- Advertisement -spot_img
26.2 C
Indonesia
Beranda blog Halaman 3

Gubernur Koster Saksikan Langsung Perempat Final Piala Dunia 2026, Swiss vs Argentina


Prediksi Gubernur Koster Tepat, Argentina ke Semifinal, Jagokan Prancis Juara Piala Dunia 2026


NEWS INTERMEDIA.COM l BADUNG – Gubernur Bali Wayan Koster menyaksikan langsung sengitnya laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Swiss melalui kegiatan “Bola Gembira” berupa nonton bareng (nobar) yang digelar di kawasan Peninsula, ITDC Nusa Dua, Minggu (12/7).

Kegiatan yang diprakarsai Kantor Berita Antara Biro Bali tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya serta ratusan warga dan wisatawan yang memadati lokasi untuk menyaksikan pertandingan melalui layar lebar di tepi pantai.

Sejak awal pertandingan, Koster mengaku menjagokan Argentina untuk meraih kemenangan. Prediksinya pun terbukti setelah Tim Tango berhasil menundukkan Swiss dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu. “Sesuai yang saya hitung, 2-1 atau 3-1. Ternyata 3-1 untuk Argentina. Bagus sekali,” ujar Koster usai pertandingan.

Meski mendukung Argentina dalam laga tersebut, Koster tetap meyakini Timnas Prancis memiliki peluang terbesar untuk meraih trofi Piala Dunia 2026. “Saya jagokan Prancis. Yang lain tidak jauh-jauh dari Argentina dan Spanyol untuk maju ke babak selanjutnya,” katanya.

Menurut Koster, penyelenggaraan kegiatan nobar seperti ini tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menunjukkan dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap berbagai kegiatan olahraga yang mampu menarik minat publik.

Lebih jauh, kegiatan berbasis olahraga dinilai sejalan dengan upaya pengembangan sport tourism yang saat ini mulai didorong sebagai salah satu wajah baru pariwisata Bali di masa depan.

Selain menyaksikan pertandingan, Koster juga meninjau pameran foto karya fotografer Antara yang menampilkan berbagai momen bersejarah dunia sepak bola, mulai dari gelaran Piala Dunia hingga pertandingan Tim Nasional Indonesia dari masa ke masa.

Kehadiran orang nomor satu di Bali itu turut menarik perhatian masyarakat. Sejumlah warga dan wisatawan tampak antusias mengabadikan momen dengan berfoto bersama Koster di sela-sela acara.

Sementara itu, pertandingan Argentina melawan Swiss berlangsung ketat sejak menit awal. Tim asuhan Lionel Scaloni unggul lebih dulu pada menit ke-10 melalui sundulan Alexis Mac Allister yang memanfaatkan sepak pojok Lionel Messi.

Swiss berusaha membalas sepanjang pertandingan dan akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-68 lewat gol Dan Ndoye yang memanfaatkan umpan Ricardo Rodriguez.

Situasi berubah setelah Swiss harus bermain dengan 10 orang menyusul kartu kuning kedua yang diterima Breel Embolo pada menit ke-72 akibat aksi diving yang terdeteksi melalui pemeriksaan VAR.

Meski unggul jumlah pemain, Argentina kesulitan menembus rapatnya pertahanan Swiss hingga waktu normal berakhir. Pertandingan pun berlanjut ke babak tambahan.

Pada masa perpanjangan waktu, Argentina akhirnya memastikan kemenangan melalui gol Julian Alvarez pada menit ke-112. Lautaro Martinez kemudian menambah keunggulan pada masa injury time untuk mengunci kemenangan 3-1.

Hasil tersebut membawa Argentina melangkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026. Lionel Messi dan kawan-kawan dijadwalkan menghadapi Inggris pada laga semifinal yang akan berlangsung 16 Juli mendatang.(Noer/tra).

Info Denpasar Soal Penutupan PKB 2026, D’Youth Fest dan Puncak HKG PKK ke-54


PKB 2026 Wali Kota Harap Momentum Ini Perkuat Ekosistem Seni Budaya Berkelanjut

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Gubernur Bali Wayan Koster hadir pada Penutupan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 sekaligus Pembukaan Festival Seni Bali Jani Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra Art Center, Denpasar pada Sabtu (11/7) malam.

Digelar dari tanggal 13 Juni hingga 11 Juli 2026, perhelatan budaya terbesar di Pulau Dewata tahun 2026 ini mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” yang berarti Memuliakan Jiwa Paripurna melalui keseimbangan spiritual dan pemurnian jiwa. Menampilkan beragam kegiatan pentas seni dan budaya.

Dalam kesempatan tersebut turut pula hadir Bupati se- Bali, Forkopimda, para pegiat Seni, Budayawan serta undangan terkait lainnya. Selain seremonial penutupan PKB 2026, malam itu sekaligus juga diumumka tema PKB Tahun 2027 mendatang, yakni Wana Kerthi Byana Sandharana Loka memiliki makna “Hutan Penyangga Kehidupan”.

Tak hanya itu, pada kesempatan tersebut, juga diserahkan Piagam Penghargaan Adi Sewaka Nugraha Tahun 2026 kepada 12 seniman yang telah berjasa dalam melestarikan, mengembangkan dan memajukan seni budaya Bali dan juga apresiasi kepada para pemenang Wimbakara PKB Tahun 2026.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya menyebut PKB menjadi motor pelestarian budaya dan penggerak kemajuan perekonomian di Bali. PKB adalah sarana untuk menjaga budaya, adat, dan istiadat Bali. Sehingga, eksistensi keunikan budaya Bali di mata dunia tetap terjaga.

“Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Daerah di Bali terus mengupayakan ekosistem seni budaya di Bali bertumbuh serta mengapresiasi para seniman yang telah mencurahkan dediksinya dalam menggarap karya seni,” kata Wayan Koster.

Terkait partisipasi seniman di PKB Tahun 2026, lanjut Koster, tercatat 673 lembaga seni atau sekehe seni yang aktif berpartisipasi. Dengan jumlah pengunjung PKB di tahun ini mencapai sekitar 1.822.857 dan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 5.743 wisatawan mancanegara.

Sementara di sektor Stand kuliner berjualan 74 stand dengan omzet penjualan 5 Milyar dan jumlah Stand IKM kerajinan Bali sebanyak 124 Stand dengan Omzet Penjualan sekitar 11 Milyar.

“Rampungnya Pesta Kesenian Bali tahun ini harapannya semoga seniman yang akan berpartisipasi langsung bergerak untuk membuat karya, kreasi, dan inovasi untuk Pesta Kesenian Bali tahun 2027 agar semakin maju dan berkualitas,” tambah Gubernur Wayan Koster. .

Sementara Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara atas nama Pemerintah Kota Denpasar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Bali, seluruh seniman, budayawan, sekehe seni, masyarakat, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026.

“Partisipasi para seniman dan duta kesenian Kota Denpasar menjadi bukti nyata komitmen dalam melestarikan sekaligus mengembangkan seni budaya Bali sebagai warisan adiluhung yang menjadi identitas masyarakat Bali,” ungkap Jaya Negara.

Pihaknya juga mengharapkan semangat yang tumbuh selama pelaksanaan PKB tidak berhenti pada malam penutupan ini. “Jadikan momentum ini sebagai energi untuk terus berkarya, berinovasi, dan memperkuat ekosistem seni budaya yang berkelanjutan, sehingga Denpasar sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya tetap menjadi rumah yang nyaman bagi tumbuh dan berkembangnya kreativitas para seniman,” ujar Jaya Negara. (esa-wah)


Kolaborasi Epik Ogoh-ogoh Gajah Buka D’Youth Fest 6.0

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Kolaborasi spektakuler Ogoh-ogoh Gajah, karya ST Yowana Saka Bhuwana, Banjar Taensiat bersama Palawara Music Company dan Manubada Art bertajuk “Tumbuh Kembali di Tengah Reruntuhan Semesta” buka malam puncak Denpasar Youth Festival (D’Youth Fest) 6.0 yang berlangsung di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Sabtu (11/7) malam.

Ket. Foto :Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, bersama Sekda Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, DPRD Kota Denpasar, forkopimda saat membuka Denpasar Youth Festival (D’Youth Fest) 6.0 yang berlangsung di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Sabtu (11/7) malam.

Hadir  langsung dalam kesempatan tersebut Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, DPRD Kota Denpasar, forkopimda, serta undangan lainnya.

Mengusung tema besar “Feel The Growth”, pertunjukan pembuka tersebut menjadi representasi semangat kebangkitan, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan yang selaras dengan semangat D’Youth Fest sebagai ruang tumbuh kreativitas generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara didampingi Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa  mengatakan, D’Youth Fest 6.0 ini dilaksanakan guna menciptakan ruang ekspresi dan kreatifitas anak muda di Kota Denpasar. Sehingga ide kreatif anak muda dapat tersalurkan dan memberikan nilai tambah guna mewujudkan masyarakat berdaya saing.

“D’Youth Fest memberikan ruang kreatifitas generasi muda untuk menciptakan aksi, memberikan reaksi dan menghasilkan kreasi dalam pengembangan potensi, hal ini juga menjadi momentum untuk memberikan ruang kreativitas guna merajut optimisme pemuda Kota Denpasar yang berdaya saing sesuai dengan tema utama kegiatan ini,” jelasnya

Jaya Negara berharap, D’Youth Fest ini menjadi puncak apresiasi terhadap beragam pengembangan kreatifitas dan inovasi anak muda. Hal ini juga mendukung keberadaan Dharma Negara Alaya (DNA) dan pengembangan Plaza Suci sebagai creative hub Denpasar.

“Harapan kami acara ini menjadi salah satu peluang anak muda berkreatifitas dan momentum yang baik untuk berkreatifitas serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi, intinya melalui D’Youth Fest ini diharapkan mampu memberikan ruang bagi kreativitas apapun yang ditekuni anak muda Denpasar,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Luh Putu Ryastiti didampingi Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif AA Ngurah Mahendra Putra mengatakan, kolaborasi seni tersebut menjadi salah satu sajian utama yang memadukan kekuatan seni tradisi, kreativitas kontemporer, dan pesan pelestarian lingkungan.

Menurutnya, karya tari kolosal “Tumbuh Kembali di Tengah Reruntuhan Semesta” mengangkat kisah perjalanan dari kehancuran menuju harapan. Berangkat dari tema Regrow, pertunjukan ini menggambarkan bagaimana keserakahan manusia merusak keseimbangan alam hingga menghadirkan kehancuran. Di tengah kondisi tersebut hadir sosok Sang Penjaga Agung sebagai simbol kebijaksanaan yang membangkitkan kesadaran bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama.

Pertunjukan sendiri kata Luh Putu Riyastiti dibagi dalam tiga babak. Babak pertama menggambarkan eksploitasi alam yang melahirkan kerusakan, babak kedua menjadi titik balik ketika kesadaran mulai tumbuh dan alam kembali bernapas, sedangkan babak ketiga menghadirkan harmoni baru ketika manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual kembali menyatu.

“Melalui kolaborasi Ogoh-ogoh Gajah Taensiat dan tari kolosal Palawara, kami ingin menghadirkan sebuah pertunjukan yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam. Semangat Feel The Growth kami maknai sebagai ajakan untuk terus bertumbuh bersama melalui kreativitas, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Luh Putu Ryastiti.

Lebih lanjut dijelaskan, malam puncak D’Youth Fest 6.0 akan menghadirkan beragam atraksi unggulan yang memadukan seni budaya, kreativitas modern, ekonomi kreatif, hingga hiburan musik dari musisi lokal dan nasional. Sederet penampil akan memeriahkan festival tersebut, di antaranya Ari Lesmana, Tika Pagraky, Bagus Wirata, Dialog Dini Hari, Ary Kencana, Harmonia, Leeyonk Sinatra, Skoozy, hingga Wet Project. Selain itu, sedikitnya 20 pelaku UMKM kuliner dan lima unit food truck turut dilibatkan untuk memperkuat promosi produk lokal sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Rangkaian D’Youth Fest 6.0 telah berlangsung sejak pertengahan Juni hingga Juli 2026 melalui berbagai kegiatan kreatif seperti Operet This Week, Bimbingan Teknis Penyiaran, Heritage Ride, Glory of Youth, Earthsy Day, Bali Fashion Bike, Mural Exhibition, Area Creator, Makin Dekat Film Fest, Community Paradise, Bali Screen Printing Community, hingga malam puncak festival yang dikemas dengan kampanye peduli lingkungan berkolaborasi dengan Komunitas Eling Ring Pertiwi.

Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan puluhan komunitas kreatif lintas sektor sebagai bentuk penguatan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Denpasar.

Pada penyelenggaraan tahun ini, D’Youth Fest juga memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi selama festival berlangsung.

Langkah tersebut menjadi bagian dari edukasi budaya sadar lingkungan kepada generasi muda sekaligus mendukung penyelenggaraan festival yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Denpasar berharap D’Youth Fest 6.0 mampu menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan kreativitas, budaya, inovasi, dan semangat kewirausahaan generasi muda sehingga mampu melahirkan karya-karya yang berdampak bagi pembangunan daerah.

“D’Youth Fest bukan sekadar festival hiburan, tetapi ruang bersama bagi generasi muda untuk berkarya, berkolaborasi, dan menunjukkan identitas kreatif Kota Denpasar. Kami berharap semangat yang lahir dari festival ini terus tumbuh menjadi energi positif dalam memperkuat ekonomi kreatif, melestarikan budaya, serta mewujudkan Denpasar sebagai kota kreatif yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing,” tutup Luh Putu Ryastiti. (Eka/Tra).


Puncak HKG PKK ke-54 Perkuat Sinergi Komitmen Wujudkan Keluarga Berkualitas

NEWS INTERMEDIA.COM l Makassar l Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, didampingi Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang digelar di Kota Makassar pada Sabtu (11/7). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Pelindung Tim Penggerak PKK Pusat, Selvi Gibran Rakabuming Raka. Kehadiran Selvi disambut antusias ribuan kader PKK dari seluruh Indonesia yang memadati lokasi acara.

Ket foto : Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, didampingi Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54

Sebelum pelaksanaan puncak HKG, rangkaian kegiatan diawali dengan talkshow yang menghadirkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, serta Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Dalam sesi tersebut dibahas pentingnya pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta peningkatan kualitas kesehatan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Dalam sambutannya, Selvi Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa gerakan PKK dan Seruni memiliki visi yang selaras dalam melindungi perempuan dan anak serta membangun keluarga yang tangguh sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, berbagai program PKK telah terbukti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selvi juga menyoroti peran strategis perempuan sebagai pilar utama dalam keluarga, khususnya dalam mengelola rumah tangga dan keuangan keluarga. “Perempuan itu adalah tiang di sebuah keluarga. Memang yang mencari nafkah itu laki-laki, tetapi yang mengendalikan keuangan itu adalah ibu-ibu,” ujarnya.

Mengakhiri arahannya, Selvi menyampaikan ucapan Selamat Hari Kesatuan Gerak PKK kepada seluruh kader PKK di Indonesia serta mengajak seluruh kader terus menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum TP PKK, Tri Suswati Tito Karnavian, menegaskan bahwa perjuangan kaum ibu memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat pembangunan masyarakat. Menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa Gerakan PKK mampu menjadi motor penggerak pembangunan melalui sinergi bersama berbagai kementerian dan lembaga.

Ia menjelaskan, implementasi 10 Program Pokok PKK menjadi landasan utama dalam meningkatkan kualitas keluarga, mulai dari pembentukan karakter, ketahanan pangan, pendidikan dan keterampilan, pelestarian lingkungan hingga perencanaan keluarga sehat.

Untuk memperkuat pelaksanaan program di daerah, TP PKK juga telah menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah kementerian. Sebagai mitra strategis pemerintah, seluruh program PKK didukung pendanaan dari APBN dan APBD sehingga pelaksanaannya dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga. “PKK sebagai mitra pemerintah, dengan sumber pendanaan APBD dan APBN. PKK harus konsisten mendukung program pemerintah,” tegas Tri Suswati.

Usai mengikuti kegiatan, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, mengatakan bahwa momentum HKG PKK ke-54 menjadi penyemangat bagi seluruh kader PKK untuk terus meningkatkan peran dalam mendukung pembangunan daerah melalui pemberdayaan keluarga.

Menurutnya, berbagai materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut akan menjadi bekal bagi TP PKK Kota Denpasar dalam memperkuat pelaksanaan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di Kota Denpasar melalui sinergi dengan pemerintah, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh kader PKK. Apa yang menjadi arahan pemerintah pusat akan kami implementasikan dengan berbagai inovasi agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat, khususnya dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, sejahtera, dan berkualitas,” ujar Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Ia berharap semangat Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 semakin memperkuat kolaborasi seluruh kader PKK dalam mendukung program pembangunan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mewujudkan kesejahteraan keluarga sebagai pondasi menuju Indonesia Emas 2045. (Ayu/tra).


 

Sinergi Wujudkan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045

0

Ny. Putri Koster Bersama Ny.Seniasih Giri Hadiri Puncak HKG PKK ke-54 Makassar


NEWS INTERMEDIA.COM l MAKASSAR – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, didampingi Sekretaris TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 2026, berlangsung di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7) lalu.

Kehadiran TP PKK Provinsi Bali menjadi wujud komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan TP PKK Pusat dan seluruh TP PKK provinsi dalam mengakselerasi pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga menuju Indonesia Emas 2045.

Peringatan HKG PKK ke-54 mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut menegaskan komitmen Gerakan PKK untuk terus memperkuat pemberdayaan keluarga sekaligus mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Ketua Umum TP PKK sekaligus Ketua Pembina Posyandu, Ny. Tri Tito Karnavian, dalam laporannya menyampaikan bahwa tema HKG tahun ini menjadi penegasan komitmen PKK untuk terus memperkuat pelaksanaan 10 Program Pokok PKK yang selaras dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Dengan lebih dari enam juta kader yang tersebar di seluruh Indonesia, PKK dinilai memiliki kekuatan besar untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program nasional maupun daerah melalui pemberdayaan keluarga.

Ny. Tri Tito Karnavian juga menyampaikan bahwa puncak peringatan HKG PKK ke-54 dihadiri sekitar 2.000 kader dan pengurus PKK dari seluruh Indonesia. Sebagai bentuk penguatan kemitraan dengan pemerintah, pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan sembilan kementerian dan lembaga pemerintah guna memperkuat sinergi pelaksanaan program PKK di berbagai daerah.

Pada kesempatan yang sama, TP PKK Pusat juga menyerahkan penghargaan Adi Bakti Utama kepada kader PKK yang telah mengabdi lebih dari 25 tahun. Salah satu penerima penghargaan tersebut berasal dari Provinsi Bali, yakni Ni Wayan Kencana Bakti, atas dedikasi dan pengabdiannya dalam Gerakan PKK.

Sementara itu, Pelindung TP PKK sekaligus Ketua Umum Seruni Kabinet Merah Putih, Ny. Selvi Gibran Rakabuming, mengapresiasi semangat para kader PKK dari seluruh Indonesia yang dinilainya memiliki energi luar biasa dalam menggerakkan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kota Makassar atas sambutan hangat yang diberikan kepada seluruh peserta HKG PKK ke-54. Menurutnya, PKK dan Seruni memiliki visi yang sama dalam memberikan perhatian terhadap perempuan dan anak.

Karena itu, berbagai program PKK diharapkan semakin tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. “Perempuan dan ibu merupakan tiang dalam keluarga. Mereka berperan besar dalam pola asuh anak, pengelolaan keuangan keluarga, hingga membangun generasi yang berkualitas.

Karena itu, saya mengajak seluruh kader PKK untuk terus bersemangat menghadapi berbagai tantangan di daerah masing-masing sebagai bagian dari tanggung jawab bersama mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ny. Selvi juga mengingatkan pentingnya membangun pola asuh yang seimbang di tengah perkembangan teknologi, termasuk dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak-anak agar tetap berada dalam pendampingan orang tua.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Ny. Naomi Sudirman, menyampaikan apresiasi kepada TP PKK Pusat atas dukungan dan pembinaan yang diberikan sehingga seluruh rangkaian HKG PKK ke-54 dapat terselenggara dengan baik.

Ia berharap seluruh kader PKK di Indonesia terus solid, adaptif, dan inovatif dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat, serta memperoleh pembinaan yang berkelanjutan dari TP PKK Pusat.

Melalui peringatan HKG PKK ke-54 ini, diharapkan semangat gotong royong, kolaborasi, dan sinergi seluruh kader PKK semakin kuat mengimplementasikan 10 Program Pokok PKK. Dengan demikian, PKK diharapkan mampu terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. (Eka/Tra).

 

Gubernur Koster Komit Dukung Global Hindu Business Conference 2026

0

Gubernur Koster; Bali Siap Jadi Pusat Kolaborasi Ekonomi Berbasis Dharma


NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung penyelenggaraan Global Hindu Business Conference (GHBC) 2026, saat menjamu para delegasi pada Gala Dinner di Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (10/7).

Forum bisnis internasional tersebut dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat jejaring ekonomi global umat Hindu sekaligus memperkenalkan Bali sebagai pusat pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai Dharma.

GHBC 2026 akan berlangsung pada 10–12 Juli 2026 di Kampus Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar dan diikuti sekitar 300 delegasi dari delapan negara, di antaranya India, Malaysia, Singapura, Nepal, Mauritius, Australia, Uni Emirat Arab (Dubai), serta Indonesia.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengenang pengalamannya saat terlibat sebagai Wakil Sekretaris penyelenggaraan World Hindu Federation di Bali pada 1992. Momen menyambut para delegasi internasional kala itu, menurutnya, menjadi kenangan yang membangkitkan semangat untuk kembali menerima keluarga besar Hindu dunia di Pulau Dewata.

“Karena itu, saya menyambut dengan penuh sukacita para delegasi yang hadir pada Global Hindu Business Conference dan mengucapkan terima kasih karena Bali kembali dipercaya menjadi tuan rumah,” ujarnya.

Di hadapan para peserta, Gubernur memaparkan berbagai potensi Bali, mulai dari kondisi kependudukan, budaya, ekonomi hingga arah pembangunan jangka panjang. Ia menegaskan bahwa Bali saat ini mendorong kebijakan kependudukan yang mendukung keberlanjutan masyarakat Bali, termasuk melalui anjuran memiliki hingga empat anak guna menjaga kelestarian identitas budaya, termasuk keberadaan nama tradisional Nyoman dan Ketut.

Menurut Koster, kekuatan utama Bali terletak pada budayanya. Karena itu, desa adat harus tetap menjadi fondasi dalam menjaga kehidupan masyarakat, perekonomian, serta kelestarian alam. Pariwisata, budaya, dan ekonomi, katanya, harus berjalan secara seimbang agar Bali tetap memiliki daya saing di tingkat dunia.

Komitmen tersebut diperkuat melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun (2025–2125) yang menitikberatkan pada pembangunan berkelanjutan melalui pelestarian budaya, peningkatan kualitas lingkungan, pengembangan energi bersih, infrastruktur, pendidikan, hingga penguatan kualitas sumber daya manusia.

“Bali harus tetap eksis sepanjang zaman, bukan hanya ada, tetapi tetap memiliki identitas, berkualitas, dan mampu bersaing di tingkat global,” tegasnya.

Sementara itu, Founder Hindu Global Entrepreneur Network, Dato Pardip K. Kukreja Watu, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas dukungan terhadap penyelenggaraan GHBC 2026. Menurutnya, kehadiran delegasi dari delapan negara menjadi tonggak penting dalam membangun jejaring bisnis global umat Hindu.

Ia menilai Bali merupakan contoh nyata bagaimana budaya, spiritualitas, kehidupan sosial, dan ekonomi mampu berjalan secara harmonis. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dunia justru menghadapi tantangan berupa krisis kesadaran, kesenjangan sosial, serta degradasi lingkungan. Karena itu, kolaborasi bisnis berbasis nilai-nilai Dharma dinilai menjadi semakin relevan.

Datu Pati Watu Greja juga mengungkapkan bahwa konferensi tersebut dihadiri sejumlah pelaku usaha dan investor internasional yang bergerak di berbagai sektor strategis, seperti energi terbarukan, kendaraan listrik, logistik, teknologi, quality assurance, wellness, hingga pariwisata. Menurutnya, para investor tersebut siap menjajaki peluang kerja sama dan investasi di Bali melalui kemitraan yang saling menguntungkan.

Ia berharap momentum GHBC 2026 menjadi awal lahirnya kolaborasi yang lebih luas antara Bali dan komunitas bisnis Hindu dunia, tidak hanya dalam bidang ekonomi, tetapi juga dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia, pelestarian budaya, serta pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan GHBC 2026, Bali kembali menegaskan posisinya bukan hanya sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga sebagai pusat pertemuan internasional yang memadukan nilai spiritual, budaya, dan ekonomi dalam membangun masa depan yang harmonis dan berkelanjutan.(Leonk/tra).


 

Info Bali Terkait Penutupan PKB 2026 dan Peluncuran Tema PKB 2027

0

Budaya Bali Warisan Adi Luhung Leluhur Membangun Berbagai Aspek Kehidupan


NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster secara resmi menutup Pesta Kesenian Bali XLVIII  2026 dan ditandai dengan pemukulan Gong  peluncuran tema Pesta Kesenian Bali XLIX 2027, yakni Wana Kerthi: Byana Sandharana Loka (Hutan Penyangga Kehidupan), di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar, pada Sabtu (Saniscara Wage, Medangsia) tanggal 11 Juli 2026 malam.

Dengan ditutupnya Pesta Kesenian Bali ke 48 Tahun 2026, estafet geliat berkesenian di Provinsi Bali tidak berhenti, namun pada hari yang sama Gubernur Bali, Wayan Koster secara resmi juga membuka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026, dengan Mengusung tema: Kembara Sukma Atma Kerthi yang bermakna Pengembaraan Menuju Jiwa Mahasuci.

Acara Penutupan Pesta Kesenian Bali Tahun 2026 yang dihadiri Ratu Sri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun, Ketua DPRD Provinsi Bali, Wakapolda Bali, Bupati dan Wali Kota Se-Bali, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, para seniman dan budayawan ini menampilkan sajian Tari Baris Bandana Manggala Yudha dan pagelaran Drama Klasik Kolosal “Sumpah Drupadi” Garapan Sanggar Teater Mini, yang disaksikan secara langsung oleh ribuan masyarakat di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center.

Untuk diketahui, melalui pelaksanaan Pesta Kesenian Bali ini, spirit Bali Padma Bhuwana yakni Bali sebagai Pusat Peradaban Dunia terus dikuatkan sebagai wujud ikhtiar pengarusutamaan dalam menjaga, merawat, dan mengonservasi alam Bali sekaligus memajukan manusia dan kebudayaan Bali. Hal itulah yang menjadikan pelestarian seni, budaya, adat, tradisi, agama menjadi program prioritas utama pembangunan di Provinsi Bali, sejalan dengan Visi Pembangunan Provinsi Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Pesta Kesenian Bali hadir sebagai monumen penghargaan dan kecintaan masyarakat Bali pada seni budaya Bali yang luhur dan mulia. Pesta Kesenian Bali telah menjadi ruang aktualisasi

seniman Bali dalam memanggungkan kualitas capaian berbagai ragam seni dan kerajinan, baik karya cipta perseorangan, kelompok maupun komunal. Oleh sebab itu Pesta Kesenian Bali hadir menjadi ruang untuk mengumandangkan ekspresi seni budaya kolosal.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali, Wayan Koster menyerahkan Piagam Penghargaan Adi Sewaka Nugraha Tahun 2026 kepada 12 seniman yang telah berjasa dalam melestarikan, mengembangkan, dan memajukan seni budaya Bali.

Penghargaan juga diserahkan Gubernur Wayan Koster bersama Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, dan Bupati Klungkung, I Made Satria kepada Pemenang Wimbakara (Lomba) PKB XLVIII untuk Juara I,II,III dan Harapan Lomba Mewarnai, Seni Lukis Wayang Bali, Mesatua Bali, Gender Wayang Anak-Anak, Karya Tulis Berita Kisah untuk Wartawan, Taman Penasar, Tari Barong Ket, dan Lomba Beleganjur Remaja.

Selanjutnya, kepada pemenang Pacentokan (Lomba) Jantra Tradisi Balo 2026 untuk Juara I,II,III dan Harapan Pacentokan Layangan Pecukan, Membuat Sunari, Olahraga Tradisional Tajog Putra, Olahraga Tradisional Terompah Putri, Olahraga Tradisional Hadang Putra dan Putri, dan Olahraga Tradisional Deduplak Putra.

Terakhir, Gubernur Koster menyerahkan Sertifikat Standarisasi dan Sertifikasi Lembaga Seni kepada 9 perwakilan Kabupaten/Kota se-Bali. Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster mengajak krama dan semeton Bali untuk terus mencintai seni budaya Bali.

“Jangan pernah bosan untuk berbudaya, karena budaya-lah yang membuat Bali ini terkenal di dunia, karena budaya Bali menjadi destinasi wisata utama dunia, dan ekonomi Bali tumbuh secara berkelanjutan. Jadi budaya di Bali merupakan warisan adi luhung leluhur kita yang sangat luar biasa, yang membangun berbagai aspek kehidupan,” kata Koster.

Terkait dengan dibukanya FSBJ VIII Tahun 2026, maka perlu diketahui bahwa penyelenggaran Festival Seni Bali Jani VIII Tahun 2026 berlangsung mulai hari ini 11 Juli 2026 sampai dengan 25 Juli 2026 mendatang.

Festival Seni Bali Jani hadir sebagai panggung ekspresi, eksplorasi dan kolaborasi seni lintas batas untuk merespons fenomena dan dinamika perkembangan seni saat ini. FSBJ menjadi ruang temu para sastrawan, dramawan, komposer, koreografer, kreator dan insan-insan kreatif lainnya, untuk menunjukkan karya terbaiknya, membahas isu-isu terkini, dalam sebuah garapan kreatif, inovatif dan eksperimental, mengadaptasi perkembangan teknologi terkini namun tetap kuat berakar pada nilai-nilai luhur tradisi Bali.

Pemerintah Provinsi Bali yang dipimpin oleh Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta memberikan perhatian dan ruang apresiasi yang sama bagi kesenian tradisi dan modern. Keduanya mendapatkan perhatian dan perlakuan yang sama, sebagai upaya pengembangan dan keberlanjutan kehidupan seni budaya di Bali.

Atas hal itu, Festival Bali Jani Tahun 2026 siap menghadirkan berbagai aktivitas seni modern yang dikemas dalam delapan materi pokok FSBJ, yang meliputi 1) Adilango (Pergelaran); 2) Utsawa (Parade); 3) Pawimba (Lomba); 4) Aguron-guron (Lokakarya); 5) Timbang Rasa (Sarasehan); 6) Megarupa (Pameran); 7) Beranda Pustaka (Bursa Buku); dan 8) Pemberian Penghargaan Bali Jani Nugraha.(Ded/Tra).


Gubernur Koster Anugerahi 12 Seniman, Budayawan, Pengabdi Seni Penghargaan Adi Sewaka Nugraha


NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR –Gubernur Bali, Wayan Koster memberikan Penghargaan Adi Sewaka Nugraha kepada 12 Seniman/ Budayawan/ Pengabdi Seni yang telah berjasa dalam penguatan seni tradisi, seni klasik, dan seni rakyat di Provinsi Bali.

Kedua belas Seniman/ Budayawan/ Pengabdi Seni ini, diantaranya bernama Cokorda Putra, ST., M.Si (Seniman Tari), I Nyoman Artana A.Ma, Pd (Seniman Undagi), I Ketut Tarka (Seniman Kerawitan), I Wayan Juana Adi Saputra,S.Sn (Seniman Tari), Wayan Arnawa (Seniman Seni Rupa),

Jro Made Sariani (Seniman Drama Gong), I Putu Manudipa (Seniman Sastra Daerah), I Dewa Gede Darmayasa, S.Skar.,M.Fil.,H (Seniman Kerawitan), I Gusti Ngurah Artawan, S.Sn (Seniman Pedalangan),  Ni Made Kinten (Seniman Tari), I Dewa Gede Alit Saputra (Sastrawan), dan Dr. I Ketut Garwa, S.Sn., M.Sn (Seniman Kerawitan).

Gubernur Bali, Wayan Koster yang menyerahkan langsung Penghargaan Adi Sewaka Nugraha pada acara penutupan Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar, Sabtu (Saniscara Wage, Medangsia) tanggal 11 Juli 2026 malam, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali memberikan apresiasi kepada para Seniman/Budayawan/Pengabdi Seni di Pulau Bali ini dengan bantuan dana sebesar Rp 50 juta, karena tanpa beliau – beliau ini, seni budaya Bali tidak bisa hidup berkelanjutan.

“Gubernur tidak bisa membuat karya seni, tetapi hanya bisa membuat kebijakan, akan tetapi kebijakan tanpa ada pelaku, tidak akan ada artinya. Jadi kita harus berterimakasih kepada pelaku seni budaya Bali, mereka sebagai pelestari yang memajukan seni budaya Bali harus kita apresiasi,” ujar Gubernur Koster.

Gubernur Bali dua periode ini menyampaikan rasa syukurnya, karena di Bali ini ada empat hal penting yang saling bersinergi selama sebulan penuh PKB. Pertama, pencipta karya seni, kedua ada pelaku seni yang menari sampai menabuh; ketiga ada partisipan seni (Gubernur, Bupati/Walikota melalui kebijakannya, red); dan empat ada penonton yang menikmati hasil karya seni.

Sebagai penutup, Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini mengajak semua pemimpin di Bali harus utuh mencintai seni dan budaya Bali. Karena sebagai pemimpin di Bali, mesti membangun ekosistem budaya, dan mendorong para senimannya untuk terus berkarya.

Sebelumnya perlu diketahui, bahwa Penghargaan Adi Sewaka Nugraha adalah anugerah tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Bali di masa kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster kepada para seniman, budayawan, dan pengabdi seni sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengorbanannya dalam melestarikan, mengembangkan, dan memajukan seni dan budaya Bali.(Ded/Tra).


Pengunjung PKB 2026 Tembus 1,8 Juta Orang, 20.929 Seniman Terlibat, Total Omset Penjualan Lebih Rp 16 M

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR –Gubernur Bali, Wayan Koster yang secara resmi menutup Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar, ternyata selama satu bulan penuh penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali sebagai ruang untuk mengumandangkan ekspresi seni

budaya kolosal terbesar di Bali ini mampu meningkatkan antusiasme sekaa/komunitas/sanggar/lembaga seni dalam berkarya yang disaksikan oleh jutaan penonton, hingga memberikan manfaat ekonomi untuk IKM dan pedagang kuliner.

Hal ini dibuktikan dengan jumlah sekaa/komunitas/sanggar/lembaga seni yang terlibat pada Pesta Kesenian Bali ke-48 Tahun 2026 mencapai sebanyak 673 sekaa/sanggar dengan melibatkan 20.929 seniman/pelaku seni.

Kata Gubernur Koster, bahwa lembaga seni yang terlibat pada tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan pada tahun 2025 yang jumlahnya hanya 517, sedangkan untuk jumlah senimannya pada tahun ini juga ikut naik mencapai 900 lebih, dibandingkan pada tahun 2025.

Selain itu, jumlah sajian seni/karya seni yang dipergelarkan pada PKB Tahun 2026 juga ikut naik, yang mencapai sebanyak 879 sajian seni, atau mengalami kenaikan dibandingkan pada tahun 2025 yang hanya berjumlah 529 sajian karya seni.

Apresiasi yang luar biasa dari masyarakat juga diberikan kepada para seniman, budayawan, dan pelaku seni yang tampil di Pesta Kesenian Bali, hal ini dibuktikan dengan tingginya jumlah kunjungan menonton berbagai sajian seni yang dipergelarkan.

Tercatat jumlah pengunjung Pesta Kesenian Bali Tahun ini sebanyak  1.822.857 orang (data sampai tadi siang, pertanggal 11 Juli 2026, red), dimana ada 5.743 orang di dalamnya merupakan Wisatawan Asing.

“Tahun lalu pengunjung Pesta Kesenian Bali hanya mencapai 1,6 juta lebih, jadi pada tahun 2026 ini pengunjungnya meningkat sekitar 200.000 orang lebih. Begitu juga junlah Wisman yang datang ke Pesta Kesenian Bali semakin banyak pada tahun ini, dibandingkan pada tahun 2025 jumlahnya hanya mencapai 2.400 orang,” kata Gubernur Koster yang juga ikut hadir sebanyak 16 kali menyaksikan para seniman, budayawan, dan pelaku seni tampil di Pesta Kesenian Bali.

Tidak hanya hadir langsung, penonton sajian Pesta Kesenian Bali melalui live streaming pada kanal youtobe ditonton sebanyak 2.124.927 tayangan. Angka ini jauh meningkat, dibandingkan dengan kunjungan Pesta Kesenian Bali tahun 2025 dengan jumlah kunjungan sebanyak 1.639.543 orang.

Kemudian untuk diketahui bersama, penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali bukan saja hadir sebagai panggung apresiasi seni budaya, tetapi juga mampu menjadi etalase karya budaya, kriya, dan kerajinan masyarakat Bali yang berkualitas unggul. Melalui kegiatan Kandarupa (Pameran) Seni Rupa dan Pameran IKM Bali Bangkit, kesenian tidak hanya diapresiasi tetapi juga diberdayakan.

Pameran ini mendorong para perajin Bali naik kelas, dengan menghadirkan karya seni yang berkualitas dengan harga pantas. Hasilnya, pameran ini memberikan dampak signifikan untuk meningkatkan  kesejahteraan masyarakat Bali. Selama sebulan pelaksanaan Pesta Kesenian Bali Pameran IKM Bali Bangkit yang terdiri dari 124 pelaku IKM, per tanggal 10 Juli 2026 omset penjualannya mencapai Rp 11.271.843.966,00.

Sedangkan Pameran Kuliner Tradisional Bali menghadirkan 75 stand kuliner, tercatat hingga tanggal 10 Juli 2026 memiliki omset penjualan mencapai Rp.5.067.733.000,00.

“Omset penjualan kuliner tradisional Bali tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Koster, pada Sabtu (Saniscara Wage, Medangsia) tanggal 11 Juli 2026 malam, seraya mengatakan jadi selain menyaksikan seni budaya di Pesta Kesenian Bali, kita juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi IKM dan pedagang kuliner tradisional khas Bali.(Ded/Tra).


 

Sensus Ekonomi 2026 akan Jadi Potret Kondisi Perekonomian Bali Kedepan 

0

Gubernur Koster Dukung Sensus Ekonomi, Sebagai Penguatan Komitmen Susun Perencanaan Pembangunan


NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l  Gubernur Bali Wayan Koster mendukung pelaksanaan sensus ekonomi yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik. Secara tegas pihaknya meminta kepada seluruh jajarannya agar menggunakan data sebagai landasan yang pasti dan akurat, dalam menyusun setiap perencanaan pembangunan ke depan, hal ini dilakukan untuk memetakan anggaran dan perencanaan kebijakan ke depan.

Hal ini disampaikan saat sambutannya serangkaian acara penguatan komitmen bersama menyukseskan sensus ekonomi 2026 Provinsi Bali, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Sabtu (11/7).

Ditambahkannya, pihaknya mengajak seluruh Kepala Daerah dan jajaran di wilayahnya masing-masing untuk membantu sensus ini, “bagi warga dan masyarakat Bali, saya minta agar bersama – sama membantu pelaksanaan sensus ekonomi ini, sebagai landasan pemetaan anggaran untuk perencanaan kebijakan pembangunan ke depan, dengan cara memberikan data akurat dan benar, agar tepat waktu dan bermanfaat untuk menyusun kebijakan sesuai data”, imbuhnya.

Sensus Ekonomi 2026 kali ini tidak hanya mendata seluruh unit usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga usaha besar, tetapi juga melakukan pembaruan data ekonomi keluarga. Hal ini sangat penting karena pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dari tumbuhnya aktivitas usaha, melainkan juga dari sejauh mana pertumbuhan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Gubernur Wayan Koster menambahkan bahwa melalui data ekonomi keluarga, pembaruan maka akan diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat, pola penghidupan keluarga, keterkaitan antara kegiatan usaha dan kesejahteraan rumah tangga, serta berbagai dinamika ekonomi yang terjadi di tingkat akar rumput.

Dengan demikian, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan mampu memberikan potret yang lebih utuh mengenai kondisi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Ditambahkannya lagi, bagi Provinsi Bali, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki arti yang sangat strategis, dimana sebagai daerah yang memiliki karakteristik ekonomi yang unik dengan kekuatan pada sektor pariwisata, pertanian, perikanan, perdagangan, industri kreatif, serta usaha mikro, kecil, dan menengah, Bali membutuhkan data yang berkualitas untuk memastikan kebijakan pembangunan dapat dirumuskan secara tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Oleh karena itu, hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu memberikan gambaran yang utuh mengenai kondisi perekonomian Bali, struktur usaha, persebaran aktivitas ekonomi antarwilayah, produktivitas sektor-sektor ekonomi, perkembangan UMKM, tingkat daya saing daerah, serta kondisi ekonomi keluarga sebagai fondasi utama pembangunan masyarakat Bali.

Kebijakan memulai lebih awal ini diambil sebagai langkah antisipatif agar proses sensus tidak berbenturan dengan perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Oleh karena itu, atas nama Pemerintah Daerah dan segenap masyarakat Bali, Saya menyampaikan terima kasih kepada Ibu Kepala BPS RI atas kebijaksanaan dan kelonggaran waktu yang diberikan. Dengan begitu, umat Hindu di Bali dapat menjalankan hari raya dengan tenang, dan akurasi data sensus pun terjaga dengan optimal.

Melalui pendataan unit usaha dan pembaruan data ekonomi keluarga, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghadirkan gambaran yang utuh mengenai hubungan antara pertumbuhan ekonomi, ketahanan keluarga, kesejahteraan masyarakat, pemerataan pembangunan antarwilayah, serta keberlanjutan pembangunan daerah. Data tersebut akan menjadi fondasi yang sangat penting dalam mewujudkan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali secara terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Dengan data yang akurat dan berkualitas, akan dapat diketahui sektor-sektor ekonomi yang perlu diperkuat, potensi-potensi baru yang perlu dikembangkan, wilayah-wilayah yang memerlukan perhatian lebih besar, serta berbagai tantangan yang harus segera diatasi. Data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang baik, dan kebijakan yang baik akan menghasilkan pembangunan yang lebih berkualitas bagi masyarakat Bali.

Secara tegas, Gubernur Wayan Koster juga menginstruksikan kepada seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali agar nantinya memanfaatkan hasil Sensus Ekonomi 2026 sebagai salah satu basis utama dalam penyusunan kebijakan, program pembangunan, penganggaran, serta evaluasi pembangunan daerah. Dengan demikian, setiap keputusan yang diambil dapat didasarkan pada data yang objektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kompas bagi perjalanan bangsa, karena dengan data yang berkualitas, maka arah pembangunan akan tepat dan Indonesia bergerak maju menuju kemajuan.

Untuk itu, pihaknya menyampaikan pesan kepada ribuan para anggota Sensus Ekonomi di Bali, untuk mensukseskan pencacahan Sensus Ekonomi 2026, maka jangan sampai ada data yang terlewatkan, dan data yang di sensus juga harus akurat.

Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali saat ini adalah Agus Gede Hendrayana Hermawan menyampaikan mampu menghasilkan basis data yang lebih utuh dan kokoh untuk mendukung perencanaan pembangunan.

Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik setiap 10 tahun sekali, untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan struktur perekonomian Indonesia.

Kegiatan ini menjadi instrumen penting dalam menyediakan data terpercaya sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, serta evaluasi pembangunan di tingkat nasional maupun daerah.

Disampaikannya lagi, untuk mensukseskan Sensus Ekonomi 2026, sebanyak 3.774 petugas Sensus Ekonomi akan turun ke lapangan langsung, door to door selama 2 bulan, (8 Juni sampai pada 31 Agustus mendatang).

Berdasarkan perkiraan data BPS terdapat 647.337 unit usaha yang tersebar di seluruh Provinsi Bali. Yang terdiri atas 1803 usaha besar, 12.578 usaha menengah dan 632.956 usaha mikro kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian. Dengan total sasaran pendataan yang harus dijangkau sebanyak 1,71 juta usaha dan keluarga, dengan 3.774 petugas sensus.

Melalui momentum penguatan komitmen bersama ini, marilah Kita jadikan Sensus Ekonomi 2026 sebagai gerakan bersama untuk membangun Bali berbasis data yang akurat, objektif, dan berkualitas.

Data yang dihasilkan harus mampu menjadi peta jalan pembangunan ekonomi Bali sekaligus memberikan gambaran yang utuh mengenai kondisi usaha, kondisi ekonomi keluarga, potensi daerah, serta arah pembangunan yang ingin Kita capai bersama.

Dengan dukungan seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan, Saya optimistis Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat fondasi ekonomi Bali yang berbasis kearifan lokal, berdaya saing global, tangguh menghadapi perubahan, serta tetap menjaga keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali sebagaimana semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Penguatan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Bali ditandai dengan penancapan kayon.(Tutt/Tra).

Gubernur Koster Minta DPD HKTI Bali Dukung Percepatan Capaian Kedaulatan Pangan

0

NEWS INTERMEDIA.COM l Denpasar-Gubernur Bali Wayan Koster minta dukungan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk percepatan program kedaulatan pangan di provinsi Bali. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pelantikan Made Muliawan Arya (De Gadjah) sebagai Ketua DPD HKTI Bali Periode 2026-2031 di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Jumat (10/7).

Ketua DPD HKTI Bali beserta jajaran pengurus dilantik oleh Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) HKTI yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan bahwa secara umum sektor pertanian di Bali berkembang cukup baik. “Perhitungan kami, produksi kita mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Bali. Bahkan beberapa diantaranya ada yang surplus seperti beras, jagung, bawang merah dan cabai,” ujarnya.

Hanya saja, hingga saat ini Bali mengalami defisit dalam pemenuhan kebutuhan bawang putih sehingga masih mengandalkan import.  Menurut Gubernur Bali dua periode ini, kondisi itu terjadi karena masyarakat lebih menyukai bawang putih import, mengingat harganya lebih murah dibanding hasil produksi petani Bali.

Menyikapi hal ini, Pemprov Bali melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus mendorong perluasan area tanam bawang putih di sejumlah kabupaten seperti Bangli, Jembrana dan Karangasem. “Saya terus dorong perluasan area tanam bawang putih. Kalau produksinya sudah cukup, kita bisa hentikan import,” imbuhnya.

Ditambahkannya, hal ini juga berkaitan dengan upaya mewujudkan kedaulatan pangan Bali. “Salah satu prioritas pembangunan Bali adalah upaya mewujudkan kedaulatan pangan,” sebutnya.

Masih dalam sambutannya, Gubernur Koster menyinggung besarnya kontribusi sektor pertanian pada PDRB Bali yang mencapai 14 persen. Oleh sebab itu, Pemprov Bali memberi perhatian serius pada sektor pertanian. “Saat ini kami tengah berupaya meningkatkan kapasitas pertanian dari hulu hingga hilir,” katanya.

Selain itu, Pemprov Bali juga memprioritaskan pengembangan pertanian organik, khususnya pada lahan sawah. Ia menyebut, dari 64 hektare sawah, 60 persen diantaranya telah mengantongi sertifikat organik. “Ini sejalan dengan implementasi Perda Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Sistem Pertanian Organik,” ungkapnya.

Program ini mendapat sambutan antusias dari para petani karena peningkatan nilai ekonomi pada produk yang mereka hasilkan. “Ini juga sangat penting untuk menjaga kelestarian dan keanekaragaman hayati sehingga tidak merusak ekosistem,” cetusnya.

Sejalan dengan semakin antusiasnya petani dalam menerapkan sistem pertanian organik, belakangan Bali menghadapi kekurangan suplai pupuk cair.  “Kami berharap dapat kuota lebih banyak karena meningkatnya kebutuhan. Dulu sangat sulit mengarahkan petani ke organik, tapi belakangan sangat antusias,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan selamat kepada Ketua HKTI beserta jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap, kolaborasi pemerintah dan HKTI mampu mendorong kemajuan sektor pertanian di Daerah Bali.

Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono mengajak HKTI Bali berperan aktif dalam program ketahanan pangan. “HKTI harus bisa menjembatani kebutuhan petani kita. Saya berharap tak ada lagi petani yang hidupnya tidak baik dan tak ada lagi produk pertanian yang dibeli dengan harga rendah,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi program Pemprov Bali dalam memajukan sektor pertanian dan siap memberi dukungan penuh, termasuk penambahan kuota pupuk cair.

Sementara itu, De Gadjah menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Koster sehingga kegiatan pelantikan dapat berjalan dengan waktu persiapan yang sangat singkat. Ia menyebut Gubernur Koster sebagai sosok penyelamat yang mengedepankan sinergi untuk kepentingan Bali.

Sebagai Ketua HKTi Bali yang baru dilantik, ia menilai jabatan ini adalah sebuah amanah dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan baik.  “Dengan dukungan Bapak Gubernur, kita berkolaborasi untuk kepentingan para petani Bali,” pungkasnya.(Dsk/tra)

Dekranas Perkuat Sinergi Daerah, Ny. Putri Koster Hadiri Syukuran HUT ke-46  Makassar


Ketum Dekranas:; Pengurus Dekranas Harus Terus Hadirkan Gagasan Kreatif dan Inovatif

NEWS INTEEDIA.COM l MAKASSAR – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, didampingi Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menghadiri acara Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang berlangsung di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (10/7).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-46 Dekranas yang diselenggarakan pada 9–12 Juli 2026 dengan mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia.”

Syukuran HUT ke-46 Dekranas dihadiri Ketua Umum Dekranas, Ny. Selvi Gibran Rakabuming, jajaran pengurus Dekranas Pusat, ketua dan pengurus Dekranasda provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia, serta ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kriya yang turut berpartisipasi dalam pameran nasional.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Dekranas, Ny. Selvi Gibran Rakabuming, menegaskan bahwa selama 46 tahun Dekranas telah menjadi wadah pembinaan bagi para perajin di seluruh Indonesia.

Berbagai program pembinaan terus dilaksanakan secara berkelanjutan, khususnya bagi perajin skala kecil agar mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan memiliki daya saing hingga tingkat internasional.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus Dekranas Pusat maupun Dekranasda provinsi, kabupaten, dan kota yang selama ini konsisten mendampingi para pelaku UMKM di daerah.

Menurutnya, seluruh pengurus Dekranas harus terus menghadirkan gagasan kreatif dan inovatif dalam memajukan UMKM Indonesia. Sinergi yang kuat antara Dekranas dan Dekranasda menjadi ujung tombak dalam memperkuat sektor kerajinan nasional sekaligus mewujudkan cita-cita agar para perajin Indonesia semakin mendunia.

Dalam laporannya, Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan, Ny. Naoemi Octarina Sudirman, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-46 Dekranas bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat kolaborasi nasional dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

Pemilihan Trans Studio Mall Makassar sebagai lokasi penyelenggaraan didasarkan pada tingginya jumlah pengunjung yang mencapai sekitar 40 ribu orang setiap hari sehingga diharapkan mampu memperluas promosi produk kriya Nusantara.

Pameran tahun ini diikuti sekitar 200 stan dengan melibatkan kurang lebih 3.000 pelaku UMKM dari seluruh Indonesia. Selama penyelenggaraan pada 9–12 Juli 2026, berbagai kegiatan turut digelar, mulai dari pameran produk unggulan, fashion show, talkshow, hingga workshop yang diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing para perajin Indonesia.

Keikutsertaan Dekranasda Provinsi Bali dalam peringatan HUT ke-46 Dekranas menjadi wujud komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Dekranas Pusat dan seluruh Dekranasda di Indonesia dalam memajukan sektor kerajinan nasional.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan semakin banyak perajin, termasuk perajin Bali, yang mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jejaring pemasaran, serta membawa kriya lokal menembus pasar global sejalan dengan semangat “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia.” (Eka/Tra).

 

Menhub dan Gubernur Koster Bahas Revitalisasi Pelabuhan Celukan Bawang hingga Program Water Taxi

0

Menhub Dukung Pengembangan Bandar Udara Letkol Wisnu di Bali Utara


NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Menhub RI), Dudy Purwagandhi membahas program penguatan transportasi udara, laut dan darat di Provinsi Bali dengan menghadirkan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Bupati Klungkung, I Made Satria, Bupati Karangasm, I Gusti Putu Parwata dan Bupati Badung yang diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung.

Pertemuan yang berlangsung Kamis (Wraspati Paing, Medangsia) 9 Juli 2026 di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar ini menyimpulkan, bahwa Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mendukung usulan Gubernur Bali, Wayan Koster untuk, pertama mengembangkan Bandar Udara Letkol Wisnu di Kabupaten Buleleng menjadi bandara khusus untuk meringankan beban pelayanan transportasi udara di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Kedua, merevitalisasi Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng dengan menyediakan transportasi Kapal Roro untuk memecah kepadatan arus transportasi di Denpasar – Gilimanuk di saat musim libur atau mudik Idul Fitri.

Ketiga, mendukung proses pembangunan Pelabuhan Kusamba di Kabupaten Klungkung, Pelabuhan Amed di Kabupaten Karangasem, dan Pelabuhan Sangsit di Kabupaten Buleleng; dan keempat, membangun transportasi Water Taxi di Kabupaten Badung, untuk meningkatkan konektivitas Bandara I Gusti Ngurah Rai-Canggu, sekaligus mengurangi kemacetan dengan waktu tempuh yang sebelumnya 1,5 – 2 jam, berkurang menjadi 30 menit.

Khusus untuk Bandar Udara Letkol Wisnu, Gubernur Koster menjelaskan bahwa pihaknya telah merencanakan pengembangan Bandar Udara Letkol Wisnu menjadi bandara khusus untuk melayani kebutuhan khusus, seperti pendaratan darurat apabila di Ngurah Rai mengalami ‘’problem’’, sebagai layanan privat jet, penerbangan carter, logistik, dan peralatan.

Sebagai bentuk keseriusan program ini, lanjut Koster, Pemrov sudah membentuk badan usaha dan berencana membebaskan lahan, sekiranya ada yang mau join untuk investasi, Pemprov Bali sangat terbuka mau mengundang adanya investasi yang masuk.

‘’Untuk itulah, kami harapkan bandar udara Letkol Wisnu ini bisa mengatasi ‘problem’ lalu lintas udara di Bali, dan sampai saat ini belum berfikir untuk mengembangkan bandara komersial seperti bandara Ngurah Rai, karena Bali ini kecil kita harus mencegah lahan yang produktif agar tidak tergerus dan terancamnya pangan beserta ekosistem Subak yang telah ada, hal ini juga bagian untuk mewujudkan quality tourism di Bali,’’ jelas Gubernur Bali.

Sementara Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi menegaskan dirinya sangat konsern dengan masalah transportasi di Bali, karena Pulau Dewata merupakan magnet bagi masyarakat dunia untuk berwisata.

Menhub menyadari adanya kapasitas bandara Ngurah Rai yang terbatas ditambah dengan kapasitas penyebrangan laut yang kurang memadai ditengah tingginya jumlah masyarakat yang berpergian ke Bali hingga menimbulkan kepadatan lalu lintas yang cukup besar, maka untuk transportasi udara, Bandara Letkol Wisnu akan ditawarkan pengerjaannya kepada investor dan akan fokus di bandara ini.

‘’Ini adalah pengembangan bandara eksisting. Harapan kita bisa diwjudkan, agar Bali Utara bisa berkembang seperti di Bali Selatan. Saya akan tutup pembicaraan di Kubutambahan, dan lain sebagainya dan Saya akan pastikan di Letkol Wisnu, Buleleng menjadi fokus kami, karena kondisinya relatif ‘clear’ dan tidak ada lagi mengenai masalah lahan, termasuk lingkungan hidup,’’ jelas Menteri Perhubungan.

Kemudian untuk infrastruktur laut, Menhub menyampaikan pihaknya sudah meminta Pelindo yang memiliki Pelabuhan Celukan Bawang agar direvitalisasi, sehingga bisa menampung penyebrangan dari Jangkar dan Banyuwangi.

Untuk Pelabuhan Amed dan Sangsit, lahannya akan ditawarkan ke pihak swasta, dan apakah akan difungsikan sebagai terminal logistic atau bagaimana, masih akan dipikirkan. Terpenting kedepannya, Pelabuhan ini, termasuk yang di Kusamba, Klungkung harus dikembangkan, karena bisa menjadi industri pariwisata yang berbeda dengan pariwisata di Bali Selatan.

Sedangkan program Water Taxi di Kabupaten Badung, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi berharap bulan Nopember ini sudah selesai fasilitasnya di kawasan Ngurah Rai. Namun, dalam proses pengerjaannya masih menunggu Kementrian PU melakukan normalisasi pantai di kawasan tersebut.

‘’Mudah – mudahan ini bisa terwujud sebagai alternatif transportasi dalam mengatasi kepadatan jalan di Canggu,’’ tegasnya saat didampingi Dirjen Perhubungan Udara, Dirjen Perhubungan Laut, dan Dirut PT. Pelindo dalam rapat yang berlangsung di Kertha Sabha.(Ded/TRA).

Presiden RI Prabowo Resmikan 5 Bendungan Secara Serentak


Gubernur Koster Hadiri Peresmian Bendungan Sidan oleh Presiden RI


NEWS INTERMEDIA.COM l BADUNG – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto secara serentak meresmikan lima bendungan di lima Provinsi, salah satunya Bendungan Sidan di Provinsi Bali yang disaksikan secara langsung melalui virtual oleh Gubernur Bali, Wayan Koster pada, Jumat (Sukra Pon, Medangsia) 10 Juli 2026 dari Kabupaten Badung, Bali.

Sedangkan keempat bendungan yang lain diresmikan diantaranya meliputi, Bendungan Meninting, Lombok Barat di Nusa Tenggara Barat (NTB), Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, serta Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah.

Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto yang hadir langsung di Bendungan Meninting, NTB dengan melakukan prosesi peresmian berupa penekanan sirine dan penandatanganan prasasti menegaskan bahwa kelima bendungan ini memiliki total investasi negara yang mencapai Rp9,79 triliun, dan diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional, kemudian diproyeksikan mampu menghasilkan hingga 1 juta ton beras, serta membawa dampak masif bagi ketahanan pangan, penyediaan air bersih, pengendalian bencana, hingga swasembada energi hijau.

Dari Provinsi Bali, kehadiran Gubernur Bali, Wayan Koster dalam acara peresmian Bendungan Sidan didampingi Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., Kapoksahli Pangdam IX/Udayana, Brigadir Jenderal TNI I Ketut Mertha Gunarda, Wakil Ketua DPRD Bali, I Gede Komang Kresna Budi, Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun, Dandim 1616/Gianyar, Kejari Gianyar, dan Kejari Bangli.

Untuk diketahui, Bendungan Sidan terletak di daerah aliran Sungai Ayung, dimana lokasi Tapak Bendungan dan Genangan berada di Desa Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, dan Desa Buntutin, Desa Mengani, Desa Langgahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Bendungan Sidan, tercatat memiliki nilai kontrak Rp 1.800 T (Rp 1,8 T) dengan Masa Konstruksi 2018-2024, kemudian memiliki kapasitas tampungan 5,76 juta meter kubik/s, dengan luas genangan 37,15 ha, tinggi bendungan yang mencapai 68 meter, dan tipe bendungan Zonal Inti Aspal.

Manfaat Bendungan Sidan dapat menyalurkan air baku sebanyak 1,75 meter kubik/s untuk wilayah Kota Denpasar 0,75 meter kubik/s, Kabupaten Gianyar 0,3 meter kubik/s, Kabupaten Tabanan 0,2 meter kubik/s, dan Kabupaten Badung 0,5 meter kubik.

Bendungan ini juga mampu melayani Layanan Irigasi seluas 9.598 Ha dengan Panjang Jaringan Irigasi mencapai 123,19 Km, serta mampu menjadi Reduksi Banjir yang mencapai 108 Ha, dan bermanfaat untuk energi 8,08 MW yang bersumber dari PLTA 0,65 MW dan PLTS Terapung 7,43 MW.(*Ded/Gustra).

Info Jembrana Terkait Pelinsos, Pelantikan OPD dan Ranperda Inisiatif

0

Pemkab Jembrana Kerahkan Seluruh ASN Jadi Agen Perlinsos, Sasar Pendataan Digital Bantuan Sosial


NEWS INTERMEDIA.COM l Jembrana – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana mulai menggerakkan digitalisasi data perlindungan sosial (Perlinsos) dengan mengerahkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).

Terhitung mulai Jumat (10/7/2026), para ASN turun langsung ke lapangan sebagai Agen Perlinsos untuk melakukan pendataan dan verifikasi warga yang berpotensi menerima bantuan sosial.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Jembrana membangun basis data penerima bantuan yang lebih akurat. Melalui pendataan berbasis digital, pemerintah ingin memastikan bantuan sosial benar-benar diterima masyarakat yang memenuhi kriteria.

Sekda Jembrana, I Made Budiasa menyampaikan seluruh ASN kini tidak hanya menjalankan tugas administratif di kantor, tetapi juga diberi tanggung jawab untuk mendukung validasi data sosial masyarakat.

“Mulai hari ini seluruh ASN kita bergerak ke lapangan sebagai Agen Perlinsos. Mereka menjadi ujung tombak untuk memastikan data masyarakat benar-benar sesuai kondisi di lapangan. Dengan data yang valid, bantuan pemerintah bisa lebih tepat sasaran,” ujar Sekda Budiasa sesuai amanat dan arahan pimpinan, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan.

Menurutnya, digitalisasi Perlinsos menjadi langkah penting untuk memperbaiki tata kelola data penerima bantuan. Sistem tersebut diharapkan mampu mengurangi data ganda, mempercepat proses pembaruan data, sekaligus meningkatkan transparansi dalam penyaluran berbagai program perlindungan sosial.

Pendataan dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana tanpa terkecuali. Setiap ASN telah mendapatkan wilayah penugasan dan akan berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun kelurahan untuk melakukan verifikasi secara langsung kepada masyarakat.

Dalam prosesnya, petugas akan melakukan pendataan melalui aplikasi digital yang telah disiapkan. Berbagai informasi akan diverifikasi, mulai dari identitas keluarga, kondisi sosial ekonomi, hingga kelayakan sebagai calon penerima manfaat program bantuan pemerintah.

Pemkab Jembrana menargetkan proses pendataan rampung dalam waktu kurang dari satu bulan. Hingga 31 Juli 2026, seluruh kepala keluarga (KK) di wilayah penugasan masing-masing Agen Perlinsos ditargetkan telah masuk ke dalam sistem digital Perlinsos.

Budiasa berharap keterlibatan seluruh ASN mampu mempercepat terwujudnya satu data perlindungan sosial yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan sosial, termasuk penyaluran bantuan kepada masyarakat.

“Keberhasilan program ini juga membutuhkan dukungan masyarakat. Karena itu kami mengajak seluruh warga memberikan informasi yang benar kepada petugas agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan,” pungkasnya.

Pemkab Jembrana juga mengimbau pemerintah desa, perangkat kewilayahan, hingga masyarakat untuk mendukung pelaksanaan pendataan digital tersebut. Sinergi seluruh pihak dinilai menjadi kunci dalam menghadirkan sistem perlindungan sosial yang lebih adaptif, transparan, dan tepat sasaran di era digital. (WIS/TRA).


Gunakan Sistem Manajemen Talenta untuk Pertama Kali, Bupati Kembang Lantik 5 Kepala OPD di TPA Peh

NEWS INTERMEDIA.COM l Jembrana –Untuk pertama kalinya, pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemkab Jembrana resmi menggunakan sistem Manajemen Talenta (Talent Management ) . Hasil dari sistem berbasis merit tersebut melahirkan lima Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) definitif yang resmi dilantik oleh Bupati Jembrana pada Selasa (7/7) sore.

Menariknya, prosesi pengambilan sumpah jabatan eselon II ini digelar dengan suasana yang tidak biasa dan sarat akan pesan mendalam, yakni di tengah Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara.

Bupati Kembang menegaskan, pemilihan TPA Peh sebagai lokasi pelantikan bukan sekadar mencari sensasi unik. Ia ingin momen krusial ini memberikan kesan mendalam yang memiliki “roh” dan makna nyata, mengingatkan para pejabat bahwa setiap kebijakan yang diambil harus menyentuh langsung persoalan mendasar di masyarakat, salah satunya adalah penanganan sampah.

” Pelantikan hari ini adalah tonggak penting. Untuk pertama kalinya, kita menerapkan sistem Manajemen Talenta dalam menentukan pimpinan OPD. Ini adalah bukti komitmen kita terhadap penataan birokrasi yang objektif, kompeten, dan berbasis kinerja,” ujar Bupati Kembang.

Pelantikan ini sekaligus menandai berakhirnya masa tugas kelima pejabat tersebut sebagai Pelaksana Tugas (Plt), dan kini resmi memimpin instansi masing-masing secara definitif. Berdasarkan hasil seleksi manajemen talenta, kelima pejabat yang dilantik adalah:

1. I Wayan Putra Mahardika, S.Sos .,MM Sebelumnya Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Jembrana) – Dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman (LHPKP).

2. I Wayan Harta Wijaya, ST,MT (Sebelumnya Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Jembrana) – Dilantik sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (KUP).

3. I Putu Nova Noviana, SSTP., M.Si. (Sebelumnya Camat Mendoyo) – Dilantik sebagai Sekretaris DPRD (Sekwan) Jembrana.

4. I Putu Oka Santhika, SSTP., M.Si Camat Melaya) – Dilantik sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

5. I Made Cipta Wahyudi, S.Kom., M.Eng ., M.Si .Sebelumnya Sekretaris Dinas Kominfo) – Dilantik sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Usai melantik, Bupati Kembang langsung memberikan instruksi spesifik dan target tegas kepada masing-masing pejabat baru agar segera melahirkan inovasi tanpa menunda waktu. Kadis LHPKP Ditargetkan utuk menuntaskan masalah krusial sampah dari hulu ke hilir secara terintegrasi.

Kepada Kadis Kominfo, Diminta bergerak cepat menyiapkan sistem tata kelola digital atau aplikasi yang mempermudah kegiatan kedinasan agar lebih simpel, efisien, dan akuntabel. Sementara Kepala BKPSDM, diharapkan mampu merancang sistem kerja yang mampu memaksimalkan kinerja aparatur demi peningkatan mutu pelayanan publik.

Kadis KUP, Diwajibkan memperkuat akses pasar dan menggencarkan promosi produk-produk UMKM Jembrana agar naik kelas dan dikenal luas. Terakhir , terhadap Sekretaris DPRD (Sekwan)agar responsif dalam mengakomodasi saran-saran dari wakil rakyat demi terciptanya harmonisasi pemerintahan yang lebih baik.

“Saya minta seluruh pejabat yang dilantik hari ini, yang merupakan putra-putri terbaik hasil Manajemen Talenta, untuk langsung bekerja. Tidak ada waktu bersantai, segera lahirkan inovasi dan urus masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” pungkas Bupati Kembang. (Wis/Tra).


Wabup Ipat Sampaikan Pendapat Ranperda Inisiatif DPRD

NEWS INTERMEDIA.COM l Jembrana – DPRD Kabupaten Jembrana menggelar Rapat Paripurna II masa persidangan III Tahun 2025/2026, di ruang sidang utama DPRD kabupaten Jembrana, Kamis (9/7/2026).

Dipimpin ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, Rapat Paripurna ini mengagendakan Pendapat Bupati Jembrana terhadap Ranperda inisiatif DPRD serta Pandangan Umum Fraksi tentang Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2025

Mewakili Bupati Jembrana, Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) membacakan pendapat Bupati terhadap Ranperda inisiatif DPRD Jembrana tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat.

Secara umum, Ia memberikan sejumlah masukan terkait dengan teknis penyusunan Ranperda seperti perbaikan penulisan, penyempurnaan isi dan penyesuaian dengan peraturan perundang yang telah ada.

Ranperda tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat serta Pelindungan Masyarakat disambut baik Wabup Ipat, menurutnya inisiatif ini bukan sekedar pelaksanaan fungsi legislasi sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi

Lebih dari itu, Pihaknya memandang bahwa ini merupakan sebuah ikhtiar untuk menghadirkan instrumen hukum daerah yang mampu mengikuti denyut perkembangan zaman, menjawab tantangan masa kini, sekaligus menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya Jembrana yang lebih kedepannya.

“Kita semua memahami bahwa hingga saat ini, masih berpedoman pada Perda Nomor 5 Tahun 2007 tentang Kebersihan dan Ketertiban Umum. Hampir dua puluh tahun lamanya, Perda ini telah menjadi pijakan dalam menjaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Namun sejarah selalu mengajarkan bahwa tidak ada satu pun regulasi yang dapat berdiri melampaui perubahan zaman tanpa pembaruan,” ucapnya.

Lanjut Ipat, masyarakat saat ini terus berkembang, pola kehidupan semakin dinamis, tantangan penyelenggaraan pemerintah semakin kompleks, dan kebutuhan akan kepastian hukum semakin tinggi.

“Apa yang dahulu telah menjawab kebutuhan masyarakat, hari ini belum tentu mampu menjawab tantangan masa depan. Sebab instrumen hukum yang baik bukanlah instrumen hukum yang sekedar tertulis diatas lembaran kertas, melainkan instrumen hukum yang mampu hidup, tumbuh, dan bergerak seiring perkembangan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, terkait pangdangan umum fraksi DPRD Jembrana tertadap Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Dari lima fraksi yang menyampaikan pandangannya, semua menyatakan menerima.

Fraksi PDI Perjuangan melalui I Nengah Budiasa menyampaikan bahwa Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran 2025, antara rencana dan realisasi serta laporan dengan kenyataan sesuai norma-norma yang ada.

“Untuk itu, Fraksi PDI Perjuangan, menyatakan dukungan penuh terhadap setiap kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat Kabupaten Jembrana,” ungkap Negah Budiasa

Sementara itu, Fraksi Partai Golkar melalui I Putu Sudiasa, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Jembrana, terlebih setelah menerima opini WTP 12 kali berturut-turut dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) atas akuntabilitas dan trasparansi pengeloaan keuangan daerah.

Fraksi Partai Golkar berpandangan bahwa opini WTP bukanlah tujuan akhir melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah, memperkuat sistem pengendalian internal, meningkatkan kepatuhan terhadap perundang-undangan serta memastikan setiap rupiah yang telah dibelanjakan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jembrana.

“Pemerintah daerah memastikan bahwa keberhasilan memperoleh opini WTP juga diikuti dengan peningkatan kualitas pembangunan, pelayanan publik, serta manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana ,” kata Putu Sudiasa.

Kemudian, Fraksi Partai Gerindra melalui I Ketut Sadwi Darmawan, menyampaikan penghargaan dan mengapresiasi atas berbagai capaian dan prestasi yang telah diraih dalam kurun waktu yang relatif singkat.

“Capaian tersebut dinilai sebagai hasil kerja keras Bupati dan Wakil Bupati beserta jajaran Pemkab Jembrana yang saling bersinergi. Dalam optimalisasi PAD masih berpotensi dilakukan upaya peningkatan terutama dari sektor pajak daerah, retribusi daerah,” ucapnya.

Sementara dari Fraksi Demokrat melalu I Made Gangga Paribasa, menyampaikan Fraksi Demokrat memandang bahwa APBD bukan sekedar deretan angka, melainkan cermin komitmen bersama untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Jembrana. Anggaran yang terserap dengan baik akan menjelma menjadi infrastruktur yang lebih layak, pelayanan kesehatan yang lebih dekat, pendidikan yang lebih berkualitas, dan peluang ekonomi yang lebih luas

“Oleh karena itu, kami mengajak seluruh jajaran Pemkab Jembrana untuk menjadikan APBD sebagai alat perjuangan nyata demi kemajuan Jembrana. Mari kita satukan langkah, memperkuat sinergi, dan memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar kembali kepada rakyat dalam bentuk kesejahteraan,” kata Gangga Paribasa.

Terakhir, Fraksi Kebangkitan Persatuan melalui H. Muhammad Yunus menyampaikan menyampaikan Fraksi Kebangkitan Persatuan memandang bahwa pelaksanaan APBD merupakan bentuk konkret dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan yang berkelanjutan dan merata. “Kami berharap agar Pemkab Jembrana tetap memberikan prioritas pada sektor-sektor strategis seperti pemberdayaan UMKM, perlindungan sosial, pelestarian budaya dan lingkungan, serta penguatan reformasi birokrasi,” harap H. Muhammad Yunus. (WIS/,Tra).


 

Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Koster Promosikan Kriya Unggulan Bali

0

Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Koster Hadiri  Pameran HUT Ke-45 Dekranas 


NEWS INTERMEDIA.COM l Makassar l Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, didampingi Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menghadiri Pameran Hari Ulang Tahun Ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) sekaligus mempromosikan berbagai produk kriya unggulan Bali. Pameran tersebut berlangsung di Trans Studio Mall Makassar, Sulawesi Selatan, pada 9–12 Juli 2026.

Mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, pameran ini menjadi ajang strategis bagi Dekranasda dari seluruh Indonesia untuk memperkenalkan karya terbaik para perajin daerah, memperluas jejaring pemasaran, sekaligus meningkatkan daya saing produk kerajinan daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Pada kesempatan tersebut, Dekranasda Provinsi Bali menghadirkan beragam produk unggulan hasil karya perajin lokal, yakni Taksu Design, Anom Gold and Silver, Kembang Sari Batik Painting, Werdhi Budaya, Warna Warni, Soka Wangi, Dhara Barong Bali, dan Kembang Pucuk Bordir. Berbagai produk tersebut merepresentasikan kekayaan seni, budaya, dan kearifan lokal Bali yang diwujudkan dalam karya berkualitas tinggi serta memiliki nilai ekonomi yang kompetitif.

Keikutsertaan Dekranasda Provinsi Bali dalam pameran ini merupakan wujud komitmen dalam mendorong kemajuan industri kerajinan daerah melalui promosi yang berkelanjutan, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar bagi para pelaku UMKM dan perajin Bali.

Selain sebagai wadah promosi, pameran HUT Dekranas juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antardaerah dalam mengembangkan industri kriya nasional yang inovatif, berdaya saing, serta mampu menembus pasar global tanpa meninggalkan identitas budaya Nusantara.

Melalui partisipasi dalam ajang nasional ini, Dekranasda Provinsi Bali optimistis produk kriya Bali akan semakin dikenal luas sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai salah satu pusat kerajinan dan ekonomi kreatif unggulan Indonesia. ( Eka/Tra).

Gubernur Koster Dorong Pemanfaatan EBT Laut dan Bali Harus Mandiri Energi

0

Harus Ada Pemanfaatan EBT Laut  Nusa Penida, Bali


Denpasar – Gubernur Bali, Wayan Koster tegaskan bahwa Bali harus mandiri energi dan tidak bergantung dengan pasokan energi dari luar Bali. Hal tersebut ia sampaikan saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) Implementasi Penataan Ruang Laut Berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jaya Sabha Denpasar pada Kamis (9/7).

Sebagai salah satu tujuan wisata utama di dunia, Koster menyampaikan bahwa sangat riskan jika Bali masih bergantung dengan daerah lain untuk memenuhi kebutuhan energinya. Terlebih konsumsi energi di Bali terus meningkat setiap tahunnya akibat pertumbuhan industri dan pariwisata. “Bali harus mandiri energi dengan memanfaatkan energi bersih dan terbarukan,” jelasnya.

Diketahui bahwa kebutuhan energi listrik di Bali saat ini berkisar 1300 MW hingga 1400 MW dimana 400 MW masih bergantung pada jaringan interkoneksi kabel bawah laut dari PLTU Paiton di Jawa Timur.

Berbagai upaya telah Wayan Koster lakukan untuk mendorong visi Bali Mandiri Energi dengan pemanfaatan Energi Bersih dan Terbarukan sebagaimana diamanatkan dalam Pergub Bali No. 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih. Salah satunya adalah dengan akselerasi pemasangan PLTS Atap secara massal pada gedung pemerintahan, bangunan komersial serta bangunan hotel dan industri lainnya.

Kemudian Ia juga mendorong Pembangunan Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) guna mengatasi krisis sampah perkotaan sekaligus menambah bauran EBT dalam memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Dewata.

Tidak hanya itu, Koster saat ini bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui kajian yang dilakukan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) dibawah koordinasi Prof. Dwi Susanto dari Maryland University, Ia tengah melirik pemanfaatan EBT Laut melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) di Kawasan Selat Nusa Penida.

“Saya sudah menangkap idenya dan ini memang sangat kita perlukan. Ternyata kita memiliki potensi besar, ini harus kita manfaatkan sebagai sumber penghidupan masyarakat Bali,” jelasnya.

Prof. Dwi Susanto dari Maryland University USA, menjelaskan bahwa selat-selat di Indonesia termasuk selat-selat di wilayah Nusa Penida memiliki potensi energi arus laut yang besar yang sangat cocok untuk dikembangkan menjadi PLTAL. Lebih lanjut, potensi energi listrik yang dihasilkan dari tiga selat di sekitar Nusa Penida mencapai 376,8 MW. Lebih dari cukup untuk menjadikan Nusa Penida mandiri energi, walaupun pembangunannya akan bersifat modular menyesuaikan dengan kebutuhan.

Sementara itu, Dirjen Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Kartika Listriana melalui sambungan zoom menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas upayanya dalam mendorong pemanfaatan EBT Laut. Ia berharap EBT Laut dapat diterapkan di Pulau Dewata untuk selanjutnya dapat implementasi di daerah lainnya di Indonesia.(Kar/Tra).

KPK Apresiasi Pemprov Bali Gelar Bimtek Desa Antikorupsi

0

 


Dukung Bimtek Desa Antikorupsi, Gubernur Koster Tak Ingin Perbekel Tersangkut Masalah Hukum Pengelolaan APBN dan APBD


NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR-Sebagai ujung tombak dan motor penggerak pembangunan pada struktur pemerintahan terbawah, Gubernur  Bali Wayan Koster tak ingin perbekel tersangkut masalah hukum dalam pengelolaan keuangan negara baik yang bersumber dari APBN maupun APBD.

Oleh karena itu, ia mendukung dan mengapresiasi pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Percontohan Desa Antikorupsi di Provinsi Bali yang melibatkan sejumlah perbekel. Hal itu terungkap dalam sambutan Gubernur Koster saat membuka Bimtek Percontohan Desa Antikorupsi di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis (9/7).

Mengawali sambutannya, Gubernur Koster menyinggung peran perbekel dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di struktur terbawah. “Perbekel memegang peran penting dalam menyukseskan program pembangunan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten hingga kepentingan lokal desa,” ujarnya.

Sangat memahami hal ini saat duduk di DPR RI, Gubernur Koster getol memperjuangkan penguatan posisi desa sehingga melalui kerja kerasnya berhasil merampungkan regulasi yang khusus mengatur tentang desa.

“Keluarnya UU Nomor 6 Tahun 2014 kemudian diimplementasikan dalam kebijakan pemberian alokasi anggaran untuk desa, baik dari APBN maupun APBD. Kenapa kita sasar desa, karena desa adalah entitas terkecil yang paling dekat dengan rakyat. Kalau desa berhasil menjalankan agenda pembangunan, maka sebagian pelayanan publik dan pembangunan akan tuntas,” urainya.

Gubernur Koster menambahkan, niat baik pemerintah mengalokasikan dana yang cukup besar untuk desa belum tentu sampai di tingkat bawah. Karena menurutnya kalau ada uang, ada juga celah untuk nakal. “Ada kesempatan dan ada niat, maka terjadilah tindakan melanggar aturan yang disebut korupsi,” sebutnya.

Mencermati hal ini, saat UU Nomor 6 Tahun 2014 disahkan, ia menggarisbawahi agar dana desa dikelola dengan baik dan akuntabel untuk mencegah terjadinya korupsi. “Ini tentu tidak mudah karena melibatkan lintas kementerian,” imbuhnya.

Dan benar saja, selang beberapa tahun, mulai bermunculan kasus hukum di sejumlah daerah yang melibatkan kepala desa dalam konteks penggunaan uang negara. “Makanya saya selalu wanti-wanti agar di Bali tak ada kasus korupsi yang melibatkan perbekel,” tambahnya.

Sejak periode pertama masa kepemimpinannya, Gubernur Koster memberi atensi serius pada upaya pencegahan korupsi dengan melibatkan unit Kopsurgah KPK RI.

“Kita rutin turun untuk menggulirkan spirit anti korupsi di desa-desa. Saya tak ingin ada kepala desa tersangkut masalah hukum karena korupsi dana desa baik yang bersumber dari APBN maupun APBD Provinsi dan Kota/Kabupaten,” bebernya.

Untuk meningkatkan kesejahteraan aparatur desa, Pemprov Bali juga mengucurkan insentif untuk perbekel dan aparaturnya. “Di Bali ini saya keras karena wilayahnya kecil. Kades adalah ujung tombak dan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan,” tambahnya.

Yang melegakan, secara umum berdasarkan pemantauannya, pemanfaatan dana desa di Bali sejauh ini berjalan cukup baik.

Menutup arahannya, Gubernur kelahiran Desa Sembiran ini menilai Bimtek sebagai kegiatan yang sangat penting untuk menyegarkan dan memperkuat komitmen untuk  pencegahan korupsi. Ke depannya, ia berharap seluruh desa di Bali bisa dilibatkan dalam kegiatan seperti ini.

“Jangan hanya percontohan, tapi harus menjangkau 636 desa di Bali, harus progresif agar lebih bermanfaat. Kalau ada panduan dari KPK, saya siap memimpin dan mengumpulkan seluruh kepala desa,” pungkasnya.

KPK Apresiasi Pemprov Bali

Wakasatgas Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI Ariz Dedy Arham mengapresiasi inisiatif Pemprov Bali menggelar Bimtek Desa Percontohan Antikorupsi. Diterangkan olehnya, program ini dilaksanakan oleh KPK sejak tahun 2021 dan diawali di Yogyakarta. “Hingga saat ini, 235 desa telah menjadi percontohan dan kami bersyukur program masih berjalan dan makin diperluas,” ungkapnya.

Ia berpendapat, program ini memberi dampak positif dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi. Selain itu, ada pula dampak turunan yaitu meningkatnya kesejahteraan masyarakat, insentif dari pemerintah dan dukungan sektor swasta melalui program CSR.

Sementara itu, Inspektur Daerah Provinsi Bali Ida Bagus Gede Sudarsana melaporkan, Bimtek melibatkan perbekel dan aparatur dari 13 desa percontohan yang dipilih melalui proses observasi dan verifikasi. Menurutnya, ini merupakan program pencegahan korupsi yang melibatkan berbagai eleman masyarakat.(Dsk/Tra).

Gubernur Koster Saksikan Parade Gong Kebyar Dewasa Duta Gianyar dan Badung

0

Bersama Ribuan Masyarakat, Gubernur Koster Saksikan Parade Gong Kebyar 

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Sebagai bentuk dukungan terhadap seniman yang tampil di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Gubernur Bali Wayan Koster hadir langsung menyaksikan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar pada Rabu (8/7) malam.

Pada kesempatan ini tampil Komunitas Seni Sanggar Naya Art, Br. Menguntur Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Duta Kabupaten Gianyar dan Komunitas Seni Baturenggong, Br. Delod Bale Agung, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Duta Kabupaten Badung.

Duta Kabupaten Gianyar mengawali dengan persembahan garapan Tabuh Lima Lelambatan berjudul “Guntur Madu”. Sementara Duta Kabupaten Badung mempersembahkan garapan Tabuh Lima Lelambatan Kreasi berjudul “Lawas”.

Pada penampilan kedua, Duta Gianyar mempersembahkan Tari Kreasi Kekebyaran berjudul “Gonggang”. Sementara Duta Kabupaten Badung selanjutnya mempersembahkan Tari Kreasi Kekebyaran berjudul “Masepuh”.

Pada persembahan pamungkas, Komunitas Seni Sanggar Naya Art, Br. Menguntur Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Duta Kabupaten Gianyar mempersembahkan Pragmen Tari berjudul “Sri Tanjung”.

Pragmen tari ini berkisah tentang kesetiaan Sri Tanjung yang difitnah oleh Prabu Sulakrama. Karena hasutan tersebut, sang suami, Sidapaksa, menjadi murka dan membunuh Sri Tanjung. Ketika akhirnya dia tau jika istrinya Sri Tanjung adalah wanita tak berdosa, Sidapaksa harus membayar mahal dengan penggalan kepala Prabu Sulakrama yang sempat menjamuh tubuh yang suci setelah dia ditolak oleh Sri Tanjung.

Sebelum Ia datang membawa penggalan kepala Prabu Sulakrama, Sidapaksa lalu menyerang Prabu Sulakrama dan berhasil memenggal kepalanya untuk dipersembahkan kepada istrinya Sri Tanjung untuk menyucikan jiwanya yang ternoda akibat tubuhnya yang dijamah oleh Prabu Sulakrama. Sementara Komunitas Seni Baturenggong, Br. Delod Bale Agung, Desa Mengwi, Kec. Mengwi, Duta Kab. Badung mempersembahkan Pragmen Tari berjudul “Jero Luh”.

Garapan ini menceritakan hidup Si Luh Punggul periode 1890 masehi, seorang perempuan sepuh yang mengabdikan hidupnya sebagai abdi setia Anak Agung Gede Agung di Puri Gede Abiansemal. Berkat kawisesan atau kekuatan spiritual yang dimilikinya, serta ikatan batin yang kuat dengan permaisuri Agung Gede Agung, Si Luh Punggul dipercaya sebagai pelindung abdi dan pawang hujan yang senantiasa menjalankan tugasnya dengan penuh kesetiaan.

Menjelang akhir hayatnya, Si Luh Punggul menyampaikan sebuah permohonan terakhir agar Tapel (Topeng-red) Rangda diletakkan diatas jasadnya. Permohonan itu bukan sekadar wasiat, melainkan wujud tekadnya untuk tetap mengabdi meskipun raganya telah tiada.

Taksu cerita yang dibawakan oleh Duta Kabupaten Badung ini benar terlihat dan dirasakan dengan turunnya hujan tepat saat puncak cerita pementasan yang langsung disambut gemuruh tapuk tangan penonton yang memadati Panggung Terbuka Ardha Candra.

Acara ditutup dengan foto bersama. Hadir pada kesempatan ini, Bupati Badung Nyoman Adi Arnawa, Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, Kadis Kebudayaan Provinsi Bali Ida Bagus Alit Suryana, Kadis PMA Provinsi Bali  I.G.A.K Kartika Jaya Saputra.(Adi/Tra).


 

Info Denpasar Terkini Soal Pembangunan PSEL Kunker Walikota dan Pasar Rakyat


Proyek Pembangunan PSEL Denpasar Raya Resmi Dimulai,  Jadi Solusi Penanganan Sampah Berkelanjutan


NEWS INTERMEDIA.COM l Denpasar l Upaya mewujudkan sistem pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan di Bali memasuki babak baru. Proyek Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya resmi dimulai melalui seremoni peresmian pembangunan (groundbreaking) yang ditandai dengan menuangkan sampah ke tempat pembuangan sampah di Kawasan Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (8/7).

Ket foto : Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negar bersama Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri seremoni peresmian pembangunan (groundbreaking) yang ditandai dengan menuangkan sampah ke tempat pembuangan sampah di Kawasan Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (8/7).

Proyek strategis ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan sampah di kawasan aglomerasi Denpasar Raya sekaligus mendukung ketahanan energi melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

Peresmian pembangunan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, CEO Danantara Investment Management, Pandu Patria Sjahrir, Gubernur Bali, Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa.

Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, jajaran Forkopimda Provinsi Bali, Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, serta jajaran kementerian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait.

Selain peresmian pembangunan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Penandatanganan Sponsorship Agreement antara PLN dan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) PSEL serta Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) antara PLN dan BUPP PSEL sebagai bagian dari penguatan kerja sama dalam pengembangan energi berbasis pengolahan sampah.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan bahwa pengelolaan sampah merupakan salah satu prioritas pembangunan yang memerlukan dukungan dan sinergi seluruh pihak. Kehadiran fasilitas PSEL Denpasar Raya diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah perkotaan melalui teknologi modern yang tidak hanya mengurangi timbulan dan timbunan sampah, namun juga menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas dukungan dan komitmennya sehingga pembangunan PSEL Denpasar Raya dapat direalisasikan. Ini menjadi angin segar dalam mendukung penanganan persampahan sekaligus mengubah sampah menjadi sumber energi yang bernilai,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut Jaya Negara berharap pembangunan PSEL Denpasar Raya dapat berjalan sesuai rencana dengan mengedepankan prinsip tepat waktu, tepat mutu, dan tepat guna. Dengan demikian, keberadaan fasilitas ini nantinya mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat serta menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya Bali yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kami optimistis kehadiran PSEL Denpasar Raya akan menjadi langkah nyata dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung pembangunan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” imbuhnya.

Sementara itu, CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani yang didampingi CEO Danantara Investment Management, Pandu Patria Sjahrir menegaskan komitmen Danantara dalam menghadirkan investasi yang profesional, transparan, dan akuntabel. Seluruh proses pemilihan mitra dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli independen dan menerapkan tata kelola yang baik guna memastikan keberlanjutan proyek serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Menurut Rosan, proyek PSEL Denpasar Raya merupakan salah satu langkah strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah melalui pemanfaatan teknologi yang telah diterapkan di berbagai negara maju.

“Kami meyakini bahwa pembangunan infrastruktur ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan energi nasional. Proyek ini menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menekankan bahwa keberhasilan dimulainya pembangunan PSEL Denpasar Raya tidak lepas dari semangat gotong royong, kolaborasi, dan kebersamaan seluruh pihak. Menurutnya, fasilitas waste to energy tersebut menggunakan teknologi terbaru berstandar emisi rendah dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.500 hingga 2.000 ton sampah per hari.

Dimulainya pembangunan PSEL Denpasar Raya, lanjut Zulkifli menjadi tonggak penting dalam transformasi sistem pengelolaan sampah di Bali. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat upaya pemerintah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang berwawasan lingkungan.

“Ini merupakan groundbreaking PSEL pertama di Bali. Kami mengucapkan terima kasih kepada Danantara, Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya pembangunan ini. Mudah-mudahan proyek ini dapat selesai sesuai target dan pada akhir tahun 2027 dapat diresmikan sebagai solusi nyata penanganan sampah di kawasan Denpasar Raya,” kata Zulkifli Hasan. (Ags/Gustra).


Ny. Sagung Hadiri Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali di Bangli


NEWS INTERMEDIA.COM  l Bangli ,- Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, didampingi Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, menghadiri kegiatan Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali bertajuk “Berbelanja dan Berbagi” yang digelar di Alun-Alun Kabupaten Bangli, Rabu (8/7).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, Wakil Bupati Kabupaten Bangli I Wayan Diar, serta jajaran TP PKK kabupaten/kota se-Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Sagung Antari Jaya Negara turut menyerahkan bantuan berupa 10 tas belanja kepada 10 orang penerima dari masyarakat Kabupaten Bangli. Tas tersebut berisi berbagai kebutuhan pokok dan produk hasil belanja dari pelaku IKM/UMKM serta pedagang lokal yang berpartisipasi dalam Pasar Rakyat.

Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, kegiatan Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali merupakan program yang memberikan manfaat ganda, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui peningkatan transaksi produk lokal sekaligus menumbuhkan semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Selain dapat berbelanja produk masyarakat, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk berbagi dan mempererat rasa kebersamaan antar daerah di Bali. Program seperti ini sangat positif karena mampu menggerakkan UMKM sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menjelaskan bahwa Pasar Rakyat merupakan gagasan yang telah dimulai pada periode kepemimpinannya tahun 2018–2023 sebagai wadah berkumpulnya seluruh pengurus TP PKK kabupaten/kota se-Bali setiap bulan melalui kegiatan yang produktif.

Menurutnya, pada periode kedua ini pelaksanaan Pasar Rakyat mendapat dukungan pendanaan dari Pemerintah Provinsi Bali sehingga Kabuapten Kota yang mendapat giliran hanya menyediakan tempat, menghadirikan pedagang, IKM dan masyarakat yang kurang mampu untuk dibagikan hasil belanjaan dari Tim PKK Provinsi Bali maupun kabupaten Kota.

Rata-rata dukungan anggaran untuk setiap penyelenggaraan mencapai sekitar Rp200 juta. “Harapan kami, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Bali dan TP PKK kabupaten/kota, nilai transaksi yang dihasilkan mampu melampaui biaya penyelenggaraan. Bahkan para pelaku usaha kuliner, pertanian, dan IKM dapat meraih omzet hingga lebih dari Rp500 juta dalam satu hari. Ini menjadi upaya nyata menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tema “Berbelanja dan Berbagi” diwujudkan melalui pembelian produk-produk lokal oleh seluruh TP PKK kabupaten/kota yang kemudian dibagikan kepada masyarakat yang telah dipilih oleh TP PKK Kabupaten Bangli.

Selain itu, TP PKK Provinsi Bali juga menyalurkan 200 paket bantuan yang terdiri atas beras, telur, dan minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat.

Ny. Putri Koster berharap program Pasar Rakyat dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan oleh TP PKK kabupaten/kota, minimal dua bulan sekali, dengan menghadirkan langsung para produsen sehingga masyarakat memperoleh produk berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus memperkuat daya saing IKM/UMKM lokal. (Ayu/tra)


Walikota  Jaya Negara’ Terima Kunjungan Walikota Padang Panjang


NEWS INTERMEDIA.COM l Denpasar l Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Denpasar menerima kunjungan kerja (kunker) Wali Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatra Barat, H. Hendri Arnis didampingi Forkopimda serta pejabat OPD, di Ruang Rapat Wali Kota Denpasar, Rabu (8/7).

Ket. Foto :Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Denpasar menerima kunjungan kerja (kunker) Wali Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatra Barat, H. Hendri Arnis didampingi Forkopimda serta pejabat OPD, di Ruang Rapat Wali Kota Denpasar, Rabu (8/7). 

Wali Kota Padang Panjang, H. Hendri Arnis menyampaikan dirinya bersama Forkopimda Padang Panjang ingin menjalin komunikasi serta menggali informasi terkait strategi program dan kebijakan Pemkot Denpasar.

”Kota Denpasar adalah kota berhasil menjalankan banyak program. Kami ingin mengetahui dan mempelajari bagaimana cara Kota Denpasar menjalankan tata kelola pemerintahan, pengelolaan desa adat dan desa dinas, serta ketentraman masyarakat, dan keterlibatan forkopimda,” ungkapnya.

Wali Kota Denpasar Jaya Negara mengapresiasi kunker rombongan Pemkot Padang Panjang sebuah langkah awal kerja sama antar kedua kota kedepan akan dapat dikembangkan.

Menyinggung upaya menjalankan tata kelola pemerintahan di Kota Denpasar, Jaya Negara mengatakan, pihaknya telah banyak mendapatkan dukungan dari Pemerintah Pusat serta Forkopimda Kota Denpasar.

“Menjalankan tata kelola pemerintah dan program bagi masyarakat, kami banyak mendapatkan dukungan dari Pemerintah Pusat terutama saat penananganan sampah yang hari ini peresmian pembangunan,” kata Jaya Negara.

Jajaran Forkopimda Kota Denpasar, tambah Jaya Negara, memiliki tantangan tersendiri mengingat Kota Denpasar merupakan Ibu Kota Provinsi Bali, dan pusat pemerintahan.

“Dalam ikhtiar menjalankan program pemerintahan, Kota Denpasar banyak belajar dan mengambil pengalaman dari kota lainnya di Indonesia,” ucap Jaya Negara.

Pelibatan jajaran Forkopimda, lanjut Jaya Negara didasari spririt Sewaka Dharma dan Vasudaiva Kutumbhakam, yakni semangat menyama braya dan berogotong royong, dalam memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

”Nilai semangat Vasudhaiva Kutumbhakam selalu kami tanamkan dalam menjalankan tata kelola pemerintahan. Kami mengadopsi semangat Sewaka Dharma, yakni melayani adalah kewajiban. Kami di Pemkot Denpasar dan Forkopimda serta jajarannya, berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” paparnya. (Eka/tra).


 

Wagub Giri Prasta Ajak Warga Jembrana Miliki Taman Bali Bantengan 

0

NEWS INTERMEDIA.COM l Jembrana l  Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada warga Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, yang bergotong royong membangun Pura Kahyangan Tiga, yakni Pura Desa lan Puseh, sekaligus melaksanakan Upacara Karya Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Mapadudusan Alit, Wraspati Kalpa Utama, lan Ngusaba Desa yang bertepatan dengan Rahina Anggara Kasih Medangsia, Selasa (7/7).

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Giri Prasta menekankan bahwa persatuan, kerja sama, solidaritas, semangat gotong royong, dan rasa persaudaraan harus menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat. “Ngiring sagilik-saguluk salunglung sabayantaka. Dengan begitu, yadnya seberat apa pun akan terasa lebih ringan karena dikerjakan bersama. Hilangkan rasa dengki agar upacara suci, mulai dari persiapan hingga selesai, senantiasa diberikan kemudahan,” ungkapnya.

Selanjutnya, Giri Prasta menyampaikan keinginannya untuk membangun perekonomian masyarakat yang sehat dan berkelanjutan melalui pengembangan Taman Bali Banten, yakni kawasan khusus yang ditanami berbagai jenis tanaman dan bahan kebutuhan upacara, seperti janur, daun pisang, daun beringin, daun sirih, daun pandan, bunga, kelapa, pisang, pinang, dan tanaman penunjang lainnya. Menurutnya, keberadaan taman tersebut akan memudahkan masyarakat memperoleh sarana upacara sekaligus menggerakkan perekonomian desa.

Ia juga mengingatkan bahwa Pura Kahyangan Tiga merupakan pura tempat berstananya Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi Brahma, Wisnu, dan Iswara. Oleh karena itu, Pura Kahyangan Tiga merupakan milik seluruh krama desatanpa membedakan kasta maupun strata sosial.

Usai melaksanakan persembahyangan bersama, Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, melaksanakan penandatanganan prasasti Pura Desa lan Puseh, Desa Pangyangan. (Tutt/Tra).

0

Info Bangli Soal Pasar Rakyat untuk Ruang Berbagi dan Penggerak UMKM

0

Ibu Putri Koster Jadikan Pasar Rakyat sebagai Gerakan Ekonomi dan Perubahan Perilaku


NEWS INTERMEDIA.COM l BANGLI l Pasar Rakyat “Masyarakat Berbelanja dan Berbagi” yang digelar di Alun-Alun Kota Bangli, Rabu (8/7), bukan sekadar ruang transaksi antara penjual dan pembeli.

Di balik antusiasme masyarakat memborong hasil pertanian, hasil peternakan, produk kuliner, hingga produk UMKM, tersimpan sebuah gerakan yang digagas Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus membangun perubahan perilaku masyarakat Bali.

Di hadapan para Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali, jajaran pemerintah daerah, pelaku UMKM, petani, peternak, dan masyarakat, Putri Koster mengisahkan bahwa program tersebut lahir dari sebuah gagasan sederhana saat memimpin TP PKK Provinsi Bali periode 2018–2023.

Ia menginginkan seluruh pengurus PKK se-Bali memiliki wadah untuk berkumpul secara rutin, namun bukan sekadar pertemuan seremonial. “Lalu tiang punya ide, bagaimana kalau seperti arisan, tetapi bentuknya adalah Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi. Jadi setiap bulannya kami keliling,” ungkapnya.

Berangkat dari gagasan tersebut, kegiatan Pasar Rakyat kini terus bergulir dari satu kabupaten ke kabupaten lainnya dengan dukungan Pemerintah Provinsi Bali melalui TP PKK Provinsi Bali. Menurut Putri Koster, dukungan anggaran sekitar Rp200 juta pada setiap penyelenggaraan terbukti mampu memicu perputaran ekonomi masyarakat yang jauh lebih besar.

“Dengan modal yang kita keluarkan rata-rata Rp200 juta, semoga hasil penjualan para produsen, baik kuliner, pertanian maupun IKM, bisa jauh di atas Rp200 juta. Selama ini bahkan ada yang mencapai Rp500 juta, Rp600 juta hingga Rp800 juta,” ujarnya.

Namun, menurut Putri Koster, nilai transaksi bukanlah tujuan utama. Yang lebih penting adalah mempertemukan masyarakat dengan para produsen secara langsung sehingga hasil pertanian, peternakan, dan produk lokal memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik, sekaligus memperkuat semangat gotong royong seluruh pengurus PKK dalam menggerakkan ekonomi rakyat.

Selain berbelanja, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi berbagi kepada masyarakat. Sebanyak 100 warga menerima bantuan berupa paket kebutuhan pokok serta berbagai produk yang dibeli langsung oleh para pengurus TP PKK dari stan-stan pedagang di lokasi kegiatan. Menurut Putri Koster, konsep “Berbelanja dan Berbagi” merupakan wujud nyata kepedulian sekaligus dukungan terhadap para pelaku usaha lokal.

“Belanjaannya tidak kami bawa pulang. Dari dana yang dimiliki PKK, kami berbagi. Kami membeli langsung produk para pedagang di sini agar manfaatnya kembali kepada masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan itu, Putri Koster juga mengajak masyarakat untuk semakin mencintai dan menggunakan produk lokal Bali. Menurutnya, hasil pertanian, peternakan, maupun perikanan Bali memiliki kualitas yang sangat baik sehingga sudah seharusnya menjadi pilihan utama masyarakat Bali.

“Apa yang dihasilkan di Bali sebaiknya dinikmati semaksimalnya untuk Bali. Kekurangannya barulah kita datangkan dari luar. Jangan sampai terbalik, apa yang kita hasilkan di Bali justru kita jual keluar, lalu kita dengan bangga membeli produk dari luar,” tegasnya.

Di tengah upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan, Putri Koster juga menyampaikan pesan yang menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Bali, yakni pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Ia menegaskan bahwa Bali sedang bergerak meninggalkan kebiasaan membuang sampah menuju budaya pengelolaan sampah berbasis sumber sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019.

“Mari Bali mulai dari sekarang mengubah mindset. Sampah yang kita hasilkan adalah tanggung jawab kita sendiri. Pemerintah tugasnya membuat kebijakan, membuat aturan, dan menegakkan aturan. Dengan demikian barulah semuanya menjadi tertib,” ujarnya.

Ia optimistis perubahan tersebut dapat terwujud apabila pemerintah dan masyarakat berjalan bersama. Menurutnya, sebaik apa pun regulasi yang dibuat pemerintah tidak akan bermakna tanpa partisipasi aktif masyarakat dalam melaksanakannya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Bangli sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. Menurutnya, Pasar Rakyat menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi unggulan Bangli, khususnya sektor pertanian dan peternakan.

Ia menjelaskan, Kabupaten Bangli merupakan penghasil telur terbesar di Provinsi Bali sekaligus satu-satunya daerah di Bali yang memproduksi telur Omega-3. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap produk-produk unggulan Bangli semakin dikenal dan mampu diserap oleh seluruh kabupaten/kota di Bali.

Pasar Rakyat kali ini diikuti oleh 27 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM), 65 pelaku UMKM, serta 17 pelaku usaha sektor pertanian. Hingga pukul 10.00 WITA, nilai transaksi yang tercatat telah menembus lebih dari Rp217 juta dan diperkirakan terus bertambah seiring tingginya antusiasme masyarakat hingga penutupan kegiatan pada sore hari.

“Kami berharap seluruh masyarakat Bangli datang berbelanja agar kita bersama-sama membantu UMKM, IKM, petani, dan peternak yang ada di Kabupaten Bangli,” ujar Sariasih Sedana Arta.

Melalui Pasar Rakyat “Masyarakat Berbelanja dan Berbagi”, Putri Koster kembali menegaskan bahwa TP PKK bukan sekadar organisasi pendamping program pemerintah, melainkan motor penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat.

Mulai dari menguatkan ekonomi keluarga, menumbuhkan kecintaan terhadap produk lokal, hingga membangun budaya hidup bersih dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Menurutnya, kesejahteraan masyarakat tidak cukup dibangun melalui kebijakan semata, tetapi juga melalui perubahan perilaku yang dimulai dari keluarga.

Turut mendampingi Putri Koster, Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Bangli Wayan Diar, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Suciati Diar, jajaran Pemerintah Kabupaten Bangli, Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali, para pelaku UMKM, IKM, petani, peternak, serta ratusan masyarakat yang memadati area Pasar Rakyat.(Leonk/Gustra).


Ketua TP PKK Bali: Pasar Rakyat Bukan Sekadar Tempat Berbelanja, tetapi Ruang Berbagi dan Penggerak UMKM


NEWS INTERMEDIA.COM l BANGLI l Antusiasme masyarakat yang memadati Pasar Rakyat di Kabupaten Bangli menjadi pemandangan yang membahagiakan bagi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster.

Tidak hanya warga Bangli, masyarakat dari berbagai kabupaten, seperti Badung, Gianyar, Klungkung, hingga Denpasar, turut datang untuk berbelanja langsung dari para petani, pelaku UMKM, dan perajin lokal.

Suasana penuh semangat tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas Ibu Putri Koster saat berdialog dengan masyarakat melalui siaran interaktif Radio RPKB Bali di Bangli, Rabu (8/7). Dalam siaran tersebut, ia mengajak masyarakat memahami bahwa Pasar Rakyat memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar menjadi tempat berlangsungnya transaksi jual beli.

Menurutnya, Pasar Rakyat lahir dari keinginan sederhana untuk mempererat kebersamaan antarpengurus TP PKK se-Bali sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Selama ini, pertemuan para pengurus lebih banyak berlangsung dalam rapat atau agenda resmi. Melalui Pasar Rakyat, kebersamaan itu diwujudkan dalam aksi sosial yang langsung menyentuh masyarakat.

“Pasar Rakyat menjadi ruang bagi kami untuk bergerak, berbagi, dan mempererat kebersamaan. Selain berkumpul, kami juga bisa menyapa masyarakat sekaligus memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap pelaksanaan Pasar Rakyat melibatkan seluruh TP PKK kabupaten/kota di Bali yang turut membawa paket bantuan sesuai kemampuan masing-masing. Sementara itu, TP PKK Provinsi Bali menyiapkan ratusan paket bantuan berisi beras, kebutuhan pokok, serta berbagai produk lokal yang dibeli langsung dari para pedagang di lokasi kegiatan.

Bagi Ibu Putri, kebahagiaan terbesar bukanlah ketika seluruh rangkaian acara berjalan lancar, melainkan saat melihat senyum para pedagang kecil yang dagangannya habis terjual. Ia mengaku terharu menyaksikan banyak pedagang yang semula ragu membawa dagangannya justru harus beberapa kali pulang mengambil stok tambahan karena tingginya minat masyarakat.

“Hal-hal kecil seperti itu mampu menghadirkan kebahagiaan. Ketika melihat pedagang pulang dengan wajah sumringah karena hasil jualannya laris, di situlah kita merasakan bahwa kegiatan sederhana pun bisa memberikan manfaat yang besar,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan semacam itu juga menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memangkas rantai distribusi. Masyarakat dapat membeli produk langsung dari petani dengan harga yang lebih terjangkau, sementara petani dan pelaku UMKM memperoleh keuntungan yang lebih baik.

Lebih jauh, Ibu Putri menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui bantuan permodalan. Hal yang tidak kalah penting adalah membangun jiwa kewirausahaan, meningkatkan kualitas produk, serta mendorong lahirnya industri pengolahan berbasis potensi lokal.

Ia mencontohkan jeruk Kintamani yang memiliki kualitas sangat baik. Menurutnya, komoditas unggulan tersebut tidak hanya layak dipasarkan sebagai buah segar, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah, seperti jus, sirup, selai, hingga aneka suvenir khas daerah yang mampu memperkuat sektor pariwisata Bangli.

“Jangan hanya menjual hasil panen mentah. Kita harus mulai berpikir bagaimana mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sehingga manfaatnya semakin besar bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ia juga menggarisbawahi pentingnya peran media penyiaran dalam mendukung pembangunan daerah. Di tengah derasnya arus informasi digital, radio dinilainya tetap memiliki posisi strategis sebagai media yang dipercaya masyarakat.

“Radio tetap memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menyampaikan informasi yang akurat sekaligus mengedukasi masyarakat. Karena itu, pelaku UMKM juga perlu memanfaatkan media penyiaran sebagai sarana promosi,” tuturnya.

Tak hanya berbicara mengenai ekonomi kerakyatan, Ketua TP PKK Provinsi Bali tersebut juga mengajak masyarakat membangun kesadaran terhadap pengelolaan sampah dari sumbernya. Ia kembali mengingatkan pentingnya menjalankan Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 dengan membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah.

Menurutnya, sebagian besar persoalan sampah sebenarnya dapat diselesaikan apabila masyarakat disiplin mengelola sampah organik menjadi kompos, sementara pemerintah memperkuat sistem pengelolaan sampah anorganik secara terpadu.

“Sampah kelihatannya persoalan kecil, tetapi bila tidak dikelola dengan benar akan menjadi persoalan besar bagi generasi mendatang. Karena itu, perubahan harus dimulai dari rumah kita masing-masing,” pesannya.

Di penghujung dialog, Ibu Putri kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong.

Menurutnya, keberhasilan membangun Bali tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat dalam menggerakkan ekonomi lokal, mencintai produk daerah, menjaga lingkungan, dan saling menguatkan demi terwujudnya kesejahteraan bersama.(Leonk/Gustra).

Gubernur Koster Ajak  REI  Berkolaborasi Susun Konsep Hunian Masa Depan

0

Buka Rakerda REI, Gubernur Koster Ajak Developer Perumahan Bangun Hunian Bali Hemat Lahan


NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Gubernur Bali Wayan Koster mengajak para pengembang perumahan yang tergabung dalam wadah Real Estate indonesia (REI) berkolaborasi untuk menyusun konsep hunian masa depan yang lebih hemat lahan. Menurutnya, hal ini dibutuhkan guna mengatasi ketersediaan lahan yang kedepannya akan semakin berkurang sejalan dengan pertumbuhan penduduk. Hal itu disampaikan Gubernur Koster dalam sambutan saat membuka Rakerda REI Bali Tahun 2026 di Quest San Hotel Denpasar, Rabu (8/7).

Mengawali sambutannya, Gubernur Koster menyinggung ketersediaan lahan yang menjadi tantangan Bali dalam upaya penyediaan hunian layak huni. Menjawab tantangan tersebut, pengembangan perumahan di Pulau Dewata mesti dirancang secara khusus karena kian berkurangnya lahan.

“Bali itu kecil, luasnya hanya 5.590 kilometer persegi. Secara umum tingkat kepadatan penduduk masih bagus, kecuali Kota Denpasar,” ujarnya.

Menyikapi hal ini, menurutnya Bali membutuhkan desain untuk perumahan warga di kawasan perkotaan dan perdesaan.

‘Kita harus punya desain perumahan dengan pemanfaatan lahan yang lebih efisien. Jangan sampai satu rumah dirancang dengan kebutuhan lahan yang luas, lama-lama lahan akan habis hanya untuk rumah,” urainya.

Lahan Produktif Tak Bisa Dilabrak untuk Kawasan Pemukiman


Ditambahkan olehnya, konsep pemanfaatan lahan yang efisien sejalan dengan implementasi Perda Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Produktif dan Larangan Praktik Nominee.  “Ini berarti, lahan produktif tak bisa dilabrak untuk pengembangan kawasan permukiman. Hanya lahan tak produktif saja yang boleh dikembangkan,” cetusnya.

Untuk itu, ia minta OPD terkait memetakan kawasan yang bisa dikembangkan sebagai permukiman di setiap kabupaten dan kota.

Gubernur Bali dua periode ini juga menyinggung aspirasi REI terkait batas minimum pengembangan perumahan yang saat ini ditetapkan seluas 100 meter persegi. “Ini PR bagi saya. Saya akan bicarakan dengan para bupati agar luasan itu bisa dikurangi agar lebih fleksibel,” imbuhnya.

Ia berpendapat, hal ini harus menjadi perhatian karena kedepan tekanan terhadap lahan akan semakin tinggi sejalan pertambahan jumlah penduduk.

“Tak bisa lagi satu rumah itu 5 are, 10 are. Sudah harus merancang konsep rumah masa depan yang efisien dan efektif. Seperti rumah-rumah di Jepang itu, kamarnya kecil-kecil. Sehingga lebih hemat lahan, khususnya di Kota Denpasar,” pungkasnya.

Ketua DPD REI Bali, Anak Agung Darma Setiawan dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tapi merupakan momentum evaluasi agar organisasi ini makin kuat dan adaptif dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Darma Setiawan menambahkan, pertumbuhan ekonomi merupakan peluang bagi anggota REI karena kebutuhan hunian pasti meningkat.

“Terlebih lagi saat ini pemerintah punya program tiga juta hunian bagi masyarakat. Sebagai organisasi pengembang tertua dan terbesar, REI punya tanggung jawab besar dalam menyukseskan program ini dengan menggerakkan ekosistem dan memberi kontribusi nyata,” terangnya.

Masyarakat Bali harus Bangga, Gubernur Koster Profesional dan Rasional


Sementara itu, Ketua DPP REI Joko Suranto mengapresiasi kehadiran Gubernur Koster pada Rakerda REI Bali.  “Ini membuktikan bahwa Bapak Gubernur Bali profesional dan rasional, masyarakat Bali harus bangga,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Joko Suranto menyinggung tingginya tingkat investasi properti di Daerah Bali yang mencapai Rp. 12, 1 trilyun. Namun demikian, besarnya investasi ini membutuhkan terobosan dan perhatian dari pemerintah.

“Ini penting agar investasi sebesar itu dikelola dengan cara yang baik,” ujarnya. Menurut dia, yang paling dibutuhkan saat ini adalah penetapan zonasi dan kehadiran lembaga yang bertindak  sebagai offtaker.

Ketua Panitia Rakerda REI Bali, Anak Agung Ngurah Ananta Wijaya menginformasikan, kegiatan yang melibatkan 61 peserta ini bertujuan untuk evaluasi dan menyusun program kerja serta menyatukan langkah dalam menghadapi tantangan dalam sektor properti.(Dsk/Tra).