Beranda / Berita Terkini / DENPASAR / DKP Bali Imbau Agar Waspada Terhadap Ubur-Ubur Blue Bottle ‘lngat Jangan Sentuh’!

DKP Bali Imbau Agar Waspada Terhadap Ubur-Ubur Blue Bottle ‘lngat Jangan Sentuh’!

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bali mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak menyentuh ubur-ubur blue bottle atau yang dikenal masyarakat Bali sebagai lateng layar.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Imbauan tersebut karena menyusul munculnya hewan laut di Pantai Sanur, dan sengatannya dapat menimbulkan rasa sakit yang sangat hebat. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bali, Ir. Putu Sumardiana, M.P. di ruang kerjanya, Rabu (29/7) lalu.

Ubur-ubur Bluebottle yang diketahui beracun. Beberapa hari belakangan ubur-ubur ini kembali muncul di Pantai Sanur, Kota Denpasar. (net) 

Putu Sumardiana juga mengatakan fenomena ini merupakan kejadian alam yang hampir terjadi setiap tahun, terutama pada musim angin kencang dan perubahan arus laut dari laut lepas menuju pesisir Bali.

“Bluebottle atau lateng layar ini cukup berbahaya. Sengatannya bisa menyebabkan rasa sakit luar biasa, muncul bilur merah, bengkak, dan nyeri yang dapat berlangsung selama dua sampai tiga hari,” ujarnya,

Menurut Sumardiana, kemunculan Physalia utriculus di Pantai Sanur bukan berarti terjadi serangan hewan laut secara tiba-tiba, melainkan bagian dari fenomena blooming ubur-ubur, yakni peningkatan populasi ubur-ubur secara drastis di suatu perairan.

Ia menjelaskan, ada beberapa faktor lingkungan yang memicu fenomena tersebut. Kenaikan suhu air laut akibat perubahan musim dan pemanasan global dapat mempercepat reproduksi ubur-ubur.

Selain itu, melimpahnya plankton sebagai sumber makanan, perubahan pola arus dan angin, serta berkurangnya predator alami seperti penyu dan ikan besar juga ikut memengaruhi ledakan populasi ubur-ubur.

“Pada periode Juli sampai September, angin dari laut lepas cenderung lebih kuat sehingga kawanan blue bottle terbawa arus dan gelombang menuju perairan dangkal dan pantai,” jelasnya.

Dikatakan lagi, Blue bottle memiliki ciri khas gelembung transparan berwarna biru terang yang mengapung di permukaan air. 

“Maka dari gelembung tersebut menjulur tentakel panjang kebiruan yang mengandung sel penyengat atau knidosit. Tentakel ini tetap dapat menyengat meskipun hewan tersebut sudah terdampar di pasir,” pungkas Kepala DKP Bali ini. (Lit/Gustra).