- Advertisement -spot_img
18 C
Indonesia
Beranda blog Halaman 6

Gubernur Koster Diundang Hadiri  London Climate Action Week 2026

0

Dominic Jeremey Menilai Bali Telah Menunjukkan Kepemimpinan Kuat Dukung Agenda Transisi Hijau Indonesia


NEWSINTERMEDIA.COM|DENPASAR|Pemerintah Provinsi Bali telah memenuhi undangan dari Secretariat Climate Group tertanggal 20 Mei 2026 lalu, untuk menghadiri acara Opportunity Summit Perdana Climate Group dan Program Under2 Coalition London Climate Action Week 2026, pada 20 – 24 Juni 2026.

Tujuan dari Summit ini mempertemukan para pembuat kebijakan senior, eksekutif perusahaan global besar, investor, serta komunitas iklim yang lebih luas untuk membuka gelombang baru daya saing energi bersih. Demikian disampaikan Gubernur Bali,  Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., saat menyampaikan rilisnya di kantor Gubernur Bali, Senin (29/6) tadi pagi.

Gubernur Koster mengatakan London Climate Action Week 2026 merupakan salah satu acara independen terbesar di dunia yang berfokus pada perubahan iklim, dengan menghadirkan ratusan kegiatan dan acara di seluruh London, baik secara langsung, hybrid, maupun daring.  “Setiap tahun, pemerintah daerah, pemimpin bisnis, pembuat kebijakan, otoritas lokal, dan perwakilan masyarakat sipil dari seluruh Inggris dan berbagai negara di dunia berkumpul untuk mempercepat aksi iklim, mendorong kolaborasi, dan menampilkan solusi yang telah memberikan dampak nyata,” ungkapnya.

Dikatakan Gubernur Koster, bawasanya, summit ini menyoroti kepemimpinan kota, negara bagian, dan wilayah dalam menghadirkan solusi iklim yang praktis, memajukan energi bersih, meningkatkan kesehatan masyarakat, memperkuat ketahanan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Pihak penyelenggara percaya bahwa tindakan dan komitmen inovatif dari Bali memiliki kekuatan untuk menginspirasi pihak lain serta membantu mendorong momentum global yang sangat dibutuhkan saat ini.

“Saya diminta untuk menampilkan keberhasilan dalam menerapkan kebijakan pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan yang dapat dikontribusikan untuk mencapai tujuan iklim nasional maupun internanasional. Pihak penyelenggara menilai bahwa saya sebagai Gubernur Bali, memiliki pengalaman dan wawasan yang dapat membantu membentuk masa depan yang lebih tangguh, adil, dan berkelanjutan bagi semua pihak,”papar Koster.

Oleh karena itu, pihak penyelenggara sangat mengharapkan Gubernur Bali, untuk hadir dalam acara yang telah diagendakan, sehingga mendapat kesempatan untuk terhubung dengan para pemimpin lainnya, bertukar pengetahuan, dan menjajaki kemitraan baru. Kehadiran Gubernur Bali, diyakini akan membantu membentuk percakapan global dan memastikan bahwa suara serta inovasi daerah menjadi bagian terdepan dalam aksi iklim.

“Maka kedutaan besar Inggris, pada 26 Mei 2026 mengirim surat kepada Gubernur Bali, Wayan Koster untuk berpartisipasi dalam London Climate Action Week 2026, pada 20–24 Juni 2026. Kedutaan Besar Inggris menilai bahwa Pemerintah Provinsi Bali memiliki agenda pembangunan berkelanjutan dan aksi perubahan iklim, melalui berbagai inisiatif kebijakan,”ucapnya.

Sementara kedutaan besar Inggris, yang Mulia Dominic Jermey mengharapkan partisipasi Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam rangka menghadiri Climate Group’s Inaugural Opportunity Summit dan rangkaian kegiatan Under2 Coalition Programme. Karena forum ini mempertemukan para pemimpin pemerintah daerah,  pemangku kebijakan, pelaku usaha, serta mitra internasional untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung transisi menuju pembangunan rendah karbon dan berkelanjutan.

“Kami sangat memahami, karena Bali telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam mendukung agenda transisi hijau  di Indonesia. Melalui berbagai kebijakan dan inisiatif, Bali telah menjadi daerah percontohan yang penting untuk pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan di tingkat daerah,”ungkap Dominic.

Dominic Jeremey juga mengatakan, ambisi dan upaya Bali untuk mencapai target Net Zero Emission yang lebih awal dibandingkan target nasional telah mengundang perhatian internasional, dan kehadiran Bali pada forum ini dinilai akan memberikan kontribusi berharga serta contoh positif bagi pemerintah daerah lainnya, baik di Indonesia, maupun di luar negeri.

“ Jadi partisipasi Gubernur Bali juga akan semakin memperkuat profil Indonesia dalam jejaring kerja sama internasional di bidang perubahan iklim, sekaligus membuka peluang kolaborasi dan pertukaran pengalaman dengan berbagai mitra global. Kami kedutaan Besar Inggris juga menyampaikan bahwa penyelenggara acara, Climate Group, telah menyediakan dukungan penuh terkait partisipasi Gubernur Bali, termasuk tiket perjalanan, akomodasi, transportasi lokal, dan fasilitasi visa,”pungkasnya. (Gustra*).

 

Info Denpasar Soal Duta PKB, Tainsiat Cup, Kota Sehat, Kunker dan Giat Pol PP

0

Duta Denpasar Tampil Memukau Sajikan Tari Barong Ket Dalam Gaya Ekspresif dan Energik


NEWS INTERMEDIA.COM l Denpasar l, Duta Seni Kota Denpasar kembali menunjukkan kepiawaiannya pada panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Kali ini datang dari Sekaa Telung Barung, Desa Adat Penatih, Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur yanv sukses memukau penonton lewat penampilan terbaiknya dalam Wimbakara (Lomba) Tari Barong Ket yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center, Provinsi Bali, Rabu (24/6) malam.

Tampil bergiliran bersama Sekaa Gong Satya Yowana Giskara Kayana, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Duta Kabupaten Karangasem, Sanggar Swara Padma Bhuana, Desa Undisan, Kecamatan Tembuku, Duta Kabupaten Bangli dan Sanggar Seni Wahana Santhi, Banjar Dinas Umahjero, Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu, Duta Kabupaten Buleleng, Sekaa Telung Barung, Desa Adat Penatih, Kelurahan Penatih tampil konsisten dan apik. Tak jarang, riuh apresiasi dan tepuk tangan penonton mengiasi sepanjang penampilan.

Hadir langsung memberikan dukungan kepada Duta Kota Denpasar yakni Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya dan AA. Gede Agung Suyoga, pimpinan OPD Pemkot Denpasar serta undangan lainnya.

Koordinator Duta Tari Barong Ket Kota Denpasar Sekaa Telung Barung, Desa Adat Penatih, Kelurahan Penatih, Gusti Agung Febriana Iswara Putra menjelaskan bahwa Barong Ket merupakan makhluk mitologi, memiliki kekuatan magis, simbol kebajikan, sesuwunan yang sangat disakralkan oleh masyarakat Bali. Wujud Barong Ket sangat artistik, menggugah naluri imajinatif untuk mengekspresikan ke dalam gaya ekspresif, energik, spektakuler, dan berwibawa.

“Karismatik estetika artistika pertunjukan Barong Ket menjadi inspirasi pelestarian nilai kearifan lokal Bali, serta tantangan bagi juru Bapang (penari barong) dan juru kendang (penabuh kendang) untuk unjuk kemampuan dalam paraga teknik, tenaga, dan naluri keindahan sebagai abdi Sesuwunan,” ujarnya.

Dikatakannya, orientasi tersebut menjadi pemantik konservasi nilai filosofi Tari Barong, dan generasi juru bapang serta juru kendang di Kota Denpasar sebagai dampak keberlanjutan. Srada bakthi Ngayah Sasolahan Barong bukan sekedar partisipasi, tetapi praktik penerapan teknik tari dengan kompleksitas gegedig kendang terangkum dalam wujud pertunjukannya mengedepankan nilai spiritual vertikal.

Dikatakannya, Nilai filosofis itu menuntun kreativitas perkembangan pertunjukan Barong Denpasar dengan memuliakan tradisi yang bermuara dari unsur spiritualitas dan takeh (gaya) Denpasar. Meski dikemas dengan variasi atau pengembangan struktur pertunjukan, namun identitas tetekes, kipekan, sesimbaran, milpil, dan takeh igel terpadu dengan gamelan dan pupuh gegedig kendang Denpasar tetap menjadi fokus tradisi pertunjukannya.

Secara musikal, struktur pertunjukan mengkombinasikan gending gilak babarisan dengan patopengan, menguatkan aksentuasi gamelan dengan penari Barong saat ngigelang pajeng bernuasa kenyang lempung. Sentuhan motif gegandrungan dielaborasi dalam bagian tari condong, goak macok, pelayon ketika penari menggunakan kepet (kipas).

“Saat gineman suling ngintip jangkrik, memperkuat interaksi gegedig kendang dengan improvisasi penari Barong, dan pekaed (penutup) diakhiri gending omang,” ujarnya.

Agung Febriana mengaku bersyukur atas keberhasilan penampilan ini. Pihaknya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung selama proses persiapan hingga pementasan berlangsung yang telah mencurahkan dedikasi selama ini.

“Kami sangat bersyukur karena penampilan berjalan maksimal. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mendampingi selama beberapa bulan proses latihan. Semoga penampilan ini terus memotivasi kami menghasilkan karya yang semakin baik lagi dalam bingkai melestarikan seni budaya Bali,” ujarnya.

Sementara, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa bangga atas penampilan Duta Tari Barong Ket Kota Denpasar Sekaa Telung Barung, Desa Adat Penatih, Kelurahan Penatih yang sangat memukau dan ‘metaksu’.

Jaya Negara menilai progres yang selama ini dilakukan Sekaa Telung Barung telah optimal, mulai dari sisi latihan, pembinaan, hingga pada malam penampilan di hadapan para juri Lomba Barong Ket ini. Jaya Negara berharap, dengan maksimalnya penampilan Sekaa Tari Barong Ket Duta Kota Denpasar ini dapat juga memotivasi seniman lainnya di Kota Denpasar untuk berkreativitas berkarya.

“Dengan penampilan maksimal ini kita berharap Duta Kota Denpasar dapat menjadi yang terbaik. Namun terlepas dari itu semua, kita juga menghormati keputusan dewan juri. Penampilan yang telah disajikan menunjukkan kualitas, luapan kreativitas, dan semangat pelestarian seni budaya yang terus tumbuh di Kota Denpasar, “ tegasnya.

Tak hanya itu, Jaya Negara mengaku kagum dengan garapan Tari Barong Duta Kota Denpasar yang dikemas secara harmonis melalui perpaduan gerak juru Bapang (penari barong) dan juru kendang (penabuh kendang) diisi penghayatan yang kuat sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh penonton.

“Kita menyaksikan penampilan yang sangat luar biasa dari Duta Tari Barong Ket Kota Denpasar Sekaa Telung Barung yang tidak hanya menarik dari sisi artistik, tetapi juga memiliki filosofi yang mendalam” ujar Jaya Negara. (esa/Tra).


Perisai Diri Tainsiat Cup III Siap Digelar Juli Mendatang


NEWS INTERMEDIA.COM l Denpasar l Kejuaraan Silat Perisai Diri Tainsiat Cup III, yang mempertandingkan peserta antar ranting Se-Kota Denpasar akan segera digelar. Hal tersebut terungkap saat Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima panitia Kejuaraan Silat Perisai Diri Tainsiat Cup III di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (25/6).

Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima panitia Kejuaraan Silat Perisai Diri Tainsiat Cup III di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (25/6). 

Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan tersebut menyambut baik pelaksanaan Kejuaraan Silat Perisai Diri Tainsiat Cup III tersebut. Secara keseluruhan, Pemerintah Kota Denpasar sangat mendukung kejuaraan seperti ini guna menjaring atlit-atlit silat baru yang ada di Kota Denpasar.

Lebih Arya Wibawa mengatakan kedepan kejuaraan Silat Perisai Diri Tainsiat Cup III menjadi event tahunan, pihaknya juga mengajak panitia untuk berkolaborasi bersama KONI Denpasar.

“Pemkot Denpasar sangat mendukung pelaksanaan kejuaraan-kejuaraan seperti ini karena dapat menjaring atlit-atlit silat baru yang nantinya dapat mengharumkan nama Kota Denpasar,” ungkapnya.

Ketua Panitia Kejuaraan Silat Perisai Diri Tainsiat Cup III, Putu Suyatna mengatakan tujuan dari diselenggarakan kejuaraan yang akan digelar selama tiga hari pada tanggal 3 hingga 5 Juli ini adalah untuk melestarikan dan menumbuhkan kecintaan terhadap silat sebagai budaya asli Bangsa Indonesia serta melatih kemampuan para atlet sekaligus memupuk tali persaudaraan antar ranting.

“Harapan dari kegiatan ini adalah guna megasah skill anggota perguruan Silat Perisai Diri di kota Denpasar serta diharapkan mampu bersaing di antar perguruan silat yang ada di Indonesia khusunya di Bali, dengan jiwa budi luhur tanpa harus merendahkan perguruan lain,” jelas Suyatna. (Eka/Tra)


Pemkot Denpasar  Komitmen Wujudkan Kota Sehat Berkelanjutan


NEWS INTERMEDIA.COM l Denpasar l, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan Kota Denpasar menggelar Rapat Evaluasi dan Persiapan Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) atau Swasti Saba Tahun 2027 di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Kamis (25/6).

Ket foto : Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat menghadiri Rapat Evaluasi dan Persiapan Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) atau Swasti Saba Tahun 2027 di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Kamis (25/6).

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Kota Denpasar sebagai kota sehat yang berkelanjutan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi penilaian Kabupaten/Kota Sehat tahun 2027.

Pelaksanaan Rapat Evaluasi dan Persiapan Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tersebut dihadiri Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya. Turut hadir Ketua Forum Kota Sehat Kota Denpasar, I Gusti Putu Anindya Putra, serta pimpinan organisasi perangkat daerah terkait.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati, mengatakan bahwa capaian Kota Denpasar pada Penilaian Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2025 yang berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda merupakan hasil sinergi dan kerja keras seluruh pihak. Menurutnya, keberhasilan tersebut patut disyukuri sebagai buah kolaborasi antara pemerintah daerah, Forum Kota Sehat, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat.

Namun demikian, Agung Candrawati menjelaskan bahwa pada Tahun 2027 mendatang, Kota Denpasar ditarget mampu meraih penghargaan Swasti Saba Wistara Paripurna. Hal ini tidak sakadar menghargaan, melainkan wujud komitmen dalam mewujudkan kota sehat berkelanjutan.

“Capaian Kota Denpasar pada Penilaian Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2025 yang memperoleh penghargaan Swasti Saba Wiwerda patut kita syukuri sebagai hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah, forum, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Namun demikian, hasil ini juga menjadi refleksi penting bagi kita untuk meraih Swasti Saba Wistara Paripurna di Tahun 2027 mendatang,” ujarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi, beberapa tatanan yang perlu mendapatkan perhatian dan penguatan lebih lanjut, yakni Tatanan Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri, Tatanan Perlindungan Sosial, dan Tatanan Penanggulangan Bencana. Ketiga tatanan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung terwujudnya kualitas hidup masyarakat yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.

Sementara itu, capaian pada tatanan permukiman dan fasilitas umum, pendidikan, pasar, perkantoran dan perindustrian, pariwisata, serta transportasi dan tertib lalu lintas yang telah menunjukkan hasil baik diharapkan terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui inovasi serta kolaborasi lintas sektor.

Agung Candrawati juga mengajak seluruh perangkat daerah, Forum Kota Sehat, pemangku kepentingan, dan masyarakat untuk menjadikan persiapan Penilaian Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2027 sebagai gerakan bersama.

“Keberhasilan meraih predikat yang lebih tinggi tidak hanya diukur dari kelengkapan administrasi dan data dukung, tetapi juga dari nyata hadirnya lingkungan yang sehat, aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warga. Dengan semangat gotong royong, komitmen yang kuat, serta kerja yang terukur dan berkesinambungan, saya optimistis Kota Denpasar mampu meningkatkan capaian dan meraih penghargaan terbaik pada Penilaian Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2027,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses verifikasi Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2025. Mulai dari penyusunan dokumen pendukung hingga pelaksanaan verifikasi secara daring maupun lapangan, seluruh tahapan telah dilaksanakan dengan baik berkat kerja sama yang solid dari berbagai unsur yang terlibat. Menurutnya, hasil yang diraih saat ini merupakan modal penting untuk melakukan penyempurnaan dan penguatan pada setiap tatanan menjelang penilaian berikutnya.

Sekda Eddy Mulya menegaskan bahwa persiapan menuju verifikasi penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2027 perlu dilakukan secara lebih terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya komitmen, koordinasi, kolaborasi, serta keterlibatan aktif seluruh unsur pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan akademisi dalam mendukung terwujudnya Kota Denpasar yang sehat dan berdaya saing.

“Dengan kerja sama yang solid dan berkesinambungan, saya optimistis Kota Denpasar mampu meningkatkan prestasinya dan meraih penghargaan Swasti Saba Wistara, bahkan mencapai Swasti Saba Wistara Paripurna,” tegasnya. (Ags/Tra).


Sekda Terima Kunker Pemkab Magelang, Wahana Tukar Inovasi 


NEWS INTERMEDIA.COM l Denpasar l, Pemerintah Kota Denpasar menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Magelang yang dipimpin Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, David Rudiyanto bersama Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Sakir, di Ruang Praja Utama Kantor Wali Kota Denpasar, Kamis (25/6). Kunjungan tersebut diterima langsung Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama jajaran terkait.

Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari penerapan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Denpasar dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.

Plh. Sekda Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, mengatakan pihaknya ingin memperoleh gambaran mengenai pertimbangan Pemerintah Kota Denpasar dalam memilih skema KPBU dibandingkan alternatif pembiayaan lainnya, seperti pinjaman daerah. Selain itu, pihaknya juga ingin mengetahui berbagai tantangan yang dihadapi, strategi mitigasi yang dilakukan, serta pola koordinasi antar perangkat daerah dalam pelaksanaan KPBU. “Dari kunjungan ini kami ingin belajar agar nantinya dapat diterapkan di Kabupaten Magelang,” ujarnya.

Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa pemilihan skema KPBU didasarkan pada sejumlah parameter. Di antaranya ketika proyek membutuhkan investasi besar yang tidak dapat dibiayai sekaligus melalui APBD, memerlukan pengelolaan jangka panjang, memiliki risiko yang lebih efisien ditanggung badan usaha, serta berpotensi menghasilkan pendapatan atau pembayaran layanan secara berkelanjutan.

Selain itu, KPBU dipilih apabila secara perhitungan biaya sepanjang siklus proyek (life cycle cost) dinilai lebih efisien dibandingkan skema pembiayaan lainnya.

“Saat ini Pemerintah Kota Denpasar sedang menyiapkan dua proyek strategis yang direncanakan menggunakan skema KPBU, yakni Proyek Pengembangan Alat Penerangan Jalan (APJ) dan Pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, penggunaan pinjaman daerah dinilai lebih sesuai untuk proyek-proyek yang sederhana dan dapat sepenuhnya dikelola pemerintah daerah. Sementara proyek yang membutuhkan investasi besar, teknologi, standar layanan tertentu, pengelolaan jangka panjang, serta pembagian risiko dengan badan usaha lebih tepat menggunakan skema KPBU.

Dalam kesempatan tersebut, Eddy Mulya turut menjelaskan bahwa simpul KPBU Kota Denpasar berada di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Denpasar yang dipimpin oleh Kepala Bappeda. Keterlibatan dan koordinasi antar OPD dalam kelompok kerja KPBU sejauh ini berjalan aktif dan sinergis.

Pihaknya berharap kunjungan ini dapat memperkuat kerja sama antar daerah sekaligus mendorong optimalisasi pembangunan dan pelayanan publik melalui skema pembiayaan yang berkelanjutan. (Ayu/Tra).


Satpol PP Denpasar Tertibkan Pengamen dan Pengemis Disejumlah Traffic Light


NEWS INTERMEDIA.COM l Denpasar l Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali melaksanakan kegiatan Sapu Bersih Gelandangan dan Pengemis (SABERGEP) di sejumlah titik lampu lalu lintas (traffic light) yang tersebar di wilayah Kota Denpasar.

Kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan dalam menjaga ketertiban umum, kenyamanan masyarakat, serta menciptakan suasana kota yang aman, tertib, dan kondusif.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, petugas berhasil menertibkan sebanyak satu orang pengamen dan tiga orang pengemis yang kedapatan beraktivitas di beberapa persimpangan lampu merah di Kota Denpasar. Selanjutnya, seluruh yang terjaring langsung diberikan pembinaan dan pendataan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Yudie Asmara, mengatakan bahwa kegiatan SABERGEP merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan ruang publik.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang tertib dan aman bagi masyarakat, khususnya pengguna jalan. Selain penertiban, kami juga memberikan pembinaan kepada mereka yang terjaring agar tidak kembali melakukan aktivitas serupa di persimpangan jalan,” ujarnya saat dihubungi Kamis (25/6).

Lebih lanjut, Yudie Asmara menjelaskan bahwa selama kegiatan berlangsung situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan penertiban secara rutin di sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi aktivitas pengamen, pengemis, maupun manusia silver.

Satpol PP Kota Denpasar juga mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang kepada pengamen, pengemis, maupun manusia silver yang beroperasi di jalan raya. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan Kota Denpasar yang semakin tertib, nyaman, dan aman bagi seluruh warga maupun pengunjung. (Ayu/Tra).


 

Info Jembrana Soal CSR BUMDesma, Bantuan Hibah dan Rapat Paripurna DPRD

0

Lewat CSR BUMDesma, Bupati Kembang Bantu Seragam Anak Yatim


NEWS INTERMEDIA.COM l JEMBRANA l Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyerahkan bantuan seragam dan alat sekolah kepada puluhan anak yatim dan yatim piatu di Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kamis (25/6).

Bantuan ini merupakan wujud kepedulian sosial yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Cahaya Eksa Mandiri LKD Kecamatan Mendoyo.

Penyerahan bantuan yang berlangsung di Kantor Lurah Tegalcangkring tersebut menyasar 23 anak yatim/piatu. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua/wali murid dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah menjelang tahun ajaran baru.

Dalam sambutannya, Bupati I Made Kembang Hartawan menekankan pentingnya akurasi data dalam penyaluran bantuan. Ia mengapresiasi karena bantuan yang diberikan telah disesuaikan dengan kebutuhan riil para siswa di lapangan.

“Bantuan yang diberikan ini harus tepat, mulai dari ukuran sepatu, baju, hingga celana. Dengan begitu, bantuan yang disalurkan benar-benar bermanfaat dan tidak sia-sia,” ujarnya

Di hadapan anak-anak penerima manfaat, Bupati Kembang juga memberikan motivasi mendalam agar mereka tidak berkecil hati dan tetap menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

“Untuk anak-anakku sekalian, harus tetap semangat. Meskipun dalam situasi yang penuh tantangan seperti sekarang, tetaplah optimis. Roda kehidupan pasti berputar, teruslah belajar dengan giat,” pesannya.

Lebih lanjut, Bupati Jembrana menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada BUMDesma Cahaya Eksa Mandiri yang telah berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial di wilayahnya melalui program CSR yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Camat Mendoyo, I Putu Nova Noviana, menjelaskan bahwa alokasi dana CSR untuk Kelurahan Tegalcangkring tercatat sebesar Rp47.658.000. Dana tersebut dimanifestasikan ke dalam dua kegiatan utama, yakni program bedah warung serta pengadaan seragam dan alat sekolah untuk anak yatim/piatu.

“Secara keseluruhan, total dana CSR yang dikucurkan oleh BUMDesma pada tahun 2026 ini mencapai Rp425.352.852. Dana ini disebar secara proporsional ke 10 desa dan 1 kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Mendoyo,” paparnya.

Ia menambahkan, selain pembagian seragam dan alat sekolah, sinergi program sosial ini juga menyasar sektor lain. Program bedah warung sebelumnya telah diresmikan oleh Bupati Jembrana di Desa Yehembang dan Kelurahan Tegalcangkring. Sementara untuk program bedah rumah dan servis rumah dipusatkan di Desa Penyaringan.

“Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada BUMDesma, Pemerintah Kabupaten Jembrana, dan seluruh pihak yang terlibat. Semoga bantuan ini memberikan manfaat yang besar dan memicu semangat gotong royong yang lebih kuat ke depan,” pungkasnya. (Wis/Tra).


Bupati Kembang Tekankan Akuntabilitas dan Swadaya Masyarakat


NEWS INTERMEDIA.COM l JEMBRANA l Pemerintah Kabupaten Jembrana menyalurkan dana hibah kepada 107 kelompok masyarakat melalui dua organisasi perangkat daerah (OPD) dengan total nilai mencapai lebih dari Rp3,5 miliar. Dana hibah tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung berbagai kegiatan masyarakat serta mendorong partisipasi swadaya dalam pembangunan, Kamis (25/6) di Rumah Jabatan Bupati Jembrana

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Jembrana, I Ketut Armita, menjelaskan bahwa hibah yang disalurkan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jembrana diberikan kepada 99 kelompok dengan total nilai sekitar Rp3 miliar. Sementara itu, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jembrana, hibah disalurkan kepada delapan kelompok dengan total nilai Rp548 juta.

Menurutnya, seluruh penerima hibah wajib melaksanakan kegiatan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. Selain itu, laporan pertanggungjawaban penggunaan dana hibah harus disampaikan paling lambat pada Desember 2026.

“Penerima hibah diharapkan melaksanakan kegiatan sesuai dengan RAB yang telah ditetapkan. Seluruh laporan pertanggungjawaban penggunaan dana hibah paling lambat disampaikan pada Desember 2026,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengingatkan agar dana hibah yang diterima dapat dikelola secara baik, transparan, dan bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa akuntabilitas penggunaan dana menjadi hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap penerima bantuan. “Pertanggungjawabkan dana yang sudah diterima dengan baik, sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan,” tegasnya.

Bupati juga mengakui bahwa besaran hibah yang diberikan belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh kebutuhan yang diajukan masyarakat. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap mengedepankan semangat gotong royong dan swadaya dalam mewujudkan program yang telah direncanakan.

“Mengingat bantuan ini belum mampu menutupi seluruh kebutuhan, saya sangat berharap kita dapat saling mendukung melalui swadaya masyarakat,” ungkapnya. ( Wis/tra).


Bupati Kembang Tegaskan Opini WTP Bukan Akhir, tapi Amanah Sejahterakan Warga Jembrana


NEWS INTERMEDIA.COM l Jembrana l Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menunjukkan kinerja positif dalam pengelolaan keuangan daerah. Dalam Rapat Paripurna I DPRD Jembrana Masa Persidangan III Tahun 2025/2026, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 sebagai bentuk pertanggungjawaban konstitusional penyelenggaraan pemerintahan daerah, Kamis (25/6) di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Jembrana. 

Bupati Kembang menegaskan, penyampaian Ranperda tersebut merupakan amanat peraturan perundang-undangan setelah laporan keuangan pemerintah daerah selesai diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Menurutnya, proses tersebut tidak sekadar memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

Bupati Kembang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi mengawal pembangunan Jembrana sepanjang tahun lalu. Tahun 2025 dinilainya memiliki makna khusus karena menjadi tahun pertama dirinya bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) memimpin Kabupaten Jembrana.

“Keberhasilan tidak pernah lahir dari kekuatan seorang pemimpin semata. Keberhasilan merupakan buah dari gotong royong, kebersamaan, dan sinergi seluruh elemen dalam mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya juga mengungkapkan rasa syukur atas kembali diraihnya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah, dukungan DPRD, serta kepercayaan masyarakat Jembrana.

Ia menegaskan, opini WTP bukanlah tujuan akhir yang membuat pemerintah berpuas diri. Sebaliknya, predikat tersebut merupakan amanah untuk terus meningkatkan integritas, disiplin, inovasi, serta memastikan setiap kebijakan dan anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ukuran keberhasilan pemerintahan bukan hanya tertibnya laporan keuangan, tetapi sejauh mana setiap program dan anggaran mampu menghadirkan kesejahteraan, memperkuat rasa keadilan, dan menumbuhkan harapan bagi masyarakat,” tegasnya.

Terkait pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Bupati Kembang memaparkan bahwa Pendapatan Daerah yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pendapatan Transfer berhasil direalisasikan sebesar Rp1,197 triliun atau 102,16 persen dari target sebesar Rp1,172 triliun.

Dari sisi PAD, realisasi mencapai Rp244,57 miliar atau 105,96 persen dari target sebesar Rp230,81 miliar. Sementara Pendapatan Transfer terealisasi sebesar Rp952,93 miliar atau 101,23 persen dari target Rp941,26 miliar.

Pada sisi belanja, Pemkab Jembrana menganggarkan Rp1,244 triliun dengan realisasi mencapai Rp1,174 triliun atau sebesar 94,37 persen. Realisasi tersebut terdiri atas Belanja Operasi sebesar Rp935,79 miliar atau 94,29 persen dari anggaran, Belanja Modal Rp97,50 miliar atau 93,84 persen, Belanja Tidak Terduga Rp1,32 miliar atau 16,02 persen, serta Belanja Transfer Rp140,30 miliar atau 99,98 persen.

Sementara itu, pada komponen pembiayaan daerah, realisasi Penerimaan Pembiayaan mencapai Rp76,28 miliar atau 97,48 persen dari target Rp78,25 miliar. Adapun Pengeluaran Pembiayaan terealisasi Rp3,4 miliar atau 62,96 persen dari target Rp5,4 miliar.

Dengan capaian tersebut, Bupati Kembang berharap pengelolaan keuangan daerah yang semakin baik dapat menjadi fondasi kuat untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jembrana di berbagai sektor.

“Capaian yang diraih hari ini harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Pemerintah akan terus berupaya memastikan setiap rupiah anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya. (Wis/Tra).


 

TP. PKK Denpasar Sinergi Bersama Perumda Tirta Sewakadarma Kelola Sampah dari Hulu

0

Perumda Tirta Sewakadarma Kelola Sampah dari Hulu bersama TP PKK Denpasar Perkuat Budidaya Maggot


NEWS INTERMEDIA.COM l Denpasar l Sinergi dalam pengelolaan sampah berbasis sumber terus diperkuat di Kota Denpasar. Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma bersama TP PKK Kota Denpasar menyerahkan bantuan rehabilitasi Rumah Maggot kepada Komunitas Aksi Masyarakat Peduli Lingkungan Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Selasa (23/6).

Ket. Foto : Bantuan rehabilitasi Rumah Maggot diserahkan langsung oleh Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, I Putu Yasa bersama Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua TP PKK Kecamatan Denpasar Selatan Ny. Ida Ayu Alit Maharatni Purwanasara, kepada Ketua Komunitas Aksi Masyarakat Peduli Lingkungan Desa Pemogan, Ana Rohanah Salamah, Selasa (23/6) di Rumah Maggot Komunitas Aksi Masyarakat Peduli Lingkungan Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan.

Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-29 Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, I Putu Yasa, kepada Ketua Komunitas Aksi Masyarakat Peduli Lingkungan Desa Pemogan, Ana Rohanah Salamah.

Bantuan yang diberikan meliputi rehabilitasi rumah maggot, pembangunan toilet, pembuatan sumur gali, tong sampah edukasi, serta sambungan baru listrik PLN guna mendukung operasional pengelolaan sampah organik.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua TP PKK Kecamatan Denpasar Selatan Ny. Ida Ayu Alit Maharatni Purwanasara, Perbekel Desa Pemogan I Made Suwirya, serta jajaran TP PKK Desa Pemogan.

Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, mengapresiasi keberadaan Rumah Maggot di Kampung Islam Kepaon, Desa Pemogan, yang selama ini menjadi salah satu pusat pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat.

“Dedikasi yang dilakukan oleh Ketua Komunitas Aksi Masyarakat Peduli Lingkungan Desa Pemogan, Ana Rohanah Salamah, telah memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan pelajar dalam memahami pentingnya pengelolaan sampah sejak dini,” ujar Antari Jaya Negara.

Antari Jaya Negara berharap bantuan yang diberikan dapat semakin meningkatkan kapasitas budidaya maggot sekaligus memperkuat fungsi Rumah Maggot sebagai pusat pembelajaran lingkungan.

Selain menjadi tempat pengolahan sampah organik, kawasan tersebut juga dikembangkan sebagai sarana edukasi melalui program Ruang Belajar Griya Bestari yang diinisiasi TP PKK Kecamatan Denpasar Selatan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, pelajar, dan kelompok perempuan mengenai pemanfaatan sampah organik melalui media maggot.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, I Putu Yasa, mengatakan bahwa dukungan terhadap Rumah Maggot Pemogan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang pelayanan air minum, pihaknya memandang pengelolaan sampah dan pelestarian sumber daya alam sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. “Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat peran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya,” harapnya.

Ketua Komunitas Aksi Masyarakat Peduli Lingkungan Desa Pemogan, Ana Rohanah Salamah, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Melalui budidaya larva Black Soldier Fly (BSF), sampah organik rumah tangga dapat diolah menjadi pakan bernilai ekonomi dan menghasilkan kasgot yang bermanfaat sebagai pupuk organik.

Melalui kolaborasi antara TP PKK Kota Denpasar, Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, dan masyarakat, diharapkan kesadaran dalam pengelolaan sampah dari hulu semakin meningkat sehingga mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Pur/tra).

Info Bali Soal Bina Posyandu dan Transaksi UMKM

0

Bina Posyandu Angkatan Ke-7, Pemprov Bali Perkuat Kapasitas Tim Pembina dan Pengurus Posyandu


NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali mengadakan kegiatan Bina Posyandu Angkatan Ke-7 yang diikuti oleh Tim Pembina dan Pengurus Posyandu Kabupaten/Kecamatan/Kelurahan dan Desa se-Kabupaten Klungkung pada Senin (22/6), bertempat di UPTD Bapelkesmas Provinsi Bali.

“Kegiatan Bina Posyandu Angkatan Ke-7 ini berlangsung selama tiga hari, mulai 22–24 Juni 2026, dan diikuti oleh 96 peserta,” jelas Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan Bina Posyandu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan kader posyandu serta mensosialisasikan transformasi Posyandu menjadi layanan berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Perlu ada penyamaan persepsi dari seluruh jajaran Tim Pembina Posyandu mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, hingga desa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dwi Dewata menyampaikan bahwa Bina Posyandu Angkatan Ke-7 juga diikuti oleh Ketua dan Sekretaris TP Posyandu Kabupaten Klungkung yang dijabat oleh istri Bupati dan Wakil Bupati Klungkung, serta seluruh Tim Pembina dan Pengurus Posyandu lainnya dari tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan, hingga desa di Kabupaten Klungkung.

Kegiatan Bina Posyandu menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kapasitas Tim Pembina Posyandu di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan agar mampu menjalankan fungsi pembinaan secara optimal.

Sementara itu, Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menyampaikan bahwa Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi dikembangkan menjadi pusat pelayanan dasar terpadu yang mencakup berbagai sektor pelayanan masyarakat.

“Transformasi ini menjadikan Posyandu sebagai wadah integrasi program pemerintah di tingkat desa/kelurahan sehingga berbagai layanan masyarakat dapat dilaksanakan secara lebih efektif, terkoordinatif, dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mendapatkan berbagai materi yang mencakup transformasi Posyandu pada enam bidang SPM berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, isu strategis dan kebijakan implementasi Posyandu, materi bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, hingga penyusunan rencana kerja tindak lanjut. Materi disampaikan oleh sejumlah narasumber dari perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. (Kar/Tra).


Transaksi UMKM Tembus Rp1,445 Miliar, Wagub Giri Prasta Tutup Karangasem Festival 2026


NEWS INTERMEDIA.COM l KARANGASEM l Karangasem Festival 2026 mencatat capaian ekonomi yang menggembirakan. Selama empat hari pelaksanaan, transaksi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai Rp1,445 miliar. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, saat menutup secara resmi Karangasem Festival 2026 serangkaian peringatan Hari Jadi Kota Amlapura ke-386 di Taman Budaya Candra Bhuana, Amlapura, Senin (22/6) malam.

Dalam sambutannya, Wagub Giri Prasta mengapresiasi penyelenggaraan festival yang tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Kami mendapat laporan dari Bapak Bupati bahwa selama empat hari pelaksanaan festival telah terjadi transaksi lebih dari Rp1 miliar. Ini menunjukkan kegiatan budaya mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat, khususnya UMKM di Karangasem,” ujarnya.

Giri Prasta juga menyampaikan terima kasih kepada panitia yang telah menghadirkan berbagai kegiatan kreatif, lomba-lomba, serta melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam perayaan tersebut.

Menurutnya, Karangasem merupakan contoh daerah yang mampu menjaga keharmonisan antarumat beragama dengan sangat baik. Ia menilai kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Karangasem telah menerapkan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kelima, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Semua insan memiliki kedudukan yang sama. Ini yang saya lihat dan telah diterapkan dengan baik di Kabupaten Karangasem,” katanya.

Giri Prasta juga memberikan penghargaan kepada para seniman Karangasem yang terus menjaga dan mewariskan budaya kepada generasi penerus. Menurutnya, Karangasem telah menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu representasi kuat dari semangat dan identitas Bali.

“The Spirit of Bali itu ada di Karangasem. Karangasem mampu menunjukkan jati dirinya sebagai kekuatan budaya Bali,” ungkapnya.

Ia turut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Amlapura ke-386 dan Karangasem Festival 2026.

Terkait pembangunan daerah, Giri Prasta menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk menerapkan konsep One Island, One Management, One Command dalam membangun Bali secara terpadu, termasuk Kabupaten Karangasem. “Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, saya tutup secara resmi Karangasem Festival 2026 serangkaian Hari Jadi Kota Amlapura ke-386,” tutupnya.

Sementara itu, dalam laporannya, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, didampingi Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, menyampaikan bahwa masyarakat telah menyaksikan berbagai kegiatan yang menjadi bagian dari Karangasem Festival 2026 selama beberapa hari terakhir.

Menurutnya, festival tersebut bukan sekadar ajang hiburan dan perayaan. Festival ini juga menjadi ruang ekspresi kreativitas, pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, promosi pariwisata, serta sarana mempererat persatuan dan kebersamaan.

Salah satu indikator keberhasilan Karangasem Festival tahun ini, lanjut Gus Par, adalah meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Berdasarkan laporan panitia, selama pelaksanaan festival pada 19–22 Juni 2026, sebanyak 32 pelaku UMKM berhasil membukukan transaksi sebesar Rp358 juta. Sementara itu, 85 pelaku usaha kuliner mencatat transaksi mencapai Rp1,087 miliar.

“Dengan demikian, total perputaran ekonomi yang terjadi selama empat hari pelaksanaan Karangasem Festival 2026 mencapai Rp1,445 miliar,” ungkapnya.

Angka tersebut menunjukkan bahwa festival tidak hanya menjadi sarana hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Karangasem akan terus mendorong agar setiap kegiatan budaya dan pariwisata tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan UMKM, ekonomi kreatif, serta pengembangan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan.

Gus Par juga menyinggung tema Hari Jadi Kota Amlapura ke-386, yakni “Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa”. Tema tersebut, menurutnya, merupakan refleksi perjalanan panjang masyarakat Karangasem dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Kita menyadari bahwa tantangan pembangunan tidaklah mudah. Namun, dengan semangat gotong royong, kerja keras, inovasi, dan kebersamaan, berbagai tantangan tersebut dapat kita hadapi dan ubah menjadi peluang untuk kemajuan daerah,” tegasnya.

Pada usia ke-386 tahun, Kota Amlapura telah tumbuh menjadi pusat pemerintahan, budaya, pendidikan, dan ekonomi yang terus berkembang. Sejarah panjang tersebut menjadi modal besar bagi masyarakat Karangasem untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

Pada kesempatan itu, Gus Par juga menegaskan bahwa persoalan fasilitas air bersih dan infrastruktur jalan yang selama ini menjadi tantangan di Karangasem akan terus diupayakan hingga tuntas. “Meski berat, harus bisa,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan sebagaimana tema tahun ini. Menurutnya, tidak ada tantangan yang tidak dapat dihadapi apabila seluruh pihak bergandengan tangan dan berkolaborasi demi mewujudkan visi pembangunan Karangasem yang AGUNG, yakni Aman, Gigih, Unggul, Nyaman, dan Lohjinawi. (Adi,/Tra).


 

Gong Kebyar Anak-Anak Jembrana Pukau Panggung Ardha Candra

0

PKB XLVIII, Duta Gong Kebyar Anak-Anak Jembrana Tampilkan Seni Filosofis dan Kritik Sosial Berbalut Dolanan


NEWS INTERMEDIA.COM l Denpasar-Bali l Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center, Denpasar, bergemuruh oleh tepuk tangan penonton pada Minggu (22/6) malam. Duta Gong Kebyar Anak-Anak Kabupaten Jembrana sukses mencuri perhatian dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 melalui penampilan yang apik, penuh energi, dan sarat akan makna filosofis.

Penampilan luar biasa ini disaksikan langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana, Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, beserta perwakilan Forkopimda dan para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Jembrana.

Kabupaten Jembrana malam itu menyuguhkan tiga materi pertunjukan yang dikemas secara apik dan dinamis, yakni Tabuh Kreasi Pepanggulan “Nadi Winengku”, Tari Penyambutan “Selat Segara”, dan Dolanan “Makepung Papah”.

Sebagai pembuka, penonton disuguhkan Tabuh Kreasi Pepanggulan “Nadi Winengku”. Tabuh ini merupakan sebuah refleksi mendalam terhadap penyucian jiwa (atma kerti), yang mengajarkan bahwa jiwa yang suci tidak menutup diri dari perubahan, melainkan mampu menerima gejolak energi baru dengan tetap teguh pada jati diri sejati.

Secara musikal, tabuh ini mengambil analogi kondisi nadi yang terkendali dan berwibawa. Instrumen Gong Kebyar diibaratkan sebagai tubuh yang menjadi medium bagi jiwa Jegog (gamelan khas Jembrana) untuk menyuarakan dirinya. Keunikan kotek-kotekan khas jegog, sistem seslangkitan, serta oncang-oncangan berpadu menjadi entitas baru tanpa menghilangkan identitas asli Gong Kebyar, melainkan memberikan gejolak energi baru yang memikat.

Pementasan dilanjutkan dengan Tari “Selat Segara”, sebuah tari kreasi penyambutan karya almarhumah I Gusti Ayu Srinatih. Tarian ini melambangkan penghormatan, ungkapan rasa syukur, dan ketulusan dalam menyambut tamu.

Mengambil makna “Selat” sebagai penghubung dan “Segara” sebagai lautan luas, tarian ini menggambarkan laut sebagai simbol pemersatu yang menjembatani berbagai perbedaan bangsa dan budaya dalam suasana damai. Gerak tarian yang lembut namun dinamis ini dikembangkan dari pakem tari upacara seperti Rejang, Pendet, dan Legong, yang diperkuat oleh iringan gamelan harmonis bernuansa sakral sekaligus estetis.

Puncak kemeriahan sekaligus keharuan penonton pecah saat pementasan Dolanan “Makepung Papah”. Menggunakan media sebilah pelepah kelapa (papah), anak-anak Jembrana mengubah tradisi balapan Makepung menjadi arena bermain yang penuh dengan pesan moral dan kritik sosial yang tajam namun polos.

Di sela-sela canda tawa, dolanan ini menyelipkan refleksi tentang realitas dunia saat ini. Mulai dari ambisi menjadi Juara Kelas, kekhawatiran cita-cita yang kandas akibat kemacetan dan rumitnya kehidupan, hingga sentilan mengenai isu lingkungan seperti masalah sampah yang kian menggunung. Tidak hanya itu, anak-anak ini juga menyuarakan isu-isu humanis secara jujur, seperti nasib pahlawan tanpa tanda jasa (guru) dengan upah minim.

Secara keseluruhan, penampilan Duta Gong Kebyar Anak-Anak Kabupaten Jembrana di PKB XLVIII 2026 tidak hanya sekadar memberikan tontonan seni yang menghibur, tetapi juga menjadi media edukasi dan penyampai pesan moral yang mendalam bagi seluruh masyarakat Bali (Wis/Tra).

Info Bali Soal Kekayaan Intelektual dan Kejuaraan Karate Asia

0

Gubernur Koster Fasilitasi Kemudahan Akses Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual


NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR – Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) Bali saat ini menjadi sektor terpenting selain sektor pariwisata yang berperan sebagai penopang perekonomian Bali, sekaligus menjadi transformasi perekonomian Bali. Untuk itu penguatan perlindungan kekayaan intelektual untuk mendorong IKM & UKM Bali yang inovatif, berdaya saing dan mendunia perlu terus dikawal. Karena kekayaan intelektual merupakan hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada seseorang atau kelompok atas karya yang lahir dari kemampuan intelektual, kreativitas, dan daya cipta mereka.

Hak ini memberikan perlindungan hukum dan nilai ekonomi atas karya di bidang ilmu pengetahuan, seni, sastra, dan teknologi. Hal ini disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri sosialisasi penguatan perlindungan kekayaan intelektual untuk Mendorong IKM dan UMKM Bali yang Inovatif, Berdaya Saing dan Mendunia, bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (19/6).

Di era ekonomi digital saat ini, kreativitas saja tidak cukup. Kreativitas harus dipagari oleh hukum, harus bernilai ekonomi tinggi dan harus dilindungi dari klaim pihak lain. Disinilah pentingnya Kekayaan Intelektual baik itu berupa hak cipta, merek, paten, karya desain, pelaku sekaligus produksi sehingga secara terstruktur market yang mereka miliki juga terlindungi secara utuh, hal ini juga berkaitan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat di Bali.

“Pemerintah Provinsi Bali (Pemprov Bali) terus berkomitmen untuk memfasilitasi kemudahan akses, memberikan pendampingan, serta edukasi berkelanjutan bersama Kementerian Hukum agar pendaftaran Kekayaan Intelektual bagi pelaku usaha lokal semakin cepat, mudah dan terjangkau” tegas Gubernur Bali Wayan Koster.

Ditambahkannya, bahwa perlindungan Kekayaan Intelektual bukan lagi sebuah formalitas atau sekadar urusan administrasi hukum. Kekayaan Intelektual adalah instrumen ekonomi, sebuah “perisai” sekaligus “pedang” bagi IKM dan UMKM kita untuk bertarung di pasar global.

“Kita ingin agar masyarakat Bali tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi pencipta nilai tambah. Kita ingin agar karya-karya masyarakat Bali memiliki identitas, memiliki perlindungan hukum, memiliki nilai ekonomi, dan mampu bersaing di pasar global. Di sinilah peran Kekayaan Intelektual menjadi sangat penting, karena ketika produk IKM/UMKM kita dilindungi secara hukum, maka kepercayaan konsumen akan meningkat dan jalan untuk menembus pasar ekspor dan go global akan terbuka lebar tanpa rasa cemas akan pembajakan”, imbuhnya lagi.

10 Ribu Permohonan Sepanjang 2025

Disampaikannya Gubernur Wayan Koster, bahwa perkembangan kekayaan hak Intelektual di Bali menunjukkan tren yang sangat positif. Sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 10.692 permohonan Kekayaan Intelektual dari masyarakat Bali.

Sementara itu, dari bulan Januari hingga Juni tahun 2026 telah tercatat 5.889 permohonan Kekayaan Intelektual, yang terdiri dari pendaftaran Kekayaan 1.504 permohonan Hak Merek, 24 permohonan Paten, 12 permohonan Desain Industri, 4.312 permohonan Hak Cipta; dan 37 permohonan Kekayaan Intelektual Komunal.

Saat ini Bali juga sudah memiliki 15 Indikasi Geografis yang terdaftar. Pada tahun 2025, Bali berhasil memperoleh sertifikat Indikasi Geografis untuk Gula Dawan Klungkung, Tenun Cepuk Tanglad Nusa Penida, Lukisan Batuan Gianyar Bali, dan Kopi Robusta Lemukih Buleleng.

Sementara yang sedang berproses pada Tahun 2026 ini adalah Batu Pulaki Banyupoh Buleleng dan Tenun Songket Gelgel. Angka-angka ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Bali terhadap pentingnya perlindungan Kekayaan Intelektual terus meningkat.

Gubernur Wayan Koster juga mengajak agar seluruh perangkat daerah, pemerintah kabupaten/ kota, perguruan tinggi, komunitas kreatif, asosiasi usaha, dan pelaku UMKM yang hadir pada hari ini mari kita bergerak bersama mempercepat perlindungan Kekayaan Intelektual di Bali.

Narasumber pada sosialisasi penguatan perlindungan kekayaan intelektual untuk Mendorong IKM dan UMKM Bali yang Inovatif, Berdaya Saing dan Mendunia, Prof. Yasonna Laoly yang juga menjabat sebagai salah satu anggota DPR RI menyampaikan bahwa perlindungan Hak Cipta dan Merek dapat mendorong pengembangan iklim usaha bagi UMKM.

Dipaparkannya, bahwa Kekayaan Intelektual dapat dibedakan menjadi dua (2) yakni kepemilikan komunal (yang berupa ekspresi budaya tradisional, pengetahuan tradisional, potensi indikasi geografis serta sumber daya genetik) dan kepemilikan personal (berupa hak cipta dan hak terkait serta hak milik industri baik itu paten, merek, rahasia dagang, desain tata letak sirkuit terpadu, desain industri dan perlindungan varietas tanaman).

Terkait perlindungan indikasi geografis itu ada, dan pemerintah tentu boleh meminta penindakan hukum terhadap para pelanggar, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Indikasi geografis mengharuskan produksi karya untuk didaftarkan sebagai Kekayaan Intelektual memang harus di produksi pada wilayah yang bersangkutan, karena hal tersebut merupakan kekayaan wilayah yang dimilikinya, sekaligus menunjuk kekayaan atau milik wilayah bukan perorangan.

Jika ada pelanggaran yang dilakukan oleh oknum, maka pemerintah atau instansi terkait berhak memberikan tindakan tegas, dan perlindungan terhadap pemilik hak cipta atau kekayaan intelektual tersebut, hal ini bertujuan untuk keberlangsungan hak cipta yang dimiliki pelaku IKM dan UKM Bali.

Pada kesempatan ini, pihaknya juga berperan kepada para pedagang, agar tidak menggunakan jalan pintas atau by pass memberikan hak cipta (motifnya) kepada orang lain untuk di produksi secara massal, agar khas Bali tidak hilang.

Kegiatan ini juga di hadiri langsung oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, Kepala Badan Riset Daerah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali serta pelaku IKM, UKM dan Koperasi di Bali.(Tutt/Tra).


Gubernur Koster Turut Buka Kejuaraan Karate Asia 2026


NEWS INTERMEDIA.COM l BADUNG – Bali kembali menjadi panggung olahraga internasional. Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri pembukaan resmi 22nd AKF Senior Championships 2026 atau Kejuaraan Karate Asia Senior ke-22 yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Kabupaten Badung, Kamis (18/6).

Ajang bergengsi tingkat Asia tersebut diikuti lebih dari 400 atlet dari 33 negara dan menjadi salah satu kejuaraan karate terbesar di kawasan Asia. Selain memperebutkan gelar juara Asia, kompetisi yang berlangsung pada 19–21 Juni 2026 ini juga menjadi jalur kualifikasi menuju Karate World Cup.

Kehadiran Gubernur Wayan Koster menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung penyelenggaraan event olahraga internasional. Sebelum pembukaan resmi, Koster juga menghadiri gala dinner yang mempertemukan delegasi, atlet, ofisial, dan pemangku kepentingan karate dari berbagai negara Asia.

Dalam sambutannya, Vice President Asian Karate Federation (AKF), Rashid Al Ali, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Indonesia atas dukungan yang diberikan sehingga kejuaraan dapat terselenggara dengan baik.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menyambut Anda semua di kejuaraan ini di Bali. Saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, Bapak Gubernur Bali, dan Pemerintah Indonesia atas fasilitasi serta dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan ini. Terima kasih banyak. Selamat bertanding kepada seluruh atlet dari Asia,” ujar Rashid Al Ali.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI), Hadi Tjahjanto, menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan perayaan persaudaraan antar-karateka Asia.

“Kehormatan besar bagi saya menyambut atlet dan delegasi dari seluruh Asia di Pulau Bali yang indah. Indonesia sangat bangga menjadi tuan rumah dengan menghadirkan lebih dari 400 atlet pada kejuaraan ini. Kehadiran seluruh peserta menunjukkan kekuatan persaudaraan karate di Asia,” kata Hadi.

Menurut Hadi, nilai-nilai yang dijunjung dalam karate tidak hanya soal kemampuan teknis di atas tatami, tetapi juga mencakup sportivitas, rasa hormat, dan fair play.

“Ini adalah perayaan persaudaraan yang melampaui kompetisi. Respek dan excellence adalah nilai yang hidup di hati setiap karateka. Kami berharap karate dapat terus menjadi sarana yang mempersatukan atlet dari seluruh Asia bahkan dunia,” ujarnya.

Ia juga menilai Bali menjadi lokasi yang ideal untuk penyelenggaraan kejuaraan internasional karena memiliki kombinasi keindahan alam, kekayaan budaya, serta keramahan masyarakat yang mampu memberikan pengalaman berkesan bagi para peserta.

“Mudah-mudahan para atlet dan delegasi mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan dari keindahan Bali, budayanya, dan keramahan masyarakatnya. Kepada para atlet, berikan yang terbaik dan raihlah pengalaman terbaik di atas tatami. Selamat datang di Bali, Indonesia,” tambah Hadi.

Pada kejuaraan kali ini, Indonesia menurunkan 22 atlet terbaik untuk menghadapi persaingan ketat dengan para karateka elite Asia. Tiga atlet asal Bali turut memperkuat tim nasional, termasuk Cok Istri Agung Sanistyarani yang turun pada nomor kumite putri kelas -55 kilogram.

Kejuaraan Karate Asia Senior 2026 mempertandingkan 12 nomor individu, empat nomor beregu, serta kategori Para Karate. Sistem pertandingan menggunakan format gugur, sementara tiga tim terbaik pada kategori beregu akan mengamankan tiket menuju Karate World Cup.

Persaingan diperkirakan berlangsung sengit. Sejumlah negara kekuatan karate Asia seperti Jepang, Iran, Kazakhstan, Vietnam, Thailand, dan Arab Saudi menurunkan atlet-atlet terbaik mereka. Sebanyak 11 juara bertahan Asia juga kembali tampil untuk mempertahankan gelarnya di Bali.

Ketua Umum PB FORKI Hadi Tjahjanto turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas dukungan penuh yang diberikan terhadap pelaksanaan kejuaraan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali, khususnya Bapak Gubernur Wayan Koster, yang telah memberikan dukungan luar biasa sehingga Kejuaraan Karate Asia Senior dapat terselenggara dengan baik di Bali. Ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kemampuan Indonesia sebagai tuan rumah event olahraga internasional,” ujarnya.

Sebagai tuan rumah, Indonesia berharap dukungan publik dapat menjadi energi tambahan bagi para atlet Merah Putih untuk meraih prestasi terbaik sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan karate di Asia.

Selain menjadi arena perebutan gelar juara dan tiket menuju Karate World Cup, Kejuaraan Karate Asia Senior 2026 juga memperkuat posisi Bali sebagai destinasi sport tourism kelas dunia yang mampu menyelenggarakan berbagai agenda internasional berskala besar.(*)


 

Info Denpasar Soal Duta GKA, PHDI dan Bakesbangpol Bagikan Paket Sembako Babi

0

 


Tampil Apik Lewat Dolanan “Upih Jaran”, Walikota Apresiasi Duta GKA Denpasar

NEWS INTERMEDIA.COM l Denpasar  l Penampilan memukau ditunjukkan Duta Gong Kebyar Anak-Anak (GKA) Kota Denpasar dari Sanggar Cilinaya, Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, saat tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (15/6) malam.

Ket. Foto : Gubernur Bali, Wayan Koster, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara dalam kesempatan menyaksikan penampilan Duta Gong Kebyar Anak-Anak Duta Kota Denpasar dalam ajang PKB XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (15/6) malam. 

Penampilan yang mengangkat nilai budaya dan permainan tradisional melalui dolanan Upih Jaran itu mendapat apresiasi langsung dari Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.

Turut hadir memberikan dukungan dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara. Penampilan kedua duta kabupaten/kota tersebut turut disaksikan Gubernur Bali, Wayan Koster, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar.

Dalam pementasan tersebut, Duta GKA Kota Denpasar yang menempati panggung sisi utara berhadapan dengan Duta GKA Kabupaten Bangli dari Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak Santika Murti, Banjar Demulih, Desa Adat Demulih, Kecamatan Susut. Masing-masing sekaa menampilkan tabuh kreasi pepanggulan, tari kreasi, dan dolanan sebagai penutup sajian seni di hadapan ratusan penonton yang memadati arena pertunjukan.

Usai menyaksikan penampilan, Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada seluruh penabuh, penari, pelatih, serta keluarga besar Sanggar Cilinaya yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjaga dan melestarikan seni budaya Bali. Menurutnya, penampilan yang ditunjukkan anak-anak Denpasar tidak hanya menampilkan kualitas artistik, tetapi juga menjadi bukti bahwa generasi muda tetap memiliki semangat untuk mencintai dan merawat warisan budaya leluhur.

“Adik-adik penabuh dan penari telah menunjukkan semangat luar biasa. Ini menjadi kebanggaan bagi Kota Denpasar karena generasi mudanya terus berlatih, berkarya, dan menjaga adat serta budaya Bali,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Koordinator Sanggar Cilinaya, I Ketut Sudiarta, menjelaskan bahwa Duta GKA Kota Denpasar membawakan tiga garapan utama, yakni Tabuh Kreasi Pepanggulan Sudhi Atma, Tari Kreasi Puja Prasamya, dan dolanan Upih Jaran.

Tabuh Sudhi Atma merupakan karya I Made Suwendra yang menggambarkan proses penyucian jiwa untuk mencapai keheningan batin melalui harmonisasi nada dan teknik permainan Gong Kebyar. Sedangkan Tari Puja Prasamya merupakan tari penyambutan yang mengandung pesan kebersamaan, saling menghormati, dan kasih sayang sebagai landasan terciptanya kedamaian.

Penampilan ditutup dengan dolanan Upih Jaran, sebuah garapan yang terinspirasi dari permainan tradisional anak-anak menggunakan daun upih yang dibentuk menyerupai kuda. Karya yang ditata oleh Yan Ove bersama Tu dan Tik ini mengangkat pesan tentang pentingnya menjaga alam, menghormati roh dan jiwa yang menyertai kehidupan, serta melestarikan tradisi budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat Bali.

“Melalui permainan sederhana yang sarat makna tersebut, para penampil berhasil menghadirkan suasana ceria, penuh semangat, sekaligus mengingatkan pentingnya sportivitas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya sejak usia dini,” ujarnya. (Pur/G.tra)


PHDI dan Bakesbangpol Kota Denpasar Bagikan 300 Paket Daging Babi Kepada Masyarakat 

NEWS INTERMEDIA.COM l Denpasar l Jelang hari Raya Galungan dan Kuningan, Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar bersama Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), membagikan  300 paket daging babi kepada para pecalang, Bendesa Adat, dan masyarakat, di halaman Kantor Bakesbangpol Kota Denpasar, Senin (15/6).

Hadir saat itu, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Kepala Bakesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, dan pihak terkait lainnya.

Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka mengatakan, kegiatan pembagian daging babi ini diharapkan akan dapat memberikan kemanfaatan bagi umat yang akan merayakan hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Tentu harapannya ini akan membawa kemanfaatan bagi umat yang akan menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, menyampaikan,  program ini merupakan implementasi dari spirit Vasudhaiva Kutumbhakam yang bermakna kita semua bersaudara atau menyama braya.

Sehingga diharapkan mampu menghadirkan semangat sagilik, saguluk, salunglung subayantaka dalam menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan di tengah masyarakat.

“Pembagian daging babi ini juga merupakan salah satu implementasi dari semangat Vasudhaiva Kutumbhakam,” katanya. (G.tra)


 

Info Jembrana Soal Pokjar Provinsi Bali dan Rumah Singgah

0

Sukses Perbaiki Peringkat ,Jembrana Melesat ke Peringkat 7 Porjar Bali 2026

NEWS INTERMEDIA.COM l JEMBRANA l Kabupaten Jembrana sukses mendobrak tradisi dan naik ke peringkat ke-7 se-Provinsi Bali dalam ajang Porjar Provinsi Bali Tahun ini. Setelah tiga tahun berturut-turut (2023 – 2025) tertahan di peringkat ke-9 atau posisi buncit, tahun ini berhasil naik  Peringkat dengan torehan akhir  36 medali emas, 36 perak, dan 51 perunggu.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan kerjasama team yang solid serta suntikan motivasi Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, saat melepas atlet beberapa waktu lalu. Meski target awal yang dibebankan adalah menembus posisi lima besar, lompatan ke peringkat 7 ini tetap menjadi sinyal kuat kebangkitan prestasi olahraga di Bumi Makepung.

“Saya menargetkan Kabupaten Jembrana minimal mampu menembus lima besar tingkat Provinsi Bali. Dengan semangat, kerja keras, dan persiapan yang telah dilakukan, saya yakin target itu bisa dicapai,” ujar Bupati Kembang sebelumnya saat melepas atlet, Sabtu (30/5) lalu.

Menurutnya, modal penting untuk mendongkrak prestasi daerah kali ini adalah jumlah kontingen yang besar, tingginya partisipasi atlet, serta kuatnya dukungan

Dibalik naiknya peringkat ini, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Jembrana rupanya telah menerapkan strategi perombakan total sejak awal tahun. Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Dikpora Jembrana, I Kade Prapta Surya Wesnawa dihubungi sabtu (13/6), mengungkapkan bahwa persiapan intensif sudah digenjot sejak bulan Februarii

Karena absennya gelaran Porjar di tingkat Kabupaten, pihak Dikpora mengambil langkah proaktif dengan langsung turun ke lapangan memantau potensi para atlet di masing-masing cabang olahraga (cabor).

“Kami melakukan pendampingan rutin ke keseluruhan cabor. Hampir setiap hari kami kunjungi tempat latihan mereka. Kami meminta seleksi ketat terkait atlet yang diberangkatkan, jadi tidak ada penunjukan sembarangan. Selain itu, kami juga menerapkan pendampingan gizi makanan dan pola kebugaran berbasis sport science, serta menetapkan target medali yang jelas per cabor agar mereka termotivasi,” jelas Kade Prapta.

Keterbatasan kuota anggaran tidak menjadi penghalang bagi Jembrana untuk unjuk gigi. Dari kuota resmi Pemkab yang hanya memfasilitasi 230 atlet dan 40 pelatih, Dikpora melakukan pendekatan persuasif kepada para atlet, keluarga, dan pelatih.

Hasilnya luar biasa, gelombang dukungan mandiri muncul secara masif. Sebanyak 122 atlet dan 22 pelatih memutuskan berangkat dengan biaya mandiri atau disponsori oleh keluarga dan pihak swasta. Dukungan gotong royong ini berhasil mendongkrak total kekuatan kontingen Jembrana menjadi 414 orang (352 atlet dan 62 pelatih).

Secara total perolehan medali, Jembrana berhasil mengumpulkan 36 medali emas, 36 perak, dan 51 perunggu. Kendati secara kalkulasi medali emas belum memenuhi target awal (45 emas, 30 perak, 28 perunggu), total raihan 123 medali ini sudah lebih dari cukup untuk mengerek posisi Jembrana keluar dari posisi buncit.

Keberhasilan di Porjar Bali 2026 ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi perkembangan olahraga di Kabupaten Jembrana, sekaligus membuktikan bahwa dengan sinergi antara pemerintah, atlet, dan masyarakat, keterbatasan mampu diubah menjadi prestasi. (Wis/Tra).


Rajut Kebersamaan di Rumah Singgah, Bantuan Bahan Pokok Dermawan Hadirkan Dapur Hangat Bagi Keluarga Penunggu Pasien


NEWS INTERMEDIA.COM l JEMBRANA l  Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti Rumah Singgah Kabupaten Jembrana. Beban hidup para keluarga yang sedang mendampingi pasien berobat kini terasa sedikit lebih ringan. Hal itu terjadi setelah seorang dermawan menyalurkan bantuan berupa bahan pokok yang kini dimanfaatkan secara bersama-sama oleh para penghuni rumah singgah.

Bantuan ini tidak hanya sekadar mengisi stok logistik. Lebih dari itu, bantuan ini menjadi pemantik semangat kebersamaan. Kini, dapur rumah singgah yang tadinya sunyi berubah menjadi tempat yang hangat, di mana para penunggu pasien bergotong royong memasak hidangan untuk dinikmati bersama.

Kegiatan memasak bareng ini menjadi ruang berbagi bagi mereka yang sedang menghadapi masa-masa sulit. Di sela-sela mengolah bahan makanan, mereka saling bertukar cerita, memberikan dukungan moral, serta menguatkan satu sama lain dalam menghadapi proses pengobatan keluarga mereka.

Yunita, petugas Rumah Singgah dihubungi minggu (14/6), menyatakan bahwa inisiatif berbagi ini sangat berarti. Selain membantu efisiensi biaya konsumsi harian bagi keluarga pasien yang berasal dari ekonomi kurang mampu, kegiatan ini juga berhasil menciptakan suasana kekeluargaan yang membuat para penunggu pasien merasa tidak sendirian dalam berjuang.

Bantuan yang diberikan oleh Ibu Era berupa beras, telor dan mie instan nantinya dapat dinikmati oleh masyarakat yang menginap di Rumah Singgah. Sebelumnya, bantuan serupa juga pernah datang dari komunitas Gereja.

” Sangat bermanfaat karena bisa dimasak bareng bareng didapur rumah singgah . Ini juga menghemat pengeluaran harian keluarga penunggu pasien tidakperlu membeli makanan diluar ,”jelasnya

Disisi lain , Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas aksi nyata para dermawan tersebut. Bupati menegaskan bahwa gerakan berbagi ini adalah wujud nyata kepedulian sosial yang sangat dibutuhkan di tengah masyarakat.

Sehingga ada rejeki lebih , bisa digunakan untuk berbagi memasak bersama di belakang rumah singgah yang memang sudah disiapkan dapur bersama untuk keluarga penunggu pasien .

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para dermawan yang telah peduli dan berbagi dengan sesama. Gerakan ini sangat luar biasa karena tidak hanya meringankan beban kebutuhan pokok, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas sosial di tengah keluarga pasien kita. Semoga kebaikan ini menjadi teladan bagi kita semua untuk terus memupuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan,” ujar Bupati Jembrana.

Semangat gotong royong yang tercipta dari dapur rumah singgah ini diharapkan dapat terus terjaga, menjadi bukti bahwa di Kabupaten Jembrana, kepedulian antarsesama adalah pondasi utama dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan. (Wis/tra).

PKB 2026 Diikuti 23 Ribu Seniman dan Ratusan Sekaa, dan UMKM Digratiskan


Gubernur Koster Resmi Buka PKB XLVIII, Diikuti 23 Ribu Seniman


NEWS INTERMEDIA COM l DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster secara resmi membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII (ke-48) Tahun 2026 pada, Sabtu (Saniscara Umanis, Sungsang), 13 Juni 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra (Art Center) Denpasar, yang ditandai dengan pemukulan gong dan disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia, Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Pangdam IX/Udayana, dan Kapolda Bali.

Dalam pembukaan Pesta Kesenian Bali juga diserahkan piagam penghargaan Karisma Event Nusantara, dimana Pesta Kesenian Bali ke-48 Tahun 2026 yang mengambil Tema: “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha”, resmi terpilih sebagai bagian dari 125 Karisma Event Nusantara 2026.

Piagam Penghargaan diserahkan langsung oleh Wamen Pariwisata, Ni Luh Puspa kepada Gubernur Bali, Wayan Koster dan mendapatkan apresiasi dari Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Walikota dan Bupati Se-Bali, Pimpinan Instansi Vertikal se-Bali, Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Bali, para Seniman dan Budayawan, serta ribuan masyarakat.

Tema PKB Tahun 2026 yang bermakna Memuliakan Jiwa Paripurna, yang selaras dengan upaya Kita bersama dalam memuliakan unteng Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali, kata Gubernur Koster berlangsung dari tanggal 13 Juni 2026 sampai 11 Juli 2026, dengan menyajikan 10 materi pokok, yaitu: Peed Aya (Pawai), Rekasadana (Pergelaran), Kandarupa (Pameran), Utsawa (Parade), Wimbakara (Lomba), Kriyaloka (Lokakarya), Widyatula (Sarasehan), dan Adi Sewaka Nugraha (Penghargaan Pengabdi Seni), Jantra Tradisi Bali atau Pekan Kebudayaan Daerah dan Bali World Culture Celeberation atau Perayaan Kebudayaan Dunia di Bali.

Jantra Tradisi Bali merupakan apresiasi budaya untuk penguatan dan pemajuan kearifan lokal, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, pengobatan tradisional, permainan tradisional, serta olah raga tradisional Bali. Sedangkan Perayaan Kebudayaan Dunia di Bali adalah kegiatan apresiasi budaya dalam

upaya mewujudkan Bali sebagai Pusat Kebudayaan Dunia (Bali Padma Bhuwana).

“Kebesaran dan kemegahan Kebudayaan Bali kini telah mendapat pengakuan dunia sehingga melalui kebudayaan, Bali mampu bersaing di tataran pergaulan internasional,” ujar Gubernur Koster yang dengan konsisten melakukan Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020.

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya juga menekankan bahwa Pesta Kesenian Bali tahun ini, didukung oleh banyak Seniman, yaitu 23.936 orang, partisipasi sebanyak 307 sekaa/sanggar/yayasan seni baik lokal, nasional, maupun internasional.

Pesta Kesenian Bali juga menjadi wahana etalase produk kerajinan dan kriya yang berkualitas dan unggul, yang diikuti oleh sebanyak 124 IKM dan 72 UMKM, mengikuti pameran secara gratis.(*)


*Gubernur Koster Bangga Tingginya Anak Muda dan Usia Dini Tampil Memukau di Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48*

*Regenerasi Pelaku Seni Budaya Bali Tumbuh Berkelanjutan, jadi Sumber Kekuatan Ekonomi Pariwisata dan Kesejahteraan Masyarakat-SUBJUDUL*

NEWS INTERMEDIA COM l DENPASAR –Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi tingginya keterlibatan anak muda dan usia dini pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII (ke-48) tahun 2026. Gubernur Koster menilai keterlibatan kawula muda merupakan bukti regenerasi pelaku seni dan budaya Bali terus tumbuh berkelanjutan.
Hal ini bagi Gubernur Koster, sangat membahagiakan dan membanggakan bagi semua masyarakat Bali.
“Pesta Kesenian Bali tidak saja secara aktif diikuti oleh anak-anak muda, tetapi juga anak-anak usia dini yang berpartisipasi dengan berbagai karya menarik dan unik, serta mampu tampil dengan memukau. Kehadiran anak-anak muda beserta anak-anak usia dini menunjukkan bahwa, regenerasi pelaku seni dan budaya di Bali telah terjadi secara langsung dan berkelanjutan, mampu bertahan, bahkan berkembang semakin maju dalam menghadapi dinamika lokal, nasional, dan global,” jelas Gubernur Bali dua periode ketika membuka PKB XLVIII di Taman Werdhi Budaya Art Centre Denpasar, Sabtu 13 Juni 2026.
Menurut Koster, fakta ini menunjukkan bahwa, seni budaya di Bali tidak akan pernah mati, namun akan selalu hidup dengan penuh gairah dalam kehidupan masyarakat Bali yang harmonis. Ini sebagai implementasi visi pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, serta sesuai amanat dalam Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru, 2025-2125.

“Bagi masyarakat Bali, kebudayaan berperan dalam berbagai aspek kehidupan; sebagai sumber nilai-nilai kehidupan, sebagai sumber karya seni yang kreatif dan inovatif, sebagai sumber pengembangan industri berbasis budaya branding Bali, sebagai sumber pengembangan ekonomi kreatif, dan sebagai basis kekuatan pengembangan pariwisata Bali, sehingga mampu memberi kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Bali secara Sakala – Niskala,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata Gubernur Koster, kebudayaan Bali yang sangat kaya, unik, dan unggul, meliputi adat-istiadat, tradisi, seni, budaya, dan
kearifan lokal yang merupakan warisan adiluhung harus terus Kita pelihara bersama agar semakin kuat dan maju.
“Jangan pernah bosan menjaga kebudayaan Bali,” tutup Gubernur Koster yang disambut ‘aplaus’ oleh ribuan masyarakat Bali.
Gubernur Bali, Wayan Koster juga memberikan penghormatan kepada Gubernur Bali, periode tahun 1978-1988, Bapak Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, karena atas gagasannya mewujudkan Pesta Kesenian Bali (PKB).

Penghormatan tersebut disampaikannya langsung saat membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 Tahun 2026 “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” pada, Sabtu (Saniscara Umanis, Sungsang), 13 Juni 2026 malam di Panggung Terbuka Ardha Candra (Art Center) Denpasar.

Dikatakan Gubernur Koster, bahwa dalam sejarahnya Pesta Kesenian Bali ke-1 terselenggara pada tanggal 20 Juni 1979, pada masa Pemerintahan Provinsi Bali yang dipimpin oleh Gubernur Bali, Bapak Prof. Dr. Ida Bagus Mantra.

Astungkara, Pesta Kesenian Bali yang merupakan wahana terbesar dalam penyelenggaraan kebudayaan Bali, secara konsisten dapat dilaksanakan setiap tahun tanpa henti oleh Gubernur pada periodenya masing-masing.
“Kita bersyukur Gubernur, Wali Kota/Bupati se-Bali bersama para Seniman dan Budayawan serta seluruh komponen masyarakat Bali terus dengan semangat kuat, konsisten mendukung serta menyelenggarakan Pesta Kesenian Bali yang tahun 2026 ini sudah berjalan selama 48 tahun,” ucap Wayan Koster sembari mengemakan salam Pancasila yang diiringi kata Merdeka, Merdeka, Merdeka.

Secara fundamental dan komprehensif, penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali disebutnya semakin kokoh, berkualitas, dan menarik dengan diberlakukannya Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.
Perkembangan ini dapat dilihat langsung dari karya seni yang ditampilkan semakin beragam dan berkualitas, semakin banyak Seniman dan lembaga seni yang berpartisipasi, semakin bergairah penonton yang hadir menyaksikan Pesta Kesenian Bali selama sebulan, serta penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali juga semakin tertata, terarah, berkualitas, serta menunjukkan kemajuan dari tahun ke tahun.

Dalam pembukaan Pesta Kesenian Bali Tahun 2026, dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia, Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Walikota/Bupati Se-Bali, Pimpinan Instansi Vertikal se-Bali, Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Bali, hingga para Seniman dan Budayawan.(*) Bu km

Gubernur Koster Lepas Peed Aya, Tandai Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII

0

NEWS  INTERMEDIA.COM l Denpasar  I Gubernur Bali Wayan Koster melepas Peed Aya (pawai) menandai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Sabtu 13 Juni 2026 di depan Monumen Puputan Bajra Sandi Denpasar.

Peed Aya yang dimulai tepat pada pukul 14.00 WITA ini, turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati (Ni Luh Puspa), Irjen Kemendagri, Sang Made Mahendra Jaya dan Istri, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Prof. I Nengah Duija, Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, Sekretaris Daerah Bali, Dewa Made Indra dan Forkopimda provinsi Bali.

Gubernur Bali, Wayan Koster didampingi oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ketua DPRD Provinsi Bali memukul Kulkul sebanyak lima (5) kali, sebagai simbol persatuan dan kesatuan.

Pemukulan Kulkul, disambut dengan gambelan gong gede, dari Sancaya Kanti dari desa adat Kesiman, Semar Pagulingan dari briak briuk sepanggul serta gambelan maha merdangga kalpa sekaligus mengiringi siwa nataraja kolaborasi komunitas seni usadhi langu dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Maha merdangga kalpa merupakan refleksi kewaktu-an kekal, fibrasi semesta pembentukan tatanan sakral kehidupan memuliakan alam, manusia dan kebudayaan dalam harmoni spiritual suci, tarian ini dipentaskan bersamaan dengan garapan tematik kolosal bertajuk “Maha Merdangga Kalpa”.

Dengan mengangkat tema “Jiwa Sidha Parisudha”, atau memuliakan jiwa paripurna, Pesta Kesenian Bali ke-48 diharapkan mampu memberi makna dimana Atma Kerthi sebagai pemuliaan maha jnana.

Peed Aya (pawai) Pesta Kesenian Bali ke 48 Tahun 2026 “Atma Kerthi” di awali oleh pawai dari Kabupaten Jembrana dan di tutup oleh peed Aya (pawai) dari kota Denpasar. Pesta Kesenian Bali tahun ini akan diselenggarakan dari tanggal 13 Juni s/d 11 Juli, di Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center).  Di akhir acara, sebelum meninggalkan lapangan, Gubernur Wayan Koster menyempatkan diri untuk menyapa penonton secara langsung.(Titt/Tra*)

Info Jembrana Soal Sensus Ekonomi, Ayah Bunda Genre dan Kalpataru

0

Lepas Ratusan Petugas Sensus Ekonomi 2026, Wabup Ipat Tekankan Kejujuran Data Lapangan

NEWS INTERMEDIA.COM l  Jembrana l Sebanyak 312 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 Kabupaten Jembrana resmi diterjunkan untuk melaksanakan pendataan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Mewakili, Bupati Jembrana, Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) secara simbolis memasangkan rompi dan name tag Sensus Ekonomi 2026 kepada perwakilan petugas, yang kemudian dilanjutkan dengan gotong royong bersama ASN Pemkab Jembrana beserta jajaran Polres Jembrana di halaman Sirkuit All In One, Desa Pengambengan, Jumat (12/6)

Wabup Ipat menegaskan bahwa sensus ekonomi merupakan momentum penting dalam menghadirkan data yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan jangka menengah hingga panjang.

Ia mengingatkan ketelitian dan kejujuran petugas sangat penting karena ketidaklengkapan data akan berdampak serius terhadap kualitas kebijakan pemerintah.

“Data yang hilang akan menimbulkan bias. Di sinilah tugas dan tanggung jawab bapak ibu untuk mendapatkan seluruh potret kehidupan masyarakat Jembrana dari seluruh kalangan yang ada,” ujarnya.

Penugasan petugas sensus yang berbasis domisili wilayah tempat tinggal diharapkan dapat meningkatkan tanggung jawab serta motivasi dalam menjalankan tugas.

Meski demikian, pemerintah daerah, akan mendukung penuh proses pelaksanaan di lapangan, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa, untuk memastikan seluruh masyarakat dapat terjangkau pendataan.

Ia menekankan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukan kegiatan rutin tahunan, melainkan agenda strategis yang hasilnya menjadi rujukan penting dalam penyusunan kebijakan daerah.

“Sensus ini tidak setiap tahun dilaksanakan. Hasilnya akan digunakan untuk 5 sampai 10 tahun ke depan. Karena itu harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab,” katanya.

Bupati juga mengingatkan seluruh petugas untuk bekerja secara jujur, profesional, dan sesuai fakta di lapangan. “Bekerjalah dengan jujur sesuai ikrar yang telah disampaikan. Jangan menutup-nutupi kondisi. Gali data secara seksama sesuai kriteria yang ada, baik individu maupun unit usaha. Pastikan semua jawaban benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Jembrana, I Wayan Putrawan menyebut di Jembrana, sekitar 92 ribu keluarga dan lebih dari 44 ribu unit usaha menjadi sasaran pendataan.

“Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, BPS Kabupaten Jembrana telah menyiapkan sebanyak 312 petugas lapangan yang akan melaksanakan pendataan di seluruh wilayah Jembrana,” pungkasnya. (Wis/Tra)


Kukuhkan Ayah Bunda Genre, Strategi Cerdas Jembrana Cetak Generasi Muda Berkarakter

NEWS INTERMEDIA.COM l  Jembrana l Komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam membina dan menyiapkan generasi muda yang berkualitas kembali ditegaskan melalui pengukuhan Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, sebagai Ayah Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Jembrana. Bersama Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana, Ny. drg. Ani Setiawarini Kembang Hartawan yang dikukuhkan sebagai Bunda GenRe, keduanya diharapkan menjadi figur inspiratif dalam mendampingi tumbuh kembang generasi muda Jembrana.

Pengukuhan berlangsung di Gedung Kesenian Pendopo Kesari, Kamis (11/6), dan dilakukan berdasarkan Keputusan Deputi Bidang KSPK Nomor 11/KEP.KSPK/F2/2024 tentang Panduan Penyelenggaraan Ayah, Bunda, dan Kakak GenRe. Keputusan tersebut dibacakan langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, dr. Ni Luh Gede Sukardiasih.

Usai dikukuhkan, Kembang Hartawan menyampaikan pesan motivasi kepada generasi muda Jembrana agar berani memiliki cita-cita besar dan terus berupaya meraih masa depan yang lebih baik.
“Sebagai Ayah GenRe, saya ingin mengajak seluruh generasi muda Jembrana untuk berani bermimpi setinggi-tingginya. Tidak masalah berasal dari desa atau kota, yang penting memiliki kemauan untuk belajar, bekerja keras, dan terus berkembang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak takut menghadapi kegagalan. Menurutnya, kegagalan merupakan bagian dari proses menuju keberhasilan.
“Kegagalan bukan akhir perjalanan, tetapi bagian dari proses menuju kesuksesan. Yang penting jangan menyerah dan jangan kehilangan semangat,” tegasnya.

Tak hanya kepada generasi muda, Bupati Kembang juga mengajak para orang tua untuk lebih aktif membangun komunikasi dengan anak-anak. Menurutnya, perhatian dan kesediaan mendengarkan menjadi hal penting dalam mendampingi tumbuh kembang remaja. “Kadang-kadang anak-anak tidak membutuhkan ceramah panjang. Mereka hanya ingin didengarkan dan diberi perhatian,” katanya.

Melalui Program GenRe, Kembang Hartawan berharap lahir generasi muda Jembrana yang sehat, cerdas, berkarakter, serta memiliki kesiapan menjadi pemimpin masa depan yang mampu membawa daerah semakin maju dan berdaya saing.

Ia menegaskan, amanah sebagai Ayah GenRe bukanlah sebuah penghargaan semata, melainkan tanggung jawab bersama untuk mengawal masa depan generasi muda Jembrana.
“Saya menerima amanah ini bukan sebagai sebuah penghargaan, melainkan sebagai tanggung jawab bersama untuk mengawal masa depan anak-anak Jembrana,” pungkasnya. (Wis/tra).


Kelompok Kurma Asih Jembrana Raih Penghargaan Tertinggi Kalpataru Lestari 2026

NEWS INTERMEDIA.COM l Jembrana l Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih asal Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Bali, berhasil mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Kelompok ini dianugerahi penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup, Kalpataru 2026, untuk kategori Penyelamat Lingkungan (Kalpataru Lestari).

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh. Jumhur Hidayat, dalam rangkaian acara *Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia* dan Pameran Teknologi Lingkungan Internasional (INVIROTECH 2026) yang berlangsung di Jakarta, Kamis (11/6).

Kurma Asih mencatatkan diri sebagai satu dari hanya lima penerima apresiasi di kategori Kalpataru Lestari dari seluruh Indonesia pada tahun ini. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan mutlak negara atas dedikasi, konsistensi, dan keberlanjutan aksi nyata Kurma Asih dalam menjaga ekosistem pesisir serta menyelamatkan populasi penyu yang kian terancam.

Istimewanya, penghargaan tertinggi ini diterima Kurma Asih tepat di hari ulang tahunnya yang ke-29, sejak didirikan pada 11 Juni 1997. Prestasi ini sekaligus melengkapi pencapaian mereka sebelumnya, di mana Kurma Asih pernah menerima penghargaan Kalpataru pada tahun 2017 yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Ketua Kelompok Kurma Asih, I Wayan Anom Astika Jaya, mengungkapkan bahwa gelar “Kalpataru Lestari” ini merupakan buah dari komitmen yang tidak pernah putus dalam menyelamatkan satwa dilindungi, khususnya penyu lekang.

“Kelanjutannya setelah Kalpataru (2017), ada Kalpataru Lestari. Kurma Asih dinilai layak mendapatkannya karena kami semakin eksis, berkomitmen, dan konsisten berjalan terus sampai hari ini dalam menyelamatkan penyu lekang yang dilindungi undang-undang,” ujar Wayan Anom usai menerima penghargaan di Jakarta.

Kelompok Kurma Asih dikenal luas karena memelopori gerakan konservasi penyu berbasis pemberdayaan masyarakat lokal. Berawal dari keprihatinan terhadap maraknya perburuan telur dan penyu ilegal di masa lalu, kelompok ini berhasil mengubah paradigma masyarakat pesisir Jembrana dari yang awalnya pemburu menjadi pelindung utama satwa purba ini.

Keberhasilan Kurma Asih meraih Kalpataru Lestari di ajang INVIROTECH 2026 menjadi momen krusial. Di tengah tantangan perubahan iklim global dan ancaman polusi sampah plastik di lautan, kehadiran kelompok seperti Kurma Asih menjadi secercah harapan bagi keberlangsungan keanekaragaman hayati Indonesia.

Di akhir keterangannya, Wayan Anom memberikan pesan kuat dan ajakan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk peduli pada keseimbangan alam dari hulu hingga hilir.

“Ayo selamatkan yang masih tersisa dan yang masih ada mumpung belum terlambat. Ini bukan lagi tanggung jawab individu per individu, tapi tanggung jawab kita bersama.

Hubungan antara hulu dan pesisir tidak bisa dipisahkan, itu satu kesatuan ekosistem. Kita harus sadar bahwa lingkungan yang baik pasti akan menjamin kehidupan kita menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Wis/Tra).


 

 

Info Denpasar Soal Aksi Tanam Mangrove, Kerjasama, Penertiban dan Tagana

0

Walikota Ikuti Aksi Tanam 3000 Pohon Mangrove di Mangrove Arboretum Park

Garudaxpose.com l Denpasar-Bali l Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama dengan Menteri Lingkungan Hidup / Kepala BPLH RI, Moh. Jumhur Hidayat dan Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengikuti aksi penanaman 3000 pohon mangrove, yang digelar di kawasan Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Rabu (10/6) pagi.

Kegiatan ini menjadi salah satu agenda dari rangkaian kunjungan Menteri LH Jumhur Hidayat ke Bali. Aksi yang diawali dengan apel tersebut, diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, yang terdiri dari unsur TNI Polri, OPD Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, Pemerintah Kabupaten Badung, hingga para siswa-siswi SMP dan SMK, dan juga berbagai kalangan komunitas peduli lingkungan.

Di sela penanaman bibit mangrove, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut adalah aksi nyata kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan dan memuliakan bumi serta alam semesta.

“Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian ekosistem mangrove sebagai warisan bagi generasi mendatang,” ungkap Walikota Jaya Negara.

Menteri LH RI, Moh. Jumhur Hidayat dalam sambutannya menyampaikan, apresiasinya kepada jajaran pemerintah daerah di Pulau Bali, yang secara intensif dan juga kontinyu melakukan penanaman mangrove sebagai usaha untuk memuliakan bumi dan lingkungan.

“Keseriusan untuk berkolaborasi memuliakan bumi harus dilakukan oleh berbagai sektor. Tentu usaha yang dilakukan jajaran pemerintah daerah di Pulau Bali ini perlu diapresiasi,” kata Jumhur Hidayat.

Lebih jauh, Jumhur Hidayat juga mengatakan, kelestarian lingkungan dan alam, diyakini dapat menjadi salah satu penunjang meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali. Hal ini tentunya harus didukung salah satunya dengan keseriusan untuk merawat dan menjaga ekosistem mangrove.

“Saat ini masyarakat dunia juga sangat menghargai daerah yang mampu merawat dan memelihara lingkungan secara serius. Jadi harapannya wisata di Bali akan semakin berkembang lagi, melalui lingkungan dan ekosistem yang terawat dengan baik,”  tegas Jumhur.

Sementara itu, Gubernur Wayan Koster mengemukakan, di kawasan Mangrove Arboretum Park yang memiliki total luasan 18 Hektar ini sebelumnya mati terkena polusi, sehingga tidak bisa berkembang. Sehingga diperlukan gerakan penanaman pohon mangrove yang dilakukan secara bertahap agar kondisi ekosistem di kawasan ini kembali baik.

“Sejak tahun 2020 secara bertahap telah dilakukan penanaman pohon di kawasan ini seluas 16 hektar. Sisa 2 hektar akan dilakukan penanaman secara bertahap,” kata Wayan Koster.

Aksi penanaman pohon mangrove ini, kata Wayan Koster juga adalah bentuk komitmen untuk senantiasa menjadikan Bali sebagai kawasan ramah lingkungan dan alam. “Ini adalah aksi nyata untuk menjadikan ekosistem Bali yang sehat dan berkualitas,” ujar Wayan Koster. (Win/Tra).


Pemkot Denpasar dan Pelindo Resmi Teken Kerja Sama Pemanfaatan Lahan PSEL 

Garudaxpose.com l Denpasar-Bali l Komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan terus diperkuat. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kota Denpasar dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 terkait pemanfaatan sebagian lahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di kawasan Pelabuhan Benoa untuk pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Penandatanganan dilaksanakan pada Rabu (10/6) dalam rangkaian Rapat Koordinasi Gerakan Bali Bersih Sampah menuju Bali 100 Persen Memilah Sampah bertempat di Gedung Kertha Sabha Kompleks Kediaman Gubernur Bali Jaya Sabha, Denpasar.Ket. Foto : Penandatanganan PKS antara Pemerintah Kota Denpasar dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 yang disaksikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, Gubernur Bali Wayan Koster, jajaran Forkopimda Provinsi Bali, perwakilan Danantara, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta para bupati se-Bali, pada Rabu (10/6) di Gedung Kertha Sabha Kompleks Kediaman Gubernur Bali Jaya Sabha, Denpasar.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, mewakili Pemerintah Kota Denpasar bersama Plt. Executive Director 3 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Daru Wicaksono Julianto. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, Gubernur Bali Wayan Koster, jajaran Forkopimda Provinsi Bali, perwakilan Danantara, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta para bupati se-Bali.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Pelindo Regional 3 memberikan pemanfaatan sebagian lahan HPL seluas kurang lebih 60.502 meter persegi di kawasan Pelabuhan Benoa. Lahan tersebut akan dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan fasilitas PSEL beserta sarana pendukung lainnya guna mendukung sistem pengelolaan sampah perkotaan yang lebih efektif, modern, dan ramah lingkungan.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan bahwa kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam percepatan pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah berbasis teknologi di Kota Denpasar.

Menurut Jaya Negara, langkah tersebut merupakan strategi jangka panjang untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan aktivitas ekonomi. Melalui teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik, volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir diharapkan dapat berkurang secara signifikan sekaligus menghasilkan energi terbarukan yang bermanfaat.

Lebih lanjut, Jaya Negara menegaskan bahwa pembangunan PSEL tidak hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan sampah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan, mendukung ketahanan energi, serta mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan.

“Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah perkotaan, sekaligus mendukung terwujudnya Denpasar sebagai kota yang bersih, sehat, nyaman, dan berwawasan lingkungan bagi generasi saat ini maupun mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, mengapresiasi komitmen kuat pemerintah daerah di Bali dalam penanganan sampah dan pelestarian lingkungan. “Pendekatan yang memadukan kebijakan pemerintah dengan nilai-nilai kearifan lokal menjadi kekuatan utama Bali dalam membangun kesadaran masyarakat,” ujar Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta rapat koordinasi menegaskan komitmen bersama untuk mewujudkan Bali 100 persen memilah sampah sebagai langkah nyata menuju Bali yang bersih, sehat, indah, dan lestari. (Pur/Tra)


Satpol PP Denpasar Tertibkan 139 Media Promosi Terpasang 

Garudaxpose.com l Denpasar-Bali l Tim penertiban Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Kota Denpasar kembali melaksanakan kegiatan penertiban baliho, spanduk, banner, umbul-umbul, dan pamflet yang terpasang di fasilitas umum pada Rabu (10/6). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya menjaga ketertiban, keindahan, dan kebersihan wajah kota.

Kegiatan penertiban yang dilaksanakan Satpol PP Kota Denpasar ini menyasar sejumlah ruas jalan protokol dan kawasan strategis di Kota Denpasar, yakni Jalan P.B. Sudirman, Jalan Diponegoro, Jalan Hasanuddin, Jalan Thamrin, Jalan Gunung Agung, dan Jalan Buluh Indah.

Kepala Satpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Bawa Nendra, didampingi Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Yudie Asmara, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penegakan peraturan daerah sekaligus menjaga estetika kota agar tetap tertata dan nyaman bagi masyarakat.

“Penertiban ini dilakukan terhadap berbagai media promosi yang dipasang pada fasilitas umum tanpa memperhatikan ketentuan yang berlaku. Selain untuk menjaga ketertiban umum, kegiatan ini juga bertujuan menciptakan lingkungan kota yang lebih rapi, bersih, dan indah,” ujarnya.

Dari hasil kegiatan penertiban tersebut, petugas berhasil menurunkan dan mengamankan sebanyak 139 media promosi, yang terdiri dari 52 pamflet, 40 banner, 46 spanduk, serta 1 papan nama.

Pihaknya mengimbau masyarakat, pelaku usaha, maupun penyelenggara kegiatan agar memasang media promosi sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak memanfaatkan fasilitas umum secara sembarangan. Dengan demikian, ketertiban dan keindahan Kota Denpasar dapat terus terjaga secara berkelanjutan.

Bawa Nendra menegaskan bahwa kegiatan penertiban serupa akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan Kota Denpasar yang tertib, aman, nyaman, dan berwawasan budaya.  “Mari bersama kita wujudkan Denpasar yang tertib, indah dan bersih,” ujarnya. (Ayu/Tra).


Wawali Kukuhkan Pengurus Komunitas Kaplut dan Tagana Kota Denpasar

Garudaxpose.com l Denpasar-Bali l Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengukuhkan secara resmi Pengurus Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Pengurus Komunitas Pejalan Lapangan Puputan (Kaplut) Sport and Music. Pengukuhan tersebut dilaksanakan dengan penandatanganan berita acara di Graha Nawasena Denpasar, Rabu (10/6).

Ket. Foto :Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengukuhkan secara resmi Pengurus Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Pengurus Komunitas Pejalan Lapangan Puputan (Kaplut) Sport and Music. Pengukuhan tersebut dilaksanakan dengan penandatanganan berita acara di Graha Nawasena Denpasar, Rabu (10/6). 

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, OPD serta undangan lainnya. Selain pengukuhan juga dilaksanakan launching Difel Cafe yang merupakan Cafe yang dikelola kaum difabel di Kota Denpasar. Kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan CSR dari Bank BPD Bali dan Pertamina.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengucapkan selamat kepada pengurus yang dikukuhkan. Pihaknya juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan acara yang dikemas apik dan mampu memadukan berbagai potensi yang ada.

Arya Wibawa menambahkan, kedepan kegiatan seperti ini agar terus dilaksanakan sebagai upaya untuk memberikan ruang ekspresi dan kreatifitas masyarakat.

“Mewakili Pemerintah Kota Denpasar kami mengucapkan selamat bertugas pengurus yang dikukukuhkan, tentunya kami berharap secara berkelanjutan Kaplut Sport and Music dan Tagana Kota Denpasar untuk dapat menjadi potensi dan sumber kesejahteraan sosial,” harapnya.

Ketua Kaplut Sport and Music, I Kompiang Wiranata mengatakan adapun pengukuhan pengurus Kaplut Sport and Music ini, akan memegang jabatan kepengurusan selama periode 2026-2030. Dengan pelaksanaan pengukuhan ini, pihaknya berharap Kaplut akan menjadi wadah kreatifitas untuk menjadi potensi dan sumber kesejahteraan sosial.

“Harapan kami tentu secara berelanjutan dapat menjalin persaudaraan serta menjadi wadah kreatifitas bagi pecinta sport dan musik di Kota Denpasar,” ujarnya.

Sementara Ketua Tagana Kota Denpasar mengatakan I Made Tara mengatakan pengukuhan Tagana masa bakti 2026-2031 merupakan bentuk komitmen Tagana Kota Denpasar untuk terus bersinergi dengan Pemerintah, swasta hingga masyarakat.

“Ke depan, kami berharap keberadaan Tagana dapat menjadi profesi yang dihargai dan dihormati atas dedikasinya dalam memperjuangkan kemanusiaan di bidang kebencanaan,” ujarnya. (Eka/Tra).


 

Aksi Kolaborasi Penanaman Mangrove Simbol Pelestarian Lingkungan

0

Menteri LH dan Gubernur Koster Tanam Mangrove, Perkuat Komitmen Bali Hadapi Perubahan Iklim


NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia  Mohammad Jumhur Hidayat bersama Gubernur Bali Wayan Koster memimpin aksi penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (10/6).

Kegiatan yang melibatkan unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, pelajar, serta berbagai pemangku kepentingan ini menjadi simbol kuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menghadapi tantangan perubahan iklim.

Aksi penanaman mangrove tersebut merupakan tindak lanjut dukungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dalam memperkuat rehabilitasi kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem mangrove.

Kegiatan berlangsung sejak pagi hari dan dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Wali Kota Denpasar, perwakilan Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali,  Bupati Badung, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bali, Danrem 163/Wira Satya, Kepala BIN Daerah Bali, Kepala BNN Provinsi Bali, serta jajaran TNI dan Polri serta kalangan pelajar, mahasiswa dan komunitas pecinta lingkungan.

Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup menegaskan bahwa aksi penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata keseriusan seluruh elemen bangsa dalam mengabdi kepada lingkungan.

Menurutnya, berbagai bencana yang terjadi saat ini sebagian besar merupakan dampak dari ketidakseimbangan hubungan manusia dengan alam.

“Kita mulai merasakan gangguan akibat ketidaksopanan kita kepada lingkungan. Banyak bencana hidrometeorologi yang terjadi karena cara kita memperlakukan alam. Karena ulah manusia, maka alam memberikan responsnya,” ujar Menteri LH.

Jumhur mencontohkan berbagai kejadian banjir dan bencana alam yang semakin sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia sebagai peringatan bahwa upaya pelestarian lingkungan harus dilakukan secara lebih serius dan berkelanjutan.

Karena itu, pemerintah pusat berkomitmen mengintensifkan gerakan penanaman mangrove di berbagai daerah, termasuk Bali yang dinilai memiliki posisi strategis sebagai destinasi wisata dunia.


Bali Jadi Contoh, Semua Bersatu dan Kolaborasi Lestarikan Lingkungan


Menteri LH juga memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga lingkungan hidup. Menurutnya, Bali menunjukkan contoh bagaimana seluruh elemen masyarakat dapat bersatu dalam gerakan pelestarian lingkungan.

“Di Bali saya melihat semua kalangan bisa bersatu. Ini contoh yang sangat baik dan saya yakin akan semakin banyak pihak yang terlibat dalam menjaga lingkungan hidup,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah pusat berencana kembali menggelar aksi penanaman mangrove dalam skala lebih besar di Bali pada peringatan Hari Mangrove Sedunia 28 Juli mendatang.

Kegiatan tersebut direncanakan melibatkan berbagai kementerian, serikat pekerja, organisasi masyarakat, serta komunitas lingkungan guna memperkuat kampanye pelestarian ekosistem pesisir.


Apresiasi Langkah Cepat Pemprov Bali Tangani Sampah


Dalam kesempatan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Bali dalam menangani persoalan sampah yang sempat menjadi perhatian publik.

Berdasarkan laporan yang diterima kementerian, sejumlah daerah di Bali telah berhasil menekan timbunan sampah hingga mencapai kondisi yang jauh lebih terkendali.

Menurutnya, keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan akan berdampak langsung terhadap citra Bali sebagai destinasi wisata dunia.

“Ketika suatu daerah serius menjaga lingkungan, masyarakat internasional akan memberikan penghormatan dan simpati. Hal itu justru akan memperkuat sektor pariwisata,” ujarnya.

Menteri LH juga menyoroti peluang besar pengembangan ekonomi hijau melalui pelestarian hutan dan mangrove.

Ia menjelaskan kawasan mangrove memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap karbon sehingga berpotensi menjadi bagian penting dalam skema perdagangan karbon internasional.

Menurutnya, jika pengelolaan dilakukan secara baik dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat lokal, maka nilai ekonomi dari jasa lingkungan tersebut dapat meningkat secara signifikan.

Karena itu, upaya menjaga mangrove tidak hanya penting untuk konservasi lingkungan, tetapi juga berpotensi mendukung kesejahteraan masyarakat melalui berbagai skema ekonomi berkelanjutan.


Gubernur Koster: Penanaman Mangrove Program Prioritas Bali


Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan terima kasih atas kehadiran Menteri Lingkungan Hidup yang dinilainya menunjukkan perhatian besar pemerintah pusat terhadap pelestarian lingkungan di Pulau Dewata.

Menurut Koster, kegiatan penanaman mangrove sejalan dengan berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi Bali dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus menjaga keseimbangan alam.

“Terima kasih kepada Bapak Menteri yang berkenan hadir di Bali sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup di Provinsi Bali,” ujarnya.

Koster menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali secara rutin melaksanakan gerakan penanaman pohon dan mangrove di berbagai wilayah setiap bulan.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memenuhi target minimal kawasan hijau dan kawasan hutan di Bali.

Gubernur Bali mengungkapkan bahwa kawasan mangrove di wilayah Denpasar dan Badung sempat mengalami kerusakan cukup signifikan. Tercatat sekitar 18 hektar kawasan mangrove ada yang mengalami kerusakan yang kini terus dipulihkan secara bertahap sejak tahun 2019.

Melalui program rehabilitasi yang berkelanjutan, pemerintah berharap kawasan tersebut dapat kembali berfungsi optimal sebagai pelindung pesisir, penyerap karbon, dan habitat berbagai jenis biota.

“Semoga mangrove yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik sehingga kawasan ini kembali pulih seperti sedia kala dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” kata Koster.

Melalui rehabilitasi mangrove yang berkelanjutan, pengelolaan sampah yang semakin baik, serta penguatan ekonomi hijau, Bali diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai destinasi wisata dunia yang tidak hanya indah, tetapi juga berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.(Noer/Tra).


Menteri LH, Gubernur Koster dan Walikota/Bupati se-Bali Deklarasikan Bali 100 Persen Memilah Sampah


Semua Daerah Termasuk Bali, Mulai 1 Agustus 2026 Serentak Menutup Open Dumping di TPA

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat menggelar Rapat Koordinasi terkait Penanganan Sampah di Kabupaten/Kota se-Bali sekaligus mendeklarasikan Gerakan Bali 100 Persen Memilah Sampah dan menyaksikan langsung Penandatanganan Kerjasama Pemanfaatan Lahan antara Pemerintah Kota Denpasar dengan PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, pada Rabu (Buda Pon, Sungsang) 10 Juni 2026.

Rakor yang dihadiri Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Bali dan Polda Bali ini juga diikuti oleh Walikota Denpasar, Bupati Badung, Bupati Tabanan, Bupati Buleleng, Bupati Klungkung, Bupati Bangli, Wakil Bupati Jembrana, Wakil Bupati Gianyar, Wakil Bupati Karangasem serta Kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi /Kabupaten/Kota se-Bali.

Dalam arahannya, Menteri LH, Jumhur Hidayat mengatakan Pemerintah Provinsi Bali melalui Gubernur Bali bersama Walikota dan Bupati se-Bali mempunyai komitmen kuat untuk melakukan pengelolaan sampah. Semakin hari, semakin baik upaya pengelolaan sampah yang dilakukannya, sehingga saat ini secara umum Bali sudah lebih baik dari yang kita bayangkan.

Ia juga menegaskan bahwa sambil menunggu PSEL (Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik), Kementerian LH mengajak semua pemimpin dan seluruh stakeholder di Bali harus terus bekerja menyatukan tekad dan memastikan Bali bersih.

“Bali setiap hari menghasilkan ribuan ton sampah, sebagian besar masih berakhir di pembuangan akhir dengan sistem Open Dumping. Ini adalah sistem yang tidak bisa lagi diterapkan, Open Dumping telah mencemari lingkungan, meracuni air dan mencoreng citra Bali, termasuk Indonesia. Karena itu, Saya mengingatkan komitmen agar pada tanggal 1 Juli 2026, seluruh masyarakat Bali harus memilah sampah secara serentak dari sumber, dan pada tanggal 1 Agustus 2026 bersamaan dengan daerah lainnya, Bali menutup Open Dumping untuk selamanya,” tegas Menteri Jumhur Hidayat.

Dikatakannya juga Pemilahan Sampah adalah kunci untuk mengelola sampah organik menjadi kompos yang mampu menyuburkan tanah Bali dan sampah an-organik menjadi bahan baku industri daur ulang. Untuk mencapai target besar ini, teguhkan komitmen percepatan pemilahan sampah, semua yang telah direncanakan harus dijalankan dengan memastikan kesediaan infrastruktur pemilahan sampah.

“Kota Denpasar dan Kabupaten Badung telah membuktikan tingkat pemilahan sampah yang baik, di kedua wilayah ini mencapai 70 persen. Ini pencapaian luar biasa, harus dijadikan model ke seluruh Bali dan tidak ada yang boleh wilayah lain tertinggal,” tambahnya.

Gubernur Bali, Wayan Koster menjelaskan Bali terus melakukan Gerakan Bali Bersih Sampah dengan menekankan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dan melakukan Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai.

Hal ini dilakukan, karena volume sampah di Bali totalnya mencapai 3.436 ton/hari atau yang paling banyak bersumber dari Kota Denpasar 1.005 ton/hari, disusul Kabupaten Badung 547 ton/hari, dan Kabupaten Gianyar 562 ton/hari. Sisanya Kabupaten yang lain volume sampahnya berkisar diangka 413 ton/hari sampai 112 ton/hari.

“Jenis sampah yang paling banyak itu ialah sampah organik sebesar 60 persen dan sampah plastik 17 persen. Kalau dicermati dari sumbernya, paling banyak sampah ini bersumber dari kegiatan rumah tangga 60 persen, aktivitas peniagaan 11 persen, dan pasar 7 persen,” jelas Gubernur Koster.

Wayan Koster dengan tegas mengungkapkan bahwa sampah di Bali telah menjadi masalah serius, karena ada 23 persen sampah itu dibuang sembarangan ke kawasan lingkungan, dan sisanya dikelola dibawa ke TPA sebanyak 43 persen, lalu 18 persen dilakukan upaya pengurangan sampah, lagi 16 persen dilakukan penanganan sampah.

“Jadi dua program pengelolaan sampah ini, yaitu Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dan melakukan Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai harus dijalankan, tidak bisa ditawar,” tegas Gubernur Koster.

Diakhir Rapat Koordinasi, Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Walikota/Bupati se-Bali mendeklarasikan Gerakan Pemilahan Sampah melalui kalimat “dengan semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali – Sekala dan Niskala, kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Bali : Kita wujudkan Bali 100 persen Memilah Sampah bersama, serentak, untuk Bali yang bersih, sehat, indah dan lestari”.(Ded/Tra)


 

Stan PKB 2026 Digratiskan, Ibu Putri Koster Dorong UMKM Bali Naik Kelas

0

Ibu Putri Koster Dorong UMKM Bali Naik Kelas dan Terapkan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Ketua Dekranasda Bali Pastikan tak ada Pungli bagi Pedagang Saat PKB 

Ibu Putri Koster Ajak Pelaku Usaha Kurangi Plastik Sekali Pakai dan Pilah Sampah dari Sumbernya

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal Bali. Pada pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, seluruh stan pameran IKM Bali Bangkit dan UMKM Kuliner dipastikan dapat digunakan secara gratis tanpa biaya sewa.

Kebijakan tersebut disampaikan Ibu Putri Koster saat memimpin Rapat Teknis Pameran IKM Bali Bangkit dan Pameran Kuliner Tradisional Bali dalam rangka PKB XLVIII Tahun 2026 di Jaya Sabha, Denpasar, Selasa (9/6).

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan Pemerintah Provinsi Bali terhadap pelaku usaha lokal agar memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mempromosikan dan memasarkan produknya.

“Untuk stan IKM Bali Bangkit dan UMKM Kuliner pada PKB tahun ini kita gratiskan. Tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menyewa tempat,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa pada masa lalu, stan pameran PKB kerap dilelang dengan harga tinggi sehingga hanya dapat dijangkau oleh kelompok tertentu. Kondisi tersebut menyebabkan banyak pelaku UMKM kecil kesulitan memperoleh kesempatan untuk ikut serta dalam ajang promosi terbesar di Bali tersebut.

Karena itu, kebijakan stan gratis diharapkan mampu membuka akses yang lebih adil bagi UMKM lokal untuk berkembang dan memperluas pasar.

Meski digratiskan, Ibu Putri Koster menegaskan bahwa seluruh peserta pameran telah melalui proses kurasi yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali. Dengan demikian, produk yang ditampilkan tetap memenuhi standar kualitas dan mencerminkan kekayaan kreativitas pelaku usaha Bali.

Sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat sekaligus upaya menjaga daya beli pengunjung, Ibu Putri Koster juga meminta para pelaku usaha menjual produknya dengan harga yang wajar dan terjangkau. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada pungutan dalam bentuk apa pun kepada para pedagang, baik pungutan keamanan, kebersihan, maupun pungutan lainnya.

Selain mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, Ibu Putri Koster juga mengingatkan pentingnya menjadikan PKB sebagai contoh pelaksanaan kegiatan yang bersih dan ramah lingkungan. Sebagai Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Provinsi Bali, ia meminta seluruh pedagang dan masyarakat disiplin melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Menurutnya, setiap stan akan dilengkapi tempat sampah terpisah untuk sampah organik dan anorganik. Namun keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada sarana yang disediakan, melainkan juga pada kesadaran seluruh pihak untuk memilah sampah dengan benar.

“Nanti akan disediakan dua tong sampah di setiap stan, masing-masing untuk sampah organik dan anorganik. Ibu minta diperhatikan agar jangan sampai bercampur,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak para pelaku IKM dan UMKM untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik sekali pakai serta beralih ke tas kain atau kemasan yang lebih ramah lingkungan. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mengurangi timbulan sampah plastik dan membangun budaya hidup bersih yang berkelanjutan.

Ibu Putri Koster berharap Pesta Kesenian Bali tidak hanya menjadi ruang promosi bagi produk-produk unggulan Bali, tetapi juga menjadi wahana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya mendukung UMKM lokal sekaligus menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber. Dengan demikian, PKB tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat upaya pelestarian lingkungan dan budaya Bali secara berkelanjutan. (Kar/Tra,).


 

Gubernur Koster Ajak Krama Bali Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

0

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Gubernur Bali, Wayan Koster mendukung penuh Sensus Ekonomi 2026 terselenggara di Provinsi Bali dari tanggal 1 Mei – 31 Juli 2026. Dukungan tersebut disampaikannya usai Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini didata oleh petugas Sensus dan melakukan penempelan tanda Sensus Ekonomi 2026 pada Senin (Soma Umanis, Sungsang) 8 Juni 2026 sore di Jayasabha, Denpasar, yang disaksikan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan.

Gubernur Koster dalam kesempatan itu mengajak seluruh masyarakat Bali agar turut mensukseskan penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026 yang akan memberikan manfaat untuk kepentingan perencanaan pembangunan ekonomi Indonesia pada umumnya dan Bali pada khsusunya.

“Dalam rangka pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, titiang sudah memenuhi kewajiban memberikan data dengan fakta yang baik, jujur dan benar, supaya data yang diperoleh dari hasil Sensus ini betul – betul merupakan data akurat, bisa dimanfaatkan BPS untuk kepentingan perencanaan pembangunan ekonomi di Indonesia, terutama sekali di Provinsi Bali,” ujarnya.

Sebagai Gubernur sekaligus juga sebagai pribadi, lebih lanjut Wayan Koster mengajak seluruh Krama Bali, baik itu pelaku usaha sampai seluruh segmen masyarakat agar menerima dan memberikan data ke tenaga Sensus Ekonomi 2026 yang akan melaksanakan tugas pendataan dari rumah ke rumah sampai ke tempat unit usaha.

“Titiang nunas, ngiring sarengin Sensus Ekonomi 2026 ini agar berjalan dengan baik, lancar, dan sukses dengan memberikan data sesuai fakta, agar data yang diperoleh dari semua masyarakat Bali betul – betul akurat, bisa menjadi gambaran nyata untuk perencanaan pembangunan Indonesia, dan Bali pada khususnya,” kata Wayan Koster.

Gubernur Koster lebih lanjut berharap dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi ini, BPS Provinsi Bali bisa mengembangkan instrumen Sensus dengan melihat karakteristik Pulau Dewata, yang mana Ekonomi Bali 65 persen lebih didominasi oleh sektor Pariwisata.

“Sensus Ekonomi 2026 juga bisa dijadikan momentum untuk menguji capaian Ekonomi Kerthi Bali dengan memiliki 6 sektor unggulan, yang diantaranya meliputi 1) Sektor Pertanian, 2) Sektor Kelautan dan Perikanan, 3) Sektor Industri, 4) Sektor Industri Kecil Menengah (IKM), Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan Koperasi, 5) Sektor Ekonomi Kreatif dan Digital, dan 6) Sektor Pariwisata Berbasis Budaya. Kalau ini bisa dikembangkan, maka kita bisa melihat langsung “before” dan “after” dari Ekonomi Kerthi Bali,” tegas Wayan Koster yang merupakan mantan Dosen Kalkulus, Statistik, Probabilitas, dan Metode Penelitian di Universitas Tarumanagara, Universitas Pelita Harapan sampai di Perguruan Tinggi STIE Perbanas ini

Kepala BPS Bali: Astungkara Pak Gubernur Koster Pertama Berikan Datanya

Sementara Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan mengungkapkan kegiatan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Bali secara perdana dilakukan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.  “Astungkara, Bapak Gubernur Bali sudah berkenan menyampaikan datanya kepada petugas Sensus,” ujarnya.

BPS dalam kesempatannya juga melaporkan dihadapan Gubernur Bali bahwa Sensus Ekonomi 2026 yang kami selenggarakan setiap 10 tahun sekali ini bertujuan memotret peta dan struktur ekonomi Bangsa Indonesia untuk data perencanaan serta kebijakan pembangunan Pemerintah.

Dalam pelaksanaan di Bali, BPS telah memiliki 3.200 petugas Sensus Ekonomi yang menyebar ke Kabupaten/Kota di Bali. Petugas Sensus ini bersumber dari tenaga dari Desa sampai Mahasiswa, dan petugas yang paling banyak berada di wilayah Kabupaten Badung, Kabupaten Buleleng serta Kota Denpasar.

“Selain menyasar segmen rumah tangga, Sensus Ekonomi juga akan mendata pelaku usaha di Bali yang jumlah usahanya mencapai 640 ribu lebih. Kemudian hasil Sensus ini akan diolah secara nasional dan lagi setahun siap dirilis hasilnya,” ungkap Kepala BPS Provinsi Bali, sembari mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster yang telah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.(Ded/Tra).

Pemprov Bali Kembali Raih WTP ke13 kali atas LKPD T.A. 2025


Bali Raih 13 Kali Opini WTP Beruntun, Pemprov Bali Komit dan Konsistensi Kelola Keuangan Secara Good Governance

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Pemerintah Provinsi Bali kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Laporan tersebut diserahkan oleh Anggota I BPK RI, Nyoman Adhi Suryadnyana dalam Sidang Paripurna ke-39 DPRD Provinsi Bali pada Senin (8/6).

Capaian tersebut menjadikan Pemerintah Provinsi Bali memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 13 kali berturut-turut sejak tahun 2012. “Ini prestasi yang luar biasa. Suatu bentuk komitmen dan konsistensi Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pengelolaan keuangan secara good governance. Menunjukkan kinerja pemerintahan yang semakin baik dan semakin baik,” puji Nyoman Adhi.

Namun juga terdapat beberapa temuan yang perlu mendapat perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah daerah. Temuan tersebut mayoritas merupakan temuan berulang yang menunjukkan inefisiensi dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Oleh Sebab itu, kami berharap temuan-temuan berulang ini bisa direduksi, bisa diminimalisasi pada masa yang akan datang,” imbuhnya.

Kemudian, Anggota I BPK RI tersebut juga turut mengapresiasi atas berbagai prestasi yang telah diraih oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Bali. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah apresiasi dari Kemendagri kepada Kepala Daerah berprestasi beberapa waktu lalu.

“Baik Pemerintah Provinsi, Kabupaten maupun Kota di wilayah Bali ini memiliki prestasi yang sangat luar biasa,” jelasnya menanggapi banyaknya penghargaan yang diborong oleh Pemerintah Provinsi Bali maupun Pemerintah Kabupaten/Kota di Bali dalam Malam Apresiasi Pemerintah Daerah 2026.


Gubernur Koster Rutin Evaluasi Kinerja OPD dan Segera Tindaklanjuti Hasil Audit


Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran BPK RI Perwakilan Provinsi Bali atas segala masukan, koreksi dan langkah-langkah perbaikan selama proses pemeriksaan yang telah dilakukan. Ia menyampaikan bahwa ia telah menyusun rencana aksi (action plan) agar tindak lanjut hasil audit dapat terselesaikan tepat waktu dan tepat sasaran.

Disamping itu, Koster juga menjelaskan bahwa dirinya selalu memberikan arahan kepada sekda dan jajaran perangkat daerah agar selalu mengelola keuangan daerah dengan sebaik-baiknya.

“Harus jujur. Yang sakit dibilang sakit, yang sehat di bilang sehat. Jangan sampai yang sakit di bilang sehat. Astungkara saya sangat terbantu karena dibantu oleh Sekda dan jajaran Perangkat Daerah yang baik,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Ia rutin melaksanakan evaluasi kinerja Perangkat Daerah setiap tahunnya. Evaluasi tersebut berisikan rapor penilaian masing-masing perangkat daerah sesuai dengan capaian kinerja dari target-target yang telah ditentukan.

Lebih lanjut, penyerahan laporan hasil pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Provinsi Bali dan Gubernur Bali dilanjutkan dengan penyerahan hasil pemeriksaan BPK RI atas LKPD Kota/kabupaten se-Bali Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kota/kabupaten dan Walikota/Bupati se-Bali.(KAR/TRA).


Info Denpasar Soal Budidaya Ikan, Lomba, Rakor Sampah dan Kunker Menteri LH

0

DPKP Kota Denpasar Serahkan Sarana Prasarana Budidaya Ikan untuk Pokdakan

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l  Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kota Denpasar. Melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Denpasar, bantuan sarana dan prasarana (sapras) budidaya ikan diserahkan kepada sejumlah Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan sektor perikanan budidaya berbasis masyarakat.

Ket. Foto : Pelaksanaan penyerahan bantuan di Pokdakan Mina Sunia Batur Sari, Desa Peguyangan Kaja yang dipimpin langsung oleh Plt. Kepala DPKP Kota Denpasar, A.A. Ngurah Oka Wiranata, S.S., M.Si., didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengelolaan Pembudidayaan Ikan, Ni Made Rai Sumarni, SP., M.Agb., Selasa (9/6). 

Penyerahan bantuan dilaksanakan di Pokdakan Mina Sunia Batur Sari, Desa Peguyangan Kaja, Selasa (9/6). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Kepala DPKP Kota Denpasar, A.A. Ngurah Oka Wiranata, S.S., M.Si., didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengelolaan Pembudidayaan Ikan, Ni Made Rai Sumarni, SP., M.Agb.

A.A. Ngurah Oka Wiranata menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat pembudidaya ikan yang secara konsisten dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar. Melalui dukungan sarana dan prasarana tersebut, kelompok pembudidaya diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat kemandirian usaha perikanan yang dikelola secara berkelompok.

Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya berfungsi sebagai stimulan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem budidaya ikan yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

“Bantuan sarana dan prasarana budidaya ikan ini tidak hanya bersifat stimulan, tetapi juga disertai pendampingan teknis agar kelompok dapat mengelola budidaya secara lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Ni Made Rai Sumarni menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan dasar budidaya ikan, seperti peralatan pendukung kolam, sistem aerasi, benih ikan, serta sarana lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok penerima.

Dalam kesempatan tersebut, DPKP Kota Denpasar juga melaksanakan penebaran sebanyak 25 ribu benih ikan lele berukuran 7–8 sentimeter kepada lima Pokdakan penerima bantuan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan produksi ikan air tawar sekaligus memperkuat pasokan pangan lokal di Kota Denpasar.

Tidak berhenti pada penyaluran bantuan, DPKP Kota Denpasar juga memberikan pendampingan teknis kepada para pembudidaya. Pendampingan dilakukan melalui penyuluhan, bimbingan lapangan, hingga monitoring secara berkala guna memastikan sarana yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan hasil yang maksimal.

Bagi para anggota kelompok pembudidaya, bantuan tersebut menjadi suntikan semangat untuk terus mengembangkan usaha budidaya ikan. Selain mendukung kebutuhan pangan keluarga dan masyarakat sekitar, sektor perikanan budidaya juga dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Denpasar berharap produksi perikanan budidaya dapat terus meningkat, ketahanan pangan daerah semakin kuat, serta kesejahteraan masyarakat ikut terdorong. DPKP Kota Denpasar juga menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi antara pemerintah, kelompok pembudidaya, dan masyarakat dalam mewujudkan sektor perikanan yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. (Pur/Tra)


TP PKK dan WHDI Denpasar Gelar Beragam Lomba Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Semangat Inklusivitas

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Semangat nasionalisme dan nilai-nilai perjuangan Bung Karno kembali digaungkan di Kota Denpasar melalui penyelenggaraan berbagai lomba dalam rangka Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 yang digelar oleh Tim Penggerak PKK dan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Selasa (9/6).

Ket. Foto : Ketua TP. PKK sekaligus Ketua WHDI Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Kadis PMD Denpasar I Wayan Budha dan Sekretaris II TP. PKK Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari dalam kesempatan pelaksanaan berbagai lomba dalam rangka Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 yang digelar, Selasa (9/6), di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar.

Kegiatan ini melibatkan peserta dari empat kecamatan se-Kota Denpasar, mulai dari kader PKK, Sekaa Teruna, tokoh masyarakat, hingga anak-anak dan pelajar. Semarak kegiatan juga diramaikan dengan Lomba Macepat Disabilitas yang menjadi ruang ekspresi bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan bakat dan kecintaan mereka terhadap seni budaya Bali melalui tembang-tembang macepat.

Pelaksanaan berbagai lomba tersebut disaksikan langsung Ketua TP PKK sekaligus Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara. Turut hadir Ketua PHDI Kota Denpasar I Made Arka, Sekretaris II TP PKK Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari, jajaran pengurus TP PKK dan WHDI Kota Denpasar, perwakilan perangkat daerah terkait, dewan juri, serta para peserta dan pendamping dari seluruh kecamatan di Kota Denpasar. Melalui lantunan pupuh yang sarat makna, para peserta diajak untuk menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya luhur sekaligus memperkuat semangat inklusivitas di tengah masyarakat.

Di sela-sela kegiatan, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan bahwa pelaksanaan berbagai lomba tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi untuk menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan, semangat gotong royong, serta pemahaman terhadap ajaran dan pemikiran Bung Karno kepada generasi muda. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang kreativitas dan pembelajaran yang menyenangkan. Nilai-nilai perjuangan, cinta tanah air, dan semangat persatuan yang diwariskan Bung Karno diharapkan dapat terus hidup di tengah masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Antari Jaya Negara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar, I Wayan Budha, menjelaskan bahwa beragam cabang lomba dipertandingkan, antara lain Lomba Kuis Siapa Bisa, Lomba Simulasi, Lomba Yel-Yel Bung Karno, Lomba Menyanyi Lagu Kebangsaan, Lomba Cerdas Cermat, Lomba Pidato Bung Karno, serta Lomba Membaca Puisi.

Setiap lomba mengusung tema yang selaras dengan semangat Bulan Bung Karno, seperti tema “Kawya Atma Kerti” pada lomba simulasi dan cerdas cermat serta “Bangkitkan Jiwa Pemimpin Bung Karno” pada lomba pidato. Adapun lomba membaca puisi dan menyanyi lagu kebangsaan menjadi wadah bagi anak-anak dan pelajar untuk mengekspresikan rasa cinta tanah air melalui seni.

Setelah melalui proses penilaian dewan juri, para pemenang pun berhasil ditetapkan. Pada Lomba Pidato Bung Karno, Juara I diraih I Made Ardita Arimbawa dari Kelurahan Tonja, Denpasar Utara. Pada Lomba Yel-Yel Bung Karno, Juara I diraih tim Desa Sidakarya dari Denpasar Selatan. Sementara pada Lomba Menyanyi Lagu Wajib Kebangsaan, Juara I diraih Luh Ratih Adita Pramesti dari Sumerta Kaja, Denpasar Timur. Untuk Lomba Cerdas Cermat, Kecamatan Denpasar Utara berhasil keluar sebagai Juara I, sedangkan pada Lomba Membaca Puisi Karya Bung Karno, Juara I diraih Ni Luh Putri Anggita Utami dari Desa Dauh Puri Kangin. Sementara Juara I Simulasi PKK diraih Desa Dangin Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Timur.

“Melalui kegiatan Bulan Bung Karno diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat karakter kebangsaan, mempererat kebersamaan antarwarga, serta menumbuhkan semangat inklusivitas di tengah masyarakat,” ujarnya. (Pur/Tra).


Walikota Denpasar Hadiri Rakor Pengelolaan Sampah Bersama Menteri LH

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri Rapat Koordinasi Peningkatan Peran Serta Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) dalam Pengelolaan Sampah di Provinsi Bali yang berlangsung di Hotel The Meru Sanur, Selasa (9/6).

Ket. Foto : Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah di Provinsi Bali di Hotel The Meru Sanur, Selasa (9/6)l

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohamad Jumhur Hidayat, dan dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Enik Ermawati, serta para pelaku usaha pariwisata, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait.

Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati mengatakan bahwa Kementerian Pariwisata dan Kementerian Lingkungan Hidup telah menjalin kolaborasi yang kuat dalam upaya penanganan persoalan sampah, khususnya di sektor Horeka yang menjadi salah satu penopang utama industri pariwisata Bali.

“Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Lingkungan Hidup terus berkoordinasi dan berkolaborasi dalam penanganan sampah di sektor hotel, restoran, dan kafe. Tim kami juga telah beberapa kali turun langsung melakukan peninjauan serta memberikan pendampingan terkait arahan dan perhatian yang diberikan kepada pelaku industri pariwisata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, dalam satu tahun terakhir terdapat empat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di sejumlah destinasi wisata yang sedang dalam proses penutupan, yakni TPA Suwung di Bali, TPA Piyungan di Yogyakarta, TPPAS Regional Sarimukti di Jawa Barat, dan TPSA Cipeucang di Tangerang Selatan, Banten.

Menurutnya, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan pelaku industri pariwisata dalam mencari solusi bersama terhadap persoalan sampah yang dihadapi Bali sebagai destinasi utama pariwisata Indonesia.

“Masalah sampah adalah persoalan yang harus kita selesaikan bersama-sama. Mudah-mudahan melalui pertemuan ini seluruh kendala komunikasi dapat teratasi dan kita bisa bergerak bersama dalam menciptakan Bali yang bersih dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Mohamad Jumhur Hidayat, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mencari solusi konkret dalam pengelolaan sampah.

Dalam kunjungannya ke Bali, Menteri Jumhur meninjau sejumlah fasilitas pengelolaan sampah seperti TPST, TPS3R, serta TPA Suwung. Dari hasil peninjauan tersebut, ia mengapresiasi upaya pemilahan sampah yang telah dilakukan masyarakat Bali.

“Saya melihat semangat dan upaya masyarakat Bali dalam memilah sampah sangat menggembirakan. Jika gerakan ini terus diperkuat, saya optimistis persoalan sampah dapat diselesaikan secara bertahap,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga citra positif Bali sebagai destinasi wisata dunia dengan menyelesaikan persoalan sampah secara bersama-sama.

“Rapat ini bukan untuk saling menyalahkan, tetapi mencari solusi. Dalam proses transisi pengelolaan sampah, kita juga tidak boleh mengabaikan masyarakat yang selama ini terlibat di dalamnya. Justru harus diberikan ruang agar dapat berkembang dan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik,” tegasnya.

Menteri Jumhur turut mengapresiasi langkah Kota Denpasar yang telah mengaktifkan 23 unit TPS3R sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah dari sumbernya. Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya mampu mengurangi timbunan sampah di TPA, tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti kompos, media tanam, hingga bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Usai mengikuti rapat koordinasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber serta mengurangi ketergantungan terhadap TPA.

“Yang ditutup bukan TPA-nya, tetapi sistem open dumping sesuai arahan Bapak Menteri. Komitmen Kota Denpasar adalah mengoptimalkan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya, baik di sektor Horeka maupun seluruh lapisan masyarakat. Pelaku usaha juga telah menunjukkan komitmen untuk turut melakukan pengurangan dan pengolahan sampah,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, Pemkot Denpasar akan terus melakukan sosialisasi, pengawasan, dan pembinaan bersama sektor pariwisata guna memastikan komitmen pengelolaan sampah dapat dilaksanakan secara konsisten demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Ayu/Tra)


Walikota Dampingi Kunker Menteri LH, Tanam Pohon Langka Hingga Dialog

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mendampingi Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup (LH) / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat di Kawasan Tukad Bindu, Kelurahan Kesiman, Denpasar, Selasa (9/6).

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat mendampingi Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup (LH) / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat di Kawasan Tukad Bindu, Kelurahan Kesiman, Denpasar, Selasa (9/6).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri LH, Jumhur Hidayat bersama jajaran turut menanam pohon langka, yakni cendana, gaharu dan pala serta berdialog bersama komunitas masyarakat peduli lingkungan.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Pejabat Utama Kementerian LH, Kadis DLHK Provinsi Bali, I Made Dwi Arbani, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara (Pusdal LH Bali Nusra) saat ini dijabat oleh Ni Nyoman Santi, Kadis DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, Plt. Kadis PUPR Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, komunitas masyarakat peduli lingkungan serta undangan lainya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup (LH) / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan bahwa Indonesia memiliki kekayaan local wisdom yang sangat berharga dalam menjaga kelestarian lingkungan, dan salah satu contoh yang patut diapresiasi adalah yang dilakukan oleh Tukad Bindu di Denpasar. Kearifan lokal yang tumbuh dari masyarakat terbukti mampu menjadi fondasi kuat dalam membangun kesadaran kolektif untuk merawat sungai dan lingkungan secara berkelanjutan.

“Model seperti ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat,” ujar Jumhur Hidayat.

Menurutnya, keberhasilan Tukad Bindu menjadi bukti bahwa tata kelola sungai yang baik dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan warga setempat.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Tim Tukad Bindu yang telah berhasil membangun partisipasi masyarakat melalui pendekatan local wisdom dalam tata kelola lingkungan, khususnya pengelolaan sungai. Upaya ini tidak hanya menjaga fungsi ekologis sungai, tetapi juga memperkuat nilai sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat di sekitarnya,” katanya.

Jumhur menambahkan bahwa praktik baik yang dikembangkan di Tukad Bindu layak menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. Sehingga apa yang dilakukan di Tukad Bindu dapat diadopsi dan direplikasi oleh berbagai daerah sebagai contoh tata kelola sungai yang berbasis partisipasi masyarakat dan kearifan lokal.

“Pemerintah mendorong lahirnya lebih banyak inisiatif serupa agar pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia semakin kuat, inklusif, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan selamat datang kepada Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, di Kota Denpasar. Menurutnya, kehadiran Menteri LH menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi Pemerintah Kota Denpasar dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat upaya pelestarian lingkungan.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Menteri Lingkungan Hidup di Kota Denpasar. Kehadiran beliau merupakan bentuk perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap berbagai upaya pelestarian lingkungan yang selama ini kami lakukan bersama masyarakat,” ujarnya.

Jaya Negara menegaskan bahwa kolaborasi dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, serta masyarakat perlu terus dioptimalkan demi menjaga keberlangsungan ekologi dan kelestarian lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi Pak Menteri sudah berkenan menerima usulan, saran, dan masukan dari komunitas peduli lingkungan di Kota Denpasar. Tentu hal tersebut juga akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan bagi kami dalam meningkatkan tata kelola lingkungan ke depan.

Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis berbagai program pelestarian lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya. (Ags/Tra).


 

Info Jembrana Terkait Tata Kelola APBD  dan Turnamen Futsal SD

0

Pertahankan WTP 12 Kali Beruntun, Bupati Kembang Tegaskan Agar Fokus Penguatan pada Tata Kelola APBD 

NEWS INTERMEDIA.COM l JEMBRANA l Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali sukses mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Bali untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 tersebut diterima langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, bersama Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Provinsi Bali, Senin (8/6) lalu

Meskipun mencetak capaian gemilang, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan memberikan penekanan kuat bahwa opini WTP ini jangan hanya dipandang sebagai sebuah piala penghargaan, melainkan sebagai standar kewajiban yang wajib dipenuhi oleh pemerintah daerah.

“WTP yang kita raih hari ini sebenarnya melalui proses yang panjang. Kita sudah mulai mendapatkan opini WTP ini sejak 12 tahun yang lalu dan berhasil mempertahankannya hingga kini. Namun, opini WTP bukanlah sebuah piala prestasi, melainkan standar kewajiban yang memang harus dipenuhi melalui komitmen dan kerja keras yang konsisten, bahkan mutlak untuk terus ditingkatkan untuk tata kelola APBD yang lebih baik,”tegas Bupati Kembang usai acara.

Kembang juga menyebut WTP adalah standar minimum transparansi yang wajib dipenuhi, jadi bukan sekadar ajang pamer penghargaan. Capaian ini dinilai sebagai pelecut kerja bersama agar lebih baik lagi kedepan .

“Capaian ke-12 ini merupakan buah dari koordinasi dan kerja sama yang kokoh antara Pemkab Jembrana dan DPRD Kabupaten Jembrana beserta segenap stakeholdernya ,” sambungnya .

Selanjutnya Pemkab Jembrana berkomitmen penuh untuk menjadikan catatan dan rekomendasi BPK sebagai bahan evaluasi demi perbaikan tata kelola ke depan.

Diantaranya , Anggaran APBD akan terus dioptimalkan melalui langkah-langkah efisiensi belanja dan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi mewujudkan visi Jembrana Maju, Harmoni, Bermartabat.

Penyerahan LHP ini dilakukan serentak oleh Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Satria Perwira, kepada seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali yang juga berhasil mempertahankan predikat WTP.

Satria Perwira mengingatkan agar seluruh kepala daerah tidak cepat berpuas diri. Selain wajib menindaklanjuti rekomendasi dari BPK, pemerintah daerah dituntut untuk merancang program yang dampaknya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Capaian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi dan motivasi berkelanjutan. Oleh karena itu, seluruh jajaran pemerintah kabupaten/kota diharapkan tidak berpuas diri dan terus meningkatkan kualitas kinerja demi pelayanan masyarakat yang lebih baik,” ucapnya

Turut hadir mendampingi Bupati Jembrana dalam prosesi penyerahan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Jembrana I Made Budiasa serta Inspektur Kabupaten Jembrana Ni Wayan Koriani. ( WIS/TRA).


Bupati Kembang Buka Turnamen Futsal SD se-Jembrana, Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi Sejak Dini

NEWS INTERMEDIA.COM l JEMBRANA l Semangat sportivitas dan pembinaan olahraga usia dini mewarnai pembukaan Turnamen Futsal KEJORA V antar Sekolah Dasar se-Kabupaten Jembrana yang digelar Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Kecamatan Jembrana di Gor Krsna Jvara, Selasa (9/6).

Turnamen yang diikuti puluhan tim dari berbagai sekolah dasar tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat). Kehadiran kedua pimpinan Jembrana tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan bakat olahraga sejak usia sekolah.

Dalam sambutannya, Bupati Kembang menegaskan bahwa kompetisi olahraga antarpelajar bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi menjadi sarana penting dalam proses pembibitan atlet masa depan Jembrana.

“Melalui turnamen seperti ini, kita bisa melihat potensi-potensi anak-anak sejak dini. Mereka yang memiliki bakat dan kemampuan dapat dibina secara berkelanjutan sehingga nantinya mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, pembinaan olahraga harus dilakukan secara terstruktur dan dimulai sejak usia sekolah dasar. Dengan kompetisi yang rutin dan berjenjang, anak-anak akan terbiasa berlatih, berkompetisi secara sehat, serta memiliki mental juara.

Bupati Kembang juga mengapresiasi KKG PJOK Kecamatan Jembrana yang konsisten menghadirkan kegiatan positif bagi peserta didik. Ia berharap turnamen tersebut dapat menjadi agenda rutin sebagai wadah menyalurkan minat dan bakat generasi muda di bidang olahraga.

“Prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Semua berawal dari pembinaan sejak usia dini. Karena itu saya mengajak seluruh pihak, mulai dari sekolah, guru, orang tua hingga organisasi olahraga untuk bersama-sama mendukung perkembangan atlet-atlet muda Jembrana,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia, I Putu Dodik Ari Saputra mengatakan turnamen ini bertujuan meningkatkan minat siswa terhadap olahraga futsal sekaligus menumbuhkan karakter disiplin, kerja sama tim, dan sportivitas.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menjaring bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Jembrana pada berbagai kejuaraan tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.

Turnamen berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta, guru pendamping, serta orang tua siswa yang turut memberikan dukungan kepada tim masing-masing. Suara sorak-sorai memenuhi arena pertandingan saat laga perdana dimulai usai seremoni pembukaan.

Melalui ajang ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap ekosistem pembinaan olahraga pelajar semakin kuat sehingga mampu melahirkan atlet-atlet muda berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di masa mendatang. (Prokopim Jembrana)