- Advertisement -spot_img
26 C
Indonesia
Beranda blog Halaman 41

Info Denpasar Terkait Progres Fisik, Ranperda ABPD dan Kunjungan

0

Progres Fisik Pembangunan Puskesmas Capai 55,48 Persen

DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM l Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen untuk mendukung terciptanya pelayanan kesehatan berkelanjutan bagi masyarakat. Kini, Pemkot Denpasar sedang merealisasikan pembangunan Puskesmas Ibu dan Anak yang berlokasi di Eks. Pasar Loak, Jalan Gunung Agung, Denpasar Barat. Bahkan, progres fisiknya sudah mencapai 55,48 Persen pada 31 Oktober 2024 ini.

Ket foto : Progres Pembangunan Puskesmas Ibu dan Anak di di Eks. Pasar Loak, Jalan Gunung Agung, Denpasar Barat beberapa waktu lalu.

Kabid Penataan Bangunan dan Pengembangan Kawasan Permukiman D PUPR Kota Denpasar, I Wayan Dirgayasa, ST saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa progres fisik Puskesmas Ibu dan Anak yang berada di bawah naungan Puskesmas Denpasar Barat ini telah berlangsung sejak 22 Juli lalu dan akan berakhir pada 18 Desember 2024 untuk pengerjaan tahap I.

Ditambahkannya, pengerjaan fisik Puskemas ini akan dilaksanakan dua tahap. Yakni Pembangunan Tahap I pada Perubahan APBD Tahun 2024 ini. Sedangkan proses finishing Lantai II dan III dilaksanakan pada Tahun 2025 oleh Dinas PUPR Kota Denpasar. Sementara untuk sarana dan prasarana kesehatan akan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Denpasar.

“Saat ini progres fisik sudah berlangsung dan berada pada posisi deviasi positif yakni 55,48 Persen, semoga hingga akhir ini progres dapat berjalan lancar dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Dirgayasa menekankan kepada kontraktor pelaksana agar berkerja dengan baik. Hal ini utamanya dalam mewujudkan pembangunan fisik yang berkualitas, tepat waktu dan tepat mutu. Sehingga kedepan bangunan ini dapat memberikan kemanfaatan untuk mendukung terciptanya pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Kami mengingatkan kepada kontraktor pelaksana dan pengawas agar bekerja dengan baik, wujudkan pembangunan berkualitas yang tepat waktu dan tepat mutu, terlebih Puskesmas ini akan menjadi salah satu rujukan puskesmas ibu dan anak,” ujarnya. (Ags/tra).

Pendapatan Daerah Dirancang Sebesar Rp.2,71 Triliun Lebih

Ket foto : Pjs. Walikota Denpasar, I Dewa Gede Mahendra Putra saat mengikuti Sidang Paripurna ke-4 Masa Persidangan I DPRD Kota Denpasar dengan agenda Pemandangan Umum dan Pendapat Akhir Fraksi terhadap APBD Kota Denpasar TA. 2024 secara resmi digelar di Gedung DPRD Kota Denpasar, Kamis (31/10).

DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM l Sidang Paripurna ke-4 Masa Persidangan I DPRD Kota Denpasar dengan agenda Pemandangan Umum dan Pendapat Akhir Fraksi terhadap Ranperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Denpasar TA. 2024. Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede bersama Wakil Ketua, Ida Bagus Yoga Adi Putra dan Made Oka Cahyadi Wiguna ini secara resmi menyetujui Ranperda APBD Kota Denpasar TA. 2025 untuk disahkan menjadi peraturan perundang-undangan, Digelar di Gedung DPRD Kota Denpasar, Kamis (31/10).

Pengambilan keputusan ini dilaksanakan setelah seluruh Fraksi DPRD Kota Denpasar yakni Fraksi Partai PSI-Nasdem, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai Golkar dan Fraksi Partai PDI Perjuangan menyatakan dapat menerima dan menetujui penetapan tersebut. Hadir dalam kesempatan tersebut Pjs. Walikota Denpasar, I Dewa Gede Mahendra Putra, Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, Forkopimda Kota Denpasar, serta undangan lainya.

Pada APBD Kota Denpasar Tahun Anggaran 2025, Pendapatan Daerah yang dirancang sebesar Rp.2,71 Triliun lebih. Jumlah ini terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dirancang sebesar Rp. 1,81 Triliun lebih, dan Pendapatan Transfer dirancang sebesar Rp. 907,06 Milyar lebih.

Sementara Belanja Daerah Tahun Anggaran 2024 dirancang sebesar Rp.3,20 Triliun Lebih. Jumlah tersebut terdiri atas Belanja Operasi dirancang sebesar Rp.2,25 Triliun Lebih, Belanja Modal dirancang sebesar Rp.638,98 Miliar lebih, Belanja Tidak Terduga dirancang sebesar Rp.20 Miliar lebih, dan Belanja Transfer dirancang sebesar Rp.297,37 Miliar lebih.

Dimana, dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2025 terjadi defisit sebesar Rp.490,58 Miliar lebih yang akan ditutupi dari Penerimaan Pembiayaan Daerah yang bersumber dari perkiraan SILPA Tahun 2023 sebesar Rp.490,58 Miliar Lebih.

Pjs. Walikota Denpasar, I Dewa Gede Mahendra Putra dalam pidatonya mengatakan, sesuai dengan pedoman penyusunan APBD diatur mengenai sinkronisasi kebijakan Pemerintah Daerah dengan kebijakan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat. Disamping penekanan masalah sinkronisasi kebijakan tersebut, dalam pedoman Penyusunan APBD juga diatur mengenai kebijakan penyusunan APBD baik menyangkut Pendapatan Daerah, Belanja Daerah, serta Pembiayaan Daerah.

Dewa Mahendra juga turut memberikan memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pimpinan serta segenap anggota dewan yang terhormat. Hal ini utamanya atas kesungguhan, kerja keras dan kerjasamanya sehingga Rancangan Peraturan Daerah Kota Denpasar Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Denpasar Tahun Anggaran 2025 dapat disepakati bersama.

Dikatakannya, penetapan Ranperda ini menunjukkan bahwa antara Pemerintah dan DPRD Kota Denpasar telah bekerja sama, menyamakan visi dan persepsi dalam pembahasan terhadap materi persidangan. Kebersamaan ini perlu secara terus menerus dijaga dalam rangka melaksanakan tugas-tugas dalam penyelenggaraan umum pemerintahan. Hal ini mengingat dimasa yang akan datang tantangan akan jauh lebih berat, sedangkan disisi lain tuntutan masyarakat dan permasalahan akan selalu lebih kompleks sejalan dengan dinamika masyarakat di berbagai bidang kehidupan baik kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial budaya, maupun ketertiban dan keamanan.

“Mengingat dalam pendapat akhir Fraksi masih ada catatan-catatan yang disampaikan baik berupa usul, saran maupun komentar, maka terhadap hal-hal tersebut akan menjadi perhatian kami untuk dikaji dan ditindaklanjuti dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku guna perbaikan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. (Ags/TRA).

Pjs. Walikota Terima Kunjungan Duta Besar Bulgaria

DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM l Pjs. Wali Kota Denpasar, I Dewa Gede Mahendra Putra, didampingi oleh Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar, Ida Ayu Ganda Yukti, serta perwakilan OPD lainnya, menerima kunjungan Duta Besar Republik Bulgaria untuk Indonesia, Tanya Dimitrova,PhD, Kamis (31/11) di Kantor Walikota Denpasar. Pertemuan ini bertujuan untuk menjajaki potensi kerjasama strategis antara Bulgaria dan Kota Denpasar.

Dalam pertemuan tersebut, Pjs. Wali Kota Denpasar, I Dewa Gede Mahendra Putra, mengucapkan selamat datang kepada Duta Besar Bulgaria. “Semoga kunjungan ini menjadi awal yang baik untuk membangun berbagai kerjasama strategis antara Republik Bulgaria dan Republik Indonesia, khususnya dengan Kota Denpasar,” ujarnya.

Kota Denpasar telah menjalin hubungan kerjasama internasional melalui Program Sister City dengan beberapa kota di dunia. Dengan adanya kunjungan dari perwakilan Bulgaria, Kota Denpasar berharap dapat membuka peluang kerja sama baru yang akan memberikan manfaat positif bagi masyarakat di berbagai bidang.

Duta Besar Republik Bulgaria untuk Indonesia, Tanya Dimitrova, menjelaskan bahwa kunjungannya ke Kota Denpasar bertujuan untuk mempersiapkan pendirian Kantor Konsulat Kehormatan Republik Bulgaria di Bali. Selain itu, ia juga berencana menunjuk konsul kehormatan yang berasal dari masyarakat lokal Bali. Dimitrova menambahkan bahwa pihaknya tengah mengeksplorasi potensi kerja sama antara Kota Denpasar dan kota-kota di Bulgaria melalui Program Sister City.

“Kami berterima kasih atas sambutan hangat dari Pjs. Wali Kota Denpasar, I Dewa Gede Mahendra Putra, dan jajaran. Semoga pertemuan ini menjadi langkah awal bagi terjalinnya hubungan baik dan kolaborasi yang bermanfaat antara Republik Bulgaria dan Kota Denpasar di masa mendatang,” ujarnya. (esa/tra)

Dari Berbagai Rektor Perguruan Tinggi Akui Koster Pejuang

0

Para Rektor Akui Koster Pejuang Kesejahteraan Para Dosen

DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM l Para rektor dari berbagai perguruan tinggi di Bali menyebutkan bahwa Gubernur Bali periode 2018-2023 Wayan Koster adalah sosok pejuang kesejahteraan dosen dan juga para profesor. Sebab, perjuangan seorang Koster bagi kesejahteraan dosen bukan hanya dilakukan saat Koster menjadi Gubernur Bali, tetapi sejak pria asal Desa Sambiran ini menjadi anggota DPR RI dan duduk di Komisi X yang salah satunya membidangi pendidikan.

“Wayan Koster juga sangat konsen di dunia pendidikan. Saat menjadi anggota Komisi X DPR RI, ia banyak sekali membuat kebijakan terkait Perguruan Tinggi, Sertifikasi Guru dan Dosen yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen hingga Undang – Undang tentang Pendidikan Tinggi,” tegas Rektor Unmas Denpasar, Made Sukamerta.

Ia menjelaskan, berkat UU Guru dan Dosen, kini guru dan dosen ditetapkan sebagai tenaga profesional, melalui uji sertifikasi, berhak memperoleh tunjangan profesi sebesar 1 kali gaji pokok. Sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan guru dan dosen yang memiliki tugas mulia mencerdaskan anak bangsa.

Sedangkan, berkat UU Pendidikan Tinggi, kata dia, kini para guru besar atau profesor dan dosen secara otomatis pensiun pada umur 70 tahun. Sebelumnya pensiun umur 65 tahun, bisa diperpanjang setiap tahun sampai umur 70 tahun.

Kemudian, dosen dengan jabatan profesor berhak mendapat tunjangan profesi sebesar 1 kali gaji pokok, dan tunjangan kehormatan sebesar 2 kali gaji pokok.

Dari tangan Wayan Koster, kata dia, para dosen total mendapat tambahan penghasilan sebesar 3 kali gaji pokok. “Jadi, kalau menyangkut perjuangan pendidikan, Pak Wayan Koster paling top sering membantu,” tegas Made Sukamerta di hadapan dosen dan mahasiswa pada kuliah umum Koster belum lama ini.

Koster sendiri paham betul seluk beluk kehidupan guru dan dosen. Sebab, Koster sendiri adalah seorang pendidik yang akhirnya terjun ke dunia politik dan berjuang secara politik untuk kepentingan guru dan dosen. Sebagai seorang dosen yang mengajar di sejumlah perguruan tinggi ternama di Jakarta, Koster juga bersentuhan dengan para dosen yang memiliki gelar profesor, dimana penghasilan seorang profesor sangat tidak layak dibandingkan dengan tugasnya dalam mengajar, meneliti, dan pengabdian masyarakat sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Selain penghasilan yang tidak layak, dosen yang bergelar profesor dipensiun pada umur 65 tahun, namun dapat mengajukan usulan untuk diperpanjang setiap tahun sampai pada umur 70 tahun. Koster berpandangan bahwa diperlukan dedikasi yang luar biasa dan waktu yang lama bagi seorang dosen untuk bisa mencapai gelar profesor, sehingga pada saat itu seorang bisa mencapai gelar profesor pada umur di atas 50 tahun, setelah mampu memenuhi sejumlah persyaratan antara lain, jumlah jam mengajar, jumlah penelitian, dan melakukan pengabdian masyarakat.

Oleh karena itu penetapan usia pensiun seorang profesor pada umur 65 tahun adalah terlalu cepat, mengingat pada usia tersebut, seorang profesor sedang mencapai kematangan dalam pengetahuan dan pengalaman, yang harusnya diberdayakan untuk berkontribusi pada kualitas pembangunan bangsa dan negara.

Bertitik tolak pada penghasilan seorang profesor yang sangat tidak layak, Koster berhasil memperjuangkan rumusan norma dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang mengatur seorang profesor berhak mendapat tunjangan profesi sebesar 1(satu) kali gaji pokok dan mendapat tunjangan kehormatan profesor sebesar 2(dua) kali gaji pokok, maka penghasilan seorang profesor menjadi bertambah 3(tiga) kali  lipat, juga mendapat tambahan tunjangan fungsional, sehingga kehidupan seorang profesor menjadi jauh lebih sejahtera.

Koster juga berhasil memperjuangkan norma pengaturan dalam merumuskan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, yang salah satu terobosannya sangat penting yaitu seorang profesor pensiun secara otomatis pada umur 70 tahun, tanpa perlu perpanjangan setiap tahun. Pengaturan ini sangat melegakan bagi seorang profesor, tidak disibukkan oleh urusan administratif setiap tahun untuk memperpanjang usia pensiun.

Sekitar 12 Rektor dan 10 Guru Besar Dukung Wayan Koster 2 Periode

Pesamuan Pimpinan dan Guru Besar Perguruan Tinggi di Bali bertajuk Nayaka-Bali-Nagata (Kepemimpinan Bali Masa Depan) dihadiri 12 rektor dan 10 guru besar perguruan tinggi negeri dan swasta se Bali, Rabu 24 Juli 2024. Para rektor dan guru besar di Pulau Dewata menyatakan Kepemimpinan Wayan Koster harus dilanjutkan.

Sepakati Enam Rekomendasi Bali Berkelanjutan

DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM l Kaum intelektual Bali wajib tahu, pertimbangan utama mengapa 12 rektor dan 10 guru besar di Bali mendukung kepemimpinan Wayan Koster berlanjut dua periode. Para sarjana di Bali diharapkan agar berkontribusi dalam menjaga Bali. Menilai dan memilih pemimpin Bali harus melihat track recordnya.
Selain menyatakan dukungan untuk Wayan Koster, para rektor dan guru besar juga menyepakati 6 butir rekomendasi untuk Koster. Pembangunan Bali berkelanjutan mengedepankan harmonisasi alam, manusia dan budaya Bali harus tetap dijalankan Koster pada periode kedua.

Dukungan dan lahirnya enam rekomendasi penting ini terungkap pada Pesamuan Pimpinan dan Guru Besar Perguruan Tinggi di Bali bertajuk Nayaka-Bali-Nagata (Kepemimpinan Bali Masa Depan) dihadiri 12 rektor dan 10 guru besar perguruan tinggi negeri dan swasta se-Bali. Salah satu butir rekomendasi, yakni memandang Pemerintahan Provinsi Bali periode 2018-2023 di bawah kepemimpinan Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., telah berhasil membangun pondasi yang kokoh untuk penguatan dan pemajuan Bali sehingga kepemimpinannya perlu dilanjutkan.

Pesamuan atas inisiasi pimpinan-pimpinan perguruan tinggi di Bali tersebut digelar di Ruang Nata Widya Sabha Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Rabu 24 Juli 2024 lalu. Pertemuan penting kaum intelektual Bali ini dinyatakan sebagai dharma sejati Perguruan Tinggi dalam membangun refleksi dan ruang pandang yang jernih tentang masa depan Bali.
“Pesamuan pimpinan dan guru besar perguruan tinggi di Bali ini merupakan ruang diskusi dan dialog yang seksama dalam membaca permasalahan dan tantangan Bali ke depan.
Rektor dan guru besar yang hadir seluruhnya telah menyampaikan pandangan dan perspektif yang jernih tentang karakter kepemimpinan yang dibutuhkan Bali. Kemudian secara bersama-sama menyusun rekomendasi berupa 6 butir pandangan tentang Bali masa depan,” jelas Rektor ISI Denpasar, Prof. I Wayan ‘Kun’ Adnyana.

Rektor Universitas Bali Internasional (UNBI) yang juga Guru Besar Universitas Udayana Prof. I Made Bakta menyampaikan bahwa kaum intelektual atau scholar (sarjana) harus berkontribusi dalam menjaga Bali. Menurutnya, untuk menilai dan memilih pemimpin harus dilihat dari track record (rekam jejak, red).
“Bali merupakan daerah yang sangat spesifik berkaitan dengan aspek budaya religius sehingga membutuhkan pemimpin yang memiliki track record memahami budaya dan religius, ” katanya.

Rektor Universitas Warmadewa (Unwar), Prof. I Gde Suranaya Pandit mengusulkan pariwisata ramah lingkungan sebagai pilihan, sehingga nilai-nilai kebudayaan Bali tetap terjaga, sementara kesejahteraan masyarakat terbangun secara berkelanjutan.
COVID-19 telah memberikan pelajaran bahwa Bali tidak boleh memunggungi pertanian, justru sektor primer ini wajib dikembangkan lebih maju dengan nilai-nilai keluhuran Bali masa lalu, sambut guru besar pertanian Unud, Prof. Wayan Supartha Utama.

Guru Besar Unwar, Prof. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, menyampaikan bahwa Bali harus hati-hati, karena begitu pertanian hilang, berarti kebudayaan Bali juga hilang.
Itu artinya, Bali akan tidak ada. Terbangunnya konsep transformasi ekonomi Kerthi Bali yang disusun pemerintahan Gubernur Bali Wayan Koster 2022 merupakan terobosan fundamental.

Guru Besar Hukum Unud, Prof. I Made Arya Utama mengatakan, selain konsep transformasi ekonomi Kerthi Bali, Gubernur Koster juga merupakan sosok penting yang menginisiasi perjuangan terwujudnya Undang-Undang Provinsi Bali (UU nomor 15 tahun 2023,red), selain beragam Peraturan Daerah Provinsi Bali yang monumental.
“Gubernur Koster juga mengumandangkan prinsip pembangunan Bali niskala-sakala, artinya mengutamakan kualitas daripada kuantitas,” tegasnya.

Merefleksi permasalahan dan tantangan yang ada, seluruh pimpinan dan guru besar perguruan tinggi Bali memberi apresiasi pada Pemerintahan Provinsi Bali periode 2018-2023 di bawah kepemimpinan Gubernur Koster.

Pada periode penuh tantangan karena pandemi COVID-19, Gubernur Koster telah membangun fondasi yang kokoh untuk pemajuan Bali ke depan. Perangkat regulasi telah diundangkan, konsep transformasi ekonomi Kerthi Bali telah dibentuk, wahana pemajuan seni budaya Bali telah dirancang, berikut berbagai infrastruktur dasar dan strategis telah dibangun.

Seluruh pimpinan dan guru besar perguruan tinggi Bali memandang perlu kepemimpinan Gubernur Koster dilanjutkan (periode kedua,red), guna memastikan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan Seratus Tahun Bali Era Baru 2025-2125 dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya.Pasamuan Pimpinan dan Guru Besar Perguruan Tinggi di Bali, akhirnya melahirkan enam Butir Rekomendasi untuk Pemimpin Bali Masa Depan.

Enam Rekomendasi untuk Wayan Koster
Berikut 6 butir rekomendasi yang dikeluarkan Pasamuan Widya Mahardika pimpinan dan guru besar perguruan tinggi Bali. (1) Bali merupakan entitas nilai-nilai masa lalu, masa kini, dan masa datang sehingga Bali harus dibangun atas prinsip keberlanjutan antara pemuliaan nilai-nilai keluhuran masa lalu dan nilai-nilai dinamis masa kini-masa depan; (2) Bali mempunyai permasalahan dan menghadapi tantangan (internal dan eksternal) terkait alam, manusia, dan kebudayaan;
(3) Pandemi COVID-19 memberi pembelajaran sangat penting guna memperkokoh pondasi dan struktur perekonomian Bali yang maju, menyejahterakan secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui transformasi ekonomi Kerthi Bali, yang tidak hanya bertumpu pada sektor tersier pariwisata, tetapi juga wajib menyeimbangkannya dengan sektor primer dan sekunder (pertanian dalam arti luas; perikanan dan kelautan; industri pengolahan; serta ekonomi kreatif dan digital);
(4) Pengelolaan dan aktualisasi nilai-nilai luhur Bali membutuhkan kapasitas sumber daya manusia Bali yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing tinggi;
(5) Bali telah memiliki produk hukum yang fundamental, berupa Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali; Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali; Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali; dan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023 tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan Seratus Tahun Bali Era Baru 2025-2125, sebagai landasan yang kokoh dalam memuliakan alam, manusia, dan kebudayaan Bali.
(6) Pemerintahan Provinsi Bali periode 2018-2023 di bawah kepemimpinan Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., telah berhasil membangun pondasi yang kokoh untuk penguatan dan pemajuan Bali sehingga kepemimpinannya perlu dilanjutkan.(*)

Sekitar 12 Rektor dan 10 Guru Besar Puji Koster Telah Bangun Pondasi Kokoh

0

 Koster Pantas Jadi Pejuang Dana APBN Masuk Bali

DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM l Gubernur Bali periode 2018-2023 Wayan Kostser pantas disematkan julukan pejuang dana APBN masuk ke desa di Bali. Sebab, anggota DPR RI 3 periode ini dengan konsepnya Yang sangat brilian merumuskan soal Ekonomi Kerthi Bali. Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I nWayan Wiasthana Ika Putra mengatakan, konsep Ekonomi Kerthi Bali adalah ekonomi untuk mewujudkan Bali berdikari dalam bidang ekonomi yang dibangun dan dikembangkan berlandaskan nilai-nilai filosofi Sad Kerthi dengan memiliki 6 sektor unggulan sebagai pilar perekonomian Bali.

Keenam sektor tersebut adalah sektor Pertanian dengan pertanian organik-nya, sektor Kelautan dan Perikanan, sektor Industri Manufaktur dan Industri Budaya Branding Bali, sektor Industri Kecil Menengah (IKM), Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Koperasi, sektor Ekonomi Kreatif dan Digital dan sektor Pariwisata.

“Jadi Konsep Ekonomi Kerthi Bali dengan memiliki 6 sektor unggulannya akan mewujudkan perekonomian Bali yang harmonis terhadap alam, berbasis sumber daya local dan menjaga kearifan lokal, hijau,ramah lingkungan, berkualitas, bernilai tambah, tangguh, berdaya saing, serta berkelanjutan. Dan semuanya ada di desa. Masyarakat di desa yang merasakan semua pertumbuhan dan perkembangan ekonomi tersebut,” ujarnya (6/4).

Di zaman Gubernur Koster periode pertama (2018-2023), serapan dana APBN yang masuk ke desa di Bali sangat luar biasa. Koster berpandangan bahwa pemimpin itu harus membangun Indonesia dari desa, membangun bangsa dari desa. Jika desa atau masyarakat desa sejahtera maka Indonesia akan sejahtera. Untuk itu sangat pentingnya mengurus desa secara utuh dan tuntas, karena sebagian besar masyarakat Indonesia berada di wilayah pedesaan.

“Kalau desa ini kita bangun dengan baik, di dalamnya ada rakyatnya yang sebagian besar ada di desa, berarti sebagian besar masalah bangsa ini selesai,” kata Ika. Jika pembangunan di desa bisa dijalankan dengan baik, perekonomiannya berkembang maka masyarakat akan bekerja di desa, tidak berpindah ke kota. Menurutnya kalau itu bisa dilakukan selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa, juga akan menyeimbangkan pembangunan antar wilayah secara horizontal maupun vertikal sehingga secara otomatis mengurangi arus perpindahan penduduk dari desa ke kota.

Ika Putra melanjutkan, untuk melaksanakan pembangunan di desa dibutuhkan anggaran. Itu sebabnya Koster memperjuangkan agar anggaran APBN bisa dialokasikan ke desa. Pada zaman Koster menjadi Gubernur, Bali mendapatkan anggaran Rp. 657 miliar dari APBN untuk 636 Desa. Ini berarti rata-rata desa di Bali mendapatkan dana Rp. 1 miliar lebih.
Kalau itu bisa dilakukan selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa, juga akan menyeimbangkan pembangunan antar wilayah secara horizontal maupun vertikal sehingga secara otomatis mengurangi arus perpindahan penduduk dari desa ke kota. Keyakinan yang kuat ini membuat Koster memperjuangkan agar anggaran APBN bisa dialokasikan ke desa.

Dana ini harus digunakan secara lebih terfokus untuk pembangunan yang dampaknya signifikan untuk masyarakat dan bukan dibagi secara merata ke hal-hal kecil yang tidak penting bagi masyarakat. Sebagai anak desa, lahir dari keluarga miskin dan babhkan untuk makan si saja susah, Koster sangat merasakan bagaimana kehidupan masyarakat desa, pembangunan yang lambat karena keterbatasan anggaran, perekonomian tidak berkembang optimal karena minimnya infrastruktur dan sarana prasarana, terjadinya kesenjangan antar desa, dan kebijakan pemerintah yang kurang berpihak pada pembangunan Desa.

Kondisi desa yang demikian mengakibatkan desa menjadi kurang menarik khususnya bagi generasi muda untuk membangun kehidupannya di desa, sehingga mereka meninggalkan desa pindah ke kota untuk mencari pekerjaan guna menghidupi dirinya dan keluarganya. Perpindahan penduduk dari Desa ke Kota menjadi semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Sementara pada saat yang sama dalam konteks Bali, desa merupakan lembaga paling depan yang memiliki wilayah, penduduk, dan sumber daya kehidupan, serta pemerintahan untuk melayani masyarakatnya. Oleh karena itu Desa harus dibangun dengan serius oleh pemerintah, agar desa berkembang menjadi maju, perekonomiannya tumbuh, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memotivasi generasi muda tinggal di desa untuk membangun desanya, mengurangi perpindahan warga dari desa ke kota.

Koster berpandangan bahwa desa yang maju dan masyarakat yang sejahtera, sesungguhnya merupakan tujuan negara untuk mensejahterakan rakyatnya sesuai konstitusi, sehingga paling tidak 60% persoalan bangsa diselesaikan di desa, mengingat sebagian besar rakyat Indonesia berada di desa, hidup di desa, dan membangun kehidupannya di desa. Negara harus mengambil terobosan kebijakan membangun desa melalui dukungan anggaran yang langsung masuk ke desa.

Atas pandangan tersebut, pada tahun 2012, Koster dalam posisinya sebagai Anggota Panitia Khusus (Pansus) pembentukan Rancangan Undang-Undang tentang desa memperjuangkan masuknya alokasi dana Desa dalam APBN untuk percepatan pembangunan desa. Setelah melalui pembahasan dengan perdebatan sengit selama lebih dari 1 (satu) tahun, akhirnya Rancangan Undang-Undang tentang Desa berhasil disahkan pada bulan Desember 2013, dan diberlakukan tanggal 15 Januari 2014.

Dalam Undang-Undang Desa terdapat norma pengaturan tentang alokasi Dana Desa yang bersumber dari APBN sebesar 10% dari Dana Perimbangan setelah dikurangi alokasi Dana Khusus, yang direncanakan target alokasi Dana Desa minimum rata-rata sebesar Rp. 1 milyar untuk 1(satu) Desa, yang meningkat secara bertahap dari tahun ke tahun.
Lahirnya Undang-Undang Desa merupakan momentum yang sangat penting menjadi awal bangkitnya gerakan membangun Desa, sehingga memotivasi para generasi muda pulang ke Desa untuk membangun desanya. (*).

Wayan Koster Memiliki Ikatan Kuat dengan Warga Desa Sangsit

Cagub Bali nomor 2 Wayan Koster (Koster-Giri) dan Paslon Bupati Buleleng nomor 2 Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna (Joss 24) simakrama di Desa Sangsit Sawan Buleleng.

BULELENG-NEWSINTERMEDIA.COM l Simakrama Cagub Bali nomor 2 Wayan Koster (Koster-Giri) disambut antusias ribuan warga Desa Sangsit Kecamatan Sawan Buleleng, 25 Oktober 2024. Warga menilai Gubernur Bali 2018-2023 asal Sembiran ini Tejakula ini memiliki ikatan emosional yang kuat dengan krama Sangsit.  Simakrama ini digelar di salah satu rumah tokoh masyarakat di Sangsit. Ribuan orang berkumpul di aula belakang rumah. Koster takjub melihat dukungan langsung krama Bali. Ia menyampaikan terima kasih karena warga rela hadir meninggalkan pekerjaan demi mendengar visi misi Koster-Giri.
Koster merasa disambut seperti di rumah sendiri.  Sebagai nyama Buleleng, Koster kian percaya diri warga Sangsit akan mendukung dan memilih Koster-Giri pada Pilgub Bali, Rabu 27 November 2024.  “Ini semua (Koster-Giri dan Sutjidra-Supriatna,red) bukan orang lain bagi tiang. Semuanya ini satu alumni di SMAN Singaraja. Pak Wayan dua tingkat dibawah tiang, bukan orang lain bagi kita semua di Desa Sangsit. Artinya kita ada hubungan emosional dengan beliau,” tegas tokoh masyarakat Sangsit,  Ketut Ardana, belum lama ini.
Dihadapan ribuan warga, Ketut Ardana menjelaskan sejumlah program monumental yang telah dilakukan Koster-Giri selama menjadi Gubernur Bali. Seperti yang paling berkesan dan diingat seluruh krama Bali yakni Penataan Pura Besakih di Karangasem, shortcut Singaraja-Denpasar, Turyanpada Tower, dan pelabuhan Segitiga Emas.
“Pak Wayan Koster ini, program-program beliau seperti yang dirasakan krama Bali Pura Besakih. Saya juga beberapa kali pernah merasakan rapat dengan beliau di Jaya Sabha (rumah jabatan Gubernur). Beliau ini orang kerja keras tak pernah kenal lelah dan tak lihat jam. Bisa kerja dari jam 7 malam sampai dengan jam 12 malam di Jaya Sabha,” jelasnya.  Terkait kerja keras, Ia juga membandingkan orang lain pasti kalah dengan Wayan Koster. “Kalau kita kalah dibanding kerja keras beliau,” katanya.
Dia mengatakan, kehadiran Wayan Koster mewakili paslon Gubernur Bali Koster-Giri nomor 2 di samping Paslon Bupati Buleleng nomor 2 Nyoman Sutjidra-Gede Supriatna (Joss24) karena merasa Sangsit merupakan rumah mereka. Kedua paslon merasa sebagai keluarga besar Sangsit.   “Mereka bukan orang lain, mereka ini keluarga besar Desa Sangsit. Semoga dengan demikian, beliau tidak melupakan desa sangsit,” tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Koster menyampaikan terima kasih atas penerimaan hangat warga Sangsit. Paket Koster-Giri menurut Koster, akan memperjuangkan semua aspirasi di Sangsit. Terutama pelabuhan Sangsit.  Kebutuhan air bersih di Sangsit dan Kecamatan Sawan secara keseluruhan menjadi prioritas Koster-Giri.   “Selain pembangunan pelabuhan Sangsit dan kebutuhan air bersih, kami juga akan membantu restorasi Pura Beji Sangsit. Karena Pura ini menyimpan sejarah panjang dan arsitektur klasik.” ujar Koster. (*).

Dari Tangan Wayan Koster, Guru dan Dosen Sejahtera

Pasamuan Pimpinan dan Guru Besar Perguruan Tinggi di Bali bertajuk Nayaka-Bali-Nagata (Kepemimpinan Bali Masa Depan) dihadiri 12 rektor dan 10 guru besar perguruan tinggi negeri dan swasta se Bali, Rabu 24 Juli 2024. Para rektor dan guru besar di Pulau Dewata menyatakan Kepemimpinan Wayan Koster harus dilanjutkan.

DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM l 12 Rektor dan 10 Guru Besar di Bali menegaskan sosok pemimpin visioner dan pekerja keras Wayan Koster telah meletakkan pondasi kokoh untuk penguatan dan pemajuan Bali ratusan tahun kedepan. Undang-Undang Nomor 15 tahun 2023 tentang Provinsi Bali berhasil dihadirkan Gubernur Bali 2018-2023 ini setelah penantian 65 tahun.

Jauh waktu sebelum perjuangan Koster menghadir UU provinsi Bali, ternyata pria asal Sembiran ini telah berjuang untuk kesejahteraan para guru dan dosen se Indonesia.

Lewat tangan Koster, lahirlah terobosan penting di dunia pendidikan Indonesia. Guru dan dosen sejahtera, kualitas pendidikan meningkat dan output pendidikan berkompeten di bidangnya.

“Wayan Koster juga sangat konsen di dunia pendidikan. Saat menjadi anggota Komisi X DPR RI, ia banyak sekali membuat kebijakan terkait Perguruan Tinggi, Sertifikasi Guru dan Dosen yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen hingga Undang – Undang tentang Pendidikan Tinggi,” tegas Rektor Unmas Denpasar, Made Sukamerta belum lama ini.

Ia menjelaskan, berkat UU Guru dan Dosen, kini Guru dan Dosen ditetapkan sebagai tenaga profesional, melalui uji sertifikasi berhak memperoleh tunjangan profesi sebesar 1 kali gaji pokok. Sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan guru dan dosen yang memiliki tugas mulia mencerdaskan anak bangsa.

Sedangkan, berkat UU Pendidikan Tinggi, kata dia kini para guru besar/dosen secara otomatis pensiun pada umur 70 tahun, sebelumnya pensiun umur 65 tahun, bisa diperpanjang setiap tahun sampai umur 70 tahun.

Kemudian, Dosen dengan jabatan profesor berhak mendapat tunjangan profesi sebesar 1 kali gaji pokok, dan tunjangan kehormatan sebesar 2 kali gaji pokok.

Dari tangan Wayan Koster, kata dia para dosen total mendapat tambahan penghasilan sebesar 3 kali gaji pokok. “Jadi, kalau menyangkut perjuangan pendidikan, Pak Wayan Koster paling top sering membantu,” tegas Made Sukamerta di hadapan dosen dan mahasiswa pada kuliah umum Koster belum lama ini. =Hidup Dibawah Garis Kemiskinan Dorong Perjuangan Koster=

Koster lahir dan besar dari keluarga guru, ayahnya seorang guru SD di Desa Sembiran, Buleleng. Masa kecil Koster, hidup dibawah garis kemiskinan yang mendorongnya memperjuangkan nasib sesama. Ia tak ingin keluarga guru mengalami hal serupa seperti keluarganya. Ketika masa sekolah di SD Sembiran, SMP Bhaktiyasa Singaraja, dan SMAN Singaraja, Koster selalu berdekatan dengan guru, dan menjadikan gurunya sebagaimana orang tuanya.

Dari pengalaman itu, Koster memiliki kepekaan terhadap nasib dan kesejahteraan guru, dimana guru kurang sejahtera, penghasilan guru sangat rendah sehingga banyak guru bekerja sampingan untuk menambah penghasilan bagi kehidupan keluarganya, pemerintah kurang memberi perhatian terhadap nasib guru, padahal guru berperan sangat penting mencerdaskan para siswa di sekolah, sehingga guru diberi julukan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Memori panjang tentang nasib guru, menjadi spirit untuk memperjuangkan kesejahteraan guru dan dosen, yang dilakukan dengan gigih ketika terpilih menjadi Anggota DPR RI hasil Pemilu 2004.

Dalam beberapa bulan duduk di Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, Koster tancap gas merancang Undang-Undang tentang Guru, kemudian berhasil mengajak dan meyakinkan kawan-kawannya di Komisi X dari semua Fraksi untuk mendukung dan berjuang bersama agar Rancangan Undang-Undang tentang Guru menjadi inisiatif DPR RI dan dibahas bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ketika merumuskan Rancangan Undang-Undang Guru dan Dosen, Koster sangat aktif berkomunikasi dan berdiskusi dengan PB PGRI termasuk PGRI di Bali untuk mendengar dan menyerap langsung aspirasi para guru yang berkaitan dengan pengakuan dan peningkatan kesejahteraan guru.

Akhirnya Koster berhasil memperjuangkan Rancangan Undang-Undang dimaksud menjadi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang disahkan dan mulai berlaku pada tanggal 30 Desember 2005.

Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen terdapat pengaturan yang sangat penting dan merupakan terobosan besar di dunia pendidikan, antara lain; guru harus berpendidikan Strata 1 (S1) atau setara S1, guru merupakan tenaga profesional, guru wajib mengikuti pendidikan profesi untuk memperoleh sertifikat profesi guru, dan guru berhak mendapat tunjangan profesi sebesar 1 (satu) kali gaji pokok bagi guru yang telah memperoleh sertifikat profesi.

Selain memperjuangkan tunjangan profesi, Koster juga berhasil memperjuangkan kenaikan gaji pokok, dan tunjangan fungsional guru.

Berkat Undang-Undang Guru dan Dosen, mulai tahun 2006, penghasilan guru meningkat lebih dari 2(dua) kali lipat, guru menjadi sejahtera, sehingga guru dapat berkonsentrasi penuh untuk mengajar siswa di sekolah yang berdampak pada peningkatan mutu pendidikan.

Peningkatan penghasilan guru dapat dipertahankan untuk selamanya, karena anggaran dalam APBN wajib mengalokasikan minimum 20% untuk sektor pendidikan, sehingga guru dapat menunaikan tugasnya dengan nyaman, dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.(*)

 

Info Denpasar Seputar Zona Integritas, Safari Kesehatan dan Kreativitas

0

Pemkot Denpasar Terus Berkomitmen Wujudkan Zona Integritas

Wujudkan Birrokrasi Bebas Korupsi dan Bersih Melayani

Ket foto : Pelaksanaan Penandatanganan Komitmen Bersama Pjs. Walikota Denpasar, I Dewa Gede Mahendra Putra bersama Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Bali Nusra, Sudarsono di Kantor Walikota Denpasar, Selasa (29/10).

DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM l Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen dalam mewujudkan Zona Integritas di setiap unit kerja. Hal ini dilaksanakan guna mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang bebas korupsi serta bersih melayani. Komitmen tersebut diwujudkan dengan pelaksanaan Penandatanganan Komitmen Bersama Pjs. Walikota Denpasar, I Dewa Gede Mahendra Putra bersama Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Bali Nusra, Sudarsono di Kantor Walikota Denpasar, Selasa (29/10).

Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, Kepala BPKAD Kota Denpasar, NI Putu Kusumawati, Kepala Bagian Hukum Setda Kota Denpasar, Komang Lestari Kusuma Dewi, jajaran Kanwil DJKN Bali Nusra serta instansi terkait lainya.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Bali Nusra, Sudarsono dalam kesempatan tersebut menjelaskan, penandanganan komitmen bersama ini dilaksanakan untuk dapat mewujudkan pembangunan ZI-WBK. Sehingga masyarakat dan pemangku kepentingan mengetahui komitmen untuk mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Mohon dukungan dari semua pemangku kepentingan sehingga sinergi ini dapat mengambil peran dalam terwujudnya birokrasi yang lebih baik dan dapat dibanggakan masyarakat,” ujarnya.

Pjs. Walikota Denpasar, I Dewa Gede Mahendra Putra dalam kesempatan tersebut menyatakan komitmen untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Langkah-langkah yang diambil meliputi peningkatan layanan publik yang efektif, penerapan sistem pengawasan yang ketat, serta pelibatan masyarakat dalam pengawasan. Melalui upaya ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang bersih dari praktik korupsi dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Dengan semua inisiatif ini, diharapkan Denpasar dapat menjadi contoh dalam penerapan Zona Integritas yang tidak hanya bersih dari korupsi, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan ramah kepada semua warga,” ujarnya.

Terdapat empat poin utama dalam Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas ini. Yakni pertama setiap ASN diharpkan berperan secara proaktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme serta tidak melibatkan diri dalam perbuatan tercela. Kedua, berbagi pengalaman dan strategi langkah utama percepatan pembangunan Zona Integritas dalam memperoleh predikat Wilayah Bebas Korupsi atau Wilayah Birokrasi Bersih Melayani.

Selanjutnya, ketiga, melanjutkan dan meningkatkan sinergi antar unit sesuai dengan tugas dan fungsi masing masing serta berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku dan keempat menyuarakan semangat integritas di setiap pertemuan bersama unit kerja, baik internal maupun eksternal. (AGs/TRA).

Peringati HKN, Pemkot Denpasar Gelar Safari Kesehatan

DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM l Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan Kota Denpasar terus menggencarkan Safari Kesehatan. Pelaksanaan Safari Kesehatan kali ini dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 Tahun 2024 bertempat di Banjar Abian Nangka Kaja, Desa Kesiman Petilan, pada Selasa (29/10).

Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi mengatakan Safari Kesehatan ini juga dilaksanakan untuk lebih mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Lebih lanjut dijelaskannya, adapun jenis pemeriksaan pada Safari Kesehatan ini meliputi promosi kesehatan, pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan kesehatan mata, dan juga screening Penyakit Tidak Menular (cek tensi, gula darah, asam urat dan kolesterol).

“Kami berharap dengan pelaksanaan ini masyarakat dapat lebih intensif dalam melakukan pengecekan kesehatan. Terlebih dalam safari kesehatan ini tidak dipungut biaya dan menyasar lingkup terkecil, yakni wilayah banjar sehingga masyarakat dapat lebih mudah untuk melakukan pengecekan kesehatan,” ujar Agung Candrawati.

Selebihnya Agung Candrawati juga menuturkan, safari kesehatan ini juga bekerjasama dengan berbagai pihak untuk memberikan pelayanan, antara lain dengan UPTD Puskesmas II Dentim yang memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan umum serta gigi dan screening PTM, kemudian John Fawcett Foundation (JFF) yang memberikan pelayanan pemeriksaan mata, pemberian kaca mata dan obat mata, serta kerja sama dengan RSUD Wangaya memberikan pelayanan fisioterapi.

Selain itu, ada juga Klinik Graha Medika yang memberikan pemeriksaan umum dan screening penyakit PTM, serta BPJS Kesehatan Cabang Denpasar memberikan pelayanan kepesertaan JKN. “Tujuan kegiatan untuk memberikan pelayanan kesehatan terpadu dan komprehensif serta mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu warga, Ketut Suandi mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Denpasar dan Dinas Kesehatan atas diselenggarakannya safari kesehatan yang langsung menyasar wilayah banjar-banjar. “Dengan adanya safari kesehatan ini kami bisa memeriksakan kesehatan dengan cepat, tanpa harus mengantre lama,” pungkasnya. (Arm/tra)

Kuatkan Budaya Literasi dan Gali Potensi Kreativitas Siswa

DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM l Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, menggelar Pentas Budaya Literasi pada, Selasa (29/10) di Ruang Taksu Gedung Dharma Negara Alaya (DNA). Dalam kesempatan ini hadir Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Dewa Nyoman Sudarsana dan Perwakilan OPD dilingkungan Pemkot Denpasar.

Acara juga turut mengundang ratusan siswa – siswi SMP se-Kota Denpasar dan perwakilan sejumlah instansi di Kota Denpasar. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana mendukung penuh pelaksanaan Pentas Budaya Literasi Kota Denpasar ini. “Budaya literasi sangat berperan penting dalam pendidikan karakter anak. Pembentukan karakter anak melalui masing-masing jalur pendidikan sangat penting baik pendidikan formal, informal dan non formal,” ujar Ketua DWP, Widnyani Wiradana.

Lebih lanjut disampaikan, budaya literasi yang diajarkan pada siswa sejak dini sehingga melalui pendidikan karakter siswa akan membentuk kepribadian yang baik. Tujuannya agar pada siswa dapat lebih memahami suatu informasi hingga membentuk pola pikir yang baik dan wawasan yang luas sertanwadah bagi siswa menunjukkan bakat, minat dan kreativitas dan menggali potensi mereka.

“Semoga kegiatan ini dapat memicu munculnya ide – ide kreatif dari siswa maupun pengajar. Secara tidak langsung menjadi gambaran hasil program penguatan literasi di sekolah, ” Ucap Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana.

Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Dewa Nyoman Sudarsana dalam sambutannya menjelaskan, Pentas Budaya Literasi merupakan ajang bagi siswa SMP se-Kota Denpasar dalam mengimplementasikan kreativitas. Juga untuk membudayakan gemar membaca dan literasi di kalangan pelajar di Kota Denpasar serta meningkatkan kemampuan siswa dalam menganalisa dan menerapkan pengetahun, latihan menyalurkan bakat dan kreativitas dan melatih keberanian pentas didepan umum.

“Acara ini dikemas dalam bentuk pentas seni tradisional dan modern menampilkan diantaranya Pentas Puisi oleh Juara 1 Tingkat Provinsi Bali 2024 asal SMPN 2 Denpasar, Musikal Literasi dari anak-anak SMPN 1 Denpasar, Teater Literasi dari anak-anak SMPN 9 Denpasar, Operet dari anak-anak SMPN 3 Denpasar serta Tari Tradisional Bali dari anak-anak SMPN 7 Denpasar,” ujarnya.

Kami juga memberikan kesempatan siswa sejumlah SMPN di Kota Denpasar memamerkan dan memasarkan produk kerajinan hasil karya mereka melalui pameran. Pada Pentas Budaya Literasi ini juga diserahkan penghargaan pemenang Lomba Video Bangga Denpasar dan Lomba Desain Logo dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan. “Pentas Budaya Literasi ini merupakan kegiatan perdana sebagai perintis agar kedepan dapan digelar secara kontinu dengan sasaran lebih luas, ” ujar Dewa Nyoman Sudarsana. (esa/tra)

Sekitar 4 Ribu Krama Denpasar Komit Pilih Koster-Giri dan Jaya -Wibawa

0

Koster-Giri Janji Tuntaskan Kemacetan, Sampah, Air Bersih dan Tata Kota

DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM l Dihadapan empat ribu warga Kota Denpasar, paslon Gubernur dan wakil Gubernur Bali nomor 2 Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) berkomitmen menuntaskan empat hal penting yang menjadi keresahan warga urban. Diantaranya soal air bersih, kemacetan, sampah, dan tatanan keindahan Kota Denpasar.

 Caption: Paslon Gubernur Bali nomor 2 Koster-Giri dan Paslon Walikota Denpasar nomor 2 Jaya-Wibawa disambut tarian di Desa Renon Denpasar, Minggu 27 Oktober 2024.

Hasil karya Wayan Koster yakni Bendungan Sidan di (Gianyar, Badung, Bangli) akan menjadi penyuplai air bersih bagi warga Denpasar, Badung dan sekitar saat diresmikan akhir 2024. Selain air bersih, persoalan kemacetan, sampah dan tata keindahan kota menjadi komitmen Koster-Giri untuk semua krama Bali di Kota Denpasar. Karena Denpasar merupakan wajah depan Pulau Dewata sebagai destinasi wisata dunia.

“Tugas besar Koster-Giri di Bali khususnya ibukota Denpasar, pertama tuntaskan macet, sampah, air, dan keindahan tata kota. Tiang telah merancang semua (infrastruktur dan transportasi modern,red) secara sinergi dengan program Kota Denpasar, soal macet, sampah, air dan tatanan kota yang indah,” tegas Koster dalam kampanye terbuka Koster-Giri dan Calon Walikota Denpasar nomor 2 IGN Jaya Negara dan Made Agus Wibawa (Jaya-Wibawa) di Wantilan Sewaka Prema Desa Adat Renon, Minggu 27 Oktober 2024.

Gubernur Bali 2018-2023 asal Desa Sembiran ini menjelaskan, akan membangun infrastruktur jalan di sejumlah lokasi rawan macet di Kota Denpasar dan Badung.
Seperti di Tohpati akan dibangun underpass, di Sanur dibangun sentral parkir Sanur. Koster-Giri juga akan membangun jalan baru dari Mahendradata Denpasar menuju Sunset Road Badung. Jalan baru ini guna mengatasi kemacetan yang terjadi di Jalan Imam Bonjol Denpasar. Selain itu Koster-Giri juga akan membangun sejumlah infrastruktur di kabupaten kota se Bali.

“Soal kemacetan di Denpasar dan Badung, kami akan membangun infrastruktur jalan dan juga transportasi modern Metro, subway, mass rapid transit atau Moda Raya Terpadu (MRT) bawah tanah secara bertahap selama lima tahun kedepan,” tegas Koster.

Anggota DPR RI tiga periode dari PDI Perjuangan ini menjelaskan, Cagub Bali nomor 2 Koster-Giri berkomitmen mengatasi persoalan sampah. Pria asal Sembiran ini yakin jika walikota dan wakil Walikota diduduki Jaya-WIbawa, maka sinergi terbaik akan terwujud untuk mengatasi semua kendala yang dialami krama Bali selama ini. “Soal sampah harus tuntas, masa Koster-Giri dan Jaya-Wibawa tak mampu menyelesaikan masalah sampah di Kota Denpasar. Kami komitmen dan janji tuntaskan ini,” tegas Koster diamini Cawagub Bali Giri Prasta.

Menurut Koster, terkait masalah klasik kemacetan akan tuntas selama lima tahun kedepan. Dimulai dari membangun infrastruktur jalan dan juga transportasi modern.   “Kemacetan akan kami selesaikan dalam waktu lima tahun dengan membangun infrastruktur jalan dan transportasi modern yang telah dirancang. Soal air bersih sudah ada bendungan Sidan dan kemudian tata keindahan Kota Denpasar sebagai wajah terdepan Pulau Bali kunjungan wisata dunia,” katanya.

Sementara itu, Nyoman Giri Prasta menjelaskan, krama Bali di Denpasar tak perlu khawatir. Karena setelah bendungan Sidan diresmikan, maka sumber air akan dialokasikan untuk Denpasar yang dinilai mencukupi kebutuhan warga Denpasar.  “Khusus masalah air di Kota Denpasar, kedepan setelah peresmian bendungan Sidan, minimal kota denpasar akan mendapatkan suplai air sebesar 7500 liter per detik,” tegas Bupati Badung dua periode.

Kampanye terbuka tahap kedua Koster-Giri dan Jaya-Wibawa dihadiri ribuan warga, pengurus PDIP dari DPD, DPC, PAC, ranting, relawan, partai pengusul dan pendukung. Hadir juga Ketua tim pemenangan Koster-Giri dan Jaya-WIbawa di Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, ketua tim pemenangan provinsi Alit Kelakan dan sejumlah anggota fraksi dari PDIP dan sejumlah tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan ini, I Gusti Ngurah Gede mengajak masyarakat Denpasar datang ke TPS pada Rabu 27 November 2024 pukul 07.00 hingga 12.00 WITA. Ia meminta warga memilih paslon nomor 2 karena telah berbuat untuk Denpasar dan Bali seutuhnya.
“Pariwisata Bali diperkuat seni budaya, adat dan tradisi. Pilihlah pemimpin yang mau bekerja keras dan semangat memajukan provinsi Bali. Koster-Giri dan Jaya-Wibawa telah terbukti membangun Bali dengan mengedepankan budaya dan tradisi,” katanya. (*)

Intlektual Anak Muda Bali Siap Menangkan Koster-Giri

Koster juga meminta agar dirinya menjadi milik semua kaum muda di Bali
DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM l Pemimpin visioner dan pekerja keras Wayan Koster, menerima tantangan menghadiri Diskusi Memikat (SIKAT) yang digelar Gemini di Denpasar, Minggu 27 Oktober 2024.  Koster tampil apik di hadapan ratusan kaum muda intelektual Bali.
Beragam pertanyaan, kritik, saran, keluh kesah disampaikan langsung kepada Cagub Bali nomor 2 Wayan Koster (Koster-Giri). Koster merespon dengan menyajikan data dan fakta secara lisan terkait apa yang telah dilakukan untuk Bali selama menjadi Gubernur, dan apa yang dilakukan ketika kembali diberi mandat krama Bali.
Diskusi memikat ini digelar dengan tema Peran Pemuda Masa Kini, Penentu Pemimpin Bali. Diskusi dikendalikan moderator Bulan Chantika dan Wirya Sukmana. Kemudian dipimpin Komandan Penantang yakni Dr. Anak Agung Gede Krisna Murti dari Warmadewa, tokoh pemuda nasional Aryo Seno Bagaskoro, dan Dr. Dewa Gede Wiryangga akademisi Unud.
Koster sebagai calon pemimpin Bali kedepan disikat tuntas. Anggota DPR RI tiga periode ini merasa bersyukur bisa berinteraksi langsung dengan kaum muda Bali (Milenial dan Gen Z). Ia berharap kegiatan ini rutin digelar. Koster juga meminta agar dirinya menjadi milik semua kaum muda di Bali.  “Pertemuan ini menjadi awal, apa yang akan kaum muda jalankan kedepan. Astungkara saya sebagai Gubernur Bali lagi, jadikanlah Koster sebagai milik anak-anak muda di provinsi Bali,” kata Koster.
Koster menjelaskan, ini menjadi pengalaman terbaik bisa berinteraksi langsung bersama kaum muda intelektual. Banyak mendapat masukan, juga ide yang menginspirasi untuk menjalankan pemerintahan dan pembangunan Bali ke depan.  “Astungkara saya terpilih menjadi Gubernur Bali, saya akan aktif berhubungan dengan komunitas dan berinteraksi dengan kawan-kawan semua. Kita jangan berhenti di sini, kalau saya ditinggal, siapa yang kawal cerita yang bagus-bagus tadi (Minggu 27 Oktober 2024,red), jadi yang mengawal itu kaum muda,” jelasnya.
Koster mengatakan akan membuka ruang komunikasi secara rutin bersama adik semua. Kemudian, akan melibatkan secara langsung anak muda.  Karena kebutuhan zaman kedepan sangat diwarnai oleh generasi muda.  “Kita libatkan generasi muda masuk ke sistem, apakah itu staf khusus apapun namanya yang isinya anak muda. Kita harus membangun ruang kreasi dan kreatif anak muda dalam mengebangkan perkenomian yang ada di Bali,” katanya.
Sementara itu, Dewa Agung Putra Agung, Koordinator Gerakan Muda Masa Kini (GEMINI) mengatakan acara ini digagaskan untuk mendengarkan konsep membangun Bali para paslon Gubernur Bali. Secara khusus, ia mengomentari kepemimpinan Wayan Koster selama lima tahun Gubernur Bali sebelumnya dan bakal duduk lima tahun kedepan.
“Kepemimpinan Pak Koster selama ini, sangat baik. Kebijakan beliau sangat menjaga adat dan budaya Bali. Harapan kita, kedepan ketika memimpin dan menjadi Gubernur Bali selanjutnya tetap bisa menjaga budaya Bali. dan merangkul anak muda ikut berkontribusi pembangunan kedepan,” ujarnya.
Ia membeberkan beberapa aspirasi anak muda yang ditampung selama ini yakni tentang pariwisata, budaya adat pendidikan di Bali. Terkait rencana Perda tentang kepemudaan yang dicetuskan Koster, dia mengatakan Perda ini sangat bagus bagi anak muda Bali. Karena bisa menghimpun semua anak muda di Bali. Anak muda bisa ikut secara langsung membangun Bali kedepannya.
Di sisi lain, ia juga memaparkan pandangan pribadi terkait pemaparan Pak Koster (Koster-Giri) pada acara hearing yang digelar GIPI/BTB Bali bertajuk Pariwisata Bali mau dibawa kemana?.  Menurut dia beliau lebih lengkap. Beliau sudah merasakan dampak pariwisata di Bali pada covid dan masa sekarang.  “Apapun yang diprogramkan Pak Koster kedepan untuk pariwisata sangat jelas dan baik untuk Bali,” tegasnya. (*)

Koster -Giri Siapakan Beasiswa dan Bantuan Subak 50 Juta

0

Koster-Giri dan Joss 24 Jamin Hidup dan Mati Krama Buleleng


BULELELNG – NEWSINTERMEDIA.COM l Paslon Gubernur Bali nomor 2 Wayan Koster dan Giri Prasta (Koster-Giri) dan Cabup Buleleng nomor 2 Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna ( Sutjitdra-Supriatna Joss 24) menggelar kampanye terbuka di Kacamatan Kubutambahan Buleleng, Sabtu 26 Oktober 2024.

Warga desa se Kecamatan Kubutambahan antusias menyambut kedua paslon. Seperti yang terlihat di Desa Bengkala. Ribuan warga mengenakan t-shirt berwarna merah bertuliskan joss 24 dan Koster-Giri memenuhi wantilan desa. Mereka antusias mendengar semua program-program Koster-Giri dan Joss 24. Beberapa program yang akan direalisasikan ketika terpilih nanti seperti menjamin hidup dan mati krama Buleleng.

Artinya, kebutuhan krama selama hidup mejadi prioritas perjuangan Koster-Giri dan Joss 24 mensejahterakan semua warga. Seperti kebutuhan layanan kesehatan, pendidikan, air bersih, infrastruktur, adat, budaya seni, agama, alam dan kearifan lokal Bali

Kemudian, saat warga sakit dan meninggal, itupun akan menjadi program prioritas Koster-Giri dan Joss 24. Seperti pelayanan kesehatan gratis tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten dan provinsi. Jika meninggal dunia, akan disediakan fasilitas antar jemput jenazah gratis, penitipan gratis dan juga ngaben massal gratis. “Satu diantara program Joss 24 yakni kesehatan gratis, biaya penitipan gratis, antar jemput jenasah juga gratis. Program ini gratis bagi krama Bali memegang kartu KIS,” kata dr Sutjidra, Cabup Buleleng nomor 2.

Selain kesehatan gratis, Koster-Giri dan Joss 24 juga berkomitmen memberikan pendidikan gratis dan pembangunan sekolah. Untuk siswa jenjang SD, SMP bebas biaya alias gratis dan dibantu perangkat sekolah pada tahun ajaran baru. Sementara untuk jenjang SMA akan disiapkan beasiswa bagi siswa tidak mampu dan yang berprestasi. “Kami akan bantu perangkat sekolah seperti tas, seragam, buku dan sepatu bagi siswa SD dan SMP pada tahun ajaran baru. Jenjang SMA akan mendapat beasiswa dari Koster-Giri,” katanya.

Program diskon 90 persen untuk Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dari lahan produktif akan diterapkan saat mendapat mandat pimpin Buleleng. Selain itu, masih banyak program-program yang telah dan akan dilanjutkan Joss 24. Sebagai mantan Wakil Bupati Buleleng dua periode dan Ketua DPRD Buleleng, Joss 24 (Sutjidra dan Supriatna) yakin memahami seutuhnya kebutuhan krama Bali hidup mati.

Sementara itu, Cagub Bali nomor 2 Wayan Koster (Koster-Giri) menjelaskan akan memberikan beasiswa kepada siswa-siswi SMA yang berprestasi dan yang berada dibawah garis kemiskinan. Agar mereka bisa melanjutkan pendidikan tinggi.
Koster tak ingin ada anak krama Bali yang putus sekolah ketika tamat SMA.

“Koster-Giri akan memberikan beasiswa untuk anak-anak tak mampu dan berprestasi di Desa Bengkala Buleleng dan Bali seluruhnya. Anak-anak SMA nanti tiang yang dibantu, sementara anak SD dan SMP di Buleleng Pak Joss 24 akan gratis pendidikanya,” kata Koster.

Selain itu, program-program pembangunan Bali berlandaskan visi nangun sat kerthi loka Bali akan dilanjutkan Koster-Giri. Bantuan khusus keuangan (BKK) untuk desa adat akan tetap diberikan. Bahkan akan dinaikan angkanya dari sebelum Rp 300 juta per desa adat setiap tahun. Kenaikan ini bertujuan untuk memperkuat tatanan desa adat dalam menjalankan tugas menjaga tradisi, budaya seni dan kearifan lokal Bali.

Koster-Giri juga akan kembali menyalurkan BKK untuk subak se Buleleng dan Bali seluruhnya. Bantuan Rp 50 juta per subak setiap tahun akan kembali diberikan kepada petani. Tujuannya agar Bali bisa mempertahankan lahan sawah dan berdaulat pangan. “Subak ini mengatur pengairan dan irigasi pertanian di Bali. Ini untuk mempertahankan sawah dan penghasil beras. Subak sudah atur dalam UU Nomor 15 tahun 2023, dan sudah dituangkan dalam 100 tahun Bali Era Baru,” jelas Koster. (*)

Dinas Perindag Bali Pastikan Peruntukan Gas LPG 3 kg Tepat Sasaran

0

Tim Pengawasan Terpadu Gelar Sidak SPPBE Wilayah Denpasar

DENPASAR – NEWSINTERMEDIA.COM l Dalam rangka memastikan penggunaan dan peruntukan gas LPG 3 kg tepat sasaran, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali bekerja sama dengan Pertamina, Hiswana Migas, Satpol PP, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi, serta Biro Hukum Setda Provinsi Bali melakukan inspeksi mendadak di sejumlah lokasi.

Pengawasan kali ini dilaksanakan di enam lokasi. Untuk memastikan teknis pengisian tabung gas LPG yang sesuai standar, Tim Pengawasan Terpadu melaksanakan inspeksi mendadak di PT Sadikun LPG 3 Kg dan PT Sari Dharma Mandiri.

Pengawasan dilakukan dengan metode uji petik melalui pengambilan sampel tabung LPG 3 kg dan 12 kg di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT Sadikun LPG 3 Kg. Berdasarkan sampel yang diambil, pengisian gas dilakukan sesuai SOP yang berlaku dan beratnya sesuai ketentuan. Selain itu, pengawasan juga dilakukan di agen, pangkalan, serta restoran yang menjual dan menggunakan gas LPG.

Ketua Tim Pengawasan Terpadu, Pengawas Perdagangan Disperindag Bali, I Wayan Pasek Putra, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dan terpadu untuk memastikan gas LPG 3 kg telah tersalurkan tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak. Dari dua lokasi pengisian gas LPG, ditemukan beberapa tabung gas yang masuk kategori kadaluarsa namun masih digunakan. Pihaknya meminta manajemen pengisian gas LPG tersebut untuk lebih teliti agar tidak terjadi risiko yang dapat membahayakan masyarakat.

Pengawasan ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang merasa tidak puas karena LPG 3 kg yang mereka terima tidak sesuai standar dan cepat habis. Pengawasan yang dilaksanakan untuk ke-7 kalinya setelah di 6 kabupaten lainnya ini memfokuskan pada penimbangan kesesuaian isi, yang kerap kali masih ditemukan tidak sesuai. Selain itu, dilakukan pengecekan terhadap kelengkapan seal atau karet pada tabung LPG, karena ada yang tidak berisi karet atau tidak sesuai standar penutup.

Tabung yang sudah karatan atau tidak layak juga mendapat perhatian khusus untuk memastikan tetap memenuhi standar kualitas demi keselamatan konsumen.Peran pemerintah daerah sangat penting dalam mengedukasi konsumen dan pelaku usaha agar  menggunakan LPG sesuai peruntukannya.

Sales Branch Manager V Bali Pertamina, M. Affriyana Al Hilmy, mengapresiasi akurasi timbangan yang masih tepat, namun menekankan pentingnya pengecekan pemasangan karet seal dan segel yang kuat untuk menghindari pembongkaran dan pengoplosan oleh oknum tidak bertanggung jawab. (tutt/tra).

Mari Simak Komentar Koster Soal #One Komando#

0

Begini Edukasi Cerdas Koster Soal Tagline One Komando

Paslon Gubernur Bali nomor 2 Wayan Koster dan Giri Prasta (Koster-Giri) di ruang transit sebelum mengikuti talkshow pariwisata Bali mau dibawa kemana? di Jimbaran, Jumat 25 Oktober 2024.

DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM l Calon Gubernur Bali Wayan Koster secara lugas dan terang benderang menjelaskan pertanyaan publik selama suksesi Pilkada Serentak November mendatang. Jika sebelumnya pertanyaan yang sama berseliweran di platform media sosial dan kemudian ditanggapi dengan berbagai versi. Pertanyaan publik ini kembali ditanyakan dalam forum terbuka saat Koster tampil sebagai pembicara dan acara yang digagas oleh Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali di Jimbaran, Jumat sore (26/10) kemarin.

Forum yang mewakili 1,2 juta warga yang bekerja di sektor pariwisata Bali ini kembali mempersoalkan tagline #one comando# yang digagas oleh salah satu Paslon di Bali. Dalam forum pariwisata itu ada peserta yang bertanya, “bagaimana jika gubernur tidak sejalur dengan pusat?”.

Mendapat pertanyaan tersebut, Koster langsung menjelaskan secara lugas. Pria asal Sambiran ini mengatakan, siapa pun presiden terpilih maka dia harus menjalankan UU peraturan yang ada. Koster mengatakan, yang paling dikuatirkan oleh warga Bali selama ini adalah jika Gubernur Bali itu berbeda partai dengan presiden dan dikuatirkan akan banyak mengalami hambatan dalam membangun Bali. “Saya cukup lama duduk di Badan Anggaran DPR RI.

Sudah biasa mengalokasikan anggaran APBN ke daerah, baik provinsi maupun kabupaten kota, bahkan desa dengan undang-undang yang sudah ada. Pengaturan alokasi anggaran dari APBN ke daerah ada normanya, diatur dengan undang-undang, yakni UU Tentang Pemerintah Daerah dan UU Tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah,” ujarnya.

Jadi warga Bali tidak perlu kuatir soal perbedaan partai antara Gubernur Bali dan Presiden Prabowo Subianto. Sebab semua itu ada aturan mainnya yang sudah dijalankan. Anggota DPR RI tiga periode menjelaskan, ada tiga skema alokasi anggaran dari pusat ke daerah. Pertama, dana lokasi umum (DAU). DAU sudah ada rumusnya, luas wilayahnya berapa, jumlah penduduk dan tingkat kemiskinannya seperti apa. “Ini rumus yang tidak bisa diintervensi oleh siapa pun. Dia berjalan dengan sistemnya dengan pasalnya,” ujarnya.

Kedua, dana alokasi khusus (DAK). DAK ini bertujuan untuk menyelenggarakan berbagai program pembangunan di daerah untuk kepentingan pusat. Program pembangunan ini dilaksanakan di daerah tetapi tujuannya untuk ke pusat. “Kalau pusat punya pekerjaan, misalnya di daerah untuk mencapai tujuan tertentu dengan programnya, maka pusat wajib mengalokasikan anggaran tanpa diminta. Misalnya untuk infrastruktur pertanian, kesehatan dan pendidikan. Ini amanat UU,” ujarnya.

Ketiga, adalah dana bagi hasil pusat dan daerah. Itu pun sama. Rumusnya berapa yang masuk dari Bali ke pusat. Menurut undang-undang, sekian persen dia harus dikembalikan dalam bentuk dana bagi hasil. Koster memastikan, 3 sumber ini keuangan ini tidak perlu diintervensi oleh siapapun. Sebab dia berjalan sesuai UU atau regulasinya sudah ada. Bahkan presiden pun tidak bisa intervensi.

Selain tiga sumber dana tersebut, masih ada lagi sumber dana dari APBN melalui beberapa kementerian, yang memang ada alokasinya ke daerah. Untuk di Bali, contohnya adalah pembangunan shortcut Mengwi-Singaraja. Programnya itu dialokasikan ke daerah seperti membangun jalan shortcut. Pembebasan lahan dibiayai oleh provinsi dan pembangunan infrastruktur dibiayai oleh pusat.

“Menurut saya Kementrian pun punya prioritas untuk pembangunan daerah. Jadi saya pastikan, presiden, gubernur, bupati, kalaupun tidak satu partai, tidak ada masalah. Sebab bukan itu pendekatannya. Pendekatannya adalah membangun wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, masyarakat seluruh Indonesia, sesuai haknya yang diatur dengan konstitusi,” ujarnya.

Koster pun dengan sangat rendah hati dan percaya, jika Presiden Prabowo Subianto adalah orang yang sangat nasionalis, sangat dedicated. Dia akan tetap mencintai Bali. “Kalau saya terpilih menjadi gubernur dan Pak Giri menjadi wakil gubernur, saya akan menghadap Bapak presiden Prabowo Subianto.

Bapak Presiden akan tahu banyak soal Bali. Sebab, 45% devisanya Indonesia berasal dari Bali, pusat sangat berkepentingan dengan Bali, masyarakat dunia berkepentingan dengan Bali. Saya yakin tidak perlu dikuatirkan, dan saya punya seni sendiri untuk untuk melakukan itu karena pengalaman di Banggar DPR RI,” ujarnya. (*).

 

Info Denpasar Seputar Posyandu dan Lomba Baleganjur

0

TP PKK Denpasar Gelar Penutupan Posyandu Paripurna 

DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM l Tim Penggerak PKK Kota Denpasar menggelar kegiatan penutupan Posyandu Paripurna, di 3 lokasi, Sabtu (26/10). Dilaksanakan secara berurutan yakni Banjar Celuk, Kelurahan Panjer, Denpasar Selatan, kemudian dilanjutkan di Lingkungan Kartika, Kelurahan Dauh Puri, Denpasar Barat, dan yang terakhir di Banjar Kepuh, Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, penutupan  ini menandai berakhirnya serangkaian kegiatan posyandu untuk balita, ibu hamil dan lansia yang telah dilaksanakan selama kurun waktu 3 bulan di wilayah tersebut.

Hadir langsung pada kesempatan itu, Penjabat Sementara (Pjs) Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Desak Nyoman Sekar Mahendra, didampingi Sekretaris TP PKK Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, Kepala Dinas PMD Kota Denpasar, I Wayan Budha, serta beberapa pihak terkait lainnya.

Dalam arahannya, Pjs Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Desak Nyoman Sekar Mahendra mengapresiasi suksesnya pelaksanaan posyandu paripurna kali ini. “Saya mengucapkan terima kasih atas segala upaya yang telah dilakukan oleh tim penggerak PKK Denpasar Barat, Denpasar Selatan dan Denpasar Utara dalam pelaksanaan Posyandu Paripurna ini. Saya harap setelah pelaksanaan posyandu paripurna ini, pelaksanaan posyandu mandiri tetap dilaksanakan sebagai bagian dari pelayanan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kota Denpasar, I Wayan Budha dalam kesempatan yang sama mengatakan, pelaksanaan posyandu ini bisa dijadikan sebagai momentum dalam upaya pencegahan stunting. “Pelaksanaan posyandu sebagai salah satu layanan kesehatan masyarakat, bisa dijadikan sebagai media untuk mengedukasi warga tentang pencegahan stunting. Saya harapkan semua elemen masyarakat dapat ikut berperan memerangi stunting untuk mencetak generasi emas 2045,” tuturnya.

Sebagai informasi, sejumlah lansia, ibu hamil dan balita ikut meramaikan gelaran penutupan posyandu itu. Selain menghadiri seremonial penutupan, para lansia peserta posyandu itu juga mengikuti senam dan pemeriksaan kesehatan berkala yang merupakan bagian acara pada kegiatan posyandu.

Para ibu hamil dan balita juga tak luput dari pengecekan kesehatan dan penimbangan berat badan oleh petugas kesehatan. Kepada para peserta posyandu, dibagikan pula PMT matang, bahan sayuran mentah, dan juga biskuit untuk menambah asupan gizi. (Win/tra).

Jaring Bibit Seniman Muda
Pemkot Kembali Gelar Lomba Baleganjur

DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM l Pemkot Denpasar kembali menggelar Lomba Baleganjur Tahun 2024 di Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung, yang resmi dibuka pada Jumat sore, (26/10). Kegiatan ini ditandai dengan penyerahan piagam dan dana pembinaan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, didampingi Anggota DPRD Kota Denpasar, Wayan Suadi Putra. Lomba yang berlangsung hingga Sabtu, 27 Oktober ini bertujuan menjaring bibit-bibit seniman muda serta memperkuat seni dan budaya di Denpasar.

Dalam sela-sela kegiatan, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, menyampaikan bahwa antusiasme generasi muda terhadap Baleganjur sangat tinggi, terbukti dari banyaknya anak muda di Bali, termasuk di Denpasar, yang mahir memainkan berbagai instrumen Baleganjur. Komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam menggelar lomba ini bertujuan untuk membina, mengembangkan, dan melestarikan kesenian sakral, terutama seni tetabuhan yang ada di Kota Denpasar.

Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada para generasi muda menujukkan tehniknya serta memanfaatkan olah kreativitas tangan dalam permainan seni gambelan. “Sebagai kota yang heterogen, lomba ini diikuti oleh peserta yang lumayan banyak, nantinya pemenang lomba akan terus dilaksanakan pembinaan untuk disiapkan sebagai Duta Seni Kota Denpasar, kami bangga melihat anak-anak muda tetap berkreatifitas dan tidak kehilangan jati diri,” ujarnya

Sementara Kabid Kesenian, I Wayan Narta menjelaskan pelaksanaan lomba kali ini bersifat terbuka untuk generasi muda Kota Denpasar yang kali ini diikuti oleh 12 sekaa. Dimana, peserta yang merupakan sekaa Baleganjur sebunan tingkat desa dinas/adat dan atau/banjar se- Kota Denpasar ini menampilkan Seni Baleganjur dengan tema Kepahlawanan/Heroik dengan durasi waktu 8 – 12 menit.

Dikatakannya, beberapa unsur menjadi dasar pengamatan meliputi pada kegiatan tahun ini. Yakni Teknik (gegedig dan tetekep), Ide dan Gagasan, Struktur meliputi komposisi (pangawit, pangawak, pangecet), Kreativitas (pengembangan musikalitas dan originalitas garapan) serta Penampilan (ekspresi, gerak dan tabuh) dan pemanfaatan ruang dan stage.
Dimana, Sekaa yang tampil diberikan uang pembinaan sebesar Rp. 15 Juta dan bagi 4 peserta dengan penampilan terbaik akan diberikan tambahan uang dan penghargaan.

“Garapan Baleganjur tetap mempertahankan struktur tabuh Baleganjur tradisi yang dikembangkan (dikreasikan) dan atraksi yang disesuaikan dengan tema dan judul garapan. Sentuhan inovasi menjadi tolak ukur kreativitas, pola struktur lagu dikemas dalam satu kesatuan yang utuh tidak terpisahkan,” jelasnya. (Eka/tra)

Info Bali Terkait Netralitas ASN, Desa Antikorupsi,Alutsista dan Hatinya PKK

0

Netralitas ASN/Non ASN Jelang Pilkada 2024, Satgas Netralitas Lakukan Sidak di Tabanan dan Buleleng

TABANAN – NEWSINTERMEDIA.COM l Menjelang Pilkada serentak pada 27 November 2024, Satgas Netralitas ASN/Non ASN semakin intensif melakukan sidak ke berbagai kabupaten/kota di Bali. Sidak ini bertujuan memastikan bahwa ASN dan Non ASN di Provinsi Bali menjaga netralitas selama masa kampanye Pilkada, khususnya dalam Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Ketua Satgas Netralitas ASN/Non ASN, I Wayan Sugiada, menegaskan pentingnya menjaga netralitas di kalangan ASN dan Non ASN, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN.

“ASN harus netral dan dilarang menjadi anggota atau pengurus partai politik, serta tidak boleh berpihak kepada calon mana pun dalam Pilkada 2024 ini. Ketidaknetralan ASN bisa merugikan negara, pemerintah, dan masyarakat,” ujar Sugiada di sela sidak di UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) Provinsi Bali, Kabupaten Tabanan, Kamis (24/10).

Ia juga mengingatkan agar ASN dan Non ASN tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis, termasuk penggunaan media sosial secara tidak netral. Satgas Netralitas ASN/Non ASN, lanjutnya, memiliki tiga tugas utama: pencegahan, penindakan, dan monitoring. Langkah pencegahan telah dilakukan melalui pengarahan dari Bawaslu, penandatanganan Pakta Integritas, dan pengucapan ikrar netralitas ASN/Non ASN.

Dalam arahannya, Wayan Sugiada menegaskan bahwa semua ASN/Non ASN yang telah menandatangani Pakta Integritas harus mematuhinya. “Pada Pilkada 27 November 2024 nanti, ASN/Non ASN dipersilakan menggunakan hak pilihnya, tetapi tidak boleh memengaruhi atau secara terbuka mendukung salah satu pasangan calon,” tegasnya.

Netralitas ASN dan Non ASN adalah fondasi utama untuk menjaga integritas Pilkada 2024 di Bali. Pelanggaran netralitas dapat berupa disiplin dan kode etik. Pelanggaran disiplin termasuk dukungan terhadap pasangan calon, menjadi pengurus partai politik, serta berpartisipasi dalam kampanye. Pelanggaran kode etik mencakup membuat postingan, memberikan like, komentar, dan membagikan konten pasangan calon, serta menghadiri deklarasi pasangan calon.

Jika ASN atau Non ASN terbukti melanggar, mereka bisa dikenakan sanksi disiplin sedang berupa pemotongan Tunjangan Kinerja (Tukin) sebesar 25% selama 6 hingga 12 bulan. Pelanggaran berat bisa berujung pada penurunan jabatan selama 12 bulan, pembebasan jabatan, atau bahkan pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.

Untuk memastikan kelancaran Pilkada serentak 2024 dan tetap memberikan layanan publik yang optimal, Satgas akan terus melakukan monitoring, pembinaan, dan sosialisasi netralitas ASN/Non ASN dengan melibatkan Inspektorat Provinsi Bali, BKPSDM Provinsi Bali, Satpol PP, Kesbangpol, dan Biro Hukum.

Masih di hari yang sama, seusai melakukan sidak di Kabupaten Tabanan, Satgas Netralitas ASN Provinsi Bali juga melakukan kegiatan yang sama di UPTD PPRD Provinsi Bali Kabupaten Buleleng. (tutt/tra).

Tim Penilai Desa Antikorupsi Provinsi Bali Lakukan Observasi

DENPASAR – NEWSINTERMEDIA.COM lTim Penilai Desa Antikorupsi Provinsi Bali kembali melakukan observasi lapangan untuk menilai sejumlah desa yang diusulkan sebagai Desa Percontohan Antikorupsi. Salah satu desa yang dikunjungi adalah Desa Tegal Harum, Denpasar Barat, Kota Denpasar, serta Desa Gubug di Kabupaten Tabanan, pada Rabu pagi (24/10).

Suparta, Inspektur Pembantu (Irban) 5 Provinsi Bali, mewakili Inspektur Provinsi Bali I Wayan Sugiada, menyampaikan bahwa program Desa Antikorupsi bertujuan meningkatkan integritas dan akuntabilitas di pemerintahan desa. “Pemerintah desa kini mengelola anggaran besar dari APBN dan APBD, sehingga penting untuk meningkatkan pengawasan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang transparan serta keterlibatan masyarakat. “Keandalan perangkat desa sangat diperlukan, dan masyarakat harus aktif dalam perencanaan serta pelaksanaan pembangunan,” lanjutnya.

Menurutnya, program ini merupakan inisiatif KPK RI melalui Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat, bekerja sama dengan kementerian terkait, LSM, akademisi, kepala desa, serta tokoh agama dan masyarakat. Tujuannya adalah menyebarluaskan nilai-nilai antikorupsi dan memperbaiki tata kelola pemerintahan desa.

“Kami harap desa-desa yang dinilai dapat mencapai nilai sempurna, yakni 100. Semua pihak harus fokus dan serius dalam menunjukkan potensi desa,” tambah Suparta.

Desa Tegal Harum sendiri diapresiasi oleh Asisten I Setda Kota Denpasar, I Made Toya, yang hadir mewakili Pj Walikota Denpasar, I Dewa Gede Mahendra Putra. Ia mengungkapkan bahwa Desa Tegal Harum merupakan desa berprestasi yang sangat tepat menjadi percontohan. “Kami berharap tim penilai bisa melihat langsung dan mendapatkan informasi terkait langkah-langkah pencegahan korupsi yang telah dijalankan di desa kami,” tuturnya.

Lebih lanjut, Made Toya menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang akuntabel dan transparan di tingkat desa. “Penyampaian informasi dan sosialisasi kepada masyarakat harus lebih masif agar budaya antikorupsi bisa dibangun secara bersama-sama,” tegasnya.

Selain di Desa Tegal Harum, Denpasar, tim penilai Desa Antikorupsi juga melakukan penilaian di Desa Gubug, Tabanan.

Dalam penilaian kali ini, tim dari Inspektorat Provinsi Bali mengamati lima aspek utama, yaitu penguatan tata laksana, pengawasan, kualitas pelayanan publik, partisipasi masyarakat, dan kearifan lokal. Selain itu, tim juga meninjau dokumen fisik dan digital, serta mengevaluasi langsung pelayanan kepada masyarakat dan proyek pembangunan di desa. Sebelumnya, tim penilai juga telah menyambangi desa-desa di Kabupaten Badung, Karangasem, Buleleng, Bangli, Klungkung, dan Gianyar. (noer/tra).

 Pj. Gubernur Bali Dukung Pameran Alutsista TNI

DENPASAR– NEWSINTERMEDIA.COM l Pj. Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya menyatakan dukungan dan apresiasinya atas penyelenggaraan Pameran Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI di Denpasar. Kegiatan yang berlangsung di Mal Living World Denpasar ini bertujuan mengenalkan sistem pertahanan TNI kepada masyarakat dan berlangsung mulai tanggal 24 hingga 27 Oktober 2024.

Pameran yang diresmikan oleh Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Muhammad Zamroni, adalah bagian dari peringatan HUT ke-79 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dalam kesempatan ini, Pj. Gubernur Bali menyampaikan harapannya agar pameran ini dapat memperkuat rasa cinta tanah air dan membangkitkan kebanggaan masyarakat terhadap TNI sebagai penjaga kedaulatan bangsa.

“Pameran Alutsista ini diharapkan menarik minat masyarakat, memperkuat rasa nasionalisme, dan meningkatkan kebanggaan terhadap peran TNI,” ujar Pj. Gubernur. Pj. Gubernur yang juga purnawirawan Polri ini terlihat antusias mengunjungi setiap stan yang memamerkan sistem persenjataan TNI dari berbagai matra.

Pangdam Zamroni juga menekankan pentingnya pameran ini sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal lebih dekat peran TNI dalam menjaga kedaulatan negara. “Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi generasi muda untuk mengenal dan mendukung TNI, serta membangun minat mereka untuk bergabung di masa depan,” ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi dalam kesuksesan acara ini.

Pameran Alutsista TNI ini menghadirkan peralatan dari TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara. Selain itu, acara ini juga menampilkan produk-produk unggulan dari 14 UMKM lokal Bali yang diharapkan mampu mendukung ekonomi lokal. UMKM binaan TNI ini menampilkan berbagai produk mulai dari fashion, makanan, hingga kriya.

Sebagai salah satu kolaborasi antara Living World Denpasar dan Kodam IX/Udayana, acara ini memberikan kesempatan bagi masyarakat Bali untuk melihat lebih dekat berbagai alutsista, termasuk Panser Anoa, Panser Tarantula, kendaraan ATV, UTV, robot, body armor, dan perlengkapan tempur lainnya. Para pengunjung juga dapat melihat miniatur pesawat, kapal perang, serta alat pertahanan dari tiga matra TNI.

Dengan konsep pameran yang interaktif, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda edukatif dan rekreatif yang mendukung wawasan kebangsaan dan pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat lokal dan wisatawan di Bali.(NOER/TRA).

Pj. Gubernur Harap Program HATINYA PKK dan DELIGI Terus Berlanjut

GIANYARNEWSINTERMEDIA.COM l Pj. Gubernur Bali, S.M. Mahendra Jaya, mengapresiasi program HATINYA PKK dan Desa Peduli Gigi. Ia berharap kedua program tersebut tidak hanya selesai pada acara peresmian, namun menjadi langkah awal untuk terus dilanjutkan dan dikembangkan. Hal itu disampaikannya saat meresmikan Model Desa Binaan TP PKK Provinsi Bali “Telajakan Bersemi AKU HATINYA PKK dan Desa Peduli Gigi (Deligi)” di Balai Banjar Temesi, Desa Temesi, Gianyar, pada Jumat (25/10).

Dalam kesempatan tersebut, ia memuji program-program unggulan yang dikeluarkan oleh TP PKK Bali. Program tersebut dinilai mendorong potensi desa serta memperkuat kerja sama (Ngrombo) yang baik dalam m…
[21.56, 25/10/2024] Pers Leonk: Dispar Provinsi Bali Monitoring PWA di Kawasan Pura Besakih untuk Pariwisata Bali Berkualitas dan Berkelanjutan

Karangasem – Pemerintah Provinsi Bali terus mengupayakan peningkatan kualitas dan keberlanjutan pariwisata melalui pelaksanaan monitoring yang ketat terhadap wisatawan yang datang, termasuk kewajiban pembayaran Tourism Levy Voucher atau Pungutan Wisatawan Asing (PWA). Dana yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan kembali untuk pengelolaan dan pengembangan sektor utama pendukung pariwisata Bali.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Cok Bagus Pemayun, saat melaksanakan monitoring dan sosialisasi PWA di kawasan Pura Agung Besakih, Rendang, Karangasem, Jumat (25/10).

Cok Bagus Pemayun menegaskan bahwa upaya peningkatan kualitas pariwisata Bali terkait PWA diwujudkan melalui pembayaran yang telah dilakukan oleh para wisatawan. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk menjaga lingkungan dan melestarikan budaya Bali, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pungutan bagi Wisatawan Asing (PWA). Melalui monitoring dan sosialisasi, ia ingin memastikan wisatawan telah memenuhi kewajiban tersebut.

“Saat ini, sekitar 35-40 persen wisatawan telah membayar Levy Voucher. Kami harapkan angka ini dapat ditingkatkan seiring dengan penyempurnaan sistem yang terus berjalan. Monitoring ini penting untuk memastikan Bali menerapkan standar yang diakui secara nasional dan internasional,” ujar Cok Bagus Pemayun.

Seiring dengan itu, pemerintah berencana memasang alat pemindai otomatis di bandara untuk meningkatkan efisiensi monitoring pembayaran. Selain itu, kerja sama dengan pihak pariwisata dan mitra internasional terus dilakukan untuk mengedukasi wisatawan agar melakukan pembayaran sebelum tiba di Bali, sehingga antrean di bandara dapat dikurangi.

“Sosialisasi mengenai program ini telah kami lakukan secara bertahap, namun kami sadar bahwa program baru ini membutuhkan edukasi yang berkelanjutan selama beberapa tahun ke depan agar bisa berjalan maksimal,” tambah Pemayun.

Di sisi lain, Ketua Pengelola Kawasan Pariwisata Pura Besakih, Gusti Lanang Muliartha, juga menyatakan dukungan terhadap program monitoring dan sosialisasi PWA yang digelar Dispar Provinsi Bali untuk memastikan penerapan Perda PWA yang telah berjalan sejak Februari 2024 dengan tarif Rp 150.000 per orang.

“Ya, ini sangat bagus, karena sudah ada peraturan daerahnya, tinggal harus ditegakkan. Yang penting, ada tiga poin yang harus dilakukan, yakni bagaimana mengkomunikasikan kepada pihak wisatawan dengan baik dan tepat. Berikutnya, bagaimana teknis eksekusinya, serta yang terpenting, bagaimana tindak lanjut jika ada yang masih tidak memenuhi kewajiban tersebut. Itu yang mungkin bisa membuat semuanya berjalan lancar. Kami sangat mendukung program ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan langkah-langkah peningkatan layanan di Besakih. Kunjungan ke Besakih meningkat dibandingkan tahun lalu, dengan mayoritas wisatawan asing, terutama dari Eropa. Rata-rata kunjungan harian mencapai 900 orang, dengan puncaknya hingga 1.500 wisatawan pada musim ramai.

Sementara itu, pelaksanaan monitoring tampak berjalan lancar, dan mayoritas wisatawan pun antusias berinteraksi dengan tim monitoring saat didekati. Beberapa wisatawan mengakui bahwa mereka masih belum mengetahui mengenai penegakan Perda PWA di Bali, sehingga belum melakukan pembayaran. Tim pun mengarahkan wisatawan untuk melaksanakan pembayaran melalui aplikasi lovebali.baliprov.go.id.

Dari hasil pendataan tim monitoring terhadap wisatawan yang belum melakukan pembayaran, diperoleh informasi mengenai lokasi akomodasi mereka. Beberapa di antaranya adalah Adhi Jaya Hotel Kuta, The Kayana Seminyak, Kuta Heritage, Ubud Home Stay, Buda Merta Ubud, Alila Ubud, Ayodya Nusa Dua, Padang Bai Beach Inn, Kubu Kukuh, dan Bali Relaxing Resort Nusa Dua. Kadis Pariwisata Cok Bagus Pemayun berharap agar para stakeholder di sektor perhotelan dan akomodasi, termasuk yang tercantum di atas, dapat mendukung sosialisasi penerapan kebijakan pungutan bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Bali. (MUL/TRA).

Dispar Provinsi Bali Monitoring PWA di Kawasan Pura Besakih 

KARANGASEM–NEWSINTERMEDIA.COM l Pemerintah Provinsi Bali terus mengupayakan peningkatan kualitas dan keberlanjutan pariwisata melalui pelaksanaan monitoring yang ketat terhadap wisatawan yang datang, termasuk kewajiban pembayaran Tourism Levy Voucher atau Pungutan Wisatawan Asing (PWA). Dana yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan kembali untuk pengelolaan dan pengembangan sektor utama pendukung pariwisata Bali.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Cok Bagus Pemayun, saat melaksanakan monitoring dan sosialisasi PWA di kawasan Pura Agung Besakih, Rendang, Karangasem, Jumat (25/10).

Cok Bagus Pemayun menegaskan bahwa upaya peningkatan kualitas pariwisata Bali terkait PWA diwujudkan melalui pembayaran yang telah dilakukan oleh para wisatawan. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk menjaga lingkungan dan melestarikan budaya Bali, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pungutan bagi Wisatawan Asing (PWA). Melalui monitoring dan sosialisasi, ia ingin memastikan wisatawan telah memenuhi kewajiban tersebut.

“Saat ini, sekitar 35-40 persen wisatawan telah membayar Levy Voucher. Kami harapkan angka ini dapat ditingkatkan seiring dengan penyempurnaan sistem yang terus berjalan. Monitoring ini penting untuk memastikan Bali menerapkan standar yang diakui secara nasional dan internasional,” ujar Cok Bagus Pemayun.

Seiring dengan itu, pemerintah berencana memasang alat pemindai otomatis di bandara untuk meningkatkan efisiensi monitoring pembayaran. Selain itu, kerja sama dengan pihak pariwisata dan mitra internasional terus dilakukan untuk mengedukasi wisatawan agar melakukan pembayaran sebelum tiba di Bali, sehingga antrean di bandara dapat dikurangi.

“Sosialisasi mengenai program ini telah kami lakukan secara bertahap, namun kami sadar bahwa program baru ini membutuhkan edukasi yang berkelanjutan selama beberapa tahun ke depan agar bisa berjalan maksimal,” tambah Pemayun.

Di sisi lain, Ketua Pengelola Kawasan Pariwisata Pura Besakih, Gusti Lanang Muliartha, juga menyatakan dukungan terhadap program monitoring dan sosialisasi PWA yang digelar Dispar Provinsi Bali untuk memastikan penerapan Perda PWA yang telah berjalan sejak Februari 2024 dengan tarif Rp 150.000 per orang.

“Ya, ini sangat bagus, karena sudah ada peraturan daerahnya, tinggal harus ditegakkan. Yang penting, ada tiga poin yang harus dilakukan, yakni bagaimana mengkomunikasikan kepada pihak wisatawan dengan baik dan tepat. Berikutnya, bagaimana teknis eksekusinya, serta yang terpenting, bagaimana tindak lanjut jika ada yang masih tidak memenuhi kewajiban tersebut. Itu yang mungkin bisa membuat semuanya berjalan lancar. Kami sangat mendukung program ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan langkah-langkah peningkatan layanan di Besakih. Kunjungan ke Besakih meningkat dibandingkan tahun lalu, dengan mayoritas wisatawan asing, terutama dari Eropa. Rata-rata kunjungan harian mencapai 900 orang, dengan puncaknya hingga 1.500 wisatawan pada musim ramai.

Sementara itu, pelaksanaan monitoring tampak berjalan lancar, dan mayoritas wisatawan pun antusias berinteraksi dengan tim monitoring saat didekati. Beberapa wisatawan mengakui bahwa mereka masih belum mengetahui mengenai penegakan Perda PWA di Bali, sehingga belum melakukan pembayaran. Tim pun mengarahkan wisatawan untuk melaksanakan pembayaran melalui aplikasi lovebali.baliprov.go.id.

Dari hasil pendataan tim monitoring terhadap wisatawan yang belum melakukan pembayaran, diperoleh informasi mengenai lokasi akomodasi mereka. Beberapa di antaranya adalah Adhi Jaya Hotel Kuta, The Kayana Seminyak, Kuta Heritage, Ubud Home Stay, Buda Merta Ubud, Alila Ubud, Ayodya Nusa Dua, Padang Bai Beach Inn, Kubu Kukuh, dan Bali Relaxing Resort Nusa Dua. Kadis Pariwisata Cok Bagus Pemayun berharap agar para stakeholder di sektor perhotelan dan akomodasi, termasuk yang tercantum di atas, dapat mendukung sosialisasi penerapan kebijakan pungutan bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Bali. (leong/tra).

Info Denpasar Soal Desa Binaan, Safari Kesehatan dan Bulan Bahasa

0

Pjs Ketua TP PKK ,  Hadiri Peresmian Model Desa Binaan Desa Temesi

GIANYAR-NEWSINTERMEDIA.COM l Penjabat Sementara (Pjs) Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Dewa Nyoman Sekar Mahendra menghadiri peresmian Model Desa Binaan “Telajakan Bersemi AKU HATINYA PKK dan Desa Peduli Gigi (Deligi)” Desa Temesi, di Balai Banjar Temesi, Jumat (25/10) pagi.

Diresmikan langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya didampingi Pj Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. drg. Ida Mahendra, dua program tersebut merupakan implementasi dari 10 program pokok PKK yang berfokus pada kesehatan dan juga kelestarian lingkungan hidup.

Saat dijumpai, (Pjs) Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Dewa Nyoman Sekar Mahendra menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas peresmian Model Desa Binaan “Telajakan Bersemi AKU HATINYA PKK dan Desa Peduli Gigi (Deligi)” Desa Temesi. Hal ini menurutnya tentu akan berdampak bagi kelangsungan kelestarian lingkungan dan juga kesehatan masyarakat sekitar.

“Implementasi 10 program pokok PKK memiliki banyak sekali aspek. Beberapa di antaranya adalah kesehatan, gotong royong, dan kelestarian lingkungan hidup. Dan dalam hal ini, TP PKK Kota Denpasar siap untuk menyukseskan Program Deligi yang dicanangkan Ibu Pj Ketua TP PKK Provinsi Bali untuk menuju Indonesia bebas karies,” ungkapnya.

Pj Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. drg. Ida Mahendra pada kesempatan yang sama menyampaikan, pada tahun 2024 ini, TP PKK Provinsi Bali telah melakukan inovasi, yakni pencanangan program Deligi yang di wilayah Provinsi Bali. Selain itu, dirinya juga mengemukakan, dipilihnya Desa Temesi sebagai model Desa Binaan tak lain adalah ditujukan untuk mengubah stigma dan kesan sebagai daerah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, menjadi desa yang asri dan memiliki lingkungan sehat.

“Untuk itu, melalui gerakan Ngerombo Temesi yang melibatkan banyak sekali pihak, kami bersama-sama mencanangkan program penanaman pohon bunga Bougenville, pembuatan mural dan sebagainya. Ini dimaksudkan agar wajah Desa Temesi menjadi asri dan cantik, serta jauh dari kesan sebagai desa tempat TPA,” ujarnya.

Ny. drg. Ida Mahendra juga mengatakan, selain itu, TP PKK Provinsi Bali juga mengadakan lomba pemanfaatan pekarangan bertajuk ‘Aku Hatinya PKK’ dan lomba Keluarga Gigi Sehat, yang telah berlangsung pada 21-23 Oktober 2024.
Dengan berbagai program yang diusung oleh TP PKK Provinsi Bali, Desa Temesi diharapkan dapat menjadi contoh desa mandiri dan sejahtera.

Sementara itu, Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, di lokasi tersebut, juga menyatakan apresiasinya kepada TP PKK Provinsi Bali karena memilih Desa Temesi di Gianyar sebagai Model Desa Binaan. Mahendra Jaya berharap desa yang selama ini dikenal sebagai tempat pembuangan sampah akan berubah menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Bali.

“Program PKK harus menjadi prioritas, karena PKK tumbuh dari masyarakat dan bertujuan menciptakan keluarga yang mandiri serta sejahtera,” ungkap Mahendra Jaya sesaat sebelum meresmikan model Desa Binaan tersebut.

Mahendra Jaya menyoroti berbagai potensi wisata di Desa Temesi, seperti Air Terjun Temesi dan Taman Baginda, yang siap dikembangkan. Dirinya juga memuji mural-mural yang menghiasi jalan desa, yang menurutnya akan menambah daya tarik wisatawan.

“Saya berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Temesi sekaligus mendongkrak sektor pariwisata Gianyar. Dan juga, gerakan ini tidak hanya sebatas pada peresmian saja, namun ada keberlanjutan dan komitmen semua kalangan agar program ini dapat terus berlangsung kedepannya,” tegas Mahendra Jaya. (Win/tra).

Pemkot Kembali Gelar Safari Kesehatan Sasar Warga Kertha Bhuwana

DENPASAR -NEWSINTERMEDIA.COM l Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan Kota Denpasar kembali melaksanakan Safari Kesehatan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 Tahun 2024 bertempat di Banjar Kertha Bhuwana, Jumat (25/10). Pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. AA Ayu Agung Candrawati mengatakan bahwa pelaksanaan Safari Kesehatan ini merupakan rangkaian Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 Tahun 2024. Selain itu, kegiatan ini dilaksanakan untuk lebih mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dikatakannya, dalam Safari Kesehatan kali ini, beberapa pemeriksanaan kesehatan yang dilayani kepada masyarakat antara lain promosi kesehatan, pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan kesehatan mata, screening Penyakit Tidak Menular (cek tensi, gula darah, asam urat dan kolesterol).

“Kami berharap dengan pelaksanaan ini masyarakat dapat lebih intensif dalam melakukan pengecekan kesehatan. Terlebih dalam safari kesehatan ini tidak dipungut biaya dan menyasar lingkup banjar sehingga masyarakat dapat lebih mudah untuk melakuksn pengecekan kesehatan,” ujar Agung Candrawati.

Lebih lanjut dikatakan, safari kesehatan ini bekerjasama dengan berbagai pihak untuk memberikan pelayanan fisioterapi, pemeriksaan THT, memberikan pemeriksaan kesehatan mata, pemberian kaca mata (+ atau -) dan obat tetes mata.”Tujuan kegiatan untuk memberikan pelayanan kesehatan terpadu dan komprehensif serta mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara salah satu warga, Made Sutama mengucapkan terima kasih atas diselenggarakannya safari kesehatan yang langsung menyasar banjar-banjar. “Kami bisa memeriksakan kesehatan dengan cepat, tanpa harus mengatre, safari ini kalo bisa terus dilaksanakan,” ujarnya. (Eka/tra).

Disdukcapil Denpasar Gelar Perekaman KTP El Serentak

DENPASAR -NEWSINTERMEDIA.COM l Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kembali menggelar Jemput Bola Pelayanan khusus Perekaman KTP Elektorinik (KTP El). Kegiatan tersebut akan digelar pada Hari Minggu, 27 Oktober 2024 Pukul 08.00 – 14.00 Wita yang dipusatkan di seluruh Kantor Camat se-Kota Denpasar.

Ket foto : Suasana Jemput Bola pelayanan Perekaman KTP El di wilayah Kota Denpasar beberapa waktu lalu.

 

Kadis Dukcapil Kota Denpasar, Dewa Gde Juli Artabrata saat dikonfirmasi Jumat (25/10) menjelaskan bahwa guna mendukung pemenuhan kebutuhan dokumen Administrasi Kependudukan (Adminduk) bagi masyarakat, utamanya KTP El bagi masyarakat yang belum melaksanakan perekaman turut dilaksanakan kegiatan jemput bola serentak di empat kecamatan.

“Jadi sesuai amanat Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi, untuk mendukung pemenuhan dan percepatan perekaman bagi penduduk wajib KTP-el serta pemilih pemula, untuk mendukung pelaksanaan Pilkada (Pilgub dan Pilwali) Tahun 2024 maka kami melaksanakan Jemput Bola dengan menyasar empat kecamatan di Kota Denpasar,” ujarnya

Dikatakannya, kegiatan jemput bola ini dilaksanakan guna mendekatkan pelayanan bagi masyarakat serta memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan saat hari libur. Sehingga pihaknya mengajak seluruh masyarakat yang berusia 16 tahun ke atas dan belum melaksanakan perekaman dapat memanfaatkan layanan ini dengan baik.

“Jadi kami mengajak seluruh masyarakat yang berusia 16 tahun ke atas untuk memanfatkan pelayanan ini sebaik mungkin dengan cukup membawa Kartu Kaluarga ke Kantor Camat terdekat,” ujarnya

Dewa Juli mengatakan, saat ini jumlah wajib KTP El di Kota Denpasar sebanyak 516.875 orang. Dimana, dari jumlah ini yang telah melaksanakan perekaman sebanyak 511.521 orang. Data ini akan terus bergerak seiring pertumbuhan penduduk di Kota Denpasar. Sehingga guna mendukung percepatan proses perekaman, secara berkelanjutan turut dilaksanakan kegiatan Jemput Bola ke masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat berusia 16 tahun dan memiliki KK Denpasar dapat melaksanakan pengurusan KTP El, hal ini mengingat KTP El merupakan kebutuhan administrasi dasar serta dalam rangka mensukseskan pemenuhan dan percepatan perekaman bagi penduduk wajib KTP El serta pemilih pemula,” jelasnya. (Ags/tra).

SMAN 3 Denpasar Gelar Peringatan Bulan Bahasa

DENPASAR -NEWSINTERMEDIA.COM l SMA Negeri 3 Denpasar (Trisma) menggelar Peringatan Bulan Bahasa serangkaian Hari Sumpah Pemuda Tahun 2024 yang dipusatkan di di SMAN 3 Denpasar ini digelar pada Jumat (25/10). Kegiatan yang mengusung tema “Prabhata” sebagai bentuk apresiasi bahasa dan sastra wujudkan generasi emas ini diharapkan mampu mewadahi serta menggali potensi siswa.

Hadir membuka acara yakni Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, I Ketut Dirga bersama Sekretaris Camat Denpasar Timur, Ida Bagus Agung Upawana Manuaba dan Kepala SMAN 3 Denpasar, Kadek Dwi Rustinawati serta undangan lainnya.

Puncak Peringatan Bulan Bahasa kali ini turut melibatkan Komite Sekolah, Guru dan seluruh siswa – siswi SMAN 3 Denpasar. Menariknya diisi kegiatan Festival Edukasi (Edufest) melibatkan belasan Universitas dan Lembaga Pendidikan ternama yang mempresentasikan institusi masing- masing.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, I Ketut Dirga membacakan sambutan Pjs. Walikota Denpasar mengatakan apresiasi kepada seluruh jajaran SMAN 3 Denpasar yang telah menggelar peringatan Bulan Bahasa yang secara maksimal telah melibatkan potensial siswa dan siswi di SMAN 3 Denpasar.

“Tentu menghadapi perkembangan dan tantangan jaman, anak – anak kita ini harus terus diberikan edukasi dan wadah untuk mengembangkan diri dan potensi yang tentu saja relate dengan perkembangan jaman seperti kemampuan entrepreneur dan teknologi agar setelah lulus nanti mereka siap berkompetisi,” ujarnya.

Sementara Kepala SMAN 3 Denpasar, Kadek Dwi Rustinawati didampingi Ketua Panitia Acara, I Wayan Palaswara menjelaskan Peringatan Bulan Bahasa di SMAN 3 Denpasar dimulai pada Senin, 21 Oktober 2024 dan puncak acara digelar hari ini, Jumat 25 Oktober 2024.

“Diisi sejumlah kegiatan yang melibatkan siswa-siswi kami diantaranya Lomba Cipta Gerak, Lomba Cipta Musik Barang Bekas, Lomba Musikalisasi Puisi, Sosialisasi Festival Edukasi (Edufest) melibatkan belasan Universitas dan Lembaga Pendidikan ternama yang mempresentasikan institusi masing- masing, Pemilihan Duta Literasi Sekolah dan juga Bazar bertajuk “Bares” (Bazar Kreativitas Siswa) menampilkan segala jenis kreativitas siswa – siswi kami dalam kegiatan Ekstrakurikuler dan potensi lainnya, ” jelasnya.

Ditambahkannya, melalui kegiatan ini kami berharap dapat menumbuhkan rasa nasionalisme siswa-siswi kami dalam peringatan sumpah pemuda yang berperan dalam pendidikan mental generasi muda.

“Selain juga dalam berbagai kegiatan bulan bahasa ini diharapkan dapat melatih kemandirian, kreativitas dan jiwa entrepreneur anak didik kami yang diharapkan berguna untuk mereka dimasa depan, ” ungkap Kadek Dwi Rustinawati. (esa/tra)

Koster: Pariwisata Bali Akan Tetap Lestari Jika Desa Adat Kuat

0

Teteskan Air Mata di hadapan Ribuan Warga

Ketut Wicana Sebut Desa Adat Kuat Karena Wayan Koster

BULELENG-NEWSINTERMEDIA.COM l Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 yang mengatur berbagai aspek desa adat di Bali dinilai berhasil memperkuat keberadaan Desa Adat. Ujung tombak pertahanan budaya, seni, tradisi, agama dan kearifan lokal Bali ada di tangan Desa adat. Pariwisata Bali tetap lestari hingga kapan pun jika Desa Adat di seluruh Bali kuat.

Dibalik kekuatan Desa Adat Bali ternyata ada sosok visioner dan pekerja keras, Wayan Koster. Gubernur Bali 2018-2023 asal Sembiran inilah yang mengonsep dan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019: tentang Desa Adat. Perda ini mengatur berbagai aspek terkait desa adat di Bali, termasuk kedudukan, kewenangan, dan peran desa adat. Perda ini juga mengakui desa adat sebagai subyek hukum dengan kedudukan hukum yang jelas.

Kini seluruh krama Bali telah merasakan manfaatnya. Satu tokoh masyarakat yang merasakan manfaatnya yakni warga di Desa Tukadmungga Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Ia mengapresiasi yang telah dilakukan Koster selama memimpin Bali.

Pria paruh baya bernama Ketut Wicana, sampai meneteskan air mata dihadapan ribuan warga Desa Tukadmungga, Pemaron, Anturan Kecamatan Buleleng. Terharu dengan
perjuangan Koster meletakkan fondasi kuat untuk menjaga budaya, seni, adat dan tradisi krama Bali. Ketut Wicana terbata-bata menyampaikan kegembiraannya. Terutama, apresiasinya atas program nangun sat kerthi loka Bali. Program ini lahir dari tangan Koster.

Nangun Sat Kerthi Loka Bali merupakan visi dan program era Gubernur Koster demi mewujudkan Bali Era Baru 100 tahun kedepan. Visi ini bertujuan untuk menjaga keharmonisan dan kesucian alam Bali, budaya, kearifan lokal Bali serta mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia secara sekala dan niskala. “Astungkara kami harap kedepan bapak (Wayan Koster, red) tetap memimpin Bali,” kata Ketut Wicana.

Menurut dia, Koster sebagai pemimpin yang telah menjaga desa adat Bali. Sejumlah regulasi yang dibuat telah dijalan warga. Seperti mengenakan endek Bali dan busana adat Bali setiap Selasa dan Kamis.

Selain itu, masih banyak keberpihakan pemerintah dibawah kepemimpinan Koster yang menjaga dan melestarikan budaya Bali. Karena wisatawan ke Bali karena kekhasan seni, budaya, tradisi, kearifan lokal Bali. Inilah yang membalut pariwisata Bali. Koster tampak terkejut dengan apresiasi tokoh masyarakat. Wajahnya turut sedih melihat tangisan bahagia warga.

Ia mengatakan selama menjadi periode pertama memimpin Bali, dasar kuat desa adat. Kekuatan Bali ada pada Desa Adat. “Desa adat sudah lebih baik saat ini. Baru diurus tuntas saat Gubernur Bali dipimpin tiang. Kita bangga karena hanya Bali yang bisa lestarikan desa adat,” katanya.

DPR RI tiga periode ini mengakui jika desa adat telah berperan sebagai benteng budaya Bali. Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 mengatur secara spesifik segala hal yang berkaitan dengan keberlangsungan desa adat, termasuk memberikan otonomi kepada desa adat. (*)

 Koster-Giri Janji Bangun Pengaman Abrasi dan Pedestrian Pantai 

BULELENG-NEWSINTERMEDIA.COM l Paslon Cagub Bali nomor 2 Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) akan membangun pengaman abrasi dan pedestrian di Pantai Happy Desa Tukad Mungga Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Koster-Giri akan memprioritaskan perbaikan infrastruktur ini. Karena pura dan warga yang ada di lokasi menjadi atensi kedua putra terbaik Bali ini.

Komitmen koster-Giri tergerak usai mendengar aspirasi ribuan warga di Kecamatan Buleleng. Saat itu, warga menyampaikan sejumlah aspirasi secara langsung kepada calon Bupati Buleleng nomor 2 Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna (Joss 24).

Sutjidra menjelaskan jika warga telah menyampaikan beberapa harapan. Mereka minta Koster-Giri dan Joss 24 membangun pengamanan abrasi dan pedestrian (track jogging dan jalan). “Pantai happy termasuk destinasi menikmati dolphin. Akses wisatawan ke lokasi ini wajib menjadi perhatian. Mereka berharap ditata atau dibangun seperti Pantai Sanur,” kata Sutjidra.

Mendengar aspirasi ini, Koster mengatakan akan menata kawasan ini dan prioritas membangun pengamanan abrasi dan pedestrian sepanjang pantai. “Pengamanan abrasi merupakan fasilitas publik yang wajib kita perhatikan. Periode Kedua nanti akan kami tata. Pengaman agar tak kena abrasi dan pedestrian agar bisa jogging main dan aktivitas lainnya,” kata Koster.

Gubernur Bali 2018-2023 meminta agar warga mempersiapkan perencanaan sesuai skala prioritas. “Segera buat perencanaannya. Mana yang prioritas yang sudah mengancam. Ada pura dan pemukiman warga jadi kita harus jaga. Astungkara secepatnya kita selesaikan,” katanya.

Selain menangani ancaman abrasi, Koster juga akan menata kawasan ini menjadi destinasi wisata. Dengan menata taman dan fasiltas publik lainnya. “Kalau tangani abrasi cepat selesai di sini, kita tata kawasan seperti taman dan lainnya,” katanya.

Untuk diketahui, Koster-Giri akan memprioritaskan penataan pedestrian sepanjang di Buleleng. Karena Pantai di Bali Utara merupakan yang terpanjang di Provinsi Bali yang memiliki keindahan luar biasa. (*)

Ketua GIPI Bali: Koster-Giri Lebih Paham Soal Pariwisata

JIMBARAN – NEWSINTERMEDIA.COM l Ketua Bali Tourism Board (BTB)/GIPI Bali IB Agung Partha Adnyana menilai bahwa Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Bali Wayan Koster-I Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) sangat memahami soal permasalahan pariwisata Pulau Dewata. Hal itu disampaikan usai acara Hearing Paslon Gubernur-Wakil Gubernur Bali bertajuk Pariwisata Bali Mau Dibawa Kemana?, yang digelar GIPI Bali di Jimbaran, Jumat (25/10) kemarin.

Ia juga menilai bahwa masing-masing memiliki hal menonjol untuk disampaikan terhadap masyarakat terkait nasib pariwisata Bali ke depan. “Satunya terkait (pemerintah) Pusat, satu lagi (Koster-Giri) lebih Paham terhadap situasi kondisi pariwiasata Bali. Sebagai petahana, beliau (Wayan Koster, red) lebih paham, seperti maping-nya (permasalah pariwisata) Bali itu seperti apa,” ujarnya.

Sehingga, ia menilai Paslon Koster-Giri memaparkan permasalah serta visi misi terkait pariwisata Bali secara lebih gamblang. “Kita tahu Paslon 2 (Koster-Giri) pegang data,” ujarnya.

Selanjutnya ia meminta agar masing-masing Paslon yang berlaga pada Pilgub Bali memiliki komitmen terhadap nasib kesejahteraan pekerja pariwisata Bali yang berjumlah mencapai 1,2 juta orang. “Siapa pun yang menang, harus komitmen terhadap janji-janji terutama terhadap pariwisata,” tegasnya.

Ia lalu menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendengarkan langsung visi misi masing-masing Paslon pada Pilgub Bali 2024 terkait komitmen mereka terhadap kemajuan pariwisata Bali ke depannya. “Karena kita tahu Bali hidup (sumber perekonomian) dari pariwisata. Untuk itu kita perlu tahu visi misi Paslon 1 dan Paslon 2 soal pariwisata ke depannya,” terangnya. (*)

Saat Hearing Pariwisata, Koster-Giri Akan Bangun Program Konkret

Data dan Fakta Diapresiasi, Siap Bersinergi dengan 1,2 Juta Pekerja Wisata

JIMBARAN – NEWSINTERMEDIA.COM l Paslon Gubernur dan wakil Gubernur Bali nomor 2 Wayan Koster-Giri Prasta (Koster-Giri) hadiri Hearing Pariwisata Bali Mau dibawa kemana yang digelar GIPI Bali dan BTB, Jumat 25 Agustus 2024 di Jimbaran Grand Ballroom. Koster-Giri mendapat jadwal pemaparan visi dan misi pada pukul 13.30 WITA. Terhitung 600 utusan dari 29 asosiasi hadir pada acara tersebut. Seperti utusan dari Asita Bali, PHRI,
PAWIBA, Putri, Gahawisri, PATA, HPI, Hildiktipari dan asosiasi lainnya.

Koster-Giri memaparkan program konkret untuk pembangunan pariwisata Bali kedepan. Wayan Koster sebagai Gubernur Bali 2018-2023, menyajikan data lengkap terkait perkembangan terkini pariwisata dan penanganan wisata Bali selama covid-19 hingga pulih dan kini melebihi kunjungan normal tahun 2019.

Koster juga menampilkan data statistik berupa tabel, grafik, dan teks. Pemaparan penuh data dan program konkret mendapat pujian dari moderator Yuke Darmawan, dan pelaku pariwisata yang hadir. Ketika sesi interaktif, para penanya memuji pemaparan Koster dan Giri yang lengkap dan penuh data, statistik dan grafik.

Koster dan Giri juga mengaku siap bersinergi dengan para pelaku pariwisata. Terhitung sebanyak 1,2 juta pekerja pariwisata di Bali yang kini berada dibawah perusahaan-perusahan yang tergabung dalam GIPI Bali dan BTB. Mereka butuh perhatian terkait kesejahteraan.

“Kita samakan persepsi, pariwisata itu masa depan paling real untuk kita di Bali. Ketika saya DPR RI, saya selalu mendukung pembangunan infrastruktur yang mengakses ke destinasi pariwisata. Jika tuntas dikerjakan pasti pendapatan daerah asli daerah akan naik dari pariwisata,” kata Koster dalam acara Hearing Pariwisata Bali Mau dibawa kemana, Jumat 25 Oktober 2024.

Koster menjelaskan, hal utama yang paling cepat mengubah ekonomi adalah pariwisata. Pariwisata tak akan habis seperti potensi alam lain. “Sekarang tinggal butuh komitmen, kepemimpinan yang tegas dan berani, serta regulasi yang baik dalam tatanan budaya.
Untuk itu, pemerintah provinsi dan daerah-daerah serta stakeholder pariwisata harus berjalan bareng dan sama emikiran sama,” jelasnya.

Koster mengatakan dampak ekonomi yang dirasakan dari komitmen itu tentu semua krama Bali terutama pelaku pariwisata. “Dampak ekonominya ya pelaku pariwisata dan masyarakat yang rasa. Jika semua komitmen sama-sama bangun pariwisata Bali,” jelasnya.

Koster-Giri berkomitmen akan melibatkan stakeholder pariwisata dalam membangun pariwisata dan mengawasinya secara bersama. “Sudah pasti. Akan ada kelompok ahli (pokli) dari pelaku pariwisata Bali dan sinergitas dalam merumuskan kebijakan, serta pengawasan secara bersama,” katanya.

Sementara, Giri Prasta mengatakan percaya diri membangun Bali karena telah bertatap muka langsung dengan stakeholder pariwisata Bali dalam acara ini. Bupati Badung dua ini periode mengajak stakeholder pariwisata bekerja sama membangun Bali. “Saya merasa percaya diri karena bisa hadir dan sampaikan tentang pariwisata di sini,” katanya.

Giri menyampaikan beberapa poin komitmen bersama pelaku pariwisata Bali jika Koster-Giri diberikan mandat pimpin Bali. Seperti Koster-Giri akan pastikan infrastruktur semua stakeholder akan jalankan semua dengan baik. Mempromosi pariwisata Bali bersama stakeholder pariwisata dengan anggaran pemerintah setiap tahun. Kemudian, dana operasional stakeholder setiap wilayah akan Koster-Giri bantu. “Kami ingin membangun Bali bersama sama dengan stakeholder pariwisata. Kita semua Lahir, hidup dan matinya di Bali. Jadi harus bersama membangun Bali,” katanya.

1,2 Juta Pekerja Pariwisata

Ketua GIPI Bali IB Agung Partha Adnyana, mengapresiasi kedua paslon yang hadir pada Hearing Pariwisata Bali Mau dibawa kemana yang digagas GIPI Bali dan BTB beserta stakeholder pariwisata. “Kedua paslon tampil baik. Petahana (Koster-Giri) sudah paham kondisi Bali, dan pariwisata Bali. Mereka sudah paham. Maping Bali sudah dilakukan. Paslon dua dengan gamblang menjelaskan apa yang harus dilakukan mereka sudah paham. Mereka sudah pegang data jadi sangat gampang mengkombinasikan semua,” jelasnya.

Sedangkan, paslon nomor satu, seperti kelihatan meraba-raba, tapi memaparkan akan ada perubahan dari pusat dan sebagainya. Itu juga jadi peluang- peluang pariwisata di Bali. “Soal komitmen sinergitas antara para paslon dan pelaku pariwisata, kita lihat pelaku pariwisata kurang lebih 1,2 juta orang. Itu garansi kita, belum keluarga mereka,” katanya.

IB Agung Partha Adnyana menjelaskan, garansi pelaku pariwisata sangatlah besar. Nilai tukar yang besar, karena para pekerja pariwisata juga bisa memilih. “Ini (Pekerja pariwisata) harus diperhatikan, ngak usah lihat asosiasi nya tapi pekerjanya. Kami berikan kebebasan pekerja memilih.

Sekarang paslon harus berkomitmen dengan janjinya untuk 1,2 juta pekerja pariwisata di Bali,” katanya. Hearing Pariwisata Bali Mau dibawa kemana diikuti Paslon nomor 1 Mulia Pas (Made Muliawan Arya dan Putu Agus Suratnyana) dan Paslon Cagub Bali nomor 2 Wayan Koster dan Giri Prasta (Koster-Giri). (*)

Sejumlah Tokoh Karangasem Akui, Koster Pemimpin Pro Rakyat

0

Koster Kunjungi Penenun Kain Bebali Seraya

Wayan Koster Kenang Pintal Kapas Jadi Benang di Sembiran

KARANGASEMNEWSINTERMEDIA.COM l Gubernur Bali 2018-2023 Wayan Koster yang meletakkan landasan kebiasaan krama Bali mengenakan endek setiap Selasa dan busana adat Bali setiap Kamis. Tanpa disadari hal ini menjadi rutinitas baru setiap dua hari seminggu di Bali. Untuk memastikan produksi kain bebali masih tetap dilakukan kelompok penenun, Wayan Koster meluangkan waktu untuk melihat langsung ke Desa Seraya Timur Karangasem, Rabu 23 Oktober 2024.

Saat itu, Koster ditemani Bupati Karangasem 2021-2025 Gede Dana dan sejumlah pengurus PDI Perjuangan Karangasem. Koster diterima langsung Ketua Kelompok Pencelup dan Penenun Karya Sari Warna Alam, I Wayan Karya dan para penenun yang tengah beraktivitas di lokasi.

Pria asal Sembiran ini berinteraksi dengan penenun. Ia bertanya dan mendengar langsung masukan dari mereka sebagai ujung tombak pelestarian seni dan budaya Bali khususnya kain bebali sejak tahun 2023.

Koster diajak melihat semua tahapan proses pembuatan kain bebali yang dibuat dengan cara tradisional. Mulai dari pengintalan kapas menjadi benang, pewarnaan benang secara tradisional menggunakan tumbuhan alami, hingga proses tenun gunakan alat tradisional.

Koster terlibat dalam aktivitas pengintalan kapas menjadi benang yang menggunakan alat tradisional bambu. Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini, tampak antusias memutar roda pengintalan yang terbuat dari bambu. Ia tampak mengenang masa kecil di Sembiran.

Sesekali ia berinteraksi dengan wanita paruh baya yang semula memegang alat pintal tersebut. Koster berharap regenerasi keahlian memintal bisa diwarisi kepada anak cucunya. “Saya ingat sewaktu masih kecil di Sembiran, saat itu ayah dan ibu sering melakukan aktifitas seperti ini,” kata Koster sembari memutar alat tradisional itu.

Setelahnya, Koster diajak melihat proses pemilihan tumbuhan alami menjadi bahan pewarna dan pewarnaan benang sebelum proses tenun secara tradisional. Seusai melihat semua tahapan-tahapan tradisional, Koster diajak duduk bersama penenun dan pengurus kelompok. Koster mendengar aspirasi dari semua elemen yang terlibat tenun menghasilkan kain tradisional. Sekira 100 penenun dan pencelup berdiskusi langsung dengan Koster.

Warga kelompok berharap Koster membantu modal usaha dan ikut mempromosi kain bebali tradisional seperti endek, kain motif rangrang, skordi, poleng, kalung babintangan, parembon dan yang lainnya. Apalagi kain jenis rangrang, paling diburu wisatawan asing dan domestik.

Dalam kesempatan itu, Koster menyatakan akan membantu modal usaha dan membantu menjadi marketing bagi produk tradisional ini. Sesuai dengan visi nangun sat kerthi loka Bali, Koster telah menerbitkan Peraturan Gubernur Bali dan Surat Edaran Gubernur Bali.

“Astungkara, paslon Gubernur Bali Koster-Giri Nomor 2 dan Cabup Karangasem nomor 2 Gede Dana-Nengah Swadi (Dana-Swadi) kembali dipercaya, kami akan membantu modal usaha, mempromosikan dan juga menerbitkan regulasi yang memihak pegiat tenunan tradisional Bali,” kata Koster.

Anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan Periode 2004-2019 ini menjelaskan selama memimpin Bali periode pertama, sejumlah regulasi diterbitkan demi menjaga tradisi, seni budaya, adat dan kearifan lokal Bali. Semua demi mensejahterakan krama Bali secara sekala niskala.

Untuk diketahui, Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 mengatur tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali. Pegawai di lingkungan lembaga pemerintahan dan swasta diwajibkan menggunakan busana adat Bali setiap hari Kamis. Masyarakat adat Nusantara lain yang tinggal di Provinsi Bali dapat menggunakan busana adat daerah masing-masing.

Peraturan Gubernur ini bertujuan untuk melestarikan penggunaan busana adat Bali, mengingat modernisasi telah membawa dampak negatif dalam kehidupan masyarakat, salah satunya adalah melupakan penggunaan busana adat.

Selain itu, Gubernur Bali 2018-2023 ini juga telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 04 Tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali. SE ini berisi himbauan kepada berbagai instansi, termasuk perguruan tinggi, Pemda, BUMN/BUMD, dan perusahaan swasta, untuk menggunakan pakaian berbahan kain endek Bali setiap hari Selasa.

Himbauan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali dengan cara memberdayakan kain tenun endek secara ekonomi. Selain itu, SE ini juga bertujuan untuk mendorong dan memfasilitasi pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) masyarakat Bali. Kain endek merupakan warisan budaya kreatif masyarakat Bali yang telah dicatatkan sebagai Kekayaan Intelektual Komunal Ekspresi Budaya Tradisional. (*)

Terbukti dan Pro Rakyat, Ratusan Warga Gegelang Dukung Koster-Giri

KARANGASEMNEWSINTERMEDIA.COM l Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Bali Nomor Urut 2, Wayan Koster-I Nyoman Giri Prasta sebagai pemimpin sudah terbukti kinerjanya dengan program yang pro rakyat.Demikian diungkapkan sejumlah tokoh Desa Gegelang, Kec. Manggis, Karangasem, Rabu (23/10).

Mereka menyampaikan saat simakrama Cagub Wayan Koster dengan ratusan warga setempat. Turut hadir Calon Bupati Karangasem Nomor Urut 2, I Gede Dana. Salah satunya, Gede Arjana mengungkapkan bahwa saat masih menjadi Anggota DPR RI atau sebelum menjabat gubernur Bali telah berkontribusi untuk pembangunan di Karangasem. Di antaranya memfasilitasi pembangunan wantilan desa adat.

“Untuk Desa Gegelang, Pak Wayan Koster telah memfasilitasi dua wantilan. Sedangkan saat menjadi gubernur, Pak Wayan Koster telah mengangkat kelas produk UMKM Karangasem seperti garam tradisional dan arak. Jadi Pak Koster sudah terbukti, bukan janji,” jelasnya.

Senada, Dewa Parwata menegaskan bahwa program yang dilaksanakan Wayan Koster saat menjabat gubernur Bali 2018-2023 terbukti pro rakyat. Di antaranya memajukan produk UMKM, arak dan endek Bali serta produk lokal lainnya.

Bahkan, tambah Dewa Parwata, politisi asal Desa Sembiran, Buleleng ini juga membangun sejumlah pembangunan monumental yang dapat mempercepat proses perimbangan pertumbuhan perekonomian antarwilayah di Pulau Dewata. Seperti Jalan Short Cut Mengwi-Buleleng, Pusat Kebudayaan Bali, Penataan Kawasan Pura Besakih, Turyapada Tower dan Pelabuhan Segi Tiga Emas.

“Program-program Pak Koster jelas-jelas sangat pro rakyat. Yang menjadi ukurannya sangat jelas. Jadi apa yang belum selesai agar dilanjutkan. Maka itu, kita harus menangkan Koster-Giri,” tegasnya.

Sedangkan, Gede Dana yang juga Bupati Karangasem sedang cuti untuk mengikuti masa kampanye sebagai petahana mengungkapkan bahwa dari segi infrastruktur sebagian besar jalan-jalan di daerah berjulukan Gumi Lahar telah diperbaiki. “Sudah 80 persen telah diperbaiki, sisanya tinggal sedikit lagi,” sebutnya.

Sementara, Cagub Wayan Koster mengatakan bahwa saat sebagai gubernur, pihaknya dalam pembangunan tidak pernah membedakan wilayah Kabupaten/kota di Bali “Enggak boleh begitu pemimpin (membeda-bedakan). Jadi gubernur harus mengurus kabupaten/kota seluruh Bali,” tegasnya. (*)

Warga Ambengan dan Petamon Antusias Hadiri Kampanye Koster-Giri

0

Koster-Giri akan Bangun Pabrik Pengolahan Anggur di Buleleng

Fasilitasi Petani Banjar, Gerokgak dan Seririt
Caption: Warga Desa Petamon Seririt Buleleng antusias hadiri kampanye terbuka tahap II paslon Gubernur Bali Nomor Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) Selasa 22 Oktober 2024.

BULELENG – NEWSINTERMEDIA.COM l Paslon Gubernur Bali nomor 2 Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta (Koster-Kiri) akan memfasilitasi petani komoditas anggur di Buleleng. Koster-Giri akan membangun pabrik pengolahan anggur di Buleleng. Koster menilai selama ini hasil pertanian di Buleleng justru tak dikelola di daerah sendiri. Sehingga tak berdampak secara ekonomi bagi petani setempat.

“Khusus pertanian anggur di Seririt, Gerokgak, dan Banjar, Nanti tiang dan Giri Prasta akan bangun industri pengolahan anggur. Jangan di tempat lain yang tak ada pertanian anggur. Supaya di Buleleng tumbuh ekonominya,” jelas Koster dalam kampanye terbuka tahap kedua di Desa Petamon Seririt Selasa 22 Oktober 2024.

Sebagai warga Buleleng, Koster tahu bahwa untuk menumbuhkan ekonomi di Buleleng, harus dibangun pabrik pengolahan anggur. “Di sini hasilkan anggur, ya di sini dibangun pabrik. Tenaga kerja ada di sini, harga jadi murah, kenapa jauh-jauh harus bangun pabrik di daerah lain,” tegas Koster.

Menurut dia, paslon Gubernur Bali Koster-Giri dan Cabup Buleleng nomor 2 Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna (Joss 24) akan ngayah total untuk masyarakat Buleleng dan Bali seluruhnya. “Selama jadi Gubernur Bali periode pertama, tiang bekerja dengan fokus lurus dan tulus,” katanya.

Koster-Giri dan Joss 24 akan berjuang mendatang investor ke Buleleng namun tetap sesuai aturan atau regulasi dan tidak mengkikis akar budaya Bali. “Kita memberikan ruang untuk investor berinvestasi dengan tenang di Bali, asal sesuai aturan di Bali, asalkan tidak menganggu kesucian Bali,” katanya.

Koster menjelaskan, semua investor akan dilayani dengan baik. Asalkan punya komitmen yang sama untuk membangun ekonomi Bali. “Titiang selama lima tahun bekerja ekstra keras secara sekala dan niskala membangun Bali. Astungkara kembali dipercaya, tiang akak tuntaskan semua program pembangunan,” katanya. *

500 Warga Rela Panas-Panasan Jumpa Koster-Giri dan Joss 24

Wayan Koster: Kami akan Bangun Wantilan Desa

Tokoh masyarakat Desa Ambengan Kecamatan Sukasada Buleleng, saat menyampaikan aspirasi kepada Koster-Giri dan Joss 24 di lapangan Desa, Kamis 24 Oktober 2024.

BULELENG – NEWSINTERMEDIA.COM l Sekitar 500 warga Desa Ambengan Kecamatan Sukasada rela panas-panasan mengikuti paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor 2 Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) dan paslon Bupati Buleleng nomor 2 Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna (Joss 24) di lapangan Desa Ambengan, Kamis 24 Oktober 2024.

Ratusan warga terlihat setia menanti dan mendengar visi misi para paslon dibawah tenda di lapangan Desa. Suhu terasa begitu panas karena acara kampanye terbuka dimulai tepat pukul 12.00 WITA hingga pukul 13.00 WITA. Apalagi di lahan terbuka. Tak satupun warga beranjak dari lapangan saat Koster-Giri dan Joss 24 menyampaikan visi misi yang sudah dilakukan dan akan dilanjutkan.

Para paslon memanfaatkan momen tatap muka ini untuk menyerap aspirasi warga Desa. Satu di antara aspirasi yang disampaikan warga yakni pembangunan wantilan dan sarana prasarana di Desa. Aspirasi disampaikan langsung tokoh adat Desa bernama Gede Pasek. Ia menyampaikan bahwa lapangan tempat acara kampanye ini dipersiapkan untuk membangun wantilan dan fasilitas desa.

Ia berharap Koster-Giri ketika menerima mandat warga menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, bisa memperhatikan kebutuhan ini. Begitu juga Joss 24 ketika dipercaya nanti menjadi Bupati dan Wakil Bupati Buleleng diharapkan mewujudkan aspirasi ini.

Ia juga mengatakan bahwa sekitar 3000 pemilih di Desa Ambengan akan guyub mendukung Koster-Giri dan Joss 24. Gede Pasek meyakini warga yang hadir dalam kampanye terbuka, akan memberikan dukungan dan mencoblos nomor 2 pada Pilkada Serentak 27 November 2024.

“Terima kasih Pak Koster dan Pak Sutjidra karena sudah banyak membantu warga Sukasada. Aspirasi dari Desa Ambengan, jika terpilih bisa membantu membangun wantilan Desa Ambengan di lapangan ini,” kata Gede Pasek.

Mendengar aspirasi ini, Koster menyatakan menjamin akan membangun wantilan desa Ambengan pada periode kedua. “Astungkara, jika dipercaya krama Bali, setelah dilantik langsung kita bangun. Saya harap disiapkan arsitektur terbaik, agar bisa membangun yang bagus sekaligus. Mumpung dibangun niki,” kata Koster disambut

Koster mengatakan kawasan ini harus di tata rapi. Untuk itu, saat dikerjakan harus yang terbaik agar hasilnya bisa dimanfaatkan oleh semua krama Bali. Sementara itu, Sutjidra Cabup Buleleng nomor 2 berkomitmen akan membantu memperjuangkan wantilan Desa Ambengan. Ia juga mengatakan Joss 24 telah membuka program Mesadu di Sekretariat Pemenangan Jos24.

“Kami juga akan membantu menggratiskan pendidikan termasuk peralatan sekolah anak-anak saat memasuki tahun ajaran baru. Program ini guna meringankan beban krama Bali,” katanya.

Untuk diketahui, sejumlah pembangunan monumental yang telah dibangun Wayan Koster sewaktu memimpin Bali 2018-2023 di Kecamatan Sukasada seperti shortcut Singaraja- Mengwi, Taman Bung Karno, Turyapada Tower, dan masih banyak lagi. Bantuan seperti pembangunan wantilan Desa dan pura telah dilakukan Koster sejak dirinya DPR RI dan Gubernur Bali periode pertama.

Kampanye terbuka tahap kedua Koster-Giri dan Joss 24 di Buleleng pada Kamis 24 Oktober 2024 digelar di empat titik. Hadir dalam kampanye para DPRD Bali dan Buleleng dari PDI Perjuangan, para relawan, partai pengusul dan pendukung. (*)

Info Bali Soal Tim Penilai Desa Antikorupsi Turun Lapangan

Tim Penilai Desa Antikorupsi Provinsi Bali Turun ke Jembrana

JEMBRANA – NEWSINTERMEDIA.COM l Tim Penilai Desa Antikorupsi Provinsi Bali turun melakukan penilaian ke Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Rombongan tim penilai yang dipimpin oleh Inspektur Daerah Provinsi Bali, I Wayan Sugiada, disambut oleh Pjs. Bupati Jembrana, I Ketut Sukra Negara, di Kantor Perbekel Desa Ekasari. Untuk diketahui, Desa Ekasari merupakan perwakilan Jembrana dalam penilaian Desa Antikorupsi Tahun 2024, yang nantinya akan ditetapkan oleh KPK RI, Senin (21/10).

Pjs. Bupati Jembrana, Sukra Negara, menyambut baik program replikasi desa antikorupsi yang diharapkan terbentuk di seluruh kabupaten/kota, termasuk Jembrana. Ia berpendapat bahwa program ini menjadi bagian penting dari upaya pencegahan praktik korupsi di tingkat desa. Disebutkan olehnya, dalam kurun waktu 2015 hingga 2022, KPK RI mencatat 851 kasus korupsi terkait pengelolaan dana desa di seluruh Indonesia, melibatkan 973 pelaku, yang sebagian besar adalah kepala desa dan perangkat desa. Menurutnya, program Desa Antikorupsi yang mulai dilaksanakan sejak tahun 2021 bertujuan membangun integritas dan menanamkan nilai-nilai antikorupsi di desa serta meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mencegah korupsi.

Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan apresiasi kepada Desa Ekasari yang berhasil mengungguli dua desa lainnya, yaitu Desa Gumbrih dan Desa Budeng, dalam seleksi awal yang dilaksanakan pada tahun 2023. Sehingga, Desa Ekasari berhak mewakili Jembrana dalam program replikasi desa antikorupsi yang akan diajukan ke KPK RI. “Saya mengapresiasi upaya pemerintah desa, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan di Desa Ekasari yang telah berkomitmen mendukung program ini,” tambah Sukra Negara.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Desa Antikorupsi Provinsi Bali, I Wayan Sugiada, dalam arahannya menjelaskan lima indikator utama dalam penilaian, yaitu penguatan tata laksana, pengawasan, kualitas pelayanan publik, partisipasi masyarakat, dan kearifan lokal. Penilaian dilakukan melalui presentasi, tanya jawab, pengecekan dokumen, serta kunjungan lapangan.

Setelah melalui serangkaian penilaian, Desa Ekasari memperoleh skor yang sangat memuaskan. Sugiada juga mengapresiasi realisasi pembangunan fisik di desa tersebut, yakni pembangunan jalan sepanjang 500 meter dan pemadatan dengan senderan 24 meter di kedua sisi, yang memudahkan akses bagi petani untuk membawa hasil panen mereka. Menutup arahannya, Sugiada berharap Desa Ekasari dapat menjadi percontohan Desa Antikorupsi pada tahun 2024 yang nantinya akan ditetapkan oleh KPK RI. (dsk/tra).

Tim Anti Korupsi Sambangi Desa Awan, Aan, dan Kubutambahan

BULELELNG – NEWSINTERMEDIA.COM l Tim Penilai Desa Anti Korupsi Provinsi Bali yang dikomandoi oleh Inspektorat Provinsi Bali kembali tancap gas melakukan penilaian langsung ke desa. Kali ini, tim terjun ke Desa Awan, Kintamani, Bangli; Desa Aan, Banjarangkan, Klungkung; dan Desa Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini merupakan rangkaian penilaian indikator Desa Anti Korupsi yang dilaksanakan pada Selasa (22/10) pagi.

Inspektur Pembantu (Irban) I Provinsi Bali, Nyoman Gede Suardita memimpin tim penilai desa anti korupsi di Buleleng

Kepala Inspektorat Provinsi Bali, I Wayan Sugiada, menuturkan bahwa kehadiran tim penilai merupakan tindak lanjut dari pengajuan desa di seluruh kabupaten/kota di Bali yang diusulkan untuk menjadi percontohan Desa Anti Korupsi oleh KPK RI. “Dari Kabupaten Bangli, kami menilai Desa Awan, Kintamani, sebagai yang terbaik,” kata Sugiada di Wantilan Desa Awan, Kintamani, Kabupaten Bangli.

Dijelaskannya lebih lanjut, komponen yang dinilai antara lain penguatan tata laksana, pengawasan, kualitas pelayanan publik, partisipasi masyarakat, dan kearifan lokal, ditambah 18 indikator lainnya. “Diharapkan desa yang dinilai mampu memberikan yang terbaik, dengan nilai 100, dan dapat terpilih mewakili Bali di Desa Anti Korupsi tingkat nasional nantinya,” tandasnya. “Tentu saja, penilaiannya bukan hanya sekadar omongan, tapi harus dilengkapi dokumen dan bukti nyata. Karenanya, tim penilai hari ini turun langsung, termasuk mengecek pekerjaan fisik,” imbuhnya.Foto 1: Tim Penilai Desa Anti Korupsi Provinsi Bali yang dipimpin Inspektur Provinsi Bali I Wayan Sugiada diterima oleh Pjs. Bupati Bangli I Made Rentin di Desa Awan, Kintamani, Bangli

Menurut Sugiada, penting untuk memperhatikan penggunaan uang negara dalam proses pembangunan fisik di desa, karena satu rupiah pun uang negara harus dipertanggungjawabkan. “Karena korupsi, atau corruption, itu dapat diartikan sebagai busuk, jadi jangan mau jadi busuk. Harus dimulai dari desa, perbekelnya harus jadi panutan warga, jangan sampai ‘terpeleset’ karena korupsi uang yang nilainya tidak seberapa,” ujar Sugiada.

Sugiada juga menekankan bahwa alat bukti kini mencakup banyak hal yang bisa menjerat dan memberatkan terduga korupsi, termasuk alat bukti elektronik. “Percakapan, deal-deal di HP pun sekarang bisa jadi alat bukti tindak pidana korupsi,” kata Sugiada. “Di sanalah pentingnya fungsi kami dari Inspektorat untuk memberikan peringatan dini, agar bapak ibu memahami pentingnya pencegahan,” tambahnya.

Komitmen menjadi kunci penting menurut Sugiada—komitmen pemimpin hingga jajaran serta masyarakat dalam tata kelola pemerintahan yang baik. “Hasil penilaian ini akan kami laporkan ke KPK RI, dan KPK akan turun langsung untuk mengecek. Saya harap desa-desa di Bali bisa mencapai nilai 100,” tukasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya di kesempatan yang sama, Pjs. Bupati Bangli I Made Rentin menyampaikan bahwa pemberantasan korupsi sebagai kejahatan luar biasa tidak hanya melalui penangkapan pelaku, namun juga upaya pencegahan hingga pembentukan budaya anti korupsi. “Yang lebih penting adalah membangun mental dan karakter yang dapat memberantas korupsi, dimulai dari diri sendiri,” katanya.Inspektur Pembantu (Irban) I Provinsi Bali, Nyoman Gede Suardita memimpin tim penilai desa anti korupsi di BulelengFoto 3: Tim penilai desa anti korupsi Provinsi Bali di desa Aan, Klungkung

Desa Anti Korupsi, menurut Rentin, merupakan program yang baik untuk melihat pengelolaan anggaran di desa yang berisiko terjadi tindak korupsi. “Penilaian tim ini akan memberikan nilai yang objektif. Kami berharap bisa mengidentifikasi kekurangan dan dapat dipedomani untuk perbaikan berkelanjutan,” kata Rentin. “Secara khusus, saya ucapkan terima kasih atas prestasi Desa Awan, Kintamani, dan semoga bisa menjadi percontohan untuk desa-desa lainnya,” tandas Rentin.

Di lain pihak, Inspektur Pembantu (Irban) I Provinsi Bali, Nyoman Gede Suardita, menyampaikan bahwa dengan diterapkannya asas otonomi daerah, masing-masing daerah hingga ke tingkat desa memiliki peran lebih besar dalam mempercepat kemajuan desa serta kesejahteraan masyarakat. “Desa dalam tingkatannya memiliki wewenang secara administratif, mulai dari pembangunan hingga pengelolaan keuangan,” kata Suardita di Wantilan Pura Bale Agung, Kubutambahan, Buleleng.

Ditambah lagi, menurutnya, kehandalan perangkat desa dan sistem yang digunakan dalam menjalankan hal tersebut sangat dibutuhkan dewasa ini, sehingga masyarakat bisa lebih berperan aktif dalam perencanaan hingga pengawasan. “Karenanya, titik-titik kritis yang ada di desa perlu segera diatasi guna mencegah tindak koruptif. Penguatan perlu dilakukan untuk pencegahan fraud atau tindakan koruptif lainnya,” jelasnya.

Suardita juga menjelaskan bahwa KPK RI kini memiliki program Desa Anti Korupsi sebagai langkah yang diharapkan dapat menjawab tantangan pencegahan korupsi di tingkat desa. “Desa Anti Korupsi diharapkan mampu menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya,” tandas Suardita. “Pemprov Bali telah memilih sembilan desa dari usulan kabupaten/kota, termasuk Desa Kubutambahan, untuk dinilai oleh tim dengan sejumlah indikator yang telah ditetapkan,” katanya lagi.

Sebagai informasi, KPK melalui Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat menginisiasi program Desa Anti Korupsi. Program ini melibatkan berbagai unsur, termasuk kementerian terkait, LSM, pemerhati desa, akademisi, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, kaum perempuan, serta asosiasi pemerintahan desa.

Program ini bertujuan menyebarluaskan pentingnya membangun integritas dan nilai-nilai antikorupsi kepada pemerintah dan masyarakat desa, memperbaiki tata kelola pemerintahan desa yang berintegritas sesuai indikator dalam buku panduan Desa Anti Korupsi, serta meningkatkan peran serta masyarakat desa dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. (dwi/tra).

Pj. Gubernur Bali Apresiasi Pengentasan Stunting

DENPASAR – NEWSINTERMEDIA.COM l Pj. Gubernur Bali, S.M. Mahendra Jaya, memberikan apresiasi kepada Perwakilan BKKBN Provinsi Bali atas peran aktif mereka dalam Program Bangga Kencana, yang berfokus pada pengentasan stunting di Bali. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi dari jajaran BKKBN Provinsi Bali di Ruang Kerja Gubernur Bali, pada Rabu (23/10).

Program Bangga Kencana bertujuan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas dan sehat. Salah satu fokus utama program ini adalah penurunan prevalensi stunting di Bali, yang menjadi prioritas pemerintah untuk membentuk generasi emas yang cerdas dan berkualitas. Program ini dilaksanakan melalui berbagai kegiatan masyarakat, seperti Bina Keluarga Berencana (BKB), Bina Keluarga Lansia (BKL), Bina Keluarga Remaja (BKR), Posyandu, dan fasilitas kesehatan lainnya.

“Anak-anak yang lahir ke dunia tentu tidak menginginkan dirinya mengalami stunting. Namun, pola asuh anak harus benar-benar diperhatikan oleh orang tua, termasuk saat anak dititipkan ke kakek-neneknya karena kesibukan orang tua bekerja. Perlu pengawasan ketat agar anak tidak dibiarkan bermain gadget tanpa pengawasan, karena dapat menghambat tumbuh kembang anak dan memicu berbagai masalah kesehatan,” ujar Mahendra Jaya.

Berdasarkan data, Bali mengalami penurunan prevalensi stunting yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2018, prevalensi stunting di Bali mencapai 21,9%, kemudian turun menjadi 14,3% pada 2019, 10,9% pada 2021, 8% pada 2022, dan pada 2023 angka tersebut turun menjadi 7,2%. Dengan penurunan rata-rata 2,94% per tahun, Bali menjadi provinsi dengan prevalensi stunting terendah di Indonesia.

Mahendra Jaya juga berharap adanya kerjasama antar instansi dan program yang lebih intensif untuk menangani stunting, terutama bagi masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Ia juga menekankan pentingnya calon pengantin melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah dan menyerahkan surat keterangan sehat sebagai salah satu syarat mendapatkan izin menikah.

Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih, yang didampingi oleh Sekretaris BKKBN Bali, Made Arnawa, menyampaikan bahwa pihaknya bersama jajaran telah melakukan berbagai kerjasama dengan instansi terkait untuk turun ke masyarakat, memberikan edukasi, serta melakukan pengawasan kepada calon pengantin mengenai kesehatan reproduksi dan pola asuh anak. “Kami fokus memberikan pembekalan dari pra-kehamilan, saat hamil, melahirkan, hingga mengasuh anak-anak, khususnya selama 1.000 hari pertama kehidupannya,” ujar Sukardiasih.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya secara rutin melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan anak-anak di Bali untuk memantau kemungkinan terjadinya stunting. Jika ditemukan anak yang berat badannya tidak meningkat, akan segera dirujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter anak guna memastikan langkah penanganan yang tepat. (tutt/tra).

PJ Gubernur Bali Ajak Komite Satwa Ngrombo Entaskan Rabies

DENPASAR – NEWSINTERMEDIA.COM l Penjabat (PJ) Gubernur Bali, S.M. Mahendra Jaya, membuka pintu bagi kolaborasi dengan Komite Perlindungan dan Kesejahteraan Satwa dalam upaya pengentasan rabies di Bali. Dalam audiensi yang digelar di Kantor Gubernur Bali, Rabu (23/10), Mahendra Jaya menekankan pentingnya gotong royong atau Ngrombo untuk menangani masalah rabies yang masih menjadi tantangan di Bali.

“Saya berencana memaksimalkan pemberian vaksin dan sterilisasi rabies di Bali. Dengan bantuan dari Komite Perlindungan Satwa, kita dapat mempercepat penanganan rabies di Bali. Harapannya, Bali bisa segera bebas dari rabies dan membuka diri bagi satwa dari luar, serta menjadi tujuan wisata yang nyaman untuk semua,” ujarnya.

Mahendra Jaya juga memberikan ruang kepada Komite untuk menyelenggarakan vaksinasi massal. Anjing yang telah divaksin akan diberi tanda pada telinganya, sehingga masyarakat bisa membedakan mana yang sudah divaksin dan mana yang belum. “Saya sangat menghargai inisiatif Komite Perlindungan Satwa dan berharap program ini menjadi model bagi daerah lain dalam penanganan rabies,” tambahnya.

Perwakilan Komite Perlindungan dan Kesejahteraan Satwa, Roger P. Silalahi, menyambut baik komitmen Pemprov Bali dan mendukung langkah-langkah pengendalian rabies yang ramah terhadap populasi anjing/satwa. Komite siap terlibat dalam kegiatan vaksinasi dan sterilisasi massal untuk menekan penyebaran rabies di Bali.

Turut hadir dalam acara tersebut, Asisten II Setda Provinsi Bali, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Staf Ahli PMK Sekda Prov Bali, dan Kesbangpol Provinsi Bali. (eka/tra).

Info Pemkot Denpasar Seputar Ngaturang Bakti dan Bimtek

0

Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti di Pura Hulundanu Batur

Ket foto : Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IB Alit Wiradana beserta pimpinan OPD dilingkungan Pemkot Denpasar saat melakukan persembahyangan bhakti penganyar di Pura Tuluk Biyu Batur dan Pura Hulundanu Batur, Kintamani Bangli, Rabu (23/10).

BANGLI-NEWSINTERMEDIA.COM l
Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Penganyar serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat di Pura Tuluk Biyu Batur dan Karya Ngusaba Kapat di Pura Hulundanu Batur, Kintamani Bangli, Rabu (23/10). Pelaksanaan Bhakti Penganyar dipimpin Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar yang diawali dengan melakukan persembahyangan di Pura Tuluk Biyu Batur dan dilanjutkan persembahyanag di Pura Hulundanu Batur.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IB Alit Wiradana mengatakan, karya Pujawali Ngusaba di Pura Ulun Danu Batur ini merupakan momentum bagi seluruh umat Hindu untuk meningkatkan sradha dan bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa. Selain itu, momen ini juga dapat dimanfaatkan sebagai ajang mulatsarira. Sehingga diharapkan dapat menjadi keseimbangan alam semesta beserta isinya.

“Tentu ini merupakan momentum bagi kita bersama untuk meningkatkan sradha dan bhakti umat, serta memohon asung kertha wara nugraha Ida Sang Hyang Widi Wasa,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakanya, pelaksanaan Bhakti Penganyar juga sebagai ungkapan rasa syukur Pemerintah Kota Denpasar atas kelancaran menjalankan swadharma dalam melakukan pembangunan maupun memberikan pelayanan kepada masyarakat. Harapan dalam pelaksanaan pujawali Ngusaba di Pura Ulun Danu Batur dapat memberikan kesejahteraan, dan keberkahan bagi masyarakat Bali.

“Rasa persatuan atau menyama braya umat Hindu harus kita pupuk, sehingga yadnya sebagai wujud syukur dapat terus kita laksanakan guna meningkatkan sradha dan bakti umat sesuai dengan swadarma menuju keseimbangan alam semesta,” pungkas Alit Wiradana.

Sementara Ketua Panitia Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat Pura Tuluk Biyu Batur, I Ketut Sudana saat ditemui mengatakan bahwa rangkian upacara ini dilaksanakan secara rutin setiap purnamaning sasih kapat.

Lebih lanjut, pelaksanaan karya ini telah dimulai sejak 7 Oktober 2024, lalu dilanjutkan puncak karya dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 2024, lalu karya penyineban dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2024 mendatang.

“Tentu kami mengucapkan terimakasih kepada jajaran Pemkot Denpasar telah melaksanakan Bhakti Penganyar ke Pura Tuluk Biyu Batur dan kami memohon kepada seluruh elemen agar Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat Pura Tuluk Biyu Batur dapat berjalan dengan lancar,” pungkas I Ketut Sudana. (Humasdps/Arm).

Pemkot Denpasar Gelar Bimtek Penyusunan Program Pelatihan LPKS

Dibuka Sekda, Dorong Pelatihan Berbasis Kompetensi
Ket. Foto : Sekda Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana saat menyerahkan materi kepada peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Program Pelatihan untuk Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) di LPKS Queen International pada Rabu, (23/10)
DENPASAR – NEWSINTERMEDIA.COM l Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Program Pelatihan untuk Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS). Acara ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, dan dilaksanakan di LPKS Queen International pada Rabu, (23/10).

Dalam sambutannya, yang disampaikan oleh Sekda Alit Wiradana, Penjabat Sementara (Pjs.) Wali Kota Denpasar, I Dewa Gede Mahendra Putra, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari visi misi Dinas Tenaga Kerja. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memanfaatkan teknologi, dan inovasi guna mencapai pembangunan yang seimbang berdasarkan prinsip Tri Hita Karana.

“Sejalan dengan kebutuhan dunia kerja, sudah saatnya masyarakat Kota Denpasar untuk terus meningkatkan kompetensi diri,” ujarnya.

Alit Wiradana juga mendorong peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin guna mengembangkan potensi diri, terutama dalam hal penyusunan program pelatihan berbasis kompetensi.

“Diibaratkan para instruktur di lembaga pelatihan sebagai arsitek yang merancang bangunan, menunjukkan pentingnya peran mereka dalam membangun kompetensi masyarakat,” ujar Sekda Alit Wiradana

Sementara Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, IGA Ngurah Raini, yang didampingi Ketua Panitia Ni Wayan Marsini, menekankan pentingnya kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) ini sebagai langkah strategis bagi pemerintah, sektor swasta, dan pelaku dunia kerja dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Denpasar adalah menyelenggarakan Bimtek Penyusunan Program Pelatihan LPKS, yang menargetkan 50 orang instruktur dari Lembaga Pelatihan Kerja Swasta di Kota Denpasar. Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari Dinas Ketenagakerjaan dan Sumber Daya Mineral Provinsi Bali, yaitu asesor akreditasi Provinsi Bali,” ujarnya.

IGA Ngurah Raini berharap melalui kegiatan ini, perusahaan dan LPKS dapat memahami penerapan prinsip-prinsip efektivitas, efisiensi, kualitas, dan ramah lingkungan dalam berkarya. Selain itu, ia menekankan bahwa peningkatan produktivitas yang menghasilkan keuntungan juga akan berdampak pada kesejahteraan tenaga kerja di perusahaan.

Pemerintah Kota Denpasar menyadari bahwa pengembangan SDM tidak bisa dilakukan secara sepihak. Oleh karena itu, kegiatan ini melibatkan para pimpinan LPKS untuk mencetak lulusan yang memiliki standar kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

“Peningkatan produktivitas berkaitan erat dengan sikap mental. Prinsip bahwa mutu kehidupan harus selalu meningkat dari hari ke hari harus ditanamkan, sehingga tenaga kerja yang dihasilkan akan memiliki daya saing tinggi dalam dunia kerja,” ujarnya. (Eka/tra)

Selama Menjabat Gubernur, Koster Telah Berkontribusi Bagi Bebandem

0

Lanang : Terima Kasih Pak Koster Sudah Bangun SMK  Bebandem

KARANGASEM – NEWSINTERMEDIA.COM l Calon Gubernur (Cagub) Bali Nomor 2, Wayan Koster menyerap aspirasi warga Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem pada Rabu (23/10).

Wayan Koster yang juga Gubernur Bali 2018-2023 ini didampingi Calon Bupati Karangasem Nomor Urut 2, Gede Dana. Saat itu, sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan aspirasi warga setempat. Salah satunya, I Gusti Lanang Taman yang menyampaikan aspirasi warganya.

I Gusti Lanang Taman mengawali dengan mengungkapkan bahwa Wayan Koster selama menjabat gubernur telah berkontribusi sangat besar terhadap daerah Kecamatan Bebandem terutama Desa Sibetan. Ia menyebutkan di antaranya pembangunan embung untuk mengatasi kesulitan air bersih yang dialami warga sekitar Gunung Agung yang masih terisolasi.

Selain itu, ia juga menyebut bahwa Wayan Koster telah membangun sekolah SMK Negeri 1 Bebandem. Namun, ia selanjutnya meminta agar setelah terpilih kembali sebagai gubernur periode 2025-2030, agar melakukan pembangunan perluasan kelas untuk jurusan kelas Tata Boga.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Koster karena telah membangun SMK di Sidemen, sehingga anak-anak kami bisa sekolah di dekat desanya. Tapi karena siswanya terus bertambah, maka ada kebutuhan tambahan kelas. Lahannya sudah ada. Jadi kami mohon pada periode kedua Bapak, agar dibantu pembangunannya,” jelasnya.

Sedangkan khusus Desa Sibetan, menurutnya, Wayan Koster telah memfasilitasi pembangunan wantilan desa adat dan dua seperangkat alat gamelan gong. “Suksma niki Pak Koster, desa kami telah dibantu,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Calon Gubernur (Cagub) Bali Wayan Koster mengungkapkan bahwa selama menjabat gubernur meski terkendala pandemi Covid-19, pihaknya telah berhasil membangun 17 SMA/SMK di seluruh Bali.

“Titiang akan bangun itu (penambahan kelas untuk SMK Negeri Sidemen, red) . Biar tidak ada lagi anak-anak SMP yang tidak tertampung. Kasian mereka, sudah 79 tahun kita Merdeka tapi masih banyak anak-anak SMP kesulitan melanjutkan ke SMA/SMK gara-gara kekurangan jumlah sekolah,” tegasnya. (*)

Dukungan Koster-Giri Terus Mengalir Tahap II Kampanye di Buleleng

0

Ternyata Koster Sudah Bangun Sejumlah Infrastruktur Buleleng

BULELELNG – NEWSINTERMEDIA.COM l Pemimpin visioner dan pekerja keras Wayan Koster telah membangun sejumlah infrastruktur di Buleleng. Tak hanya infrastruktur shortcut Singaraja-Mengwi, Turyapada Tower dan pelabuhan Sangsit. Tapi banyak infrastruktur yang telah terwujud dan dirasakan masyarakat. Koster sebagai satu-satunya Gubernur Bali yang berhasil mewujudkan cita-cita shortcut untuk warga Buleleng.

Selain tiga pembangunan monumental itu, Koster juga telah berjuang, bekerja keras, cerdas, tulus dan fokus membangun infrastruktur seperti pembangunan di bidang pendidikan, air bersih, jalan, dan pasar.

Koster menegaskan jika paslon Gubernur Bali nomor 2 Koster-Giri (Wayan Koster-Giri Prasta), maka sejumlah infrastruktur mendasar akan dilanjutkan dan dituntaskan secepatnya. Pada kampanye terbuka di Seririt Buleleng, Selasa 22 Oktober 2024, sejumlah warga mengaku telah merasakan apa yang dibangun Koster.

“Pak Koster dan anggota DPRD Buleleng telah membantu pengaspalan jalan di Seririt. Juga membangun Sekolah. Kami juga sampaikan aspirasi agar Koster-Giri membangun jalan menuju Pura Dalem, ” Kata Sukarno Pura.

Selain itu, ia juga menyampaikan aspirasi kepada Koster-Giri dan pasangan Bupati Buleleng nomor 2 Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna (Joss 24), agar bisa membangun sekolah SMAN. Karena kebutuhan tamatan SMP sulit mencari SMA.

Koster-Giri dalam kesempatan itu menyampaikan akan membangun sekolah, kemudian menyediakan kebutuhan air bersih, pengaspalan jalan, kesehatan serta sejumlah infrastruktur lainnya. Selama duduk di DPR RI, Koster telah membangun SMK di Seririt. Setelah itu, menjadi Gubernur Bali 2019-2023, Koster juga telah membangun 17 SMAN dan SMK di seluruh Bali.

Selain itu, inilah sejumlah pembangunan infrastruktur di Buleleng secara keseluruhan yang telah dibangun Koster. Menariknya, Koster bekerja keras membangun semua ini saat periode pertama menjadi Gubernur Bali 2018-2023.

“Pada periode pertama, tiang membangun Pasar Banyuasri. Pasarnya sudah selesai dan dimanfaatkan masyarakat, kemudian membangun Taman Bung Karno di Sukasada sudah selesai, membantu pipanisasi air dari Air Sani ke wilayah timur karena di sana sulit air, sekarang air lancar ke Tejakula dan Kubutambahan. Dan tiang akan memperluas lagi, ” jelas Koster.

Koster menjelaskan, setiap tahun akan dibantu untuk pengaspalan jalan di Buleleng secara bertahap. Karena belum semua jalan di Buleleng di aspal. ” Tiap tahun pasti dibantu. Karena banyak jalan di Buleleng jadi belum semua di aspal. Seperti aspirasi dari Seririt yang disampaikan, saat periode kedua pasti kami bantu, ” katanya.

Secara khusus untuk pembangunan sekolah, Koster sangat konsen. Sebagai Gubernur berlatar belakang pendidikan jebolan ITB, Koster menegaskan akan berusaha mengalokasi anggaran untuk kepentingan sektor pendidikan.

“Saat Gubernur (2018-2023) saya bangun 17 SMAN di Bali. Sebelumnya belum ada pemimpin yang bangun. Banyak anak SMP tidak tertampung di SMA, ini jadi alasan utama harus dibangun. Tiang Gubernur langsung bangun 17 SMAN. Tiang akan bangun lagi di periode kedua di daerah yang memang butuh, ” jelas pria asal Sembiran ini.

Koster mengatakan, akan bekerja lebih keras
pada periode kedua jika kembali dipercaya krama Bali. Ia bekerja cerdas, fokus dan tulus membangun Bali dengan visi nangun sat kerthi loka Bali. Selain itu, Koster dan Giri Prasta juga akan menjadi pemimpin yang bisa memikirkan dan menghasilkan dana untuk membangun infrastruktur dan program-program di semua daerah di Bali.

“Jadi Gubernur Bali harus bisa memikirkan dan menghasilkan dana, karena program bagus tak ada dana ya percuma. Jadi seorang memimpin Bali itu, harus bisa kreatif menciptakan sumber-sumber dana untuk membangun Bali, ” tegas Koster. (*)

 Tokoh Seririt: Orang Pintar Pilih Pemimpin Cerdas Koster-Giri 

BULELELNG – NEWSINTERMEDIA.COM l Tokoh masyarakat di Kecamatan Seririt Buleleng menyebut krama Bali yang cerdas, pastinya krama yang memilih pemimpin cerdas di Bali. Pemimpin cerdas, visioner, berkonsep dan berkomitmen membangun Bali hanya nomor 2 Wayan Koster dan Giri Prasta (Koster-Giri). Hal ini diungkapkan Putu Moser tokoh Desa Patemon Seririt, pada kampanye terbuka tahap kedua Koster-Giri, Selasa 22 Oktober 2024.

“Kita semua yang ada wantilan Desa ini adalah orang pintar. Karena kita ingin memilih pemimpin cerdas Koster-Giri Nomor 2, ” tegas Putu Moser di hadapan 800 warga Desa Petemon Seririt Buleleng, Selasa 22 Oktober 2024.

Moser meminta semua krama Patemon memberikan dukungan coblos nomor 2 pada Pilgub Bali Koster-Giri dan nomor 2 Pilbup Buleleng Nyoman Sutjidtra dan Gede Supriatna (Joss 24) “Koster-Giri dan Joss 24 tak perlu diragukan lagi. Mereka sudah berbuat untuk Bali,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Desa Patemon Seririt juga memiliki sosok luar biasa di DPRD Bali Ketut Rochineng . Beliau sebagai penanggungjawab warga di sini. “Suksma bagi Pak Ketut Rochineng yang telah bertanggungjawab untuk kegiatan warga di sini. Aspirasi warga bisa disampaikan lewat beliau,” katanya.

Ketut Rochineng dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa dirinya akan menjadi jaminan sebagai orang yang memfasilitasi aspirasi warga Patemon Seririt. Ia akan menampung semua aspirasi dan harapan warga, kemudian menyampaikan kepada Koster-Giri jika diberikan mandat sebagai Gubernur dan wakil Gubernur Bali.

Hal serupa juga akan dilakukan bagi warga Patemon di tingkat kabupaten Buleleng. Ia menjamin akan membawa aspirasi warga kepada Nyoman Sutjidtra dan Gede Supriatna (Joss 24) ketika dipercaya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buleleng. “Apapun itu aspirasi warga Patemon, bisa catat lewat saya, pasti akan diperjuangkan, diselesaikan dan dipenuhi,” katanya.

Namun ia berharap agar krama Seririt khusus Desa Patemon, tetap menjaga kesehatan dan datang ke TPS untuk memberikan dukungan untuk Koster-Giri dan Joss 24 pada Rabu 27 November 2024. Warga diminta datang mulai pukul 07 hingga 12.00 WITA. Jangan lupa satu hari berharga ini.

Kampanye terbuka tahap kedua paslon Gubernur Bali Nomor 2 Koster-Giri berlangsung di Desa Patemon Seririt dihadiri kurang lebih 800 orang. Warga tak beranjak ketika Cagub Bali Koster memaparkan visi misi. Sejumlah program pro rakyat disampaikan dan sesuai dengan aspirasi warga. Seperti pembangunan infrastruktur jalan, sekolah negeri, produksi hasil pertanian, kesehatan, air bersih, pariwisata dan pemberdayaan masyarakat.

Hadir dalam kampanye ini, paslon Bupati Buleleng Nyoman Sutjidtra dan Gede Supriatna (Joss 24), anggota DPRD provinsi dan Kabupaten Buleleng, pengurus PDI-P juga Ketua DPRD Bali Dewa Jack, Ketua DPD Hanura Bali I Kadek Arimbawa alias Lolak, Ketut Rochineng, tokoh masyarakat dan ratusan warga. Untuk diketahui, Koster-Giri menggelar kampanye di empat desa berbeda di Buleleng pada Selasa 22 Oktober 2024.(*)

Tokoh masyarakat Patemon Seririt Putu Moser saat menyampaikan aspirasi kepada Paslon Gubernur Bali nomor 2 Wayan Koster dan Giri Prasta (Koster-Giri) di wantilan desa setempat, Selasa 22 Oktober 2024.

Koster Apresiasi Keakraban Toleransi Umat Beragaama Seririt

BULELELNG – NEWSINTERMEDIA.COM l Calon Gubernur Bali nomor 2 Wayan Koster (Koster-Giri) merupakan pemimpin yang telah terbukti dan teruji mengedepankan toleransi antar umat beragama di Bali. Gubernur Bali 2018-2023 ini, meminta semua krama Bali mewarisi toleransi yang telah ditanamkan leluhur di Bali. Seperti yang terlihat di Kelurahan Seririt Buleleng, Selasa 22 Oktober 2024.

Koster takjub melihat keakraban antar umat beragama di Seririt. Mereka akrab seperti keluarga. Padahal berbeda keyakinan. Momen mengejutkan ketika Koster break alias berhenti sejenak saat mulai memaparkan visi misi dan program Koster-Giri di hadapan ribuan warga Seririt. Ternyata, Koster menghormati umat muslim yang menjalankan sholat dzuhur tepat pukul 12.00 WITA. Setelah kurang lebih 10 menit, Koster melanjutkan Pemaparan visi misinya.

Saat itu, Koster menyampaikan kondisi di Seririt tak jauh berbeda dengan di Desa Sembiran, Tejakula. “Di desa tiang toleransi seperti ini disebut nyama selam, seperti saudara dan keluarga sendiri . Tradisi kekeluargaan ini sejak dulu dibuat leluhur kita di Bali, kita harus lestarikan dan diwariskan untuk semua anak cucu kita,” kata Koster.

DPR RI periode 2004-2019 ini takjub dengan dua tokoh Hindu dan Muslim yang hadir menyampaikan aspirasi dan harapan di atas panggung. Pemandangan seperti ini hanya terlihat di Pulau Dewata. Untuk itu, harus dijaga dan diwariskan.

“Saya senang sekali menyaksikan dua tokoh Hindu dan muslim ini, mereka begitu akrab dan rasa kekeluargaan tinggi. Terlihat toleransi tinggi ,akrab, akur dan tidak melihat perbedaan agama, golongan dan suku, ” tambah Koster memuji dua tokoh warga yang menyampaikan aspirasi pada kampanye terbuka di Seririt, Selasa 22 Oktober 2024.

Sebelumnya, Dua tokoh Hindu Muslim yakni Ustadz Rahmat Hidayat dan Sukarno Pura tampil di depan mewakili warga Seririt. Mereka menyampaikan aspirasi dan harapan kepada Koster-Giri. Mereka juga mendoakan agar keduanya lebih baik memimpin Bali kedepan. “Kami do’akan sukses dalam perjuangan ini. Kepemimpinan kedepan lebih baik membawa Bali, Buleleng khususnya Seririt, ” kata ustad.

Dia berharap semua warga Seririt menjadi bagian dari bapak (Koster-Giri) agar sama-sama sejahtera kedepan. Tokoh Hindu Pak Sukarno Pura menyatakan Toleransi Seririt dan Bali luar biasa. Sejak nenek moyang dulu toleransi ini sudah ada dan selalu kompak dalam setiap momen.

“Terima kasih kehadiran warga Seririt dalam menyambut Pak Wayan Koster (Koster-Giri), Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna (Joss 24). Warga Seririt harus pilih Koster-Giri dan Joss 2 (Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna), ” katanya.

Ia juga menyampaikan sejumlah aspirasi warga Buleleng kepada Koster-Giri dan mengapresiasi bantuan pengaspalan jalan oleh DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya. “Sudah Aspal Jalan Ngurah Rai suksma. Kemudian kami sampaikan aspirasi, jalan Wisnu ke Pura Dalem mohon di aspal. Di Seririt juga kurang Sekolah SMAN dan kami harap pembangunan Sekretariat Desa Adat Seririt,” jelasnya.

Kampanye terbuka tahap kedua Koster-Giri berlangsung di empat desa dan kelurahan di Buleleng pada Selasa 22 Oktober 2024. Hadir juga dalam kampanye, paslon Bupati Buleleng nomor 2 Joss 24, pengurus DPRD provinsi dan kabupaten, partai pengusul dan pendukung, relawan serta ribuan warga. (*)

Jro Budi Hartawan: Pak Koster Sudah Terbukti Kerja Nyata

BULELELNG – NEWSINTERMEDIA.COM l Tokoh masyarakat Buleleng Jro Budi Hartawan menegaskan bahwa Calon Gubernur Bali Nomor Urut 2, Wayan Koster sebagai pemimpin yang telah terbukti kerja nyata untuk masyarakat Pulau Dewata.

Sebagaimana diketahui Wayan Koster merupakan gubernur Bali periode 2018-2023. Saat ini pria asal Buleleng ini maju kembali sebagai calon petahana. Hal itu disampaikan Jro Budi Hartawan saat Kampanye Putaran II Pilgub Bali pada Selasa (22/10/2024) di Buleleng. Hadir ratusan Pasemetonan Suka Duka Satria Muda Majapahit.

“Pak Koster sudah terbukti kerja nyata untuk masyarakat Bali. Kalau untuk Buleleng sudah banyak, terutama Jalan Short Cut Buleleng – Mengwi. Maka harus kita dukung kembali untuk periode selanjutnya,” tegasnya.

Terlebih lagi, lanjut Jro Budi, Wayan Koster adalah satu-satunya putra Buleleng yang maju sebagai calon gubernur Bali. “Pilihlah Bali 1 orang Buleleng. Saya waktu ke Jakarta di Bandara (Sukarno-Hatta) ditanya orang dari mana? Saya jawab dari Bali. Orang itu malah menjawab gubernurnya dari singaraja iya. Apa tidak bangga kita jadi orang Buleleng,” serunya.

Sementara itu, Wayan Koster yang merupakan pria kelahiran Desa Sembiran, Buleleng ini menjelaskan bahwa meski terkendala pandemi Covid-19 tetap mampu menuntaskan sejumlah pembangunan.

Ia menyebut diantaranya pembangunan Taman Bunga Karno yang setengah anggarannya berasal dari APBD. Lalu pembangunan Pasar Banyuasri yang setengah lebih biayanya berasal dari APBD Provinsi Bali sebesar Rp50 miliar.

Selanjutnya, Turyapada Tower yang akan menjadi destinasi pariwisata baru di Bali Utara terutama Buleleng. Adapula pipanisasi pelayanan air bersih dari Air Sanih sampai Buleleng Timur di Tejakula.

Selain itu, pembangunan yang paling dirasakan dampakmya oleh masyarakat Bali terutama Buleleng adalah Jalan Short Cut Buleleng-Mengwi. “Astungkara selesai 2027. Kalau jadi, jalannya gampang tidak lekak-lekok (kelak-kelok) lagi, tidak mules lagi. Sekarang sudah bagus,” terangnya.

Wayan Koster lalu berkomitmen untuk periode keduanya akan melakukan percepatan pembangunan daerah Buleleng. “Astungkara, begitu terpilih langsung titiang lanjutkan lebih bagus lagi,” tegasnya. (*)

Ketua DPC PDIP Gianyar All Out Menangkan Koster-Giri

0

Mahayastra Minta Semeton Gianyar Lihat Track Record Koster-Giri tak Pernah Muluk-Muluk

Ketua DPC PDI Perjuangan Made Agus Mahayastra all out akan memenangkan paslon Gubernur Bali nomor 2 Koster-Giri di Gianyar.

Gianyar-Paslon Gubernur Bali nomor 2 Wayan Koster dan Giri Prasta (Koster-Giri) tak pernah kampanye hal muluk-muluk atau bicara yang baik-baik saja. Mereka menyampaikan prestasi pembangunan yang telah dibangun dan dirasakan masyarakat.

Mereka sampaikan track record (rekam jejak) yang telah diberikan kepada krama Bali. Dan berkomitmen melanjutkan program yang sementara berjalan pada periode pertama.

Untuk itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Gianyar Made Agus Mahayastra meminta semeton Gianyar melihat rekam jejak Koster dan Giri. Kedua pemimpin visioner dan bares ini telah berbuat banyak secara fokus dan lurus untuk Gianyar. Mereka telah kerja keras, cerdas dan berhasil untuk menjaga Bali.

“Kalau kampanye yang baik-baik saja itu kampanye yang muluk-muluk. Tapi, di sini kami sampaikan track record Koster-Giri, itu yang kita sampaikan, silahkan semeton menilai sendiri,” tegas Mahayastra di Gianyar belum lama ini.

Bupati Gianyar 2018-2023 ini menjelaskan
Seperti apa sosok Pak Koster sejak menjadi DPR RI hingga sekarang menjadi Gubernur Bali dan kembali mencalonkan diri.

“Berubah atau tidak sosok beliau, silahkan semeton menilai,” Katanya.

Mahayastra juga menyatakan semeton Gianyar juga bisa menilai sosok calon Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.

“Pak Giri, pernah ketua Fraksi, Ketua DPRD Badung, Bupati Badung Dua Periode, dan sekarang menjadi wakil Gubernur Bali. Beliau bersabar sedikit, kemudian akan maju menjadi Gubernur Bali, ” jelas Mahayastra.

Calon Bupati Gianyar bersama AA Gde Mayun ini menjelaskan, semeton Gianyar bisa langsung menyampaikan aspirasi kepada kedua fitur pemimpin ini.

“Bagaimana semeton mengenal Pak Giri , inilah saatnya semeton menyampaikan aspirasi dan harapan. Di Gianyar secara masif beliau-beliau sudah bekerja. Sehingga dari kejujuran aspirasi warga, maka kita bisa meramu program yang terukur dari sisi regulasi dan anggaran untuk Gianyar lebih baik, ” jelasnya.

Mahayastra mengatakan Koster-Giri matang dari segala sisi. Seperi buah yang manis untuk Bali. Bukan manis karbitan. Tapi kedua figur manis asli.

“Mereka berdua memang sudah siap memimpin kita di Pulau Dewata.
Karena memahami dan sudah berbuat untuk adat, seni budaya, tradisi, kearifan lokal, melestarikan alam dan membantu krama Bali sejahtera, ” katanya.

Koster-Giri dan Giri menurut dia telah memimpin Bali dengan hati, dan akan melanjutkan semua program-program hingga tuntas.

Mahayastra menyampaikan hal ini pada kampanye terbuka Koster-Giri dan Paket Aman (Agus Mahayastra dan Gde Mayun) di Desa Bedulu. Saat itu sekitar 2000 semeton Gianyar berkumpul di wantilan dan mendengar dengan serius program-program Koster-Giri dan Paket Aman. Sebelum kampanye, Koster-Giri dan Paket Aman melakukan persembahyangan di Pura Samuan Tiga. (“)