Walikota Hadiri Bhakti Pujawali Pura Dalem Sakenan
DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Jajaran Pemkot Denpasar melaksanakan persembahyangan serangkaian Pujawali di Pura Dalem Sakenan, Desa Adat Serangan, Denpasar bertepatan dengan Hari Suci Kuningan, Sabtu (3/5). Pelaksanaan bhakti pujawali dihadiri langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa serta Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa serta Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana saat melaksanakan Bhakti Pujawali di Pura Dalem Sakenan, Desa Adat Serangan, Denpasar bertepatan dengan Hari Suci Kuningan, Sabtu (3/5).
Tampak hadir pula Panglingsir Puri Kesiman, AA Ngurah Gede Kusuma Wardana, Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa bersama pimpinan OPD serta masyarakat dan pemedek yang datang silih berganti sejak pagi hari untuk melaksanakan persembahyangan.
Diiringi suara kidung dan gambelan, pelaksanaan upakara diawali dengan sesolahan Tari Topeng Wali, dilanjutkan dengan Tari Rejang Dewa, dan diakhiri dengan Topeng Sidhakarya. Puncak Pujawali dilaksanakan dengan persembahyangan bersama seluruh pemedek.
Panglingsir Puri Kesiman, AA Ngurah Gede Kusuma Wardana didampingi IB Gede Pidada selaku Prawartaka Karya menjelaskan, pelaksanaan Pujawali di Pura Sakenan Kota Denpasar dilaksanakan setiap enam bulan sekali pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan atau Hari Suci Kuningan. Dimana, pelaksanaan pujawali kali ini tetap berlangsung sebagaimana biasa dengan tetap memegang teguh tattwa.
“Secara tatwa pelaksanaan upakara tetap sama, dimana nantinya Ida Bhatara Nyejer selama 3 hari hingga 6 Mei mendatang,” ujarnya sembari mengimbau agar pemedek datang bergantian hingga upacara penyineban pada Selasa (6/5) mendatang.
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara usai persembahyangan mengatakan bahwa pelaksanaan Bhakti Piodalan ini dilaksanakan sebagai wujud sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa untuk menciptakan kerahayuan jagat. Sehingga sudah sepatutnya seluruh elemen masyarakat, utamanya krama untuk menjadikan ini sebagai sebuah momentum dalam menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana
“Dengan pelaksanaan upacara ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara sembari mengucapkan Rahajeng Rahina Kuningan bagi umat se-Dharma dimanapun berada.
Lurah Serangan, Ni Wayan Sukanami menambahkan, rangkaian Pujawali di Pura Dalem Sakenan, Desa Adat Serangan telah dimulai pada Kamis, Mei 2025 lalu yang diawali dengan mareresik atau bersih-bersih, ngiyas dan mamenjor. Dilanjutkan pada Jumat, 2 Mei 2025 dilaksanakan prosesi Ngelungan Ida Bhatara ke Pura Pesamuhan Agung sedangkan Puncak Pujawali dilaksanakan hari ini, Sabtu (3/5) bertepatan dengan Hari Suci Kuningan. Selanjutnya, bhakti penganyar dilaksanakan secara berturut pada 4 dan 5 Mei 2025 serta upacara Penyineban dilaksanakan pada Selasa, Mei 2025.
Lebih lanjut dijelaskan, untuk mengantisipasi membludaknya pemedek yang tangkil, pihaknya mengimbau agar masyarakat yang hendak tangkil dapat memanfatkan waktu bhakti penganyar. Dimana, selama tiga hari Ida Bhatara Nyejer masyarakat dapat melaksanakan persembahyangan pujawali. Tak hanya itu, pihaknya juga telah menyiapkan dua titik sebagai kantong parkir untuk mengantisipasi krodit lalu lintas, keduanya yakni Parkir di Kawasan Pura Dalem Sakenan, Lapangan Depan SMP N 11 Denpasar, dan Parkir di Kawasan Lapangan I Wayan Bulit Serangan.
“Jadi kami mengimbau masyarakat untuk tidak fokus ke satu hari saja untuk tangkil, bisa memanfaatkan saat bhakti penganyar, dan untuk parkir agar dapat menuju lokasi yang disediakan oleh panitia untuk menghindari kemacetan lalu lintas disekitar pura,” ujarnya. (WAY/TRA).
Walikota Hadiri Pujawali Pura Desa Adat Oongan
DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri pelaksanaan Pujawali di Pura Desa, Desa Adat Oongan, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, Rangkaian Pujawali berlangsung khidmat dengan pelibatan krama desa serta penampilan kesenian tradisional sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal, Sabtu (3/5).
Ket. Foto : Kehadiran Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam Pujawali di Pura Desa Adat Oongan, Sabtu (3/5).
Kehadiran Walikota Jaya Negara dalam rangkaian pujawali ini turut didampingi Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Denpasar, I Ketut Suteja Kumara, Ketua TP. PKK Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Camat Denpasar Utara, I Wayan Yusswara, serta para tokoh masyarakat dan prajuru Desa Adat Oongan.
Pada kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara mengapresiasi semangat warga dalam melaksanakan yadnya secara gotong royong. Jaya Negara menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai tradisi serta memperkuat implementasi Tri Hita Karana sebagai landasan keharmonisan hidup antara manusia, alam, dan Tuhan.
“Upacara seperti ini adalah cerminan sradha bhakti masyarakat dan menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya Bali. Pemerintah Kota Denpasar akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan adat seperti ini,” ujar Walikota.
Sementara itu, Bendesa Adat Oongan, I Made Agus Umbara Jaya, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan perhatian Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, beserta jajaran dalam pelaksanaan Pujawali kali ini.
Ia menjelaskan bahwa rangkaian Pujawali diawali dengan upacara Pecaruan, dilanjutkan dengan pareresikan, dan kemudian persembahyangan bersama. Pada sore harinya, Ida Sesuhunan juga akan melaksanakan upacara di Pura Taman atau Beji. “Pelaksanaan Pujawali ini rutin digelar setiap Saniscara Kliwon Wuku Kuningan, dan disambut antusias oleh seluruh warga desa dengan berbagai persiapan upacara,” ujarnya. (Pur/TRA)
Sekda Hadiri Karya Ngeratep dan Melaspas
DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana menghadiri Karya Ngeratep, Melaspas lan Mapasupati lan Nyuciang Ida Betara Sesuhunan di Pura Kembar, Desa Adat Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan. Pada upacara yang bertepatan dengan Hari Kuningan ini, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, turut menyaksikan prosesi Ngratep Sekar Ida Sesuhunan bersama Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, Sabtu (3/5).
Ket Foto: Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana bersama Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, saat menghadiri Karya Ngeratep, Melaspas lan Mapasupati lan Nyuciang Ida Betara Sesuhunan di Pura Kembar, Desa Adat Sanur.
Dalam kegiatan tersebut, Kelihan Adat Banjar Anggarkasih Desa Sanur Kaja, Ida Bagus Anom Mustika menyampaikan upacara ini meliputi Pembuatan Sesuhan satu Ratu Gede dan empat Ratu Ayu serta pembuatan satu Ratu Ayu baru. “Penambahan satu Rangde di Banjar Anggarkasih ini guna melengkapi 4 arah mata angin dan 1 tengah yang disebut dengan Panca Dhurga, yang kami harap akan membawa hal positif serta kebaikan bagi warna di Banjar Anggarkasih,” ujar Anom Mustika.
Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Alit Wiradana pada kesempatan itu menyampaikan, Karya Ngeratep, Melaspas lan Mapasupati lan Nyuciang Ida Betara Sesuhunan di Pura Kembar, di Desa Adat Sanur ini sebagai momentum bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. “Semoga dalam kesempatan ini menjadi upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana,” kata Sekda Alit Wiradana. (Gita/tra)










