Beranda / Berita Terkini / DENPASAR / Info Denpasar Soal Karya Melaspas, Penandatanganan BKK dan Karya Ngenteg Linngih

Info Denpasar Soal Karya Melaspas, Penandatanganan BKK dan Karya Ngenteg Linngih

Pemelaspasan Balai Bendega Nelayan Mina Sari Asih Sanur

DENPASAR-NEWSINTERMEIDIA.COM || Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana menghadiri upacara Mendem Dasar, Mecaru, dan Melaspas bangunan Balai Bendega Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Mina Sari Asih dan kegiatan ini dilangsungkan bertepatan dengan rahina Sugihan Bali dan Kajeng Kliwon, di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Jumat (18/4).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Ket. Foto :Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana menghadiri Upacara Mendem Dasar, Mecaru lan Melaspas bangunan Balai Bendega Kelompok Nelayan KUB Mina Sari Asih, Desa Sanur Kaja, Kecamatan Denpasar Selatan di Pantai Matahari Terbit Sanur, Jumat (18/4).

Balai Bendega tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Kota Denpasar yang sebelumnya telah diserahkan langsung oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar. Bangunan ini nantinya akan dikelola oleh KUB Mina Sari Asih yang berlokasi di Desa Sanur Kaja, Kecamatan Denpasar Selatan.

Sekda Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana disela-sela kegiatan menjelaskan bahwa Pemkot Denpasar terus berkomitmen untuk mendukung terpenuhinya kebutuhan di dalam pelestarian bendega serta memfasilitasi hasil tangkapan bendega kedepannya. “Pemerintah Denpasar memfasilitasi bangunannya, yang nantinya dikelola kelompok nelayan. Kita harapkan dengan adanya pembangunan ini semangat para nelayan semakin meningkat dan hasil tangkapan semakin melimpah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketut Sukarja, perwakilan Kelompok Nelayan KUB Mina Sari Asih, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemkot Denpasar atas perhatian dan peningkatan fasilitas bagi nelayan di Kota Denpasar. “Terima kasih Bapak Walikota Jaya Negara dan Wakil Walikota Arya Wibawa serta seluruh jajaran yang telah memfasilitasi tempat khusus untuk nelayan. Astungkara, kali ini sudah terealisasi dan juga sudah diupacarai, “ungkapnya.

Dengan adanya Balai Bendega, yang menaungi 68 anggota kelompok nelayan, diharapkan dapat semakin meningkatkan kesejahteraan nelayan serta memperkuat sektor perikanan di Kota Denpasar. (Eka/tra)

Penandatanganan Naskah BKK Proyek Strategis Infrastruktur

DENPASAR-NEWSINTERMEIDIA.COM || Pemerintah Kota Denpasar kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan proyek strategis di Provinsi Bali. Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama tentang Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk Pembangunan Proyek Strategis Provinsi Bali dan Infrastruktur. Penandatanganan ini dilaksanakan di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jumat (18/4).

 Ket. Foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan penandatanganan Naskah kesepakatan bersama para bupati se-Bali dan dipimpin langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, Jumat (18/4) di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali.

Naskah kesepakatan tersebut mencakup sejumlah poin penting, di antaranya BKK untuk pembangunan infrastruktur strategis dan pengembangan kualitas objek pariwisata di enam kabupaten di luar kawasan Sarbagita, yaitu Bangli, Buleleng, Jembrana, Karangasem, Klungkung, dan Tabanan. Selain itu, juga ditandatangani Kesepakatan Bersama tentang Pola Pembangunan Semesta Berencana di Provinsi Bali, serta Perjanjian Kerja Sama tentang Penyelenggaraan Angkutan Umum Perkotaan Trans Metro Dewata di kawasan Sarbagita.

Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, bersama para bupati se-Bali dan dipimpin langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster. Hadir pula Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, serta Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra. Dari Kota Denpasar, turut hadir Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, dan jajaran pimpinan OPD terkait.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa penandatanganan kesepakatan ini merupakan langkah konkret untuk membangun Bali dengan prinsip satu pola, satu pulau, satu tata kelola. Menurutnya, hal ini menjadi tonggak penting dalam menyatukan visi pembangunan Bali secara menyeluruh dan merata.

Salah satu fokus utama kesepakatan adalah pengoperasian kembali Trans Metro Dewata di kawasan Sarbagita yang akan dimulai pada April 2025. Sebelumnya program ini dibiayai oleh Kementerian Perhubungan, namun kini diambil alih oleh pemerintah daerah karena adanya perubahan kebijakan pusat. “Trans Metro Dewata bertujuan mengurangi kemacetan, memberikan layanan transportasi publik yang layak, serta mendidik masyarakat untuk beralih ke transportasi umum,” ujar Gubernur Koster.

Gubernur Koster juga menyoroti pentingnya pemerataan ekonomi antarwilayah. Dalam hal ini, Kabupaten Badung, Denpasar, dan Gianyar bersepakat untuk menyumbangkan 10% dari realisasi Pajak Hotel dan Restoran (PHR) mereka kepada enam kabupaten lainnya melalui skema BKK. Tujuannya adalah untuk memperkuat pembangunan infrastruktur dan pengembangan pariwisata yang berkeadilan di seluruh Bali. “Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan, mengatasi kemacetan, menangani persoalan sampah, dan menjadikan Bali sebagai destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan secara menyeluruh,” tambahnya.

Sementara Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan bahwa Pemkot Denpasar menyambut baik kesepakatan ini dan siap mengimplementasikannya dengan semangat kolaboratif. Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Bali merupakan kunci untuk mempercepat pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. “Proyek-proyek strategis yang didukung oleh BKK ini akan menjadi pendorong utama dalam pembangunan wilayah perkotaan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Arya Wibawa.

Wawali Arya Wibawa menambahkan, bantuan keuangan khusus ini akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, drainase, fasilitas publik, penanganan sampah, dan sektor strategis lainnya. Semua program tersebut dirancang selaras dengan prioritas pembangunan Kota Denpasar serta mendukung visi pembangunan Provinsi Bali. “Melalui kesepakatan ini, diharapkan percepatan pembangunan proyek strategis, khususnya di Kota Denpasar, dapat berjalan optimal, efisien, dan tepat sasaran, sehingga mampu memberikan manfaat nyata dan maksimal bagi seluruh masyarakat Bali,” ujar Arya Wibawa. (PUR/tra).

Karya Ngenteg Linggih Pura Kawitan Mpu Aji Dukuh Sakti

DENPASAR-NEWSINTERMEIDIA.COM || Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri sekaligus berkesempatan mendem pedagingan di gedong catu serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah Nubung Pedagingan Wrespati Kalpa Agung di Pura Kawitan Mpu Aji Dukuh Sakti, Desa Adat Kesiman, Denpasar Timur bertepatan dengan Rahina Sugihan Bali, Junat (18/4).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Camat Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati, Lurah Kesiman, Nyoman Nuada, Jro Bendesa Adat Kesiman, Penglingsir Puri Kesiman, serta undangan dan warga pengempon Pura Kawitan Mpu Aji Dukuh Sakti.

Wawali Arya Wibawa saat dijumpai usai melaksanakan prosesi mendem pedagingan serta ngaturang punia mengatakan, pelaksanaan upacara keagamaan di Parhyangan Pura Kawitan Mpu Aji Dukuh Sakti ini adalah salah satu bentuk meningkatkan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Pihaknya juga mengharapkan setelah dilaksanakannya upacara Ngenteg Linggih ini seluruh umat terutama warga pengempon Pura Kawitan Mpu Aji Dukuh Sakti dapat terus meningkatkatkan rasa persaudaraan dan persatuan antara sesama umat. “Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap ke depan upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif yang dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal- hal negatif di lingkungan setempat,” katanya.

Sementara Ketua Panitia Karya, I Wayan Sukadana mengatakan pelaksanaan karya ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan alam semesta beserta isinya. Hal ini juga untuk menetralisir aura negatif yang mengganggu kehidupan manusia, khususnya krama pengempon Pura Kawitan Mpu Aji Dukuh Sakti. Sehingga dapat mewujudkan kehidupan yang aman damai gemah ripah loh jinawi. Karya ini juga sebagai wujud syukur kepada sang Pencipta atas anugrah yang diberikan.

“Tujuannya tentu tidak lain adalah untuk menjaga keseimbangan alam semesta beserta isinya serta menghindari seluruh umat manusia dari marabahaya, serta sebagai wujud syukur untuk senantiasa diberikan tuntunan dalam melaksanakan tugas kewajiban,” ujarnya.

Adapun rangkaian karya dimulai pada tanggal 3 April 2025 yang diawali dengan upacara matur piuning karya, selanjutnya pada hari ini, tanggal 18 April 2025 dilaksanakan upacara melaspas, pecaruan panca rupa, panca kelud, nubung pedagingan. Sedangkan Puncak Karya akan dilaksanakan pada tanggal 28 April 2025 mendatang. Sedangkan upacara Nyineb akan dilaksanakan pada 3 Mei 2025. (Wah/tra)