Beranda / Berita Terkini / DENPASAR / Info Denpasar Seputar Pasca Banjir , Upakara, Posyandu dan Metatah

Info Denpasar Seputar Pasca Banjir , Upakara, Posyandu dan Metatah


Wawali Ajak Warga Bergandeng Tangan Pulihkan Lingkungan Pasca Banjir

NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa kembali turun langsung memimpin aksi gotong royong bersama masyarakat. Kegiatan kali ini difokuskan di Pura Taman Dalem Majapahit, Banjar Dadakan, Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Kamis (18/9).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Ket. Foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa kembali turun langsung memimpin aksi gotong royong bersama masyarakat, Kamis (18/9)

Sejak pagi, ratusan personel gabungan dari pemerintah, TNI, Polri, perangkat desa, relawan, hingga masyarakat bahu-membahu membersihkan lumpur, hingga mengangkut sampah. Hasil gotong royong menunjukkan progres nyata. Tumpukan sampah di sungai berhasil diangkut dan pohon tumbang yang menghalangi arus air sudah dipotong. “Terus berlanjut kegiatan gotong royong bersama yang didukung TNI, Polri, hingga masyarakat untuk mempercepat pemulihan kawasan pasca musibah banjir beberapa waktu lalu,” ujar Arya Wibawa di sela kegiatan.

Wawali Arya Wibawa menegaskan, penanganan pasca bencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan memerlukan kerja kolektif. Meski status bencana telah bergeser dari Tanggap Darurat menjadi Transisi Darurat ke Pemulihan selama tiga bulan, dampak banjir masih dirasakan masyarakat.

“Bencana ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga kemanusiaan, sosial, kesehatan, dan infrastruktur. Karena itu, pemulihan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan,” tegasnya. Aksi gotong royong juga berlangsung serentak di berbagai wilayah. Sungai belakang Pura Rambut Siwi Jalan Cokroaminoto Kelurahan Ubung, Jalan Trenggana Kelurahan Penatih.(Eka/TRA).

Walikota Dampingi Gubernur Serahkan Bantuan Bagi Para Pedagang 

NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mendampingi Gubernur Bali, I Wayan Koster saat memberikan bantuan penguatan ekonomi pasca banjir kepada pedagang Pasar Badung dan Pasar Kumbasari. Bantuan yang diberikan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster ini jumlahnya bervariasi, mulai dari Rp3 juta untuk pelataran, Rp5 juta untuk los dan Rp10 juta untuk pedagang kios, Kamis (18/9).

Tampak hadir juga dalam kegiatan ini, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana, Komandan Kodim 1611/Badung, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan dan unsur terkait lainya. Pada kesempatan itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, total dana bantuan yang dicairkan untuk bantuan ini mencapai Rp3,4 miliar dengan rincian Rp2,7 miliar untuk bantuan pedagang dan Rp710 juta untuk perbaikan dua pura area pasar yang tergerus banjir.

Selanjutnya Gubernur Wayan Koster menjelaskan jumlah besaran bantuan yang diterima pedagang yang bervariasi ini disesuaikan dengan tempat berjualan adalah atas kesepakatan bersama Walikota Denpasar dan Direktur Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar yang telah melakukan analisa sebelumnya . Adapun jumlah kios, los dan pelataran yang mendapatkan bantuan sebanyak 638 unit yang dimiliki oleh 373 pedagang. Namun dari total jumlah tersebut ada 3 pedagang yang tidak mengambil bantuan.

Secara detail, Gubernur Wayan Koster juga menjelaskan, bantuan untuk kios terdampak banjir yang berjumlah 72 kios memiliki total anggaran Rp720.000.000, Los 148 unit dengan total pencairan Rp740.000.000 dan pelataran 418 unit dengan total Rp1.254.000.000. “Total untuk pedagang yang menerima bantuan ini sebesar Rp2.714.000.000. Sementara untuk Pura Beji kita sudah anggarkan dan siap dicairkan itu sebesar 429.500.000 dan Pura Melanting sebesar Rp281.000.000 itu totalnya sebesar Rp710.500.000,” ungkap Gubernur Wayan Koster.

Sementara Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, terkait pengoperasian lantai 1 pihaknya akan memperhitungkan hari baik bagi pedagang untuk kembali berjualan. Namun saat ini masih memperhitungan cuaca karena hujan masih terus mengguyur. “Apalagi prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih akan ada hujan lebat cuma skalanya kan tidak sebesar kemarin,” katanya.

Menurutnya jika pedagang meminta berjualan segera, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan kepala pasar setempat untuk tempatnya. “Kami masih mencari hari yang baik untuk kembali berjualan. Demikian juga kami meperhitungan cuaca karena masih hujan kami takut kejadian serupa terjadi lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang yang menerima bantuan dana sosial, Mira Aristya (24) mengatakan total bantuan yang ia dapatkan sebanyak Rp20 juta sebab ia memiliki empat los yang terdampak banjir di Pasar Kumbasari Denpasar.  “Saya memiliki 4 tempat dan 1 tempat. Total bantuan yang saya terima sekitar Rp20 juta. Semuanya langsung masuk ke rekening saya. Terima kasih, atas bantuan BPD Bali ini. Saya sangat terbantu sekali karena banyak barang saya yang tidak ketemu,” ujar Mira.

Ia juga mengatakan total kerugian dari empat los tersebut menyentuh angka hingga Rp50 juta. Karena semua barang dagangan hanyut terbawa banjir. “Saya jualan alat upacara di lantai satu. Kemarin saya sempat mengurus bantuan dan tidak terlalu susah. Salah satu syarat yang diminta KK dan KTP itu saja. Tentunya saya masih mau jualan disini karena dari awal merintis,” tutupnya. (ays/TRA).


Walikota Bagikan Paket Perlengkapan Sekolah Bagi Siswa Terdampak

NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Guna memastikan proses pembelajaran berjalan normal dan optimal pasca kejadian bencana banjir, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara membagikan paket bantuan perlengkapan sekolah kepada siswa terdampak di SD 21 Dauh Puri, yang terletak di Jalan Pulau Yapen, Kamis (18/9) kemarin.

Walikota Jaya Negara saat membagikan paket bantuan perlengkapan sekolah kepada siswa-siswi terdampak banjir di SD 21 Dauh Puri, Jalan Pulau Yapen, Kamis (18/9).

Berisi berbagai perlengkapan sekolah yang terdiri dari seragam lengkap, sepatu, tas sekolah, ATK seperti buku, pensil, pulpen, penggaris dan penghapus, bantuan ini diterima langsung 80 orang siswa yang merupakan korban terdampak bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu itu.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara yang didampingi Kepala Dinas Dikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama menyampaikan, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Dikpora telah melakukan pendataan dan verifikasi terhadap siswa terdampak banjir di Kota Denpasar. “Penyerahan bantuan perlengkapan sekolah ini terdiri dari seragam sekolah, tas, sepatu, buku dan alat tulis. Pemkot Denpasar ingin memastikan bahwa proses pembelajaran dapat berjalan optimal pasca banjir ini,” kata Walikota Jaya Negara.

Pihaknya menambahkan, Pemerintah Kota Denpasar, melalui Dinas Dikpora, akan melakukan pembagian perlengkapan sekolah kepada siswa terdampak banjir secara bertahap. “Kami akan pastikan adik-adik siswa yang terdampak semuanya akan mendapatkan paket bantuan ini. Mudah-mudahan paket bantuan ini dapat meringankan siswa dan orang tua,” lanjutnya.

Kepala Dinas Dikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama menjelaskan, setidaknya ada sekitar 1400 siswa SD di Kota Denpasar yang terdampak banjir ini. Sedangkan untuk siswa SMP berjumlah sekitar 135 orang siswa. “Bantuan paket perlengkapan sekolah kami sesuaikan dengan kebutuhan para siswa. Misal untuk siswa SMP kami juga ada berikan bantuan buku paket,” jelasnya. (Win/TRA)


Walikota Ngupasaksi Upakara Munggel Pelawatan 

NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede menghadiri sekaligus ngupasaksi Upakara Munggel Pelawatan dan upakara tersebut dilaksanakan serangkaian tahapan ngodakin (perbaikan) Pelawatan di pura tersebut di Pura Dalem dan Kahyangan Desa Adat Laplap, pada Kamis (18/9).

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat menghadiri sekaligus ngupasaksi Upakara Munggel Pelawatan di Pura Dalem dan Kahyangan Desa Adat Laplap, pada Kamis (18/9).

Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Ketut Budha dan I Wayan Warka, Tokoh Masyarakat serta Krama Desa Adat Laplap. Diiringi gambelan dan kidung, rangkaian Upakara Munggel Pelawatan di Pura Dalem dan Kahyangan Desa Adat Laplap berlangsung khidmat. Diawali dengan persembahyangan bersama, serta dilanjutkan dengan nuntun Ida Bhatara untuk selanjutnya dilaksanakan proses ngodakin.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas kekompakan krama Desa Adat Laplap dalam melaksanakan upakara ini. Hal ini menunjukan bahwa sepirit vasudhaiva kutumbakam dan menyama braya terlaksana erat oleh krama. Hal ini juga menjadi sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan Upakara Munggel Pelawatan di Pura Dalem dan Kahyangan Desa Adat Laplap ini mari kita tingkatkan sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana, dan semoga seluruh rangkaian proses Ngodakin (Perbaikan) Pelawatan dapat berjalan lancar sesuai harapan krama, ” ujar Jaya Negara.

Sementara, Ketua Panitia Karya, I Wayan Suantika mengatakan bahwa Upakara Upakara Munggel Pelawatan di Pura Dalem dan Kahyangan Desa Adat Laplap ini dilaksanakan sebagai langkah awal dalam proses Ngodakin (Perbaikan) Pelawatan. Hal ini lantaran pelawatan yang berada di Pura Dalem dan Kahyangan Desa Adat Laplap ini sudah mengalami kerusakan.

Adapun Pelawatan yang turut diperbaiki yakni Pelawatan Ratu Dalem, Pelawatan Ratu Desa dan Pelawatan Ratu Ayu Manik Tirta. Pihaknya juga turut menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan semua pihak. Baik Pemerintah Kota Denpasar, semua pihak serta krama yang telah bergotong royong dalam mendukung kegiatan ini. “Harapan kami semoga kegiatan ini berjalan lancar sebagai bentuk sradha bhakti kepada ida sesuhunan,” ujarnya. (Ags/tra).


TP Posyandu Denpasar Siap Bersinergi Penguatan Kader 

NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali dalam memperkuat kader serta mengoptimalkan program posyandu. Hal ini disampaikan Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar sekaligus Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, saat menghadiri kegiatan pembinaan posyandu yang dibuka oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, Kamis (18/9) di Gedung Wanita Nari Graha Provinsi Bali.

Ket. Foto : Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar sekaligus Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, saat menghadiri kegiatan pembinaan posyandu yang dibuka oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, Kamis (18/9) di Gedung Wanita Nari Graha Provinsi Bali

Kegiatan ini turut dihadiri Tim Pembina Posyandu dari kabupaten/kota se-Bali. Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster kembali menegaskan pentingnya posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar masyarakat, sekaligus wadah pemberdayaan lintas bidang. “Posyandu harus terus bergerak aktif di tengah masyarakat. Tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan, namun juga mampu menyentuh aspek keamanan, kesejahteraan, hingga ketahanan sosial masyarakat,” ujar Ny. Putri Koster

Ny. Putri Koster menambahkan, Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali telah menyiapkan sejumlah agenda strategis, mulai dari gebyar posyandu, temu kader se-Bali, hingga program jangka panjang yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Semua upaya itu, katanya, berlandaskan semangat gotong royong dan sinergi erat dengan para kader di lapangan.

Sementara itu, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Bali terhadap gerakan posyandu di Kota Denpasar. Menurutnya, keberadaan posyandu bukan hanya berperan penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mampu memperkuat solidaritas sosial di tingkat banjar dan desa. “Posyandu adalah wajah nyata kepedulian kita terhadap masyarakat. Semangat kader di Denpasar menjadi modal utama agar pelayanan bisa benar-benar dirasakan langsung oleh keluarga di setiap wilayah,” ungkapnya.

Dengan penguatan kader serta kolaborasi lintas sektor, posyandu diharapkan semakin siap menjawab kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus mendukung percepatan berbagai program pemerintah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. (Pur/tra).


Wali Kota Denpasar Hadiri Metatah dan Mepetik Massal

NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri sekaligus menjadi sangging dalam pelaksanaan Upacara Metatah dan Mepetik Massal yang digelar Pemerintah Desa Dauh Puri Kaja di Jaba Pura Agung Lokanatha, Kamis (18/9). Upacara tersebut dilaksanakan guna meringakan beban masyarakat dalam pelaksanaan yadnya.

Perbekel Desa Dauh Puri Kaja, I Gusti Ketut Sucipta, ST mengatakan, pelaksanaan upacara ini merupakan bentuk perhatian pemerintah desa untuk membantu masyarakat, khususnya yang memiliki keterbatasan ekonomi. Menurutnya, metatah atau potong gigi merupakan kewajiban umat Hindu yang biasanya dilaksanakan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Namun, karena keterbatasan ekonomi tidak semua keluarga mampu melaksanakannya secara mandiri di rumah.

“Karena hal tersebut, Pemerintah Desa Dauh Puri Kaja berinisiatif melaksanakan upacara metatah dan mepetik massal ini. Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar yang telah mendukung, baik dari sisi sarana maupun prasarana sehingga kegiatan dapat terlaksana di Pura Agung Lokanatha,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, pada pelaksanaan kali ini terdapat 34 peserta mengikuti upacara metatah dan 6 peserta mengikuti upacara mepetik. Program ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali, dimulai pada tahun 2023 lalu. Pola dua tahunan dipilih agar anggaran dapat lebih terkelola dengan baik sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat kurang mampu untuk ikut serta secara gratis.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Dauh Puri Kaja atas pelaksanaan kegiatan ini. Dimana, pelaksanaan upacara ini merupakan implementasi dari konsep Vasudhaiva Kutumbakam bahwa kita semua bersaudara. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Upacara metatah dan mepetik massal seperti ini sangat membantu pemerintah dalam meringankan beban masyarakat, khususnya yang belum mampu melaksanakannya secara mandiri,” ungkapnya. (Ayu/TRA)