ke depan. Di periode bulan Mei 2026 tercatat aset Bank BPD Bali tumbuh sebesar 8,19% dengan nominal sebesar 43T, 117M selain itu tercatat juga pertumbuhan UMKM Bali diatas 11% jauh diatas pertumbuhan UMKM nasional yang hanya 1%.

Dengan mengangkat tema “Harmoni Bertumbuh Menjaga Stabilitas” diharapkan kinerja seluruh anggota Bank BPD Bali dengan 17 Kantor Cabang (termasuk Kantor Cabang di Mataram) dan 38 Kantor Cabang Pembantu yang dimilikinya, mampu menjadi partner kerja yang selalu berkolaborasi, bersinergi dan bekerjasama dalam membangun Bali serta mewujudkan Bali yang sejahtera.(Tutt/Tra).

Denpasar Fashion Street Siap Digelar 6 Juni Mendatang

0

Angkat Kreativitas Desainer Hasilkan Kreasi Busana Berbahan Kain Perca

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Dalam rangka memeriahkan Bulan Bung Karno 2026 dan memberikan ruang kreativitas bagi desainer, Dekranasda Kota Denpasar bersama Disperindag Kota Denpasar kembali menggelar Denpasar Fashion Street (DFS). Ajang fashion tahunan yang memasuki penyelenggaraan kali ketiga ini akan dilaksanakan pada 6 Juni 2026 mendatang di Kawasan Patung Dewi Melanting, Pelataran Pasar Badung, Denpasar.

Sebagai bagian dari persiapan, Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengumpulkan para desainer yang terlibat untuk melihat langsung hasil rancangan busana di Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang, Jumat (29/5) kemarin.

Pada penyelenggaraan tahun ini, DFS melibatkan 10 desainer lokal dengan masing-masing menampilkan 10 rancangan busana terbaik mereka. Beragam karya yang ditampilkan mengusung kreativitas tinggi dengan sentuhan inovatif berbahan kain perca yang dikreasikan menjadi busana, tas, aksesori hingga berbagai ornamen fashion lainnya.

Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan bahwa hasil karya para desainer muda Denpasar sangat luar biasa dan menunjukkan perkembangan industri fashion kreatif yang semakin menjanjikan.

“Hasil karya para desainer sangat luar biasa. Kreativitas yang ditampilkan mampu mengolah kain perca menjadi busana yang elegan, unik dan bernilai tinggi. Ini membuktikan bahwa desainer Kota Denpasar memiliki potensi besar dan mampu bersaing dengan tetap mengedepankan inovasi serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Sagung Antari.

Lebih lanjut dikatakannya, Denpasar Fashion Street menjadi ruang strategis bagi para desainer lokal untuk menampilkan karya terbaik sekaligus memperkuat Denpasar sebagai kota kreatif berbasis industri fashion.

“Kami berharap kegiatan ini mampu membuka peluang lebih luas bagi para desainer muda untuk menunjukkan hasil karya mereka kepada masyarakat. Dengan begitu, produk fashion lokal dapat semakin dikenal dan digunakan dalam berbagai kegiatan maupun event,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari menjelaskan bahwa sebelum ditampilkan pada ajang DFS, seluruh rancangan para desainer telah melalui beberapa kali proses pembahasan dan kurasi bersama desainer senior.

“Sebelum ditampilkan, kami sudah beberapa kali melaksanakan rapat bersama para desainer senior untuk memberikan arahan terkait busana yang akan dipresentasikan. Yang spesifik pada DFS kali ini adalah mengkolaborasikan desain busana dengan pemanfaatan kain perca,” ujarnya.

Menurut Sri Utari, konsep tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengurangan sampah tekstil melalui pemanfaatan kembali sisa-sisa kain menjadi produk fashion bernilai ekonomis.

“Sekarang kita menghadapi persoalan sampah, sehingga tema yang kami angkat adalah bagaimana memanfaatkan kain perca agar tidak ada material yang terbuang sia-sia. Kain perca diolah menjadi tas, aksesori hingga busana dengan desain unik sehingga tidak terlihat sebagai bahan sisa,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh karya yang akan ditampilkan merupakan hasil kurasi dan pembinaan tim kurator desainer sehingga menghasilkan rancangan yang siap dipamerkan kepada publik.

“Ini menjadi salah satu upaya kami mempromosikan produk-produk fashion hasil karya desainer Kota Denpasar sekaligus menegaskan Denpasar sebagai salah satu industri unggulan di bidang fashion,” pungkasnya. (Ayu/tra)

Info Bali Soal Tata Kelola Ekonomi Daerah Terbaik dan Tangtangan Global Pariwisata

Tribun Bali Beri Award Gubernur Koster Terkait Tata Kelola Ekonomi Daerah Terbaik


Dahlan: Kontribusi Mulia untuk Masyarakat


NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster di Pemerintah Provinsi Bali pada periode ke-II tahun 2026 dianugerahi penghargaan Tribun Bali Award 2026 kategori “Tata Kelola Ekonomi Daerah Terbaik”.  Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster dari CEO Tribun Network (Tribunnews), Dahlan Dahi, di Gedung Dharma Negara Alaya, Kota Denpasar, Jumat (Sukra Umanis, Warigadean) 29 Mei 2026 kemarin.

Tribun Bali menganugerahi penghargaan bergengsi tersebut, karena menilai Pemerintah Provinsi Bali yang dinahkodai Gubernur Wayan Koster telah mencatatkan kinerja terbaik dalam pengendalian inflasi, kemiskinan, pendidikan, pesehatan, tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi ditengah dinamika nasional maupun global.

Ditangan Wayan Koster, ekonomi Bali juga berhasil mengalami pertumbuhan 5,58 persen pada periode Triwulan I Tahun 2026. Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menyampaikan terimakasih atas penghargaan yang diberikan oleh Tribun Bali. Kata Koster, penghargaan ini bukan sesuatu yang dicari.

Terus terang saja, yang harus dilakukan lebih banyak ialah mengutamakan kerja dari pada atribut penghargaan.  “Bukan ini yang dicari, tapi kerja untuk Bali dan masyarakat Bali,” ujarnya.

Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini menegaskan bahwa di periode keduanya, masih banyak pekerjaan dan sejumlah agenda penting untuk Bali yang harus dituntaskan, karena waktu lima tahun menjadi Gubernur Bali terlihat sangat singkat.

“Jadi di periode kedua, sebelum berakhir pada 20 Februari 2030, saya harus kerja lebih cepat dan kerja lebih keras agar bisa meletakan pondasi yang kokoh untuk Bali sesuai Haluan Pembangunan Masa Depan Bali 100 Tahun Bali Era Baru,” katanya.

Ia ad juga mengatakan Bali kedepan harus tetap eksis dengan pondasi kehidupan yang semakin berkualitas, berdaya saing tinggi, dan kompetitif dari segi ekosistem kehidupan lingkungan serta budaya-nya sesuai visi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Kemudian berbicara ekonomi, Koster mengungkapkan dalam pemerintahannya Ekonomi Bali sempat mengalami minus 9,31 persen akibat bencana dunia pandemi COVID-19 pada tahun 2020 Kemudian pada tahun 2021 ekonomi Bali secara perlahan membaik 1,46 persen, tahun 2022 membaik tumbuh positif 4,3 persen, sampai di tahun 2025 membaik 5,82 persen atau berada nomor lima di Indonesia.

“Bali berada nomor lima di Indonesia ekonominya paling baik, sedangkan nomor empat sampai diatasnya merupakan daerah penghasil tambang seperti minyak gas, batubara, nikel. Jadi ekonomi Bali yang 5,82 persen itu sebenarnya kontribusi terbesarnya dari sektor pariwisata,” jelas Gubernur Koster seraya mengatakan pada tahun 2025 jumlah Wisatawan Mancanegara ke Bali mencapai 7,05 juta orang atau lebih tinggi dari tahun 2024 yang hanya mencapai 6,33 juta orang.

Pada  2025, Pariwisata Bali juga berkontribusi sebagai penyumbang devisa yang mencapai Rp 176,0 Triliun atau 55,0 persen. Jadi disini kita bisa bayangkan, Pulau Bali yang kecil bisa memberikan kontribusi secara ekonomi, karena daya tariknya tidak ada yang mengalahkan yaitu kekayaan dan keunikan seni budaya Bali yang di dalamnya meliputi berbagai adat istiadat, tradisi, seni budaya dan kearifan lokal Bali.

“Inilah magnet pariwisata Bali, bjadi selain merawat infrastrukturnya yang harus bagus, nomor satu di hulu yang harus dirawat ialah budaya sampai Desa Adat. Tanpa Desa Adat di Bali kita tidak bisa merawat budaya Bali secara utuh. Bali harus bangga, karena satu-satunya Provinsi di Indonesia yang mampu melestarikan Desa Adat,” jelasnya.

Sebagai penutup, Tata Kelola Penguatan Ekonomi Bali di kepemimpinan Wayan Koster tidak saja bertumpu pada sektor pariwisata, namun Gubernur Bali lulusan ITB ini menginovasikan kebangkitan ekonomi Bali untuk mewujudkan Bali Berdikari dalam Bidang Ekonomi melalui sentuhan Transformasi Ekonomi Kerthi Bali dengan menguatkan sektor unggulan yang ada di Pulau Dewata, diantaranya meliputi sektor Pertanian, Kelautan/Perikanan, Industri, IKM, UMKM, dan Koperasi, sektor Ekonomi Kreatif dan Digital, serta sektor Pariwisata.

Sementara CEO Tribun Network (Tribunnews), Dahlan Dahi menyampaikan penghargaan ini diberikan setelah pihaknya dengan kerja keras melakukan penilaian atas kebaikan program yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah, Swasta, sampai Individu dalam membangun kemajuan daerahnya dan membangun masyarakat.

“Kita lihat seberapa besar kontribusinya dalam berbuat mulia kepada masyarakat, jadi itu makna penghargaan yang kami berikan dalam ajang Tribun Bali Award 2026 ini” jelas Dahlan. (Ded/Tra)


Gubernur Koster: Hadapi Tangtangan Global, Perlu Penguatan Pariwisata Indonesia 

NEWS INTERMEDIA.COM l BADUNG l Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5).

Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema “Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage.”

Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia.

Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.(,Tra).


 

Info Bali Soal Endek Bali, Sektor Kerajinan, dan Kompetensi Para Guru


Putri Koster: Krisis Penenun Muda Ancam Masa Depan Endek Bali

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mengingatkan adanya ancaman serius terhadap keberlangsungan kain tenun endek Bali akibat semakin berkurangnya minat generasi muda untuk menjadi penenun. Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, Bali dikhawatirkan hanya menjadi pengguna endek tanpa lagi memiliki sumber daya yang mampu memproduksinya.

Peringatan tersebut disampaikan saat membuka Dekranasda Bali Fashion Day yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Jumat (29/5/2026).

Menurut Ibu Putri Koster, kondisi yang terjadi saat ini menunjukkan paradoks. Di satu sisi penggunaan kain endek Bali semakin meningkat, namun di sisi lain jumlah penenun justru terus menurun.

“Fenomena yang ada saat ini, semakin banyak kita memakai kain tenun endek Bali, tetapi minat anak-anak muda kita untuk menenun sangat kecil. Ini sangat berbanding terbalik,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, banyak penenun Bali yang sebelumnya aktif berkarya kini memilih berhenti menenun dan meninggalkan profesi tersebut. Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan warisan budaya Bali.


Tenun endek kita sedang tidak baik-baik saja,” katanya.


Ibu Putri Koster mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, penenun, hingga masyarakat sebagai konsumen, untuk bersama-sama mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan industri tenun tradisional Bali.

Ia secara khusus meminta para pedagang agar tidak lagi menjual kain bermotif endek yang diproduksi di luar Bali sebagai produk endek Bali. Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya merugikan para perajin lokal, tetapi juga mengancam keberlangsungan industri tenun daerah.

“Ketika Universitas Hindu Indonesia (UNHI) membantu kami melakukan survei, hasilnya sangat mencengangkan. Sebanyak 83 persen kain endek yang beredar di pasaran berasal dari luar Bali, sedangkan yang diproduksi di Bali hanya sekitar 17 persen,” ungkapnya.

Data tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa pasar endek Bali saat ini lebih banyak dikuasai produk dari luar daerah. Jika tidak segera diantisipasi, kondisi tersebut dapat mempercepat hilangnya profesi penenun di Bali.

Karena itu, ia mendorong generasi muda Bali untuk mulai tertarik mempelajari keterampilan menenun sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya daerah.

“Suatu saat jika anak-anak Bali tidak bisa menenun lagi, tenun dan endek Bali akan diambil alih oleh daerah lain. Namanya mungkin bukan lagi Endek Bali, melainkan Endek Troso atau Endek Jepara. Orang Bali hanya akan menjadi pemakai tanpa lagi mampu menenunnya,” tegasnya.

Selain mendorong lahirnya generasi penenun baru, Ibu Putri Koster juga mengajak masyarakat menjadi konsumen yang lebih cermat dengan memilih produk tenun yang benar-benar dibuat oleh perajin Bali. Menurutnya, dukungan masyarakat merupakan faktor penting dalam menjaga keberlangsungan industri tenun lokal.

Ia juga menegaskan bahwa motif endek Bali telah mendapatkan perlindungan hukum sehingga pelanggaran terhadap hak kekayaan intelektual dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saya sudah berbicara dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali. Motif endek Bali dilindungi oleh aturan hak cipta. Ke depannya, kita akan mulai menegakkan aturan tersebut terhadap para pelanggar,” ujarnya.

Dekranasda Bali Fashion Day tahun ini turut menampilkan peragawan dan peragawati dari empat perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, yakni Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali, serta Biro Umum Setda Provinsi Bali. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Dekranasda Bali dalam mempromosikan penggunaan produk wastra lokal sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap tenun endek Bali.(Kar/Tra).


Ibu Putri Koster Berbagi Pengalaman Memajukan Sektor Kerajinan dengan NTB

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menerima kunjungan Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sinta Agathia Iqbal, di arena Pameran IKM Bali Bangkit, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (29/5).

Mengawali pertemuan, Ibu Putri Koster menyampaikan bahwa dirinya secara khusus mengundang Ketua Dekranasda NTB yang kebetulan tengah berada di Pulau Dewata.

“Biasanya bertemu saat menghadiri acara di Jakarta. Jadi, mumpung berada di Bali, kita bisa bertemu di sini,” ujarnya.

Pertemuan dengan rombongan dari provinsi tetangga tersebut dimanfaatkan Ibu Putri Koster untuk berbagi pengalaman dalam memajukan sektor kerajinan yang saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan.

Kepada Sinta Agathia Iqbal, Ibu Putri Koster banyak bercerita mengenai tantangan yang dihadapi Bali dalam upaya melestarikan dan memajukan sektor kerajinan, khususnya tenun tradisional. Salah satu tantangan besar yang dihadapi adalah maraknya pemasaran kain tenun bermotif serupa endek yang diproduksi di Troso, Jawa Tengah. Menurutnya, kondisi tersebut sangat merugikan karena selain motifnya ditiru, Bali juga menghadapi kelangkaan tenaga penenun.

“Kain produksi Troso dijual dengan harga lebih murah, sehingga semakin sedikit warga Bali yang tertarik menjadi penenun. Jika dibiarkan, perajin tenun di Bali lambat laun akan berkurang bahkan bisa hilang. Padahal, peminat kain endek sangat banyak,” ujar Ibu Putri Koster.

Berangkat dari kondisi tersebut, sejak menjabat sebagai Ketua Dekranasda Bali, Ibu Putri Koster terus berupaya membangkitkan sektor kerajinan, khususnya yang berkaitan dengan wastra Bali. Salah satu program yang digagasnya adalah Pameran IKM Bali Bangkit. Program yang diselenggarakan sejak masa pandemi Covid-19 itu bertujuan membantu pelaku UMKM meningkatkan omzet penjualan sekaligus memperluas akses pasar.

“Motto kami adalah produk berkualitas dengan harga pantas. Jadi, produk yang dipasarkan di sini sepenuhnya merupakan hasil karya penenun Bali,” imbuhnya.

Menyinggung produksi kain di Troso, Ibu Putri Koster berharap terdapat solusi yang dapat memberikan manfaat bagi semua pihak.

“Ini bukan kesalahan saudara-saudara kita di sana. Mari kita cari jalan tengah, misalnya menjadikan Bali sebagai super hub pemasaran kain tenun Nusantara,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dekranasda NTB menyampaikan bahwa kondisi serupa juga dialami oleh para perajin kain tenun khas daerahnya. Ia sependapat dengan Ibu Putri Koster mengenai pentingnya membangun dialog bersama para pemangku kebijakan di Jawa Tengah untuk mencari solusi yang saling menguntungkan.

Selain berbagi informasi dan pengalaman, rombongan Dekranasda NTB juga diajak berkeliling untuk melihat berbagai produk kerajinan yang dipamerkan dalam ajang IKM Bali Bangkit. (Dsk/Tra).


Ny. Putri Koster Dorong Para Guru Tingkatkan Kompetensi dan Wawasan

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Ibunda Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta memperkuat literasi di tengah derasnya arus informasi pada era digital saat ini.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) PGRI Provinsi Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Gedung Universitas Terbuka Denpasar, Jumat (29/5).

Menurut Ny. Putri Koster, guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan pola pikir generasi muda. Karena itu, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengembangkan diri serta mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Untuk menghasilkan generasi yang cerdas dan berkualitas, para guru harus terus membekali diri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, serta wawasan dari berbagai sumber. Dengan bekal tersebut, kita akan mampu melahirkan generasi yang memiliki daya saing dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Selain peningkatan kompetensi, Ny. Putri Koster juga mengingatkan pentingnya kemampuan menyaring informasi secara bijak. Ia mengajak para guru untuk menjadi teladan dalam membangun budaya literasi dan berpikir kritis di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.

“Sebagai masyarakat yang bijak, kita harus mampu memilah informasi dengan baik dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum jelas kebenarannya. Guru harus menjadi contoh dalam membangun budaya berpikir yang jernih, objektif, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh anggota PGRI Bali untuk terus menjaga kekompakan dan memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Bali yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Menurutnya, kesamaan visi dan misi antara organisasi profesi guru dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan yang sejalan dengan arah pembangunan Bali.

Sementara itu, Ketua PGRI Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, mengajak seluruh insan pendidikan untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan budaya literasi.

Ia menyampaikan bahwa antusiasme guru dalam Sayembara Menulis “Goresan Pena untuk Bali Bersih” menunjukkan semakin kuatnya semangat literasi di kalangan pendidik. Tercatat sekitar 600 karya mengikuti sayembara tersebut dan telah dipilih 50 karya terbaik melalui proses kurasi.

Menurutnya, karya-karya tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran sekaligus menjadi sarana menanamkan nilai-nilai kebersihan, kepedulian lingkungan, dan karakter positif kepada peserta didik.

Konkerprov PGRI Bali Tahun 2026 mengusung tema “Memperkuat Solidaritas dalam Mewujudkan Guru Bermutu, Indonesia Maju”. Kegiatan ini menjadi forum evaluasi program kerja organisasi sekaligus wadah menyamakan persepsi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Bali.

Selain Konkerprov, kegiatan juga dirangkaikan dengan pemberian apresiasi kepada para pemenang Sayembara Guru Menulis “Goresan Pena untuk Bali Bersih” serta peluncuran Aplikasi Sedana PGRI, yaitu sistem elektronik pengelolaan dana dan iuran anggota PGRI Provinsi Bali berbasis digital yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan organisasi.(Tutt/Tra).



 

Info Denpasar Seputar Kegiatan Walikota Jaya Negara

0

Walikota Hadiri Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan Pura Dalem Ulun Suan

NEWSINTERMEDIA.COM l DENPASAR l Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan Ratu Ayu di Pura Dalem Ulun Suan, Desa Pemecutan Kelod bertepatan dengan Rahina Wraspati Kliwon Wuku Waregadean, Kamis (28/5).

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan Ratu Ayu di Pura Dalem Ulun Suan, Desa Pemecutan Kelod bertepatan dengan Rahina Wraspati Kliwon Wuku Waregadean, Kamis (28/5).

Upacara tersebut dilaksanakan setelah pelaksanaan ngodak pelawatan tuntas dilaksanakan. Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Kota Denpasar, AA Putu Gede Wibawa, I Wayan Duaja dan AA Putu Gede Anugraha Mertha, Camat Denpasar Barat, I Wayan Yusswara, Bendesa Adat Denpasar, AA Ngurah Alit Wirakesuma, serta undangan lainya. Diiringi suara gambelan dan kidung, rangkaian berlangsung khidmat yang diakhiri dengan persembahyangan bersama.

Panitia Karya, AA Ketut Adi Artha mengatakan bahwa Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan Ratu Ayu di Pura Dalem Ulun Suan ini dilaksanakan setelah proses ngodakin tuntas dilaksanakan.

Lebih lanjut dijelaskan, rangkaian upacara diawali pada 16 April lalu dengan prosesi munggel pelawatan yang dilanjutkan dengan ngodakin. Setelah proses ngodakin tuntas dilaksanakan, rangkaian dilanjutkan dengan Upacara Ngeratep dan Pasupati. Setelahnya, akan dilaksanakan proses Mesuci pada malam harinya. Sedangkan sesolahan Calonarang akan dilaksanakan pada 27 Agustus mendatang.

Dikatakannya, upakara ini merupakan wujud sradha dan bhakti krama pengempon Pura Dalem Ulun Suan kepada Ida Bhatara Sesuhunan. Hal ini tentunya diharapkan dapat memberikan anugerah kesejahteraan, kesehatan serta kemakmuran bagi seluruh krama pengempon.

“Semoga melalui upacara ini krama pengempon selalu dalam lindungan tuhan, dan diberikan anugrah kemakmuran serta kerahayuan,” ujarnya.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengatakan, Upacara Ngeratep dan Pasupati Pelawatan Ratu Ayu di Pura Dalem Ulun Suan, Desa Pemecutan Kelod ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga menjadi sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan upakara ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara. (Ags/Tra).


 Wali Kota “Ngayah” Nyangging di Pura Dalem Pengaotan, Rangkaian Karya Pedudusan Agung Desa Adat Bekul

NEWSINTERMEDIA.COM l DENPASAR l Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara turut “ngayah” nyangging dalam rangkaian Karya Memungkah Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah Utama Pedudusan Agung di Pura Dalem Pengaotan, Desa Adat Bekul, Penatih Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur Kamis (28/5).

Ket foto: Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat “ngayah” nyangging dalam rangkaian Karya Memungkah Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah Utama Pedudusan Agung di Pura Dalem Pengaotan, Desa Adat Bekul, Penatih Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur Kamis (28/5).

Kehadiran Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama krama adat menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelestarian adat, budaya, dan tradisi spiritual masyarakat Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara tampak membaur bersama masyarakat melaksanakan prosesi nyangging sebagai bagian dari semangat ngayah dan gotong royong dalam menyukseskan yadnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan meninjau pelinggih yang ada di Pura Dalem Pengaotan

Wali Kota Jaya Negara mengatakan bahwa pelaksanaan karya besar seperti Pedudusan Agung bukan hanya sebagai wujud sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, namun juga menjadi momentum mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat adat.

“Karya seperti ini merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga bersama. Semangat ngayah yang ditunjukkan krama adat menjadi kekuatan utama dalam menjaga adat, budaya, dan nilai kebersamaan masyarakat Bali. Pemerintah Kota Denpasar tentu memberikan dukungan agar tradisi dan kearifan lokal tetap lestari,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Bendesa Adat Bekul, Made Yuliarta mengatakan, karya tersebut merupakan rangkaian dari Upacara Memungkah Ngenteg Linggih Tawur Balik Sumpah Utama Pedudusan Agung yang turut melengkapi pelaksanaan Panca Yadnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya Upacara Pitra Yadnya telah dilaksanakan sekitar 10 hari lalu. Sedangkan pada Kamis (28/5) ini digelar Upacara Manusa Yadnya berupa metatah dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang serta Upacara Menek Kelih yang diikuti 8 peserta, sehingga total keseluruhan mencapai 68 orang.

“Selain itu juga dilaksanakan Sri Yadnya berupa pewintenan Jro Mangku dan Sri Pujangga. Saat panyineban karya nantinya akan dilaksanakan Pedudusan Agung, Tawur Balik Sumpah Agung Merawa Ratna,” ujarnya.

Tidak hanya itu, rangkaian karya juga melaksanakan upacara pekelem di Ulun Danu Batur dan Puncak Gunung Agung sebagai bagian dari rentetan upacara yadnya.

Made Yuliarta menambahkan, Pura Dalem Pengaotan diempon oleh sekitar 250 kepala keluarga dari empat banjar, yakni Banjar Gunung, Banjar Buaji, Banjar Bekul sebagai banjar pengarep atau inti, serta Banjar Pala Giri sebagai banjar pendatang.

Menurutnya, Pedudusan Agung merupakan karya besar yang wajib dilaksanakan secara turun-temurun oleh generasi masyarakat adat dalam rentang waktu sekitar 50 hingga 70 tahun sekali, disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan kemampuan pendanaan.

“Kalau karya rutin dilaksanakan setiap 15 tahun berupa Pedudusan Alit. Sedangkan Pedudusan Agung ini merupakan tingkatan karya yang lebih utama dan wajib dilaksanakan masyarakat apabila situasi dan kondisi sudah memungkinkan,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan karya kali ini, pihak desa adat menganggarkan dana sekitar Rp3,5 miliar yang bersumber dari swadaya masyarakat sebesar Rp3,5 miliar serta dukungan bantuan Pemerintah Kota Denpasar. Anggaran tersebut juga digunakan untuk rangkaian karya di empat pura, termasuk pelaksanaan Pedudusan Alit di Pura Taman Beji dan Pura Puseh Desa.

Ia berharap, pelaksanaan karya tersebut mampu memberikan kerahayuan secara sekala dan niskala bagi masyarakat.

“Harapan kami tentunya masyarakat selalu mendapat lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, diberikan kesehatan dan kerahayuan. Dari sisi sekala, yadnya ini juga menjadi momentum memperkuat persatuan, gotong royong, dan rasa kebersamaan seluruh krama adat,” pungkasnya.(ayu/Tra).


Walikota Hadiri Karya Tawur di Pura Kahyangan dan Mrajapati Desa Adat Sumerta

NEWSINTERMEDIA.COM l DNPASAR l Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri pelaksanaan Karya Tawur dalam rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung dan Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Kahyangan dan Pura Mrajapati Desa Adat Sumerta, Denpasar Timur, Kamis (28/5).

Ket. Foto : Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan menghadiri rangkaian Karya Tawur dan melaksanakan penandatanganan prasasti pada Kamis (28/5) di Pura Kahyangan dan Pura Mrajapati Desa Adat Sumerta, Denpasar Timur.

Suasana khidmat dan penuh kebersamaan tampak mewarnai jalannya karya tawur tersebut. Krama adat bergotong royong mengikuti setiap rangkaian upacara sebagai wujud sradha bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Made Mudra, serta tokoh masyarakat setempat.

Upacara dipuput sejumlah sulinggih, yakni Ida Pandita Empu Padma Ananda Griya Sumerta, Ida Rsi Bujangga Waisnawa Tembau Griya Batur Tembau, Ida Pandita Empu Siwa Ananda Griya Kroya, Ida Rsi BW Putra Sara Shri Satya Joti Griya Buana Santhi Sesetan, Ida Pedanda Putra Bajing Griva Tegal Jingga, Ida Rsi Agung Wayabya Karang Griya Buda Buduk, Ida Rsi BW Kertha Bhuana Griya Glogor, Ida Pedanda Gede Made Putraka Timbul Griya Timbul Kesiman, serta Ida Pedanda Gede Putra Keniten Griya Tainsiat.

Rangkaian karya juga dimeriahkan dengan sajian Gong Lelambatan dan Gambelan Wali, Wayang, serta pementasan Baris Gede oleh Paiketan Jero Bendesa Adat Kota Denpasar yang semakin menambah kekhidmatan suasana upacara. Di sela kegiatan, Walikota Jaya Negara juga tampak ngayah menarikan Topeng Wali bersama krama adat setempat dan diakhiri dengan penandatanganan prasasti serta penyerahan punia.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara mengapresiasi semangat gotong royong dan kebersamaan krama Desa Adat Sumerta dalam menjaga serta melestarikan adat, tradisi, dan budaya Bali. Menurutnya, pelaksanaan karya yadnya tidak hanya menjadi sarana meningkatkan sradha dan bhakti umat, namun juga memperkuat nilai menyama braya di tengah masyarakat.

“Pelaksanaan karya seperti ini merupakan wujud nyata pelestarian adat, tradisi dan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat tentu menjadi kekuatan penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Jro Bendesa Adat Sumerta, I Made Ariawan Payuse menjelaskan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 16 April 2026 yang diawali dengan prosesi nyukat genah dan berbagai tahapan upacara lainnya. Sebelum puncak karya, pihaknya juga telah melaksanakan prosesi melasti sebagai bagian dari penyucian sarana dan prasarana upacara.

Ia mengatakan, puncak karya akan dilaksanakan pada 31 Mei 2026 yang bertepatan dengan Purnama Sadha. Adapun upacara tersebut merupakan Karya Utama Mamungkah, Ngenteg Linggih, dan Tawur Agung Balik Sumpah Utama.

“Upacara Mamungkah dan Ngenteg Linggih di pura ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan setelah puluhan tahun, bahkan sebelumnya belum pernah dilaksanakan sama sekali. Tentu ini menjadi tonggak sejarah penting bagi Desa Adat Sumerta,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, skala upacara tergolong besar atau tingkatan utama, setara dengan pelaksanaan karya di Pura Dalem maupun pura-pura Kahyangan Desa lainnya. Pelaksanaan karya juga melibatkan kerja sama erat antara wilayah Sumerta, Tanjung Bungkak dan Pagan.

Menurutnya, secara historis wilayah Sumerta Gede dahulu mencakup sekitar 21 Banjar Adat. Karena itu, dalam pelaksanaan karya besar seperti ini, semangat saling membantu antarkrama adat tetap dijaga dan diwariskan hingga kini.

“Dalam pelaksanaan upacara ini kami dibantu penuh oleh warga Tanjung Bungkak dan Pagan, termasuk melibatkan seluruh pemangku di Pura Kahyangan Desa setempat untuk menyelesaikan seluruh rangkaian upakara,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan sastra dan tradisi yang diwariskan, upacara besar seperti Ngenteg Linggih idealnya dilaksanakan setiap 30 tahun sekali. Namun karena upacara ini baru pertama kali dilaksanakan di pura tersebut, pihak desa adat belum dapat memastikan kapan pelaksanaan serupa akan kembali digelar.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Walikota Denpasar beserta jajaran Pemerintah Kota Denpasar yang telah hadir dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan karya tersebut. (Pur/Tra).


 

Info Denpasar Soal Pendidikan dan Pemilahan Sampah 

0

Disdikpora Bersama Stakeholder Tandatangani Komitmen Bersama SPMB 2026


Wujudkan Kemajuan Pendidikan Dengan Prinsip Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan dan Tanpa Diskriminasi.

Newsintermedia l  Denpasar l Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) bersama stakeholder terkait melaksanakan penandatanganan Komitmen Bersama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Kantor Disdikpora Kota Denpasar, Selasa (26/5). Penandatangan tersebut dilaksanakan sebagai upaya mewujudkan kemajuan dunia pendidikan dengan mengedepankan prinsip obyektif, transparan, akuntabel, berkeadilan dan tanpa diskriminasi.

Ket foto : Pelaksanaan penandatanganan Komitmen Bersama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Kantor Disdikpora Kota Denpasar, Selasa (26/5).

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Kadisdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Bali, BPMP Provinsi Bali, Kepala Inspektorat Kota Denpasar, Ketut Dewi Ratih Purnamasari, OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, Kanwil Kementerian Agama Kota Denpasar, PHDI Kota Denpasar, Dewan Pendidikan Kota Denpasar, Kepala Sekolah se-Kota Denpasar serta undangan lainya.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara yang harus dijamin melalui proses penerimaan murid baru yang adil dan berkualitas. Karenannya, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 di Kota Denpasar dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi (inklusi).

“Prinsip-prinsip ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi fondasi utama dalam memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan sesuai potensi dan kemampuannya,” ujarnya.

Menurut AA Gede Wiratama, objektivitas dalam proses penerimaan murid baru diwujudkan melalui seleksi yang didasarkan pada kemampuan, prestasi, dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lain yang tidak relevan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta didik mendapatkan kesempatan yang setara dan diperlakukan secara adil tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, agama, maupun budaya,” katanya.

Lebih lanjut, Wiratama menjelaskan bahwa transparansi menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan SPMB Kota Denpasar. Seluruh tahapan, mekanisme, serta persyaratan penerimaan akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar mudah dipahami dan diawasi bersama.

“Masyarakat berhak mengetahui seluruh proses penerimaan murid baru secara jelas dan terbuka. Dengan keterbukaan tersebut, kami berharap kepercayaan publik terhadap pelaksanaan SPMB dapat terus meningkat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, AA Gede Wiratama juga memaparkan pembagian jalur penerimaan murid baru untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) Tahun Pelajaran 2026/2027. Ia menyebutkan bahwa penerimaan peserta didik SD dibagi menjadi tiga jalur, yakni jalur domisili sebesar 80 persen, jalur afirmasi 15 persen, dan jalur mutasi 5 persen.

“Pembagian ini dilakukan untuk memastikan pemerataan akses pendidikan serta memberikan ruang kepada peserta didik dari berbagai latar belakang sesuai regulasi yang berlaku,” jelasnya.

Sementara itu, untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), penerimaan murid baru dibagi ke dalam empat jalur, yakni jalur domisili sebesar 40 persen, jalur afirmasi 20 persen, jalur prestasi 35 persen, dan jalur mutasi 5 persen. Menurutnya, setiap jalur memiliki kuota yang telah disesuaikan dengan kapasitas sekolah dan kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap distribusi peserta didik dapat berjalan lebih seimbang, adil, dan tetap mengakomodasi potensi akademik maupun kondisi sosial masyarakat,” tutur AA Gede Wiratama.

Pihaknya mengatakan, rangkaian pendaftaran pelaksanaan SPMB jenjang Sekolah Dasar (SD) akan dimulai pada 22 – 25 Juni 2026. adapun jumlah daya tampung yakni sebanyak 9.248 siswa dengan total sebanyak 289 Rombel. Sementara, untuk jenjang Sekolah Menangah Pertama (SMP) akan dimulai pada 22 – 24 Juni 2026 untuk jalur prestasi, 29 – 30 Juni 2026 untuk jalur mutasi dan afirmasi, serta pada 1 – 4 Juli 2026 untuk jalur domisili.

Agung Wiratama mengajak seluruh pihak, mulai dari sekolah, orang tua, masyarakat, hingga pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan SPMB Kota Denpasar agar berjalan lancar dan kondusif. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan semangat kebersamaan demi menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak di Kota Denpasar.

“Mari kita kawal bersama proses SPMB ini dengan menjunjung kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab, sehingga seluruh anak-anak kita mendapatkan hak pendidikan yang terbaik,” pungkasnya.

Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Bali, IB Kade Oka Mahendra memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan menjunjung prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. Ombudsman menilai langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjamin hak setiap anak untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas dan setara.

“Kami mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Denpasar yang terus berkomitmen menjaga integritas dan keterbukaan dalam proses penerimaan murid baru, sehingga masyarakat memperoleh kepastian dan rasa keadilan dalam mengakses pendidikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ombudsman RI Perwakilan Bali berharap seluruh tahapan pelaksanaan SPMB dapat berjalan sesuai regulasi dan mengedepankan kepentingan masyarakat. Pihaknya juga mendorong agar pengawasan serta penyampaian informasi kepada publik dilakukan secara maksimal guna mencegah potensi maladministrasi.

“Prinsip transparansi dan akuntabilitas harus terus dijaga agar pelaksanaan SPMB berjalan lancar, kondusif, dan mampu memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik tanpa adanya diskriminasi,” tegasnya. (Ags/tra).


Ny. Sagung Antari Sampaikan Literasi Soal Pemilahan Sampah 

News intermedia l Denpasar l  Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyapa siswa-siswi SD 9 Kesiman, dalam kegiatan literasi pengelolaan sampah berbasis sumber yang dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan kanker sejak dini, Selasa (26/5).

Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat menyapa siswa-siswi SD 9 Kesiman, dalam kegiatan literasi pengelolaan sampah berbasis sumber yang dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan kanker sejak dini, Selasa (26/5).

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan pengelolaan sampah kepada siswa sekolah serta untuk menumbuhkan budaya kebersihan dan mengajarkan siswa tentang pentingnya mengelola sampah secara bijak dan ramah lingkungan.

Dalam arahannya di depan para siswa-siswi, Sagung Antari yang didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana, dan jajaran kecamatan Denpasar Timur, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah berbasis sumber hendaknya dijadikan kebiasaan baik yang diterapkan sejak dini.

“Anak-anakku, mulailah kebiasaan baik memilah sampah sejak dini. Tidak hanya di lingkungan sekolah saja, namun juga di lingkungan rumah. Bunda mengajak kalian semua untuk menerapkan kebiasaan ini setiap hari,” kata Sagung Antari.

Tidak hanya berbicara seputar pengelolaan sampah berbasis sumber saja, selebihnya Sagung Antari juga mengajak para siswa-siswi untuk mulai menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi. Memulai hidup sehat dengan rajin berolahraga, berpakaian rapi dan sopan, mengurangi penggunaan gadget, serta menghindari merokok baik rokok konvensional maupun rokok elektrik juga menjadi pesan yang disampaikan Sagung Antari kepada para siswa-siswi.

Sementara itu, Kepala SD 9 Kesiman, I Putu Agus Sucipta Ariawan menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan sosialisasi yang dilaksanakan di sekolahnya. Pihaknya menjelaskan, siswa-siswi SD 9 Kesiman sendiri telah mulai menerapkan pemilahan sampah berbasis sumber.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bunda Literasi Kota Denpasar Semoga dengan kunjungan ini, akan menambah semangat siswa-siswi kami,” katanya. (Win/Tra).

PDIP Hadirkan Wadah Pembinaan Pemain Muda Bali Bagi Indonesia

0

Konsisten Gelar Soekarno Cup, Pelatih Gung Bram : Liga Kampung Soekarno Cup III tahun 2026 regional Bali telah usai, Senin 25 Mei 2026 di Stadion Ngurah Rai. Banteng Denpasar berhasil meraih gelar juara


NEWSINTERMEDIA.COM l DENPASAR- Liga Kampung Soekarno Cup III tahun 2026 regional Bali telah usai, Senin 25 Mei 2026 di Stadion Ngurah Rai. Banteng Denpasar berhasil meraih gelar juara. Badung runner up, Tabanan juara ketiga dan Karangasem peringkat keempat. Para juara, top skor dan pemain terbaik mendapat hadiah beasiswa senilai Rp 117 juta.

Selanjutnya tim talent scouting DPD PDI Perjuangan Bali akan mempersiapkan tim Banteng Bali yang solid untuk hadapi grand final Liga Kampung Soekarno Cup Nasional di Surabaya Jawa Timur. Kesan positif disampaikan sejumlah pelatih, official dan pemain usai laga. Mereka mengapresiasi penyelenggaraan Liga Kampung dan memuji PDIP sebagai partai politik yang konsisten menyelenggarakan event ini sebagai wadah pembinaan pemain muda Bali.

Pelatih Denpasar AA Ketut Bramastra, mengatakan Liga Kampung Soekarno Cup termasuk event sepakbola yang konsisten digelar. Kini  sudah memasuki kali ketiga. “Event ini banyak melahirkan potensi pemain muda di Bali yang akan mengharumkan nama Bali di kancah nasional. Event ini sangat luar biasa, yang fokus pada pembinaan pada kelompok umur. Secara kompetitif ya harus dilakukan seperti ini, baik dari federasi PSSI dan partai PDI Perjuangan dan juga pihak lainnya,” jelas pelatih yang akrab disapa Gung Bram.

Mantan pelatih Perseden Denpasar ini mengatakan, langkah nyata yang telah dilakukan PDI Perjuangan sangat positif karena dengan adanya wadah event ini sistem pembinaan di provinsi Bali berjalan baik.

“Setiap tim pasti akan membuat pembinaan untuk bisa tampil di event pembinaan seperti ini. Apalagi rutinitas setiap penyelenggaraan Piala Bung Karno di level nasional Bali selalu berjuang untuk tampil di final,” kata Gung Bram.   Ia berharap, tim Banteng Bali bisa berbicara di Surabaya pada Liga Kampung nasional. Ia akan menambah amunisi pemain pemain melalui seleksi pemain dengan menerapkan promosi dan degradasi untuk membentuk tim Bali yang solid.

Pelatih Badung, Gede eka Milantara menambahkan, Liga Kampung Soekarno Cup III sangat bagus bagi pembinaan pemain muda Bali. Melalui event ini akan muncul talenta muda Bali karena regulasinya cukup fair tidak libatkan pemain pro dan elite pro academy (EPA)

“Sehingga bisa maksimalkan pemain muda yang belum merasakan jenjang pro. Tentu ini Bisa munculkan talenta muda yang bagus lagi untuk Bali. Ke Depan, kami berharap Liga Kampung tetap digelar tiap tahun, bisa melahirkan talenta muda yang bisa harumkan Bali dan indonesia di kancah internasional,” katanya.

Pada laga final, diawali dengan pertandingan perebutan juara ketiga yang diraih Banteng Tabanan usai menaklukkan Karangasem 4-0. Juara pertama kembali diraih Banteng Denpasar usai menundukan Badung 3-2. Para juara mendapat hadiah beasiswa senilai Rp 117 juta. (tIM)

Tournament PB Rock Juara I II dan III Dapat Hadiah  Uang tunai, Sertifikat dan Piala

0

Tournament Bulutangkis 2026 PB Rock Berjalan Lancar Juara I II dan III Dapat Hadiah  Uang tunai, Sertifikat dan Piala


NEWSINTERMEDIA.COM | DENPASAR |Persatuan Bulutangkis  (PB) ROCK Ministry semenjak berdiri dari tahun ke tahun selalu mengadakan pertandingan atau Tournament, bahkan tournament intern ini rutin dilaksanakan tiap 3 bulanan sekali dengan tujuan untuk menjunjung tinggi sportivitas olah raga dikalangan orang percaya dan untuk membangun komunikasi lebih intens yang nanti muaranya untuk mempererat persaudaaraan antar peserta, yang pada pada intinya untuk menjaga kesehatan para anggota dan peserta PB Rock. Demikian dikatakan Ketua Umum PB Rock  Victor E. Warembengan  S.si.Apt, saat puncak acara tournament di Denpasar Senin (25/5) kemarin lusa.

Ketua Umum PB Rock, Victor E. Warembengan  menjelaskan lagi bahwa tournament PB ROCK Sesi II 2026 ini dimulai sejak tanggal 18 Mei 2026 dan berakhir 25 Mei 2026, masing-masing tournament dilaksanakan di tiga lapangan, yaitu dilapangan Bulutangkis GOR IRON Renon, GOR Agatha Padangsambian dan GOR JBC II Renon.

“Jadi tournament intern PB ROCK ini merupakan tournament rutin 3 bulanan yang sangat menjunjung tinggi sportivitas, yang puya tujuan utama untuk mempererat persaudaraan kita antar peserta,  dan tentunya agar semua anggota dan peserta tetap sehat,”ungkapnya.

Menurut Victor E. Warembengan  tournament ini diikuti oleh 96 peserta anggota PB ROCK dan beberapa undangan dai PB PB lain, putra dan putri yang terdiri dari Grade A, B, C dan D  Ganda perorangan yang diundi dengan aplikasi Spinwheel. Masing masing Grade terdiri dari 12 pasangan Ganda putra, Ganda putri ataupun Ganda campuran sesuai hasil undian.

“Jadi masing masing Grade kita bagi dalam 4 grup dan pada babak penyisihan menggunakan sistem setengah kompetisi. Maka babak selanjutnya dengan system gugur sampai muncul juara. Tournament kali ini berlangsung meriah penuh suka cita ditengah persaingan sengit dalam setiap pertandingan dan diakhiri dengan sukacita yang luar biasa dalam persaudaraan yang sangat erat,” jelas Victor.

Victor yang juga salah satu pengurus Wakil Ketua PBSI Bali  juga mengatakan untuk tournament 2026 ini juara I II dan III mendapatkan hadiah  Uang tunai, Sertifikat dan Piala.  Dibagikan juga berbagai hadiah doorprize kepada peserta yang beruntung dan yang tidak juara, sumbangan dari para donator antara lain berupa Voucher menginap gratis untuk 2 orang di The Forest Cabin Kintamani ( donasi Ketua PBSI Bali ).

“Termasuk Voucher makan Sea food di Ganesha, Tiket nonton di Cineplex dan Kipas angin, voucher asuransi, parfum, minyak rempah, payung kaos kaki,  voucher ATK dan berbagai hadiah lainnya. Sebagai penunjang sarana keselamatan peserta juga kita juga menyiapkan 1 unit Ambulance, perawat dan dokter dari MHC,  donasi dari kami sebagai Ketua umum PB ROCK, “pungkas  Victor E. Warembengan yang juga sebagai Wakil Ketua PBSI Bali. (Jono/ Gustra).

 

 

Info Bali Soal Sampah, Bimtek EETA Connect dan Uji Digital


Menteri LH dan Gubernur Koster Bertemu, Sesama Alumni ITB Satukan Langkah Selesaikan Persoalan Sampah Bali

NEWSINTERMEDIA.COM l JAKARTA l Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat dan Gubernur Bali Wayan Koster bertemu di kantor KLH Jakarta, Selasa 26 Mei 2026. Pertemuan kedua figur alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini guna membahas sejumlah langkah strategis penyelesaian persoalan sampah di Pulau Dewata.

Usai pertemuan, Gubernur Koster menjelaskan, bersama Menteri LH membahas penanganan sampah di Bali termasuk rencana pembangunan PSEL (Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik) di Denpasar Raya.

“Menteri LH komitmen, Provinsi Bali menjadi prioritas penyelesaian masalah sampah terlebih karena Bali merupakan destinasi wisata utama dunia,” kata Gubernur Koster.

Gubernur Bali dua periode ini mengatakan, Menteri LH sangat mendukung langkah-langkah strategis penanganan sampah yang telah dilaksanakan Gubernur Bali dan jajarannya di Bali mulai dari hulu hingga hilir.

Koster juga mengatakan, Menteri LH akan datang ke Bali 9 Juni 2026. Menteri akan melakukan rapat koordinasi dengan Gubernur dan Walikota/Bupati beserta jajaran terkait dalam penanganan sampah. Termasuk membahas terkait TPA Suwung dan pengolahan sampah menjadi energi listrik/PSEL.

“Nanti Menteri juga akan meninjau lapangan ke ke TPA Suwung dan lokasi PSEL pada lahan Pelindo di Benoa,” kata Koster.

Gubernur Koster dan Menteri Jumhur Hidayat memiliki kedekatan emosional karena almamater ITB. Kedekatan ini memudahkan kedua sosok terbaik tanah air ini dalam menyamakan persepsi kebijakan dan upaya nyata yang harus segera dilaksanakan untuk menuntaskan penyelesaian masalah sampah di Bali.

Sejumlah regulasi dan langkah nyata strategis terkait pengelolaan sampah di Bali telah dijalankan Gubernur Koster dan jajarannya. Seperti aplikasi regulasi Pergub Bali No. 97 Tahun 2018 (Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai), Pergub Bali No. 47 Tahun 2019 (Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber) dan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 09 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.

Pengelolaan sampah berbasis sumber merupakan jargon pengelolaan sampah di Bali karena bisa mengurangi volume sampah organik ke TPA Suwung. Sehingga, saat PSEL beroperasi akan mendapat suplai sampah anorganik dan residu yang berkualitas tanpa bercampur sampah organik. (Tutt/Tra).


BPKAD Bali Luncurkan Counter EETA Basis Web, Tingkatkan Otomasi Penyusunan CaLK Audited

NEWSINTERMEDIA.COM l DENPASAR l Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Bali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) EETA Connect Episode 3 secara hybrid, Selasa (26/5/2026) di Ruang Rapat Adyasta Utama, Kantor Inspektorat Daerah Provinsi Bali. Acara yang diikuti seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan BPKAD Kabupaten/Kota se-Bali ini berfokus pada optimalisasi penyusunan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) Audited Tahun 2025 sekaligus menjadi momentum peluncuran inovasi Counter EETA Basis Web.

Kepala BPKAD Provinsi Bali, I Ketut Maduyasa, dalam arahan utamanya mengungkapkan bahwa intervensi sistem digital memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelaporan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Berdasarkan data evaluasi tingkat kepatuhan penyajian CaLK Tahun Anggaran 2024, penggunaan Counter EETA berhasil menekan jumlah SKPD dengan kategori “perlu perhatian lebih” dari enam menjadi nol.

“Intervensi sistem ini terbukti memberikan dampak perbaikan yang nyata. Pada kondisi unaudited, SKPD yang mendekati standar hanya satu, kini pada fase audited naik menjadi tujuh. Ini menjadi landasan objektif mengapa transformasi digital melalui implementasi web ini sangat krusial,” ujar Maduyasa.

Maduyasa merinci pergeseran kurva kepatuhan tersebut secara spesifik. Sebelum penggunaan sistem (unaudited), terdapat 13 SKPD yang perlu peningkatan dan 6 SKPD perlu perhatian lebih. Pasca-implementasi Counter EETA, angka itu menyusut menjadi 9 SKPD perlu peningkatan dan nihil untuk perhatian lebih. Kategori “cukup baik” pun naik dari 9 menjadi 11 SKPD. Dalam paparannya mengenai transisi digital, ditekankan bahwa penyusunan CaLK Audited 2025 harus diarahkan pada laporan yang memiliki pengungkapan yang memadai (adequate disclosure).

“Kita harus memastikan pengungkapan pada CaLK disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) dan Standar BPK RI, terlebih guna mempercepat penyelesaian laporan berhubung telah selesainya proses pemeriksaan dan penyesuaian jurnal,” tegasnya.

Bimtek ini dirancang dengan beberapa target utama, yaitu mempercepat penyelesaian CaLK Audited 2025, memfasilitasi transisi dari sistem Excel ke Local Web Application berbasis Python dan Flask, serta menjadi wadah diseminasi inovasi bagi 8 Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali yang sebelumnya telah melaksanakan studi tiru.

Untuk mendukung target tersebut, Counter EETA Basis Web menghadirkan berbagai keunggulan teknis. Sistem ini mampu memproses data jurnal berskala besar secara cepat dan beroperasi secara offline guna menjaga keamanan data. Fitur utamanya mencakup Uji Prosedur Analitis (Uji PA) otomatis, generasi Tabel Penjelas Selisih LO-LRA otomatis, dan Tabel Mutasi Aset Tetap, yang semuanya dibangun menggunakan teknologi open-source tanpa biaya lisensi perangkat lunak.

Di hadapan para perwakilan SKPD, perwakilan BPKAD kabupaten/kota se-Bali, serta peninjau dari Dewan Pimpinan Pusat IKANAS STAN dan media massa, Maduyasa mengingatkan bahwa presisi data hasil otomasi ini krusial untuk mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Pemerintah Provinsi Bali sudah mencapai opini WTP sebanyak 12 kali berturut-turut. Kualitas ini tidak boleh hanya sebatas sertifikat, mari kualitas ini ditampilkan secara nyata melalui CaLK yang andal,” pungkasnya.

Acara yang dimoderatori oleh Penelaah Teknis Kebijakan, Luh Putu Aristyasanti ini menghadirkan narasumber Kepala Sub Bidang Akuntansi dan Pelaporan, I Putu Sudano, serta Koordinator Tim Efektif LKPD EETA, I Dewa Made Vedanta Dwipayana. Guna menunjang kelancaran praktik teknis dan implementasi kebijakan pembatasan plastik sekali pakai, panitia mewajibkan peserta luring membawa laptop serta tumbler secara mandiri.(KAR/TRa).


Buka Bimtek Agen Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial Bali Gubernur Minta Data Penerima Dibenahi agar Tepat Sasaran


NEWSINTERMEDIA.COM l JAKARTA l  Gubernur Bali Wayan Koster meminta seluruh pihak membenahi data penerima bantuan sosial agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka acara Bimbingan Teknis Agen Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial Provinsi Bali yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (26/5) pagi.

Dalam arahannya, Gubernur Koster menekankan bahwa digitalisasi bantuan sosial merupakan langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola penyaluran bantuan di Bali. Menurutnya, validitas data menjadi faktor utama agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat menerima bantuan secara adil dan transparan.

“Data penerima harus dibenahi dengan baik supaya bantuan sosial tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di masyarakat,” tegas Koster yang mengikuti zoom meeting dari Kantor Badan Penghubung Provinsi Bali di Jakarta.

Program digitalisasi bantuan sosial di Bali merupakan bagian dari transformasi digital nasional yang didorong pemerintah pusat. Koster menyebut Bali menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang dijadikan percontohan pelaksanaan pemerintahan berbasis digital, khususnya dalam proses dan mekanisme penyaluran bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan.

“Bali satu-satunya provinsi yang dijadikan sebagai percontohan pelaksanaan pemerintahan berbasis digital terkait dengan proses dan mekanisme bantuan sosial khususnya penyaluran program PKH dan bantuan pangan,” ujar Koster.

Untuk mendukung program tersebut, sebanyak 8.416 agen digitalisasi bantuan sosial telah disiapkan di seluruh wilayah Bali. Para agen ini nantinya bertugas membantu masyarakat dalam proses pengajuan bantuan sosial, mulai dari PKH hingga berbagai bantuan sosial lainnya.

“Di Bali ada sebanyak 8.416 agen. Mereka ini yang akan membantu masyarakat untuk mengajukan permohonan PKH maupun bantuan-bantuan sosial yang lainnya,” jelasnya.

Koster menambahkan, transformasi digital yang saat ini diterapkan pada sektor bantuan sosial, ke depan akan terus dikembangkan secara lebih luas dan komprehensif dalam tata kelola pemerintahan di Bali.

“Ke depan akan kita kembangkan jadi penyelenggaraan berbasis digital secara lebih komprehensif, tidak terbatas hanya pada bantuan sosial,” katanya.

Karena itu, ia meminta seluruh agen yang mengikuti bimbingan teknis mampu memahami tugas dan tanggung jawabnya secara detail, terukur, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan masyarakat di wilayah masing-masing.

“Karena itu kita harus memastikan agen dapat memahami tugasnya dengan detail, terukur serta dapat berkomunikasi dengan baik dengan warga yang ada di wilayahnya. Karena sudah pasti warga yang akan mendapat bantuan ini kebanyakan berada di desa,” tegas Gubernur Bali dua periode tersebut.

Untuk menyukseskan program tersebut, Koster kembali menegaskan agar data penerima bantuan harus akurat. Hal itu menjadi penting untuk menuntaskan masalah kemiskinan terutama di Bali. Koster menilai validitas data menjadi faktor paling mendasar agar bantuan sosial benar-benar diterima masyarakat yang berhak dan membutuhkan. Karena itu, menurutnya, diperlukan sinergi dan kolaborasi lintas pemerintahan mulai dari pusat hingga daerah. “Kolaborasi diperlukan antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya.

Terima Kasih Gubernur Koster atas Komitmennya

Sementara itu, Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial di Kementerian PPN/Bappenas adalah Tirta Sutedjo menyampaikan terimakasih atas komitmen dan dukungan penuh Gubernur Bali dalam pelaksanaan uji coba digitalisasi bantuan sosial di Provinsi Bali.

Ia mengungkapkan bahwa Provinsi Bali adalah salah satu Provinsi yang melaksanakan uji coba dengan diikuti oleh seluruh kabupaten/kota sehingga keberhasilan di Provinsi Bali akan menjadi contoh dalam uji coba secara nasional.

“Tentunya ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kami, namun atas dukungan Gubernur Bali beserta jajaran serta agen di lapangan acara bisa berjalan lancar. Melalui momentum ini, kami berharap kesejahteraan di provinsi Bali bisa kita upayakan bersama untuk ditingkatkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan Tirta, masyarakat miskin dan rentan yang sebelumnya belum mendapatkan bantuan dari pemerintah diharapkan melalui skema on demand yang diuji cobakan dapat meregistrasi bantuan sosial secara mandiri.

“Provinsi Bali juga diarahkan untuk mengintegrasikan program bantuan sosial dengan perlindungan dan jaminan sosial lainnya khususnya program kesehatan, program Indonesia Pintar serta program peningkatan pendapatan dalam kerangka program kerja prioritas nasional yang telah diarahkan oleh Presiden. Sehingga kesejahteraan berkelanjutan bisa terwujud untuk seluruh masyarakat Bali,”tutupnya. (Adi/Tra).


 

Terkait Penanganan Sampah Bali, Mentri LH akan Segera Berkunjung


Pertemuan Gubernur Koster Bersama Menteri LH, Bali Jadi Prioritas Penyelesaian Penanganan Masalah Sampah


NEWS INTERMEDIA.COM | JAKARTA | Sebagai langkah lanjutan yang lebih konkret, Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., menyiapkan pembangunan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) sebagai bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah berbasis energi, maka  Gubernur mengadakan pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup (LH), untuk membahas penanganan sampah termasuk rencana pembangunan PSEL di Bali.  Demikian disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster usai pembahasan permasalah sampah Bali besama Menteri LH, Moh Jumhur Hidayat di Kantor Kementerian LH, Selasa (26/5) tadi pagi.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam rilisnya mengatakan Menteri LH sangat berkomitmen untuk penanganan sampah di Bali mengingat Bali menjadi prioritas penyelesian masalah sampah, terlebih Bali merupakan destinasi wisata utama dunia dan  Menteri sangat mendukung langkah langkah penanganan sampah yang sudah dilaksanakan Gubernur Bali dari hulu sampai hilir.

“Saya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Menteri LH atas dukungannya dan kepeduliannya terhdap Bali, mengingat saat ini Bali membutuhkan dukungan semua pihak untuk penangan sampah yang selama ini menjadi momok yang selalu dikritisi, “ ungkap Gubernur Koster.

Gubernur Koster juga mengakui hubungannya dengan Menteri LH sangat mudah mengadakan pendekatan karena sama-sama alumni ITB Bandung, tentu hal ini juga memudahkan dalam menyamakan persepsi dalam kebijakan dan upaya nyata yang harus dilaksanakan untuk menuntaskan penyelesaian masalah sampah di Bali.

“Bahkan dalam waktu dekat  Menteri LH berencana berkunjung ke Bali tepatnya tanggal 9 Juni 2026 mendatang untuk melakukan rapat koordinasi dengan Gubernur dan Walikota/Bupati serta jajaran terkait penanganan sampah termasuk TPA Suwung dan pengolahan sampah menjadi energi listrik/PSEL serta peninjauan lapangan,”ungkap Gubernur Koster.

Hal-hal yang sudah menjadi kebijakan Gubernur Koster selama ini, Pemerintah Provinsi Bali telah mengambil langkah tegas dengan mendorong penutupan TPA Suwung sebagai bagian dari reformasi sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh di Bali. Dalam berbagai kesempatan, Gubernur Koster menegaskan bahwa penyelesaian masalah sampah tidak bisa lagi ditunda. Ia menyampaikan bahwa pendekatan lama harus dihentikan dan diganti dengan sistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Kita tidak bisa lagi bergantung pada TPA seperti Suwung. Sistem ini sudah tidak relevan. Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumber, berbasis desa dan komunitas, dengan teknologi yang tepat guna dan pengawasan yang ketat,” tegas Gubernur Koster.

Gubernur yang sudah menjabat dua priode ini, juga menekankan bahwa penutupan TPA Suwung diarahkan untuk mengurangi ketergantungan dan memperkuat pengelolaan berbasis sumber, termasuk pemilahan, pengolahan, dan pengurangan sampah sejak dari rumah tangga. “Ini bukan sekadar menutup TPA, tetapi membangun sistem baru yang lebih berkelanjutan. Kalau tidak dilakukan sekarang, Bali akan menghadapi krisis yang lebih besar di masa depan,” tegas Gubernur asal Sembiran Buleleng ini.

Menurutnya, langkah ini juga diperkuat dengan berbagai kebijakan daerah yang mendorong pembatasan sampah plastik sekali pakai, penguatan TPS3R, serta pengembangan teknologi pengolahan sampah berbasis energi dan daur ulang. Bahkan digebyarkan sosialisasi pemilhan sampah dengan dekoposter dan tebe modern di seluruh Bali.

“Maka saat ini kita butuhkan perencanaan jangka panjang, konsistensi kebijakan, serta kolaborasi antara pemerintah  pusat, pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat. Lebih dari itu, krisis ini juga menjadi refleksi tentang bagaimana Bali sebagai destinasi pariwisata dunia menghadapi realitas di balik gemerlapnya. Sampah menjadi ironi yang tidak bisa lagi disembunyikan dan dibiarkan begitu saja,”pungkas Gubernur Koster asal Sembiran Buleleng ini. (gustra).

Ny. Putri Koster Dorong Perkuat Perlindungan HAKI Perajin

 

Putri Koster Soroti Dominasi Endek Troso

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, menyampaikan bahwa kain endek yang beredar di Bali masih didominasi oleh endek asal Troso, bukan produksi para perajin lokal Bali. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam Sosialisasi Sertifikasi Kekayaan Intelektual yang diadakan DPD PDI Perjuangan Bali di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar, Minggu (24/5).

Diketahui, Putri Koster sebelumnya pada tahun 2022 menerima penghargaan sebagai Tokoh yang Berperan Aktif dalam Memacu Pertumbuhan Kreativitas dan Inovasi Kekayaan Intelektual dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.

“Kain tenun endek Bali yang ditenun di Bali hanya berkisar 17 persen, sementara 83 persen lainnya didatangkan dari luar Bali, khususnya daerah Troso,” katanya.

Sebagai sosok yang terus memperjuangkan kesejahteraan para perajin lokal Bali, dirinya merasa prihatin melihat eksistensi kain endek Bali yang tidak lagi menjadi tuan di rumahnya sendiri, padahal endek Bali telah memiliki hak kekayaan komunal.

Belum lagi tantangan lain yang dihadapi para perajin tenun Bali, seperti menjamurnya kain bordir yang secara terang-terangan mencaplok berbagai motif kain songket hasil karya para perajin songket lokal Bali.

Menurutnya, hal tersebut tidak boleh dibiarkan karena akan sangat berdampak terhadap kesejahteraan para perajin lokal Bali dan perekonomian Bali.

“Sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Bali, saya mengambil fungsi kontrol dan melakukan pengawasan terhadap karya-karya kerajinan yang ada di Bali,” jelasnya.

Menurutnya, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) sangat penting dimiliki oleh IKM dan UMKM sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap karya-karya yang mereka hasilkan agar tidak digunakan secara tidak sah oleh pihak lain.

“Para perajin akan merasa aman dan nyaman karena sudah ada perlindungan hukum. Jadi, mereka bisa tenang dalam berkarya dan berinovasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kepala BRIDA Provinsi Bali, Ketut Wica, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali telah memfasilitasi pendaftaran Kekayaan Intelektual (KI) secara gratis bagi krama Bali sebagai bentuk kepedulian untuk menjaga dan melindungi hasil kreativitas masyarakat Bali serta warisan leluhur agar dapat memberikan manfaat ekonomi.

“Sampai dengan 20 Mei 2026, Provinsi Bali sudah mendaftarkan sebanyak 821 KI, dengan sertifikat KI yang telah terbit sebanyak 730 sertifikat, terdiri atas 44 kepemilikan komunal dan 686 kepemilikan personal,” jelas Ketut Wica.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali, Isya Nalapraja, menyampaikan bahwa pelanggaran HAKI dapat dikenai sanksi pidana sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Jenis pelanggaran tindak pidana kekayaan intelektual dapat berupa pembajakan, pemalsuan, maupun pelanggaran hak kekayaan intelektual lainnya. (Kar/Tra).

 

Kembang-Ipat Salurkan Hewan Qurban Merata ke Semua Masjid

0

Newsintermedia.com l Jembrana l Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menunjukkan komitmen dan kehadirannya di tengah masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Bupati I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna bersama Forkopimda secara resmi menyerahkan bantuan hewan qurban untuk masjid-masjid di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana di UD Fajar, desa Banyubiru, Senin (25/5).

Berbeda dari tahun sebelumnya, formula penyaluran hewan qurban tahun ini sengaja diubah demi mengedepankan asas pemerataan. Jika pada tahun lalu pemerintah daerah membagikan 6 ekor sapi dan 22 ekor kambing untuk 28 masjid, maka tahun ini 69 masjid di Kabupaten Jembrana dipastikan menerima bantuan berupa hewan qurban kambing.

Bupati Jembrana menyampaikan bahwa langkah ini diambil agar kebahagiaan dan perhatian pemerintah dapat dirasakan secara merata oleh seluruh umat muslim di Jembrana. Sejalan dengan perluasan jangkauan tersebut, alokasi anggaran qurban tahun ini juga mengalami peningkatan yang signifikan.

“Pemerintah daerah, seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu hadir untuk bisa juga ikut berbagi. Tetapi tahun ini ada yang berbeda. Untuk tahun ini, kita berikan ke semua masjid berupa kambing supaya merata. Dari sisi anggaran tentu naik; kalau dulu Rp 180 juta, sekarang menjadi Rp 246 juta. Ada kenaikan sekitar Rp 66 juta,” ujar Bupati Kembang.

Manfaat dari bantuan ini dirasakan langsung oleh para pengurus masjid. Idrus, perwakilan dari Masjid Nurul Huda Melaya sekaligus penerima manfaat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian berlapis yang diterima umat muslim di Jembrana, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas bantuan kemasyarakatan berupa sapi kurban yang diberikan kepada kami pada Idul Adha 1447 Hijriah ini. Dan juga, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Bupati Jembrana yang telah memberikan sumbangan kambing kepada masjid-masjid di Kabupaten Jembrana,” kata Idrus.

Ia menegaskan bahwa bantuan ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap umat. Pihaknya berkomitmen untuk mengelola dan mendistribusikan daging qurban tersebut secara adil, tepat sasaran, dan sesuai dengan syariat agama.

Di sisi lain, momentum Idul Adha tahun ini juga membawa berkah tersendiri bagi peternak lokal Jembrana. Ketut Suartini, seorang peternak asal Sumbersari sekaligus pemilik sapi yang terpilih sebagai bantuan qurban Presiden, mengungkapkan rasa bangganya. Sapi yang dirawatnya dengan telaten selama tiga tahun tersebut berhasil mencapai bobot prima.

“Sapi itu saya beli umur sekitar 1 tahun dan saya pelihara selama 3 tahun. Saat awal dicek oleh dinas terkait, bobotnya 630 kg, namun saat penyerahan hari ini timbangannya sudah mencapai 680 kg,” jelas Suartini.

Ia menambahkan bahwa koordinasi yang baik dengan Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Jembrana dalam menjaga kesehatan ternak menjadi kunci keberhasilannya. Berkat rekam jejaknya sebagai penyedia sapi berkualitas, dinas terkait merekomendasikan sapinya untuk dipinang sebagai hewan qurban Presiden RI.

Melalui penyerahan bantuan ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap semangat berbagi di hari raya kurban dapat mempererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta membawa keberkahan bagi kemajuan seluruh masyarakat Jembrana (Wis/Tra).