Beranda / Berita Terkini / JEMBRANA / Info dari Jembrana Soal Paritrana Award 2025, Kunker DPR RI dan Infrastruktur

Info dari Jembrana Soal Paritrana Award 2025, Kunker DPR RI dan Infrastruktur

Torehkan Prestasi, Jembrana Raih Penghargaan Paritrana Award 2025

NEWS INTERMEDIA.COM || Jembrana – Pemerintah Kabupaten Jembrana menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Paritrana Award) peringkat Kedua kategori Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali dan Desa Berangbang berhasil meraih peringkat pertama Paritrana Award Tahun 2025 untuk kategori Pemerintah Desa.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Penghargaan bergengsi dalam bidang jaminan sosial ketenagakerjaan di Provinsi Bali diserahkan Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Tjok Bagus Pemayun di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (14/10).

Pemerintah Kabupaten Jembrana dinilai berhasil dalam mendorong perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerja formal maupun informal. Melalui berbagai inovasi dan kolaborasi lintas sektor, Jembrana mampu meningkatkan cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di berbagai lapisan masyarakat.

Penghargaan yang diraih menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi para pekerja, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program nasional di bidang ketenagakerjaan.

Sedangkan Desa Berangbang, berhasil meraih peringkat pertama Paritrana Award Tahun 2025 untuk kategori Pemerintah Desa tingkat Provinsi Bali. Penghargaan ini diberikan atas komitmen Pemerintah Desa Berangbang dalam mendukung program jaminan sosial ketenagakerjaan sepanjang periode Januari hingga Desember 2024.

Bulkaniel Eka Putra R.M, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jembrana, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian ini. Menurutnya Kabupaten Jembrana dan Desa Berangbang telah mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan mulai dari Perangkat, Lembaga hingga Pekerja Rentan Desa. Khusus di Desa Berangbang memiliki keunggulan lebih yaitu mengikutsertakan Bumdes nya kedalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Desa Berangbang telah menunjukkan komitmen nyata dalam melindungi para pekerja di wilayahnya melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan. Ini merupakan contoh nyata bahwa perlindungan pekerja bisa dimulai dari level paling dasar, yaitu desa.

Capaian Kabupaten Jembrana dan Desa Berangbang diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi yang lainnya di wilayah Jembrana untuk turut mengutamakan perlindungan bagi para pekerja formal maupun informal. Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Jembrana I Ketut Armita, juga turut menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih Kabupaten Jembrana.

“Kabupaten Jembrana untuk kategori kabupaten/kota tahun ini kembali berada di posisi juara kedua. Terkait dengan itu, untuk di tiga kabupaten kami berkomitmen di Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian khususnya yang membidangi ketenagakerjaan dalam konteks tenaga kerja rentan di bidang HI (Hubungan Industrial) akan berkomitmen untuk selalu meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan khususnya pekerja rentan antara lain buruh panggul di pasar, petani, dan nelayan.

Dan itu beberapa sasaran yang terus kita garap sesuai dengan target yang harus dicapai”, ujarnya. Lebih lanjut ia mengatakan  komitmen Pemerintah dalam hal ini memberikan  sosialisasi pentingnya ikut serta BPJS Ketenagakerjaan.

“Oleh karena itu, kami berkomitmen atas instruksi Bupati, bahwa pemerintah kabupaten Jembrana juga akan terus mengadakan sosialisasi dan memberikan pemahaman akan pentingnya ikut serta sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan.

Sehingga ketika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan di masa melaksanakan kegiatan sebagai pekerja agar bisa diberikan tanggungan baik itu meninggal dunia, kemudian cacat termasuk juga tanggungan ketika berobat ke rumah sakit”, tambahnya. (HMJ/TRA).


Bupati Dukung Kuat Inisiatif RHL DPR RI, Serahkan Ribuan Bibit Produktif

NEWS INTERMEDIA.COM || Jembrana – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menegaskan komitmen penuh Pemkab Jembrana terhadap pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui inisiatif rehabilitasi hutan dan lahan serta program penanaman bibit produktif. Dukungan tersebut diwujudkan dengan keterlibatan dalam kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Program Rehabilitasi Lahan dan Lahan (RHL), Kebun Bibit Rakyat (KBR), dan Bibit Produktif yang digelar di Banjar Sumbersari, Desa Melaya, Jembrana, Selasa (14/10).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Nyoman Adi Wiryatama bersama BPDAS Unda Anyar, sebagai wujud kolaborasi antar lembaga dalam mendorong pengelolaan hutan berkelanjutan. Bupati Kembang Hartawan menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Ia menyebut bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan hutan yang lestari sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar kawasan hutan.

“Kami dari Pemkab Jembrana mewakili masyarakat menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. Ini bentuk nyata upaya bersama menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberi manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” ujar Bupati Kembang. Ia juga berharap melalui kegiatan ini penguatan kelembagaan KTH serta kesinambungan program perhutanan sosial dapat terus terjaga untuk, demi mewujudkan Jembrana yang hijau, lestari, dan sejahtera.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Nyoman Adi Wiryatama menyebut sasaran utama sosialisasi adalah kelompo tani hutan dan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan di Melaya dan sekitarnya. “Materi sosialisasi mencakup teknis penanaman yang benar, pemilihan jenis bibit unggul, pemeliharaan tanaman, hingga model-model kemitraan kehutanan yang dapat menunjang ekonomi masyarakat,” ucap Adi Wiryatama.

Mantan Bupati Tabanan 2 periode (2000-2010) tersebut berharap melalui program RHL ini, lahan-lahan kritis dapat segera direhabilitasi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Kebun Bibit Rakyat (KBR), dan Bibit Produktif yang berkelanjutan.

Adi Wiryatama mengatakan, kegiatan RHL ini merupakan langkah proaktif untuk memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan agar daya dukung, produktivitas, dan peranannya dalam sistem penyangga kehidupan tetap terjaga.

“Rehabilitasi hutan adalah investasi jangka panjang untuk anak cucu kita. Saya berharap bimbingan teknis ini tidak hanya berhenti pada teori, tetapi langsung diimplementasikan di lapangan. Kita tanam hari ini, kita panen kelestarian dan kesejahteraan di masa depan,” pungkasnya.

Selain bimtek, juga dilaksanakan penanaman bibit produktif berupa bibit alpukat jenis alpukat miki di Kebun Bibit Rakyat (KBR) Banjar Sumbersari, Desa Melaya. Disamping itu juga diserahkan bantuan ribuan bibit produktif seperti alpukat, duren, dan lainnya, benih padi, traktor, serta penyerahan piagam penghargaan pembayaran PNPB UPTD KPH Bali Barat kepada 11 kelompok perhutanan sosial.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Kepala BPDAS Unda Anyar, Tri Adi Wibisono, Anggota DPRD Jembrana, Kepala UPTD KPH Bali Barat, Agus Sugiyanto, Camat Melaya, Prebekel, Bendesa dan seluruh warga masyarakat. (HMJ/TRA).


Bupati Kembang Fokus “Jemput Bola” Selesaikan Masalah Infrastruktur

NEWS INTERMEDIA.COM || Jembrana – Di tengah tantangan efisiensi anggaran dan kondisi fiskal yang ketat, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan terus menunjukkan komitmennya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu fokus utamanya adalah percepatan perbaikan infrastruktur jalan yang berdampak langsung pada mobilitas dan keselamatan warga.

Dalam kunjungan kerja sehari di Medewi, senin ( 13/10) , Bupati Kembang didampingi Kepala Dinas PUPR PKP I Wayan Sudiarta serta jajaran terkait, turun langsung meninjau sejumlah titik kerusakan jalan di Desa Medewi, Senin (13/10), termasuk ruas jalan Yudistira yang mengalami Jebol dan kerusakan yang cukup parah.

“Kita tidak bisa menunggu. Infrastruktur jalan ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Tim kami turun mengecek langsung, dan ini akan segera ditindaklanjuti. Anggaran yang disiapkan untuk penanganan jalan ini mencapai Rp 650 juta,” ujar Bupati Kembang.

Selain meninjau, Bupati juga menekankan pentingnya peran serta aparat desa dalam memberikan respons awal terhadap kerusakan jalan. Ia meminta agar pihak desa sigap memberi tanda peringatan pada titik-titik rawan agar pengguna jalan terhindar dari kecelakaan. “Tolong ada aksi cepat. Kasih tanda peringatan. Kalau sampai ada anak yang jatuh di sini, bagaimana? Kita semua punya tanggung jawab,” tegasnya di hadapan aparat desa dan warga setempat.

Selain itu, Bupati Kembang juga melaksanakan Ngampik ke rumah warga dengan mendengarkan Langsung Keluh Kesah Warga Desa Medewi Dalam upaya mempercepat penyerapan aspirasi dan memastikan program pembangunan berjalan tepat sasaran, Program Ngampik ini merupakan program Bupati Jembrana saat Kampanye lalu untuk memangkas jarak birokrasi dan merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat.

Dalam dialog yang berlangsung santai namun serius di rumah warga, beberapa isu krusial menjadi fokus pembahasan. “Saya datang, bukan hanya untuk menyapa, tapi juga untuk memastikan setiap keluhan didengar dan setiap masalah segera dicarikan solusinya,” tegas Bupati Kembang di hadapan warga.

Sementara, Perbekel Desa Medewi I Nengah Wirama mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Bupati yang begitu cepat merespon keluhan dari masyarakat serta pengguna jalan lainnya. “Terimakasih pak bupati, sudah merespon dengan cepat soal kondisi jalan. Kami semua masyarakat desa medewi, Sekali lagi, terimakasih Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati yang begitu cepat merespon keluhan masyarakat,” ucapnya. (Hmj/Tra).