Buka Peluang Kolaborasi, Walikota Tanda Tangani Perjanjian MoU Sister City Dengan Kota Piraeus
NEWS INTERMEDIA.COM l Denpasar l Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kota Piraeus, Yunani melaksanakan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) Sister City sebagai bentuk kerja sama “sister city” antara kedua pihak. Pelaksanaan tersebut dilaksanakan secara hybrid di Kantor Walikota Denpasar, Senin (13/7).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Ket. Foto : Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat melaksanakan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) Sister City sebagai bentuk kerja sama “sister city” dengan Pemerintah Kota Piraeus, Yunani dilaksanakan secara hybrid di Kantor Walikota Denpasar, pada Senin (13/7).
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Pemerintah Kota Piraeus. Kegiatan ini turut disaksikan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama Kementerian Dalam Negeri Ahmad Fajri, Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, serta jajaran perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.
Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kesepakatan Sister City merupakan wujud komitmen kedua kota untuk membangun hubungan yang lebih erat, saling mendukung, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program kolaboratif. “Kami turut berterimakasih atas kerja sama yang kami sepakati dengan Pemerintah Kota Piraeus, Yunani,” ujar Walikota Jaya Negara.
Lebih lanjut Walikota Jaya Negara menjelaskan bahwa penandatangan kesepakan kerja sama ini untuk memperluas kolaborasi serta mempromosikan dan mengembangkan hubungan baik antara dua kota yang efektif dan saling menguntungkan.
Melalui kemitraan tersebut, kedua kota diharapkan dapat saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan inovasi dalam mendukung pembangunan daerah serta memperkuat hubungan persahabatan.
“Sekali lagi kami turut mengucapkan terimakasih karena proses penandatangan kerjasama tersebut bisa berjalan lancar dan baik. Meskipun dilakukan secara hybrid dan melalui MoU ini kami berharap kedepannya ada peningkatan kerjasama baik dibidang sosial, pembangunan, pemerintahan, pemajuan pariwisata, maupun kebudayaan yang nantinya dapat berguna bagi masyarakat” pungkas Jaya Negara.
Sementara Kepala Pusat Fasilitasi Kerjasama Kemendagri, Ahmad Fajri berharap kerjasama ini dapat terjalin dengan baik sesuai apa yang diusulkan serta dapat mendukung pemahaman bersama dan saling membina antar kedua belah pihak dengan harapan nantinya dapat meningkatkan kerjasama guna memperluas kolaborasi antar kota.
“Kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan antarpemerintah daerah, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman bersama, memperluas kolaborasi, serta mendorong terwujudnya pembangunan yang saling menguntungkan bagi kedua kota,” ujarnya. (Arm/tra)
Wawali Buka MPLS Serentak 2026, Tekankan Sekolah Aman, Inklusif, dan Bebas Perundungan
NEWS INTERMEDIA.COM l Denpasar l Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Serentak Kota Denpasar Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 4 Denpasar, Senin (13/7).
Ket foto : Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat membuka secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Serentak Kota Denpasar Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 4 Denpasar, Senin (13/7).
Pembukaan ditandai dengan pengalungan kartu tanda peserta kepada perwakilan siswa baru dan pelepasan burung sebagai simbol dimulainya perjalanan pendidikan yang penuh harapan.
Turut hadir Ketua Komisi IV DPRD Kota Denpasar I Wayan Duaja, Dewan Pendidikan Kota Denpasar, perwakilan PGRI Kota Denpasar, Kepala SMP se-Kota Denpasar, serta sejumlah pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
Dalam sambutannya, Wawali Arya Wibawa mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta didik baru jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ia mengatakan, MPLS merupakan gerbang awal bagi siswa untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter, keterampilan, dan jati diri sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, pengalaman pertama di sekolah harus menjadi momen yang menyenangkan sehingga mampu menumbuhkan semangat belajar sejak hari pertama.
Mengusung tema “Dengan Spirit Sewaka Dharma, Mewujudkan Generasi Berkarakter, Berbudaya, Aman, Nyaman, dan Menggembirakan Menuju Denpasar Maju,” Arya Wibawa menegaskan bahwa nilai Sewaka Dharma harus menjadi landasan dalam membentuk karakter peserta didik. Selain itu, pemahaman tentang kepedulian lingkungan, pengolahan sampah berbasis sumber dan pemilahan sampah juga menjadi materi prioritas yang akan disampaikan pada MPLS tahun ini. 
“Sewaka Dharma adalah semangat pengabdian, pelayanan yang berintegritas, serta tanggung jawab yang perlu ditanamkan sejak dini agar lahir generasi yang disiplin, jujur, peduli, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Lebih lanjut, Arya Wibawa menekankan bahwa sekolah bukan hanya tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mengembangkan karakter, kreativitas, kepemimpinan, serta memperkuat nilai-nilai budaya.
Karena itu, pelaksanaan MPLS wajib berlangsung secara edukatif, inklusif, menyenangkan, serta bebas dari segala bentuk perundungan, kekerasan, diskriminasi, maupun praktik perpeloncoan.
“MPLS harus menjadi pengalaman pertama yang aman, nyaman, dan menggembirakan bagi seluruh peserta didik tanpa ada tindakan yang merendahkan martabat mereka,” tegasnya.
Ia juga mengajak para siswa untuk memanfaatkan masa sekolah sebagai kesempatan mengembangkan kemampuan akademik, kreativitas, berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta penguasaan teknologi yang tetap berpijak pada nilai budaya, etika, dan kearifan lokal.
Di sisi lain, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua diharapkan mampu membangun sinergi dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif sehingga lahir generasi yang cerdas, tangguh, berakhlak mulia, mencintai budaya Bali, menghargai keberagaman, peduli lingkungan, serta bijak menggunakan media sosial.
Arya Wibawa juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam meningkatkan kualitas pendidikan sebagai investasi utama pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang berprestasi, berkarakter, berbudaya, dan memiliki daya saing global tanpa meninggalkan akar budaya lokal.
“Melalui semangat Sewaka Dharma, kami terus mendorong terwujudnya ekosistem pendidikan yang aman, sehat, ramah anak, inklusif, dan menggembirakan sebagai fondasi menuju Denpasar Maju,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang MPLS Ramah.
Ia memastikan seluruh sekolah wajib melaksanakan MPLS secara edukatif, inklusif, menyenangkan, serta bebas dari kekerasan, perundungan, maupun pungutan yang membebani orang tua.
Wiratama menambahkan, MPLS tingkat SMP di Kota Denpasar dilaksanakan pada 13–17 Juli 2026 dengan materi yang terintegrasi bersama Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Program Pagi Ceria sebagai bagian dari penguatan karakter dan budaya hidup sehat.
Selain melarang segala bentuk perpeloncoan, Disdikpora juga menginstruksikan seluruh kepala sekolah dan guru untuk aktif memantau kondisi fisik maupun riwayat kesehatan peserta didik baru sejak hari pertama. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian MPLS berlangsung tertib, aman, nyaman, dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi seluruh siswa baru di Kota Denpasar.
“Seluruh pelaksanaan MPLS berlandaskan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, sehingga setiap murid dapat mengenal lingkungan sekolah dalam suasana yang mendukung tumbuh kembangnya. Jangan sampai ada atribut yang justru menyulitkan orang tua karena tidak memiliki relevansi dengan tujuan MPLS,” ujarnya. (Ags/Tra).









