- Advertisement -spot_img
21 C
Indonesia
Beranda blog Halaman 11

Info Jembrana Soal Atasi Masalah Sampah dari Rumah dan

0

Bupati Ajak Warga Gunakan Sistem “Teba Modern” di Lahan Sempit

NEWSINTERMEDIA.COM | Jembrana – Mempercepat penanganan darurat sampah dan mewujudkan kemandirian pengelolaan limbah di tingkat rumah tangga, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan secara resmi mengeluarkan Surat Imbauan kebijakan Pengolahan Sampah Organik Berbasis Sumber .

Kebijakan ini menekankan penggunaan metode Teba Modern, sebuah inovasi adaptasi kearifan lokal yang dirancang khusus untuk warga di desa maupun kelurahan yang memiliki keterbatasan lahan (lahan sempit). Sementara bagi warga yang lahan belakang rumahnya masih luas , bisa menggunakan sistem teba tradisional yang sudah disosialisasikan sebelumnya .

Bupati Kembang , dihubungi sabtu ( 25/4) menegaskan bahwa sampah organik menyumbang lebih dari 60%total volume sampah di TPA. Dengan Teba Modern, beban tersebut diharapkan berkurang drastis

Kebijakan ini juga diambil sebagai respons atas volume sampah harian yang terus meningkat, sementara daya tampung TPA diprediksi akan mencapai batas maksimal dalam jangka waktu dekat.

Tiap rumah tangga diimbau tidak lagi mencampur sampah organik dengan anorganik. Sementara kelihan dinas dan kepala lingkungan diinstruksikan menggerakkan dan ikut memantau pelaksanaan imbauan ini berjalan dan wajib melaporkan selambatnya empat minggu sejak surat imbauan ini dikeluarkan .

” Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan TPA yang kapasitasnya makin terbatas. Teba Modern adalah jawaban bagi masyarakat urban / perkotaaan dengan lahan sempit. Cukup satu lubang kecil di sudut halaman, masalah sampah sisa dapur selesai tanpa bau dan tanpa lalat, dan hasinya bisa dijadikan pupuk kompos yang bernilai ,” ujar Bupati Kembang .

Sebagai langkah konkret, kebijakan ini telah mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jembrana untuk menjadi contoh di lingkungan masing-masing. Setiap ASN diinstruksikan telah memiliki dan mengoperasikan sistem Teba Modern atau komposter di rumahnya masing masing .

Secara tradisional, Teba adalah area di belakang rumah masyarakat Bali yang berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah alami dan dimodifikasi menjadi Teba Modern seiring menyempitnya lahan pemukiman.

Berbeda dengan lubang konvensional, Teba Modern menggunakan sistem biopori besar atau buis beton tertanam yang dilengkapi dengan penutup rapat agar mudah terurai. Hal ini memungkinkan proses pengomposan terjadi secara higienis, tidak berbau, dan tidak memerlukan ruang luas. Sementara yang lahannya sangat terbatas , bisa juga menggunakan tong komposter serta compost bag .Bupati berharap gerakan ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan transformasi budaya hidup bersih yang dimulai dari lingkungan terkecil. “Mari jadikan pengolahan sampah sebagai gaya hidup baru. Jangan biarkan sampah keluar rumah sebelum dipilah, karena melalui Teba Modern, kita sedang menabung kesuburan tanah untuk masa depan anak cucu kita,” tegas Bupati Kembang Hartawan.(WIS/TRA).


Puluhan Mobil Adu Cepat Ramaikan Ajang Bali Super Drag Way Jembrana

NEWSINTERMEDIA.COM | Jembrana Raungan mesin meramaikan kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Negara, saat puluhan pembalap dari berbagai daerah di tanah air beradu kecepatan dalam ajang Bali Super Drag Way, Sabtu (25/4). Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi para pecinta otomotif, tetapi juga mempertegas posisi Kabupaten Jembrana sebagai destinasi sport tourism di Bali.

Peserta yang berpartisipasi dalam ajang ini datang dari berbagai wilayah, mulai dari Bali, Surabaya, Jember, Jakarta, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB). Menariknya, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), tidak hanya menyaksikan acara, tetapi juga turut ambil bagian memacu adrenalin di lintasan balap untuk mendukung semangat para peserta.

Wabup Ipat menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap event otomotif seperti ini. Menurutnya, ajang resmi adalah solusi terbaik untuk menekan angka balapan liar di jalanan umum.

“Kegiatan semacam ini memang sangat kami dukung. Harapannya, dengan adanya wadah resmi, tidak ada lagi anak-anak muda yang melakukan trek-trekan atau balapan liar di jalanan yang membahayakan,” ujar Wabup Ipat.

Lebih lanjut, Wabup yang dikenal juga gemar otomotif ini menjelaskan bahwa sektor ini merupakan salah satu pilar dalam pengembangan pariwisata berbasis olahraga (sport tourism) di Jembrana. Berbagai event otomotif dilaksanakan untuk menghidupkan roda ekonomi daerah melalui kunjungan para atlet dan wisatawan seperti Drag Race, Rally Sprint, off-road hingga Kejurnas Time Rally yang akan dilaksanakan bulan Mei mendatang.

“Kita ketahui sendiri bahwa Jembrana adalah kabupaten yang mendukung sport tourism. Harapannya tentu Jembrana bisa terus hidup dan berkembang dari sektor ini,” tambahnya.

Terakhir, Wabup Ipat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para peserta, khususnya yang datang dari luar Pulau Dewata. Ia berharap kompetisi ini menjadi awal dari sinergi berkelanjutan antara komunitas otomotif dan pemerintah.

“Terima kasih atas partisipasi para peserta. Selamat datang di Jembrana. Mudah-mudahan di kesempatan lain kita bisa bergabung lagi untuk berkompetisi, baik di ajang drag, rally, sprint, maupun olahraga otomotif lainnya,” pungkasnya.
(WIS/TRA).


 

Penyineban IBTK 2026 Pura Agung Besakih Resmi Ditutup

0

Penyineban IBTK 2026 Gubernur Bali Turut Ngayah Megambel


News intermedia.com l Karangasem — Rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih resmi ditutup melalui upacara penyineban pada Kamis (23/4). Prosesi sakral yang berlangsung khidmat ini dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster bersama Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra.

Tak hanya hadir secara seremonial, Gubernur Koster juga menunjukkan keterlibatan langsung dalam tradisi dengan “megambel” atau memainkan gamelan gangsa bersama para pemedek.  Aksi ngayah tersebut berlangsung di sela-sela prosesi panyineban dan menjadi perhatian umat yang hadir.

Momen langka itu pun banyak diabadikan warga sebagai simbol kedekatan antara pemimpin dan masyarakat. Selain itu, kehadiran Gubernur juga disambut antusias. Di sela prosesi, ia tampak dikerumuni pemedek yang ingin berfoto bersama. Dengan ramah, Gubernur melayani permintaan tersebut tanpa meninggalkan kekhidmatan jalannya upacara.

Upacara penyineban diawali dengan pelaksanaan bhakti penganyar terakhir pada pagi hari, dilanjutkan prosesi utama pada sore hari sekitar pukul 15.00 WITA. Ritual ini ditandai dengan doa bersama, diikuti rangkaian prosesi seperti Nuwek Bagia Pula Kerthi, nedungan Ida Bhatara, katuran tetingkeb ring ambal-ambal, hingga mundur mawali ke pesineban.  Umat juga melaksanakan persembahyangan (muspa) kepada Ida Bhatara Lingsir serta ritual ngeseng dan mendem Bagia Pulekerthi.

Ketua Panitia IBTK Pura Agung Besakih, Jro Mangku Widiartha, menjelaskan bahwa penyineban merupakan simbol berakhirnya masa nyejer, yakni periode Ida Bhatara berstana di Pura Penataran Agung sejak puncak karya pada 2 April 2026. “Setelah doa bersama, seluruh pralingga Ida Bhatara kembali ke pelinggih masing-masing, menandai berakhirnya rangkaian karya,” ujarnya.

Ia menambahkan, prosesi penyineban dipuput oleh enam sulinggih yang memimpin di sejumlah lokasi utama.  Di Bale Gajah, upacara dipimpin oleh Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa dari Griya Kedhatuwan Kawista Blatungan bersama Ida Dalem Semara Putra dari Puri Semara Pura. Sementara di Tapini, dipuput oleh Ida P Istri I Wayah Jelantik Dwaja dari Griya Budakeling Karangasem bersama Ida P Istri Karang.

Untuk tahapan Pengrajeg Karya dipimpin oleh Ida Pendanda Gede Kemenuh dari Griya Batan Manggis Singarata, sedangkan Pengemit Karya dipimpin oleh Ida Rsi Wayabya Sogata Suprabhu Karang dari Griya Buduk Badung. Adapun pada saat pelaksanaan bhakti penganyar, upacara dipimpin oleh Ida Pandita Empu Maha Yoga dari Griya Angsoka Bebanda.

Selain dihadiri Gubernur dan Sekda Provinsi Bali, prosesi ini juga dihadiri Wakil Gubernur Bali periode 2018–2024 Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Bimbingan Komunitas Hindu, jajaran Kepolisian Daerah Bali, Komando Militer Resor 163/Wira Satya, Parisada Hindu Dharma Indonesia, serta Majelis Adat Desa Provinsi Bali.

Selain prosesi keagamaan, panitia juga menyampaikan laporan keuangan pelaksanaan karya. Selama 21 hari kegiatan, total dana yang terkumpul mencapai Rp8.965.742.204, dengan pengeluaran sebesar Rp6.477.534.000, sehingga tercatat saldo akhir sebesar Rp2.488.208.204.

Jro Widiartha menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya karya, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga keagamaan, hingga umat Hindu yang turut ngayah dengan tulus.

“Kami menyadari masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan, untuk itu kami mohon maaf sebesar-besarnya. Namun berkat dukungan semua pihak, karya ini dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan secara sekala dan niskala,” ungkapnya.

Sebagai penutup keseluruhan rangkaian IBTK 2026, upacara Mejauman dijadwalkan berlangsung pada 26 April 2026, yang menjadi simbol berakhirnya seluruh prosesi karya secara menyeluruh.(Noer,/Gustra).

Gubernur Koster Telah Buktikan, Bukan Pemimpin Anti Kritik


Gubernur Koster Tegaskan Spirit Sama Tuntaskan Persoalan Sampah Saat Dialog BEM Unud


News intermedia l Denpasar-Bali l Gubernur Bali Wayan Koster membuktikan diri bahwa ia bukan pemimpin yang anti kritik. Dengan tangan terbuka, Gubernur Koster membuka ruang dialog dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana terkait isu penanganan masalah sampah, Rabu (22/4).

Dialog terbuka yang berlangsung di Wantilan Kantor DPRD Bali itu, Gubernur Koster hadir bersama Ketua DPRD Bali Dewa Mahayadnya, Wakil Ketua II DPRD Bali Ida Gede Komang Kresna Budi, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinis Bali I Made Dwi Arbani dan Kasatpol PP Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi. Dialog terbuka yang dihadiri sekitar 200 Mahasiswa Unud itu juga mendapat atensi langsung Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang.

Dengan seksama, Gubernur Koster menyimak penyampaian aspirasi dari Ketua BEM Unud I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa yang diikuti Ketua BEM sejumlah fakultas terkait dengan dampak persoalan sampah di Daerah Bali sesuai dengan sudut pandang keilmuan masing-masing.

Secara garis besar, mereka menyoroti belum optimalnya penanganan sampah di Bali, kegagalan sistem pengolahan sampah, lemahnya penegakan hukum, kurangnya komunikasi dan koordinasi serta masih minimnya penyiapan fasilitas pengolahan sampah.

Gubernur Koster menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa, atas kepedulian, perhatian dan komitmen yang diimplementasikan dalam penyampaian aspirasi kepada pemerintah.

“Saya mengapresiasi aspirasi yang dibawa, ini mencerminkan rasa empati dan partisipasi dalam merespon permasalahan yang muncul di Daerah Bali,” katanya.

Terkait dengan masalah sampah, secara terstruktur Gubernur Koster mengawali penjelasan tentang UU Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.

Regulasi itu mengatur tanggung jawab pemerintah mulai dari pusat, provinsi dan kota/kabupaten. Pemerintah pusat bertugas menyusun norma atau aturan, provinsi mengemban tugas melakukan pengawasan dan pemerintah kota/kabupaten bertugas melaksanakan pengelolaan sampah.

Namun untuk Daerah Bali, ia sebagai Gubernur dan didukung Bupati/Walikota tidak secara kaku memisahkan tugas dalam pengelolaan sampah. Sejak dilantik menjadi Gubernur periode pertama pada 5 September 2018, ia memberi perhatian khusus pada upaya penanganan sampah dengan mengeluarkan sejumlah regulasi yaitu Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

“Regulasi ini dikeluarkan karena saya sangat paham bahwa sampah harus dikelola dari sumbernya mulai dari rumah tangga, Desa/Kelurahan dan komunitas seperti pasar, hotel dan fasilitas umum lainnya,” ujarnya.

Guna mengoptimalkan implementasi aturan ini, seluruh perbekel, lurah dan bendesa adat berkumpul di Samuan Tiga dan menegaskan komitmen untuk mengelola sampah berbasis sumber.

“Target kita waktu itu, seluruh desa/kelurahan di Bali akan dibangun TPS3R dengan dukungan dana APBN,” imbuhnya. Namun karena Covid-19, program ini tak berjalan mulus karena pemerintah fokus pada upaya penanganan hingga pemulihan pasca pandemi.

Masuk pada periode kedua masa jabatannya sebagai gubernur, ia kembali menggenjot penanganan sampah dan menjadikannya sebagai program super prioritas mendesak.

Salah satu upaya yang ditempuh adalah mendorong sistem pengelolaan sampah berbasis sumber dengan cara memilah. “Dengan dorongan ini, kita baru mampu menyelesaikan sampah di sumber sekitar 30 persen. Sisanya dibawa ke TPA Suwung,” sebutnya.

Terkait dengan volume sampah, menurut data yang ia pegang, Denpasar memproduksi 1.033 ton/hari, disusul Badung sebanyak 800 ton/hari. Sampah dari Denpasar dan Badung yang sebagian besar tak terkelola di sumber sangat membebani TPA Suwung.

“Ditumpuk secara terus menerus sejak tahun 1984 dan saat ini tingginya telah mencapai 45 meter. Ini menimbulkan banyak dampak lingkungan seperti polusi sumber air, gangguan kesehatan masyarakat, bau, pencemaran laut. Sama seperti yang adik-adik mahasiswa utarakan, saya paham semua,” cetusnya.

Terkait dengan keberadaan TPA Suwung yang akan segera ditutup, Gubernur Koster menegaskan bahwa hal itu merupakan amanat UU Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah yang tak memperbolehkan lagi sistem open dumping di seluruh Indonesia.

Menjawab tuntutan mahasiswa agar pemerintah cepat menyelesaikan pengelolaan sampah sejalan dengan tahapan penutupan TPA Suwung, Gubernur menegaskan bahwa ia dalam posisi yang sama.

“Dalam konteks itu posisi kita sama. Adik-adik tuntut agar ini cepat selesai, saya juga ingin cepat selesai. Tak ada yang mau membiarkan situasi ini,” tandasnya.

Saat ini menurutnya pemerintah tak sedang diam namun terus bergerak untuk mewujudkan tata kelola sampah yang lebih baik yang dilakukan mulai dari hulu dan hilir.

Di hulu, Walikota Denpasar dan Bupati Badung mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber dengan pengadaan kantong komposter dan pembuatan teba modern.

“Pemkot Denpasar sudah memesan 170 ribu komposter bag, tapi baru bisa dipenuhi sebanyak 40 ribu karena keterbatasan pasokan. Sementara Badung menggencarkan pembuatan teba modern karena relatif lebih memungkinkan dibanding Kota Denpasar yang rata-rata warganya tak punya pekarangan luas,” urainya.

Upaya masif yang dilakukan di hulu membuahkan hasil positif karena meningkatnya kesadaran masyarakat melakukan pemilahan sampah. Menurut data terbaru, hampir 70 persen warga di Denpasar dan Badung telah melakukan pemilahan sampah.

Lalu di bagian tengah, Walikota Denpasar mengoptimalkan fungsi 23 TPS3R yang telah ada dan berencana membangun sejumlah TPS3R baru.

“Denpasar juga punya 4 TPST, di Kerthalangu dan Padang Sambian masing-masing ada 1, 2 lagi ada di Tahura. Ini sedang dilengkapi dengan peralatan pengolahan sampah yang lebih canggih,” terang dia.

Menurut kalkulasinya, jika seluruh TPS3R dan TPST berfungsi optimal, 650 ton sampah Kota Denpasar akan tertangani. “Jumlah ini di luar yang sudah dikelola di tingkat rumah tangga. Jadi kalaupun masih ada sisa, itu jumlahnya sedikit dan bisa kita atasi tanpa TPA Suwung,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, tahapan pembangunan tempat Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) juga terus berlanjut.

“Ini adalah program pusat yaitu Danantara. Kemarin kita sudah tanda tangan MoU dengan Danantara untuk melaksanakan proyek di atas lahan seluas 6 hektare yang disiapkan Pemprov Bali. Sementara Denpasar dan Badung nantinya akan menyuplai sampah. Saat ini masuk tahap pengurusan perijinan dan amdal. Ground breaking direncanakan 8 Juli 2026,” paparnya.

Koster melanjutkan, kalau sesuai jadwal, proyek ini akan dikerjakan selama 15 bulan sehingga diharapkan rampung awal November 2027 dan diharapkan mulai beroperasi pada Desember 2027.

Pada dialog terbuka tersebut, Gubernur Bali dua periode ini juga menyampaikan informasi terkait rencana pemanfaatan lahan TPA Suwung jika nanti sudah tak digunakan sebagai tempat pembuangan sampah.

“Kalau sudah selesai dan gundukan sampahnya nanti juga secara bertahap terserap di PSEL, maka rencana kita, ini untuk kawasan terbuka hijau, fasilitas umum untuk jogging track. Bukan untuk bangun mall atau fasilitas  pariwisata sebagaimana yang dicurigai oleh sejumlah pihak selama ini. Tidak ada niat kontak investor, saya jaminannya sebagai gubernur, sekala dan niskala,” ungkapnya.

Mengakhiri paparannya, Gubernur Koster menyampaikan terima kasih atas masukan BEM Unud dan berharap ini mampu memicu kekompakan seluruh elemen masyarakat dalam mengatasi masalah sampah.

“Kalau ada yang kurang dan dianggap sebagai kegagalan komunikasi, sebagai manusia biasa saya mohon maaf. Semoga kedepan bisa menyempurnakan diri untuk menjadi lebih baik dalam memimpin Bali. Terima kasih atas kritikan dan masukan dari adik-adik, ini penting buat saya untuk koreksi diri dan menyempurnakan diri dalam memimpin Bali. Saya tak alergi kritik,” pungkasnya.

Apresiasi Sikap Terbuka dan Tak Anti Kritik Gubernur Koster

Ketua BEM Unud I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa menyampaikan terima kasih atas sikap terbuka dan tak anti kritik yang ditunjukkan Gubernur Bali Wayan Koster.

“Terima kasih sudah bisa hadir. Terkait penyelesaian masalah sampah ini, kita bergerak bersama. Ini bukan tanggung jawab sendiri-sendiri,” ujarnya.

BEM Unud menyampaikan enam tuntutan dalam dialog bersama gubernur Bali, pertama terkait keterbukaan informasi penanganan sampah yang telah dilaksanakan oleh pemerintah. Kedua, percepatan penanganan sampah melalui penegakan hukum dan tinggalkan sistem kumpul angkut buang. Ketiga, optimalisasi fungsi TPS3R dengan pendanaan memadai, perketat pengawasan dan membuka kolaborasi dengan penggiat lingkungan. Keempat, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Kelima, pembentukan satgas sampah dan tuntutan keenam, mahasiswa mendorong pembuatan kanal pelaporan. Dialog terbuka ditutup dengan penandatanganan policy brief oleh Gubernur Bali dan Ketua DPRD Provinsi Bali.(Dsk/Tra).


Gubernur Koster dan Dubes Turki untuk Indonesia Bahas Kerjasama Berbagai Bidang Strategis


News intermedia.com l Denpasar-Bali – Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, dalam pertemuan yang membahas peluang kerja sama di berbagai bidang strategis, mulai dari pariwisata hingga pembangunan infrastruktur, bertempat di Ruang Tamu Gubernur Bali, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, pada Rabu (22/4).

Dubes Talip Küçükcan menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi Bali serta menekankan kuatnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Turki. Ia menyebut, hubungan di tingkat pimpinan negara sudah terjalin sangat baik, terlebih setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Turki. Namun demikian, ia menilai kerja sama tersebut perlu diperluas hingga ke tingkat daerah.

“Hubungan Indonesia dan Turki sangat erat. Di tingkat atas sudah sangat baik, sekarang penting untuk memperkuat implementasinya di level bawah, termasuk antar daerah,” ujarnya.

Sektor pariwisata menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Talip mengungkapkan, Turki memiliki pengalaman besar dalam pengelolaan pariwisata, dengan sekitar 60 juta wisatawan setiap tahun, termasuk 25 juta wisatawan yang berkunjung ke Istanbul dengan kontribusi ekonomi mencapai 6,5 miliar dolar AS.

Ia melihat Bali sebagai destinasi kelas dunia yang sangat potensial untuk kerja sama, baik dalam pertukaran pengetahuan, pendidikan pariwisata, hingga pengembangan konsep pariwisata berkelanjutan.

Selain itu, isu sustainable tourism juga menjadi perhatian bersama, termasuk pengelolaan sampah dan energi. Menurutnya, hal ini penting seiring komitmen Bali dalam menjaga kelestarian alam.

Dubes Turki juga menyampaikan peluang kerja sama dalam pembangunan infrastruktur, khususnya proyek Bandara Bali Utara. Ia menyebut banyak perusahaan Turki yang memiliki pengalaman membangun bandara internasional di berbagai negara, termasuk di Vietnam.

Dalam kesempatan tersebut, turut disinggung kebijakan peningkatan populasi di Turki. Talip menyebut pemerintahnya mendorong keluarga untuk memiliki minimal tiga anak.

Gubernur Koster pun menanggapi dengan pendekatan lokal, bahwa dorongan serupa juga relevan dalam menjaga keberlangsungan generasi masyarakat Bali. Ia bahkan telah memberikan insentif bagi ibu yang melahirkan hingga anak keempat sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan demografi.

Menanggapi berbagai peluang kerja sama tersebut, Gubernur Koster menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan pertukaran pandangan yang konstruktif. Ia menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti kerja sama antara Bali dan Turki, khususnya di sektor pariwisata.

“Terima kasih atas pertemuan ini, termasuk pandangan dan tukar pikiran yang sangat baik. Karena komunikasi di tingkat pemerintah pusat sudah terbangun, maka kami di daerah juga perlu menindaklanjuti hubungan kerja sama ini, khususnya di bidang pariwisata,” ujar Koster.(Mul/Tra).

Dialog dengan BEM Unud, Gubernur Koster Tegaskan Spirit Sama Tuntaskan Persoalan Sampah

Newsintermedia.com | Denpasar-Gubernur Bali Wayan Koster membuktikan diri bahwa ia bukan pemimpin yang anti kritik. Dengan tangan terbuka, Gubernur Koster membuka ruang dialog dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana terkait isu penanganan masalah sampah, Rabu (22/4/2026).

Dialog terbuka yang berlangsung di Wantilan Kantor DPRD Bali itu, Gubernur Koster hadir bersama Ketua DPRD Bali Dewa Mahayadnya, Wakil Ketua II DPRD Bali Ida Gede Komang Kresna Budi, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinis Bali I Made Dwi Arbani dan Kasatpol PP Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi. Dialog terbuka yang dihadiri sekitar 200 Mahasiswa Unud itu juga mendapat atensi langsung Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang.

Dengan seksama, Gubernur Koster menyimak penyampaian aspirasi dari Ketua BEM Unud I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa yang diikuti Ketua BEM sejumlah fakultas terkait dengan dampak persoalan sampah di Daerah Bali sesuai dengan sudut pandang keilmuan masing-masing.  Secara garis besar, mereka menyoroti belum optimalnya penanganan sampah di Bali, kegagalan sistem pengolahan sampah, lemahnya penegakan hukum, kurangnya komunikasi dan koordinasi serta masih minimnya penyiapan fasilitas pengolahan sampah.

Gubernur Koster menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa, atas kepedulian, perhatian dan komitmen yang diimplementasikan dalam penyampaian aspirasi kepada pemerintah.  “Saya mengapresiasi aspirasi yang dibawa, ini mencerminkan rasa empati dan partisipasi dalam merespon permasalahan yang muncul di Daerah Bali,” katanya.

Terkait dengan masalah sampah, secara terstruktur Gubernur Koster mengawali penjelasan tentang UU Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah. Regulasi itu mengatur tanggung jawab pemerintah mulai dari pusat, provinsi dan kota/kabupaten. Pemerintah pusat bertugas menyusun norma atau aturan, provinsi mengemban tugas melakukan pengawasan dan pemerintah kota/kabupaten bertugas melaksanakan pengelolaan sampah.

Namun untuk Daerah Bali, ia sebagai Gubernur dan didukung Bupati/Walikota tidak secara kaku memisahkan tugas dalam pengelolaan sampah. Sejak dilantik menjadi Gubernur periode pertama pada 5 September 2018, ia memberi perhatian khusus pada upaya penanganan sampah dengan mengeluarkan sejumlah regulasi yaitu Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.  “Regulasi ini dikeluarkan karena saya sangat paham bahwa sampah harus dikelola dari sumbernya mulai dari rumah tangga, Desa/Kelurahan dan komunitas seperti pasar, hotel dan fasilitas umum lainnya,” ujarnya.

Guna mengoptimalkan implementasi aturan ini, seluruh perbekel, lurah dan bendesa adat berkumpul di Samuan Tiga dan menegaskan komitmen untuk mengelola sampah berbasis sumber.  “Target kita waktu itu, seluruh desa/kelurahan di Bali akan dibangun TPS3R dengan dukungan dana APBN,” imbuhnya. Namun karena Covid-19, program ini tak berjalan mulus karena pemerintah fokus pada upaya penanganan hingga pemulihan pasca pandemi.

Masuk pada periode kedua masa jabatannya sebagai gubernur, ia kembali menggenjot penanganan sampah dan menjadikannya sebagai program super prioritas mendesak.
Salah satu upaya yang ditempuh adalah mendorong sistem pengelolaan sampah berbasis sumber dengan cara memilah. “Dengan dorongan ini, kita baru mampu menyelesaikan sampah di sumber sekitar 30 persen. Sisanya dibawa ke TPA Suwung,” sebutnya.

Terkait dengan volume sampah, menurut data yang ia pegang, Denpasar memproduksi 1.033 ton/hari, disusul Badung sebanyak 800 ton/hari. Sampah dari Denpasar dan Badung yang sebagian besar tak terkelola di sumber sangat membebani TPA Suwung.  “Ditumpuk secara terus menerus sejak tahun 1984 dan saat ini tingginya telah mencapai 45 meter. Ini menimbulkan banyak dampak lingkungan seperti polusi sumber air, gangguan kesehatan masyarakat, bau, pencemaran laut. Sama seperti yang adik-adik mahasiswa utarakan, saya paham semua,” cetusnya.

Terkait dengan keberadaan TPA Suwung yang akan segera ditutup, Gubernur Koster menegaskan bahwa hal itu merupakan amanat UU Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah yang tak memperbolehkan lagi sistem open dumping di seluruh Indonesia. Menjawab tuntutan mahasiswa agar pemerintah cepat menyelesaikan pengelolaan sampah sejalan dengan tahapan penutupan TPA Suwung, Gubernur menegaskan bahwa ia dalam posisi yang sama.

“Dalam konteks itu posisi kita sama. Adik-adik tuntut agar ini cepat selesai, saya juga ingin cepat selesai. Tak ada yang mau membiarkan situasi ini,” tandasnya.
Saat ini menurutnya pemerintah tak sedang diam namun terus bergerak untuk mewujudkan tata kelola sampah yang lebih baik yang dilakukan mulai dari hulu dan hilir.

Di hulu, Walikota Denpasar dan Bupati Badung mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber dengan pengadaan kantong komposter dan pembuatan teba modern.
“Pemkot Denpasar sudah memesan 170 ribu komposter bag, tapi baru bisa dipenuhi sebanyak 40 ribu karena keterbatasan pasokan. Sementara Badung menggencarkan pembuatan teba modern karena relatif lebih memungkinkan dibanding Kota Denpasar yang rata-rata warganya tak punya pekarangan luas,” urainya.

Upaya masif yang dilakukan di hulu membuahkan hasil positif karena meningkatnya kesadaran masyarakat melakukan pemilahan sampah. Menurut data terbaru, hampir 70 persen warga di Denpasar dan Badung telah melakukan pemilahan sampah. Lalu di bagian tengah, Walikota Denpasar mengoptimalkan fungsi 23 TPS3R yang telah ada dan berencana membangun sejumlah TPS3R baru.  “Denpasar juga punya 4 TPST, di Kerthalangu dan Padang Sambian masing-masing ada 1, 2 lagi ada di Tahura. Ini sedang dilengkapi dengan peralatan pengolahan sampah yang lebih canggih,” terang dia.

Menurut kalkulasinya, jika seluruh TPS3R dan TPST berfungsi optimal, 650 ton sampah Kota Denpasar akan tertangani. “Jumlah ini di luar yang sudah dikelola di tingkat rumah tangga. Jadi kalaupun masih ada sisa, itu jumlahnya sedikit dan bisa kita atasi tanpa TPA Suwung,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, tahapan pembangunan tempat Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) juga terus berlanjut.  “Ini adalah program pusat yaitu Danantara. Kemarin kita sudah tanda tangan MoU dengan Danantara untuk melaksanakan proyek di atas lahan seluas 6 hektare yang disiapkan Pemprov Bali. Sementara Denpasar dan Badung nantinya akan menyuplai sampah. Saat ini masuk tahap pengurusan perijinan dan amdal. Ground breaking direncanakan 8 Juli 2026,” paparnya.

Koster melanjutkan, kalau sesuai jadwal, proyek ini akan dikerjakan selama 15 bulan sehingga diharapkan rampung awal November 2027 dan diharapkan mulai beroperasi pada Desember 2027. Pada dialog terbuka tersebut, Gubernur Bali dua periode ini juga menyampaikan informasi terkait rencana pemanfaatan lahan TPA Suwung jika nanti sudah tak digunakan sebagai tempat pembuangan sampah.

“Kalau sudah selesai dan gundukan sampahnya nanti juga secara bertahap terserap di PSEL, maka rencana kita, ini untuk kawasan terbuka hijau, fasilitas umum untuk jogging track. Bukan untuk bangun mall atau fasilitas  pariwisata sebagaimana yang dicurigai oleh sejumlah pihak selama ini. Tidak ada niat kontak investor, saya jaminannya sebagai gubernur, sekala dan niskala,” ungkapnya.

Mengakhiri paparannya, Gubernur Koster menyampaikan terima kasih atas masukan BEM Unud dan berharap ini mampu memicu kekompakan seluruh elemen masyarakat dalam mengatasi masalah sampah.  “Kalau ada yang kurang dan dianggap sebagai kegagalan komunikasi, sebagai manusia biasa saya mohon maaf. Semoga kedepan bisa menyempurnakan diri untuk menjadi lebih baik dalam memimpin Bali. Terima kasih atas kritikan dan masukan dari adik-adik, ini penting buat saya untuk koreksi diri dan menyempurnakan diri dalam memimpin Bali. Saya tak alergi kritik,” pungkasnya.

Apresiasi Sikap Terbuka dan Tak Anti Kritik Gubernur Koster


Ketua BEM Unud I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa menyampaikan terima kasih atas sikap terbuka dan tak anti kritik yang ditunjukkan Gubernur Bali Wayan Koster.
“Terima kasih sudah bisa hadir. Terkait penyelesaian masalah sampah ini, kita bergerak bersama. Ini bukan tanggung jawab sendiri-sendiri,” ujarnya.

BEM Unud menyampaikan enam tuntutan dalam dialog bersama gubernur Bali, pertama terkait keterbukaan informasi penanganan sampah yang telah dilaksanakan oleh pemerintah. Kedua, percepatan penanganan sampah melalui penegakan hukum dan tinggalkan sistem kumpul angkut buang. Ketiga, optimalisasi fungsi TPS3R dengan pendanaan memadai, perketat pengawasan dan membuka kolaborasi dengan penggiat lingkungan.

Keempat, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Kelima, pembentukan satgas sampah dan tuntutan keenam, mahasiswa mendorong pembuatan kanal pelaporan. Dialog terbuka ditutup dengan penandatanganan policy brief oleh Gubernur Bali dan Ketua DPRD Provinsi Bali.(dsk/Tra).

Gubernur Koster Sukses Perjuangkan Pembanguan Strategis Bali

0

Audensi Gubernur Bali Wayan Koster dengan Kementerian PPN, Perhubungan, PU dan Lingkungan Hidup Membuahkan Hasil, Mari Baca Berita Selengkapnya perjuangan Gubernur Koster88


Newsintermedia.com | Jakarta – Pemerintah Provinsi Bali telah melakukan audiensi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, bahkan dengan Menko Bidang Pangan telah dilaksanakan penandatangan nota kesepahaman pembangunan PSEL dan penadatangan ini dilakukan oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Bupati Badung Wayan Arnawa, Danantara Indonesia, dan pihak operator PSEL yang diputuskan langsung pihak Danantara dan penandatangan disaksikan oleh Menko Pangan, Menteri Lingkungan Hidup, Wamendagri, Dirut PLN, serta Wadirut Pelindo di Kantor Menko Bidang Pangan, Selasa (21/4) kemarin.

Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., mengatakan audiensi tersebut merupakan tindaklanjut dari Keputusan Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri PU, Menteri Perhubungan, dan Gubernur Bali pada 8 April 2026 lalu yang membahas percepatan pembangunan Infrastruktur pendukung pariwisata Bali.

“Maka Menteri PU dan Menteri Perhubungan serta dukungan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional telah memastikan terhadap prioritas pembangunan infrastruktur yang kami usulkan sesuai Keputusan Rapat Kerja Komisi V DPR RI secara bertahap mulai 2026 diawali dengan studi dan perencanaan serta dilanjutkan pembangunan fisik,”papar Gubernur Koster.

Gubernur Jebolan ITB ini juga mengatakan, bahwa Menteri PU telah menegaskan pada 2026-2027 sudah dimulai pembangunan jalan underpas Jimbaran Badung, pembangunan gedung parkir Pura Ulun Danu Batur, pembangunan jembatan Nusa Ceningan-Nusa Lembongan, jalan shorcut titik 11 dan 12 Singaraja-Mengwitani, dan lanjutan pembangunan Embung Unda Klungkung serta pembangunan jaringan air minum dan irigasi dari Bendungan Telagawaja untuk masyarakat di kecamatan Kubu, Karangasem.

“Dengan demikian Menteri Perhubungan juga menegaskan pada 2026-2027 sudah mulai membangan transportasi taksi laut menghungkan Bandara Ngurah Rai ke Nusa Dua-Canggu Badung, pengembangan pelabuhan Celukan Bawang menjadi pelabuhan logistik, penumpang, dan pariwisata di Buleleng. Termasuk pengembangan pelabuhan Padangbai menjadi pelabuhan logaistik, penumpang, dan pariwisata. Begitu pula pembangunan pelabuhan logistik di wilayah Amed Karangasem, dan pembangunan pelabuhan Gunaksa Klungkung,”urai Gubernur Koster.

Dikatakan Gubernur Koster, bahwa Menteri Perhubungan telah menyetujui usulan Gubernur Bali untuk memisahkan transportasi logistik dan kendaraan penumpang. Transporasi kendaraan logistik dari Ketapang langsung ke Pelabuhan Celukan Bawang, pelabuhan Amed, atau Gunaksa sesuai tujuan. Jadi jalur Gilimanuk-Mengwi hanya untuk kendaraan penumpang untuk mengurangi jumlah kendaraan, sehingga akan mengurangi kemacetan dan resiko terhadap kenyamanan dan keamanan.

“Disamping itu pula pembangunan infrastruktur jalan underpas Jimbaran Badung akan mengurangi kemacetan wilayah Badung Selatan. Sementara pembangunan gedung parkir Pura Ulun Danu Batur akan mengurangi kemacetan jalur Singaraja-Batur-Besakih dan jalur Gianyar-Klungkung-Batur,”tegas Gubernur asal Sembiran Buleleng ini.

Gubernur Bali dua periode juga mengatakan pembangunan infrastruktur penghubung antar kabupaten dan pembangunan sarana prasarana strategis akan berlanjut 2028, 2029,dan 2030 untuk mengatasi kemacetan di Bali. “Agar kebijakan kit ini dapat berdampak pada munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dalam rangka pemerataan, pemerataan pembangunan antar wilayah Bali utara, selatan, timur, barat dan Tengah,”ucap Gubernur Koster.

Kata Gubernur Koster, sementara untuk pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik(PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan dipastikan akan dilakukan di Provinsi Bali dan peletakan bantu pertama pembangunan direncanakan pada hari baik pada tgl 8 Juli 2026. Pembangunan dilakukan selama 15 bulan, target selesai bulan Oktober 2027, dan mulai beroperasi Desember 2027.

“Jadi pengolahan sampah menjadi PSEL akan mampu mengolah sampah minimum 1200 ton perhari,sebanyak 700 ton perhari dari Denpasar dan 500 ton perhari dari Badung dan perlu kita tegaskan bahwa sampah harus dipilah agar PSEL menjadi beroperasi dengan efisien dan menghasilkan energi secara optimal. Karena energi listrik akan dibeli langsung oleh PT PLN menjadi sumber energi ramah lingkungan,”pungkas mantan anggota DPR-RI ini. (Gustra).

Ternyata TPA Suwung Jadi Warisan Sejak 1984, Namun Kegagalan Total TPA Suwung Dituntaskan Era Gubernur Koster

0

Ayo Mari Kita Bijak Tangani Sampah, Baca Dulu Fakta dan Latar Belakang TPA Suwung Bali


News-Intermedia.com | Denpasar Bali – TPA Suwung, yang berlokasi di Denpasar Selatan, Bali, beroperasi sejak 1984, awalnya TPA Suwung direncanakan sebagai tempat pembuangan sampah sanitasi namun berubah menjadi gunung sampah dengan metode open dumping selama 41 tahun. TPA Suwung Bali ini menampung sampah dari wilayah SARBAGITA (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan) dan darurat sampah di Bali akhirnya mencapai titik balik setelah lebih dari empat dekade menjadi persoalan laten yang tak pernah benar benar tuntas.

Tempat Pembuangan Akhir Suwung yang mulai beroperasi sejak 1984, kini resmi memasuki fase penutupan pada 2026 di bawah era kepemimpinan Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., dan  momentum ini bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan penanda berakhirnya satu era panjang kegagalan pengelolaan sampah di Bali selama ini.

Latar Belakang penagan sampah TPA Suwung Bali dan ini adalah poin-poin penting dalam sejarah TPA Suwung:

  • Awal Mula (1984): Lahan seluas 10 hektar di kawasan Tahura Ngurah Rai, yang sebelumnya merupakan hutan bakau dan tambak garam, diubah fungsinya menjadi tempat pembuangan akhir berdasarkan izin Menteri Kehutanan.
  • Perubahan Sistem: Rencana awal penggunaan TPA sanitasi (pengelolaan sampah yang ramah lingkungan) gagal, dan peralihan menggunakan metode open dumping (pembuangan terbuka) yang menyebabkan terbentuknya gunungan sampah.
  • TPA Regional Sarbagita: TPA Suwung menjadi tumpuan akhir bagi empat kabupaten/kota terpadat di Bali (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan) dengan volume sampah mencapai 800 ton per hari.
  • Masalah Lingkungan & Penutupan: Karena melebihi kapasitas dan menimbulkan polusi berat, TPA Suwung mengalami kebakaran besar pada Oktober 2023. Akibatnya, pemerintah memutuskan untuk menutup total operasional TPA pada awal 2026.
  • Revitalisasi: Pemerintah merencanakan revitalisasi TPA Suwung menjadi kawasan Taman Pameran Sampah Ramah Lingkungan yang terintegrasi dengan sarana rekreasi edukatif untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan sosial di wilayah sekitarnya

Sejarah TPA Suwung adalah cerminan bagaimana kebijakan publik kerap berjalan tanpa konsistensi. Berawal dari konsep sanitary landfill yang seharusnya menjadi standar pengelolaan modern, praktik di lapangan justru jauh menyimpang. Sejak awal beroperasi di atas lahan sekitar 10 hektar, sistem yang dijalankan tidak pernah benar benar mengikuti prinsip pengelolaan ramah lingkungan. Sampah ditumpuk, bukan dikelola. Sistem diklaim modern, tetapi realitasnya tradisional dan penuh pembiaran.

Dalam kurun 20 tahun pertama, TPA Suwung berkembang tanpa arah yang jelas. Volume sampah meningkat seiring pertumbuhan pariwisata dan urbanisasi di Denpasar dan kawasan Sarbagita. Namun tidak ada lompatan kebijakan yang signifikan. Saat itu, pemerintah daerah seolah membiarkan masalah membesar, berharap ada solusi instan di masa depan.

Harapan itu sempat muncul pada 2004, ketika pemerintah daerah menggandeng pihak swasta melalui kontrak kerja sama dengan PT Navigat Organic Energy Indonesia atau PT NOEI senilai sekitar US$30 juta. Skema ini diharapkan mampu mengubah wajah pengelolaan sampah menjadi lebih profesional dan berbasis teknologi. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Proyek tersebut gagal total dan berakhir pada 2016 dengan pemutusan kontrak. Tidak ada transformasi berarti, hanya meninggalkan tumpukan sampah yang semakin tinggi, hingga mencapai 12 meter.

Kegagalan proyek ini menegaskan satu hal pendekatan bisnis tanpa kesiapan sistemik hanya akan memperpanjang masalah. Sampah bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi persoalan lingkungan, sosial, dan tata kelola yang membutuhkan integrasi kebijakan.

Sementara itu, secara nasional, pemerintah sebenarnya telah memberikan arah yang jelas melalui Undang Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Regulasi ini secara tegas melarang praktik open dumping dan memberikan tenggat waktu lima tahun untuk transisi ke sistem yang lebih modern. Artinya, sejak 2013, seluruh TPA di Indonesia, termasuk TPA Suwung, seharusnya sudah tutup dan meninggalkan metode lama.

Namun fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Hingga lebih dari satu dekade setelah batas waktu tersebut, praktik open dumping masih terus berlangsung di TPA Suwung. Pelanggaran ini bukan hanya soal teknis, tetapi mencerminkan lemahnya komitmen dan pengawasan. Sampah terus menggunung, tanpa sistem pengolahan yang memadai.

Pada tahun 2017, pemerintah kembali menghadirkan harapan melalui proyek revitalisasi TPA Suwung. Groundbreaking dilakukan dengan visi besar mengubah kawasan tersebut menjadi taman hutan kota sekaligus pusat pengolahan sampah modern berbasis energi, termasuk pembangunan PLTSa. Target penyelesaian dipatok pada 2019 hingga 2020.

Namun lagi lagi, harapan itu kandas. Hingga Agustus 2020, tidak ada pembangunan signifikan. Lahan yang direncanakan menjadi pusat transformasi justru tetap kosong. Proyek yang digadang gadang menjadi solusi masa depan berubah menjadi simbol kegagalan perencanaan.

Memasuki 2023, kondisi Suwung semakin mengkhawatirkan. Tinggi tumpukan sampah mencapai sekitar 25 meter. Pemerintah kembali mengumumkan rencana penutupan bertahap mulai Maret tahun tersebut. Namun realisasi kembali tak sesuai rencana. Sampah terus berdatangan, sementara kapasitas sudah lama terlampaui.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa darurat sampah di Bali bukan sekadar persoalan teknis, tetapi krisis tata kelola. Tidak ada kesinambungan kebijakan antar periode, tidak ada eksekusi yang konsisten, dan tidak ada keberanian untuk mengambil keputusan strategis dalam waktu yang tepat.

Puncaknya terjadi pada 2025 ketika tinggi gunungan sampah mencapai sekitar 35 meter. Di titik ini, situasi tidak lagi bisa ditoleransi. Risiko lingkungan, kesehatan, hingga citra pariwisata Bali berada di ambang krisis serius. TPA Suwung bukan lagi sekadar tempat pembuangan, tetapi telah menjadi gunung sampah di tengah kawasan strategis pariwisata dunia.

Di Sinilah Peran Kepemimpinan Menjadi Krusial

Gubernur Bali, Wayan Koster, mengambil langkah tegas dengan mendorong penutupan TPA Suwung sebagai bagian dari reformasi sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh di Bali. Dalam berbagai kesempatan, Gubernur Koster menegaskan bahwa penyelesaian masalah sampah tidak bisa lagi ditunda. Ia menyampaikan bahwa pendekatan lama harus dihentikan dan diganti dengan sistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Kita tidak bisa lagi bergantung pada TPA seperti Suwung. Sistem ini sudah tidak relevan. Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumber, berbasis desa dan komunitas, dengan teknologi yang tepat dan pengawasan yang ketat,” tegas Gubernur Koster dalam salah satu pernyataan resmi beerapa waktu yang lampau.

Gubernur yang sudah menjabat dua priode ini, juga menekankan bahwa penutupan TPA Suwung bukan akhir, melainkan awal dari perubahan paradigma. Bali diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada TPA besar dan memperkuat pengelolaan berbasis sumber, termasuk pemilahan, pengolahan, dan pengurangan sampah sejak dari rumah tangga. “Ini bukan sekadar menutup TPA, tetapi membangun sistem baru yang lebih berkelanjutan. Kalau tidak dilakukan sekarang, Bali akan menghadapi krisis yang lebih besar di masa depan,” tegas Gubernur asal Sembiran Buleleng ini.

 

Menurutnya, langkah ini juga diperkuat dengan berbagai kebijakan daerah yang mendorong pembatasan sampah plastik sekali pakai, penguatan TPS3R, serta pengembangan teknologi pengolahan sampah berbasis energi dan daur ulang. Bahkan digebyarkan sosialisasi pemilhan sampah dengan dekoposter dan tebe modern di seluruh Bali.

“Namun demikian, penutupan TPA Suwung juga menyisakan tantangan besar. Salah satunya adalah bagaimana memastikan transisi berjalan mulus tanpa menimbulkan masalah baru. Sistem pengganti harus benar benar siap, baik dari sisi infrastruktur, regulasi, maupun perubahan perilaku Masyarakat,”jelas Gubernur Jebolan ITB ini.

Menurut Gubernur Koster, krisis TPA Suwung memberikan pelajaran penting bahwa pengelolaan sampah tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan reaktif. Dibutuhkan perencanaan jangka panjang, konsistensi kebijakan, serta kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Lebih dari itu, krisis ini juga menjadi refleksi tentang bagaimana Bali sebagai destinasi pariwisata dunia menghadapi realitas di balik gemerlapnya. Sampah menjadi ironi yang tidak bisa lagi disembunyikan.

“Jadi penutupan TPA Suwung pada 2026 menjadi simbol bahwa perubahan akhirnya terjadi, meskipun terlambat. Warisan masalah sejak 1984 kini mulai diselesaikan. Namun pekerjaan belum selesai. Justru di sinilah ujian sebenarnya dimulai apakah Bali mampu mempertahankan komitmen ini dan membangun sistem pengelolaan sampah yang benar benar berkelanjutan,”paparnya.

Sebagai langkah lanjutan yang lebih konkret, Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Koster juga menyiapkan pembangunan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah sebagai bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah berbasis energi. “Proyek ini kita rencanakan memasuki tahap groundbreaking pada Juni 2026 dengan skema pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui teknologi termal modern yang lebih terkontrol dan ramah lingkungan dibanding praktik sebelumnya,”tuturnya.

Gubernur Koster menegaskan bahwa proyek ini dirancang dengan pendekatan baru yang lebih realistis dan tidak mengulang kegagalan masa lalu, termasuk proyek yang pernah melibatkan PT NOEI. Pemerintah memastikan seluruh aspek mulai dari teknologi, pembiayaan, hingga tata kelola sudah disiapkan lebih matang.

“Kita belajar dari pengalaman sebelumnya. Sekarang semua harus jelas dari awal teknologi, pembiayaan, sampai pengelolaannya. Tidak boleh lagi gagal. Jadi melalui rencana ini, Bali tidak hanya menutup babak lama TPA Suwung, tetapi juga mulai membuka arah baru pengelolaan sampah berbasis energi sebagai bagian dari transformasi menuju pulau yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan. Jika tidak, maka sejarah panjang Suwung bisa saja terulang dalam bentuk yang berbeda di masa depan,”pungkas Gubernur Koster. (Gustra).

Gubernur Koster Satukan Kekuatan, PSEL Denpasar Raya Harapan Baru Pulau Dewata

0

NEWS INTERMEDIA.COM | Denpasar – Di tengah sorotan tajam publik terhadap krisis sampah yang kian mengkhawatirkan di Bali, sebuah langkah strategis akhirnya ditegaskan. Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan Pemerintah Kota Denpasar resmi menandatangani perjanjian kerja sama pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya.

Penandatanganan berlangsung penuh semangat keakraban di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin (13/4), menjadi momentum penting yang tidak sekadar administratif, tetapi juga simbol komitmen bersama menjawab persoalan lingkungan yang telah lama menjadi polemik.

Kerja sama ini ditandatangani langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, sebagai tiga pilar utama kawasan Denpasar Raya.

Seperti diketahui, Bali saat ini menghadapi tekanan serius dalam pengelolaan sampah. Pembatasan operasional TPA, terutama di Suwung, justru memicu fenomena baru seperti pembakaran liar dan pembuangan sampah ke sungai, yang memperparah ancaman lingkungan.

Di sisi lain, penolakan masyarakat terhadap beberapa solusi sementara, seperti sentra kompos, menunjukkan bahwa persoalan sampah bukan sekadar teknis, tetapi juga menyentuh aspek sosial, budaya, dan kenyamanan hidup warga.

Bahkan, Bali kini disebut berada dalam “kepungan sampah”, sebuah ironi bagi destinasi pariwisata dunia yang menjadi wajah Indonesia di mata global. Dalam situasi inilah, proyek PSEL menjadi tumpuan harapan.

PSEL: Dari Sampah jadi Energi, Masalah Jadi Solusi

Perjanjian kerja sama ini menegaskan komitmen lintas daerah dalam menyiapkan infrastruktur pendukung fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan yang akan mengubah sampah menjadi energi listrik.

PSEL Denpasar Raya dirancang sebagai solusi jangka panjang, bukan sekadar penanganan sementara. Teknologi yang digunakan bahkan diklaim berstandar Eropa, dengan sistem pengolahan yang meminimalkan limbah turunan dan emisi.

Proyek ini ditargetkan memasuki tahap groundbreaking pada pertengahan 2026, setelah sebelumnya sempat mengalami berbagai kendala, termasuk minimnya minat investor.

Namun kini, dengan adanya kesepakatan resmi antar pemerintah daerah, jalan menuju realisasi dinilai semakin terbuka.

Bali Tidak Diam

Dalam dokumen yang ditandatangani, ditegaskan bahwa kerja sama ini mencakup penyiapan dan penyediaan infrastruktur pendukung sebagai fondasi utama pembangunan PSEL. Lebih dari itu, penandatanganan ini membawa pesan kuat: Bali tidak diam menghadapi krisis sampah.

Di tengah polemik, kritik, hingga kekhawatiran masyarakat, pemerintah memilih untuk melangkah dengan pendekatan kolaboratif, menggabungkan kekuatan provinsi dan daerah dalam satu arah kebijakan. Ada kesadaran bahwa tanpa langkah besar dan terintegrasi, persoalan sampah tidak akan pernah selesai.

Harapan Baru Pulau Dewata

Penandatanganan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang. Tantangan implementasi, pengawasan, hingga penerimaan masyarakat masih menanti. Namun satu hal menjadi jelas—Bali sedang bergerak.

Dari tumpukan sampah yang mengancam citra dan lingkungan, kini mulai dibangun sebuah harapan: bahwa dari krisis ini, akan lahir sistem pengelolaan modern yang tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga memberi nilai tambah berupa energi bagi masa depan.

Pulau Dewata sedang menata ulang dirinya. Dan PSEL Denpasar Raya, menjadi salah satu titik balik yang paling menentukan.(LEONK/TRA)


Bali Bergerak Bersama, Gubernur Koster Satukan Badung–Denpasar–Gianyar, 22 Proyek Strategis Digeber demi Pemerataan Pembangunan


NEWS INTERMEDIA.COM | Denpasar — Pemerintah Provinsi Bali kembali menunjukkan langkah tegas dan terukur dalam membangun masa depan Pulau Dewata secara merata. Bertempat di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin (13/4), kesepakatan besar ditandatangani sebagai simbol kuat persatuan dan gotong royong lintas daerah demi kesejahteraan seluruh masyarakat Bali.

Kesepakatan bersama ini melibatkan Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung, Pemerintah Kota Denpasar, dan Pemerintah Kabupaten Gianyar, dalam perubahan atas perjanjian Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk pembangunan Proyek Strategis Provinsi Bali.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra.

Momentum menjadi tonggak penting dalam mempertegas komitmen pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang adil dan merata. Di tengah dinamika pembangunan dan tantangan pariwisata global, Bali memilih untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak sebagai satu kesatuan.

Program ini lahir dari semangat gotong royong daerah penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi, khususnya dari sektor Pajak Hotel dan Restoran (PHR), yang dengan kesadaran kolektif menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membantu pembangunan di kabupaten lain melalui skema BKK. Ini menjadi bukti nyata bahwa Bali tidak hanya berbicara soal kemajuan, tetapi juga tentang keadilan.

Gubernur Koster menegaskan bahwa Proyek Strategis Provinsi Bali merupakan rangkaian pembangunan prioritas yang dirancang untuk memperkuat konektivitas, meningkatkan kualitas pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan hingga tahun 2028–2029.

Dalam implementasinya, sejumlah proyek dinilai sangat krusial karena berdampak langsung pada mobilitas, pemerataan ekonomi, serta daya saing Bali ke depan.

Di antaranya adalah pembangunan Jalan Baru Gatot Subroto Barat – Canggu yang diharapkan mampu mengurai kemacetan kawasan padat wisata, serta pembangunan Jalan Sunset Road – Mahendradatta dan underpass Tohpati yang menjadi simpul penting lalu lintas di Kota Denpasar.

Tak kalah strategis, pembangunan Jalan Baru Batas Kota Singaraja – Mengwitani menjadi salah satu proyek kunci untuk membuka keterisolasian Bali Utara sekaligus mempercepat distribusi ekonomi dari selatan ke utara. Proyek ini diperkuat dengan pembangunan Jalan Lingkar Nusa Penida di Kabupaten Klungkung, yang akan mengangkat potensi pariwisata kawasan kepulauan secara lebih terintegrasi.

Di sektor konektivitas antar wilayah, pembangunan Jalan Baru Kusamba – Padangbai serta Jalan Penghubung Pura Batur – Pura Agung Besakih menjadi simbol integrasi antara jalur ekonomi dan jalur spiritual Bali. Keduanya tidak hanya mempercepat akses, tetapi juga memperkuat identitas budaya Bali yang berbasis keseimbangan antara sekala dan niskala.

Sementara itu, pengembangan kawasan pelabuhan terpadu seperti Pelabuhan Sangsit, Amed, Celukan Bawang, dan Kusamba diproyeksikan menjadi tulang punggung baru distribusi logistik dan pariwisata bahari Bali, sekaligus mengurangi beban di wilayah selatan.

Tak hanya infrastruktur fisik, proyek juga menyasar sektor budaya dan pertanian, seperti restorasi kawasan suci Pura Agung Besakih serta pembangunan pusat pengolahan gabah dan pabrik pakan ternak di Tabanan sebagai upaya menjaga ketahanan pangan Bali.

Dalam perubahannya, jumlah proyek strategis mengalami penyesuaian. Dari semula 20 proyek, empat di antaranya diambil alih oleh pemerintah pusat melalui skema Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun, Pemprov Bali bersama kabupaten/kota justru memperkuat langkah dengan menambahkan enam proyek baru, sehingga total menjadi 22 proyek strategis yang akan dikerjakan secara bertahap.

Langkah ini diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan klasik yang selama ini dirasakan masyarakat, mulai dari ketimpangan pembangunan antar wilayah, kemacetan, hingga keterbatasan infrastruktur di Bali bagian utara, timur, dan barat.

Lebih dari sekadar proyek fisik, kesepakatan ini menjadi simbol harapan baru. Bahwa Bali sedang bergerak menuju masa depan yang lebih seimbang, di mana kemajuan tidak hanya dinikmati oleh kawasan selatan, tetapi dirasakan hingga ke pelosok desa.

Dengan fondasi kebersamaan yang semakin kuat, Pemerintah Provinsi Bali optimistis bahwa 22 Proyek Strategis ini bukan hanya akan mempercepat pembangunan, tetapi juga memperkokoh kepercayaan masyarakat Bali bahwa pemerintah hadir, bekerja, dan berjuang untuk seluruh rakyatnya tanpa terkecuali.(Leonk/Tra).

Gubernur Koster Resmikan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Era Baru

0

Tonggak Menata Arah Pembangunan Bali Dimulai 2025-2125

NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus meresmikan dimulainya pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125, dan acara peresmian ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Bali, Forkopimda Provinsi Bali, Ketua TP PKK Provinsi Bali, Bupati/Wali Kota dan pimpinan DPRD Kabupaten/Kota se-Bali, pimpinan instansi pusat, perguruan tinggi, serta undangan lainnya yang dilaksanakan di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Senin (22/12) kemarin.

Pelaksanaan haluan ini menjadi tonggak penting dalam menata arah pembangunan Bali secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi untuk satu abad ke depan yang wajib dijadikan acuan oleh seluruh penyelenggara pemerintahan dan pemangku kepentingan di Bali. “Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru ini bukan sekadar dokumen perencanaan, tetapi arah perjuangan Bali untuk menjaga alam, manusia, dan kebudayaan secara utuh dan berkelanjutan,” tegas Gubernur Wayan Koster.

Dikatakan Koster, salah satu arah kebijakan utama yang ditegaskan dalam pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali adalah mempertahankan lahan pertanian serta pengendalian alih fungsi dan alih kepemilikan lahan produktif. Kebijakan ini dipandang strategis untuk menjaga keseimbangan alam Bali, melindungi ruang hidup krama Bali, serta memastikan keberlanjutan sistem pangan dan lingkungan secara Niskala dan Sakala .

“Jadi pengendalian alih fungsi lahan tidak hanya dimaknai sebagai kebijakan tata ruang semata, namun juga sebagai bentuk pemuliaan alam yang sejalan dengan filosofi Sad Kerthi, khususnya Wana Kerthi dan Danu Kerthi, guna menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam beserta seluruh isinya. Pemerintah Provinsi Bali menegaskan bahwa tindakan tegas akan dilakukan terhadap pelanggaran tata ruang demi menjaga kesucian dan kelestarian wilayah Bali,”ucapnya.

Kata Kostetr, sejalan dengan kebijakan tersebut, Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru juga menempatkan kebudayaan Bali sebagai hulu pembangunan. Pemuliaan Desa Adat, penguatan Subak, serta pelestarian tradisi dan kearifan lokal menjadi fondasi utama dalam membangun Bali yang berkepribadian dalam kebudayaan. Kebijakan ini menegaskan bahwa pembangunan Bali tidak dapat dilepaskan dari adat, tradisi, seni-budaya, dan nilai luhur warisan leluhur yang telah teruji sepanjang zaman

“Secara singkat, arah kebijakan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125 diarahkan pada pelestarian dan pemuliaan alam Bali, antara lain melalui perlindungan kesucian gunung, laut, dan danau, pengendalian alih fungsi lahan pertanian, pelarangan aktivitas yang merusak ekosistem alam, serta penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber dan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai. Saya akan melakukan penertiban dan bersih-bersih secara tegas terhadap segala bentuk pelanggaran yang merusak alam Bali dan pembangunan tidak boleh mengorbankan kelestarian Bali,” ujar Gubernur.

Gubernur asal Sembiran Buleleng ini juga mengatakn, pada aspek manusia Bali, arah kebijakan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti ketersediaan udara dan air bersih, penguatan pangan organik, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan jaminan sosial guna mewujudkan sumber daya manusia Bali yang unggul dan berdaya saing.

“Sementara itu, pada aspek ekonomi dan kebudayaan, arah kebijakan diarahkan pada transformasi perekonomian melalui Ekonomi Kerthi Bali yang berbasis sumber daya lokal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, penguatan industri berbasis budaya dan produk lokal Bali, serta penataan pariwisata Bali yang berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat,”paparnya.

Jebolan ITB ini juga mengatakan bahwa seluruh arah kebijakan tersebut diselenggarakan dalam satu kesatuan wilayah dengan konsep Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola, serta dilaksanakan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi. “Jadi dengan dimulainya pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125, Pemerintah Provinsi Bali mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat Bali untuk berpartisipasi aktif, bersinergi, dan bergerak bersama dalam menjaga keutuhan, keunggulan, martabat, dan kemuliaan Bali sepanjang zaman,” ungkap Gubernur Koster.

Gubenur Bai Wayan Koster juga mengatakan  haluan pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125 telah disahkan secara Niskala dan Sakala. Secara Niskala dan telah dilaksanakan dengan upacara pasupati di Pura Penataran Agung Besakih pada hari Sabtu (Saniscara Paing, Langkir), tanggal 19 Agustus 2023, menjadi pedoman pelaksanaan yang disebut pangeling-eling dan dharma pamiteket Besakih.

“Secara Sakala telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023 Tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125, yang ditetapkan pada hari Jumat (Sukra Kliwon, Sungsang), tanggal 28 Juli 2023 dan waktu pelaksanaan dengan memilih waktu yang tepat, yaitu mulai 2025 dan haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125 sudah dijadikan sebagai dasar penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Semesta Berencana Provinsi Bali dan Pemerintah Kota/Kabupaten se-Bali Tahun 2025-2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Provinsi Bali dan Pemerintah Kota/Kabupaten se-Bali Tahun 2025-2029, “ ungkap Gubernur.

Dikatakan lagi Visi-misi Kepala Daerah Provinsi dan Kota/Kabupaten se-Bali periode 2025-2030 yang terpilih melalui Pilkada serentak 2024, sudah sepenuhnya menjabarkan pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125.  Karena Pancasila merupakan landasan Idiil, pandangan hidup, dan sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. Keseluruhan dan keutuhan nilai-nilai Pancasila menjadi landasan ideologis Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125.

“Jadi nilai-nilai Pancasila telah hidup di tengah-tengah masyarakat Bali, diaktualisasikan dalam berbagai aspek pembangunan dengan memperhatikan sumber daya dan kearifan lokal Bali untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang sejahtera, bahagia, adil, dan makmur Niskala-Sakala. Landasan Filosofis Haluan Pembangunan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125 berupa wejangan Leluhur Bali tentang tata cara hidup/laku hidup masyarakat Bali yang menyatu dengan Alam, “ungkapnya lagi.

Dikatakan manusia adalah alam itu sendiri, manusia harus sejalan/seirama dengan alam, hidup yang menghidupi, urip yang menguripi dan hidup harus menghormati alam, karena alam ibarat orang tua, oleh karena itu hidup harus mengasihi alam.  Wejangan ini tertuang dalam Bhisama Lontar Batur Kelawasan yang berbunyi “Ling ta kita nanak akabehan, riwekasan, wenang ta kita pratyaksa ukir lan pasir, ukir pinaka wetuning kara, pasir angelebur sehananing mala, ri madya kita awangun kahuripan, mahyun ta kita maring relepaking telapak tangan, aywa kamaduk aprikosa dening prajapatih, yan kita tan eling, moga-moga kita tan amangguh rahayu, doh panganinum, cendek tuwuh, kageringan, lan masuduk maring padutan.”

“Ingatlah pesanku, wahai anak-anakku sekalian, di kemudian hari jagalah kelestarian gunung dan laut, gunung adalah sumber kesucian, laut tempat menghilangkan kekotoran, di tengah “dataran” melaksanakan kegiatan kehidupan, hiduplah dari hasil tanganmu sendiri, jangan sekali-kali hidup senang dari merusak Alam, kalau tidak mematuhi, kamu terkena kutuk. Tidak akan menemukan keselamatan, kekurangan bahan makanan dan minuman, umur pendek, terkena berbagai macam penyakit, dan bertengkar sesama saudara.

Wejangan Leluhur ini diformulasikan dengan kearifan lokal Sad Kerthi yang dijadikan sebagai pedoman tata cara kehidupan masyarakat Bali yang menyatu dengan Alam beserta Isinya, untuk menjaga alam, manusia, dan kebudayaan bali secara niskala-sakala.  Sad Kerthi adalah penyucian dan pemuliaan enam sumber kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan manusia, terdiri atas, Atma Kerthi, berarti penyucian dan pemuliaan atman/jiwa. Segara Kerthi, berarti Penyucian dan Pemuliaan Laut dan Pantai.  Danu Kerthi, berarti penyucian dan pemuliaan sumber air. Wana Kerthi, berarti penyucian dan pemuliaan tumbuh-tumbuhan. Jana Kerthi, berarti penyucian dan pemuliaan manusia.  Jagat Kerthi, berarti Penyucian dan Pemuliaan Alam Semesta.

Gubernur menegaskan arah pembangunan 100 Tahun Bali Era Baru merupakan implementasi visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam BALI ERA BARU.  Yang mengandung makna:  Menjaga Kesucian dan Keharmonisan Alam Bali Beserta Isinya, Untuk Mewujudkan Kehidupan Krama Bali yang Sejahtera dan Bahagia, Niskala-Sakala Menuju Kehidupan Krama dan Gumi Bali Sesuai Dengan Prinsip Trisakti Bung Karno: Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan, melalui Pembangunan Secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.

“Pembangunan 100 Tahun Bali Era Baru merupakan konsep yang fundamental dan komprehensif guna mencapai Tatanan Kehidupan Masyarakat Bali , Bali yang Kawista  Mewujudkan Bali yang suci dan menyucikan seluruh kehidupan Alam beserta isinya. Bali yang Kang Tata-Titi Tentram Kertha Raharja Mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang tertata, trepti/tertib, nyaman dan damai, serta sejahtera dan bahagia. Bali yang Gemah Ripah Loh Jinawi  Mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang makmur Niskala-Sakala (wibuh sakti), yakni: segala yang ditanam tumbuh subur (mupu kang sarwa tinandur), segala yang dibeli murah (murah kang sarwa tinuku),”paparnya.

Dikatakan secara niskala, menumbuhkan dreda bhakti masyarakat Bali dalam melaksanakan kegiatan adat, tradisi, seni-budaya, dan kearifan lokal melalui pakerthi yadnya.  Secara Sakala, memberikan pelindungan, kenyamanan, ketentraman, ketenangan, kekuatan, kepatutan, dan keutamaan (sura dharma mahottama).  Bali Padma Bhuwana untuk mewujudkan: Bhuwana Paraga, Mental Diri-Kolektif Mendunia Bhuwana Desa, Bali sebagai Tempat Aktualisasi Prestasi Mendunia Bhuwana Citta, Bali sebagai Inspirasi Dunia

Prinsip Trisakti Bung Karno, meliputi:  Berdaulat secara politik  Mengatur sendiri tata kehidupan masyarakat sesuai dengan adat-istiadat dan kearifan lokal Bali. Berdikari secara ekonomi  Mampu memanfaatkan, mengolah, dan memberdayakan serta mengatur sendiri kekayaan dan keunggulan Alam Bali sebagai sumber penghidupan yang mendasar secara berkelanjutan. Berkepribadian dalam Kebudayaan

Menjadikan Kebudayaan sebagai sumber nilai tata kehidupan yang berkarakter Bali, sumber nilai keindahan (lango), dan sumber ekonomi untuk kesejahteraan.  Dimensi Pembangunan 100 Tahun Bali Era Baru adalah membangun kehidupan masyarakat Bali secara holistik, mencakup 3 (tiga) dimensi utama, yaitu: Dimensi pertama, bisa menjaga keseimbangan Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali, Genuine Bali. Dimensi kedua, bisa memenuhi kebutuhan, harapan, dan aspirasi masyarakat Bali dalam berbagai aspek kehidupan; dan

Dimensi ketiga, merupakan manajemen risiko atau risk management, yakni memiliki kesiapan yang cukup dalam mengantisipasi munculnya permasalahan dan tantangan baru dalam tataran lokal, nasional, dan global yang akan berdampak secara positif maupun negatif terhadap kondisi di masa yang akan datang. Tatanan pembangunan Bali diatur dalam Pasal 7 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2023 Tentang Provinsi Bali, yaitu:

Pembangunan Provinsi Bali diselenggarakan secara terencana dengan memperhatikan karakteristik Provinsi Bali dengan pendekatan tematik, menyeluruh serta terintegrasi antara alam, manusia, dan kebudayaan dalam satu kesatuan wilayah, pola, dan tata kelola guna mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang sejahtera dan bahagia dengan memperhatikan pemuliaan adat istiadat, tradisi, seni, dan budaya serta kearifan lokal. Pembangunan Provinsi Bali diselenggarakan dalam rangka mewujudkan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Gubernur Bali diberikan kewenangan untuk mengonsolidasikan dan mengkoordinasikan perencanaan pembangunan Provinsi Bali untuk Kota/Kabupaten se-Bali dan haluan pembangunan 100 Tahun Bali Era Baru diselenggarakan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dengan pendekatan dalam satu kesatuan wilayah: Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola serta merupakan arah dan strategi untuk memuliakan unteng Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali yang bersifat ideologis, kultural, religius, dan nasionalis.

Sementara arah kebijakan dan program yang berkaitan dengan alam, manusia, dan kebudayaan Bali diselenggarakan secara niskala-sakala berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi dengan melaksanakan upakara dan upacara seperti Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi.  Maka arah kebijakan dan program dalam rangka pelestarian alam Bali perlu mempertahankan kondisi geografis alam Bali.

Kebijakanya dengan pengendalian abrasi pantai, pembatasan pengambilan air bawah tanah, dan mitigasi tanah longsor dan bencana alam  menjaga ekosistem dan kesucian gunung dan kebijakan  pelarangan mendaki gunung, kegiatan wisata, dan aktivitas yang merusak kelestarian gunung dengan membentuk peraturan daerah. Melindungi laut, pantai, kawasan konservasi, danau, sungai, dan mata air dengan melaksanakan program penanaman mangrove, penanaman pohon cemara udang, dan tanaman penguat tanah.

Dilarang keras membangun usaha jasa pariwisata yang melanggar sempadan pantai, danau, dan sungai.  Dilarang keras memanfaatkan danau, mata air, sungai, dan wilayah sekitarnya untuk keramba apung, usaha jasa pariwisata, dan aktivitas lain yang mengakibatkan kerusakan ekosistem.

“Maka perlu menjaga serta melestarikan hutan dan tutupan hutan. melalui program pelarangan penebangan liar dan perambahan hutan.  Perluasan dan percepatan secara progresif penanaman hutan dengan program reboisasi, penghijauan, rehabilitasi lahan kritis, pemanfaatan lahan tidak produktif, lahan terbengkalai, dan lahan tidur dan mempertahankan lahan pertanian, pengendalian alih fungsi, dan alih kepemilikan lahan. Arah kebijakan dan program; mempertahankan lahan pertanian, pengendalian alih fungsi lahan produktif serta alih kepemilikan lahan yang diatur dengan peraturan daerah,”terangnya.

Dikatakan diperlukan  memanfaatkan lahan tidur untuk pertanian yang produktif, menjadikan kabupaten Tabanan, Bangli, Buleleng, dan Karangasem sebagai wilayah konservasi serta melakukan tindakan tegas terhadap pelaku usaha yang melanggar tata ruang, termasuk menjaga dan mengelola iklim. melalui program penambahan luas hutan secara progresif melalui penanaman hutan, mangrove, penghijauan lahan, dan tanaman endemik Bali dengan menerapkan sistem pertanian organic, menggunakan energi bersih, menggunakan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

“Perlu juga pembatasan penggunaan plastik sekali pakai dan pengelolaan sampah berbasis sumber. Sedangakan arah kebijakan dan program dalam rangka pemenuhan kebutuhan dan peningkatan kualitas manusia Bali memastikan ketersediaan udara bersih dan arah kebijakan kehidupan membutuhkan udara bersih dan sehat, tidak ada yang bisa hidup tanpa udara, karena itu udara harus dikelola, dengan meninggalkan pola bahwa udara merupakan pemberian tanpa harus dikelola,”terangnya,

Pemerintah harus memastikan ketersediaan air bersih dan  arah kebijakan, meliputi pehidupan membutuhkan air bersih, tidak ada yang bisa hidup tanpa air, karena itu harus mampu memelihara sumber air (danau, mata air, sungai, dan laut), memanfatkan air dengan bijak, membangun jaringan distribusi air, dan menjaga ekosistem air. Pemerintah harus mewujudkan kedaulatan pangan dengan pangan organik. Arah kebijakan dengan melakukan upaya kuat untuk menyediakan pangan organik yang sehat dan berkualitas dengan jumlah yang memadai, bersumber dari kekayaan dan keunggulan Alam Bali, guna memastikan.

Tercapainya kedaulatan pangan, dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat lokal Bali. memastikan ketercukupan sandang dan papan. arah kebijakan;  mengembangkan industri sandang lokal bali dari hulu sampai hilir, seperti kain tenun endek bali/kain tenun tradisional bali dan menyediakan perumahan layak huni dalam jumlah yang memadai.  mewujudkan sdm bali unggul dengan menyelenggarakan pendidikan berkualitas.

Arah kebijakan dan program; Membentuk Krama Bali menjadi Manusia unggul yang memiliki integritas, kompetensi, profesionalitas, dan loyalitas dengan nilai Kebudayaan tinggi melalui pendidikan formal, nonformal, dan informal. Meningkatkan akses, mutu, dan daya saing pendidikan PAUD/TK, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, dan Pendidikan Tinggi, serta meningkatkan kualitas pendidikan sains dan pendidikan vokasi. Mengembangkan kurikulum berbasis nilai-nilai adat, tradisi, seni- budaya, dan kearifan lokal Sad Kerthi pada semua jenjang pendidikan.

Memperluas Program 1 Keluarga 1 Sarjana. Menguatkan karakter dan jatidiri Manusia Bali yang jujur, teguh, konsisten, santun, tabah, loyal, lascarya, tragia, ulet, gigih, tekun, kreatif, dan inovatif. Menyelenggarakan Kesehatan dan Jaminan Sosial Masyarakat. Arah kebijakan dan program; Menyelenggarakan sistem kesehatan dan jaminan sosial masyarakat yang terjangkau, berkualitas, merata, dan adil.  Meningkatkan ketersediaan sistem dan teknologi kesehatan modern berstandar internasional. Membangun pola hidup sehat sebagai upaya preventif dan promotif, dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan berkualitas, aktif berolah raga, serta perilaku hidup sehat. Meningkatkan dan mengembangkan layanan kesehatan tradisional Bali yang berkualitas dan berstandar.

Mewujudkan Keamanan Bali

Keamanan Bali merupakan kebutuhan yang sangat vital, keaman yang diselenggarakan oleh Negara dan oleh Desa Adat harus dikelola dengan baik.  Meningkatkan Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Arah kebijakan;  Meningkatkan penguasaan IPTEK melalui pendidikan formal dan nonformal pada semua jenjang pendidikan.  Memanfaatkan IPTEK khususnya teknologi tepat guna, untuk meningkatkan produksi dan kualitas produk pertanian, kelautan dan perikanan, serta industri kerajinan rakyat.  Mendorong berkembangnya inovasi masyarakat dalam pemanfaatan teknologi pada berbagai aspek.

Pemajuan Usadha Bali

Usadha Bali atau Sistem pengobatan tradisional di Bali merupakan warisan adiluhung Leluhur dan Guru-Guru Suci Bali secara turun-temurun mencakup ajaran, ilmu pengetahuan, teknologi, dan etika dalam pencegahan dan pengobatan, serta menjaga kesehatan masyarakat Bali. Arah kebijakan dan program; Mengembangkan manuskrip kearifan lokal Bali bidang Usadha menjadi produk jamu, obat herbal terstandar, fitofarmaka, dan kosmetik, serta dalam metode pengobatan serta dalam invensi dan inovasi ramuan obat herbal

Mengembangkan dan memuliakan tanaman endemik Bali sebagai bahan obat tradisional Bali. Menguatkan dan meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (Pangusadha) sebagai pengobat tradisional Bali.  Mengembangkan industri jamu, obat herbal terstandar, fitofarmaka, dan kosmetik. Mengelola Kependudukan. Arah kebijakan;  Mendorong pasangan keluarga Krama Bali dapat melahirkan 4 (empat) anak untuk melestarikan Nyoman/Komang dan Ketut guna mempertahankan warisan budaya. Mengutamakan pertumbuhan penduduk dari Krama Bali, sebagai pelaku utama dalam melestarikan adat, tradisi, seni-budaya, dan kearifan lokal Bali.

Meningkatkan jumlah penduduk yang sehat, kompeten, profesional, berkualitas, berdaya saing, dan tangguh sehingga berada dalam masa bonus demografi yang produktif. Mengendalikan tingkat kepadatan penduduk di perkotaan dan memeratakan sebaran penduduk. Mengembangkan Sistem Ketenagakerjaan. Arah kebijakan dan program; Mengembangkankan sistem ketenagakerjaan untuk menghasilkan tenaga kerja Bali yang berintegritas, kompeten, profesional, dan berdaya saing tinggi guna memenuhi lapangan kerja dalam berbagai profesi di Bali dan di Luar Bali.

Memperluas lapangan kerja, meningkatkan akses lapangan kerja di dalam dan luar negeri. Memperluas pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri. Membangun kemitraan antara pemerintah daerah dengan dunia usaha dan dunia industri, serta perguruan tinggi agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Mewujudkan Bali Mandiri Energi  

Bali harus mampu mandiri energi dengan energi bersih untuk kebutuhan rumah tangga, industri, dan pelayanan publik dalam jangka panjang sekaligus mewujudkan Bali Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2045, dipertahankan sepanjang zaman, guna menjaga Alam Bali yang bersih. Arah kebijakan dan program;

Mempercepat penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.  Mempercepat pembangunan pembangkit tenaga listrik berbasis bahan bakar ramah lingkungan, seperti; gas dan energi baru terbarukan.  Terus mendorong penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap (PLTS Atap), untuk perkantoran, perumahan, hotel, pasar swalayan, dan penerangan jalan umum serta fasilitas umum. Terus mendorong masyarakat dalam penggunaan energi listrik secara efisien untuk berbagai kebutuhan rumah tangga dan industri guna mendukung penurunan emisi karbon.

Melaksanakan Transformasi Perekonomian Bali dengan Ekonomi Kerthi Bali Perekonomian Bali sangat bergantung pada dominasi sektor pariwisata, yang sudah sangat lama dibiarkan berkembang secara masif tanpa arah kebijakan dengan tepat. Perekonomian Bali harus dikembangkan berbasis kekayaan alam dan potensi sumber daya lokal Bali dengan keseluruhan tradisi dan kearifan lokalnya.  Perlu percepatan dan pemantapan pelaksanaan transformasi perekonomian dengan konsep Ekonomi Kerthi Bali secara konsisten dan berkelanjutan, untuk mewujudkan struktur dan fundamental perekonomian Bali yang seimbang dan kokoh.

Ekonomi Kerthi Bali merupakan perekonomian yang harmonis terhadap alam, hijau/ramah lingkungan, menjaga kearifan lokal, berbasis sumber daya lokal, berkualitas, bernilai tambah, berdaya saing, tangguh, dan berkelanjutan.  Ekonomi Kerthi Bali adalah ekonomi untuk mewujudkan Bali Berdikari dalam Bidang Ekonomi, dibangun dan dikembangkan berlandaskan nilai-nilai filosofi Sad Kerthi dengan menerapkan 11 (sebelas) prinsip.  Ekonomi Kerthi Bali terdiri dari 6 (enam) Sektor Unggulan.

Mengembangkan Industri Manufaktur dan Industri Berbasis Budaya Branding Bali  Mengingat Bali memiliki keterbatasan Sumber Daya Alam, maka dalam rangka meningkatkan perekonomian rakyat Bali, harus dikembangkan Industri Manufaktur dan Industri Berbasis Budaya Branding Bali. Arah kebijakan dan program. Pengembangan industri olahan hasil pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan untuk memperkuat rantai nilai pangan lokal. Penguatan industri herbal dan obat tradisional (Usadha Bali) sebagai unggulan ekspor berbasis pengetahuan lokal.

Revitalisasi industri kriya seni berbahan logam, kayu, bambu, batu, kulit, dan kaca sebagai ikon ekspor budaya Bali. Penguatan industri tenun tradisional (songket dan endek) dan industri mode/fesyen untuk memperluas pasar kreatif global. Pengembangan industri media kreatif dan digital sebagai motor ekonomi generasi muda.  Penguatan industri furnitur, aksesoris, dan pewarna alami dengan dukungan riset bahan lokal dan desain inovatif.  Mengembangkan Sikap Bangga Produk Lokal untuk Kemandirian Ekonomi Bali

Bali memiliki produk lokal yang kaya, unik, dan unggul, bersumber dari Alam dan hasil karya cipta masyarakat Bali yang harus dijadikan sebagai kekuatan perekonomian Bali serta meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Bali. Arah kebijakan dan program;  Menjadikan produk lokal Bali sebagai kekuatan untuk memutar roda perekonomian Bali; dari, oleh, dan untuk masyarakat Bali.

Menjadikan produk lokal Bali sebagai identitas dan jati diri masyarakat Bali.  Kampanye dan edukasi publik “Bangga Menggunakan Produk Lokal Bali” di seluruh lini pemerintahan dan masyarakat. Integrasi produk lokal ke dalam rantai pasok pariwisata, pendidikan, dan konsumsi pemerintah.  Penguatan ekosistem UMKM dan koperasi berbasis bahan baku lokal.

 Mewujudkan Pariwisata Berbasis Budaya

Kepariwisataan Bali merupakan hilir dari pesona Kebudayaan Bali yang adiluhung, sehingga harus dikembangkan pariwisata Bali berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat. Arah kebijakan dan program, Menata penyelenggaraan kepariwisataan Bali secara fundamental dan komprehensif untuk memperkokoh pariwisata berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat guna menguatkan karakter dan taksu Bali.  Meningkatkan daya tarik pariwisata, inovasi produk, sumber daya manusia, pelaku usaha pariwisata, dan tata kelola semakin berkualitas, serta berpihak pada sumber daya lokal agar pariwisata Bali berdaya saing tinggi.

Meningkatkan kualitas wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali dengan melakukan pengendalian. Mengendalikan secara ketat pembangunan daya tarik dan usaha jasa pariwisata. Mengembangkan pariwisata Bali menjadi lokomotif dan mampu meningkatkan penggunaan produk pertanian, perikanan, dan industri kerajinan rakyat Bali.

Mewujudkan Keseimbangan Pembangunan

Bali harus dikelola dengan konsep pembangunan satu-kesatuan wilayah, yaitu “Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola”, untuk mewujudkan keselarasan dan keseimbangan pembangunan antarwilayah. Arah kebijakan dan program; Membangun pusat-pusat perekonomian baru tersebar di seluruh wilayah secara tematik sesuai karakteristik dan potensi, yang didukung dengan infrastruktur, konektivitas, dan sarana-prasarana strategis. Memperkuat infrastruktur penunjang bidang prioritas pertanian, kelautan/perikanan, industri, IKM/UMKM, ekonomi kreatif digital

Membangun Infrastruktur dan Transportasi Berkualitas

Pembangunan infrastruktur dan moda transportasi berkualitas, meliputi transportasi darat, laut, dan udara yang merupakan kebutuhan sangat penting dan strategis untuk peningkatan layanan publik, meningkatkan daya saing pariwisata, dan mendukung pusat-pusat pertumbuhan perekonomian baru, serta mengurangi migrasi penduduk ke wilayah Bali Selatan. Arah kebijakan dan program; Pembangunan jalan yang menghubungkan wilayah Kota dan Kabupaten se-Bali. Pembangunan jalan silang yang menghubungkan wilayah tengah Bali. Pembangunan Autonomus Rail Transit (ART) wilayah Sarbagita.  Pembangunan pelabuhan dan dermaga di wilayah Bali Barat, Utara, Timur, dan Selatan.

Pembangunan Perekonomian Bali yang Produktif, Berkualitas, Berdaya Saing, Tangguh, dan Berkelanjutan  Pembangunan perekonomian Bali adalah untuk meningkatkan kapasitas perekonomian Bali, ekonomi makro dan ekonomi mikro. Arah kebijakan dan program; Pembangunan infrastruktur terkoneksi. Pembangunan pusat-pusat pertumbuhan perekonomian baru. Membangun keseimbangan antarwilayah se-Bali. nMelakukan transformasi perekonomian Bali dengan Ekonomi Kerthi Bali.  Pembangunan industri manufaktur dan industri berbasis budaya branding Bali.

Pengembangan IKM, UMKM, dan Koperasi. Pengembangan perekonomian adat. Meningkatkan Pencapaian Indikator Makro Pembangunan Bali. Arah kebijakan; Meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Meningkatkan pendapatan masyarakat per kapita. Menjaga stabilitas inflasi.

Menurunkan tingkat kesenjangan individu dan wilayah (gini ratio).  Menurunkan angka kemiskinan. Menurunkan angka pengangguran. Menurunkan angka stunting. Meningkatkan usia harapan hidup. Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Meningkatkan indeks kebahagiaan. Meningkatkan indeks kesehatan masyarakat.

Arah Kebijakan dan Program Dalam Rangka Pelestarian Kebudayaan Bali Kebudayaan Bali bersifat tahan, lentur, dan adaptif dalam menghadapi dinamika perkembangan zaman. Visi Pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” menjadikan Kebudayaan Bali sebagai hulu pembangunan, sehingga semakin memperkokoh eksistensi Kebudayaan Bali.

Kini, masyarakat Bali semakin antusias, semangat, dan semarak mengikuti dan menyelenggarakan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan adat- istiadat, tradisi, seni-budaya, dan kearifan lokal Bali. Perkembangan ini menjadi bukti kuat, kebudayaan Bali memiliki pondasi kuat untuk tetap eksis sepanjang zaman; hal ini membangun dan memperkuat optimisme, bahwa kedepan Kebudayaan Bali tidak akan pernah pudar, tidak akan pernah mati, bahkan akan selalu eksis, terus hidup di tengah-tengah masyarakat, menjadi identitas kehidupan yang membanggakan, Bali berkepribadian dalam Kebudayaan.

Guna memastikan terwujudnya optimisme ini, harus dilakukan berbagai upaya yang serius, konsisten, dengan penuh rasa tanggung jawab untuk menjaga, melestarikan, melindungi, mengembangkan, dan memberdayakan kekayaan, keunikan, dan keunggulan Kebudayaan Bali.

Pemuliaan Desa Adat

Desa Adat dengan berbagai nilai adat-istiadat, tradisi, dan kearifan lokal Bali merupakan benteng ketahanan dan tatanan kehidupan masyarakat Bali yang harus dikuatkan dan dimajukan, serta diwariskan kepada setiap generasi penerus sepanjang zaman.  Penguatan dan pemajuan Desa Adat di Bali telah mendapat pengakuan dan dukungan negara sebagaimana diatur dalam Pasal 6 dan Pasal 8 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali.

Arah kebijakan; Secara konsisten melaksanakan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Desa Adat di Bali. Penguatan, pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan adat-istiadat, tradisi, dan kearifan lokal.  Menjadikan Desa Adat sebagai lembaga untuk menjaga kelangsungan perayaan hari suci Dresta Bali, seperti: Rahina Tumpek, Kajeng Kliwon, Hari Purnama, Hari Tilem, Ngusaba, Hari Galungan, Hari Kuningan, dan Hari Nyepi Desa sebagai laku hidup dalam tata-titi Kehidupan masyarakat Bali.

Pemuliaan Subak, Subak merupakan organisasi tradisional di bidang tata guna air dan/atau tata tanaman di tingkat usaha tani pada masyarakat adat di Bali yang bersifat sosio-agraris, sosio-religius, dan sosio-ekonomis, sebagai warisan adiluhung Leluhur Bali.  Penguatan dan pemajuan Subak di Bali telah mendapat pengakuan dan dukungan negara sebagaimana diatur dalam Pasal 6 dan Pasal 8 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali.

Subak menjadi benteng sistem dan teknologi pertanian Bali harus dikuatkan dan dimajukan, serta diwariskan kepada setiap generasi penerus sepanjang zaman. Arah kebijakan;  Menjadikan Subak sebagai: Benteng pengendalian alih fungsi dan alih kepemilikan lahan.  Garda depan Sistem Pertanian Organik Bali. Penyangga tatanan budaya agraris dan kedaulatan pangan Bali. Pemuliaan Manuskrip Kearifan Lokal Bali

Manuskrip kearifan lokal Bali yang mencakup prasasti, lontar, dan naskah kuno merupakan maha karya intelektual Leluhur dan Guru-guru Suci Bali yang menyimpan ajaran spritual, filsafat, ilmu pengetahuan, dan teknologi, serta tata-titi kehidupan masyarakat Bali. Pemuliaan manuskrip kearifan lokal Bali dilaksanakan secara berkelanjutan. Arah kebijakan dan program;

Inventarisasi, alih aksara-bahasa, dan digitalisasi manuskrip kearifan lokal Bali baik yang dimiliki Pemerintah Daerah, masyarakat, maupun perseorangan.  Melindungi maha karya intelektual Leluhur dan Guru-guru Suci Bali dalam manuskrip kearifan lokal Bali melalui registrasi/pendaftaran Kekayaan Intelektual (KI).  Memberi pengakuan dan penghargaan kepada penekun, pemelihara, peneliti, inventor, dan inovator manuskrip kearifan lokal Bali baik perseorangan, kelompok, maupun lembaga.

 Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali

Penguatan dan pemajuan Kebudayaan Bali mendapat dukungan negara sebagaimana diatur dalam Pasal 8 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali.  Kebudayaan Bali yang adiluhung mencakup tiga aspek, yakni spirit, praktik/perilaku, dan artefak/material, dikuatkan dan dimajukan. Arah kebijakan dan program; Pembangunan ekosistem Pemajuan Kebudayaan Bali melingkupi pranata, pelaku, lembaga, sarana dan prasarana, serta kegiatan Kebudayaan.

Pengarusutamaan Kebudayaan Bali dalam berbagai aspek pembangunan, dari hulu sampai hilir, dengan menjadikan Kebudayaan Bali sebagai sistem nilai dalam membangun karakter dan jati diri Manusia Bali, sebagai produk seni-budaya, dan sebagai basis perekonomian Bali.  Secara konsisten menyelenggarakan dan mengembangkan, serta kualitas wahana apresiasi pemajuan kebudayaan Bali, yakni: Bulan Bahasa Bali, Pesta Kesenian Bali, Jantra Tradisional Bali, Perayaan Budaya Dunia di Bali (Bali World Culture Celebrations), Festival Seni Bali Jani, dan Bali Digital Festival.

Mengembangkan wahana guna memotivasi generasi muda Bali agar semakin mencintai, berpartisipasi, dan menjadi pelaku Kebudayaan Bali.  Menjadikan wantilan dan bale banjar, sebagai Pusat Aktivitas Pemajuan Kebudayaan Bali (balinese culture meeting points). Penguatan dan Pemajuan Tradisi, Seni-Budaya, dan Kearifan Lokal Bali  Tradisi, seni-budaya, dan kearifan lokal Bali merupakan fundamental kehidupan masyarakat Bali yang harus dikuatkan dan dimajukan, serta diwariskan kepada setiap generasi penerus sepanjang zaman.

Arah kebijakan dan program;  Penguatan dan pemajuan seni-budaya baik yang sakral, semi-sakral, dan profan berbasis ekosistem dan berorientasi pada penumbuhan jatidiri, kualitas capaian estetika, dan kesejahteraan masyarakat Bali. Penguatan dan perluasan penggunaan Aksara Bali pada kegiatan adat, Subak, pendidikan, serta fasilitas dan sarana-prasarana publik.  Mempertahankan secara konsisten penggunaan Bahasa Bali dalam tulisan dan tuturan untuk kegiatan adat, seni-budaya, pengembangan Sastra Bali, dan komunikasi sehari-hari.  Mempertahankan arsitektur dan ragam hias tradisional Bali pada bangunan perkantoran, perumahan, dan fasilitas publik.  Penguatan Pelindungan Hukum Karya Cipta Seni-Budaya Bali dengan Kekayaan Intelektual (KI)

Karya cipta seni-budaya Bali merupakan ekspresi otentik komunal, kelompok, atau perseorangan berupa warisan dan reka cipta baru. Perlu dilakukan langkah serius dan berkelanjutan untuk memperkuat pelindungan hukum melalui registrasi/ pendaftaran Kekayaan Intelektual (KI). Melalui program;  Mendata dan menginventarisasi, serta mengembangkan sistem informasi dan pengelolaan seluruh karya cipta seni-budaya Bali. Meregistrasi/mendaftarkan Kekayaan Intelektual (KI) seluruh karya cipta seni-budaya Bali secara berkelanjutan. Memfasilitasi upaya hukum terhadap pelanggaran atau penyalahgunaan Kekayaan Intelektual (KI), seperti penjiplakan, pemalsuan, dan tindakan pidana KI lainnya.

Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125, disusun dengan niat baik, tulus, dan lurus, serta tekad kuat untuk memuliakan unteng Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali yang didedikasikan untuk generasi mendatang. Berbagai regulasi yang mengatur kewenangan pemerintah daerah hendaknya tidak dijadikan sebagai hambatan untuk menyelenggarakan pembangunan Bali sesuai dengan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125.

Sejalan dengan itu, diperlukan niat baik semua pihak dengan meniadakan semua hal yang bersifat subjektif dan egoisme; sepenuhnya berpikir, bertindak, serta berorientasi pada keutuhan, keunggulan, martabat, dan kemuliaan Bali. Niat baik dan komitmen kuat untuk melaksanakan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125 merupakan wujud subhakti kehadapan Hyang Widhi Wasa, Ida Bhatara Sasuhunan, Ida Dalem Raja-raja Bali, Guru-guru Suci, Leluhur, dan Lelangit Bali yang telah menganugerahkan warisan Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali yang adiluhung.

Penyelenggaraan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125 hendaknya dilaksanakan dengan spirit nilai-nilai kearifan lokal; gilik-saguluk, salunglung sabayantaka, paras-paro, sarpana ya. Semua pihak agar berpartisipasi aktif, solid bergerak, dengan meneladani ajaran Bung Karno, yakni: bergotong-royong; pembantingan tulang bersama, memeras keringat bersama,  perjuangan bantu-binantu bersama, amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua.

Atas restu Hyang Widhi Wasa, Ida Bhatara Sasuhunan, Ida Dalem Raja-raja Bali, Guru-guru Suci, Leluhur, dan Lelangit Bali, astungkara implementasi Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125 mamargi antar, paripurna. (Gustra}


 

TP PKK Bali Perkuat Gerakan Kebersihan Lingkungan Berbasis Gotong royong

0

TP PKK dan Posyandu Bali Inisiasi Gerakan Kulkul Kebersihan Lingkungan

NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali bersama Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali menginisiasi Gerakan Kulkul PKK–Posyandu sebagai upaya memperkuat gerakan kebersihan lingkungan berbasis gotong royong dan kearifan lokal. Inisiatif tersebut disosialisasikan dalam kegiatan Sosialisasi Pencanangan Gerakan Kulkul PKK–Posyandu se-Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung Gajah, Jayasabha, Senin (22/12).

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan secara luring dan daring ini dipimpin Ketua TP PKK Provinsi Bali sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, Made Dwi Dewata, jajaran pengurus TP PKK dan TP Posyandu Provinsi Bali, Ketua TP PKK dan TP Posyandu kabupaten/kota se-Bali, pengurus daerah, serta para kader PKK dan Posyandu.

Dalam arahannya, Ibu Putri Koster menegaskan bahwa Gerakan Kulkul PKK–Posyandu merupakan gerakan bersama yang melibatkan seluruh komponen masyarakat Bali. PKK dan Posyandu berperan sebagai penggerak, sementara keberhasilan program sangat ditentukan oleh partisipasi aktif masyarakat. “Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu ini adalah gerakan kita bersama. Keberhasilannya sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat Bali secara aktif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gerakan ini merupakan implementasi dari 10 Program Pokok PKK serta Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu, khususnya pada aspek gotong royong, kesehatan, dan kebersihan lingkungan. Melalui satu kegiatan sederhana, masyarakat diharapkan dapat menjalankan beberapa program secara bersamaan, terutama dalam menciptakan lingkungan perumahan yang bersih, sehat, dan tertata.

Lebih lanjut, Ibu Putri Koster menyampaikan bahwa gerakan ini mengadopsi nilai luhur kulkul sebagai alat komunikasi tradisional Bali yang sarat makna kebersamaan, kedisiplinan, dan gotong royong. Nilai tersebut dihidupkan kembali melalui kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan yang dimulai dari rumah masing-masing. “Kita bekerja untuk rumah kita sendiri. Membersihkan halaman, telajakan, dan saluran air di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Cukup dua jam dalam sebulan, namun dampaknya sangat besar bagi kebersihan lingkungan,” katanya.

Gerakan Kulkul PKK–Posyandu dijadwalkan akan diluncurkan secara resmi pada 24 Desember 2025 di Art Centre Denpasar. Mulai tahun 2026, kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Minggu pertama setiap bulan. Kulkul akan dibunyikan secara serentak pada pukul 06.00 WITA sebagai tanda dimulainya kegiatan gotong royong hingga pukul 08.00 WITA.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, Made Dwi Dewata, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan gerakan tersebut. Ia menegaskan komitmen Dinas PMD Provinsi Bali bersama Dinas PMD kabupaten/kota untuk mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan Gerakan Kulkul PKK–Posyandu agar berjalan optimal dan berkelanjutan. “Melalui koordinasi, pendampingan, dan pemantauan, kami siap memastikan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Bali,” ujarnya.

Staf Ahli TP PKK dan Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menambahkan bahwa Gerakan Kulkul PKK–Posyandu merupakan implementasi nyata dari 10 Program Pokok PKK dan enam Standar Pelayanan Minimal Posyandu, khususnya pada bidang perumahan rakyat, pekerjaan umum, kesehatan, dan lingkungan hidup. Melalui gerakan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif dan kebiasaan positif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan, sehingga terwujud lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman di seluruh wilayah Bali. (Ari/tra).

PB ROCK Konsisten Sepanjang 2025 Gelar 7 Event Penting

0

 Jimmy P: Tidak Hanya Sehat Jasmani dan Jiwa, tepi Roh Juga Harus Sehat

NEWS INTERMEDIA.COM ll DENPASAR l ROCK Sport Community 2025 sebenarnya memiliki enam Cabang Olah (Cabor) kompetisi yang aktif, muIai dari cabor Badminton, Catur, Biliard, Basket, Angler ( memancing ), dan Futsal, dan akan terus berkembang. Sementara Cabor yang tetap konsisten dan rutin gelar event adalah cabor Badminton, terbukti disepanjang tahun, dari Januari hingga Desember 2025.

Sepanjang 2025 ini, organisasi olah raga PB ROCK ini sebagai refleksi ROCK Badminton Community telah mengadakan tujuh (7) event penting, yaitu lima (5) kali Tournament, satu kali (1) Baksos dan satu kali (1) Gathering PB ROCK sebagai bagian dari puncak event PB ROCK 2025. Demikian disampaikan Ketua PB Rock, Victor Erenst Warembengan, S. Si, Apt ,saat di temui dalam acara PB ROCK Gathering di Fave Hotel Jl. Sunset Road Seminyak Badung Bali, Sabtu (20/12) kemarin.

Ia juga mengatakan disamping mengadakan event- event sepanjang tahun, pihaK PB ROCK juga selalu membuka jadwal latihan badminton setiap minggunya, yaitu Senin di GOR Iron pukul 18.00 -22.00 wita, Selasa di GOR MBC pukul pukul 18.00 -22.00 wita, Kemis di GOR JBC II pukul 18.00 -22.00 wita, Jumat di GOR 5 ARENA pukul 18.00 -22.00 wita dan Sabtu di GOR Parade Sport pukul 19.00 -22.00 wita.

“Anggota kami mulai dari yang paling tua umur 70 tahun sampai yang termuda umur 7 tahun, tapi semangatnya sama-sama luar biasa, dan kami mengucapkan terima kasih kepada Tuhan dan berterimakasih juga kepada Panitia, karena pada puncak event komunitas badminton PB ROCK ini berjalan lancar dan sukses,“ungkap Victor.

Victor Erenst Warembengan juga memaparkan komunitas badminton PB ROCK tidak hanya menggelar tournament, juga mengadakan kegiatan bakti sosial (baksos) dan donasi berupa pembagian sembako, pakaian layak pakai, pembagian berkat berupa uang tunai dan acara gathering dan game ini. daIam gathering ini ada permainan bersama dipandu kakak Winda dan tim, sebelum game juga kita meaksanakan fellowship bersama membagikan hadiah dan door prize. “Saat gathering ini anggotanya sampai 76 yang datang, ditambah belasan tamu undangan khusus, sungguh semua sangat antusias, termasuk ada tukar-turan kado Natal,”ucap Victor mengakhiri wawacaranya.

Sementara Gembala Gereja Lembah Pujian Pdm. Ir. Jimmy Padmajaya, dalam sambutannya saat PB ROCK Gathering mengucapakan terimakasih untuk Ministry ini kepada Ketua PB ROCK dan tim yang sungguh bersemangat dan luar biasa. Sebenarnya Rock Sport Community 2025 ada 6 cabang olah raga : Badminton, Catur, Biliard, Basket, Angler ( memancing ), dan Futsal, ditambah 2 cabor non kompetisi yakni Run dan Adventure “Oleh karena itu, kita patut bersyukur kepada Tuhan ministry sport ini sudah berjalan 6 tahun,”ungkap Arsitek ini.

Ir. Jimmy Padmajaya juga mengatakan, karena event ini juga berkait dengan Christmas, maka pihaknya akan menyampaikan pesan Natal di tahun ini dari pesan Firman Tuhan dari Ayat 1 Tesalonika 5:23 (TB) Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

“Hal ini artinya ada tiga hal yang harus kita penuhi dalam kehidupan kita, selain tubuh yang sehat pada moment yang kita rayakan ini, kita sepakat semua kita sehat, tidak ada yang tidak sehat, karena setiap hari Latihan olah raga, tapi satu hal yang harus kita pahami bersama bahwa, dalam tubuh yang sehat, tentu ada jiwa yang sehat pula, tetapi bagaimana dengan roh kita? Maka dunia mengenal dengan istilah ” mensana in corpore sano ,” papar bapak penghobi pendakian gunung ini.

Dikatakan lagi di dalam tubuh yang sehat, dan jiwa yang sehat, harusnya rohnya juga sehat, bagaimaana cara menyehatkan roh kita, tentu  dengan memuji, memuliakan Tuhan lewat  olahraga dan terus nyalakan api semangat untuk membangun, tubuh jiwa dan roh kita bergairah, karena kita memiiki Allah yang besar, kasihNya yang juga luar biasa percaya kepada Dia, bahwa roh kita diberkati dengan roh yang selalu sehat.

“Oleh karena itu, harapan saya komunitads Badminton PB ROCK ini harus menjadi berkat bagi lingkungan, bagi Bali, bagi Indonesia, bahkan prestasi PB Rock harus memuliakan Tuhan tidak hanya di Bali, tetapi go internasional, amin, “pungkas Padmajaya.

Sementara Pembina ROCK Sport Community Pdm. Yohanes Suryanto pada Closing Statementnya sangat mengapresisasi kinerja seluruh Pengurus PB ROCK yang tidak kenal lelah memajukan PB ROCK dan terus berusaha membuat anggotanya enjoy dan semangat. “Hal ini sudah menjadi komitmen kita untuk memajukan olah raga yang kita cintai ini,”pungkasnya mengakhiri. (Ariel)

Info Denpasar Soal Cipta Menu Bergizi, Olah Sampah dan Gelaran Denfest

0

TP PKK Buka Pelatihan Cipta Menu Bergizi Berbahan Pangan Lokal

NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Sekretaris I Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, didampingi Penjabat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Denpasar, Ny. Gusti Ayu Putu Swandewi Eddy Mulya, secara resmi membuka Pelatihan Cipta Menu Bergizi Seimbang dan Aman Berbahan Pangan Lokal untuk Balita, Remaja, dan Lansia. Kegiatan tersebut ditandai dengan penyematan apron dan topi koki kepada peserta, bertempat di SMK PGRI 3 Denpasar, Minggu (21/12).

Ket foto : Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ayu Kristi Arya Wibawa, Buka Pelatihan Cipta Menu Bergizi Berbahan Pangan Lokal di SMK PGRI 3 Denpasar Minggu (21/12)

Usai pembukaan, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa meninjau hasil olahan pangan yang dipamerkan oleh kader PKK Desa Sumerta Kelod. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Sumerta Kelod dalam rangka memperingati Hari Ibu ini turut dihadiri Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar Tresna Yasa, Camat Denpasar Timur Ketut Sri Karyawati, Kepala Sekolah SMK PGRI 3 Denpasar Ni Putu Ayu Agustin Karisma Dewi, Kepala Puskesmas Denpasar Timur I, serta undangan terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Sumerta Kelod yang secara konsisten melaksanakan pelatihan cipta menu bergizi seimbang dan aman berbahan pangan lokal. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak serta kesehatan seluruh anggota keluarga. “Memasak bukan hanya soal mengenyangkan, tetapi bagaimana kita memahami kandungan gizi dalam setiap menu yang disajikan. Dengan pemahaman gizi yang baik, kualitas hidup keluarga dapat meningkat dan diharapkan Kota Denpasar semakin bebas dari stunting,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa ibu memiliki peran strategis sebagai tonggak utama dalam keluarga. Oleh karena itu, para kader yang mengikuti pelatihan diharapkan mampu mengaplikasikan serta menyebarluaskan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Selain isu gizi dan pencegahan stunting, Ny. Ayu Kristi juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam pengelolaan sampah. Ia menegaskan bahwa rumah tangga merupakan salah satu penghasil sampah terbesar, sehingga ibu-ibu diharapkan mampu memilah dan meminimalisir sampah sejak dari sumbernya.

Sementara itu, Perbekel Desa Sumerta Kelod, I Gusti Ketut Anom Suardana, menjelaskan bahwa pelatihan ini rutin dilaksanakan setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Ibu sekaligus menjadi rangkaian Festival Desa Sumerta Kelod. Kegiatan pencegahan stunting ini juga selalu berkolaborasi dengan SMK PGRI 3 Denpasar. “Pelatihan ini diikuti oleh 10 banjar, masing-masing banjar diwakili 10 orang peserta. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di rumah tangga masing-masing sehingga keluarga mampu mengolah makanan bergizi secara mandiri dan tidak selalu bergantung pada makanan siap saji,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain pencegahan stunting, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi pengelolaan sampah rumah tangga. Ibu-ibu sebagai garda terdepan di keluarga diharapkan mampu membentuk tim kecil dalam rumah tangga untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK PGRI 3 Denpasar, Ni Putu Ayu Agustin Karisma Dewi, mengaku senang dapat berkolaborasi dengan Desa Sumerta Kelod. Dalam pelatihan ini, pihak sekolah mensinergikan kegiatan dengan jurusan kuliner serta menghadirkan tiga narasumber kompeten yang memahami komposisi dan nilai gizi dari menu yang disajikan. “Kami berharap sinergitas ini dapat terus berlanjut ke depannya dan memberikan dampak positif, baik bagi sekolah maupun masyarakat desa,” pungkasnya. (Ayu/TRA)


Bendesa Adat se-Denpasar Sepakat, Berkontribusi Olah Sampah

NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Dukungan pemangku kepentingan dalam optimalisasi pengolahan sampah berbasis sumber di Kota Denpasar terus mengalir. Kali ini, Bendesa Adat se-Kota Denpasar menyatakan kesepakatan untuk ikut berkontribusi dalam mendukung penanganan sampah. Hal tersebut diungkapkan Ketua Parum Bendesa se-Kota Denpasar, AA Ketut Wirya saat Paruman Rutin Bendesa Adat se-Kota Denpasar di Wantilan Pura Dalem lan Kahyangan Desa Adat Sesetan, Minggu (21/12).

Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Paruman Rutin Bendesa Adat se-Kota Denpasar di Wantilan Pura Dalem lan Kahyangan Desa Adat Sesetan, Minggu (21/12).

Lebih lanjut dijelaskan, permasalahan sampah merupakan masalah bersama. Sehingga peran desa adat sangatlah penting, utamanya dalam memberikan sosialisasi, hingga menggugah peran serta masyarakat dalam penanganan sampah.

Agung Wirya menjelaskan, Desa Adat sebagai benteng budaya Bali, dalam kesehariannya senantiasa berkaitan dengan aktivitas adat dan keagamaan. Hal tersebut juga menghasilkan sampah, meski sampah yang dihasilkan masih didominasi golongan organik. Hal inilah yang akan dioptimalkan dalam pengolahan sampah upakara berbasis sumber.

“Kita ketahui bahwa sampah ini merupakan masalah bersama, yang juga kita hasilkan bersama, jadi untuk optimalisasi penanganan oleh pemerintah, kami di desa adat siap berkontribusi, terutama dalam pengolahan sampah organik berbasis sumber, seperti halnya sisa canang, upakara dan banten-banten,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Bendesa Adat Yangbatu, I Nyoman Supatra, pihaknya mengatakan bahwa desa adat berkomitmen untuk ikut andil dalam penanganan sampah, terutama yang dihasilkan oleh desa adat dan aktivitas adat, agama dan budaya. Hal ini ditunjukkan dengan masifnya pembangunan teba moderen di pura kahyangan tiga, pura-pura sungsungan desa adat, dan telajakan desa adat. “Semoga ini bisa mengurangi volume sampah yang harus ditangani pemerintah, sehingga penanganan sampah bisa lebih produktif dan cepat,” ujarnya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Bendesa Adat se-Kota Denpasar. Tentunya hal ini menjadi semangat untuk terus bekerja bersama dalam penanganan persampahan. “Pemerintah tidak diam, segala inovasi dan strategis terus digalakkan, dan saat ini masih terus bahu menbahu mengoptimalisasi pengolahan dari hulu, tengah dan hilir agar bisa optimal menangani sampah,” ujar Arya Wibawa.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Sabha Upadesa Kota Denpasar, I Wayan Butuantara, Kadis Kebudayaan, Raka Purwantara, Plt. Kepala Inspektorat Kota Denpasar, Putu Wisnu Wijaya Kusuma, Parum Bendega, Parum Pekaseh dan Forum Perbekel/Lurah se-Kota Denpasar. Dalam kesempatan tersebut turut diserahkan secara simbolis bantuan kendaraan operasional bagi Bendesa Adat dan 4 Pilar Sabha Upadesa. (Ags/tra).


Waste Departement Pastikan Sampah Denfest Diolah Dari Sumber

NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen dalam mewujudkan pengolahan sampah terpadu dari hulu ke hilir, termasuk dalam pelaksanaan event atau kegiatan-kegiatan. Kali ini, pada gelaran Denpasar Festival ke-18 Tahun 2025, Pemerintah Kota Denpasar melalui DLHK bersama komunitas berkolaborasi menghadirkan Waste Departement untuk mengolah langsung sampah sisa pelaksanaan Denfest tersebut di hulu (sumber) secara mandiri.

Keberadaaan fasilitas pengelolaan sampah terpadu ini ditinjau langsung Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara meninjau persiapan pembukaan Denfest Tahun 2025 di Kawasan Monumen Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar, Sabtu (20/12). Inovasi ini diharapkan berperan maksimal dalam mewujudkan pebgolahan sampah dihulu saat dan sesudah gelaran Denpasar Festival Tahun 2025 yang berlangsung dari Tanggal 20 Desember hingga 23 Desember 2025 mendatang.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyebut komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam mengatasi persoalan sampah melalui pengelolaan sampah terpadu terutama mengantisipasi produksi sampah saat dan sesudah gelaran besar seperti Denpasar Festival 2025 ini.

“Sesuai dengan Tema Denfest 2025 “Mulat Sarira Hening Jiwa Eling Rasa” diharapkan keberadaan unit pengelolaan sampah terpadu atau Waste Departement selama gelaran Denfest 2025 ini menjadi titik awal perubahan dalam mengawal produksi sampah selama gelaran Denfest agar pengelolaannya terstruktur dan selesai di hulu,” ujar Jaya Negara.

Sementara Agung Ngurah, dari Penanggung Jawab Waste Departement Denfest 2025 menjelaskan dihadirkannnya Waste Management di Denfest 2025 ini merupakan buah inisiatif gabungan dari berbagai komunitas, pelajar serta mahasiswa untuk mengelola persampahan secara mandiri.

“Keberadaan kami dengan berbagai komunitas dengan berbagai disiplin ilmu metode pengelolaan sampah sebanyak 18 komunitas bergabung dengan pelajar dan mahasiswa. Nantinya tim kami akan berjaga di sejumlah titik untuk mengarahkan pengunjung Denfest untuk langsung memilah sampah disamping tim juga akan menyisir setiap spot,” ujarnya.

Ada berbagai komunitas seperti yang menyediakan Mesin press sampah plastik yang dapat mengelola sampah plastik hingga 150 kg dalam satu kali press. Ada pula komunitas yang menangani sampah organik menjadi Eko Enzim, Komunitas mengelola sampah organik menjadi pakan Maggot dan komunitas mengelola limbah tusuk sate dan alat makan kayu dan berbagai komunitas pengelola sampah dari berbagai disiplin ilmu lainnya.

“Harapan kita dapat membantu Pemkot Denpasar dalam mewujudkan Denfest 2025 sesuai dengan Tema “Mulat Sarira Hening Jiwa Eling Rasa” dimana Denfest 2025 dengan pengeloaan sampah secara mandiri yang terstruktur dimana produksi sampah tidak dibawa sampai keluar lokasi Event Denfest,” jelas Agung Ngurah.(esa-arya/tra).


Penyalaan Api Suci Gelaran Denfest ke-18, Momentum Mulat Sarira

NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Gelaran tahunan bertajuk Denpasar Festival kembali gelar untuk ke-18 kalinya. Penyalaan api suci dalam balutan inaugurasi pembukaan oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede ini menjadi penanda dibukanya event berkonsep street festival di Kawasan Jalan Gajah Mada, Jalan Veteran dan Monumen Puputan Badung, Denpasar, Sabtu (20/12).

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede serta Forkopimda Kota Denpasar saat menyalakan api suci sebagai penanda pembukaan Denfest ke-18 di Kawasan Monumen Puputan Badung, Denpasar, Sabtu (20/12).

Dimana, festival ini menjadi wahana mulat sarira, jadi model featival dengan pengolahan sampah mandiri, memperkuat budaya serta berdayakan UMKM lokal. Mengusung tema Mulat Sarira, Hening Jiwa, Eling Rasa, rangkaian pembukaan festival yang akan berlangsung dari 20-23 Desember ini diawali oleh penampilan Tri Utami dan Dewa Budjana. Dilanjutkan dengan sajian apik inaugurasi berlatar Monumen Puputan Badung.

Dalam kemasan acara hikmad dan khusuk, garapan ini diiringi alunan musik dan gerakan tari yang digarap oleh Palawara Musik Company. Mengangkat pesan sastra Cokorda Mantuk Ring Rana, dalam relevansinya dengan kebangkitan kesadaran serta penyiapan kota yang layak dan berjati diri, bagi generasi ke generasi.

Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Forkopimda Kota Denpasar, Panglingsir Puri se-Kota Denpasar, Pimpinan OPD, Tokoh Masyarakat serta undangan lainya. Tampak pula Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoha Adi Putra, I Wayan Mariyana Wandhira dan Made Oka Cahyadi Wiguna, Pj. Sekda Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menjelaskan bahwa pelaksanaan Denfest sebagai festival rakyat merupakan upaya Pemkot Denpasar dalam menghadirkan hiburan serta menjadi puncak apresiasi bagi UMKM di Kota Denpasar.

Dimana, dari serangkaian panjang proses pembinaan dan pengembangan UMKM, diharapkan Denfest mampu menjadi wahana promosi pelaku usaha dan perajin Denpasar untuk lebih dikenal masyarakat. “Harapan kami secara berkesinambungan Denfest menjadi wahana kreatifitas di berbagai bidang, mulai dari seni, ekraf, teknologi, desain, modeling dan lain sebagainya yang mampu meningkatkan daya saing dan mendukung kemajuan ekonomi di Kota Denpasar,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, secara umum Mulat Sarira disini bermakna sebagai introspeksi diri. Sejalan dengan usia Denfest yang ke-18, dimana memasuki pintu gerbang kedewasaan, yang juga ditandai dengan tumbuhnya kesadaran, rasa eling dan mawas diri. Denfest dihadirkan di tengah masyarakat sebagai sebuah ruang kota dengan jati diri yang lekat dengan nilai tradisi, budaya, dan semangat Vasudhaiva Kutumbhakam, yakni menyama braya.

Berkaitan dengan pencanangan Denfest ke-18 sebagai role model Festival Zero Waste, Walikota Jaya Negara menekankan bahwa Pemerintah Kota Denpasar, menggandeng 18 Komunitas Lingkungan yang akan ikut terlibat dalam rangkaian kegiatan Denfest ke-18 ini. Nantinya, seluruh sampah yang dihasilkan selama pelaksanaan festival akan dipilah dan dikelola langsung di lokasi, termasuk pengolahan menjadi eco enzyme serta pemanfaatan mesin pengepresan plastik untuk sampah anorganik.

“Jadi sampah yang dihasilkan dalam pelaksanaan Denfest ke-18 ini akan diolah dan dibersihkan langsung di arena Denfest, sehingga sampahnya tidak keluar dan selesai di sumber (hulu),” ujarnya.

Ditanbahkan Jaya Negara, sejumlah komunitas pemerhati dan pencinta lingkungan turut dilibatkan sebagai volunteer, tidak hanya membantu proses pengelolaan sampah, tetapi juga mengedukasi pengunjung mengenai praktik pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. “Melalui upaya ini, Denpasar Festival diharapkan menjadi event percontohan pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Denpasar, dan kita akan memberikan reward bagi pengunjung atau masyarakat yang mamu membuang sampah sesuai dengan tempatnya,” ujar Jaya Negara.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar, Luh Putu Ryastiti mengatakan, sebagai salah satu festival yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui sinergi ekonomi kreatif, Denfest ke-18 melibatkan sebanyak 174 pelaku UMKM yang telah lolos seleksi dan kurasi. Diantaranya produk kuliner dan kopi, kerajinan, aneka sandang, industri logam, fesyen, kriya, dan juga agro.

Dikatakan Ryastiti, ratusan UMKM tersebut akan tersebar di 3 zona pelaksanaan di sekitar kawasan Catur Muka. Zona pertama adalah, zona lapangan yang meliputi Lapangan Puputan dan Wantilan Museum Bali. Zona ini mencakup ragam acara diantaranya Inaugurasi pembukaan, panggung musik, panggung budaya, serta juga diperuntukkan untuk UMKM dari kategori kuliner kekinian. Wantilan Museum Bali akan menjadi lokasi pelaksanaan workshop dan lomba fotografi.

Zona kedua adalah Zona Gajah Mada, yakni Patung Catur Muka dan juga sepanjang Jalan Gajah Mada bagian barat. Zona ini diperuntukkan bagi stand UMKM kuliner heritage dan kopi, dan khusus di Patung Catur Muka akan menjadi arena bagi gelaran fashion show dan cosplay walk parade. Sementara itu, zona terakhir adalah zona Jalan Veteran, yang akan diperuntukkan bagi stand UMKM fashion, kriya, dan agro.

Selain itu, pada pelaksanaan kali ini berbagai pementasan diwadahi oleh panggung musik di bagian utara timur dan panggung budaya di bagian selatan. Festival ini didukung oleh 30 grup musik dan 16 penampilan budaya yang akan memeriahkan penyelenggaraan Denpasar Festival ke-18 selama 4 hari. “Denfest adalah milik publik. Denfest adalah bentuk komitmen Pemerintah Kota Denpasar yang didukung oleh semua pihak untuk berkontribusi menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan pengembangan kreativitas di era modernisasi saat ini,” ujar Ryastiti. (Hdps/tra).


 

Info Bali Terkait Hari Ibu, Soal Kualitas Pendidikan dan Apresiasi Puri Pemecutan

0

Ny. Putri Koster Tekankan Peran Strategis Perempuan Bali

NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 dimanfaatkan sebagai momentum untuk menegaskan kembali peran strategis perempuan dalam pembangunan keluarga dan masyarakat. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menekankan bahwa perempuan Bali memiliki posisi kunci dalam membentuk keluarga unggul sebagai fondasi pembangunan daerah dan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Ny. Putri Koster saat membuka Talkshow Pemberdayaan Perempuan dalam rangka Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Bali di Gedung Kerthasaba, Denpasar, Jumat (19/12/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Perempuan Berkarya dan Berdaya, Menuju Indonesia Emas 2045: Perempuan Hebat, Anak Sehat Berprestasi.”

Dalam sambutannya, Putri Koster menyampaikan bahwa perempuan berperan penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia sejak dari lingkup terkecil, yakni keluarga. Menurutnya, pemberdayaan perempuan bukan hanya soal kesetaraan, tetapi juga investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

“Perempuan yang berdaya akan menjadi kekuatan utama dalam keluarga. Dari keluarga yang unggul inilah akan lahir generasi penerus yang mampu membawa Bali dan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pengarusutamaan gender sebagai strategi pembangunan yang berkeadilan dan inklusif. Implementasi pengarusutamaan gender tersebut, lanjutnya, sejalan dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya dalam upaya perlindungan perempuan, anak, dan kelompok marginal, serta penguatan sumber daya manusia Bali unggul.

Lebih lanjut, Putri Koster mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mendorong pemberdayaan perempuan serta pemenuhan hak anak. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar program yang dijalankan bersifat berkelanjutan dan memberikan dampak nyata di tengah masyarakat.

Sebagai organisasi yang bersentuhan langsung dengan keluarga, TP PKK disebutnya memiliki peran strategis dalam menggerakkan program pemberdayaan perempuan, peningkatan kesehatan keluarga, serta penguatan pendidikan dan karakter anak. Ia mendorong agar inovasi program berbasis potensi lokal terus dikembangkan untuk menjawab tantangan zaman.

Putri Koster menambahkan, peringatan Hari Ibu tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan. Momentum ini merupakan refleksi atas sejarah perjuangan perempuan Indonesia sejak Kongres Perempuan Indonesia Tahun 1928, sekaligus pengingat akan besarnya kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, dr. A.A. Sagung Mas Dwipayani, M.Kes., dalam laporannya menyampaikan bahwa pengarusutamaan gender menjadi strategi penting dalam mewujudkan pembangunan yang adil dan inklusif. Kebijakan tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional maupun daerah, termasuk visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Ia memaparkan, capaian pembangunan gender di Provinsi Bali menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali Tahun 2024 tercatat mencapai 77,76. Sementara itu, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Bali pada periode 2020–2024 mengalami penurunan signifikan yang mencerminkan kemajuan dalam kesetaraan gender. “Pada Tahun 2025, kami menargetkan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) sebesar 73,78 persen melalui peningkatan partisipasi perempuan di bidang ekonomi, politik, dan pengambilan keputusan,” jelasnya.

Talkshow ini diikuti oleh 583 peserta, terdiri atas 101 peserta luring dan 482 peserta daring. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, serta motivasi peserta agar mampu menjadi agen perubahan dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di lingkungan masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadirkan dua narasumber, yakni tokoh perempuan dan pemerhati lingkungan Ida Ayu Rusmarini serta akademisi Dr. Dewa Made Muku. Diskusi yang berlangsung diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjadikan perempuan sebagai penggerak perubahan sosial, ekonomi, dan budaya menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045. (Eka/Tra).


Gubernur Bali Harap Tingkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan

NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri dan menyaksikan langsung penandatanganan kontrak paket pembangunan Sekolah Rakyat beserta manajemen konstruksinya, dan penandatanganan kontrak ini menjadi tonggak penting komitmen pemerintah dalam menghadirkan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang digelar di Watujimbar Resort, Sanur, Denpasar, Jumat (19/12).

Kontrak yang ditandatangani tidak hanya mencakup pekerjaan fisik pembangunan sekolah, tetapi juga manajemen konstruksi untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan terstruktur, transparan, bermutu tinggi, tepat waktu, dan akuntabel. Proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem ini memiliki nilai kontrak pembangunan fisik sebesar Rp 255,5 miliar, serta kontrak jasa manajemen konstruksi lebih dari Rp 3 miliar.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Bali, Bupati Karangasem, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial yang mengikuti secara daring, serta jajaran Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR.

Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Jonny Zainuri Echsan lewat sambungan daring menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan yang telah berlangsung secara turun-temurun di keluarga miskin. Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama yang menyasar anak-anak dari kelompok masyarakat kurang mampu.

“Ini adalah pelaksanaan dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Untuk penyiapan sarana dan prasarana secara teknis, Kementerian PUPR menjadi leading sector,” ujar Jonny. Pada tahun anggaran berjalan, pemerintah menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di 104 lokasi di seluruh Indonesia.

Ia menambahkan, penandatanganan kontrak fisik dan manajemen konstruksi di Karangasem menjadi bagian dari program nasional tersebut. Pembangunan ditargetkan rampung pada Juni 2026. Seluruh proses akan diawasi secara ketat oleh Badan Pemeriksa Keuangan untuk memastikan kepatuhan terhadap aspek manajerial, penggunaan tenaga kerja dan material, serta prioritas produk dalam negeri.

“Mitigasi risiko harus dilakukan secara cermat untuk menghindari pelambatan perencanaan dan rendahnya kualitas hasil kerja. Prinsip tepat waktu, tepat mutu, tepat biaya, tepat manfaat, dan tertib administrasi menjadi keharusan,” tegasnya.

Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 104 Sekolah Rakyat Tahap II yang bersifat permanen dengan total anggaran sekitar Rp20 triliun untuk periode 2025–2026. Seluruh sekolah tersebut ditargetkan selesai pada Juli 2026 agar dapat digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.

Gubernur Bali menyambut baik pembangunan Sekolah Rakyat di Karangasem dan berharap keberadaan sekolah ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya masyarakat Bali. Program ini diharapkan berkontribusi signifikan dalam pengurangan kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem, melalui peningkatan akses dan kualitas pendidikan bagi generasi muda.(Noer/Tra).


Pangelingsir Puri Agung Pemecutan Ucapkan Terimakasih

NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, mendapatkan apresiasi sekaligus ucapan terima kasih dari Pangelingsir Puri Agung Pemecutan, Anak Agung Ngurah Ketut Parwa, bersama Anak Agung Ngurah Putra Darma Nuraga, serta seluruh masyarakat dan keluarga besar Puri Agung Pemecutan. Apresiasi tersebut disampaikan saat berlangsungnya upacara Mendem Pedagingan, Pecaruan, dan Melaspas di Pura Tambang Badung, Desa Adat Denpasar, Kelurahan Pemecutan, Denpasar Barat, Kota Denpasar, pada Jumat, Tilem Kanem (Sukra Keliwon, Pujut), 19 Desember 2025.

Apresiasi tersebut disampaikan karena I Nyoman Giri Prasta dinilai telah membantu pelestarian Pura Tambang Badung. Pura yang memiliki nilai sejarah bagi Kerajaan Badung dan Kota Denpasar ini tercatat menerima bantuan dari Bapak I Nyoman Giri Prasta senilai Rp15 miliar.

“Sebelum Bapak Giri Prasta menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali, beliau pernah menjabat sebagai Bupati Badung dan telah memberikan bantuan pelestarian untuk Pura Tambang Badung. Pura ini merupakan warisan leluhur Kerajaan Badung yang telah berusia sekitar 400 tahun. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih. Semoga Bapak I Nyoman Giri Prasta senantiasa mendapatkan kerahayuan dan anugerah dari Ida Bhatara yang berstana di Pura Tambang Badung,” ujar Pangelingsir Puri Agung Pemecutan, Anak Agung Ngurah Ketut Parwa, di hadapan Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta para Pangelingsir Puri se-Kota Denpasar.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menyampaikan bahwa Pura Tambang Badung memiliki keterikatan sejarah dengan orang tuanya, almarhum Nyoman Sukarta. “Saat masih menempuh pendidikan sekolah dasar, titiang diajak oleh almarhum bapak untuk bersembahyang di Pura Tambang Badung. Astungkara, saat menjabat sebagai Bupati Badung, titiang dapat nyarengin pemargi pelestarian Pura ini,” ujar Wagub Giri Prasta.

Di akhir sambrama wacana-nya, Wagub Giri Prasta mendoakan agar upacara Mendem Pedagingan, Pecaruan, dan Melaspas di Pura Tambang Badung dapat memargi antar, labda karya sida sidaning don lan nemu labda karya, sembari menghaturkan dana punia senilai Rp25 juta. (ded/Tra).


 

Info Badung Soal Anniversary Mangupura Riders dan Doa Bersama

0

Hadiri Anniversary Mangupura Riders

Wagub Ajak Komunitas Moge Taat Aturan dan Aktif Berkegiatan Sosial

NEWS INTERMEDIA.COM || BADUNG | Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri perayaan Anniversary ke-9 Mangupura Riders yang berlangsung di Atlas Super Club, Badung, Sabtu malam, 20 Desember 2025. Kehadiran Wagub Bali tersebut disambut antusias oleh para riders motor gede (moge) yang tergabung dalam komunitas Mangupura Riders.

Dalam kesempatan itu, Giri Prasta menyampaikan ucapan selamat ulang tahun sekaligus apresiasi atas kekompakan Mangupura Riders yang telah memasuki usia ke-9. Ia mengingatkan bahwa kebersamaan yang telah terjalin dengan baik sejak tahun-tahun sebelumnya harus terus dijaga. “Di tahun yang ke-8 lalu kita sudah bertemu dan semuanya berjalan dengan baik. Sekarang kita ketemu kembali di tahun yang ke-9, saya yakin Mangupura Riders tetap solid bersama seluruh komunitas,” ujar Giri Prasta dalam sambutannya.

Giri Prasta berharap komunitas sepeda motor ini tidak hanya menjadi wadah penyaluran hobi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk saling bertukar pikiran dan membangun jejaring yang bermanfaat, termasuk dalam menghidupi perekonomian. Ia juga mendorong agar kegiatan sosial terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Teruslah berkomunikasi, dan jangan lupa kegiatan sosial. Kami dari Pemerintah Provinsi Bali, kalau memang ada kegiatan sosial bertalian dengan kesehatan gratis, donor darah, dan kegiatan lainnya kami pasti bantu sepenuhnya,” pesan Wakil Gubernur Bali seraya menyampaikan Dirgahayu Mangupura Riders yang ke-9, tetap kuat, utuh, dan jaya selalu.

Pada perayaan tersebut, Wagub Giri Prasta juga mendapat kehormatan melakukan pemotongan tumpeng yang kemudian diserahkan langsung kepada Ketua Umum Mangupura Riders, I Ketut Budiana, sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur. Masih dalam sambutannya, mantan Bupati Badung dua periode ini berpesan agar seluruh pengendara motor gede senantiasa menaati peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama. “Kawan-kawan semua, saya mengajak di dalam berkendara harus terus mentaati peraturan lalu lintas, jaga selalu safety dan lengkapi semua syarat-syarat dalam berkendaraan. Pulang pun nanti tetap menjaga ketertiban lalu lintas,” ajaknya.

Sebagai bentuk perhatian dan dukungan, Giri Prasta juga menyampaikan bahwa secara pribadi ia memberikan bantuan sebesar Rp50 juta. Atas dukungan tersebut, Ketua Umum Mangupura Riders, I Ketut Budiana, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wakil Gubernur Bali. Ia menekankan agar seluruh pengurus dan anggota Mangupura Riders tetap menyama braya, sehobi, dan seperjuangan dalam menjaga soliditas komunitas. ()


Upacara Parisudha Jagat Doa Bersama Hentikan Tragedi Bunuh Diri

NEWS INTERMEDIA.COM || BADUNG | Rentetan peristiwa bunuh diri yang terjadi berulang di kawasan Tukad Bangkung, Desa Plaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, telah menjadi kegelisahan bersama. Tragedi yang terjadi di sekitar Jembatan Tukad Bangkung—jembatan tertinggi di Bali, bahkan Asia Tenggara—tak hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga menyisakan pertanyaan: apa yang sesungguhnya terjadi dengan ruang ini, dan langkah apa yang perlu diambil agar tidak lagi menjadi tempat hilangnya nyawa manusia?

Berangkat dari keprihatinan tersebut, Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta bersama Ketua TP PKK Provinsi Bali sekaligus Duta Pengolahan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS PADAS), Ibu Putri Suastini Koster, serta Ketua BKOW Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta, mengikuti dan melaksanakan persembahyangan bersama dalam Upacara Yadnya Parisudha Jagat di Jembatan Tukad Bangkung, Kamis (18/12).

Upacara ini dimaknai sebagai ikhtiar spiritual untuk memulihkan keseimbangan dan harmoni, sekaligus menetralkan serta menyucikan kawasan Tukad Bangkung yang selama ini diyakini memiliki beban niskala akibat ketidakharmonisan hubungan manusia dengan alam dan ruang sakral. Berdasarkan kajian sosiologis, spiritual, dan kepercayaan lokal, kawasan jembatan tersebut dipercaya sebagai wilayah kerajaan wong samar. Pada masa pembangunan jembatan, diyakini belum sepenuhnya dilakukan permohonan izin secara niskala, sehingga menyisakan ketidakseimbangan energi yang dipercaya turut memengaruhi kondisi psikologis orang-orang tertentu.

Fenomena bunuh diri di Jembatan Tukad Bangkung dinilai tidak cukup dipahami hanya dari aspek fisik atau keamanan. Kesadaran spiritual serta cara manusia beragama di Bali turut dipandang memiliki peran penting. Selama ini, praktik beragama kerap lebih menekankan hubungan vertikal dengan Tuhan, namun kurang memberi ruang pada hubungan horizontal dengan alam sebagai ibu kehidupan.

Secara etimologis, kata Bangkung dan Tukad sama-sama memiliki makna feminin—ibu dan bumi—yang kerap terlupakan untuk dipijak dengan kesadaran. Melalui upacara ini, masyarakat diajak kembali ber-Tuhan di bumi, menjaga keseimbangan antara hubungan vertikal dan horizontal, agar kawasan ini kembali suci dan terbebas dari bayang-bayang tragedi.

Rangkaian Upacara Parisudha Jagat berlangsung khidmat. Setelah prosesi ritual dan doa bersama, dilakukan pelepasan simbol-simbol kehidupan berupa dua ekor kebo putih lanang-wadon yang dilepas secara simbolis dan selanjutnya dihaturkan menjadi kebo duwe di Desa Plaga. Prosesi dilanjutkan dengan pelepasan burung dan lampion, masing-masing sebanyak 33 buah, oleh para tamu undangan di pintu masuk Jembatan Tukad Bangkung. Angka 33 dimaknai sebagai simbol keseimbangan dan penyucian, sekaligus doa agar kehidupan kembali menemukan jalannya.

Upacara dipuput oleh Jro Mangku Gede Made Pawitra dari Desa Bulian, didampingi para mangku dan prajuru adat dari Desa Bulian, Pelaga, Sidan, Tambakan, Selulung, serta Kubutambahan. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Bangli Wayan Diar, Anggota DPRD Provinsi Bali Made Sumiati, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Bali.

Sebagai bentuk dukungan, Wakil Gubernur Bali menyerahkan punia sebesar Rp25 juta, sementara Ibu Putri Suastini Koster menyumbangkan tiga ekor kerbau guna mendukung kelancaran pelaksanaan upacara.

Secara filosofis, Upacara Yadnya Parisudha Jagat merupakan bagian dari konsep Sad Kerthi, enam upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam semesta. Pembersihan dilakukan terhadap bhuana agung (alam semesta) dan bhuana alit (manusia) untuk mewujudkan keseimbangan sekala dan niskala, sekaligus memohon kerahayuan jagat—kehidupan yang tegak, suci, dan nirmala.

Pelaksanaan upacara ini juga merupakan hasil gotong royong berbagai elemen masyarakat, mulai dari Yayasan BOA, Tim PSBS PADAS, Paiketan Spiritual, Yayasan Bali Mula, Paiketan Kerama Bali, hingga tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap keselamatan jiwa dan kelestarian alam.

Lebih jauh, Parisudha Jagat di Jembatan Tukad Bangkung menjadi pengingat bahwa persoalan bunuh diri tidak hanya memerlukan pendekatan medis, sosial, atau keamanan, tetapi juga pendekatan spiritual dan kultural yang menyentuh akar kesadaran manusia Bali. Jembatan yang secara makna menghubungkan Badung, Bangli, hingga Buleleng ini diharapkan kembali menjadi simbol peralihan dari kegelapan menuju kebajikan, dari keputusasaan menuju harapan.

Dengan dilaksanakannya upacara ini, harapan pun disematkan agar Jembatan Tukad Bangkung kembali menjadi jembatan kehidupan, bukan jembatan kematian—sebuah ruang suci yang mengingatkan manusia untuk berhenti sejenak, menunduk pada bumi, dan memilih untuk tetap hidup. (Ieonk/TRa).


 

Info Denpasar Terkini Terkait Nataru, Festival Denfest dan SoaI Duta Anak

0

Pemkot Denpasar Siagakan Posko Terpadu Angkutan Nataru

NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa memimpin Apel Siaga Gelar Pasukan sekaligus membuka Pelayanan Posko Terpadu Penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kegiatan ini merupakan serangkaian upaya memastikan keamanan, kenyamanan, kelancaran serta keselamatan selama pelaksanaan ibadah natal serta arus wisatawan pada liburan Natal dan Tahun Baru, di kawasan Terminal Ubung, Denpasar Utara, Kamis (18/12).

Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat memimpin Apel Siaga Gelar Pasukan sekaligus membuka Pelayanan Posko Terpadu Penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di kawasan Terminal Ubung, Denpasar Utara, Kamis (18/12)

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen diantaranya TNI, Polri, Basarnas, Sat Pol PP, BPBD, Dishub, Organda, Jasa Raharja, Pecalang dan lain-lain. Usai pelaksanaan apel, Arya Wibawa meninjau kesiapan angkutan, Posko Terpadu, hingga pos pelayanan kesehatan.

Saat membacakan sambutan Walikota Denpasar, Arya Wibawa mengatakan bahwa apel siaga dan posko terpadu merupakan salah satu elemen penting dalam mendukung kelancaran dan keselamatan pada saat perayaan ibadah Natal dan Tahun Baru. Selain memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat, posko ini berperan penting dalam memonitor pergerakan wisatawan yang datang ke Kota Denpasar.

Hal ini utamanya seperti objek wisata hingga pusat perbelanjaan, serta pengaturan lalu lintas di simpang ruas jalan, keberangkatan atau kedatangan kapal di pelabuhan lokal sanur dan serangan hingga melakukan pengawasan angkutan umum liar. “Kami sangat berterima kasih atas kerja sama dan sinergitas semua pihak yang terlibat, kami harapkan agar Penyelenggaraan Natal dan arus wisatawan saat Nataru di Kota Denpasar dapat berjalan dengan aman, nyaman, lancar, tertib, selamat,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan ditemui usai acara mengatakan. pihaknya telah mengantisipasi terjadinya kemacetan yakni dengan menempatkan personil di kawasan yang menjadi objek wisata serta pusat perbelanjaan, pihaknya juga telah menyediakan kantong parkir, diantaranya terminal ubung sebagai antisipasi kemacetan yang digunakan untuk parkir bus wisatawan. (Arya/Tra).


Denfest Digadang Jadi Role Model “Zero Waste Festival”

NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR |  Ajang bergengsi Denpasar Festival (Denfest ) ke-18 tahun 2025 siap digelar Pemerintah Kota Denpasar pada 20-23 Desember di kawasan Catur Muka. Bertemakan “Mulat Sarira-Hening Jiwa, Eling Rasa”, selain digelar sebagai penggerak ekonomi bagi publik, Denfest juga turut mengambil peran untuk menjadi role model “Festival Zero Waste”. Hal ini disampaikan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kegiatan Press Conference Denfest ke-18 yang digelar di Graha Yowana Suci Kamis (18/12).

Ket. Foto : Wakil Walikota Denpasar Arya Wibawa saat menghadiri Press Conference Denfest ke-18 di Graha Yowana Suci, Kamis (18/12).

“Mulat Sarira disini bermakna sebagai introspeksi diri. Sejalan dengan usia Denfest yang ke-18, dimana memasuki pintu gerbang kedewasaan, yang juga ditandai dengan tumbuhnya kesadaran, rasa eling dan mawas diri. Denfest dihadirkan di tengah masyarakat sebagai sebuah ruang kota dengan jati diri yang lekat dengan nilai tradisi, budaya, dan semangat Vasudhaiva Kutumbhakam, yakni menyama braya,” ungkap Arya Wibawa.

Pada kesempatan itu, Wawali Arya Wibawa juga menjelaskan sebanyak 174 pelaku UMKM yang telah lolos seleksi dan kurasi akan terlibat dalam kegiatan tahunan ini, diantaranya produk kuliner dan kopi, kerajinan, aneka sandang, industri logam, fesyen, kriya, dan juga agro. Ratusan UMKM tersebut akan tersebar di 3 zona pelaksanaan di sekitar kawasan Catur Muka. Zona pertama adalah, zona lapangan yang meliputi Lapangan Puputan dan Wantilan Museum Bali.

Zona ini mencakup ragam acara diantaranya Inaugurasi pembukaan, panggung musik, panggung budaya, serta juga diperuntukkan untuk UMKM dari kategori kuliner kekinian. Wantilan Museum Bali akan menjadi lokasi pelaksanaan workshop dan lomba fotografi. Zona kedua adalah Zona Gajah Mada, yakni Patung Catur Muka dan juga sepanjang Jalan Gajah Mada bagian barat. Zona ini diperuntukkan bagi stand UMKM kuliner heritage dan kopi, dan khusus di Patung Catur Muka akan menjadi arena bagi gelaran fashion show dan cosplay walk parade.

Sementara itu, zona terakhir adalah zona Jalan Veteran, yang akan diperuntukkan bagi stand UMKM fashion, kriya, dan agro. “Denfest adalah milik publik. Denfest adalah bentuk komitmen Pemerintah Kota Denpasar yang didukung oleh semua pihak untuk berkontribusi menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan pengembangan kreativitas di era modernisasi saat ini,” ujar Arya Wibawa lagi.

Berkaitan dengan pencanangan Denfest ke-18 sebagai role model Festival Zero Waste, Arya Wibawa mengatakan, Pemerintah Kota Denpasar, menggandeng 17 Komunitas Lingkungan yang akan ikut terlibat dalam rangkaian kegiatan Denfest ke-18 ini. Nantinya, seluruh sampah yang dihasilkan selama pelaksanaan festival akan dipilah dan dikelola langsung di lokasi, termasuk pengolahan menjadi eco enzyme serta pemanfaatan mesin pengepresan plastik untuk sampah anorganik.

Sejumlah komunitas pemerhati dan pencinta lingkungan turut dilibatkan sebagai volunteer, tidak hanya membantu proses pengelolaan sampah, tetapi juga mengedukasi pengunjung mengenai praktik pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. “Melalui upaya ini, Denpasar Festival diharapkan menjadi event percontohan pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Denpasar,” tegas Arya Wibawa.(Win/Tra).


Membangun Anak Tangguh Hadapi Ancaman Ruang Internet

Duta Anak Denpasar Gelar Kegiatan Edukatif Sasar Siswa SD

NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR |  Upaya memperkuat perlindungan anak di era digital terus dilakukan melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan. Duta Anak Kota Denpasar 2025 Komisi Jaringan, Kadek Nanda Pradnyana Putra, menginisiasi kegiatan edukatif bertajuk MATAHARI: Membangun Anak Tangguh dan Aman Hadapi Ancaman Ruang Internet yang digelar di SD Santo Yoseph 1 Denpasar, Selasa (17/12).

Ket. Foto : Duta Anak Kota Denpasar 2025 Komisi Jaringan, Kadek Nanda Pradnyana Putra, menginisiasi kegiatan edukatif bertajuk MATAHARI: Membangun Anak Tangguh dan Aman Hadapi Ancaman Ruang Internet yang digelar di SD Santo Yoseph 1 Denpasar, Selasa (17/12).

Kegiatan ini bertujuan membekali anak-anak dengan pemahaman tentang bahaya konten tidak ramah anak di internet, sekaligus mendorong mereka agar lebih bijak dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan ruang digital. Edukasi disampaikan dengan metode yang dekat dengan dunia anak, sehingga pesan dapat diterima dengan mudah dan menyenangkan.

Kadek Nanda menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi meningkatnya paparan konten negatif seiring pesatnya digitalisasi. Isu tersebut juga menjadi perhatian utama dalam Suara Anak Kota Denpasar 2025, menandakan bahwa ancaman di ruang digital dirasakan langsung oleh anak-anak. “Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu risikonya, tetapi juga mampu melindungi diri dan lingkungannya,” ujarnya.

Sebagai bentuk inovasi, edukasi dikemas melalui games edukatif yang interaktif. Melalui permainan berisi tantangan dan pertanyaan seputar keamanan digital, anak-anak diajak belajar secara aktif dan kolaboratif. Pendekatan ini dinilai efektif untuk meningkatkan pemahaman sekaligus menjaga antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung.

Pada akhir kegiatan, para peserta diajak menjadi Pelopor dan Pelapor (2P), yakni pelopor penggunaan internet yang sehat serta pelapor terhadap konten atau perilaku daring yang berbahaya. Komitmen tersebut diperkuat dengan pembuatan poster bertema keamanan digital yang akan dipajang di setiap kelas sebagai pengingat bersama.

Melalui kegiatan MATAHARI, Duta Anak Kota Denpasar 2025 menanamkan kesadaran sejak dini bahwa ruang digital harus dimanfaatkan secara positif dan aman. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah dan komunitas lainnya dalam menciptakan generasi anak yang tangguh, cerdas digital, dan berani menjaga lingkungan onlinenya. (Yanto/Tra).


 

Info BaIi Terkait Bali Trail Run 2026 dan SoaI Pemilahan Sampah

0

Siap Buka BTR 2026 di Kintamani,

Gubernur Koster Dukung Sport Tourism Tingkatkan Ekonomi Daerah

NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Bali Trail Run 2026 yang akan digelar pada Mei 2026 mendatang di kawasan Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli.  Bahkan, Gubernur Koster memastikan akan hadir langsung untuk membuka ajang lari lintas alam berskala internasional tersebut.

“Saya tentu sangat mendukung. Bali Trail Run ini event yang bagus dan berdampak nyata. Saya akan hadir langsung membuka Bali Trail Run 2026,” tegas Gubernur Koster. Pernyataan itu disampaikan saat menerima audiensi Komunitas Bali Trail Run (BTR) di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Kamis (18/12).

Sementara Wakil Ketua Komunitas Bali Trail Run, Putu Rio Rahdiana menjelaskan, Bali Trail Run berangkat dari komunitas sekaa demen atau kelompok pecinta olahraga lari lintas alam. Event ini telah digelar sebanyak lima kali. Bahkan pada masa pandemi Covid-19 juga digelar. Event ini awalnya digelar dengan semangat swadaya dan keterbatasan dana meski tanpa sponsor.

“Astungkara, pada gelaran terakhir jumlah peserta mencapai sekitar 4.000 orang. Dampaknya sangat besar bagi Bangli, terutama dari sisi ekonomi dan pariwisata. Peserta datang dari dalam dan luar negeri, bahkan untuk tahun ini penginapan di Bangli sudah sold out,” ujar Putu Rio.

Penanaman Pohon dan Aktivitas Sosial

Ia menambahkan, Bali Trail Run kini telah menjadi agenda tahunan Provinsi Bali dan bahkan masuk dalam kalender kegiatan Kementerian Pariwisata. Untuk tahun 2026, Bali Trail Run akan menghadirkan lima kategori lomba dengan jarak tempuh mulai dari 7 kilometer hingga 100 kilometer, melintasi tiga gunung dengan filosofi alam dan budaya Bali.

“Bali Trail Run bukan sekadar lari. Kami membawa pesan-pesan lingkungan dan filosofi alam. Kegiatannya dirangkai dengan penanaman pohon serta aktivitas sosial lainnya. Ke depan, kami ingin event ini semakin besar dan berkelanjutan dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali,” pungkasnya.

Pelaksanaan Bali Trail Run 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Bali sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia yang mengedepankan keberlanjutan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.(Noer/Tra).


bu Putri Koster Ajak Perkuat Pemilahan Sampah dari Sumber 

Rektor UBAD Ingatkan Dampak Negatif Open Dumping

NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Menjelang penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung yang dijadwalkan pada 23 Desember 2025, upaya penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi perhatian serius berbagai pihak. Salah satunya disampaikan oleh Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS Padas) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, yang menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Hal tersebut disampaikan Ibu Putri Koster saat didaulat sebagai narasumber dalam Seminar Peranan Strategis dalam Pengelolaan Tuntas Sampah Rumah Tangga Pasca Penutupan TPA Suwung bertema “Transformasi Pengelolaan Sampah Menghadapi Penutupan TPA Suwung: Sinergi Lembaga Pendidikan Tinggi, Pemerintah, dan Praktisi” yang digelar di Gedung Kerta Sabha, Denpasar, Kamis (18/12).

Ibu Putri Koster menyampaikan bahwa keberhasilan suatu daerah dalam pengelolaan lingkungan salah satunya ditentukan oleh sistem pengelolaan sampah yang tertata dan berkelanjutan. Menurutnya, sistem tersebut akan berjalan optimal apabila didukung oleh kesadaran masyarakat dalam memilah dan memisahkan sampah sesuai jenisnya, yakni sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya dan beracun (B3).

 

“Pengelolaan sampah yang tersistem akan terlihat dari kesadaran masyarakat dalam melakukan pemilahan di sumbernya. Hal ini sejalan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila pemilahan dan pengelolaan sampah dilakukan secara aktif dan serempak dari sumbernya, maka pengelolaan sampah organik, anorganik, dan residu oleh masing-masing desa diyakini dapat terwujud. Pola tersebut dinilai mampu mengurangi dampak lingkungan sekaligus memperkuat peran pemerintah daerah dan masyarakat, yang didukung oleh regulasi turunan seperti peraturan menteri dan peraturan daerah yang lebih spesifik.

Sementara itu, Rektor Universitas Bali Dwipa, I Nyoman Sucipta, menegaskan bahwa pengelolaan sampah berkelanjutan harus dimulai dari kesadaran masyarakat sebagai produsen sampah. Melalui sosialisasi yang berkelanjutan dan berkesinambungan, masyarakat diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya penanganan sampah yang tuntas.

Ia juga menyoroti bahaya pola pengelolaan sampah open dumping yang dapat merusak lingkungan, menimbulkan bau tidak sedap, serta berdampak pada kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif masyarakat dalam memilah sampah di lingkungan masing-masing, sementara pemerintah bertugas melakukan pengangkutan menuju tempat pemrosesan akhir.

Hal senada disampaikan oleh Tim Ahli Percepatan Penanganan Timbulan Sampah Plastik dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Prof. Luh Kartini. Berdasarkan data Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Bali saat ini menghasilkan sekitar 3.436 ton sampah per hari, dengan karakteristik sampah yang didominasi oleh sampah organik akibat aktivitas budaya masyarakat Bali.

“Persentase sampah organik di Bali mencapai sekitar 65 persen. Jika dikelola dengan baik, potensi sampah organik yang mencapai lebih dari 2.250 ton per hari ini dapat diolah menjadi pupuk organik sekitar 675 ton per hari,” jelasnya.

Menurutnya, potensi tersebut menunjukkan bahwa penerapan PSBS secara konsisten tidak hanya mampu mengurangi beban TPA, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian melalui pemanfaatan pupuk organik, sekaligus menjadi solusi strategis menghadapi penutupan TPA Suwung.(Tutt/Tra).


 

Christmas Celebration REC 2025 “WonderfuI CounseIor” Isaiah 9:6

0

Pesan NataI 2025, Kita Butuh Arahan Sang Penasehat Ajaib Yesus Kristus

 

NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rock East City (REC) melaksanakan perayaan Natal pada TanggaI 17 Desember 2025 dengan Tema “WonderfuI CounseIor” Yesaya 9:6 “Sebab seorang anak telah Lahir untuk kita, seorang putra telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada diatas bahuNya, dan NamaNya disebutkan orang : Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”

Pemberitaan Firman Natal 2025 ini dilayani dan disampaikan oleh Gembala Sidang GBI Rock East City (REC) Pendeta Dr. Josiharu Edmund Frangky, S.T., M.Th, yang lebih dikenal dengan nama bapak Pendeta Jeffrey Here dan perayaan Natal ini dilaksanakan di Gereja House Sacrifice Perum Puri Candra Asih, yang berlokasi di perbatasan wilayah antara Batubulan Sukawati Gianyar dengan Biaung Denpasar Timur, Jumat 17 Desember 2025, pukuI 18:30 Wita samapai selesai.

Gembala Sidang REC Denpasar Timur, Pendeta Jeffry Here mengatakan pesan Firman Natal kali ini memberikan pesan bahwa daIam Kitab Yesaya 9:6 sebenarnya sebuah nubuatan Nabi Yesaya yang kaIau diihat dari Iatar beIakangnya kitab ini adaIah sebuah Nubuatan, makanya, membaca kitab ini harus dibaca secara keseIuruhan, dan peru diinformasikan bahwa membaca kitab ayat Yesaya ini jangan sepenggaI – sepenggaI agar pemahaman kita sama satu dengan yang Iainnya.

“Ayat ini adaIah kitab Nubuatan Yesaya yang melatar belakanginya, pada saat itu jemaat yang dia pimpin banyak sekali mengalami gejolak, ada kegelapan rohani, ada ketakutan politik yang begitu menyelimuti mereka, ada juga kekawatiran dan ketakutan nasional bangsa Israel pada saat itu, maka pertanyaannya adaIah bukankah hal itu sekarang terjadi ditengah-tengah kita? Dan pad hari-hari ini kita mengaIami hal yang sama, setuju tidak setuju itulah kenyataannya yang terjadi sekarang ,” jeIas Dosen STT Kingdom Denpasar ini.

Dikatakan lagi, nubutan Nabi Yesaya ini sudah terjadi 2000 tahun silam, Tuhan nyatakan kembali hari ini, bahwa ditengah-tengah kita sedang diperhadapkan , dipertontonkan, dan diperlihatkan bagaimana kegelapan itu terjadi, bagaimana tekanan politik terjadi di Indonesia, maka kita peru terus bejaga-jaga, antisipasi dan menguatkan iman kita kepada Tuhan kita Yesus Kristus yang kita percayai sebagai Tuhan satu satunya Juru seIamat dan Penasehat yang Ajaib .

“Maka dari itu mari kita kuatkan iman kita, kuatkan imanmu, sesungguhnya banyak ada penasehat-penasehat, tetapi hanya ada satu penasehat yang Ajaib yang seIaIu menoIong kita yaitu Tuhan Yesus Kristus. Jadi penasehat yang benar memberi akan arahan, maka dari itu, hari -hari ini kita peru arahan dari Tuhan kita Sang Juru SeIamat kita, jangan pernah mengambiI tindakan atau keputusan sendiri tanpa arahan dari Tuhan Yesus Kristus,” demikian paparan Firman Tuhan Dosen Komunikasi dan SosioIogi STT Kingdom ini.

Sehari sebeIum perayaan Natal , Ketua Panitia Perayaan Natal, GBI Rock East City (REC) Pdp. Sujono, saat ditemui pada gIadi bersih perayaan Natal (16/12) pukuI 17.30 sore mengatakan perayaan Natal 2025 REC Denpasar Timur ini dihadiri sekitar 167 orang jemaat, dan beberapa undangan di Denpasar Timur dan sekitarnya, maka dapat diprediksikan jemaat yang akan datang bisa mencapai 200 orang Iebih. Ketika ditanya soal keamanan dalam melakasanakan perayaan Natal, Sujono mengatkan, ya semuanya sudah dikoordinasikan dengan baik dengan pihak-pihak yang berkaitan.

“Baik dari sisi perijinan dan sebagainya, yang jeIas kami sudah meminta ijin dan selalu ada  pengawasan dari pihak KepoIisian dan Pecalang setempat dan petugas lainnya.  Saya juga mengamati para peIayan Tuhan dan jemaat sangat antusias sekali untuk menyambut perayaan NataI kaIi ini dan kami hanya minta cuaca yang terbaik kepada Tuhan Yesus Kristus agar jemaat menikmati jalanya perayaaan Natal sebagai sebuah kebangaan tersendiri menyambut Sang Juru Selamat dan Sang Penebus, dan penasehat Ajaib yang teIah Iahir ke dunia menoIong kita semua, yaitu Tuhan kami Yesus Kristus,”terang Sujono.

Sementara terkait kesiapan perayaan, Sujono sebagai Ketua panitia memaparkan juga jalannya acara perayaan Natal tersebut, dimuIai dari opening, kata sambutan dan doa pembukaan dari WakiI Gembala, Pdm. Imanuel Novianto, opening Cristmas, worship seasion, Word of God / Pemebritaan Firman Tuhan, doa persembahan oIeh bapak Made Sudiarta, performance anak-anak sekoah Minggu, performance dari choir Penasehat Ajaib, sambutan dari Ketua MPUK Gianyar Bp Pdt. Suhartono, S.Th,.

Kemudian candIe Iight service, hoIIy night oleh bapak Pendeta Jeffry Here dan para Pejabat GBI REC,  selanjutnya doa berkat oleh Ibu Penatua GBI Rock Ministry, Ibu Pdt. Cristine Here sebagai penutup dari ibadah perayaan Natal REC 2025, kemudian doa berkat jasmani atau doa makan oleh Pdp. Elis Ketut, kemudian ramah tamah dan diakhiri dengan makan bersama seIuruh peserta yang hadir.

“Yang jeIas kami sangat berharap dan bersyukur perayaan Natal ini dapat berjalan dengan lancar sesuai rencana awal, mulai dari persiapan natal sampai hari perayaan NataI,  kita saling bahu membahu mengerjakan kegiatan ini dengan senang hati, dan puji Nama Tuhan Yesus Kristus,“pungkas penghoby oIah raga BuIutangkis ini. (Ariel B).

 

Tampak Gambar: Ibu Gembala, Pdm. Arta Juliana menemani para tamu undangan

Tampak Gambar Para Pedoa Syafaat REC Berpose 

Tampak Gambar Para Pelayan Choir Penasehat Ajaib

Tampak Para Petugas Pengaman Ibadah Perayaan NataI

Info Bali Soal Regulasi Toko Berjejaring dan Sadar Lingkungan

0

Fraksi DPRD Bali Sepakati Pentingnya Regulasi Toko Berjejaring

NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR |  Fraksi-fraksi DPRD Provinsi Bali menyepakati pentingnya kehadiran regulasi untuk mengendalikan pertumbuhan toko modern berjejaring serta melindungi lahan produktif di Bali. Kesepakatan tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna ke-17 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar di Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (15/12) kemarin.

Rapat paripurna tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, yang mewakili Gubernur Bali, Wayan Koster. Agenda rapat membahas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap dua rancangan peraturan daerah (Raperda) strategis, yakni Raperda Pengendalian Toko Modern Berjejaring serta Raperda Pengendalian Alih Fungsi Lahan Produktif dan Larangan Alih Kepemilikan Lahan Secara Nominee.

Fraksi PDI Perjuangan, melalui pandangan yang dibacakan Anak Agung Istri Paramita Dewi, menyatakan dukungan prinsipil terhadap kedua Raperda tersebut. Fraksi ini menilai regulasi diperlukan sebagai instrumen hukum untuk menjaga keseimbangan ekonomi kerakyatan, melindungi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pasar tradisional, sekaligus mempertahankan lahan produktif sebagai penopang ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan hidup Bali.

Fraksi PDI Perjuangan menegaskan agar pengendalian toko modern berjejaring tidak berhenti pada tataran normatif, tetapi disertai pengaturan zonasi, jarak, perizinan, serta pengawasan dan penegakan hukum yang tegas. Sementara terkait alih fungsi lahan dan praktik nominee, fraksi ini menilai pengaturan tersebut merupakan langkah fundamental untuk menjaga kedaulatan agraria Bali, sejalan dengan filosofi Sad Kerthi, Tri Hita Karana, serta arah pembangunan jangka panjang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali.

Sementara itu, Fraksi Demokrat–NasDem yang pandangannya dibacakan oleh Dr. Somvir mengapresiasi inisiatif Pemerintah Provinsi Bali dalam merespons persoalan toko modern dan pertanahan. Namun, fraksi ini mengusulkan agar pembahasan kedua Raperda dilakukan lebih mendalam dengan melibatkan partisipasi publik yang lebih luas. Bahkan, Fraksi Demokrat–NasDem mengusulkan agar pembahasan dilanjutkan pada Tahun Anggaran 2026 guna memastikan kualitas regulasi yang dihasilkan lebih komprehensif dan aplikatif.

Pandangan kritis juga disampaikan Fraksi Gerindra–PSI melalui Grace Anastasia Surya Widjaya. Fraksi ini menilai kedua Raperda sangat penting, namun perlu dilakukan harmonisasi norma, penajaman landasan yuridis, serta kejelasan batas kewenangan daerah, khususnya terkait larangan praktik nominee. Fraksi Gerindra–PSI mengingatkan agar pengaturan yang disusun tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi serta tetap menjamin prinsip keadilan, kepastian hukum, dan iklim usaha yang sehat.

Adapun pandangan umum Fraksi Partai Golkar dibacakan oleh I Nyoman Wirya. Ia menyampaikan bahwa pada prinsipnya Fraksi Golkar mendukung pengendalian toko modern berjejaring dan alih fungsi lahan produktif. Namun, kompleksitas substansi kedua Raperda tersebut dinilai memerlukan pembahasan lanjutan yang lebih komprehensif. Fraksi Golkar juga mendorong penguatan data, integrasi lahan pertanian berkelanjutan dalam sistem perizinan, pemberian insentif bagi petani, serta penegakan tata ruang yang konsisten sebelum kedua Raperda ditetapkan.

Rapat paripurna ini menjadi bagian penting dalam proses legislasi daerah yang strategis bagi masa depan Bali. Pemerintah Provinsi Bali melalui Sekda Dewa Made Indra menyatakan akan mencermati secara saksama seluruh pandangan dan masukan fraksi-fraksi DPRD sebagai bahan pembahasan lanjutan, guna memastikan regulasi yang dihasilkan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat, berkelanjutan, dan selaras dengan visi Bali Era Baru. (Mul/Tra).


Ibu Putri Koster Ajak Siswa Bangun Karakter Berprestasi dan Sadar Lingkungan

NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, mengajak para siswa SMAN 1 Kuta untuk membangun karakter yang berprestasi sekaligus memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 SMAN 1 Kuta di Kabupaten Badung, Senin (15/12) lalu.

Dalam sambutannya, Ibu Putri Koster menekankan pentingnya generasi muda menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sebagai bekal menghadapi persaingan di masa depan. Namun, ia mengingatkan bahwa kemajuan intelektual harus diimbangi dengan karakter yang kuat agar mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Generasi muda tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Pengelolaan sampah berbasis sumber harus dimulai dari diri sendiri, dengan mengubah pola pikir dari membuang menjadi memilah dan mengelola sampah sesuai jenisnya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, terutama bagi pelajar sebagai agen perubahan yang diharapkan mampu memberi pengaruh positif di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Untuk membentuk siswa yang unggul secara menyeluruh, peran guru dinilai sangat penting. Selain mendidik secara akademik, para pendidik diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai dasar seperti etika, sopan santun, budi pekerti, serta kepedulian sosial dan lingkungan.

Sebagai salah satu sekolah favorit di Kabupaten Badung, SMAN 1 Kuta dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter. Nilai-nilai pendidikan yang bersumber dari konsep Catur Guru, yakni guru rupaka (orang tua), guru pengajian (guru di sekolah), guru wisesa (pemimpin/pemerintah), dan guru swadhyaya (Tuhan/Ida Sang Hyang Widhi Wasa), diharapkan mampu membentuk siswa menjadi pribadi yang bijaksana dan berintegritas, baik secara sekala maupun niskala.

HUT ke-25 SMAN 1 Kuta tahun ini mengusung tema “Dua Lima”, yang bermakna demokratis, unggul, aktif, loyal, integratif, mandiri, dan akuntabel dalam mewujudkan generasi SMANSAKU yang berkarakter dan berprestasi. Melalui tema tersebut, para siswa diharapkan tetap berpegang pada nilai-nilai budaya sebagai fondasi kemajuan bangsa. Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kuta, I Made Kridalaksana, menyampaikan bahwa sekolah berkomitmen mendidik siswa menjadi pribadi yang teguh dalam iman dan unggul dalam prestasi.

Ia juga menjelaskan bahwa SMAN 1 Kuta telah menerapkan sistem pemilahan sampah di lingkungan sekolah sebagai bagian dari pembiasaan hidup bersih dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Gubernur Bali dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Dalam rangkaian acara tersebut, Ibu Putri Koster turut membacakan puisi berjudul Sumpah Kumbakarna, menyanyikan lagu Rajapala, serta melepas burung ke alam bebas sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. (tutt/tra).


Koster Minta MUI Solid, Jaga Harmoni dan Kompak Membangun Bali

NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Gubernur Bali, Wayan Koster menghadiri Musda XII MUI Provinsi Bali 2025 dan dalam kesempatan tersebut Koster menjelaskan hubungan antara Pemerintah Provinsi Bali dengan MUI Bali sangat baik. Banyak program-program pemerintah berhasil dijalankan berkat bantuan dari berbagai organisasi di masyarakat termasuk MUI Bali dan Hubungan kami sangat erat bahkan MUI Bali sudah mendoakan saya menjadi Gubernur Bali, jauh sebelum saya mencalonkan diri sebagai Gubernur, demikian dikatakan Koster di Harris Hotel and Convention Centre Denpasar, Minggu (14/12) lalu.

Ia mengenang ketika Bali dilanda Pandemi Covid-19. Perekonomian Bali tumbang, pariwisata lumpuh, wisatawan asing dan domestik tidak ada yang datang ke Bali. Di saat-saat kritis seperti itu MUI bersama dengan organisasi masyarakat lainnya tidak berpangku tangan. Mereka aktif mensosialisasikan dan menggerakkan masyarakat untuk patuh terhadap anjuran-anjuran pemerintah.

Sebagai organisasi berbasis agama, Koster menyampaikan bahwa pelaksanaan Musda MUI Bali tentu akan membawa tujuan yang baik bukan hanya kepada organisasi namun juga kepada masyarakat Bali secara umum. “Karena ini adalah organisasi keagamaan bukan organisasi politik pasti mengajarkan nilai-nilai kebaikan, persatuan dan kesatuan,” kata Koster.

Sebagai pulau dengan mayoritas penduduk beragama Hindu, namun masyarakat Bali sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antar umat beragama. Bahkan selama masa kepemimpinannya, Koster menyampaikan tidak pernah terjadi satu permasalahan pun yang berkaitan dengan agama, suku maupun golongan. “Sebagai Kepala Daerah tugas saya adalah membangun harmoni di masyarakat,” jelasnya

Koster berharap pelaksanaan Musda XII MUI Provinsi Bali dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Pemilihan pengurus agar dilaksanakan secara musyawarah sehingga MUI Bali akan tetap kompak dan solid dan dapat berkontribusi bersama-sama membangun Bali.
(Kar/Tra).


 

Info Denpasar SoaI Talk Show Kesehatan, Sampah, Disiplin ASN dan UMKM Disabilitas

0

Pemkot Gelar Talk Show Edukasi Layanan Kesehatan Reproduksi

NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar |  Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) berkolaborasi dengan Forum Konsultasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak ( FK Puspa) Denpasar menggelar Talkshow Serangkaian Hari Ibu di Graha Sewaka Dharma, Selasa (16/12) kemarin pagi.

Talkshow dibuka oleh Ketua TP-PKK Kota Denpasar sekaligus Pembina FK Puspa, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Ketua FK Puspa Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua Gatriwara Kota Denpasar, Ny. Purnawati Ngurah Gede, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. I Gusti Ayu Putu Suwandewi Eddy Mulya dan Kadis DP3AP2KB Kota Denpasar, Dra. Gusti Agung Sri Wetrawati.

Sebelum dimulainya Talkshow, dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepahaman antara FK Puspa Kota Denpasar dengan Rumah Sakit Umum Prima Medika terkait kesejahteraan perempuan dan anak, yang ditandatangani langsung oleh Ketua FK. Puspa Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa dan Dirut RS Umum Prima Medika, dr. Putu Dian Ekawati, M.P.H., M.H.Kes.

Ketua FK. Puspa Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengapresiasi pelaksanaan Talkshow Serangkaian Hari Ibu di Kota Denpasar ini. “Kesehatan kaum perempuan khusunya kaum ibu merupakan isu yang sangat krusial dan harus mendapatkan perhatian khusus bagi kita semua. Karena peran kaum Ibu didalam mempersiapkan generasi emas kita nantinya. Terutama terkait kesehatan organ reproduksi dan kesehatan jiwa, ” ungkap Ayu Kristi.

Ditambahkan Ayu Kristi, melalui talkshow ini, diharapkan para peserta yang sebagian besar merupakan kaum ibu ini mendapatkan informasi dan kesadaran mengenai menjaga kesehatan reproduksi dan kesehatan jiwa. Diharapkan mereka juga dapat menyebarluaskan informasi yang didapat kepada lingkungan dan sekitarnya. Sehingga pelayanan kesehatan yang optimal bagi kaum perempuan, ibu dan anak dapat tercapai di Kota Denpasar, ” ujar Ayu Kristi.

Sementara Kadis DP3AP2KB Kota Denpasar, Dra. Gusti Agung Sri Wetrawati menjelaskan Talkshow Serangkaian Hari Ibu di Kota Denpasar ini mengambil Tema “Mengukir Generasi Emas Melalui Menjaga Kesehatan Ibu Sebagai Pilar Utama Keluarga”. Talkshow ini diikuti oleh ratusan peserta dari perwakilan sejumlah organisasi perempuan dan anak di Kota Denpasar.

“Talkshow dipandu oleh sejumlah narasumber kompeten membahas berbagai informasi penting yakni dr. Ida Ayu Indira Manuaba., M.Biomed, Sp.OG membahas kesehatan organ reproduksi perempuan dan membahas kesehatan jiwa oleh Dr.dr. Sri Wahyuni., SpKJ,” ujar Agung Sri Wetrawati.

Lebih jauh disebutkan, terkait pelayanan kesehatan reproduksi di Kota Denpasar, Pemkot Denpasar telah melaksanakan berbagai macam program mulai di faskes 1 di masing-masing wilayah melaksanakan screening awal dan tindakan seperti pap smear.

“Selain juga melaksanakan jemput bola langsung ke wilayah desa dan kelurahan melaksanakan Deteksi Dini Kanker Serviks dengan HPV DNA atau pemeriksaan untuk mendeteksi virus HPV penyebab kanker serviks. Selain juga program lain terkait kesehatan jiwa semua dilaksanakan secara berkelanjutan, ” ujar Agung Sri Wetrawati. (esa-wah/tra).


Pemkot Perkuat Sinergi Desa dan Kelurahan Percepat Penanganan Sampah

NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar |  Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat sinergi dengan desa dan kelurahan dalam upaya percepatan penanganan sampah. Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, saat memimpin rapat bersama para perbekel dan lurah se-Kota Denpasar di Gedung Graha Sewakadarma (GSD) Kota Denpasar, Senin (15/12) au.

Ket. Foto : Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi PJ Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya dan Kepala DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wibawa saat memimpin rapat bersama Perbekel dan Lurah se-Kota Denpasar, di Gedung Sewaka Dharma, Senin (15/12)

Rapat ini dilaksanakan sebagai langkah strategis menyikapi kebijakan Pemerintah Provinsi Bali terkait rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung pada 23 Desember mendatang. Dalam pertemuan tersebut, seluruh sistem pengelolaan sampah, termasuk optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), dibahas secara menyeluruh guna merumuskan langkah-langkah percepatan peningkatan kapasitas pengolahan sampah harian di Kota Denpasar.

Wali Kota Jaya Negara menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar telah melakukan berbagai upaya dalam penanganan sampah, baik melalui penguatan pengelolaan berbasis sumber maupun optimalisasi sarana dan prasarana yang ada. Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang perlu mendapatkan perhatian bersama.

“Saat ini Denpasar memiliki 5.940 teba modern dan 12.185 komposter. Jumlah ini terus kami dorong agar bertambah, karena masih belum mencukupi untuk menangani seluruh timbulan sampah. Selain itu, 24 TPS3R yang ada juga perlu terus dioptimalkan,” ujar Jaya Negara.

Ia menambahkan, kendala utama yang dihadapi di lapangan antara lain keterbatasan tenaga kerja dan sarana pendukung. Meskipun desa dan kelurahan mampu mengalokasikan anggaran, minat masyarakat untuk bekerja di sektor persampahan masih relatif rendah. Di samping itu, beberapa TPS3R masih membutuhkan dukungan mesin pengolahan agar kapasitasnya dapat ditingkatkan.

“Berbagai masukan dan kendala ini akan kami sampaikan kepada Gubernur Bali sebagai bahan pertimbangan untuk mendapatkan solusi terbaik sebelum penutupan TPA Suwung dilaksanakan,” imbuhnya. Lebih lanjut, Jaya Negara menegaskan bahwa secara ideal, penutupan TPA Suwung dilakukan setelah beroperasinya Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), yang diharapkan mampu menangani sisa sampah yang tidak dapat diolah di tingkat desa dan kota.

Dalam kesempatan tersebut, Perbekel Pemecutan Kaja, Anak Agung Ngurah Arwatha, turut menyampaikan kondisi pengelolaan sampah di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa TPS3R Sari Sedana Bung Tomo saat ini hanya didukung dua petugas pengolah, sementara total timbulan sampah mencapai 49,38 ton per hari. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 1,6 ton per hari yang dapat diolah di TPS3R, sedangkan sisanya masih harus dibuang ke TPA Suwung.

Menanggapi hal tersebut, Jaya Negara mengajak seluruh perbekel dan lurah untuk terus berkomitmen dan berinovasi dalam pengelolaan sampah di wilayah masing-masing, serta memperkuat edukasi kepada masyarakat agar pengelolaan sampah berbasis sumber dapat berjalan lebih optimal. “Dengan sinergi antara pemerintah kota, desa, dan kelurahan, kami optimistis penanganan sampah di Kota Denpasar dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (dps/tra).


 

Pj. Sekda Kota Ingatkan Percepatan Akeselerasi Tuntaskan APBD 2025

NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar |  Pj. Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya memimpin apel disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Sekretariat Daerah Kota Denpasar yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Denpasar, pada Senin (15/12) pagi. Apel rutin ini digelar untuk meningkatkan kedisiplinan serta memotivasi para pegawai yang dilaksanakan secara rutin setiap Senin pagi dan diikuti seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

Ket foto : Pj. Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya memimpin apel disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Sekretariat Daerah Kota Denpasar yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Denpasar, pada Senin (15/12) pagi, telah lalu.

Pj. Sekda Denpasar, Eddy Mulya dalam arahannya menekankan kepada seluruh pegawai untuk lebih meningkatkan disiplin, kinerja serta pelayanan yang berdasarkan spirit Vasudhaiva Kutumbakam serta Motto Sewakadharma. Pihaknya juga menekankan OPD untuk mempercepat akeselarasi di dalam menyelesaikan dan menuntaskan APBD Tahun 2025. “Di bulan Desember ini menjadi akhir dari APBD Tahun 2025, tentunya kita berharapa diselesaikan dengan baik,”ujarnya.

Lebih lanjut Eddy Mulya juga menyampaikan agar para pegawai ASN di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar agar tidak hentinya untuk meningkatkan kualitas diri dan kinerja agar selalu dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Pihaknya juga mendorong para pegwai untuk selalu bersinergi dan berkolaborasi.

“Dalam hal ini saya berharap dan mengingatkan kepada seluruh rekan-rekan semua untuk terus meningkatkan kualitas diri dan melakukan yang terbaik dalam mengemban tugas masing-masing,” pungkas Eddy Mulya. (Eka/tra).


Wawali: Wadahi Kreatifitas dan Produk UMKM Penyandang Disabilitas

NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar |  Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial Kota Denpasar menggelar Kegiatan Indonesia Cinta Disabilitas (ICD) tahun 2025 yang digelar di Gedung Merdeka (LVRI) Kota Denpasar, Senin (15/12). Dimana Pelaksanaan kegiatan itu dibuka langsung Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, bersama Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristy Arya Wibawa yang di tandai dengan pemukulan tawa-tawa.
Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, bersama Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristy Arya Wibawa saat menghadiri Kegiatan Indonesia Cinta Disabilitas (ICD) tahun 2025 yang digelar di Gedung Merdeka (LVRI) Kota Denpasar, Senin (15/12).

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, dalam kesempatan itu, memberikan apresiasinya terhadap pelaksanaan ICD 2025, dan sekaligus menyampaikan kegiatan ini diharapkan dapat mewadahi kreativitas para kalangan disabilitas, baik dari segi pementasan kemampuan kesenian, maupun bidang UMKM melalui pemasaran produk-produk mereka.

“Kegiatan ICD ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Kota Denpasar, dalam upaya mewadahi kalangan disabilitas, agar terus berkarya dan meningkatkan kemampuan inklusi dalam mencapai kehidupan yang lebih baik”, ujarnya.

Sementara Kadis Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati mengatakan pelaksanaan ICD tahun 2025 ini merupakan pelaksanaan yang emoat kalinya, sejak tahun 2022. ICD 2025 sendiri digelar selama tiga hari, yaitu tanggal 15-17 Desember 2025. Dimana ICD 2025, merupakan event yang diselenggarakan sebagai bentuk dukungan terhadap para penyandang disabilitas di Kota Denpasar, dalam rangka mendorong kesetaraan dan penyertaan hidup mandiri, produktif dan berkarya.

Laxmy Saraswati lebih lanjut mengemukakan, ada beberapa agenda kegiatan yang dilaksanakan. Yaitu, pameran produk UMKM, Happy Creative Disabilitas, Apel bendera Disabilitas serangkaian HUT ke-80 RI, berbagai lomba hari kemerdekaan, safari kesehatan bagi disabilitas, dan juga seminar kesehatan jiwa.

“Dan hari ini merupakan puncak dari semua rangkaian kegiatan ICD yang diisi dengan kegiatan pamersn produk kuliner yang melibatkan 30 UMKM disabelitas, art, craft, parade fashion show, dance anak-anak, mesatwa bali, sosialisasi literasi keuangan oleh OJK serta penyerahan bantuan sembako,” ujar Laxmy Saraswati.

Dalam kesempatan tersebut, Laxmy Saraswati juga berharap kedepannya kegiatan ini akan secara berkelanjutan digelar untuk terus memberikan dukungan bagi kalangan disabilitas di Kota Denpasar. “Berharap kegiatan ini terus dilaksanakan guna mendukung kemajuan dan memberikan ruang kreasi bagi penyandang disabilitas, sehingga dapar terus berinovasi dan berdaya saing sebagai wujud komitmen Denpasar sebagai kota inklusi ramah disabilitas,” pungkas Laxmy Saraswati. (ays/TRA).


 

Info Jembrana Tekait PeIayanan RSU Negara dan Giat Orientasi Peserta Latih

0

Bupati Kembang : Terus Berbenah dan Tingkatkan Pelayanan

NEWS INTERMEDIA.COM || Jembrana | Menyentuh umur ke 91 tahun, RSU Negara diharapakan terus memberikan dan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Jembrana. “Diumur yang tidak muda lagi, Saya bersama Pak Wakil berharap RSU Negara terus berbenah, berikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Jembrana,” ungkap Bupati Kembang usai menyerahkan bingkisan kepada pasien rawat inap di RSU Negara, Selasa (16/12) kemarin.

Lebih lanjut, Bupati Kembang yang didampingi Wabup IGN Patriana Krisna (Ipat), Sekda Made Budiasa, mengungkapkan RSU Negara tidak hanya berbangga dengan gedung dan fasilitas, tetapi yang paling utama adalah mutu pelayanan kepada pasien. “Setiap nyawa, setiap keluhan, harus dilayani dengan profesionalisme dan sentuhan humanis. Termasuk dispilin seluruh karyawan juga ditingkatkan,” ujar Bupati Kembang.

Bupati Kembang juga secara khusus menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh dokter, perawat, dan staf RSU Negara yang telah berjuang keras, terutama dalam menghadapi tantangan kesehatan. “Dedikasi Bapak/Ibu dalam memberikan yang terbaik bagi masyarakat, bahkan di tengah keterbatasan, patut kita acungi jempol. Saya berkomitmen, Pemkab Jembrana terus berupaya memberikan fasilitas pendukung untuk tenaga kesehatan dalam memberi pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Disisi lain, Direktur RSU Negara dr. Ni Putu Eka Indrawati mengatakan bahwa penyerahan ratusan parcel sebagai momentum berbagi kebahagiaan bersama kepada pasien rawat inap dan rawat jalan dalam menyambut HUT RSU Negara ke 91. “Jangan dilihat besar kecilnya, namun rasa berbagi, kebersamaan dan rasa memiliki dari keberadaan RSU Negara. Semoga kedepan jauh lebih baik pelayanan yang bisa kami berikan untuk masyarakat Jembrana,” pungkasnya. (WiA/Tra).)


Cetak Tenaga Kerja Global, Bupati Kembang: Disiplin Jadi Harga Mati

NEWS INTERMEDIA.COM || Jembrana | Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas diri dan penguasaan soft skill di tengah derasnya arus globalisasi yang berkembang sangat cepat. Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Orientasi Peserta Latih (OPPETA) Rising Internasional College (IRC) yang berlangsung di GOR Krisna Jvara, Selasa (16/12).

Di hadapan para peserta, Bupati Kembang Hartawan mengatakan bahwa tantangan di era globalisasi menuntut generasi muda untuk terus belajar dan meng-upgrade diri. Jika terlambat beradaptasi, maka akan tertinggal dari perkembangan zaman.
“Kita semua menyadari bahwa kita hidup di era globalisasi yang bergerak sangat cepat, bahkan mungkin lebih cepat dari yang kita bayangkan. Kalau kita terlambat belajar dan lambat meng-upgrade diri, maka kita akan ketinggalan,” ujarnya.

Namun demikian, Bupati menegaskan bahwa kecerdasan akademik saja tidaklah cukup. Para peserta juga harus memiliki soft skill yang baik sebagai bekal memasuki dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Tidak cukup hanya pintar dan cerdas. Adik-adik juga harus punya soft skill yang baik, seperti manajemen waktu, kemampuan berbicara di depan publik, integritas, disiplin, hingga manajemen stres. Semua itu adalah bagian penting dari soft skill,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Kembang Hartawan menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk terus mendukung masa depan generasi muda melalui kolaborasi dan sinergi dengan berbagai lembaga yang memiliki komitmen membangun sumber daya manusia Jembrana.

Ia juga berpesan agar seluruh peserta OPPETA mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh, penuh disiplin, tanggung jawab, serta semangat belajar yang tinggi. “Pelatihan ini bukan sekadar kewajiban, tetapi merupakan medan tempaan diri untuk mengasah kemampuan, memperluas wawasan, dan membentuk karakter. Dengan bekal itulah adik-adik akan siap menghadapi dunia kerja,” imbuhnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga berupaya meringankan beban calon tenaga kerja, khususnya bagi mereka yang bercita-cita bekerja ke luar negeri. Pemkab Jembrana telah menyiapkan program pinjaman atau kredit bersubsidi tanpa bunga dan tanpa agunan.
“Pemerintah daerah tidak akan tinggal diam. Kami hadir, mendukung, dan berdiri bersama generasi muda. Dengan adanya kontrak kerja dan dokumen persyaratan lainnya, adik-adik tidak perlu lagi terbebani biaya keberangkatan,” jelasnya.

Program tersebut, menurut Bupati, merupakan bentuk keberpihakan nyata pemerintah kepada generasi muda agar tidak ada mimpi yang kandas hanya karena keterbatasan modal. “Melangkahlah dengan berani, persiapkan diri sebaik-baiknya, dan biarkan pemerintah daerah menjadi mitra yang menguatkan langkah adik-adik menuju masa depan yang lebih gemilang,” pungkasnya. (WiA/Tra).