- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_img

Info Denpasar Soal Cipta Menu Bergizi, Olah Sampah dan Gelaran Denfest

- Advertisement -spot_img

TP PKK Buka Pelatihan Cipta Menu Bergizi Berbahan Pangan Lokal

NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Sekretaris I Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, didampingi Penjabat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Denpasar, Ny. Gusti Ayu Putu Swandewi Eddy Mulya, secara resmi membuka Pelatihan Cipta Menu Bergizi Seimbang dan Aman Berbahan Pangan Lokal untuk Balita, Remaja, dan Lansia. Kegiatan tersebut ditandai dengan penyematan apron dan topi koki kepada peserta, bertempat di SMK PGRI 3 Denpasar, Minggu (21/12).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Ket foto : Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ayu Kristi Arya Wibawa, Buka Pelatihan Cipta Menu Bergizi Berbahan Pangan Lokal di SMK PGRI 3 Denpasar Minggu (21/12)

Usai pembukaan, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa meninjau hasil olahan pangan yang dipamerkan oleh kader PKK Desa Sumerta Kelod. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Sumerta Kelod dalam rangka memperingati Hari Ibu ini turut dihadiri Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar Tresna Yasa, Camat Denpasar Timur Ketut Sri Karyawati, Kepala Sekolah SMK PGRI 3 Denpasar Ni Putu Ayu Agustin Karisma Dewi, Kepala Puskesmas Denpasar Timur I, serta undangan terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Sumerta Kelod yang secara konsisten melaksanakan pelatihan cipta menu bergizi seimbang dan aman berbahan pangan lokal. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak serta kesehatan seluruh anggota keluarga. “Memasak bukan hanya soal mengenyangkan, tetapi bagaimana kita memahami kandungan gizi dalam setiap menu yang disajikan. Dengan pemahaman gizi yang baik, kualitas hidup keluarga dapat meningkat dan diharapkan Kota Denpasar semakin bebas dari stunting,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa ibu memiliki peran strategis sebagai tonggak utama dalam keluarga. Oleh karena itu, para kader yang mengikuti pelatihan diharapkan mampu mengaplikasikan serta menyebarluaskan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Selain isu gizi dan pencegahan stunting, Ny. Ayu Kristi juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam pengelolaan sampah. Ia menegaskan bahwa rumah tangga merupakan salah satu penghasil sampah terbesar, sehingga ibu-ibu diharapkan mampu memilah dan meminimalisir sampah sejak dari sumbernya.

Sementara itu, Perbekel Desa Sumerta Kelod, I Gusti Ketut Anom Suardana, menjelaskan bahwa pelatihan ini rutin dilaksanakan setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Ibu sekaligus menjadi rangkaian Festival Desa Sumerta Kelod. Kegiatan pencegahan stunting ini juga selalu berkolaborasi dengan SMK PGRI 3 Denpasar. “Pelatihan ini diikuti oleh 10 banjar, masing-masing banjar diwakili 10 orang peserta. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di rumah tangga masing-masing sehingga keluarga mampu mengolah makanan bergizi secara mandiri dan tidak selalu bergantung pada makanan siap saji,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain pencegahan stunting, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi pengelolaan sampah rumah tangga. Ibu-ibu sebagai garda terdepan di keluarga diharapkan mampu membentuk tim kecil dalam rumah tangga untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK PGRI 3 Denpasar, Ni Putu Ayu Agustin Karisma Dewi, mengaku senang dapat berkolaborasi dengan Desa Sumerta Kelod. Dalam pelatihan ini, pihak sekolah mensinergikan kegiatan dengan jurusan kuliner serta menghadirkan tiga narasumber kompeten yang memahami komposisi dan nilai gizi dari menu yang disajikan. “Kami berharap sinergitas ini dapat terus berlanjut ke depannya dan memberikan dampak positif, baik bagi sekolah maupun masyarakat desa,” pungkasnya. (Ayu/TRA)


Bendesa Adat se-Denpasar Sepakat, Berkontribusi Olah Sampah

NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Dukungan pemangku kepentingan dalam optimalisasi pengolahan sampah berbasis sumber di Kota Denpasar terus mengalir. Kali ini, Bendesa Adat se-Kota Denpasar menyatakan kesepakatan untuk ikut berkontribusi dalam mendukung penanganan sampah. Hal tersebut diungkapkan Ketua Parum Bendesa se-Kota Denpasar, AA Ketut Wirya saat Paruman Rutin Bendesa Adat se-Kota Denpasar di Wantilan Pura Dalem lan Kahyangan Desa Adat Sesetan, Minggu (21/12).

Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Paruman Rutin Bendesa Adat se-Kota Denpasar di Wantilan Pura Dalem lan Kahyangan Desa Adat Sesetan, Minggu (21/12).

Lebih lanjut dijelaskan, permasalahan sampah merupakan masalah bersama. Sehingga peran desa adat sangatlah penting, utamanya dalam memberikan sosialisasi, hingga menggugah peran serta masyarakat dalam penanganan sampah.

Agung Wirya menjelaskan, Desa Adat sebagai benteng budaya Bali, dalam kesehariannya senantiasa berkaitan dengan aktivitas adat dan keagamaan. Hal tersebut juga menghasilkan sampah, meski sampah yang dihasilkan masih didominasi golongan organik. Hal inilah yang akan dioptimalkan dalam pengolahan sampah upakara berbasis sumber.

“Kita ketahui bahwa sampah ini merupakan masalah bersama, yang juga kita hasilkan bersama, jadi untuk optimalisasi penanganan oleh pemerintah, kami di desa adat siap berkontribusi, terutama dalam pengolahan sampah organik berbasis sumber, seperti halnya sisa canang, upakara dan banten-banten,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Bendesa Adat Yangbatu, I Nyoman Supatra, pihaknya mengatakan bahwa desa adat berkomitmen untuk ikut andil dalam penanganan sampah, terutama yang dihasilkan oleh desa adat dan aktivitas adat, agama dan budaya. Hal ini ditunjukkan dengan masifnya pembangunan teba moderen di pura kahyangan tiga, pura-pura sungsungan desa adat, dan telajakan desa adat. “Semoga ini bisa mengurangi volume sampah yang harus ditangani pemerintah, sehingga penanganan sampah bisa lebih produktif dan cepat,” ujarnya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Bendesa Adat se-Kota Denpasar. Tentunya hal ini menjadi semangat untuk terus bekerja bersama dalam penanganan persampahan. “Pemerintah tidak diam, segala inovasi dan strategis terus digalakkan, dan saat ini masih terus bahu menbahu mengoptimalisasi pengolahan dari hulu, tengah dan hilir agar bisa optimal menangani sampah,” ujar Arya Wibawa.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Sabha Upadesa Kota Denpasar, I Wayan Butuantara, Kadis Kebudayaan, Raka Purwantara, Plt. Kepala Inspektorat Kota Denpasar, Putu Wisnu Wijaya Kusuma, Parum Bendega, Parum Pekaseh dan Forum Perbekel/Lurah se-Kota Denpasar. Dalam kesempatan tersebut turut diserahkan secara simbolis bantuan kendaraan operasional bagi Bendesa Adat dan 4 Pilar Sabha Upadesa. (Ags/tra).


Waste Departement Pastikan Sampah Denfest Diolah Dari Sumber

NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen dalam mewujudkan pengolahan sampah terpadu dari hulu ke hilir, termasuk dalam pelaksanaan event atau kegiatan-kegiatan. Kali ini, pada gelaran Denpasar Festival ke-18 Tahun 2025, Pemerintah Kota Denpasar melalui DLHK bersama komunitas berkolaborasi menghadirkan Waste Departement untuk mengolah langsung sampah sisa pelaksanaan Denfest tersebut di hulu (sumber) secara mandiri.

Keberadaaan fasilitas pengelolaan sampah terpadu ini ditinjau langsung Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara meninjau persiapan pembukaan Denfest Tahun 2025 di Kawasan Monumen Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar, Sabtu (20/12). Inovasi ini diharapkan berperan maksimal dalam mewujudkan pebgolahan sampah dihulu saat dan sesudah gelaran Denpasar Festival Tahun 2025 yang berlangsung dari Tanggal 20 Desember hingga 23 Desember 2025 mendatang.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyebut komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam mengatasi persoalan sampah melalui pengelolaan sampah terpadu terutama mengantisipasi produksi sampah saat dan sesudah gelaran besar seperti Denpasar Festival 2025 ini.

“Sesuai dengan Tema Denfest 2025 “Mulat Sarira Hening Jiwa Eling Rasa” diharapkan keberadaan unit pengelolaan sampah terpadu atau Waste Departement selama gelaran Denfest 2025 ini menjadi titik awal perubahan dalam mengawal produksi sampah selama gelaran Denfest agar pengelolaannya terstruktur dan selesai di hulu,” ujar Jaya Negara.

Sementara Agung Ngurah, dari Penanggung Jawab Waste Departement Denfest 2025 menjelaskan dihadirkannnya Waste Management di Denfest 2025 ini merupakan buah inisiatif gabungan dari berbagai komunitas, pelajar serta mahasiswa untuk mengelola persampahan secara mandiri.

“Keberadaan kami dengan berbagai komunitas dengan berbagai disiplin ilmu metode pengelolaan sampah sebanyak 18 komunitas bergabung dengan pelajar dan mahasiswa. Nantinya tim kami akan berjaga di sejumlah titik untuk mengarahkan pengunjung Denfest untuk langsung memilah sampah disamping tim juga akan menyisir setiap spot,” ujarnya.

Ada berbagai komunitas seperti yang menyediakan Mesin press sampah plastik yang dapat mengelola sampah plastik hingga 150 kg dalam satu kali press. Ada pula komunitas yang menangani sampah organik menjadi Eko Enzim, Komunitas mengelola sampah organik menjadi pakan Maggot dan komunitas mengelola limbah tusuk sate dan alat makan kayu dan berbagai komunitas pengelola sampah dari berbagai disiplin ilmu lainnya.

“Harapan kita dapat membantu Pemkot Denpasar dalam mewujudkan Denfest 2025 sesuai dengan Tema “Mulat Sarira Hening Jiwa Eling Rasa” dimana Denfest 2025 dengan pengeloaan sampah secara mandiri yang terstruktur dimana produksi sampah tidak dibawa sampai keluar lokasi Event Denfest,” jelas Agung Ngurah.(esa-arya/tra).


Penyalaan Api Suci Gelaran Denfest ke-18, Momentum Mulat Sarira

NEWS INTERMEDIA.COM || DENPASAR | Gelaran tahunan bertajuk Denpasar Festival kembali gelar untuk ke-18 kalinya. Penyalaan api suci dalam balutan inaugurasi pembukaan oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede ini menjadi penanda dibukanya event berkonsep street festival di Kawasan Jalan Gajah Mada, Jalan Veteran dan Monumen Puputan Badung, Denpasar, Sabtu (20/12).

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede serta Forkopimda Kota Denpasar saat menyalakan api suci sebagai penanda pembukaan Denfest ke-18 di Kawasan Monumen Puputan Badung, Denpasar, Sabtu (20/12).

Dimana, festival ini menjadi wahana mulat sarira, jadi model featival dengan pengolahan sampah mandiri, memperkuat budaya serta berdayakan UMKM lokal. Mengusung tema Mulat Sarira, Hening Jiwa, Eling Rasa, rangkaian pembukaan festival yang akan berlangsung dari 20-23 Desember ini diawali oleh penampilan Tri Utami dan Dewa Budjana. Dilanjutkan dengan sajian apik inaugurasi berlatar Monumen Puputan Badung.

Dalam kemasan acara hikmad dan khusuk, garapan ini diiringi alunan musik dan gerakan tari yang digarap oleh Palawara Musik Company. Mengangkat pesan sastra Cokorda Mantuk Ring Rana, dalam relevansinya dengan kebangkitan kesadaran serta penyiapan kota yang layak dan berjati diri, bagi generasi ke generasi.

Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Forkopimda Kota Denpasar, Panglingsir Puri se-Kota Denpasar, Pimpinan OPD, Tokoh Masyarakat serta undangan lainya. Tampak pula Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoha Adi Putra, I Wayan Mariyana Wandhira dan Made Oka Cahyadi Wiguna, Pj. Sekda Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menjelaskan bahwa pelaksanaan Denfest sebagai festival rakyat merupakan upaya Pemkot Denpasar dalam menghadirkan hiburan serta menjadi puncak apresiasi bagi UMKM di Kota Denpasar.

Dimana, dari serangkaian panjang proses pembinaan dan pengembangan UMKM, diharapkan Denfest mampu menjadi wahana promosi pelaku usaha dan perajin Denpasar untuk lebih dikenal masyarakat. “Harapan kami secara berkesinambungan Denfest menjadi wahana kreatifitas di berbagai bidang, mulai dari seni, ekraf, teknologi, desain, modeling dan lain sebagainya yang mampu meningkatkan daya saing dan mendukung kemajuan ekonomi di Kota Denpasar,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, secara umum Mulat Sarira disini bermakna sebagai introspeksi diri. Sejalan dengan usia Denfest yang ke-18, dimana memasuki pintu gerbang kedewasaan, yang juga ditandai dengan tumbuhnya kesadaran, rasa eling dan mawas diri. Denfest dihadirkan di tengah masyarakat sebagai sebuah ruang kota dengan jati diri yang lekat dengan nilai tradisi, budaya, dan semangat Vasudhaiva Kutumbhakam, yakni menyama braya.

Berkaitan dengan pencanangan Denfest ke-18 sebagai role model Festival Zero Waste, Walikota Jaya Negara menekankan bahwa Pemerintah Kota Denpasar, menggandeng 18 Komunitas Lingkungan yang akan ikut terlibat dalam rangkaian kegiatan Denfest ke-18 ini. Nantinya, seluruh sampah yang dihasilkan selama pelaksanaan festival akan dipilah dan dikelola langsung di lokasi, termasuk pengolahan menjadi eco enzyme serta pemanfaatan mesin pengepresan plastik untuk sampah anorganik.

“Jadi sampah yang dihasilkan dalam pelaksanaan Denfest ke-18 ini akan diolah dan dibersihkan langsung di arena Denfest, sehingga sampahnya tidak keluar dan selesai di sumber (hulu),” ujarnya.

Ditanbahkan Jaya Negara, sejumlah komunitas pemerhati dan pencinta lingkungan turut dilibatkan sebagai volunteer, tidak hanya membantu proses pengelolaan sampah, tetapi juga mengedukasi pengunjung mengenai praktik pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. “Melalui upaya ini, Denpasar Festival diharapkan menjadi event percontohan pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Denpasar, dan kita akan memberikan reward bagi pengunjung atau masyarakat yang mamu membuang sampah sesuai dengan tempatnya,” ujar Jaya Negara.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar, Luh Putu Ryastiti mengatakan, sebagai salah satu festival yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui sinergi ekonomi kreatif, Denfest ke-18 melibatkan sebanyak 174 pelaku UMKM yang telah lolos seleksi dan kurasi. Diantaranya produk kuliner dan kopi, kerajinan, aneka sandang, industri logam, fesyen, kriya, dan juga agro.

Dikatakan Ryastiti, ratusan UMKM tersebut akan tersebar di 3 zona pelaksanaan di sekitar kawasan Catur Muka. Zona pertama adalah, zona lapangan yang meliputi Lapangan Puputan dan Wantilan Museum Bali. Zona ini mencakup ragam acara diantaranya Inaugurasi pembukaan, panggung musik, panggung budaya, serta juga diperuntukkan untuk UMKM dari kategori kuliner kekinian. Wantilan Museum Bali akan menjadi lokasi pelaksanaan workshop dan lomba fotografi.

Zona kedua adalah Zona Gajah Mada, yakni Patung Catur Muka dan juga sepanjang Jalan Gajah Mada bagian barat. Zona ini diperuntukkan bagi stand UMKM kuliner heritage dan kopi, dan khusus di Patung Catur Muka akan menjadi arena bagi gelaran fashion show dan cosplay walk parade. Sementara itu, zona terakhir adalah zona Jalan Veteran, yang akan diperuntukkan bagi stand UMKM fashion, kriya, dan agro.

Selain itu, pada pelaksanaan kali ini berbagai pementasan diwadahi oleh panggung musik di bagian utara timur dan panggung budaya di bagian selatan. Festival ini didukung oleh 30 grup musik dan 16 penampilan budaya yang akan memeriahkan penyelenggaraan Denpasar Festival ke-18 selama 4 hari. “Denfest adalah milik publik. Denfest adalah bentuk komitmen Pemerintah Kota Denpasar yang didukung oleh semua pihak untuk berkontribusi menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan pengembangan kreativitas di era modernisasi saat ini,” ujar Ryastiti. (Hdps/tra).


 

- Advertisement -spot_img
admin
adminhttps://newsintermedia.com
Ida Bagus Putu Suwitra Sering disapa "Gustra" Seorang Jurnalist yang lahir seorang Jurnalis dari bawah, saat ini sudah sangat berpengalaman dalam bidannya, sudah mengajar tentang Pers di sekolah-sekolah Juranlist, mengajar Kode Etik Waratawan, naskah naskah banyak di tulis, juga menciptakan lagu-lagu Rohani dan menciptakan Puisi, Cerpen dan Biografi Para Pejabat pemerintah dan karya yang lainnya, dan seorang Pelukis Absrak dengan goresan tangan.
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img