Beranda / Berita Terkini / Info Bali Soal Koperasi, TPA, Gas LPG, Teater, Pelantikan, Politik dan Digital 

Info Bali Soal Koperasi, TPA, Gas LPG, Teater, Pelantikan, Politik dan Digital 

Gubernur Koster Sebut Gerakan Bersama Koperasi Membangun Bali

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

NEWSlNTERMEDIA.COM Il DENPASAR –Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi dari Koperasi Konsumen Puskopkar Kerthi Bali di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, pada Rabu (16/7).

Pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi daerah melalui rencana peluncuran produk simpanan bernama “Sikerthi” yang melibatkan ribuan koperasi aktif di Bali. Kurang lebih 3000 koperasi aktif akan menghadiri peluncuran produk Sikerthi yang direncanakan digelar Agustus 2025. Gubernur Koster mengajak semua koperasi bersatu dan bergerak bersama membangun semua lini Bali.

Untuk itu, Koster menyambut positif inisiatif tersebut, dan menyarankan agar peluncuran dapat dilakukan pada bulan Agustus mendatang, bertepatan dengan momentum perayaan Hari Kemerdekaan RI. “Saya sangat mendukung program ini. Kalau bisa, peluncurannya dilakukan Agustus. Kita jadikan ini gerakan bersama koperasi membangun Bali,” ujar Gubernur.

Gubernur dua periode ini menegaskan pentingnya identitas budaya Bali dalam setiap produk lokal. Ia mencontohkan dukungannya terhadap produk Arak Bali, yang telah ia promosikan secara terbuka tanpa imbalan, dengan tetap mengikuti kaidah lokal.

“Gunakan aksara Bali dalam label produk. Branding-nya harus menonjolkan etnik dan budaya Bali. Ini agar produk kita benar-benar terlihat berasal dari Bali. Saya minta segera buat surat edaran agar produk lokal Bali wajib mencantumkan aksara Bali,” tegasnya.

Ketua Koperasi Konsumen Puskopkar Kerthi Bali, I Wayan Sumerta, menyampaikan bahwa peluncuran produk “Sikerthi” akan dilakukan secara serentak oleh koperasi-koperasi di Bali, sebagai bentuk gerakan kolektif membangun ekonomi daerah yang berlandaskan nilai-nilai Ekonomi Kerthi Bali. Sekitar 3.000 koperasi aktif rencananya akan diundang dalam acara peluncuran tersebut, dan Gubernur Koster dijadwalkan hadir secara langsung.

“Sikerthi akan menjadi produk simpanan bersama yang memperkuat semangat kebersamaan koperasi. Dengan semangat gotong royong, kami ingin koperasi menjadi lokomotif mewujudkan ekonomi Bali yang berdikari,” ujar Sumerta.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa koperasi desa (Kopdes) memiliki potensi besar dalam mendukung sektor-sektor strategis seperti pertanian, peternakan, perkebunan, hingga perikanan. Produk lokal khas Bali seperti Arak Bali dan garam tradisional juga bisa dikelola sebagai unit usaha koperasi.

Koperasi Sehat Jadi Tulang Punggung Ekonomi Bali

Gubernur Koster juga menyoroti kondisi koperasi di Bali. Dari lebih dari 6.000 koperasi, masih ada yang berada dalam kondisi tidak sehat. Ia meminta agar koperasi yang sakit segera diperbaiki dan diberi pendampingan.

“Koperasi yang sehat harus dijaga agar terus berkembang. Yang sakit kita sembuhkan, beri rekomendasi dan pembinaan. Jangan hanya diam. Kita fasilitasi permodalan, bantu desain produk dan strategi pemasaran yang bagus,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Gubernur Koster juga merencanakan penyelenggaraan pameran dan festival lokal Bali yang melibatkan koperasi dan UMKM. Festival ini akan mengundang wisatawan mancanegara untuk lebih mengenal dan membeli produk-produk lokal Bali. “Kita buat festival khusus UMKM Bali. Tampilkan produk koperasi, undang wisatawan. Dengan begitu, produk Bali bisa terus terangkat,” tutupnya.( Noer/tra)

TPA Regional Sarbagita Ditutup Setiap Hari Rabu  Dukung Penataan dan Penghentian 

NEWSlNTERMEDIA.COM Il DENPASAR –Dalam rangka mendukung upaya penataan dan penghentian sistem pembuangan sampah secara terbuka (open dumping), Pemerintah Provinsi Bali bersama instansi terkait telah menyepakati kebijakan penutupan sementara pelayanan pembuangan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Sarbagita setiap hari Rabu, mulai 16 Juli 2025.

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 921 Tahun 2025, yang mengatur penghentian pengelolaan sampah dengan metode open dumping dalam jangka waktu paling lama 180 hari. Saat ini, TPA Sarbagita diketahui masih menerapkan sistem tersebut.

Penutupan layanan ini bertujuan agar kegiatan penataan di TPA dapat berlangsung secara optimal. Dengan estimasi volume sampah yang masuk mencapai sekitar 1.000 ton per hari, serta pergerakan 400 hingga 500 truk pengangkut setiap harinya, proses penataan tidak dapat dilakukan secara maksimal apabila pelayanan pembuangan tetap berlangsung bersamaan.

Adapun kegiatan penataan meliputi pendorongan sampah ke area penimbunan, pemadatan menggunakan alat berat, dan penutupan dengan tanah urug. Langkah ini sejalan dengan upaya memenuhi standar pengelolaan lingkungan serta mengakhiri praktik open dumping yang tidak lagi diperbolehkan.

Kepala Dinas KLH Provinsi Bali, I Made Rentin, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat transformasi pengelolaan sampah menuju sistem yang lebih tertib, modern, dan berkelanjutan. “Penutupan sementara ini sangat penting agar proses penataan dapat berjalan dengan fokus dan tidak terganggu oleh aktivitas armada pengangkut sampah,” ujarnya.

Pemerintah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung diimbau untuk menyosialisasikan kebijakan ini kepada seluruh pengguna layanan TPA, guna memastikan penyesuaian jadwal dan mekanisme pembuangan sampah dapat dilakukan dengan baik.

Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat langkah-langkah penanganan sampah yang lebih efektif, tertib, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan di wilayah Sarbagita.

Hasil pantauan lapangan, hari pertama penutupan (16 Juli 2025) termonitor dalam kondisi aman dan terkendali. Hanya ada satu truk yang datang membawa sampah; pengemudi menyatakan telah mengetahui adanya penutupan, namun tetap mencoba mengakses lokasi. Petugas dengan tegas meminta yang bersangkutan untuk putar balik.

Pemerintah Provinsi Bali menegaskan kembali agar semua pihak mendukung Gerakan Bali Bersih Sampah dengan melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber, khususnya pengolahan tuntas sampah organik di tingkat rumah tangga. Dengan demikian, beban dan tekanan terhadap TPA dapat berkurang secara signifikan, dan hanya residu yang dibawa ke TPA. (Eka/Tra).

Tim Satgas Terpadu Disperindag Bali Sidak 9 Pangkalan Gas LPG 3 Kg

NEWSlNTERMEDIA.COM Il DENPASAR – Tim Satgas Pengawas Terpadu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali bersama PT Pertamina Patra Niaga, didampingi oleh Disperindag Kota Denpasar, Satpol PP Provinsi Bali, Disnaker ESDM Provinsi Bali, Diskominfos Provinsi Bali, serta Biro Hukum Setda Prov Bali kembali melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu (16/7). Kegiatan ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat terkait sulitnya memperoleh LPG 3 kg di wilayah Kota Denpasar.

Target sidak difokuskan pada pengecekan kesesuaian laporan masyarakat dengan kondisi di lapangan agar permasalahan terkait kelangkaan LPG 3 kg dapat segera ditangani. Diharapkan, distribusi dan ketersediaan LPG 3 kg di tingkat pangkalan dapat kembali normal.

Setelah melakukan koordinasi dengan Disperindag Kota Denpasar, Tim Satgas langsung turun ke sejumlah pangkalan di wilayah Denpasar Timur, antara lain di kawasan Gandapura, Kompleks Perumahan TNI AD, serta beberapa pangkalan di Jalan Akasia. Selain Denpasar Timur, tim juga menyasar wilayah Denpasar Barat, termasuk pangkalan di Jalan Teuku Umar, Jalan Gunung Guntur, dan kawasan Padangsambian.

Dari hasil pengawasan di sembilan titik pangkalan, Tim Satgas menemukan sejumlah pelanggaran, antara lain Enam (6) pangkalan masih memasang papan identitas pangkalan tidak sesuai ketentuan (tidak ditempatkan di lokasi yang mudah terlihat oleh masyarakat); Lima (5) pemilik pangkalan masih melakukan canvassing ke pengecer dengan jumlah melebihi batas ketentuan (10% dari kuota yang diperoleh); Empat (4) pangkalan menjual LPG 3 kg di atas harga eceran tertinggi (HET).


Selain itu, dilakukan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) terhadap satu pelaku usaha karena terdapat ketidaksesuaian antara nama pangkalan dengan penanggung jawab yang baru. Pangkalan tersebut akan diaktifkan kembali dengan nama yang sesuai.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Tim Satgas memberikan pembinaan kepada pelaku usaha agar memasang papan nama pangkalan sesuai ketentuan dan mudah dilihat warga. Pembinaan juga diberikan kepada pemilik pangkalan agar menjual LPG 3 kg sesuai HET berdasarkan Peraturan Gubernur Bali, serta menyalurkan LPG ke pengecer maksimal sebesar 10% dari kuota yang diterima.

Koordinator Tim Pengawas Terpadu Disperindag Provinsi Bali, I Wayan Pasek Putra, bersama pihak Pertamina, meminta pelaku usaha menandatangani surat pernyataan bermaterai yang diketahui oleh pihak agen dan Hiswana Migas.

Pihak Pertamina juga menegaskan, apabila pelanggaran masih terjadi, maka akan diberlakukan sanksi tegas berupa pengurangan pasokan LPG hingga rekomendasi pemutusan hubungan usaha (PHU). (Tutt/Tra) .

Ibu Putri Koster Apresiasi Konsistensi Teater Angin Lestarikan Seni

NEWSlNTERMEDIA.COM Il DENPASAR – Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, secara resmi menutup Malam Apresiasi Sastra (MAS) Teater Angin SMA Negeri 1 Denpasar Tahun 2025, yang digelar di Aula SMA Negeri 1 Denpasar, Rabu (16/7) malam.

MAS 2025 yang berlangsung selama dua hari ini mengangkat tema “Cahaya” sebagai simbol kreativitas dan semangat berkesenian generasi muda.

Dalam sambutannya, Ibu Putri Koster menyampaikan apresiasi atas konsistensi Teater Angin SMA Negeri 1 Denpasar yang telah berdiri sejak tahun 1981 dan hingga kini tetap aktif sebagai ruang pengembangan seni peran dan sastra di kalangan pelajar. Ia menilai keberlangsungan Teater Angin merupakan bukti nyata bahwa seni modern tetap mendapat tempat di tengah perkembangan zaman.

“Saya bangga karena Teater Angin lahir dari kecintaan terhadap seni. Dulu sekadar hobi, kini terbukti tetap bertahan dan diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Ibu Putri Koster, yang turut memiliki kenangan khusus sebagai salah satu pemain saat Teater Angin pertama kali dirintis.

Ibu Putri Koster juga menegaskan pentingnya peran sekolah dalam mendukung ruang kreatif bagi siswa, tidak hanya fokus pada capaian akademis, tetapi juga membentuk kecerdasan emosional, spiritual, dan karakter. Ia menilai bahwa seni, termasuk teater, memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengasah kepekaan sosial dan membentuk kepribadian yang lebih utuh.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya memberikan ruang yang seimbang bagi seni tradisional maupun modern. Ia mencontohkan keberadaan Festival Seni Bali Jani sebagai wadah bagi pelaku seni modern, termasuk teater dan sastra.

Di akhir sambutannya, sebagai bentuk dukungan nyata, Ibu Putri Koster menyampaikan bahwa Bapak Gubernur Bali berkomitmen untuk menambah ruang pengembangan teater sekolah, termasuk melalui rencana penyelenggaraan Lomba Drama Modern antar-SMA/SMK se-Bali guna memperkuat eksistensi teater di kalangan pelajar.

“Mari terus dukung anak-anak kita, beri ruang agar mereka tumbuh menjadi insan yang berguna, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat dan negara,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Denpasar, Made Rida, menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak, khususnya Ibu Putri Koster, guru pembina, orang tua siswa, dan para alumni yang terus mendorong eksistensi seni dan sastra di sekolah. Ia berharap kegiatan seperti Malam Apresiasi Sastra dapat terus menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain.(Ari/Tra).

Isi Kekosongan, Dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemprov Bali Dilantik

NEWSlNTERMEDIA.COM Il DENPASAR – Mewakili Gubernur Bali, Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta melantik dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) di lingkungan Pemprov Bali, Kamis (17/7/2025).

Dua pejabat setingkat eselon II yang dilantik yaitu Drs. I Wayan Budiasa, M.Si., sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Bali, menggantikan pejabat sebelumnya yang memasuki masa purna tugas. Adapun posisi Budiasa sebagai Kepala Biro Umum Setda Provinsi Bali diisi oleh I Wayan Purnamarta, S.IP., M.AP., yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Rumah Tangga.

Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan PPTP ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, serta para kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster, dalam sambutan yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Giri Prasta, menegaskan bahwa pengisian jabatan tidak ada kaitannya dengan faktor-faktor di luar tatanan manajemen birokrasi, seperti faktor politik, kedekatan, apalagi praktik transaksional. “Hal ini saya lakukan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa proses pengisian jabatan PPTP di lingkungan Pemprov Bali dilaksanakan melalui manajemen talenta sebagai salah satu strategi peningkatan kualitas, sekaligus memberikan kesempatan yang sama dalam pengembangan karier dan kompetensi sebagai sarana aktualisasi diri pegawai.

Manajemen talenta dirancang untuk mencari, mengelola, dan mempertahankan talenta terbaik sebagai calon pemimpin masa depan. Talenta terbaik akan mengisi posisi strategis yang diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam pencapaian visi, misi, dan strategi organisasi.

Ia menambahkan, dalam pencarian talenta digunakan matriks pemetaan berupa kotak manajemen talenta dengan menggunakan dua unsur nilai, yaitu kinerja dan potensi.

Masih dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa pelantikan JPTP merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan kinerja birokrasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pelantikan ini diharapkan membawa perubahan positif dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Gubernur kelahiran Desa Sembiran ini mengucapkan selamat kepada pejabat yang baru dilantik. Ia berpesan agar para pejabat yang baru dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh dedikasi, loyalitas, profesionalisme, dan integritas.

“Saudara harus mampu menjadi pemimpin yang inspiratif, inovatif, dan inklusif, serta mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi unit kerja, instansi, dan daerah,” harapnya.

Selain itu, pejabat baru juga diharapkan mampu mempertahankan capaian unit kerja serta segera memperbaiki kelemahan dan kekurangan yang ada.

“Tingkatkan inovasi, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan strategis, dan secara cepat mengambil kebijakan teknis dalam melayani masyarakat. Kecepatan merealisasikan program pembangunan harus dilakukan secara kolaboratif, tidak terjebak pada rutinitas administratif, serta menjauhkan ego sektoral dalam mengeksekusi program/kegiatan prioritas berbasis outcome dengan target terukur,” pungkasnya.(Dsk/Tra).

Ketua BKOW Bali Tekankan Pentingnya Pendidikan Politik bagi Perempuan

NEWSlNTERMEDIA.COM Il DENPASAR –Ketua Umum Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali, Ibu Seniasih Giri Prasta, menegaskan pentingnya pendidikan politik bagi perempuan sebagai fondasi partisipasi aktif dalam demokrasi. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber utama dalam Seminar Pendidikan Politik bagi Kaum Perempuan yang digelar di Kantor Kesbangpol Provinsi Bali, Kamis (17/7).

Seniasih menyampaikan keprihatinannya atas masih rendahnya keterlibatan perempuan dalam politik formal, meskipun memiliki peran sosial dan adat yang kuat. Berdasarkan data terbaru, keterwakilan perempuan di DPR RI periode 2024 baru mencapai 21,3%, sementara di tingkat DPRD provinsi/kabupaten/kota rata-rata masih di bawah 25%. Jumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah perempuan di Indonesia juga dinilai masih sangat terbatas.

“Perempuan harus menjadi pemilih yang cerdas sekaligus pemimpin yang berani tampil. Pendidikan politik sangat penting untuk membentuk keberanian, pemahaman, dan solidaritas antarperempuan dalam mendukung sesama,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen, BKOW Bali menjalankan program Perempuan Bali Sadar Demokrasi yang fokus pada pelatihan kepemimpinan, forum diskusi desa, hingga kampanye kesadaran politik. Program ini menyasar berbagai kalangan—mulai dari ibu rumah tangga hingga tokoh adat—dan dijalankan melalui kolaborasi dengan KPU, Bawaslu, Kesbangpol, serta organisasi masyarakat sipil.

Gek Diah: Perempuan Bali Harus Berani Suarakan Gagasan

Senada dengan Seniasih, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali, Putu Diah Pradnya Maharani alias Gek Diah, mendorong perempuan Bali dari kalangan pelajar hingga dewasa untuk lebih kritis terhadap isu-isu sosial.

“Perempuan Bali jangan ragu menjadi penggerak dan pemimpin. Tapi untuk berani, kita harus memahami literasi politik secara menyeluruh,” ujar Gek Diah, yang dikenal sebagai anggota DPRD Bali termuda sekaligus peraih suara tertinggi pada Pemilu 2024.

Ia juga mengingatkan agar perempuan mewaspadai pengaruh media sosial dalam demokrasi modern.

“Apa yang viral di media sosial belum tentu benar. Kita tidak boleh dikendalikan oleh medsos, justru kita yang harus mengendalikannya,” imbuhnya.

KPU Targetkan 50 Persen Keterwakilan Perempuan

Dalam sesi pemaparan, Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, menyatakan bahwa pihaknya tidak hanya menargetkan keterwakilan perempuan sebesar 30 persen, tetapi ingin mendorong komposisi yang lebih setara, yakni 50:50 di parlemen.

“Target kami bukan sekadar angka, tapi juga kualitas kader perempuan. KPU terus mendorong green election, transparansi pemilu, dan pelibatan perempuan dalam proses politik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali, Gede Suralaga, menegaskan bahwa pendidikan politik perempuan merupakan bagian integral dari pembangunan Bali yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Perempuan tidak hanya layak dipilih, tapi juga layak memimpin. Dengan semangat Sad Kerthi, mari kita bangun demokrasi Bali yang berbudaya dan adil gender,” ujarnya saat membuka seminar secara resmi.

Peserta dari Berbagai Kalangan Antusias Ikuti Seminar

Seminar ini dilaksanakan secara luring dan daring, dengan partisipasi aktif dari perwakilan OSIS SMA/SMK, BEM kampus, mahasiswa Fisipol, serta masyarakat umum yang mengikuti melalui platform Zoom Meeting.

Acara ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong kesetaraan gender dan memperkuat peran perempuan dalam ranah publik, khususnya menjelang tahapan politik yang semakin dinamis di Indonesia. (Ari/tra).

Ibu Putri Koster Ajak Generasi Muda Bali Cerdas dan Bijak Sikapi Teknologi Digital

NEWSlNTERMEDIA.COM Il DENPASAR – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster, mengajak generasi muda untuk menjadi pribadi yang cerdas dan bijak dalam memanfaatkan kemajuan teknologi digital. Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi pembicara utama dalam Talkshow Anak Cerdas Digital yang digelar di Jaya Sabha, Denpasar, pada Kamis (17/7).

Dalam kesempatan itu, Ibu Putri Koster menekankan pentingnya kecerdasan anak-anak dalam memilah informasi yang tersebar di dunia digital. Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak hanya terpaku pada sisi positif dari teknologi, tetapi juga memahami serta mewaspadai dampak negatif yang ditimbulkan.

“Karena anak-anak lahir di zaman digital, Ibu minta gunakan kecerdasannya untuk memilah. Tidak hanya menonjolkan hal-hal positif, tetapi juga harus tetap waspada terhadap dampak negatif dari kemajuan teknologi,” ujarnya.

Menurut Ibu Putri Koster, perkembangan teknologi digital saat ini membawa banyak tantangan. Salah satunya adalah meningkatnya kasus judi online dan peredaran narkotika melalui media sosial. Ia pun berharap generasi muda lebih peka dan kritis terhadap fenomena tersebut.

“Kemajuan digital yang begitu masif saat ini membuat kita merasa hidup di dunia tanpa sekat. Semua informasi tersedia dalam genggaman melalui gawai, tetapi jika tidak disikapi secara bijak, akan berdampak buruk,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kecenderungan anak-anak yang mulai mengalami kecanduan gawai, kesulitan bersosialisasi secara langsung, hingga membangun ekspektasi yang tidak realistis terhadap kehidupan di media sosial.

“Anak-anak, jadilah generasi yang menjadi pilar kejayaan bangsa. Jadilah harapan orang tua, harapan tanah Bali, dan harapan Indonesia. Mari kita jaga negeri ini agar tetap berdaulat, berdikari, dan memiliki jati diri,” pesan Ibu Putri Koster.

Sebagai Duta Program PSBS PADAS (Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber), Ibu Putri Koster juga mengajak generasi muda Bali untuk menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga. Ia menekankan pentingnya mendukung implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dan Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

“Anak-anak harus bisa menjadi agen perubahan untuk mengubah pola pikir masyarakat, bahwa sampah tidak hanya dibuang, tapi harus dikelola,” jelasnya.

Di akhir penyampaian, Ibu Putri Koster mengajak anak-anak untuk memanfaatkan teknologi secara positif, salah satunya dengan menyebarkan informasi program-program strategis Pemerintah Provinsi Bali melalui media sosial dan berbagai kanal digital yang tersedia.(Kar/Tra).