Dukcapil Gelar Percepatan Digitalisasi Program Perlindungan Sosial
NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kependudukan Catatan Sipil menggelar Sosialisasi Digitalisasi Perlinsos dan Aktivasi Indentitas Kependudukan Digital dan kegiatan ini menghadirkan langsung Dirjen Dukcapil Kemendagri, Dr. Teguh Setiabudi, M.Pd. beserta jajarannya. Hadir pula Kepala Dinas DPMD Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata dan Kota Denpasar diwakili oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar, Dewa Gde Juli Artabrata, di Gedung Dharma Alaya Denpasar, Jumat (5/12).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Hadir pula saat itu, puluhan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan operator Desa/Kelurahan serta dari OPD Pemkot Denpasar. Dirjen Dukcapil Kemendagri, Dr. Teguh Setiabudi, M.Pd dalam arahannya mengatakan kegiatan sosialisasi kepada Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan operator Desa/Kelurahan serta dari OPD Pemkot Denpasar ini sebagai langkah jemput bola.
Ditjen Dukcapil Kemendagri memainkan peran strategis dalam mendorong digitalisasi program perlindungan sosial (Perlinsos) “Dukungan Dukcapil melalui Identitas Kependudukan Digital ini bukan sekedar transformasi teknologi, tapi juga lompatan sistem menuju pelayanan publik yang lebih inklusif, efisien, dan berbasis kebutuhan warga,” kata Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi.
Sosialisasi ini adalah koordinasi dan penyamaan persepsi antara Ditjen Dukcapil Kemendagri dengan Dinas Dukcapil di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Untuk terus mendukung program Perlinsos, Dirjen Teguh Setyabudi mengajak seluruh jajaran Dinas Dukcapil untuk terus menggenjot IKD. “Dengan program Digitalisasi Perlinsos yang dimana pilotingnya ada di Kabupaten Banyuwangi dan kemudian nanti akan diimplementasikan di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Jadi saya minta kepada bapak dan ibu jajaran Disdukcapil semuanya mari kita persiapkan pelaksanaan yang akan memanfaatkan IKD,” seru Teguh.
Sementara Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar, Dewa Gde Juli Artabrata menjelaskan kegiatan sosialisasi ini menindaklanjuti rapat Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (PTDP) pada 2 Oktober 2025 serta rapat lanjutan pada tanggal 6 Oktober 2025 terkait tindak lanjut implementasi piloting yang dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi.
Ditambahhkan oleh Dewa Gde Juli, salah satu yang menjadi tugas Kementerian Dalam Negeri yaitu memberikan sosialisasi program digitalisasi Perlinsos kepada seluruh pemerintah daerah untuk melakukan replikasi kegiatan Digitalisasi Perlinsos sebagaimana yang dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi tersebut.
“Sehubungan dengan hal tersebut, Ditjen Dukcapil akan melakukan sosialisasi dan aktivasi IKD kepada pihak-pihak yang menjadi kunci terkait program digitalisasi Perlinsos, yakni Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan operator Desa/Kelurahan, ” terang Dewa Gde Juli. (esa/tra).
Walikota Serahkan Bantuan Alat Pancing Bagi 5 KUB
Dukung Optimalisasi Produksi Sektor Perikanan Tangkap Laut
NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara secara resmi menyerahkan bantuan alat pancing kepada 5 Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung optimalisasi bagi nelayan dalam menangkap ikan, termasuk produksi sektor perikanan tangkap dapat terus meningkat,di Kawasan Pantai Karang, Sanur, Denpasar, Jumat (5/12).
Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menyerahkan bantuan alat pancing kepad 5 Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Kawasan Pantai Karang, Sanur, Denpasar, Jumat (5/12).
Turut hadir Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, Ida Bagus Mayun Suryawangsa, Camat Denpasar Selatan, Ida Bagus Made Purwanasara, serta perwakilan lima KUB di Kawasan Sanur, yakni KUB Mina Segara Ayu, KUB Segara Agung, KUB Watu Kerep, KUB Astitining Segara dan KUB Ketapang Kembar.
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan bahwa Pemerintah Kota Denpasar dengan sepirit vasudhaiva kutumbakam terus berupaya mendukung eksistensi nelayan. Hal ini dilaksanakan dengan memberikan bentuan perlengkapan memancing. Sehingga diharapkan produktivitas nelayan di Kota Denpasar dapat terus meningkat.

Lebih lanjut dijelaskan, selain memberikan bantuan perlengkapan, nelayan di Kota Denpasar juga dilindungi dengan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini guna memastikan keselamatan para nelayan dalam melaksanakan kesehariannya menangkap ikan. “Tentunya bantuan ini diharapkan memberikan kemanfaatan dalam mendukung nelayan mencari dan menangkap ikan, sehingga secara berkelanjutan produksi perikanan tangkap dapat terus meningkat dan kesejahteraan nelayan terwujud berkelanjutan,” ujar Jaya Negara.
Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, Ida Bagus Mayun Suryawangsa mengatakan bahwa bantuan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan bergiliran bagi KUB Nelayan di wilayah Kota Denpasar. Hal ini guna mendukung optimalisasi produksi sektor perikanan tangkap laut. Dikatakannya, adapun bantuan yang diserahkan yakni kotak pancing, pemberat pancing, mata pancing, senar pancing dan rolling swivel. Dimana, bantuan ini disebar bagi 5 KUB di wilayah Pesisir Pantai Sanur.
Gus Mayun menjelaskan, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar menargetkan produksi sektor perikanan tangkap dan perikanan umum mencapai 1.610 Ton/Tahun. Dimana, dengan adanya dukungan pemerintah kepada nelayan, pihaknya optimis produksi dapat melebihi target. “Semoga bantuan ini dapat digunakan dengan optimal, dan bermanfaat bagi profuktivitas nelayan yang muaranya adalah meningkatkan produksi perikanan tangkap laut serta kesejahteraan nelayan itu sendiri,” ujarnya.
Salah satu nelayan, I Wayan Duduk mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Bapak Walikota Denpasar dan Pemerintah Kota Denpasar. Tentunya bantuan ini sangat bermanfaat, utamanya untuk peremajaan perelatan mancing. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Bapak Walikota, dan tentu ini sangat bermanfaat dalam mendukung keseharian kami sebagai nelayan, dan semoga bisa berkelanjutan,” ujarnya. (Ags/tra).
Sinergi Tangani Masalah Sosial dan Pembangunan Berkelanjutan
NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial kembali menyerahkan Piagam Penghargaan Vasudhaiva Kutumbakam Tahun 2025 kepada 150 orang atau pihak yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam pelaksanaan program kesejahteraan sosial di Kota Denpasar dan pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan simbolis bantuan Cambridge Reading oleh Commercial Director for Northeast Southeast Asia Pacific, Min Qu, kepada Panti Asuhan Pendidikan KH. M. Manshur (YAPPA) Putri dan Yayasan Bunga Bali, di Gedung Sewaka Dharma, Jumat (5/12).
Ket foto : Wawali Arya Wibawa Serahkan Penghargaan Vasudhaiva Kutumbakam Tahun 2025,
Pemberian Penghargaan yang dirangkian dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tahun 2029 ini diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa. Turut mendampingi Wakil Ketua KKKS Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa serta Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty.
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan itu menyampaikan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah berperan aktif dalam mendukung penyelenggaraan program kesejahteraan sosial. Menurutnya, penghargaan Vasudhaiva Kutumbakam rutin diberikan setiap tahun sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi lembaga, dunia usaha, organisasi, relawan, hingga perorangan yang telah membantu pemerintah melalui kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dan CSR.
“Pembangunan di Kota Denpasar selalu kita polakan dengan pola kolaborasi. Seluruh elemen masyarakat bahu-membahu menuntaskan persoalan kemiskinan, mengatasi kesenjangan, serta berbagai masalah sosial lainnya,” ujar Arya Wibawa.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi tersebut terbukti efektif, salah satunya saat Denpasar menghadapi musibah banjir pada tanggal 10 September tahun 2025. “Dalam waktu 10 hari kita bisa keluar dari permasalahan akibat bencana tersebut berkat kerja keras seluruh stakeholder. Hari ini kita memberikan penghargaan kepada mereka yang telah memberikan dukungan kepada Pemerintah Kota Denpasar,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty, menjelaskan bahwa Pemkot Denpasar terus berkomitmen menggandeng stakeholder sebagai mitra strategis pemerintah dalam membantu masyarakat yang mengalami gangguan fungsi sosial. “Dukungan stakeholder melalui TJSL merupakan potensi besar untuk mendukung kesejahteraan sosial, baik di bidang rehabilitasi sosial, perlindungan dan jaminan sosial, pendataan, asesmen, hingga pemberdayaan sosial bagi 26 jenis PPKS,” jelasnya.
Tahun 2025, kontribusi TJSL yang mendukung pelaksanaan kesejahteraan sosial di Kota Denpasar tercatat mencapai Rp 4.470.280.918. “Dukungan ini menjadi kekuatan besar dalam upaya penanganan dan pencegahan berbagai masalah sosial,” ujar Laxmy Saraswaty.
Penghargaan ini mengusung filosofi Vasudhaiva Kutumbakam, yang bermakna seluruh dunia adalah satu keluarga. Nilai tersebut menjadi dasar Pemerintah Kota Denpasar dalam membangun kehidupan sosial, di mana setiap unsur masyarakat memiliki peran untuk saling peduli dan saling membantu. Melalui penghargaan ini, diharapkan kolaborasi sosial di Kota Denpasar terus meningkat dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam pembangunan kesejahteraan sosial.
Salah satu penerima penghargaan, Ida Ayu Selly Dharma Wijaya Mantra, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Denpasar atas penghargaan yang diberikan. “Secara pribadi, penghargaan ini menjadi motivasi agar kita semua dapat terus berbuat lebih baik dan peduli terhadap lingkungan. Tanda penghargaan bukan tujuan, tetapi pengingat bahwa kontribusi kita bisa dipertanggungjawabkan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap semangat berbagi dan peduli sosial dapat terus tumbuh di Kota Denpasar. Perwakilan dari Davincio Education dan Event Organizer juga turut menyampaikan apresiasi atas langkah Pemkot Denpasar yang dinilai sangat menghargai para insan yang telah berkiprah dan memberikan sumbangsih bagi kota. (Ayu/tra).
Walikota Serahkan Bantuan 18 Rumah Layak Huni kepada Warga
Selain Jadi Hunian, Harapkan RLH Juga Dapat Tunjang Ekonomi Keluarga
NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR ; Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, kembali menyerahkan bantuan bedah rumah atau bantuan untuk merehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) secara simbolis kepada 18 warga kurang mampu, dan penyerahan bantuan tersebut merupakan langkah nyata Pemkot Denpasar dalam mendukung optimalisasi penanganan kemiskinan ekstrim secara berkelanjutan yang dilaksanakan di salah satu rumah warga penerima di Jalan Noja, Kesiman Petilan, Jumat (5/12).
Ket. Foto : Walikota Denpasar saat menyerahkan bantuan bedah rumah atau bantuan untuk merehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) secara simbolis kepada 18 warga kurang mampu, yang dilaksanakan di salah satu rumah warga penerima di Jalan Noja, Kesiman Petilan, Jumat (5/12).
Adapun bantuan perbaikan rumah layak huni senilai Rp90 juta ini juga dilengkapi dengan penyerahan perlengkapan rumah tangga seperti tempat tidur (kasur), lemari, kompor gas siap pakai, dan LPG 3kg yang merupakan bantuan CSR dari Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar. Hadir pula dalam kegiatan itu Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede Dirut Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar, I Putu Yasa, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta) Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja dan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara mengatakan, hingga awal bulan Desember 2025, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta) telah menyerahkan 40 unit rumah layak huni. “Hari ini kita menyerahkan bantuan untuk merehabilitasi RTLH secara simbolis sebanyak 18 unit senilai Rp 90 juta, lengkap dengan perlengkapan rumah tangga yang merupakan CSR Perumda Tirta Sewaka Dharma. Ini adalah program rutin Pemerintah Kota Denpasar yang sampai awal Desember 2025 ini sudah kita serahkan 40 unit,” jelas Walikota Jaya Negara.

Lebih jauh, Jaya Negara juga mengatakan, setiap rumah layak huni ini sengaja dibangun dengan 2 kamar, dengan harapan, jika 1 kamar lainnya tidak digunakan oleh pemilik, maka bisa dikontrakan atau disewakan sehingga bisa menambah dan menunjang perekonomian keluarga. “Jadi selain sebagai tempat hunian, rumah ini diharapkan juga bisa menjadi salah satu penunjang ekonomi dengan cara disewakan 1 kamar misalnya tidak digunakan oleh pemilik,” lanjut Jaya Negara.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta) Kota Denpasar, Dr. Ir. I Gede Cipta Sudewa Atmaja, menyampaikan bahwa 18 unit bantuan rumah layak huni ini tersebar di 4 kecamatan di Kota Denpasar. Pada tahun 2025, Pemkot Denpasar memprogramkan 40 unit bedah rumah dengan anggaran Rp90 juta per unit termasuk pajak, atau Rp. 100 juta per unit dengan Detail Engineering Design (DED) dan pengawasan.

Selain memperbaiki struktur bangunan, bantuan juga menyesuaikan kondisi rumah warga, mulai dari penataan dapur, kamar mandi, hingga kamar tidur. Dukungan perlengkapan rumah tangga turut diberikan, di antaranya kompor beserta perlengkapannya, kasur, lemari, dari Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma. “Ini adalah program berkelanjutan dari Pemkot Denpasar. Tahun 2026 ini akan ditingkatkan menjadi 50 unit. Semoga dengan bantuan ini masyarakat Kota Denpasar yang sangat membutuhkan bisa terbantu dengan menikmati rumah sehat layak huni yang baik,” pungkasnya. (Win/tra).
Pemkot Dorong Revitalisasi KPN Kuatkan Daya Saing Perkotaan
NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR ; Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar terus mendorong penguatan gerakan koperasi melalui kegiatan Pendampingan Coop Space yang kali ini menyasar Koperasi Pegawai Negeri (KPN) dan Koperasi Mahasiswa (Kopma). Hal tersebut diungkapkan Pj. Sekda Kota Denpasar IGN Eddy Mulya saat menjadi Narasumber pada Revitalisasi KPN, dengan fokus pada upaya revitalisasi koperasi agar mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi perkotaanyang digelar di Universitas Terbuka Denpasar, Jumat (5/12).
Ket foto : Pj. Sekda Kota Denpasar IGN Eddy Mulya saat menjadi Narasumber pada Revitalisasi KPN yang digelar di Universitas Terbuka Denpasar, Jumat (5/12),
Pj. Sekda Kota Denpasar IGN Eddy Mulya mengatakan, revitalisasi koperasi merupakan kebutuhan mendesak seiring pesatnya pertumbuhan usaha sejenis di wilayah perkotaan. Ia menekankan bahwa koperasi di Denpasar harus melakukan percepatan transformasi agar memiliki daya saing yang kuat dan mampu memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.
“Gerakan revitalisasi perkotaan menjadi tuntutan utama. Di Kota Denpasar, usaha-usaha sejenis ikut tumbuh, sehingga jika ingin gerakan koperasi memiliki daya saing yang kompetitif dan benar-benar memberi makna bagi pertumbuhan ekonomi, logikanya koperasi di Denpasar harus melakukan revitalisasi,” ujar Eddy Mulya.
Ia menjelaskan bahwa langkah revitalisasi dimulai dari penguatan KPN dan Kopma, termasuk mendorong koperasi mahasiswa sebagai contoh bagi gerakan koperasi milenial. Menurutnya, hal ini penting sebagai proses alih generasi dalam tata kelola koperasi. “Di Kota Denpasar, revitalisasi menjadi urgensi karena SDM dan fasilitas memadai. Jika salah satu syarat revitalisasi adalah bergerak menuju koperasi full digital dan less paper, maka Denpasar harus mampu memenuhi itu agar layanan koperasi benar-benar cepat, mudah, transparan, akuntabel, dan profesional,” jelasnya.

Eddy Mulya menambahkan bahwa revitalisasi tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan SHU, tetapi juga menjaga marwah koperasi agar layak tumbuh dan bersaing dengan pelaku usaha lainnya. Ia menilai bahwa selain unit simpan pinjam, KPN memiliki potensi pengembangan usaha lain seperti penyediaan makanan dan minuman, alat tulis, hingga peluang keterhubungan dengan bahan ajar serta kebutuhan peserta didik. “Kami berharap ada satu atau dua KPN yang bisa menjadi role model, sehingga kita bisa lebih banyak mendengarkan cerita baik dari gerakan koperasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar Dewa Made Agung menjelaskan bahwa pendampingan ini bertujuan memperkuat pemahaman koperasi serta mendorong percepatan inovasi, tidak hanya bagi koperasi yang sudah berkembang tetapi juga KPN dan Kopma. “Tujuan yang ingin dicapai adalah pemahaman koperasi secara umum, dan Sekda telah menjelaskan bagaimana KPN dan Kopma didorong melakukan revitalisasi. Inovasi harus dilakukan, tidak hanya oleh koperasi yang sudah eksis, tetapi juga oleh KPN,” ujar Dewa Made Agung.
Ia menyampaikan bahwa gaung Kopma mulai kembali menguat, dan Pemkot Denpasar telah menyiapkan wadah Gerakan Generasi Koperasi sebagai upaya mengenalkan koperasi kepada anak muda melalui duta koperasi. “Kami memiliki Generasi Koperasi sebagai wadah bagi anak-anak muda untuk memberikan pemahaman tentang koperasi dan menyampaikan informasi kepada generasi milenial, sehingga keterlibatan anak muda dalam berkoperasi semakin kuat,” katanya.
Dewa Made Agung juga menekankan pentingnya Coop Creative Hub sebagai ruang kolaborasi antarkoperasi untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas.“Coop Creative Hub menjadi wadah komunikasi seperti hub di sektor swasta, tempat koperasi bisa menggali permasalahan, mencari solusi, dan mengembangkan kreativitas,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas KPN dan Kopma, sekaligus mempercepat hadirnya koperasi yang modern, adaptif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi perkotaan. (Eka/tra).








