- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_img

Info Denpasar Soal Bazar Pangan, Posyandu, Awards dan TPA Sarbagita

- Advertisement -spot_img

Pemkot Kembali Gelar Bazar Pangan, Strategi Pengendalian Inflasi

NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan kembali menggelar Bazar Pangan yang dipusatkan di Kawasan Lapangan Lumintang, Denpasar, Kamis (16/10). Kegiatan yang dilaksanakan serangkaian Hari Pangan Sedunia ini diharapkan dapat mendukung optimalisasi pengendalian inflasi serta menjaga stabilitas bahan pokok di masyarakat.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Ket foto : Pelaksanaan Bazar Pangan Pemkot Denpasar serangkaian Hari Pangan Sedunia dan mendukung optimalisasi pengendalian inflasi di Kawasan Lapangan Lumintang, Denpasar, Kamis (16/10).

Berdasarkan pemantauan, diketahui harga komoditi Beras Medium berada dikisaran Rp. 58. 000, Gula Pasir berada dikisaran harga Rp. 17.500/Kg, Bawang Merah seharga Rp. 38.000/Kg, Bawang Putih berada dikisaran Rp. 35.000/Kg, Cabe Kecil di angka Rp. 30.000/Kg, Daging Ayam berada dikisaran Rp. 34.000/Kg dan Telor berada di kisaran harga Rp. 50.000/Krat.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Mertha didampingi Kabag Perekonomian Setda Kota Denpasar, I Wayan Putra Sarjana saat dijumpai disela kegiatan mengatakan, selain rutin menggelar operasi pasar, Pemkot Denpasar juga menggelar Bazar Pangan. Hal ini sebagai upaya mendukung pengendalian inflasi dengan menjaga stabilitas harga. “Ini merupakan salah satu strategi pengendalian inflasi, sehingga mampu menjaga stabilitas bahan pokok yang menyebabkan inflasi,” ujarnya

Lebih lanjut dijelaskan, Bazar Pangan ini dilaksanakan dengan menyasar kanton-kantong kepadatan penduduk. Sehingga diharapkan mampu memberikan intervensi terhadap harga-harga bahan pokok di pasaran. “Dengan Bazar Pangan ini kami berharap mampu meningkatkan akses pangan masyarakat, terutama pangan pokok dan strategis, serta berkualitas baik dengan harga dibawah pasar, sebagai upaya berkelanjutan menjaga stabilitas harga dan inflasi daerah,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, Ni Luh Putu Rini Styasih, mengatakan bahwa pelaksanaan Bazar Pangan ini dirangkaikan dengan Hari Pangan Sedunia. Mengusung tema hak atas pangan untuk kehidupan dan masa depan yang lebih baik, berbagai kegiatan juga turut dilaksanakan, yakni pelatihan petualangan hijau, pelatihan kompos, pelatihan sabun eco enzyme, pelatihan ecoprint, dan pelatihan pengolahan pangan sehat. “Bazzar pangan ini dilaksanakan guna memudahkan akses pangan, dan memberikan harga terjangkau bagi masyarakar,” ujarnya.

Sementara, salah seorang masyarakat, Ramli mengakui sangat terbantu dengan adanya bazar pangan yang diadakan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar ini. “Sekarang ini, ekonomi agak sulit, tapi dengan adanya bazar pangan ini sangat terbantu bagi kami untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga murah. Terima kasih Pemerintah Kota Denpasar yang telah membantu masyarakat dalam bazar pangan ini,” ujar Ramli. (Ags/Tra).


Sistem Pengelolaan Data Kesehatan Ibu dan Bayi Secara Cepat dan Akurat

NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan, meluncurkan sebuah inovasi Layanan Data Terintegrasi dan Terpadu Ibu Anak Denpasar (Lagu Bunda) melalui pengembangan aplikasi Sistem Informasi Ramah Ibu dan Anak (SIRIA) yang ditujukan untuk mengelola data kesehatan ibu dan bayi secara cepat dan akurat, sehingga diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kota Denpasar. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, yang juga penggagas dari inovasi ini, dr. Anak Agung Ayu Candrawati, M.Kes saat dihubungi di kantornya, Kamis (16/10).

Ket. Foto : Para Kader Posyandu dan Kader Pembangunan Masyarakat, saat berfoto bersama usai mengikuti Sosialisasi terkait dengan penginputan data Ibu dan Bayi untuk inovasi Lagu Bunda beberapa waktu lalu.

Selebihnya, dr. Agung Candrawati juga menerangkan secara detail, inovasi ini secara garis besar mendukung kebijakan Reformasi Birokrasi (RB) Tematik yang didalamnya terdapat hal yang difokuskan, yakni meliputi peningkatan kualitas dan akses layanan kesehatan.

Beberapa hal di dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan meliputi  penyediaan layanan kesehatan berbasis masyarakat dengan dukungan plat form digital. Selain itu ada  juga penguatan pengambilan keputusan yang berbasis data untuk peningkatan mutu layanan kesehatan itu sendiri.

“Inovasi ini merupakan wujud nyata komitmen daerah dalam memperkuat sistem informasi kesehatan yang terintegrasi, modern, dan ramah ibu serta anak. Melalui data yang terintegrasi, kita dapat memperkuat deteksi dini, mempercepat penanganan, dan memastikan setiap ibu dan anak mendapatkan layanan kesehatan dengan baik,” jelasnya.

Lebih dari itu, dr. Agung Candrawati juga menyampaikan, adapun secara teknis, sistem pengelolaan data digital ini berupa penerapan proses bisnis digital, yang menggunakan data terintegrasi dan terpadu berbasis domisili.

“Inovasi ini diharapkan mampu memastikan setiap ibu dan bayi terpantau secara real time. Keberhasilan implementasi Lagu Bunda, tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh komitmen, kolaborasi, dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, hingga masyarakat,” kata dr. Agung Candrawati lagi.

Dengan sinergi yang kuat, lanjut dr. Agung Candrawati, Kota Denpasar dapat diharapkan dapat menjadi contoh daerah yang berhasil menekan angka kematian ibu dan bayi melalui pendekatan berbasis data dan inovasi layanan publik. “Semoga ikhtiar ini membawa manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta menjadi kontribusi berharga menuju tercapainya visi Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (Win/Tra).


Denpasar Raih Penghargaan Mandaya Awards 2025

NEWS INTERMEDIA.COM || Jakarta – Pemerintah Kota Denpasar meraih penghargaan dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar kepada Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam acara Mandaya Awards 2025 yang digelar di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, Kamis sore, (16/10).

Teks Foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menerima penghargaan Mandaya Awards 2025 kategori Pamberdayaan dan Perlindungan Sosial yang diserahkan langsung Menko Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar yang digelar di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, Kamis sore, (16/10).

Penghargaan Mandaya merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap dedikasi dan kontribusi daerah, lembaga, maupun individu dalam memberdayakan masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan nasional. Tahun ini, Kota Denpasar menjadi salah satu penerima penghargaan untuk kategori Pamberdayaan dan Perlindungan Sosial.

Menko PM Muhaimin Iskandar dalam sambutannya menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat adalah kunci keberhasilan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Menurutnya, ukuran keberhasilan bukan hanya pada program bantuan sosial, melainkan pada meningkatnya kemandirian dan martabat masyarakat.

“Mandaya adalah simbol pengakuan negara terhadap kiprah nyata pemberdayaan masyarakat. Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi cambuk bagi kita semua untuk bekerja lebih keras, karena tantangan sosial ekonomi ke depan masih kompleks,” ujar Muhaimin.

Muhaimin mengungkapkan, angka kemiskinan nasional tahun 2025 masih berada di level 8,47 persen, dengan lebih dari 12,58 juta jiwa penduduk miskin tinggal di wilayah pedesaan. Selain itu, tingkat ketimpangan sosial masih cukup tinggi dengan gini rasio 0,375, sementara sekitar 4,85 juta dari 7,28 juta pengangguran merupakan tenaga kerja terdidik.

Dalam menghadapi situasi tersebut, Muhaimin menekankan pentingnya strategi pemberdayaan yang berkelanjutan. Muhaimin menilai, bantuan sosial memang berfungsi sebagai “bantalan”, tetapi upaya membangun ekosistem yang menumbuhkan kemandirian dan produktivitas masyarakat jauh lebih penting. “Mandaya adalah simbol perubahan paradigma, dari bantuan menjadi pemberdayaan, dari program menjadi gerakan, dari ide menjadi dampak nyata,” tegasnya.

Muhaimin menambahkan, 50 inisiatif terbaik penerima penghargaan tahun ini memiliki satu benang merah: keyakinan bahwa masyarakat dapat menjadi pelaku utama pembangunan apabila diberikan ruang, akses, dan kepercayaan.

Menurut Muhaimin, tugas pemerintah adalah memastikan ekosistem pemberdayaan tersebut berkelanjutan. Dimana setiap kebijakan dan penggunaan anggaran negara harus bermuara pada peningkatan daya masyarakat.

Presiden RI, kata Muhaimin, juga telah memberikan arahan agar tidak ada fasilitas pemerintah yang dibiarkan mangkrak. Fasilitas publik harus dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan UMKM dan kegiatan ekonomi masyarakat di akar rumput. “UMKM harus menjadi prioritas utama. Pemerintah wajib memberikan ruang dan fasilitas strategis agar UMKM bisa tumbuh sehat dan bersaing di tengah iklim ekonomi yang ketat,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Muhaimin menyebut bahwa Mandaya bukan hanya sekadar penghargaan, melainkan gerakan nasional yang menandai babak baru dalam pemberdayaan masyarakat. Oleh karenanya, Muhaimin mengajak seluruh pemimpin daerah dan pemangku kepentingan untuk bersinergi membangun ekosistem yang menumbuhkan produktivitas sosial.

Sementara Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia atas penghargaan Mandaya Awards tahun ini kepada Kota Denpasar.

“Penghargaan Mandaya Awards yang diterima Pemerintah Kota Denpasar ini menjadi pengakuan atas keberhasilan pemerintah daerah dalam Program pengentasan kemiskinan berbasis perlindungan sosial dengan sistem digitalisasi DTKS – NIK, dilengkapi home visit, sorta diperkuat kontribusi BUM Desa untuk PADes dan pomberdayaan masyarakat. Yang mana kedepannya, langkah ini diharapkan semakin memperkuat komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera”, ungkapnya. (ays/Tra).


Damkar Denpasar Laksanakan Pendinginan TPA Sarbagita

NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar, Cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Denpasar akhir-akhir ini mendorong Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Denpasar mengambil langkah antisipatif dan dua armada Damkar diterjunkan untuk melaksanakan kegiatan pendinginan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Sarbagita Suwung, Kamis (16/10).

Ket. Foto : Damkar Denpasar terjunkan armada untuk melaksanakan kegiatan pendinginan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Sarbagita Suwung, Kamis (16/10)

Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah timbulnya titik panas yang dapat berpotensi menyebabkan kebakaran di area TPA. Mengingat tumpukan sampah di lokasi tersebut mudah terbakar, upaya penyiraman air dilakukan secara berkala, terutama di bagian tengah area pembuangan yang memiliki risiko paling tinggi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif guna menjaga stabilitas suhu di sekitar lokasi. Tirana menyebut, penyiraman dilakukan secara bertahap dan akan dilanjutkan kembali hingga kondisi cuaca kembali normal.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya antisipatif kami untuk mencegah terjadinya kebakaran di area TPA. Cuaca panas dan arah angin yang tidak menentu dapat memicu titik api dari gas metana yang terkandung di dalam tumpukan sampah. Karena itu, tindakan pendinginan rutin menjadi penting,” jelasnya.

Tirana menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pengelola TPA Regional Sarbagita serta instansi terkait lainnya untuk melakukan pemantauan suhu dan memastikan tidak muncul gejala kebakaran bawah permukaan.

“Kami berharap langkah ini dapat menjaga kestabilan suhu dan mencegah munculnya asap maupun api yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar TPA,” ujarnya.

Tirana juga menegaskan bahwa upaya pencegahan ini menjadi bagian dari kesiapsiagaan Damkar Denpasar menghadapi musim kemarau panjang dan suhu ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah Bali.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Denpasar mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran, tidak membakar sampah sembarangan, serta segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda kebakaran di lingkungan sekitar. (Prokopim/Tra)


 

- Advertisement -spot_img
admin
adminhttps://newsintermedia.com
Seorang Jurnalist yang sudah sangat berpengalaman dalam bidang Pers, sudah mengajar Pers, Kode Etik Waratawan, naskah nskah banyak di tulis, kami juga mencipta lagi dan pusi, cerpen dan Biografi para pejabat negara , pejabta teras
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img