Optimalkan Tebe Modern, TPS3R, TPST, dan Olah Sampah Berbasis Sumber
NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Pemerintah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung diminta stop membuang sampah ke Suwung. Kedua kepala daerah agar segera mengoptimalkan tebe modern, TPS3R, TPST, Mesin pencacah dan Dekomposer dan pengelolaan sampah berbasis sumber. Penegasan Gubernur Bali Wayan Koster melalui surat pemberitahuan nomor T.00.600.4.15/60957/Setda, perihal pemberitahuan batas waktu penutupan TPA Suwung tanggal 23 desember 2025.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Surat penting ini ditujukan kepada Walikota Denpasar IGN Jaya Negara dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, tertanggal 5 Desember 2025. “TPA Suwung harus ditutup paling lambat tanggal 23 Desember 2025, Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung dilarang membawa sampah ke TPA Suwung,” tegas Gubernur Koster.
Walikota Denpasar dan Bupati Badung diminta Gubernur Koster agar
segera menyiapkan pengelolaan sampah di luar TPA Suwung. Mengoptimalkan tebe Modern, TPS3R, TPST, mesin pencacah dan dekomposer. Semua ini guna mempercepat proses pengomposan di rumah tangga, atau memakai model lain. “Agar dapat menggunakan model pengelolaan sampah ini, maka harus dilakukan pemilahan sampah organik dan bukan organik di tingkat rumah tangga,” katanya.
Koster juga meminta agar segera mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber di rumah tangga sampai tingkat Desa/Kelurahan/Desa Adat, serta menyiapkan pola terbaik dan berkolaborasi dengan para pihak untuk memastikan pengelolaan sampah. “Segera melakukan sosialisasi kepada warga agar menyiapkan pengelolaan sampah secara mandiri atau bersama-sama dalam kelompok dengan pemilahan sampah organik dan bukan organik di tingkat rumah tangga,” kata Koster.
Koster meminta agar segera melakukan koordinasi teknis menyusun SOP yang melibatkan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi Bali, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pemerintah Kota Denpasar, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pemerintah Kabupaten Badung. Keberadaan TPA Suwung dengan sistem pembuangan terbuka (open dumping) dinilai menimbulkan dampak lingkungan serius dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Atas temuan itu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) melakukan penyelidikan terhadap DKLH Provinsi Bali, DLHK Kota Denpasar, dan DLHK Kabupaten Badung. TPA Suwung dinilai melanggar UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Perda Provinsi Bali No. 5 Tahun 2011, yang keduanya memiliki ancaman sanksi pidana.
Menanggapi potensi proses hukum tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster mengajukan permohonan kepada Menteri Lingkungan Hidup agar sanksi pidana tidak diberlakukan. Koster berjuang keras menyelamatkan Bali. Koster meminta agar pemerintah pusat hanya menerapkan sanksi administrasi, dengan komitmen TPA Suwung ditutup Desember 2025. Komitmen ini merupakan kesepakatan bersama antara Gubernur Bali, Walikota Denpasar, dan Bupati Badung.
KLH kemudian menerbitkan Keputusan Menteri LHK Nomor 921 Tahun 2025, yang memerintahkan penghentian sistem open dumping di TPA Suwung. Dalam keputusan tersebut, UPTD Pengelolaan Sampah Pemprov Bali diberi waktu maksimal 180 hari, yaitu hingga 23 Desember 2025, untuk menghentikan operasional open dumping sejak keputusan diterima 23 Mei 2025 lalu. (Tutt/Tra).
DBFW Sesi 2 Hari ke-5 Tampilkan 80 Wastra Karya Desainer Lokal Bali
NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) 2025 Sesi 2 hari ke-5 dimeriahkan oleh sembilan instansi di Provinsi Bali yang menampilkan 80 wastra karya desainer lokal Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Sabtu (6/12). dan Kesembilan instansi tersebut yakni Telkom Denpasar, PLN Bali, PT Jamkrida Bali Mandara, RSUP Prof. Ngoerah, Perumda Kerta Bali Saguna, BRI Denpasar, PAKIS MDA Provinsi Bali, TP PKK Provinsi Bali, dan TP Posyandu Provinsi Bali.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, tampak tidak pernah absen menghadiri pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) sejak awal kegiatan ini diselenggarakan pada November lalu. “Ini adalah rangkaian yang sangat panjang. Sebelumnya kita sudah memulai sesi pertama pada 1–7 November 2025. Sangat bagus dan banyak mendapatkan apresiasi,” ungkap Kadisperindag Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, dalam sambutannya.
Selain itu, Pameran IKM Bali Bangkit di Taman Budaya Art Centre Denpasar telah menjadi one stop shopping bagi masyarakat yang ingin berbelanja kain tenun tradisional Bali dan berbagai kerajinan lokal Bali lainnya. “Banyak masyarakat membeli di IKM Bali Bangkit karena mereka meyakini kualitasnya baik dan harganya pantas atau terjangkau,” imbuh Ngurah Wiryanata.

Hal tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari peran dan perhatian Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, yang sangat konsisten dalam mendorong kemajuan IKM dan UMKM di Bali agar berkembang semakin baik. Bahkan, Pameran IKM Bali Bangkit telah menjadi model studi tiru bagi berbagai provinsi di Indonesia dalam upaya meningkatkan IKM/UMKM lokal di daerahnya. “Oleh sebab itu, kita mengusung tema Wastra Hita Kara, di mana kain tidak hanya untuk keindahan dan keelokan, namun manfaatnya juga sangat luar biasa,” jelas Ngurah Wiryanata.
Ia berharap Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) tidak hanya dapat memperkenalkan desainer, kain tenun tradisional Bali, dan kerajinan lokal Bali, tetapi juga memberikan multiplier effect yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali. (Kar/Tra).
Silaknas ICMI 2025 Dibuka di Bali, Sekda Soroti Harmoni Fondasi Bangsa
NEWS INTERMEDIA.COM || BADUNG | Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menghadiri pembukaan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang berlangsung di Four Points, Jimbaran, Jumat (5/12) petang. Acara tahunan yang mempertemukan para cendekiawan nasional ini dihadiri jajaran tokoh penting, termasuk Ketua ICMI yang juga Kepala BRIN RI, Prof. Arief Satria.

Turut hadir pula jajaran Dewan Penasehat dan Dewan Pakar ICMI, seperti Prof. Jimly Asshiddiqie, Prof. Fadel Muhammad, Prof. Din Syamsuddin, serta Prof. Ilham Habibie. Kehadiran para tokoh tersebut menjadikan Silaknas tahun ini sarat bobot ilmiah dan refleksi strategis terhadap tantangan bangsa.
Dalam sambutannya, Sekda Dewa Indra yang hadir mewakili Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Bali sebagai tuan rumah kegiatan bergengsi ini. Ia menegaskan bahwa Pulau Dewata senantiasa membuka diri sebagai ruang dialog, harmoni, dan kontemplasi bagi siapa pun yang datang dengan niat baik. “Semoga ICMI terus memberikan kontribusi bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara. Bali merasa terhormat menjadi tuan rumah Silaknas ini. Bali adalah ruang dialog, harmoni, dan kontemplasi—sangat tepat untuk pertemuan ilmiah berskala nasional,” ujarnya.

Ia berharap rangkaian diskusi yang diisi oleh para narasumber terkemuka dapat memberikan makna lebih bagi peserta Silaknas. Sekda juga mengundang seluruh tamu untuk menikmati berbagai destinasi wisata di Bali, seraya menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Bali terhadap penyelenggaraan kegiatan nasional ini.
Ketua ICMI, Prof. Arief Satria, dalam sambutannya menekankan kembali posisi ICMI sebagai organisasi cendekiawan yang berperan penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. “Harapannya, ICMI terus membawa manfaat bagi nusa dan bangsa. Silaknas adalah agenda rutin setiap Desember untuk memperkuat peran organisasi dalam menjawab perubahan zaman,” katanya.
Prof. Arief menegaskan bahwa ICMI akan terus berdiri di atas tiga prinsip pokok: keislaman, kenegaraan, dan kecendekiawanan. Prinsip-prinsip inilah yang diharapkan menjadi pijakan dalam merespons dinamika sosial, teknologi, dan pendidikan. Ia menyoroti pentingnya penguatan SDM, peningkatan literasi masyarakat, hingga transformasi pendidikan di tengah perubahan yang sangat cepat. Pendidikan anak usia dini dinilai sebagai fondasi krusial, terutama dalam pembentukan karakter, life skill, dan soft skill generasi mendatang.
“Perubahan pesat yang kita hadapi menuntut ICMI untuk terlibat aktif dalam pembelajaran berbagai fenomena baru, termasuk inovasi dan pengembangan kecerdasan buatan (AI). Inovasi kini merupakan keniscayaan yang harus dikembangkan semua pihak,” tegasnya.
Silaknas ICMI tahun ini menjadi ruang strategis untuk berdiskusi, merumuskan gagasan, dan memperkuat peran cendekiawan dalam meningkatkan kualitas SDM serta ketahanan intelektual bangsa. Dengan hadirnya tokoh-tokoh nasional dan atmosfer Bali yang kondusif, kegiatan ini diharapkan melahirkan rekomendasi penting bagi masa depan Indonesia. (Noer/Tra).
Ibu Putri Koster: Desainer dan Perajin Rasakan Dampak Nyata
NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menghadiri pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) Sesi 2 Day 4 yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Jumat (5/12).

Pagelaran DBFW pada sore hari ini turut dihadiri oleh Ibu Nuning Wahyuniati, istri Duta Besar Indonesia untuk Jepang; para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Bali; kepala instansi vertikal; serta rektor perguruan tinggi se-Bali.
Ketua Harian Dekranasda Provinsi Bali yang sekaligus Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan DBFW Sesi 1 pada 1–7 November 2025 lalu mendapatkan respons sangat positif dari masyarakat. Hal ini terlihat dari pergerakan ekonomi, di mana baik pedagang maupun perajin merasakan dampak positif yang luar biasa. Mulai dari penenun, desainer, hingga tukang jarit merasakan dampaknya; bahkan mereka kewalahan memenuhi kebutuhan pasar.

Wiryanata menyampaikan bahwa DBFW yang mengangkat tema “Wastra Hita Kara” tidak hanya menampilkan keindahan wastra Bali, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi para pelaku industri kreatif. “Wastra tidak hanya indah, namun juga membawa kemanfaatan besar secara ekonomis bagi desainer dan perajin,” ujarnya.
Kadisperindag juga mengingatkan kondisi berat saat pandemi Covid-19 ketika para perajin sempat terdampak signifikan. Melalui program IKM Bali Bangkit yang digagas dan dikawal oleh Ketua Dekranasda Bali, para perajin perlahan kembali pulih. Ke depan, Dekranasda Provinsi Bali berkomitmen untuk terus mendorong penyelenggaraan Pameran IKM Bali Bangkit hingga 2030 sebagai ruang one stop shopping bagi kriya, kerajinan, dan busana berkualitas dengan harga yang pantas.
Di akhir sambutannya, Wiryanata mengundang masyarakat untuk hadir dan menyaksikan pagelaran busana karya para desainer Bali hingga 8 Desember nanti. Masyarakat tidak hanya akan menyaksikan keindahan wastra yang ditampilkan para model, tetapi juga berkesempatan mengikuti pengundian doorprize senilai Rp5 juta yang dapat ditukarkan dengan busana atau perhiasan di area pameran.
Pada DBFW Sesi 2 Day 4 sore hari ini, 15 perguruan tinggi dan 9 instansi vertikal berpartisipasi, menampilkan 121 rancangan busana yang memperlihatkan kreativitas, keindahan, sekaligus kemanfaatan wastra Bali. Para mahasiswa tampil dengan totalitas dan dedikasi yang tinggi. (Ari/Tra).







