- Advertisement -spot_img
19 C
Indonesia
Beranda blog Halaman 5

Info Bali Terkait Integrasi Pertanian, Peresmian, Lomba dan Rakon DPD RI

0

Gubernur Koster Dorong Integrasi Pertanian dan Pariwisata Berbasis Budaya, Yakini Bali jadi Laboratorium Kearifan Lokal

NEWS INTERMEDIA.COM | DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian harus berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata berbasis budaya. Menurutnya, integrasi kedua sektor tersebut menjadi strategi penting agar petani tidak hanya menjadi pihak yang menjaga bentang alam Bali, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar. Penegasan itu disampaikan Koster saat menerima audiensi Forum Komunikasi Fakultas Pertanian Wilayah Indonesia Timur di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Kamis (2/7).

Dalam pertemuan tersebut, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana, I Putu Sudiarta, mengundang Gubernur Koster untuk menjadi keynote speaker pada Lokakarya dan Seminar Nasional Pertanian yang akan digelar pada 23 Juli mendatang.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian forum yang meliputi seminar nasional, lokakarya, serta berbagai perlombaan mahasiswa. Sekitar 90 dekan fakultas pertanian beserta jajaran dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Indonesia Timur diperkirakan hadir, dengan total peserta mencapai sekitar 200 orang.

Menurut Sudiarta, forum itu mengangkat tema integrasi pertanian dan pariwisata berbasis budaya, sebuah konsep yang dinilai sangat relevan dengan karakteristik Bali.

“Konsep budaya yang diintegrasikan dengan pertanian dan pariwisata seperti di Bali menjadi sangat penting. Karena itu kami berharap Bapak Gubernur berkenan menjadi keynote speaker,” ujarnya.

Menanggapi undangan tersebut, Koster menekankan bahwa pertanian tidak boleh diposisikan hanya sebagai pelengkap pembangunan pariwisata. Ia menilai selama ini banyak kawasan pertanian justru menjadi daya tarik wisata tanpa memberikan manfaat ekonomi yang memadai kepada para petani sebagai pemilik lahan.

“Pertanian harus berjalan sejalan dengan pariwisata. Banyak fasilitas pariwisata yang mengeksploitasi keindahan kawasan pertanian. Selain sebagai penyangga ketahanan pangan, kawasan pertanian juga menjadi objek wisata alam. Karena itu harus dikemas dengan baik agar petani memperoleh manfaat. Kalau hanya dilindungi tanpa peningkatan pendapatan petani, itu tidak adil, apalagi kebutuhan hidup terus meningkat,” kata Koster.

Ia menilai diperlukan konsep yang mampu menjadikan petani sebagai pelaku utama sekaligus penerima manfaat dari pengembangan pariwisata berbasis pertanian.

Koster juga menegaskan bahwa Bali memiliki kekuatan yang tidak dimiliki daerah lain, yakni sistem pertanian yang menyatu dengan budaya, tradisi, dan kearifan lokal. Nilai-nilai tersebut, katanya, perlu terus dihidupkan sebagai identitas sekaligus daya tarik Bali di tingkat internasional.

Ia mengungkapkan bahwa konsep tersebut bahkan telah dipresentasikannya dalam sebuah forum di London, termasuk mengenai Peraturan Daerah tentang Pertanian Organik yang disebutnya menjadi satu-satunya regulasi sejenis di Indonesia.

“Di Bali, bertani bukan sekadar menanam. Ada upacara dan upakara yang mengiringi mulai dari pembibitan, pengairan hingga panen. Semua itu menjadi satu kesatuan budaya yang hanya dimiliki Bali,” ujarnya.

Menurut Koster, kekayaan tradisi tersebut menjadikan sistem pertanian Bali tidak hanya bernilai teknis, tetapi juga memiliki dimensi budaya, spiritual, dan sosial yang semakin diminati dunia.

Ia menilai, di tengah perubahan global yang semakin dinamis, banyak masyarakat dunia mulai mencari kembali akar budaya dan identitasnya. Bali, kata dia, justru telah memiliki jati diri yang kuat sehingga tinggal menghidupkan dan mengembangkannya.

“Kita di Bali tidak perlu lagi mencari jati diri karena sudah memilikinya sejak dahulu. Tinggal digali dan diperkuat kembali. Saya yakin Bali akan menjadi laboratorium studi dunia untuk kearifan lokal karena ilmu seperti ini hanya ada di Bali,” kata Koster.(NOER/TRA)


Apresiasi Pembukaan Kantor Pengacara Layani Orang Asing, Gubernur Koster: Jaga Citra Pariwisata Bali

NEWS INTERMEDIA.COM | BADUNG – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri peresmian Kantor Pengacara ‘Lawyerindo Law Partnership’ di Jimbaran Hub, Kabupaten Badung, Rabu (1/7/2026). Ia menyambut baik kehadiran kantor pengacara ini karena memberi layanan bagi orang asing di Bali. Mengawali sambutan singkatnya, Gubernur Koster menyampaikan bahwa ia baru pertama kali hadir dalam acara peresmian kantor lawyer. “Karena saya tertarik dengan isi suratnya, yaitu layanan bagi orang asing di Bali,” ujarnya.

Menurut dia, ini cukup menarik karena sebagai daerah tujuan wisata dunia, Bali banyak kedatangan orang asing dengan tujuan berwisata atau kegiatan lainnya. Selama beraktivitas dan berinteraksi di Bali menurutnya tak menutup kemungkinan mereka menghadapi persoalan yang berkaitan dengan masalah hukum. “Maka tentu mereka membutuhkan layanan yang kompeten,” ucapnya.

Masih dalam sambutannya, Gubernur Koster menilai kehadiran kantor pengacara ini menjadi bagian dari upaya menjaga citra Pulau Dewata dalam posisi sebagai destinasi wisata. “Yang dibutuhkan bukan hanya penguatan infrastruktur, ekosistemnya juga perlu dijaga, termasuk didalamnya layanan hukum,” imbuhnya.

Pada bagian akhir sambutannya, Gubernur Bali dua periode ini mengingatkan agar kantor layanan pengacara ini dikelola dengan semangat ideliasme dan rasa tanggung jawab terhadap Bali. “Harus dipahami bahwa Bali bukan hanya milik masyarakatnya, tapi juga semua orang yang melakukan aktivitas di sini. Jangan hanya merasa sebagai penumpang dan penikmat, sehingga tak peduli apakah Bali akan menjadi baik atau buruk,” tandasnya.

Ia menegaskan, yang dibutuhkan adalah orang-orang yang mau berperan aktif menjaga Bali sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas. Sementara itu, Tony Budidjaja selaku Principal Lawyerindo Law Partnership mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur Koster pada acara peresmian kantor pengacara yang merupakan cabang ke-2 di Bali ini.

Ia berpendapat, sebagai daerah tujuan wisata, Bali memiliki potensi yang sangat besar di bidang investasi karena tengah dipersiapkan menjadi pusat keuangan dunia. Menurutnya, hal ini akan mendorong peningkatan masuknya modal asing yang membutuhkan vokasi terkait tata kelola dan regulasi.

Peresmian Kantor Lawyerindo Law Partnership di Jimbaran Hub ditandai pengguntingan pita oleh Gubernur Koster. Acara dihadiri sejumlah tamu kehormatan, diantaranya Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar Bambang Hery Mulyono.(DSK/TRA*)


Lomba Paduan Suara TP PKK Bali Disambut Antusias, Jadi Ajang Pelestarian Lagu Daerah bagi Generasi Muda

NEWS INTERMEDIA.COM | DENPASAR – Masyarakat menyambut antusias Lomba Paduan Suara antarkabupaten/kota yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Kamis (2/7).

Gemuruh para pendukung terdengar bergema di seluruh ruangan saat perwakilan peserta dari kabupaten/kota tampil membawakan lagu-lagu yang telah ditentukan. Sementara itu, kursi-kursi dipenuhi para pendukung masing-masing peserta serta masyarakat umum yang tampak berjejal menyaksikan perlombaan sambil menikmati suasana Pesta Kesenian Bali ke-48 yang berlangsung di lokasi yang sama.

Diketahui, Lomba Paduan Suara Tim Penggerak PKK Provinsi Bali dilaksanakan serangkaian Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang menyasar siswa-siswi SMA/SMK sebagai representasi generasi muda.

Selain itu, TP PKK Provinsi Bali juga melaksanakan Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali serta Lomba Memasak Olahan Pangan Lokal Nonberas dan Olahan Ikan yang telah digelar sehari sebelumnya.

“Maksud dan tujuan pelaksanaan perlombaan ini adalah untuk menumbuhkembangkan minat, bakat, dan kreativitas generasi muda sejak dini dalam menerapkan pola hidup sehat, keterampilan hidup (life skills), serta pengembangan seni budaya yang sejalan dengan nilai-nilai Gerakan PKK,” jelas Putri Koster.

Tim Penggerak PKK kabupaten/kota wajib mengirimkan tim paduan suara dengan menunjuk 31 peserta yang terdiri atas pria dan wanita, yang merupakan siswa-siswi dari satu SMA. Setiap peserta diberikan durasi waktu selama 18 menit untuk membawakan dua lagu wajib, yakni Lagu Mars PKK dan Lagu Nangun Sat Kerthi Loka Bali, serta satu lagu pilihan, yaitu Lagu Bungan Sandat, Don Dapdape, atau Lagu Mayadenawa.

“Lomba paduan suara dilaksanakan sebagai upaya memperkenalkan dan melestarikan lagu-lagu daerah Bali kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap warisan budaya daerahnya,” imbuhnya.

Putri Koster berpesan agar seluruh peserta berkompetisi secara sehat, saling menghargai, dan menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan.

Lebih lanjut, pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada puncak acara Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Bali yang akan digelar pada Jumat (24/7) mendatang. (KAR/TRA).


Hadiri Rapat Konsultasi DPD RI, Wagub Tegaskan Arah Pembangunan Bali Berbasis Ekonomi Kerthi

NEWS INTERMEDIA.COM | DENPASAR – Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan melalui penguatan investasi berkualitas, transformasi ekonomi, dan pembangunan infrastruktur ramah lingkungan. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Konsultasi bersama Wakil Ketua DPD RI Bidang Otonomi Daerah, Politik, dan Hukum, anggota DPD RI, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di The Meru Sanur, Kamis (2/7).

Dalam forum tersebut, Giri Prasta menjelaskan bahwa arah pembangunan Bali saat ini bertumpu pada transformasi struktur ekonomi melalui pendekatan Ekonomi Kerthi Bali. Kebijakan tersebut diperkuat melalui pengembangan ekosistem investasi satu pintu, akselerasi digital, kolaborasi lintas institusi vertikal, serta pemetaan peluang investasi prioritas yang sesuai dengan karakteristik Bali.

Menurutnya, investasi di Bali tidak semata berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan, pelestarian budaya, dan kelestarian lingkungan. Karena itu, sektor-sektor strategis seperti pertanian organik, energi bersih, industri berbasis budaya, ekonomi kreatif dan digital, serta pariwisata budaya dan wellness tourism menjadi fokus utama pengembangan investasi di Bali.“Seluruh sektor ini harus saling bersinergi untuk mewujudkan perekonomian daerah yang tangguh, unggul, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pada sektor pariwisata, Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat kualitas dan daya saing pariwisata berbasis budaya yang bermartabat. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas destinasi, perluasan promosi di tingkat nasional maupun internasional, serta penguatan citra Bali sebagai destinasi unggulan dunia.

Sementara pada sektor ekonomi kreatif dan digital, pemerintah berupaya membangun ekosistem yang mampu mendorong inovasi, meningkatkan kualitas produk, sekaligus memperluas akses pasar. Sektor ini diharapkan menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menopang perekonomian Bali di masa depan.

Di bidang energi, Giri Prasta menegaskan komitmen Bali menuju Bali Mandiri Energi berbasis energi bersih. Kebijakan ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil, menekan polusi, dan mempercepat pencapaian Nir Emisi Karbon (Net Zero Emission/NZE), termasuk melalui optimalisasi pemanfaatan PLTS Atap sebagai sumber Energi Baru Terbarukan (EBT).

Untuk mendukung seluruh agenda pembangunan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali juga terus memperkuat konektivitas ekonomi melalui pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur transportasi yang ramah lingkungan. Langkah ini mencakup pembangunan jalan baru dan underpass, pengembangan pelabuhan di wilayah Bali Timur, Bali Utara, Bali Barat, dan Bali Selatan, serta integrasi infrastruktur darat, laut, dan udara dengan transportasi publik modern.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, menekankan bahwa pembangunan ekonomi nasional hanya akan berhasil apabila daerah ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar lokasi pelaksanaan program nasional.

“Kekuatan ekonomi Indonesia sesungguhnya bertumpu pada kekuatan daerah. Keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan oleh kemampuan membangun sinergi antara kebijakan pemerintah pusat dengan kebutuhan nyata yang dihadapi daerah,” tegasnya.

Gusti Kanjeng Ratu Hemas menambahkan bahwa investasi seharusnya tidak hanya dinilai dari besarnya nilai realisasi atau jumlah proyek yang dibangun. Lebih dari itu, investasi harus mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah sumber daya daerah, memperkuat pelaku usaha lokal, serta mendorong pemerataan kesejahteraan.

Melalui forum konsultasi ini, DPD RI berharap tercipta langkah-langkah konkret yang dapat menjembatani kebutuhan daerah dengan kebijakan nasional, sehingga investasi yang masuk benar-benar menjadi instrumen pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Tutt/Tra).


 

Gubernur Koster Hadiri Acara Indonesia Climate Leadership

0

Pemerintah Provinsi Bali Terapkan Kebijakan Pembangunan Ramah Lingkungan Menekan Emisi Karbon Secara Signifikan


 NEWSINTERMEDIA.COM|LONDON| Pada 25 Juni 2026, pukul 12.30-13.30, Waktu setempat, Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri Indonesia Climate Leadership Luncheon. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat, Ketua OJK RI, Friderica Widyasari Dewi, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budisatrio Djiwandono, Duta Besar RI untuk Inggris, Desra Percaya, Anggota Parlemen (House of Commons), Graham Stuart MP.

Hadir pula, anggota Parlemen (House of Lords), Lord Ed Udny-Lister, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, dan  berbagai mitra dari sektor bisnis dan keuangan, Kadin Indonesia, Equatorise, Gold Standard, Tellus Conservation, Rubicon Carbon, GFANZ.

Pada acara tersebut Gubernur Bali, Wayan Koster, diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kebijakan strategis yang telah dijalankan Pemerintah Provinsi Bali untuk mencapai Bali Net Zero Emission 2045, lebih cepat 15 tahun dari target nasional 2060.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menerapkan kebijakan pembangunan yang ramah lingkungan guna menekan emisi karbon secara signifikan. Langkah strategis yang telah diambil oleh Pemerintah Provinsi Bali, antara lain: transisi energi berbahan bakar fosil ke energi baru terbarukan.

“Percepatan penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang difokuskan pada sektor perkantoran (pemerintah maupun swasta), hotel, restoran, mall, serta fasilitas umum di seluruh area publik; percepatan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai; pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai;  serta penerapan sistem pertanian organik,”ujar Gubernur.

Pada acara tersebut, juga Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali membuka kesempatan seluas-luasnya dan mengundang para investor untuk berkolaborasi serta berinvestasi dalam: pengembangan energi terbarukan, transportasi rendah emisi, pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, perdagangan karbon, serta pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. (Gustra).

Gubernur Koster Hadiri FGD Dialog Kebijakan Global Pertanian Berkelanjutan

0

Bali Miliki Modal Kuat Dalam Membangun Pertanian Berkelanjutan

NEWSINTERMEDIA.COM|LONDON |Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Dialog Kebijakan Global untuk Pertanian Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh United Kingdom Foreign, Commonwealth & Development Office (UK FCDO), World Bank Group, dan Clim-Eat. Forum diskusi ini membahas ketahanan iklim, ketahanan pangan, dan transisi pedesaan yang adil pada 24 Juni 2026 lalu, pukul 10.30-12.15 waktu setempat.

Pada pertemuan tersebut Gubernur Bali, Wayan Koster, memaparkan mengenai sistem pertanian organik untuk pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.  Dihadapan para pembuat kebijakan lembaga internasional dan mitra pembangunan dari berbagai negara. Gubernur Bali, Wayan Koster, juga menegaskan bahwa Bali memiliki modal yang sangat kuat dalam membangun pertanian berkelanjutan. “Karena warisan budaya pertanian yang telah hidup selama ribuan tahun dalam sistem subak di Bali dengan filosofi Sad Kerthi,”ungkap Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur Bali, memaparkan berbagai kebijakan kongkret yang telah diterapkan Pemerintah Provinsi Bali untuk mempercepat tranformasi pertanian ramah lingkungan, diantaranya adalah Sistem Pertanian Organik diatur dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019. “Termasuk Pengendalian Alih Fungsi Lahan Produktif diatur dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2026, dan Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, serta Laut diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020,”papar Koster.

Pada diskusi tersebut Gubernur Bali, Wayan Koster, juga menyampaikan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan, dan industri lokal Bali oleh hotel, restoran, katering, dan pusat perbelanjaan (swalayan), yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018.

“Melalui partisipasi aktif dalam forum diskusi tersebut, kami kembali menegaskan komitmen untuk berkontribusi dalam forum internasional, serta memperkuat posisi Bali sebagai daerah yang mengintegrasikan kearifan lokal, kebijakan publik, dan pembangunan berkelanjutan, dalam menghadapi tantangan iklim global,”pungkas Gubernur Koster. (Gustra).

PKB tak Hanya Jadi Ruang Apresiasi Seni tapi Juga Wahana Pelestarian Nilai-nilai Spiritual

0

Gubernur Koster Saksikan Parade Gong Kebyar Dewasa, Bangli dan Denpasar Suguhkan Spiritualitas dan Kekuatan Tradisi Bali


NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri pementasan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Rabu (1/7) malam.

Di hadapan ribuan penikmat seni, dua duta seni dari Kabupaten Bangli dan Kota Denpasar menampilkan karya-karya yang memadukan kekuatan tradisi, spiritualitas, dan kreativitas dalam bingkai seni pertunjukan Bali.

Kehadiran Gubernur Koster yang didampingi jajaran kurator PKB menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah seniman dan penonton memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto bersama di sela-sela berlangsungnya pertunjukan.

Pada kesempatan itu, Duta Kabupaten Bangli yang diwakili Sekaa Gong Tirta Nirmala Ulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kecamatan Kintamani, tampil bersama Sanggar Seni Semara Budaya, Banjar Badak Sari, Desa Sumerta Klod, Denpasar Timur, sebagai duta pendamping.

Penampilan pembuka Bangli menghadirkan Tari Ratu Kebasan, sebuah garapan yang mengangkat ritual sakral masyarakat Desa Songan. Karya ini menggambarkan perjalanan manusia menuju penyucian diri melalui proses spiritual yang diawali dengan gerak-gerak tenang, kemudian berkembang menjadi dinamika penuh energi ketika kekuatan suci hadir dalam prosesi kerauhan.

Melalui koreografi yang sarat simbol, tarian tersebut memperlihatkan transformasi batin manusia dalam melepaskan ego dan menyerahkan diri kepada kehendak alam semesta. Gerak spontan, lompatan, hingga hentakan yang intens membangun atmosfer magis yang menjadi ciri utama tradisi sakral tersebut.

Sementara itu, Duta Kota Denpasar membuka penampilannya dengan Tari Banda Yowana, sebuah tari kreasi yang lahir pada 1987. Karya ini mengisahkan sekelompok pemuda yang terikat dalam semangat organisasi, kebersamaan, dan persaudaraan.

Melalui komposisi gerak yang dinamis dan serempak, tarian tersebut merepresentasikan semangat generasi muda dalam membangun solidaritas sekaligus menjaga warisan estetika Tari Bangdu yang menjadi sumber inspirasi utama penciptaannya.

Pada sajian pamungkas, kedua duta seni kembali menampilkan karya monumental bernuansa magis yang mendapat apresiasi meriah dari penonton.

Bangli mempersembahkan garapan Merujaklalang, sebuah interpretasi artistik atas ritus sakral masyarakat Desa Songan yang menjadi bagian penting dalam rangkaian upacara pengabenan sekaligus identitas budaya desa Bali Aga tersebut.

Pertunjukan menampilkan prosesi perebutan rumput ilalang sebagai simbol penyucian yang dikemas melalui tata gerak maskulin, dinamika gong kebyar, serta ritme dramatik. Simbol perebutan “rujak” dimaknai sebagai penghancuran ego jasmani menuju pemurnian jiwa, sebelum bermuara pada sukacita sebagai lambang keikhlasan menerima kematian sebagai proses transformasi spiritual.

Adapun Duta Kota Denpasar menutup penampilannya melalui fragmentari Tamtam, yang mengangkat kisah spiritual dua atma, Gina dan Gidul.

Dalam cerita tersebut, Gidul bereinkarnasi menjadi pengembara suci bernama Tamtam, murid Aji Saka dari Pulau Jawa, sementara Gina bereinkarnasi menjadi Dewi Aryeswara di Kerajaan Mesir. Pertemuan keduanya bermula dari sebuah sayembara, namun berkembang menjadi perjalanan spiritual menuju penyatuan nilai-nilai Siwa-Buddha.

Melalui alur dramatik yang sarat pesan filosofis, fragmentari ini menegaskan bahwa perjalanan hidup manusia pada akhirnya merupakan proses penyucian diri melalui pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran dharma hingga mencapai pelepasan menuju swargaloka.

Gubernur Koster sendiri mengapresiasi Parade Gong Kebyar Dewasa malam itu yang kembali menunjukkan bahwa Pesta Kesenian Bali tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni pertunjukan, tetapi juga wahana pelestarian nilai-nilai spiritual, sejarah, dan identitas budaya Bali yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya melalui karya-karya kreatif berakar kuat pada tradisi.(Noer/Tra).

 

HKG PKK ke-54 Libatkan Pelajar Jadi Wadah Pelestarian Budaya Sejak Dini

0

Ketua TP PKK Bali Tegaskan Pendidikan Anak Bukan Jadi Tanggungjawab Sekolah, tapi Juga  Tanggungjawab Keluarga


NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Tim Penggerak PKK Provinsi Bali melibatkan para pelajar dalam sejumlah perlombaan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Provinsi Bali. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana pembentukan karakter sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menegaskan bahwa pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga, khususnya peran ibu sebagai pendidik utama di rumah. Menurutnya, sinergi antara keluarga dan lingkungan pendidikan sangat penting untuk membentuk generasi unggul yang berkarakter.

“Sekolah memiliki peran besar dalam menanamkan nilai-nilai budi pekerti, etika, dan sopan santun yang akan menjadi bekal anak hingga dewasa,” ujar Ny. Putri Koster saat membuka Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Gedung Narigraha, Rabu (1/7).

Lomba senam ini diikuti pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Masing-masing daerah mengirimkan tim yang terdiri dari 20 peserta. Selain mendorong gaya hidup sehat melalui olahraga, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antarpelajar.

Ny. Putri Koster mengajak seluruh peserta untuk berkompetisi secara sehat dengan menjunjung sportivitas, kekompakan, dan rasa saling menghargai. Ia menekankan pentingnya menjauhkan sikap iri hati maupun persaingan yang tidak sehat dalam setiap perlombaan.

Selain lomba senam, rangkaian HKG PKK ke-54 juga menghadirkan lomba memasak dan lomba paduan suara yang turut melibatkan pelajar SMA se-Bali. Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang untuk mendukung kesehatan jasmani dan rohani sekaligus memperkuat pelestarian budaya daerah.

Pada lomba memasak, peserta diajak memahami pentingnya mengolah makanan sehat secara mandiri menggunakan bahan alami dan bergizi. Ny. Putri Koster menilai kebiasaan memasak sendiri dapat membantu generasi muda mengenali pola makan sehat tanpa ketergantungan pada penyedap rasa berlebihan.

Sementara itu, lomba paduan suara digelar sebagai upaya memperkenalkan dan melestarikan lagu-lagu daerah Bali kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap warisan budaya daerahnya.

Melalui rangkaian perlombaan tersebut, TP PKK Provinsi Bali berharap dapat menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya sehat dan berkarakter, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman. (Tutt/Tra).

Bulan Bung Karno VIII 2026 Ditutup, Luncurkan Tema 2027 “Kirtya Wana Kerthi”

0

Mewakili Gubernur Koster, Sekda Tutup Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026, Luncurkan Tema 2027 “Kirtya Wana Kerthi”


NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Rangkaian Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, yang mewakili Gubernur Bali, Wayan Koster, pada Selasa (Anggara Pon, Langkir), 30 Juni 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Denpasar. Momentum penutupan ini sekaligus menjadi penanda dimulainya persiapan Bulan Bung Karno IX Tahun 2027 dengan peluncuran tema baru, “Kirtya Wana Kerthi”, Bertumbuh-Berakar Gema Perjuangan Bung Karno.

Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 mengusung tema “Kawya Atma Kerthi” Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator, yang merefleksikan semangat merawat nilai-nilai perjuangan Bung Karno sebagai fondasi pembangunan karakter bangsa. Selama sebulan penuh, berbagai kegiatan edukatif, kreatif, dan kebudayaan digelar sebagai ruang aktualisasi nilai-nilai kebangsaan, khususnya bagi generasi muda.

Dalam sambutannya, Sekda Bali Dewa Made Indra menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno ke-VIII telah terlaksana dengan baik berkat kolaborasi banyak pihak. Pemerintah Provinsi Bali, kata dia, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, panitia, lembaga pendidikan, serta masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

“Pelaksanaan Bulan Bung Karno tahun ini berjalan dengan baik sesuai agenda yang telah direncanakan. Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkolaborasi, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan lancar,” ujar Dewa Made Indra.

Pada kesempatan tersebut, Sekda Bali juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang berbagai lomba yang menjadi bagian dari peringatan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026, meliputi Lomba Pidato, Lomba Cipta-Baca Puisi, serta Lomba Tari Teruna Jaya tingkat SMP dan SMA. Para pemenang dinilai berhasil menampilkan kreativitas sekaligus pemahaman mendalam terhadap semangat perjuangan, kebudayaan, dan nasionalisme yang diwariskan Bung Karno.

Selain menjadi ajang apresiasi, penutupan Bulan Bung Karno juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan tema tahun 2027, “Kirtya Wana Kerthi”, yang menegaskan pentingnya relasi antara perjuangan ideologis Bung Karno dengan kesadaran ekologis dan pelestarian alam. Tema ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat Bali untuk terus menumbuhkan semangat perjuangan yang berakar kuat pada nilai kebangsaan sekaligus selaras dengan harmoni alam.

Menutup sambutannya, Dewa Made Indra menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini. Ia menegaskan seluruh evaluasi akan menjadi bahan penyempurnaan untuk penyelenggaraan berikutnya.

“Apa pun yang masih kurang pada tahun ini akan menjadi catatan untuk dievaluasi dan disempurnakan pada tahun mendatang. Apa yang sudah baik akan kita pertahankan,” tegasnya. (Gustra).

Info Denpasar Soal Pelayanan Berintegritas dan Rakor Digitalisasi Bansos

0

Tekankan Pelayanan Integritas, Sekda Denpasar Buka Sosialisasi Pencegahan Maladministrasi

Newsintermedia.com l Denpasar l Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menekankan pentingnya membangun budaya pelayanan publik yang berlandaskan integritas, kepastian, dan empati.

Hal ini disampaikan saat membuka Sosialisasi bertema “Strategi Pencegahan Maladministrasi sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar” Yang dilaksanakan Bagian Organisasi Seketariat Pemerintah Kota Denpasar di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Selasa (30/6).

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali yang diwakili Kepala Keasistenan Pencegahan Maladministrasi, I Nyoman Agus Santika, jajaran kepala perangkat daerah, kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Denpasar, para camat, kepala puskesmas, kepala sekolah, lurah, serta kepala desa se-Kota Denpasar.

Dalam sambutannya, Eddy Mulya mengatakan bahwa tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik saat ini semakin tinggi. Pelayanan tidak hanya dituntut cepat, mudah, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga harus memberikan kepastian, keadilan, dan rasa percaya kepada masyarakat.

Menurutnya, berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik, seperti penundaan berlarut, penyimpangan prosedur, penyalahgunaan wewenang, hingga lemahnya pengelolaan pengaduan, berpotensi menimbulkan maladministrasi. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan melalui penguatan sistem pelayanan yang sesuai standar, responsif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

“Pencegahan maladministrasi dimulai dari komitmen untuk melayani dengan integritas, kepastian, dan empati. Memastikan setiap masyarakat yang datang percaya bahwa pemerintah hadir untuk melayani adalah tugas kita bersama. Pelayanan publik yang berkualitas bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari komitmen dan perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan,” tegas Eddy Mulya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat berbagai instrumen penyelenggaraan pelayanan publik sebagai bagian dari pelaksanaan visi dan misi pembangunan daerah, khususnya misi ketiga. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan standar pelayanan, peningkatan partisipasi masyarakat, pembangunan budaya pelayanan, serta evaluasi kinerja secara berkelanjutan guna mendukung reformasi birokrasi menuju tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Saat ini, Pemerintah Kota Denpasar memiliki 101 unit penyelenggara pelayanan dengan total 1.256 jenis layanan. Untuk mencegah potensi maladministrasi, standar pelayanan terus diperkuat agar lebih jelas, terukur, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Partisipasi masyarakat juga ditingkatkan melalui forum konsultasi publik, survei kepuasan masyarakat, pengelolaan pengaduan, serta keterbukaan informasi layanan.

Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Dalam lima tahun terakhir, Pemerintah Kota Denpasar secara konsisten meraih kategori Sangat Baik, dengan capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tahun 2025 sebesar 92,29.

Selain itu, keberadaan aplikasi Denpasar Prama Sewaka sebagai platform layanan dan pengaduan terintegrasi semakin memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan. Selama tahun 2025 hingga Triwulan I Tahun 2026, sebanyak 1.727 pengaduan masyarakat telah diterima dan seluruhnya berhasil ditindaklanjuti.

Eddy Mulya menambahkan, budaya pelayanan juga terus diperkuat melalui semangat Sewakadarma dengan motto “Melayani adalah Kewajiban”. Nilai tersebut menjadi pedoman bagi seluruh aparatur untuk memberikan pelayanan yang profesional, responsif, berintegritas, serta tidak diskriminatif.

Pemerintah Kota Denpasar juga terus mengoptimalkan digitalisasi layanan, penyesuaian jam pelayanan pada periode tertentu, penyediaan layanan khusus, hingga layanan jemput bola agar pelayanan semakin mudah dijangkau masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2025 Pemerintah Kota Denpasar berhasil meraih Opini Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi dalam Penilaian Kepatuhan Pelayanan Publik oleh Ombudsman. Selain itu, pada evaluasi penyelenggaraan pelayanan publik terhadap 17 lokus, Pemerintah Kota Denpasar memperoleh Indeks Pelayanan Publik sebesar 4,80 dengan kategori Pelayanan Prima.

Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi Setda Kota Denpasar, Luh Nyoman Endi Suari, mengatakan sosialisasi ini merupakan bentuk kolaborasi antara Ombudsman RI Perwakilan Bali dengan Pemerintah Kota Denpasar dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik, memperkuat kepatuhan terhadap standar pelayanan, serta meningkatkan pemahaman perangkat daerah mengenai bentuk-bentuk maladministrasi dan langkah-langkah pencegahannya.

Melalui kegiatan yang diikuti peserta secara luring maupun daring dari perangkat daerah, puskesmas, Perumda, desa, kelurahan, serta sekolah SD dan SMP se-Kota Denpasar ini diharapkan seluruh penyelenggara pelayanan publik semakin memahami potensi maladministrasi, mampu melakukan langkah-langkah pencegahan, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Ayu/Tra)


Rakor Digitalisasi Bansos Denpasar Dukung Transformasi Penyaluran Program Perlindungan Sosial

Newsintermedia.com l Jakarta l Pemerintah Kota Denpasar bersama Pemerintah Provinsi Bali dan 8 Kabupaten di Bali mengikuti Rakor Digitalisasi Bansos yang di selenggarakan Kementrian Dalam Negeri RI di Sasana Bhakti Praja, Gedung C Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (30/6).

Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Rakor Digitalisasi Bansos yang di selenggarakan Kementrian Dalam Negeri RI di Sasana Bhakti Praja, Gedung C Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (30/6).

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mendukung transformasi ketepatan sasaran penyaluran program perlindungan sosial melalui pemanfaatan Digital Public Infrastructure (DPI) ini di hadiri langsung Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa.

Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian menjelaskan bahwa Kemendagri memperluas penerapan digitalisasi bantuan sosial (bansos) ke 43 kabupaten/kota. Langkah ini disiapkan sebagai fondasi menuju penerapan Government Technology (GovTech) secara nasional. ‎Dimana, piloting digitalisasi bantuan sosial ini sebelumnya telah diuji coba di Banyuwangi. “Ini sebetulnya adalah ide dari beliau dalam rangka perluasan piloting digitalisasi bansos di 43 kabupaten kota,” ujar Tito.

‎Menurutnya, perluasan program itu menjadi langkah awal dalam penyusunan peta jalan transformasi digital pemerintahan melalui GovTech. Keberhasilan implementasi di Banyuwangi menjadi dasar bagi pemerintah untuk mereplikasi sistem digitalisasi bantuan sosial ke daerah lain. Pemerintah menargetkan implementasi program digitalisasi perlindungan sosial di 43 kabupaten/kota sebagai tahap awal sebelum diperluas ke seluruh wilayah Indonesia.

‎”Dan ini adalah cikal bakal juga roadmap untuk menuju ke Government Technology, GovTech. Yang beberapa waktu lalu sudah dicobakan di Banyuwangi. Dan saya kira itu cukup sukses. Kesuksesan di Banyuwangi ini kemudian direplikasikan ke daerah-daerah lain,” Imbuh Tito.

Sementara Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa berkomitmen bahwa Pemerintah Kota Denpasar mendukung penuh program digitalisasi bansos sebagai bagian dari transformasi digital nasional. Dimana, digitalisasi bukan hanya mengubah cara penyaluran bantuan, tetapi memastikan bantuan lebih tepat sasaran, transparan, cepat, dan akuntabel. Untuk itu Kota Denpasar siap menjadi daerah yang mendukung implementasi pemerintah digital.

“Kami memandang digitalisasi bansos sebagai fondasi menuju pelayanan publik yang lebih modern dan berbasis data,” pungkasnya. (Ays/Tra).

Info Bali Terkait Proyek Percontohan Energi Arus Laut dan Program Digitalisasi Bansos

Pemprov Bali Dukung Proyek Percontohan Energi Arus Laut Nusa Penida

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Sejalan dengan implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, Pemerintah Provinsi Bali mendukung penuh penggunaan energi bersih dan terbarukan guna mendukung visi Bali Mandiri Energi.

Dalam Sosialisasi Pre-Feasibility Study Proyek Percontohan Energi Laut Terbarukan di Nusa Penida pada Selasa (30/6) di Four Star by Trans Hotel, Denpasar, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menyampaikan bahwa proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) laut dapat menjadi salah satu sumber energi alternatif di Bali yang mendukung penerapan Bali Mandiri Energi.

“Di sisi energi, salah satu kebijakan strategis pemerintah adalah Bali Mandiri Energi. Bahkan, Bapak Gubernur selalu mendukung penggunaan EBT, termasuk penggunaan kendaraan listrik dan pemanfaatan PLTS atap untuk instansi pemerintah, swasta, dan usaha pariwisata,” jelasnya.

Walaupun demikian, ia juga menekankan bahwa studi ini harus mempertimbangkan aspek lain, seperti lingkungan, pariwisata, pelayaran, dan perikanan. Oleh karena itu, penting untuk memperoleh masukan dan saran dari masyarakat, tokoh adat, serta pelaku pariwisata sebelum proyek tersebut dijalankan.

“Kehadiran masyarakat Nusa Penida diharapkan dapat memberikan masukan terhadap pra-studi ini, mengenai hal-hal yang perlu dipertimbangkan agar tidak mengganggu sektor lain sehingga masyarakat setempat dapat memperoleh manfaat maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. R. Dwi Susanto, Senior Research Scientist di University of Maryland, menjelaskan bahwa berdasarkan studi USAID-SINAR dan EBTKE-ESDM, terdapat 32 selat di Indonesia yang berpotensi dikembangkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL), salah satunya adalah Nusa Penida.

“Selat-selat di Indonesia sangat ideal untuk pengembangan EBT arus laut. Teknologinya juga telah terbukti andal dan layak secara komersial. Selain itu, tidak mengganggu estetika, aktivitas nelayan, pelayaran, maupun pariwisata,” ungkapnya.

Pre-Feasibility Study di Nusa Penida diharapkan menjadi proyek percontohan yang dapat membuktikan kelayakan komersial energi arus laut serta mendorong pemanfaatannya di masa depan. Sosialisasi pra-studi kelayakan ini juga bertujuan untuk menyerap masukan dari berbagai pihak, antara lain pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta pelaku pariwisata terkait pengembangan EBT arus laut di Selat Nusa Penida. (Kar/Tra).


Gubernur Koster Siap Sukseskan Program Digitalisasi Bansos untuk Jadi Percontohan

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Gubernur Bali Wayan Koster siap tancap gas untuk menyukseskan program digitalisasi bantuan sosial (bansos) yang dilaksanakan pemerintah pusat. Komitmen tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dan Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Perluasan Piloting Digitalisasi Bansos di 43 kabupaten/kota yang berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja Lantai 3 Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (30/6).

Rakor yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian itu juga membahas rencana kunjungan kerja Presiden RI untuk meninjau progres pelaksanaan piloting digitalisasi bansos di Surabaya dan Bali pada Juli mendatang. Gubernur Koster menyampaikan terima kasih karena Provinsi Bali menjadi salah satu daerah percontohan dalam penerapan digitalisasi bantuan sosial.

“Kami memandang program ini sangat penting dan memang harus segera diterapkan untuk penyaluran bansos yang lebih tepat sasaran dan akuntabel. Jadi, kami sangat mendukung program ini,” ujarnya.

Menindaklanjuti arahan terkait penerapan program tersebut, Provinsi Bali telah menyusun sejumlah tahapan. Namun, ia mengakui sejauh ini capaian Bali berdasarkan indikator jumlah pendaftar masih belum memuaskan. “Ini karena dalam dua minggu terakhir di Bali banyak hari raya. Sepulang dari rakor ini, kami akan tancap gas. Secara sistem, kami telah menyusun tahapan yang konkret untuk dilaksanakan,” ujarnya.

Bahkan, Gubernur Koster menargetkan proses pendaftaran dapat rampung paling lambat pada akhir Juli 2026. “Bali ini kecil, jadi seharusnya bisa lebih cepat,” imbuhnya.

Guna mempercepat proses pendaftaran, pada kesempatan tersebut Gubernur Koster juga berharap adanya dukungan agen pendamping dalam jumlah memadai agar dapat menjangkau hingga wilayah banjar dengan lebih cepat. “Terkait rencana kunjungan Bapak Presiden, kami akan menyiapkan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Ia meminta kepala daerah yang wilayahnya menjadi percontohan untuk menjaga kekompakan agar target pendaftaran dapat segera tercapai.

Secara khusus, Luhut mengapresiasi Provinsi Bali yang menunjukkan keseriusan dalam mengawal program ini. “Paling lambat, saya harap akhir Agustus pendaftaran telah rampung sehingga peluncuran bisa dipercepat,” ujarnya.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan, rakor ini digelar dalam rangka mendukung transformasi ketepatan sasaran penyaluran program perlindungan sosial melalui pemanfaatan Digital Public Infrastructure (DPI), serta perluasan piloting digitalisasi perlindungan sosial (perlinsos) pada 43 kabupaten/kota. Tito mengatakan percepatan ini diharapkan menjadi cikal bakal Government Technology (GovTech).

Selain Luhut, hadir pula Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Muhammad Yusuf Ateh, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, serta pejabat terkait lainnya.(Dsk/Tra).


 

Sekjen PPB Serukan agar Seluruh Data Center Gunakan Energi Terbarukan 2030

0

Gubernur Koster Hadiri Acara Utama  London Climate Action Week, Satu-satunya Gubernur dari Asia


NEWSINTERMEDIA.COM|LONDON| Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, M.M, mengikuti acara utama yaitu London Climate Action Week 2026. Acara ini dihadiri lebih dari 200 peserta, terdiri dari 26 Kepala Daerah, 8 Gubernur, Wali Kota, dari perwakilan pembuat kebijakan daerah, lembaga internasional yang peduli dengan perubahan iklim, komunitas lingkungan, dan partisipan lain dari Amerika, Amerika Latin, Eropa, Afrika, dan Asia, pada 23 Juni 2026, pukul 08.00-11.00 waktu setempat.

Gubernur Bali, Wayan Koster, merupakan satu-satunya Gubernur dari Asia yang menghadiri pertemuan tersebut. Acara ini diisi dengan sambutan Pendiri Bloomberg Philantropies, Michael Bloomberg dan pidato Sekretaris Jenderal PBB Yang Mulia Antonio Guterres. Sekjen PBB menyampaikan materi yang berkaitan dengan krisis energi dan krisis iklim akibat dari ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

“Maka perlunya transisi energi menuju energi bersih, bukan hanya kebutuhan lingkungan, tetapi juga strategi ekonomi dan keamanan, bahwa energi terbarukan merupakan peluang ekonomi, perlunya pengurangan emisi gas metana, dan dampak dari perkembangan Artificial Intellegence (AI) untuk penggunaan energi menyerukan agar seluruh data center menggunakan energi terbarukan pada 2030, dan transformasi digital harus berjalan seiring dengan transisi ekonomi rendah karbon,”ungkap  Sekjen PBB.

Sekjen PBB, Antonio Guterres menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, karena keberhasilan aksi iklim memerlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak swasta, investor, lembaga filantropi, akademisi, dan masyarakat sipil. “Jadi platform seperti London Climate Action Week menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat implementasi solusi iklim,”tegasnya.

Mendengar pidato Sekjen PBB tersebut, Gubernur Bali, Wayan Koster, mengungkapkan juga bahwa Bali telah menerapkan kebijakan pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan berdasarkan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, antara lain: kebijakan Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019.

“Jadi Kendaraan Bermotor Listrik berbasis Baterai diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019, Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018, Sistem Pertanian Organik diatur dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019, “papar Koster.

Gubernur Koster juga menambahkan, terkait kebijakan tersebut, juga memberi pelindungan kepada sumber-sumber air, yaitu, Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020. “Kebijakan ini merupakan upaya kami sebagai Gubernur Bali, untuk menurukan emisi karbon dalam rangka mempercepat pencapaian target Net Zero Emission pada 2045, lebih cepat 15 tahun dari target nasional 2060,”pungkas Wayan Koster. (Gustra).

Bupati Bangli Pimpin Apel HARGANAS Ke-33, Bacakan Amanat Menteri Kependudukan 

0

Wujudkan Bangli Maju dan Berkontribusi Dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045


Harganas bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kesadaran seluruh elemen bangsa bahwa keluarga merupakan fondasi utama


NEWS INTERMEDIA.COM l BANGLI  l Pemerintah Kabupaten Bangli memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 dengan menggelar apel yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Bangli pada Senin 29 Juni 2026.

Apel tersebut dipimpin langsung Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta yang pada kesempatan itu membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd.

Apel diikuti Wakil Bupati Bangli, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangli, para pimpinan Perangkat Daerah, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bangli.

Dalam amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang dibacakan Bupati Bangli, disampaikan bahwa Hari Keluarga Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kesadaran seluruh elemen bangsa bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Menteri menegaskan, di tengah dinamika global yang ditandai dengan perubahan cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan berbagai tantangan baru atau dikenal dengan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity), keluarga dituntut menjadi benteng utama dalam membentuk karakter, moral serta ketahanan mental generasi muda.

“Keluarga harus menjadi tempat yang aman, nyaman dan penuh kasih sayang, sekaligus menjadi ruang pertama dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anak sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan,” demikian kutipan amanat Menteri yang dibacakan Bupati Bangli.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia saat ini tengah memasuki fase Bonus Demografi yang menjadi peluang strategis untuk mempercepat kemajuan bangsa. Namun peluang tersebut hanya dapat diwujudkan apabila kualitas sumber daya manusia dipersiapkan sejak dini melalui keluarga yang sehat, harmonis dan berkualitas.

Untuk itu, pemerintah mendorong penguatan tiga pilar utama pembangunan keluarga, yakni peningkatan kesehatan keluarga melalui pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan, penguatan pendidikan karakter di lingkungan keluarga, serta pembangunan ketahanan mental agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, adaptif dan berintegritas.

Selain itu, amanat Menteri juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya keterlibatan seorang ayah dalam pengasuhan anak. Kehadiran ayah, tidak hanya secara fisik tetapi juga emosional, dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan keseimbangan psikologis anak.

Di sisi lain, orang tua juga diimbau lebih bijak dalam mendampingi penggunaan teknologi digital di lingkungan keluarga. Pemanfaatan gawai harus diarahkan pada hal-hal yang produktif agar anak – anak tidak terpapar berbagai pengaruh negatif yang dapat menghambat tumbuh kembang mereka.

Menteri juga mengingatkan bahwa berbagai persoalan sosial, seperti perundungan, tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas, merupakan alarm penting yang harus dijawab dengan memperkuat fungsi keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam pendidikan anak.

Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33, seluruh masyarakat diajak untuk terus membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berkarakter sebagai fondasi menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Usai pelaksanaan apel, Bupati Bangli SN Sedana Arta mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bangli agar terus bersinergi dalam mendukung berbagai program pembangunan keluarga. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas keluarga yang mampu melahirkan generasi unggul, berakhlak mulia dan memiliki daya saing tinggi.

“Peringatan Hari Keluarga Nasional harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keluarga adalah pondasi utama pembangunan bangsa. Dari keluarga yang kuat akan lahir sumber daya manusia yang berkualitas untuk mewujudkan Bangli yang maju dan berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Sedana Arta.

Peringatan HARGANAS ke-33 di Kabupaten Bangli menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Bangli bersama seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat pembangunan keluarga sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak generasi penerus yang sehat, cerdas, tangguh dan berkarakter. (Gustra)

 

 

 

Bupati Kembang Soroti Ancaman Gawai dan Krisis Pengasuhan

0

Hari Keluarga Nasional ke-33 di Jembrana

News Intermedia.com l Jembrana l Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyoroti disrupsi teknologi digital dan pergeseran nilai sosial yang masuk tanpa permisi ke ruang keluarga melalui gawai di genggaman anak-anak.

Tantangan berat dihadapi keluarga modern saat ini di tengah ‘Era VUCA’, sebuah lanskap global yang dicirikan oleh perubahan cepat (Volatility), ketidakpastian (Uncertainty), kerumitan (Complexity), dan kebingungan arah (Ambiguity).

Hal tersebut disampaikan Bupati Kembang saat membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN dalam Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Taman Pecangakan, depan Kantor Bupati Jembrana, Senin (29/6).

“Jika institusi keluarga rapuh, arus zaman ini akan dengan mudah menggilas masa depan mereka. Maka, ketangguhan keluarga bukanlah pilihan alternatif, melainkan keharusan mutlak dan urgensi nasional” ujarnya.

Lebih lanjut, Pihaknya memberikan pesan khusus bagi para figur ayah. Perbaikan kualitas SDM dinilai mustahil jika beban pengasuhan hanya diletakkan di pundak ibu semata. “Kehadiran fisik dan kedekatan emosional para ayah adalah penentu kestabilan struktur kepribadian anak,” tegasnya.

Ia juga meminta orang tua membatasi waktu layar (screen time) anak dan lebih aktif membangun dialog secara fisik. “Jangan biarkan masa depan dan pola pikir anak-anak kita dikuasai oleh algoritma digital. Peluk anak-anakmu, ajak mereka berdialog,” imbuhnya.

Di akhir sambutan, Bupati Kembang menyoroti maraknya patologi sosial akhir-akhir ini seperti tawuran pelajar, perundungan (bullying), pergaulan bebas, hingga jeratan narkoba. Menurutnya, rentetan kasus tersebut merupakan alarm darurat bahwa fungsi keluarga sedang mengalami malafungsi akibat absennya figur orang tua.

“Anak-anak yang terjerumus dalam kekerasan atau narkoba sering kali adalah mereka yang kurang kasih sayang di rumah, sehingga mencari pelarian semu di jalanan,” kata Bupati Kembang.

Ia pun mengajak seluruh ASN dan masyarakat Jembrana untuk merapatkan barisan menjadikan rumah sebagai tempat teraman. (Wis/Tra).

Info Denpasar Soal Interactive Talkshow, Bakti Pujawali dan Karya Aci Purnama Kasa

0

PGRI Bali dan MTC International  Jalin Kerja Sama Tingkatkan SDM Berwawasan Global

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar yang juga Ketua PGRI Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, membuka Interactive Talkshow yang diselenggarakan MTC International bekerja sama dengan Casa College Cyprus di Hotel Grand Palace Sanur, Senin (29/6).

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PGRI Provinsi Bali dan MTC International. Dimana Kerja sama ini bertujuan memfasilitasi satuan pendidikan serta para guru dalam meningkatkan pengetahuan global, khususnya di bidang penguasaan bahasa, kesiapan kerja, dan akses pendidikan internasional.

Sekda Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Bali agar mampu bersaing di era global. Menurutnya, PGRI Bali memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan berbagai gagasan dan inovasi dalam dunia pendidikan agar mampu beradaptasi dengan perubahan yang terus berlangsung.

“Semangat kita adalah siapa yang mampu beradaptasi dengan perubahan, maka dialah yang akan memenangkan persaingan di era ekonomi global. PGRI sebagai organisasi profesi guru memiliki tujuan menciptakan SDM unggul, baik peserta didik maupun guru sebagai fasilitator pembelajaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melalui kemitraan dengan MTC International diharapkan para pelajar, khususnya siswa SMA dan SMK di Bali, memiliki wawasan global serta alternatif untuk melanjutkan pendidikan maupun memperoleh kesempatan kerja di luar negeri.

Selain itu, peningkatan kapasitas tidak hanya diberikan kepada siswa, tetapi juga kepada para guru. Menurutnya, guru harus memiliki kompetensi yang memadai agar mampu menjadi pendamping yang efektif bagi peserta didik.

“Tidak hanya murid yang harus ditingkatkan kapasitasnya, guru juga harus terus meningkatkan kompetensinya sebagai pendamping. Jangan sampai mendampingi tetapi belum memiliki kemampuan yang memadai,” tegasnya.

Lebih lanjut Eddy Mulya mengatakan, PGRI Bali akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Bali. Ia berharap generasi muda Bali memiliki pola pikir global tanpa meninggalkan karakter dan jati diri masyarakat Bali yang dikenal ramah, beretika, dan memiliki kualitas pelayanan yang baik.

Sementara itu, Direktur Utama MTC International, I Putu Miasta, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam membuka peluang pendidikan dan karier internasional bagi generasi muda Indonesia.

Menurutnya, masih banyak anggapan di masyarakat bahwa bekerja atau belajar di luar negeri memerlukan biaya sangat besar dan penuh risiko penipuan. Melalui kerja sama ini, pihaknya ingin membuka akses yang lebih luas dan memberikan edukasi mengenai jalur pendidikan maupun pekerjaan yang aman dan legal

“Kami ingin membantu menyukseskan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM, mengurangi pengangguran, serta mengangkat kesejahteraan masyarakat. Ini menjadi titik awal bagi generasi muda untuk memiliki kompetensi yang diakui secara global,” katanya.

Ia menambahkan, dalam Interactive Talkshow tersebut juga dihadirkan narasumber langsung dari President & Executive Director Casa College Cyprus Mr. Yiannis Saveriades, yang memberikan informasi mengenai peluang studi, program kerja sambil kuliah, hingga prospek karier di Eropa.

Melalui kolaborasi ini diharapkan semakin banyak generasi muda Bali yang memiliki kompetensi internasional, pengalaman global, serta mampu kembali ke Indonesia untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa. (Ayu/Tra)


Walikota  Laksanakan Bakti Pujawali Padudusan Alit Pura Luhur Candi Narmada

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, melaksanakan Bakti Pujawali Padudusan Alit di Pura Luhur Candi Narmada pada Senin (29/6). Puncak pujawali yang bertepatan dengan Hari Purnama Kasa tersebut berlangsung khidmat dan akan dilanjutkan dengan prosesi nyejer selama tujuh hari.

Ket. Foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan menghadiri Bakthi Pujawali Padudusan Alit di Pura Luhur Candi Narmada pada Senin (29/6)

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara.

Usai persembahyangan, Walikota Jaya Negara menyampaikan rasa syukur karena dapat hadir dan mengikuti rangkaian Bakti Pujawali Padudusan Alit bersama para pemedek. Menurutnya, pelaksanaan yadnya seperti ini tidak hanya menjadi wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga mempererat kebersamaan serta menjaga kelestarian warisan budaya dan tradisi Bali.

Sementara itu, Kelihan Ageng Pura Luhur Candi Narmada, Dewa Mayadi, menjelaskan bahwa puncak pujawali dilaksanakan bertepatan dengan Hari Purnama Kasa. Selanjutnya, rangkaian nyejer berlangsung selama tujuh hari, dilanjutkan prosesi memasar pada 2 Juli dan nyineb pada 6 Juli. Puncak pujawali dipuput oleh Ida Pedanda Griya Timbul Kesiman dan Ida Pedanda Pengabang Griya Wanasari Sanur.

Dewa Mayadi juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Luhur Candi Narmada.

“Terima kasih atas perhatian Bapak Walikota Jaya Negara beserta seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar yang telah hadir dalam puncak pujawali, melaksanakan persembahyangan bersama, serta menyerahkan punia. Kehadiran ini menjadi penyemangat bagi pengempon dan seluruh krama dalam menjaga kelestarian pura serta tradisi yang diwariskan para leluhur,” ujarnya. (Pur/Tra)


Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Pujawali Ring Puncak Karya Aci Purnama Kasa Pura Pengubengan Besakih

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Jajaran Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan kegiatan ngaturang bhakti Pujawali serangkaian Puncak Karya Aci yang bertepatan dengan Purnama Kasa di Pura Pengubengan Besakih, Karangasem, Senin (29/6).

Ket. Foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat melaksanakan kegiatan ngaturang bhakti Pujawali serangkaian Puncak Karya Aci yang bertepatan dengan Purnama Kasa di Pura Pengubengan Besakih, Karangasem, Senin (29/6).

Pelaksanaan bhakti pujawali ini dihadiri langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar.

Sejak pagi pagi suara genta dan lantunan kidung terdengar sudah mengiringi pelaksanaan pujawali. Iringan tabuh, topeng  dan wayang lemah pun turut melengkapi pengilen upacara. Rangkaian pujawali ini diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Manu Singaraga, dari Griya Sangkan Gunung, Sidemen.

Walikota Denpasar, I Gusti Jaya Negara didampingi Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, pujawali ini merupakan momentum bagi seluruh umat Hindu untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa menjadikan sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan pujawali ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.

Sementara Panitia Pujawali, Jro Mangku Nyoman Artawan mengatakan, pujawali di Pura Pengubengan Besakih dilaksanakan setiap tahun sekali bertepatan dengan Purnama Sasih Kasa. Dimana, tahun ini Ida Bhatara Pura Pengubengan Nyejer selama 5 hari. Untuk selanjutnya upacara Penyineban sendiri kata Jro Mangku Nyoman Artawan, akan dilaksanakan pada Wrehaspati Kliwon Langkir, Kamis (2/7).

“Semoga dengan upacara pujawali ini alam semesta beserta isinya selalu dalam lindungan Tuhan serta selalu harmonis,” ujarnya. (Ays/Tra).


 

Dunia yang Setara dan Bermartabat tak Boleh Dipimpin “Hukum Rimba”, Tetapi “Hukum Hati Nurani”.

0

Gubernur Koster Bacakan Pesan Megawati pada The 3rd World Civilizations Harmony Forum, Serukan Peradaban Dunia yang Berkeadilan


NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Gubernur Bali, Wayan Koster, membacakan sambutan Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri, pada pembukaan The 3rd World Civilizations Harmony Forum yang berlangsung di Hotel Renaissance Bali Uluwatu, Badung, Senin (29/6).

Forum internasional tersebut mempertemukan tokoh lintas negara, agama, budaya, dan akademisi untuk membahas masa depan peradaban dunia yang damai, adil, dan berkelanjutan.

Ketua Yayasan Prajna Harmonis, Kasino, dalam sambutannya menyampaikan bahwa meskipun cita-cita menciptakan harmoni dan perdamaian dunia terasa semakin jauh akibat berbagai konflik global, seluruh peserta forum tetap memilih berkumpul untuk bersama-sama memikirkan masa depan umat manusia.

Menurutnya, forum ini bertujuan menghormati keberagaman peradaban sekaligus menemukan nilai-nilai universal yang mampu menyatukan umat manusia, yakni hati nurani sebagai dasar martabat dan nilai setiap manusia tanpa memandang kebangsaan, suku, agama, budaya, maupun ideologi.

Mengutip pandangan sejarawan dunia Profesor Wang Gungwu, Kasino menjelaskan bahwa budaya merupakan identitas khas yang tumbuh dari kehidupan bersama suatu masyarakat sehingga bersifat lokal dan beragam. Namun di balik keberagaman tersebut terdapat nilai-nilai kemanusiaan yang universal.

Karena itu, forum ini mengusung tema “Harmony in Diversity, Human Fraternity”, yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, sekaligus memiliki kesamaan dengan ajaran berbagai agama dan peradaban dunia, seperti Vasudhaiva Kutumbakam dalam Hindu, Ukhuwah Insaniyah* dalam Islam, Tianxia Yijia dalam Konfusianisme, hingga persaudaraan universal dalam tradisi Buddha dan Kristen.

Kasino juga mengingatkan pesan Megawati Soekarnoputri pada The 2nd World Civilizations Harmony Forum bahwa dunia yang setara dan bermartabat tidak boleh dipimpin oleh “hukum rimba”, melainkan oleh “hukum hati nurani”. Menurutnya, teori benturan peradaban lahir dari sejarah panjang persaingan dan dominasi antarmanusia.

Padahal, hukum yang sesungguhnya bekerja di alam semesta adalah hukum harmoni yang menjaga keseimbangan, keterhubungan, dan kerja sama. Karena itu, forum ini diharapkan menjadi ruang untuk menyumbangkan gagasan, kebijaksanaan, dan suara hati demi membangun peradaban dunia yang lebih damai, adil, dan bermartabat.

Dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur Koster, Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa Bali merupakan cerminan harmoni antara alam, spiritualitas, budaya, dan keramahan masyarakat yang menjadi wajah peradaban Indonesia di mata dunia. Filosofi Tri Hita Karana yang hidup dalam masyarakat Bali disebut mengajarkan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta, serta sangat relevan dengan tema forum.

Megawati juga menyoroti kondisi dunia yang semakin diwarnai persaingan hegemoni, konflik bersenjata, ketidakadilan, hingga dominasi ekonomi, teknologi, dan informasi yang berpotensi mengancam nilai-nilai kemanusiaan. Berangkat dari pengalaman Indonesia sebagai bangsa majemuk yang dipersatukan oleh Bhinneka Tunggal Ika.

Megawati mengajukan lima agenda bagi keberlanjutan peradaban dunia, yakni membangun regulasi global yang berkeadilan, memperkuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mereformasi sistem keuangan global, mengembangkan kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan, serta memperkuat sistem kebudayaan melalui pendidikan, kesehatan, dan pelestarian identitas budaya setiap bangsa.

Menutup sambutannya, Megawati mengutip pesan Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno, bahwa internasionalisme tidak dapat tumbuh tanpa berakar pada nasionalisme. Karena itu, kecintaan terhadap tanah air harus berjalan seiring dengan tanggung jawab membangun dunia yang lebih baik, berlandaskan kesetaraan, kemanusiaan, keadilan, dan kemakmuran bersama.

Megawati juga mengajak generasi muda di seluruh dunia menjadi pembangun jembatan persaudaraan, bukan tembok pemisah, demi terwujudnya peradaban dunia yang harmonis. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia periode 2019–2024, Mahfud MD. (Gustra).

Presiden RI V Ibu Megawati Soekarnoputri Hadiri Penutupan Bulan Bung Karno

0

 


Gubernur Koster: Bulan Bung Karno di Bali Kuatkan Ideologi Pancasila, Gerakan Kebudayaan, Pendidikan, Olahraga hingga Ekonomi Kerakyatan


NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Presiden ke-5 Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) Ibu Megawati Soekarnoputri sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan yang didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, Bapak Prananda Prabowo bersama Gubernur Bali, Wayan Koster (Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali) dan Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta (Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung) menghadiri penutupan Bulan Bung Karno Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh DPD PDIP Perjuangan Provinsi Bali pada, Minggu, 28 Juni 2026 di Bali Beach Convention Center, The Meru, Sanur, Kota Denpasar.

Penutupan Bulan Bung Karno Tahun 2026 ini juga dihadiri langsung oleh Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Ibu Nancy Prananda Prabowo, Ibu Bintang Puspayoga, Ibu Putri Suastini Koster, Bupati/Walikota se-Bali, Pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Ketua, Sekretaris, Bendahara PAC PDI Perjuangan se-Bali, Anggota DPR RI Dapil Bali, DPRD Provinsi Bali dan DPRD Kota/Kabupaten dari Fraksi PDI Perjuangan, para Dewan Juri Lomba dan peserta kegiatan Bulan Bung Karno tahun 2026, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, budayawan, akademisi, pelajar, mahasiswa, seniman, atlet, pelaku UMKM, komunitas kreatif, serta seluruh kader Partai.

Dalam sambutannya, Wayan Koster menyampaikan momen penting ini bukan sekadar penutupan sebuah rangkaian kegiatan. Tetapi hari ini adalah momentum refleksi. Momentum untuk mempertanggungjawabkan kerja-kerja ideologis Partai kepada rakyat.

Momentum untuk melaporkan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri bahwa kader-kader PDI Perjuangan Bali tetap teguh berdiri di jalan Bung Karno, menghidupkan api perjuangan melalui kerja nyata di tengah rakyat.

Koster mengungkapkan, Bulan Juni merupakan bulan yang sangat sakral bagi perjalanan bangsa Indonesia. Pada tanggal 1 Juni 1945 Bung Karno menggali dan mempersembahkan Pancasila sebagai dasar filosofis bangsa Indonesia.

Pada tanggal 6 Juni 1901 lahir seorang anak bangsa yang kelak menjadi Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, penyambung lidah rakyat Indonesia, dan pemimpin besar revolusi, dan pada tanggal 21 Juni 1970 Bung Karno wafat meninggalkan warisan pemikiran yang hingga hari ini tetap menjadi bintang penuntun perjuangan bangsa Indonesia. Karena itu Bulan Bung Karno bukanlah bulan nostalgia. Bulan Bung Karno adalah bulan aktualisasi gagasan. Bulan Bung Karno adalah bulan pendidikan ideologi dan bulan pembentukan karakter bangsa.

Bung Karno pernah mengingatkan, JASMERAH “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah”. Pesan itu bukan sekadar ajakan mengenang masa lalu. Pesan itu adalah amanat untuk memahami arah masa depan berdasarkan pengalaman sejarah bangsa.

“Atas dasar itulah DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menyelenggarakan rangkaian Bulan Bung Karno Tahun 2026 sebagai gerakan kebudayaan, Gerakan pendidikan, gerakan lingkungan hidup, gerakan ekonomi kerakyatan, Gerakan olahraga rakyat, dan gerakan penguatan ideologi Pancasila,” ujar Gubernur Bali 2 periode asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Tema Perayaan Bulan Bung Karno Tahun 2026, “Setialah Kepada Sumbermu”, dengan subtema “Kekuatan Kita Harus Tetap Bersumber Kepada Kekuatan Rakyat, Tetap Apinya Semangat Rakyat”, merupakan pengingat ideologis bagi seluruh kader PDI Perjuangan agar tidak pernah tercerabut dari akar perjuangannya. Tema ini menegaskan bahwa sumber kekuatan Partai bukanlah kekuasaan, bukan pula jabatan, melainkan kepercayaan rakyat.

Partai hanya akan tetap hidup apabila tetap menyatu dengan denyut kehidupan rakyat, mendengarkan suara rakyat, memperjuangkan kepentingan rakyat, serta menjaga api semangat rakyat agar terus menyala. “Inilah hakikat ajaran Bung Karno tentang politik yang berpihak kepada kaum marhaen, politik yang lahir dari rakyat, oleh rakyat, dan diabdikan sepenuhnya untuk rakyat,” ujarnya.

Penutupan Bulan Bung Karno berlangsung meriah dan penuh makna dengan pembacaan puisi oleh Ibu Putri Koster, kemudian penampilan para juara sejumlah event fashion show, matembang, Atraksi jugling arak Bali , senam nangun sat kerthi loka Bali, Bapang Barong Ketet dan Mekendang Tunggal. Kemudian penyerahan hadiah juara bagi para pemenang.

Berikut sejumlah kegiatan yang digelar di seluruh Bali memeriahkan bulan Bung Karno 2026, yakni Liga Kampung Soekarno Cup III Tahun 2026, Utsawa Widyatarka Susastra Bali, Lomba Cerdas Cermat Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru, Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Lomba Mixology Arak Bali,

Lomba Barista Kopi Bali, Gerakan Merawat Pertiwi, Sosialisasi Sertifikasi Kekayaan Intelektual, Lomba Bapang Barong Ketet dan Mekendang Tunggal, Lomba Karya Tulis Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125, Lomba Konten Kreatif “Bali Bersih Sampah.

Selain itu, dalam rangka memperingati 125 tahun kelahiran Bung Karno (6 Juni 1901 – 6 Juni 2026) diselenggarakan Perayaan Bulan Bung Karno bertajuk Satyam Eva Jayate yang dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar dengan melibatkan 1.300 orang(*)


Bulan Bung Karno Bukti Kekuatan PDI Perjuangan selalu Bersumber dari Rakyat dan Kembali kepada Kepentingan Rakyat


Dihadapan Presiden ke-5 RI Ibu Megawati Soekarnoputri, Wayan Koster Laporkan Kesuksesan 16 Kegiatan Representasi Idiologi Trisakti Bung Karno di Bali 

NEWS INTERMEDIA.COM l DENPASAR l Dihadapan Presiden ke-5 Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) Ibu Megawati Soekarnoputri sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, Prananda Prabowo bersama Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Wayan Koster yang menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan Bulan Bung Karno Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh DPD PDIP Perjuangan Provinsi Bali pada, Minggu, 28 Juni 2026 di Bali Beach Convention Center, The Meru, Sanur, Kota Denpasar.

Kata Wayan Koster, seluruh rangkaian Perayaan Bulan Bung Karno Tahun 2026 telah dilaksanakan sejak bulan Maret hingga Juni 2026 sebagai implementasi nyata tema “Setialah Kepada Sumbermu”. Oleh karena itu, setiap kegiatan tidak berhenti sebagai seremoni atau perlombaan semata, tetapi menjadi ruang pendidikan ideologi, pemberdayaan masyarakat, pelestarian kebudayaan, penguatan ekonomi kerakyatan, pembinaan generasi muda, dan pengabdian kepada rakyat.

“Dengan demikian, seluruh kegiatan Bulan Bung Karno menjadi bukti bahwa kekuatan PDI Perjuangan akan selalu bersumber dari rakyat dan kembali untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat,” ujar Gubernur Bali 2 periode asal Sembiran, Buleleng ini.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan sejumlah 16 kegiatan, yaitu sebagai berikut. Pertama, Liga Kampung Soekarno Cup III Tahun 2026 dilaksanakan sejak 23 Maret hingga 25 Mei 2026 dengan putaran provinsi di Stadion Ngurah Rai dan Stadion Kompyang Sujana Denpasar.

Kegiatan ini diikuti tim perwakilan dari seluruh kota/kabupaten se-Bali yang diperkuat pemain usia 17 tahun hasil seleksi tingkat kota/kabupaten. Dari keseluruhan pertandingan disaksikan kurang lebih 20.000 penonton. Melalui olahraga, generasi muda dididik menjadi insan yang sehat, disiplin, sportif, dan berjiwa gotong royong.

Kedua, Utsawa Widyatarka Susastra Bali dilaksanakan melalui audisi tanggal 6–9 Mei 2026 dan final pada 10 Juni 2026 di Aula Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali. Kegiatan ini diikuti 63 regu yang terdiri dari 18 regu SD, 18 regu SMP, 18 regu SMA/SMK, dan 9 regu Perguruan Tinggi dari seluruh Bali.

Dari keseluruhan sesi lomba disaksikan sekitar 2.000 orang. Kegiatan ini menjadi sarana pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai wujud Trisakti Bung Karno yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Ketiga, Lomba Cerdas Cermat Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru dilaksanakan melalui audisi tanggal 12–13 Mei 2026 dan final pada 9 Juni 2026 di Aula Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali. Kegiatan ini diikuti 18 regu SMA/SMK dan 18 regu Perguruan Tinggi dari seluruh kota/kabupaten se-Bali. Dari keseluruhan sesi lomba disaksikan sekitar 1.000 orang. Melalui kegiatan ini, generasi muda didorong memahami arah pembangunan Bali dan masa depan daerahnya.

Keempat, Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali dilaksanakan pada 14–30 Mei 2026 di seluruh kota/kabupaten se-Bali dengan melibatkan peserta lansia berusia 50 tahun ke atas. Sebanyak 57 Tim Senam yang ikut berlomba dengan total jumlah personil sebanyak 520 orang.

Dari keseluruhan sesi lomba disaksikan penonton sejumlah 1.000 orang. Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian PDI Perjuangan terhadap kesehatan, kebugaran, dan kualitas hidup para lansia. 

Kelima, Lomba Mixology Arak Bali dilaksanakan melalui audisi tanggal 1819 Mei 2026 dan final pada 14 Juni 2026 di Nirmala Hotel & Convention Center Denpasar. Kegiatan ini diikuti siswa SMA/SMK, peserta LPK, dan mahasiswa dari seluruh Bali.

Peserta saat audisi sejumlah 88 orang dan babak final sejumlah 18 orang, serta pendukung sebanyak 500 orang. Kegiatan ini mendorong kreativitas generasi muda dalam mengembangkan Arak Bali sebagai produk unggulan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Keenam, Lomba Barista Kopi Bali dilaksanakan melalui audisi tanggal 2021 Mei 2026 dan final pada 15 Juni 2026 di Nirmala Hotel & Convention Center Denpasar. Peserta saat audisi sejumlah 60 orang dan babak final sejumlah 18 orang dengan pendukung sejumlah 500 orang. Kegiatan ini menjadi ruang pengembangan kompetensi generasi muda sekaligus promosi produk kopi Bali.

“Bali memiliki tiga wilayah penghasil kopi yang sangat bagus, yaitu Kintamani di Kabupaten Bangli, Pupuan di Kabupaten Tabanan, dan Banyuatis di Kabupaten Buleleng. Atas arahan Ibu Megawati Soekarnoputri, sudah ketiga wilayah penghasil kopi ini sudah mendapat Indikasi Geografis,” jelas Gubernur Koster.

Ketujuh, Gerakan Merawat Pertiwi dilaksanakan serentak pada 23 Mei 2026 di seluruh kota/kabupaten se-Bali dengan melibatkan pelajar, mahasiswa, petani, nelayan, komunitas lingkungan, masyarakat umum, dan kader Partai dengan total jumlah peserta sekitar 10.000 orang. Kegiatan ini merupakan implementasi politik hijau PDI Perjuangan melalui penghijauan, konservasi, dan pelestarian lingkungan hidup.

Kedelapan, Sosialisasi Sertifikasi Kekayaan Intelektual dilaksanakan pada 24 Mei 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali dan diikuti sekitar 500 peserta dari unsur UMKM, pelaku ekonomi kreatif, seniman, akademisi, mahasiswa, dan pelajar. Kegiatan ini bertujuan memperkuat perlindungan karya dan inovasi masyarakat Bali.

Kesembilan, Upacara Hari Lahir Pancasila dilaksanakan secara serentak pada 1 Juni 2026 di seluruh kantor DPC PDI Perjuangan Kota/Kabupaten se-Bali dengan melibatkan pengurus Partai, anggota Fraksi, PAC, kader, dan simpatisan Partai. Kegiatan ini menjadi momentum memperkokoh komitmen terhadap Pancasila sebagai jiwa perjuangan Partai.

Kesepuluh, dalam rangka memperingati 125 tahun kelahiran Bung Karno (6 Juni 1901 – 6 Juni 2026) diselenggarakan Perayaan Bulan Bung Karno bertajuk Satyam Eva Jayate yang dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar dengan melibatkan 1.300 orang yang terdiri dari kader Partai, pelajar, mahasiswa, komunitas seni budaya, dan masyarakat umum.

Kegiatan ini merupakan implementasi ajaran Bung Karno tentang pentingnya nation and character building, penguatan ideologi Pancasila, serta semangat persatuan dalam membangun Indonesia.

Melalui momentum 125 tahun kelahiran Bung Karno, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga api perjuangan Bung Karno, membumikan Trisakti, dan menghadirkan politik yang berpihak kepada rakyat, kebudayaan, serta masa depan bangsa.

Kesebelas, Lomba Bapang Barong Ketet dan Mekendang Tunggal dilaksanakan pada 6 Juni 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar dan diikuti perwakilan terbaik dari seluruh kota/kabupaten se-Bali dengan melibatkan sekitar 1.000 pendukung. Kegiatan ini menjadi sarana pelestarian seni budaya Bali dan pembinaan generasi muda di bidang seni tradisional.

Keduabelas, Lomba Fashion Show Bulan Bung Karno dengan tema “Menganyam Cita dalam Taman Sarinya Indonesia” dilaksanakan pada 12 Juni 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Centre Denpasar dan diikuti generasi muda dari seluruh kota/kabupaten se-Bali.

Peserta yang mengikuti lomba sebanyak 72 orang dibagi menjadi 4 katagori, yaitu: 1) katagori pakain formal; 2) pakaian casual dengan logo banteng; 3) pakaian casual tanpa logo banteng dan 4) pakaian adat. Penonton yang hadir menyaksikan lomba sebanyak 500 orang. Kegiatan ini mendorong kreativitas berbasis Tenun Ikat Bali sebagai identitas budaya daerah.

Ketigabelas, Lomba Desain Kreatif Motif Endek Bali dengan penilaian karya pada 13 Juni 2026 diikuti pelajar, mahasiswa, perajin, dan masyarakat kreatif Bali, dengan total karya sejumlah 81 desain, terbagi menjadi 2 katagori yaitu, desain motif endek bebas dan desain motif endek banteng. Kegiatan ini menjadi ruang inovasi untuk mengembangkan Endek Bali sebagai warisan budaya sekaligus sumber ekonomi kreatif.

“Hari ini, semua yang hadir menggunakan busana Endek Bali. Jadi setiap diberlakukannya kebijakan penggunaan busana Endek Bali setiap hari Selasa, sekarang kerajinan ini berkembang dengan sangat pesat dan menjadi sumber ekonomi masyarakat Bali,” jelasnya.

Keempatbelas, Lomba Baca Puisi dilaksanakan pada 20–21 Juni 2026 di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali dan diikuti pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum se-Bali dengan jumlah peserta sebanyak 54 orang dan disaksikan oleh 500 orang penonton. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap sastra, sejarah perjuangan bangsa, dan nilai-nilai kebangsaan.

Kelimabelas, Lomba Karya Tulis Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125 berlangsung sejak 23 Maret hingga 23 Juni 2026 di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali dengan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, akademisi, profesional, perangkat desa, dan masyarakat umum. Jumlah peserta yang mengikuti Lomba ini sebanyak 453 tim atau sebanyak 1.812 orang. Kegiatan ini menghimpun gagasan strategis untuk pembangunan Bali masa depan.

Keenambelas, Lomba Konten Kreatif “Bali Bersih Sampah” dilaksanakan melalui pengumpulan karya tanggal 12–21 Juni 2026 dan penilaian pada 22 Juni 2026 di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali. Kegiatan ini diikuti pelajar, mahasiswa, komunitas anak muda, dan masyarakat umum sejumlah 82 tim dan perorangan. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran lingkungan melalui media kreatif.

Apabila ditarik benang merah seluruh rangkaian Bulan Bung Karno Tahun 2026, maka terdapat satu kesimpulan besar. Seluruh kegiatan yang diaksanakan sesungguhnya merupakan implementasi konkret Trisakti Bung Karno. Berdaulat dalam politik diwujudkan melalui pendidikan ideologi Pancasila, upacara Hari Lahir Pancasila, pendidikan kader, dan penguatan karakter kebangsaan.

Berdikari dalam bidang ekonomi diwujudkan melalui pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, promosi tenun Bali, kopi Bali, arak Bali, serta berbagai produk lokal rakyat. Berkepribadian dalam kebudayaan diwujudkan melalui pelestarian bahasa Bali, sastra Bali, seni budaya Bali, serta penguatan identitas nasional Indonesia.

Seluruh kegiatan itu menunjukkan bahwa PDI Perjuangan bukan hanya Partai politik elektoral. PDI Perjuangan adalah Partai ideologi, Partai pelopor, Partai gotong royong, dan rumah perjuangan kaum marhaen.

“Atas nama DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ibu Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri atas seluruh arahan ideologis yang senantiasa menjadi inspirasi perjuangan Kami di Provinsi Bali.

Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Prananda Prabowo yang terus mendorong lahirnya berbagai kegiatan kreatif, inovatif, dan menyentuh kehidupan rakyat secara langsung, untuk rakyat Bali,” kata Wayan Koster sembari menyampaikan penghargaan kepada seluruh kader partai dan peserta yang telah mendukung suksesnya Bulan Bung Karno Tahun 2026.

Diakhir laporannya, Wayan Koster mengajak, marilah semua menjadikan Bulan Bung Karno bukan sebagai kegiatan tahunan semata, tetapi sebagai gerakan permanen untuk membumikan Pancasila, membela wong cilik, merawat bumi pertiwi, memajukan kebudayaan bangsa, dan mewujudkan Indonesia Raya.(*)


 

 Bali Akan Dijadikan Percontohan Pemberlakuan Extended Producer Responsibility

0

Gubernur Koster Bertemu dengan Biffa London, Pwc dan an Transport For London


NEWSINTERMEDIA.COM|DENPASAR| Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, M.M, mengatakan setibanya di London, pada 21 Juni 2026 bersama Tim, langsung melakukan kunjungan kehormatan ke Kantor Kedutaan Besar Indonesia, dan diterima langsung oleh Duta Besar Indonesia, Desra Percaya. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur mengaku  bersama Duta Besar berdiskusi mengenai berbagai peluang kerja sama strategis dibidang investasi, pendidikan, pariwisata, dan pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan program prioritas Pemerintah Provinsi Bali.

Dikatakan Gubernur Koster pada 22 Juni 2026, pukul 08.00-12.00, ia bersama Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat melakukan kunjungan kerja ke BIFFA, yang merupakan Badan Usaha Pengelolaan Limbah dan Daur Ulang terbesar di Inggris.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Bali dan Menteri LH RI meninjau fasilitas dan proses pemilahan sampah dengan mesin modern untuk jenis sampah non organik dari rumah tangga dan industri.  “Hasil pemilahan sampah untuk jenis sampah plastik dijual kepada pihak ketiga sebagai bahan baku industri, sedangkan jenis sampah kemasan didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomi,”ungkap Koster.

Setelah melakukan peninjauan lapangan, Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat melakukan rapat dengan jajaran manajemen BIFFA dan PACK UK (Packaging PRO Appointed to Deliver Extended Producer Responsibility for Packaging Scheme).  Dalam rapat dibahas secara mendalam mengenai perlunya pemberlakuan kebijakan Extended Producer Responsibility bagi industri yang mengeluarkan produk kemasan yang menimbulkan sampah.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan sudah menyiapkan kebijakan berupa kajian awal untuk menyusun rancangan Peraturan Daerah tentang tanggungjawab tambahan produsen yang menimbulkan sampah atau dikenal EPR/Extended Producer Responsibility. “Namun, rancangan Peraturan Daerah ini belum bisa diselesaikan, karena masih menunggu selesainya Rancangan Peraturan Presiden yang tengah disiapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah,”paparnya.

Hal ini juga disampaikan Menteri Lingkungan Hidup beserta jajaran dalam rapat, bahwa rancangan Peraturan Presiden ini akan segera diselesaikan dan Bali akan dijadikan sebagai percontohan pemberlakuan EPR dan Gubernur Koster juga menegaskan bahwa rancangan Perda tentang EPR akan segera diproses, finalisasi menunggu terbitnya Perpres, serta menegaskan Bali siap menjadi percontohan penerapan EPR.

Pada 22 Juni 2026, pukul 14.00-16.00, Gubernur Bali, Wayan Koster, mengadakan pertemuan dengan PricewaterhouseCoopers (PwC) dan Transport for London. Pertemuan membahas; perkembangan inisiatif di Bali yang didukung oleh Future Cities Infrastructure Programme (FCIP), menyelaraskan prioritas strategis, serta menjajaki peluang keberlanjutan dukungan teknis ke depan.

“Untuk memperoleh wawasan dari pengalaman  London dalam mengembangkan sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Bertukar pandangan mengenai model tata kelola, mekanisme pembiayaan, serta pengembangan mobilitas perkotaan,”terang Gubernur Bali.

Pada pertemuan tersebut juga Gubernur Bali, Wayan Koster, memaparkan mengenai kebijakan dan program tentang Bali Energi Bersih yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 dan Kendaraan Bermotor Listrik berbasis Baterai yang diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019, yang merupakan transportasi ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Kami juga menyampaikan bahwa kebijakan ramah lingkungan dan berkelajutan ini merupakan implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, berbasis nilai kearifan lokal Sad Kerthi,”tegas Gubernur Koster.

Disamping itu Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan kepada PwC untuk bekerjasama dalam merancang model transportasi ramah lingkungan dan berkelanjutan secara terintegrasi yang akan diterapkan untuk kawasan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita). (Gustra*).

Gubernur Koster Diundang Hadiri  London Climate Action Week 2026

0

Dominic Jeremey Menilai Bali Telah Menunjukkan Kepemimpinan Kuat Dukung Agenda Transisi Hijau Indonesia


NEWSINTERMEDIA.COM|DENPASAR|Pemerintah Provinsi Bali telah memenuhi undangan dari Secretariat Climate Group tertanggal 20 Mei 2026 lalu, untuk menghadiri acara Opportunity Summit Perdana Climate Group dan Program Under2 Coalition London Climate Action Week 2026, pada 20 – 24 Juni 2026.

Tujuan dari Summit ini mempertemukan para pembuat kebijakan senior, eksekutif perusahaan global besar, investor, serta komunitas iklim yang lebih luas untuk membuka gelombang baru daya saing energi bersih. Demikian disampaikan Gubernur Bali,  Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., saat menyampaikan rilisnya di kantor Gubernur Bali, Senin (29/6) tadi pagi.

Gubernur Koster mengatakan London Climate Action Week 2026 merupakan salah satu acara independen terbesar di dunia yang berfokus pada perubahan iklim, dengan menghadirkan ratusan kegiatan dan acara di seluruh London, baik secara langsung, hybrid, maupun daring.  “Setiap tahun, pemerintah daerah, pemimpin bisnis, pembuat kebijakan, otoritas lokal, dan perwakilan masyarakat sipil dari seluruh Inggris dan berbagai negara di dunia berkumpul untuk mempercepat aksi iklim, mendorong kolaborasi, dan menampilkan solusi yang telah memberikan dampak nyata,” ungkapnya.

Dikatakan Gubernur Koster, bawasanya, summit ini menyoroti kepemimpinan kota, negara bagian, dan wilayah dalam menghadirkan solusi iklim yang praktis, memajukan energi bersih, meningkatkan kesehatan masyarakat, memperkuat ketahanan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Pihak penyelenggara percaya bahwa tindakan dan komitmen inovatif dari Bali memiliki kekuatan untuk menginspirasi pihak lain serta membantu mendorong momentum global yang sangat dibutuhkan saat ini.

“Saya diminta untuk menampilkan keberhasilan dalam menerapkan kebijakan pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan yang dapat dikontribusikan untuk mencapai tujuan iklim nasional maupun internanasional. Pihak penyelenggara menilai bahwa saya sebagai Gubernur Bali, memiliki pengalaman dan wawasan yang dapat membantu membentuk masa depan yang lebih tangguh, adil, dan berkelanjutan bagi semua pihak,”papar Koster.

Oleh karena itu, pihak penyelenggara sangat mengharapkan Gubernur Bali, untuk hadir dalam acara yang telah diagendakan, sehingga mendapat kesempatan untuk terhubung dengan para pemimpin lainnya, bertukar pengetahuan, dan menjajaki kemitraan baru. Kehadiran Gubernur Bali, diyakini akan membantu membentuk percakapan global dan memastikan bahwa suara serta inovasi daerah menjadi bagian terdepan dalam aksi iklim.

“Maka kedutaan besar Inggris, pada 26 Mei 2026 mengirim surat kepada Gubernur Bali, Wayan Koster untuk berpartisipasi dalam London Climate Action Week 2026, pada 20–24 Juni 2026. Kedutaan Besar Inggris menilai bahwa Pemerintah Provinsi Bali memiliki agenda pembangunan berkelanjutan dan aksi perubahan iklim, melalui berbagai inisiatif kebijakan,”ucapnya.

Sementara kedutaan besar Inggris, yang Mulia Dominic Jermey mengharapkan partisipasi Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam rangka menghadiri Climate Group’s Inaugural Opportunity Summit dan rangkaian kegiatan Under2 Coalition Programme. Karena forum ini mempertemukan para pemimpin pemerintah daerah,  pemangku kebijakan, pelaku usaha, serta mitra internasional untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung transisi menuju pembangunan rendah karbon dan berkelanjutan.

“Kami sangat memahami, karena Bali telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam mendukung agenda transisi hijau  di Indonesia. Melalui berbagai kebijakan dan inisiatif, Bali telah menjadi daerah percontohan yang penting untuk pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan di tingkat daerah,”ungkap Dominic.

Dominic Jeremey juga mengatakan, ambisi dan upaya Bali untuk mencapai target Net Zero Emission yang lebih awal dibandingkan target nasional telah mengundang perhatian internasional, dan kehadiran Bali pada forum ini dinilai akan memberikan kontribusi berharga serta contoh positif bagi pemerintah daerah lainnya, baik di Indonesia, maupun di luar negeri.

“ Jadi partisipasi Gubernur Bali juga akan semakin memperkuat profil Indonesia dalam jejaring kerja sama internasional di bidang perubahan iklim, sekaligus membuka peluang kolaborasi dan pertukaran pengalaman dengan berbagai mitra global. Kami kedutaan Besar Inggris juga menyampaikan bahwa penyelenggara acara, Climate Group, telah menyediakan dukungan penuh terkait partisipasi Gubernur Bali, termasuk tiket perjalanan, akomodasi, transportasi lokal, dan fasilitasi visa,”pungkasnya. (Gustra*).

 

Info Denpasar Soal Duta PKB, Tainsiat Cup, Kota Sehat, Kunker dan Giat Pol PP

0

Duta Denpasar Tampil Memukau Sajikan Tari Barong Ket Dalam Gaya Ekspresif dan Energik


NEWS INTERMEDIA.COM l Denpasar l, Duta Seni Kota Denpasar kembali menunjukkan kepiawaiannya pada panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Kali ini datang dari Sekaa Telung Barung, Desa Adat Penatih, Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur yanv sukses memukau penonton lewat penampilan terbaiknya dalam Wimbakara (Lomba) Tari Barong Ket yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center, Provinsi Bali, Rabu (24/6) malam.

Tampil bergiliran bersama Sekaa Gong Satya Yowana Giskara Kayana, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Duta Kabupaten Karangasem, Sanggar Swara Padma Bhuana, Desa Undisan, Kecamatan Tembuku, Duta Kabupaten Bangli dan Sanggar Seni Wahana Santhi, Banjar Dinas Umahjero, Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu, Duta Kabupaten Buleleng, Sekaa Telung Barung, Desa Adat Penatih, Kelurahan Penatih tampil konsisten dan apik. Tak jarang, riuh apresiasi dan tepuk tangan penonton mengiasi sepanjang penampilan.

Hadir langsung memberikan dukungan kepada Duta Kota Denpasar yakni Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya dan AA. Gede Agung Suyoga, pimpinan OPD Pemkot Denpasar serta undangan lainnya.

Koordinator Duta Tari Barong Ket Kota Denpasar Sekaa Telung Barung, Desa Adat Penatih, Kelurahan Penatih, Gusti Agung Febriana Iswara Putra menjelaskan bahwa Barong Ket merupakan makhluk mitologi, memiliki kekuatan magis, simbol kebajikan, sesuwunan yang sangat disakralkan oleh masyarakat Bali. Wujud Barong Ket sangat artistik, menggugah naluri imajinatif untuk mengekspresikan ke dalam gaya ekspresif, energik, spektakuler, dan berwibawa.

“Karismatik estetika artistika pertunjukan Barong Ket menjadi inspirasi pelestarian nilai kearifan lokal Bali, serta tantangan bagi juru Bapang (penari barong) dan juru kendang (penabuh kendang) untuk unjuk kemampuan dalam paraga teknik, tenaga, dan naluri keindahan sebagai abdi Sesuwunan,” ujarnya.

Dikatakannya, orientasi tersebut menjadi pemantik konservasi nilai filosofi Tari Barong, dan generasi juru bapang serta juru kendang di Kota Denpasar sebagai dampak keberlanjutan. Srada bakthi Ngayah Sasolahan Barong bukan sekedar partisipasi, tetapi praktik penerapan teknik tari dengan kompleksitas gegedig kendang terangkum dalam wujud pertunjukannya mengedepankan nilai spiritual vertikal.

Dikatakannya, Nilai filosofis itu menuntun kreativitas perkembangan pertunjukan Barong Denpasar dengan memuliakan tradisi yang bermuara dari unsur spiritualitas dan takeh (gaya) Denpasar. Meski dikemas dengan variasi atau pengembangan struktur pertunjukan, namun identitas tetekes, kipekan, sesimbaran, milpil, dan takeh igel terpadu dengan gamelan dan pupuh gegedig kendang Denpasar tetap menjadi fokus tradisi pertunjukannya.

Secara musikal, struktur pertunjukan mengkombinasikan gending gilak babarisan dengan patopengan, menguatkan aksentuasi gamelan dengan penari Barong saat ngigelang pajeng bernuasa kenyang lempung. Sentuhan motif gegandrungan dielaborasi dalam bagian tari condong, goak macok, pelayon ketika penari menggunakan kepet (kipas).

“Saat gineman suling ngintip jangkrik, memperkuat interaksi gegedig kendang dengan improvisasi penari Barong, dan pekaed (penutup) diakhiri gending omang,” ujarnya.

Agung Febriana mengaku bersyukur atas keberhasilan penampilan ini. Pihaknya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung selama proses persiapan hingga pementasan berlangsung yang telah mencurahkan dedikasi selama ini.

“Kami sangat bersyukur karena penampilan berjalan maksimal. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mendampingi selama beberapa bulan proses latihan. Semoga penampilan ini terus memotivasi kami menghasilkan karya yang semakin baik lagi dalam bingkai melestarikan seni budaya Bali,” ujarnya.

Sementara, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa bangga atas penampilan Duta Tari Barong Ket Kota Denpasar Sekaa Telung Barung, Desa Adat Penatih, Kelurahan Penatih yang sangat memukau dan ‘metaksu’.

Jaya Negara menilai progres yang selama ini dilakukan Sekaa Telung Barung telah optimal, mulai dari sisi latihan, pembinaan, hingga pada malam penampilan di hadapan para juri Lomba Barong Ket ini. Jaya Negara berharap, dengan maksimalnya penampilan Sekaa Tari Barong Ket Duta Kota Denpasar ini dapat juga memotivasi seniman lainnya di Kota Denpasar untuk berkreativitas berkarya.

“Dengan penampilan maksimal ini kita berharap Duta Kota Denpasar dapat menjadi yang terbaik. Namun terlepas dari itu semua, kita juga menghormati keputusan dewan juri. Penampilan yang telah disajikan menunjukkan kualitas, luapan kreativitas, dan semangat pelestarian seni budaya yang terus tumbuh di Kota Denpasar, “ tegasnya.

Tak hanya itu, Jaya Negara mengaku kagum dengan garapan Tari Barong Duta Kota Denpasar yang dikemas secara harmonis melalui perpaduan gerak juru Bapang (penari barong) dan juru kendang (penabuh kendang) diisi penghayatan yang kuat sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh penonton.

“Kita menyaksikan penampilan yang sangat luar biasa dari Duta Tari Barong Ket Kota Denpasar Sekaa Telung Barung yang tidak hanya menarik dari sisi artistik, tetapi juga memiliki filosofi yang mendalam” ujar Jaya Negara. (esa/Tra).


Perisai Diri Tainsiat Cup III Siap Digelar Juli Mendatang


NEWS INTERMEDIA.COM l Denpasar l Kejuaraan Silat Perisai Diri Tainsiat Cup III, yang mempertandingkan peserta antar ranting Se-Kota Denpasar akan segera digelar. Hal tersebut terungkap saat Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima panitia Kejuaraan Silat Perisai Diri Tainsiat Cup III di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (25/6).

Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima panitia Kejuaraan Silat Perisai Diri Tainsiat Cup III di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (25/6). 

Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan tersebut menyambut baik pelaksanaan Kejuaraan Silat Perisai Diri Tainsiat Cup III tersebut. Secara keseluruhan, Pemerintah Kota Denpasar sangat mendukung kejuaraan seperti ini guna menjaring atlit-atlit silat baru yang ada di Kota Denpasar.

Lebih Arya Wibawa mengatakan kedepan kejuaraan Silat Perisai Diri Tainsiat Cup III menjadi event tahunan, pihaknya juga mengajak panitia untuk berkolaborasi bersama KONI Denpasar.

“Pemkot Denpasar sangat mendukung pelaksanaan kejuaraan-kejuaraan seperti ini karena dapat menjaring atlit-atlit silat baru yang nantinya dapat mengharumkan nama Kota Denpasar,” ungkapnya.

Ketua Panitia Kejuaraan Silat Perisai Diri Tainsiat Cup III, Putu Suyatna mengatakan tujuan dari diselenggarakan kejuaraan yang akan digelar selama tiga hari pada tanggal 3 hingga 5 Juli ini adalah untuk melestarikan dan menumbuhkan kecintaan terhadap silat sebagai budaya asli Bangsa Indonesia serta melatih kemampuan para atlet sekaligus memupuk tali persaudaraan antar ranting.

“Harapan dari kegiatan ini adalah guna megasah skill anggota perguruan Silat Perisai Diri di kota Denpasar serta diharapkan mampu bersaing di antar perguruan silat yang ada di Indonesia khusunya di Bali, dengan jiwa budi luhur tanpa harus merendahkan perguruan lain,” jelas Suyatna. (Eka/Tra)


Pemkot Denpasar  Komitmen Wujudkan Kota Sehat Berkelanjutan


NEWS INTERMEDIA.COM l Denpasar l, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan Kota Denpasar menggelar Rapat Evaluasi dan Persiapan Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) atau Swasti Saba Tahun 2027 di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Kamis (25/6).

Ket foto : Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat menghadiri Rapat Evaluasi dan Persiapan Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) atau Swasti Saba Tahun 2027 di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Kamis (25/6).

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Kota Denpasar sebagai kota sehat yang berkelanjutan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi penilaian Kabupaten/Kota Sehat tahun 2027.

Pelaksanaan Rapat Evaluasi dan Persiapan Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tersebut dihadiri Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya. Turut hadir Ketua Forum Kota Sehat Kota Denpasar, I Gusti Putu Anindya Putra, serta pimpinan organisasi perangkat daerah terkait.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati, mengatakan bahwa capaian Kota Denpasar pada Penilaian Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2025 yang berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda merupakan hasil sinergi dan kerja keras seluruh pihak. Menurutnya, keberhasilan tersebut patut disyukuri sebagai buah kolaborasi antara pemerintah daerah, Forum Kota Sehat, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat.

Namun demikian, Agung Candrawati menjelaskan bahwa pada Tahun 2027 mendatang, Kota Denpasar ditarget mampu meraih penghargaan Swasti Saba Wistara Paripurna. Hal ini tidak sakadar menghargaan, melainkan wujud komitmen dalam mewujudkan kota sehat berkelanjutan.

“Capaian Kota Denpasar pada Penilaian Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2025 yang memperoleh penghargaan Swasti Saba Wiwerda patut kita syukuri sebagai hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah, forum, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Namun demikian, hasil ini juga menjadi refleksi penting bagi kita untuk meraih Swasti Saba Wistara Paripurna di Tahun 2027 mendatang,” ujarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi, beberapa tatanan yang perlu mendapatkan perhatian dan penguatan lebih lanjut, yakni Tatanan Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri, Tatanan Perlindungan Sosial, dan Tatanan Penanggulangan Bencana. Ketiga tatanan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung terwujudnya kualitas hidup masyarakat yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.

Sementara itu, capaian pada tatanan permukiman dan fasilitas umum, pendidikan, pasar, perkantoran dan perindustrian, pariwisata, serta transportasi dan tertib lalu lintas yang telah menunjukkan hasil baik diharapkan terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui inovasi serta kolaborasi lintas sektor.

Agung Candrawati juga mengajak seluruh perangkat daerah, Forum Kota Sehat, pemangku kepentingan, dan masyarakat untuk menjadikan persiapan Penilaian Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2027 sebagai gerakan bersama.

“Keberhasilan meraih predikat yang lebih tinggi tidak hanya diukur dari kelengkapan administrasi dan data dukung, tetapi juga dari nyata hadirnya lingkungan yang sehat, aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warga. Dengan semangat gotong royong, komitmen yang kuat, serta kerja yang terukur dan berkesinambungan, saya optimistis Kota Denpasar mampu meningkatkan capaian dan meraih penghargaan terbaik pada Penilaian Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2027,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses verifikasi Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2025. Mulai dari penyusunan dokumen pendukung hingga pelaksanaan verifikasi secara daring maupun lapangan, seluruh tahapan telah dilaksanakan dengan baik berkat kerja sama yang solid dari berbagai unsur yang terlibat. Menurutnya, hasil yang diraih saat ini merupakan modal penting untuk melakukan penyempurnaan dan penguatan pada setiap tatanan menjelang penilaian berikutnya.

Sekda Eddy Mulya menegaskan bahwa persiapan menuju verifikasi penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2027 perlu dilakukan secara lebih terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya komitmen, koordinasi, kolaborasi, serta keterlibatan aktif seluruh unsur pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan akademisi dalam mendukung terwujudnya Kota Denpasar yang sehat dan berdaya saing.

“Dengan kerja sama yang solid dan berkesinambungan, saya optimistis Kota Denpasar mampu meningkatkan prestasinya dan meraih penghargaan Swasti Saba Wistara, bahkan mencapai Swasti Saba Wistara Paripurna,” tegasnya. (Ags/Tra).


Sekda Terima Kunker Pemkab Magelang, Wahana Tukar Inovasi 


NEWS INTERMEDIA.COM l Denpasar l, Pemerintah Kota Denpasar menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Magelang yang dipimpin Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, David Rudiyanto bersama Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Sakir, di Ruang Praja Utama Kantor Wali Kota Denpasar, Kamis (25/6). Kunjungan tersebut diterima langsung Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama jajaran terkait.

Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari penerapan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Denpasar dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.

Plh. Sekda Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, mengatakan pihaknya ingin memperoleh gambaran mengenai pertimbangan Pemerintah Kota Denpasar dalam memilih skema KPBU dibandingkan alternatif pembiayaan lainnya, seperti pinjaman daerah. Selain itu, pihaknya juga ingin mengetahui berbagai tantangan yang dihadapi, strategi mitigasi yang dilakukan, serta pola koordinasi antar perangkat daerah dalam pelaksanaan KPBU. “Dari kunjungan ini kami ingin belajar agar nantinya dapat diterapkan di Kabupaten Magelang,” ujarnya.

Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa pemilihan skema KPBU didasarkan pada sejumlah parameter. Di antaranya ketika proyek membutuhkan investasi besar yang tidak dapat dibiayai sekaligus melalui APBD, memerlukan pengelolaan jangka panjang, memiliki risiko yang lebih efisien ditanggung badan usaha, serta berpotensi menghasilkan pendapatan atau pembayaran layanan secara berkelanjutan.

Selain itu, KPBU dipilih apabila secara perhitungan biaya sepanjang siklus proyek (life cycle cost) dinilai lebih efisien dibandingkan skema pembiayaan lainnya.

“Saat ini Pemerintah Kota Denpasar sedang menyiapkan dua proyek strategis yang direncanakan menggunakan skema KPBU, yakni Proyek Pengembangan Alat Penerangan Jalan (APJ) dan Pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, penggunaan pinjaman daerah dinilai lebih sesuai untuk proyek-proyek yang sederhana dan dapat sepenuhnya dikelola pemerintah daerah. Sementara proyek yang membutuhkan investasi besar, teknologi, standar layanan tertentu, pengelolaan jangka panjang, serta pembagian risiko dengan badan usaha lebih tepat menggunakan skema KPBU.

Dalam kesempatan tersebut, Eddy Mulya turut menjelaskan bahwa simpul KPBU Kota Denpasar berada di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Denpasar yang dipimpin oleh Kepala Bappeda. Keterlibatan dan koordinasi antar OPD dalam kelompok kerja KPBU sejauh ini berjalan aktif dan sinergis.

Pihaknya berharap kunjungan ini dapat memperkuat kerja sama antar daerah sekaligus mendorong optimalisasi pembangunan dan pelayanan publik melalui skema pembiayaan yang berkelanjutan. (Ayu/Tra).


Satpol PP Denpasar Tertibkan Pengamen dan Pengemis Disejumlah Traffic Light


NEWS INTERMEDIA.COM l Denpasar l Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali melaksanakan kegiatan Sapu Bersih Gelandangan dan Pengemis (SABERGEP) di sejumlah titik lampu lalu lintas (traffic light) yang tersebar di wilayah Kota Denpasar.

Kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan dalam menjaga ketertiban umum, kenyamanan masyarakat, serta menciptakan suasana kota yang aman, tertib, dan kondusif.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, petugas berhasil menertibkan sebanyak satu orang pengamen dan tiga orang pengemis yang kedapatan beraktivitas di beberapa persimpangan lampu merah di Kota Denpasar. Selanjutnya, seluruh yang terjaring langsung diberikan pembinaan dan pendataan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Yudie Asmara, mengatakan bahwa kegiatan SABERGEP merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan ruang publik.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang tertib dan aman bagi masyarakat, khususnya pengguna jalan. Selain penertiban, kami juga memberikan pembinaan kepada mereka yang terjaring agar tidak kembali melakukan aktivitas serupa di persimpangan jalan,” ujarnya saat dihubungi Kamis (25/6).

Lebih lanjut, Yudie Asmara menjelaskan bahwa selama kegiatan berlangsung situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan penertiban secara rutin di sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi aktivitas pengamen, pengemis, maupun manusia silver.

Satpol PP Kota Denpasar juga mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang kepada pengamen, pengemis, maupun manusia silver yang beroperasi di jalan raya. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan Kota Denpasar yang semakin tertib, nyaman, dan aman bagi seluruh warga maupun pengunjung. (Ayu/Tra).


 

Info Jembrana Soal CSR BUMDesma, Bantuan Hibah dan Rapat Paripurna DPRD

0

Lewat CSR BUMDesma, Bupati Kembang Bantu Seragam Anak Yatim


NEWS INTERMEDIA.COM l JEMBRANA l Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyerahkan bantuan seragam dan alat sekolah kepada puluhan anak yatim dan yatim piatu di Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kamis (25/6).

Bantuan ini merupakan wujud kepedulian sosial yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Cahaya Eksa Mandiri LKD Kecamatan Mendoyo.

Penyerahan bantuan yang berlangsung di Kantor Lurah Tegalcangkring tersebut menyasar 23 anak yatim/piatu. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua/wali murid dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah menjelang tahun ajaran baru.

Dalam sambutannya, Bupati I Made Kembang Hartawan menekankan pentingnya akurasi data dalam penyaluran bantuan. Ia mengapresiasi karena bantuan yang diberikan telah disesuaikan dengan kebutuhan riil para siswa di lapangan.

“Bantuan yang diberikan ini harus tepat, mulai dari ukuran sepatu, baju, hingga celana. Dengan begitu, bantuan yang disalurkan benar-benar bermanfaat dan tidak sia-sia,” ujarnya

Di hadapan anak-anak penerima manfaat, Bupati Kembang juga memberikan motivasi mendalam agar mereka tidak berkecil hati dan tetap menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

“Untuk anak-anakku sekalian, harus tetap semangat. Meskipun dalam situasi yang penuh tantangan seperti sekarang, tetaplah optimis. Roda kehidupan pasti berputar, teruslah belajar dengan giat,” pesannya.

Lebih lanjut, Bupati Jembrana menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada BUMDesma Cahaya Eksa Mandiri yang telah berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial di wilayahnya melalui program CSR yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Camat Mendoyo, I Putu Nova Noviana, menjelaskan bahwa alokasi dana CSR untuk Kelurahan Tegalcangkring tercatat sebesar Rp47.658.000. Dana tersebut dimanifestasikan ke dalam dua kegiatan utama, yakni program bedah warung serta pengadaan seragam dan alat sekolah untuk anak yatim/piatu.

“Secara keseluruhan, total dana CSR yang dikucurkan oleh BUMDesma pada tahun 2026 ini mencapai Rp425.352.852. Dana ini disebar secara proporsional ke 10 desa dan 1 kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Mendoyo,” paparnya.

Ia menambahkan, selain pembagian seragam dan alat sekolah, sinergi program sosial ini juga menyasar sektor lain. Program bedah warung sebelumnya telah diresmikan oleh Bupati Jembrana di Desa Yehembang dan Kelurahan Tegalcangkring. Sementara untuk program bedah rumah dan servis rumah dipusatkan di Desa Penyaringan.

“Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada BUMDesma, Pemerintah Kabupaten Jembrana, dan seluruh pihak yang terlibat. Semoga bantuan ini memberikan manfaat yang besar dan memicu semangat gotong royong yang lebih kuat ke depan,” pungkasnya. (Wis/Tra).


Bupati Kembang Tekankan Akuntabilitas dan Swadaya Masyarakat


NEWS INTERMEDIA.COM l JEMBRANA l Pemerintah Kabupaten Jembrana menyalurkan dana hibah kepada 107 kelompok masyarakat melalui dua organisasi perangkat daerah (OPD) dengan total nilai mencapai lebih dari Rp3,5 miliar. Dana hibah tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung berbagai kegiatan masyarakat serta mendorong partisipasi swadaya dalam pembangunan, Kamis (25/6) di Rumah Jabatan Bupati Jembrana

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Jembrana, I Ketut Armita, menjelaskan bahwa hibah yang disalurkan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jembrana diberikan kepada 99 kelompok dengan total nilai sekitar Rp3 miliar. Sementara itu, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jembrana, hibah disalurkan kepada delapan kelompok dengan total nilai Rp548 juta.

Menurutnya, seluruh penerima hibah wajib melaksanakan kegiatan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. Selain itu, laporan pertanggungjawaban penggunaan dana hibah harus disampaikan paling lambat pada Desember 2026.

“Penerima hibah diharapkan melaksanakan kegiatan sesuai dengan RAB yang telah ditetapkan. Seluruh laporan pertanggungjawaban penggunaan dana hibah paling lambat disampaikan pada Desember 2026,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengingatkan agar dana hibah yang diterima dapat dikelola secara baik, transparan, dan bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa akuntabilitas penggunaan dana menjadi hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap penerima bantuan. “Pertanggungjawabkan dana yang sudah diterima dengan baik, sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan,” tegasnya.

Bupati juga mengakui bahwa besaran hibah yang diberikan belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh kebutuhan yang diajukan masyarakat. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap mengedepankan semangat gotong royong dan swadaya dalam mewujudkan program yang telah direncanakan.

“Mengingat bantuan ini belum mampu menutupi seluruh kebutuhan, saya sangat berharap kita dapat saling mendukung melalui swadaya masyarakat,” ungkapnya. ( Wis/tra).


Bupati Kembang Tegaskan Opini WTP Bukan Akhir, tapi Amanah Sejahterakan Warga Jembrana


NEWS INTERMEDIA.COM l Jembrana l Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menunjukkan kinerja positif dalam pengelolaan keuangan daerah. Dalam Rapat Paripurna I DPRD Jembrana Masa Persidangan III Tahun 2025/2026, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 sebagai bentuk pertanggungjawaban konstitusional penyelenggaraan pemerintahan daerah, Kamis (25/6) di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Jembrana. 

Bupati Kembang menegaskan, penyampaian Ranperda tersebut merupakan amanat peraturan perundang-undangan setelah laporan keuangan pemerintah daerah selesai diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Menurutnya, proses tersebut tidak sekadar memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

Bupati Kembang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi mengawal pembangunan Jembrana sepanjang tahun lalu. Tahun 2025 dinilainya memiliki makna khusus karena menjadi tahun pertama dirinya bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) memimpin Kabupaten Jembrana.

“Keberhasilan tidak pernah lahir dari kekuatan seorang pemimpin semata. Keberhasilan merupakan buah dari gotong royong, kebersamaan, dan sinergi seluruh elemen dalam mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya juga mengungkapkan rasa syukur atas kembali diraihnya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah, dukungan DPRD, serta kepercayaan masyarakat Jembrana.

Ia menegaskan, opini WTP bukanlah tujuan akhir yang membuat pemerintah berpuas diri. Sebaliknya, predikat tersebut merupakan amanah untuk terus meningkatkan integritas, disiplin, inovasi, serta memastikan setiap kebijakan dan anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ukuran keberhasilan pemerintahan bukan hanya tertibnya laporan keuangan, tetapi sejauh mana setiap program dan anggaran mampu menghadirkan kesejahteraan, memperkuat rasa keadilan, dan menumbuhkan harapan bagi masyarakat,” tegasnya.

Terkait pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Bupati Kembang memaparkan bahwa Pendapatan Daerah yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pendapatan Transfer berhasil direalisasikan sebesar Rp1,197 triliun atau 102,16 persen dari target sebesar Rp1,172 triliun.

Dari sisi PAD, realisasi mencapai Rp244,57 miliar atau 105,96 persen dari target sebesar Rp230,81 miliar. Sementara Pendapatan Transfer terealisasi sebesar Rp952,93 miliar atau 101,23 persen dari target Rp941,26 miliar.

Pada sisi belanja, Pemkab Jembrana menganggarkan Rp1,244 triliun dengan realisasi mencapai Rp1,174 triliun atau sebesar 94,37 persen. Realisasi tersebut terdiri atas Belanja Operasi sebesar Rp935,79 miliar atau 94,29 persen dari anggaran, Belanja Modal Rp97,50 miliar atau 93,84 persen, Belanja Tidak Terduga Rp1,32 miliar atau 16,02 persen, serta Belanja Transfer Rp140,30 miliar atau 99,98 persen.

Sementara itu, pada komponen pembiayaan daerah, realisasi Penerimaan Pembiayaan mencapai Rp76,28 miliar atau 97,48 persen dari target Rp78,25 miliar. Adapun Pengeluaran Pembiayaan terealisasi Rp3,4 miliar atau 62,96 persen dari target Rp5,4 miliar.

Dengan capaian tersebut, Bupati Kembang berharap pengelolaan keuangan daerah yang semakin baik dapat menjadi fondasi kuat untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jembrana di berbagai sektor.

“Capaian yang diraih hari ini harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Pemerintah akan terus berupaya memastikan setiap rupiah anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya. (Wis/Tra).


 

TP. PKK Denpasar Sinergi Bersama Perumda Tirta Sewakadarma Kelola Sampah dari Hulu

0

Perumda Tirta Sewakadarma Kelola Sampah dari Hulu bersama TP PKK Denpasar Perkuat Budidaya Maggot


NEWS INTERMEDIA.COM l Denpasar l Sinergi dalam pengelolaan sampah berbasis sumber terus diperkuat di Kota Denpasar. Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma bersama TP PKK Kota Denpasar menyerahkan bantuan rehabilitasi Rumah Maggot kepada Komunitas Aksi Masyarakat Peduli Lingkungan Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Selasa (23/6).

Ket. Foto : Bantuan rehabilitasi Rumah Maggot diserahkan langsung oleh Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, I Putu Yasa bersama Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua TP PKK Kecamatan Denpasar Selatan Ny. Ida Ayu Alit Maharatni Purwanasara, kepada Ketua Komunitas Aksi Masyarakat Peduli Lingkungan Desa Pemogan, Ana Rohanah Salamah, Selasa (23/6) di Rumah Maggot Komunitas Aksi Masyarakat Peduli Lingkungan Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan.

Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-29 Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, I Putu Yasa, kepada Ketua Komunitas Aksi Masyarakat Peduli Lingkungan Desa Pemogan, Ana Rohanah Salamah.

Bantuan yang diberikan meliputi rehabilitasi rumah maggot, pembangunan toilet, pembuatan sumur gali, tong sampah edukasi, serta sambungan baru listrik PLN guna mendukung operasional pengelolaan sampah organik.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua TP PKK Kecamatan Denpasar Selatan Ny. Ida Ayu Alit Maharatni Purwanasara, Perbekel Desa Pemogan I Made Suwirya, serta jajaran TP PKK Desa Pemogan.

Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, mengapresiasi keberadaan Rumah Maggot di Kampung Islam Kepaon, Desa Pemogan, yang selama ini menjadi salah satu pusat pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat.

“Dedikasi yang dilakukan oleh Ketua Komunitas Aksi Masyarakat Peduli Lingkungan Desa Pemogan, Ana Rohanah Salamah, telah memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan pelajar dalam memahami pentingnya pengelolaan sampah sejak dini,” ujar Antari Jaya Negara.

Antari Jaya Negara berharap bantuan yang diberikan dapat semakin meningkatkan kapasitas budidaya maggot sekaligus memperkuat fungsi Rumah Maggot sebagai pusat pembelajaran lingkungan.

Selain menjadi tempat pengolahan sampah organik, kawasan tersebut juga dikembangkan sebagai sarana edukasi melalui program Ruang Belajar Griya Bestari yang diinisiasi TP PKK Kecamatan Denpasar Selatan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, pelajar, dan kelompok perempuan mengenai pemanfaatan sampah organik melalui media maggot.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, I Putu Yasa, mengatakan bahwa dukungan terhadap Rumah Maggot Pemogan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang pelayanan air minum, pihaknya memandang pengelolaan sampah dan pelestarian sumber daya alam sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. “Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat peran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya,” harapnya.

Ketua Komunitas Aksi Masyarakat Peduli Lingkungan Desa Pemogan, Ana Rohanah Salamah, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Melalui budidaya larva Black Soldier Fly (BSF), sampah organik rumah tangga dapat diolah menjadi pakan bernilai ekonomi dan menghasilkan kasgot yang bermanfaat sebagai pupuk organik.

Melalui kolaborasi antara TP PKK Kota Denpasar, Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, dan masyarakat, diharapkan kesadaran dalam pengelolaan sampah dari hulu semakin meningkat sehingga mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Pur/tra).