Bupati Kembang dan Wabup Ipat Ikuti Negaroa Fun Run
NEWS INTERMEDIA.COM || JEMBRANA | Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), turut ambil bagian dalam ajang Negaroa Fun RunĀ dan kegiatan lari santai ini mengambil start di Gedung Kesenian Soekarno dan menempuh jarak 5 kilometer, yang digelar pada Minggu (7/12).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kembang menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Fun Run pertama di Jembrana ini. Ia menekankan pentingnya kegiatan sport tourism dan aktivitas komunitas seperti ini untuk menggerakkan semangat hidup sehat sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
āKegiatan seperti ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga bagaimana kita membangun kebersamaan, solidaritas, serta memperkuat gaya hidup sehat di tengah masyarakat. Saya berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin di Jembrana,ā ujarnya.
Sementara itu, Ketua Negaroa Fun Run, Ni Made Nona Stefi Hilda Smara, menjelaskan bahwa kegiatan perdana ini berhasil menarik 360 peserta dari berbagai komunitas. Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul lebih banyak ruang bagi komunitas olahraga di Jembrana untuk tumbuh, berkolaborasi, dan menciptakan kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

āTujuan acara ini adalah untuk meningkatkan solidaritas antar para pelari. Karena Fun Run ini pertama kali digelar di Jembrana, kami ingin pelaksanaannya berlangsung semeriah mungkin dan memberikan pengalaman terbaik bagi peserta,ā ungkapnya. (WiA/TrA).
Warga Kini Dapatkan Akses Jalan, Tak Perlu Lewati Jembatan Bambu
NEWS INTERMEDIA.COM || JEMBRANA | Menyikapi beredarnya informasi di media sosial terkait keluhan warga Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, yang terpaksa menggunakan jembatan bambu untuk akses keluar-masuk permukiman, Pemerintah Kabupaten Jembrana bergerak cepat.
Melalui Camat Jembrana bersama perangkat kelurahan dan lingkungan setempat, mediasi telah dilaksanakan sehingga warga kini mendapatkan akses jalan yang lebih layak. Demikian dikatakan Plt Camat Jembrana, Tri Karyna Ambaradadi, saat ditemui dilokasi jembatan darurat, Minggu (7/12).

Sebelumnya, sebanyak delapan KK di lingkungan tersebut mengandalkan jembatan bambu hasil swadaya sebagai jalur utama menuju permukiman. Warga pun mengharapkan adanya pembangunan jembatan permanen. Namun, menurut pihak kecamatan, pembangunan jembatan permanen membutuhkan anggaran cukup besar dan belum bisa diprioritaskan mengingat pengguna jalur hanya delapan KK. āKalau dipaksakan membangun jembatan permanen, tentu tidak efektif karena biayanya tinggi. Sementara saat ini pemerintah harus menyesuaikan dengan keterbatasan anggaran,ā ujar
Melalui proses mediasi yang melibatkan delapan KK dan keluarga penyanding, akhirnya ditemukan titik temu. Warga yang selama ini kesulitan akses kini dapat melalui jalan alternatif yang merupakan jalur milik warga setempat dan telah disepakati dapat dipergunakan bersama. Tri Karyna Ambaradadi menegaskan, mediasi sudah dilakukan sejak 2022 namun belum menemukan kepastian. Baru pada pertemuan terakhir semua pihak sepakat membuka akses alternatif tersebut sehingga warga tidak lagi tergantung pada jembatan bambu.
Dengan adanya solusi ini, warga pun diharapkan dapat menjalankan aktivitas harian dengan lebih aman dan nyaman sambil menunggu kemungkinan penataan lebih lanjut sesuai kemampuan anggaran pemerintah āKami sudah beberapa kali memfasilitasi mediasi sejak 2022 hingga 2023. Kini sudah ada kesepakatan akses jalan alternatif dapat digunakan oleh delapan KK tersebut tanpa harus melewati jembatan bambu,ā jelasnya. (Wia/Tra).







