Gubernur Koster Terima Kunker Spesifik Komisi VII DPR RI
Bali Penghasil Devisa 44 % Sektor Pariwisata, Pantas Peroleh Insentif
NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menyambut Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI yang di Pimpin Dr. Evita Nursanty Iqbal melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Bali, dalam rangka menyerap aspirasi guna pembahasan beberapa Rancangan Undang Undang (RUU) terkait, di Jayasabha, Denpasar, Rabu (2/7).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Mengawali pertemuan, Dr. Evita Nursanty Iqbal menyampaikan apresiasi terhadap konsep kepariwisataan Bali yang dinilai sangat luar biasa, namun tak dipungkiri juga menghadapi berbagai tantangan. “Saat ini Komisi VII DPR RI tengah membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepariwisataan yang telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Untuk itu, melalui kunjungan ini, kami ingin mendengar langsung kondisi riil pariwisata Bali, termasuk berbagai isu aktual yang ramai dibicarakan di media sosial seperti premanisme, over tourism, serta izin usaha vila,” ujar Evita.
Kunjungan tersebut disambut positif penuh antusiasme oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Karena menurut Gubernur, Bali sangat berkepentingan dengan keberadaan RUU Kepariwisataan karena sektor ini merupakan sektor utama tumpuan perekonomian Bali.
Gubernur Wayan Koster pun menyampaikan sejumlah paparan untuk menjadi masukan dalam pembahasan RUU tersebut. Salah satunya yakni harapan agar daerah yang menyumbang devisa dari sektor pariwisata mendapatkan timbal balik dari pemerintah pusat dalam bentuk insentif ataupun bentuk lainnya yang memungkinkan.
“Dari 126 juta wisatawan di ASEAN, 13 juta mengunjungi Indonesia dan 6,33 juta di antaranya datang ke Bali. Dari total devisa pariwisata nasional sebesar Rp 243 triliun, Rp107 triliun atau sekitar 44 persen disumbangkan dari Bali. Bahkan, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB Bali mencapai 66 persen,” ujarnya
“Untuk itu, saya memberikan masukan agar ada norma dalam RUU itu yang mengatur daerah – daerah yang menjadi tujuan wisata dunia agar diberikan insentif berupa pembangunan infrastruktur, sarana prasarana strategis, dan kebutuhan lainnya yang sesuai dengan potensi, karakteristik dan kepentingan daerahnya,” urai Gubernur Bali.
Lebih jauh, dirinya menyatakan sangat menjaga sektor ini karena dampaknya sangat besar. Pariwisata harus ditingkatkan karena menjadi sumber utama pendapatan, membuka lapangan kerja, menurunkan angka kemiskinan, serta meningkatkan daya saing daerah. “Sebagai daerah yang berkontribusi sangat besar terhadap devisa dari sektor pariwisata sekitar 44%, jadi menurut saya sudah sepantasnya ada keberpihakan dan afirmasi dari pemerintah pusat untuk menopang kepariwisataan di Bali agar berkualitas dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Dibalik pesatnya pariwisata Bali, Gubernur Bali tak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi, seperti: Alih fungsi lahan pertanian menjadi akomodasi wisata; Peningkatan volume sampah dan tekanan pada ekosistem lingkungan; Ancaman krisis air bersih;Kemacetan parah;Dominasi pelaku usaha asing yang mengurangi peluang lokal; Ketimpangan pembangunan antarwilayah; Tingginya migrasi penduduk; Minimnya infrastruktur transportasi publik; Dampak budaya asing; serta menjamurnya usaha ilegal seperti penyewaan motor dan toko roti oleh WNA.
“Masalah ini nyata, tapi tidak bisa langsung disimpulkan sebagai over tourism. Luas Bali jauh lebih besar dari Singapura. Yang terjadi adalah perilaku wisatawan yang tidak tertib. Dari 6,4 juta wisatawan, mungkin tidak ada sampai seribu yang bermasalah, tapi dampaknya besar bagi citra Bali,” tegasnya.
Terkait langkah penanganan dan rencana strategis, Gubernur Koster menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai penertiban, termasuk deportasi terhadap ratusan wisatawan pelanggar aturan. Namun penertiban dilakukan secara terukur agar tidak menimbulkan kontraproduktif dalam pemulihan pariwisata
Tampak turut hadir Pimpinan dan Anggota Komisi VII DPR RI pada kesempatan itu, diantaranya Chusnunia Chalim, Beniyanto, Banyu Biru Djarot, Marcel Oehmke, Taufan Pratama Zasya, Izzuddin Al Qassam, Jamal Mirdad, Rico Sia, Erna Sari Dewi, Muhammad Hatta, Achmad Daeng Sere, Muh Zulfikar Suhardi, Bane Raja Manalu, dan didampingi jajaran Sekretariat Komisi VII DPR RI. Serta tampak pula mengundang pimpinan asosiasi usaha pariwisata, perwakilan bupati dan wali kota se-Bali, Direktur KEK Sanur dan KEK Kura-Kura Bali, serta jajaran Pimpinan PD terkait. (Leonk/Tra).
Ribuan Penonton Nikmati Pagelaran Drama Gong Lawas
NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster didampingi istri, Ibu Putri Koster nampak diantara ribuan penonton drama gong lawas paguyuban peduli seni, drama gong lawas padsmagol provinsi Bali, di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Provinsi Bali, Rabu, Buda Kliwon Matal (2/7).
Drama gong yang diiringi oleh sekaha penabuh Drama Gong Lawas Paguyuban Peduli Seni Puri Gandapura Desa Kesiman, Kertalangu-Denpasar, mengambil tema “Sanan Tuak”, yang mengangkat tentang “Merta Matemahan Wisia”, yang menitikberatkan pada situasi di mana rezeki atau keuntungan yang seharusnya membawa kebaikan, justru berbalik menjadi bencana atau masalah.
Istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan orang yang tidak tahu berterima kasih, atau tidak bisa membalas budi baik orang lain, bahkan bisa merugikan pemberi bantuan tersebut. Hal ini terdapat dalam cerita yang dibawakan oleh 21 pemain drama gong lawas, yang terdiri dari Sang Ayu Ganti, Sang Ayu Tirta, Luh Sasih Arini (Mongkeg), Nyoman Supadma, Anak Agung Kartika, Ida Bagus Raka Pujana (Komang Apel), Jro Dasaran Suyadnya, dan Dewa Ayu Yuniari. Nampak juga Ida Bagus Mambal, Gede Randana, Nyoman Lues, Wayan Suratni, Madya Yani, Gulik, Wayan Sudiantha, Wayan Pasta, Mangku Rai, Ajik Dolir, Ida Bagus Topok, Selamat, Jro Made Jani dan beberapa seniman pendukung lainnya.
Sekalipun kali ini mereka tampil tanpa kehadiran Nyoman Suberata (Petruk), namun pagelaran drama gong lawas, paguyuban peduli seni padsmagol tetap menyita perhatian ribuan penonton yang hadir langsung di areal panggung terbuka Ardha Candra, dan juga yang menyaksikan via YouTube. Drama gong lawas di bawah pimpinan Anak Agung Gede Oka Aryana, menceritakan tentang seorang pemimpin yang kebijakan dikendalikan oleh seorang patih culas, yang tidak segan membunuh orang disekitarnya yang tidak sesuai dengan kehendak dan rencana yang dimilikinya.
Drama gong yang mengisahkan tentang seorang raja Surya Kencana yang sangat lalim dan kebijakannya dikendalikan oleh Ki Patih Agung, yang tidak segan akan menyingkirkan orang puri yang mengetahui siasat busuknya, seperti Ki Patih Werdha dan Ki Dukuh Tanggun Titi. Dengan perbuatan orang-orang puri, pemuda-pemuda desa pegatepan menghimpun diri, bahwa I Made Karuna dan Luh Santhi mengadakan sayembara dengan bantang arti sanan tuak, pemberian almarhum Ki Dukuh Tanggun Titi.
Dengan berbekal sanan tuak, I Made Karuna memberontak ke puri dan kejahatan Ki Patih Agung dapat dimusnahkan. Dan setelah kondisi kondusif, maka I Made Karuna dan Luh Santhi melangsungkan pernikahan. Hal ini tentu mendapat apresiasi penuh dari Gubernur Bali dan jajaran, karena seni merupakan kekayaan budaya Bali, yang hingga saat ini menjadi pondasi kuat tumbuh dan bertahannya warisan budaya dan kesenian di Bali.
Ketua Paguyuban Peduli Seni Drama Gong Lawas, Anak Agung Gede Oka Aryana mengungkapkan pementasan drama gong ini dalam rangka menghimpun kembali seniman-seniman drama gong lawas. Selain itu, juga sebagai bentuk reuni, temu kangen, dan berharap kesenian drama gong bisa eksis kembali. (Tutt/Tra).
Gubernur Koster Minta Sukseskan Program 1 Keluarga 1 Sarjana
NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster minta dukungan Universitas Terbuka (UT) untuk menyukseskan program 1 Keluarga 1 Sarjana (1K1S) yang menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) masuk ke Perguruan Tinggi. Permintaan itu disampaikan Gubernur Koster saat meresmikan gedung baru UT Denpasar yang beralamat di Jalan Raya Sesetan, Rabu (2/7).
Lebih jauh ia mengungkap, APK masuk PT di Daerah Bali saat ini tercatat masih rendah yaitu baru mencapai kisaran 38 persen. Dengan berbagai skema yang telah disiapkan, pada masa kepemimpinan di periode kedua, Gubernur Koster ingin APK masuk PT bisa menyentuh angka 50 persen.
Ia memberi gambaran, tahun ini lulusan SMA dan SMK total mencapai 61 ribu. Dari jumlah tersebut, banyak diantara mereka yang memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi karena berbagai alasan seperti faktor ekonomi atau kendala lainnya.
Mencermati hal tersebut, Pemprov Bali melakukan percepatan realisasi program 1K1S yang diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu. “Kita sudah bentuk tim, ketuanya Rektor Mahasaraswati. Anggotanya para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta dengan jumlah mahasiswa 1.000 ke atas. Semua saya minta berkontribusi untuk menyukseskan program ini, gratiskan biaya kuliah mereka,” paparnya.
Ditambahkan Gubernur Koster, sejumlah perguruan tinggi sudah menunjukkan dukungan, salah satunya Mahasaraswati yang mengakomodir 100 mahasiswa. “Unud juga saya minta mengakomodir melalui skema yang sudah dimiliki,” cetusnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemprov Bali akan mengucurkan anggaran untuk biaya hidup mahasiswa peserta program 1K1S. “Targetnya, program ini terealisasi tahun ini dengan sasaran 3.000 mahasiswa,” imbuhnya. Untuk menyukseskan program ini, ia sangat mengharapkan dukungan UT yang merupakan Perguruan Tinggi Negeri dengan pola pembelajaran jarak jauh. “Karena sistemnya jarak jauh dan terbuka, harusnya UT bisa mengakomodir lebih dari 100 mahasiswa. Terutama peserta yang jauh seperti Jembrana, Karangasem, Buleleng, Bangli, Klungkung dan Tabanan,” bebernya.
Gubernur Bali dua periode ini menyampaikan bahwa dirinya mempunyai ikatan emosional dengan UT. Saat mengawali karier di Balitbang Kemendukbud RI Tahun 1988, ia intens melakukan riset mengenai kebijakan yang berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas dan model layanan pendidikan. “Salah satu yang kita pelajari adalah bagaimana menangani pelayanan pendidikan untuk Indonesia yang begitu luas. Negara kepulauan, jumlah penduduknya banyak dan kondisi ekonomi kurang mampu,” urainya.
Karena itu, Indonesia butuh layanan pendidikan yang mudah dijangkau dan memberikan kesempatan bagi warga negara dimanapun mereka berada, dalam kondisi geografis yang sangat sulit atau daerah terpencil. “Dari situlah kami terus mematangkan dan mengembangkan model layanan pendidikan untuk daerah yang sulit terjangkau, satu diantaranya adalah UT. Ada juga model yang menggunakan TV yang dikembangkan Pusat Teknologi Komunikasi (Pustekom),” ucapnya.
Oleh karena itu, Gubernur kelahiran Desa Sembiran ini punya ikatan emosional yang kuat dengan UT. Hingga jalan hidup membawanya ke Senayan, Gubernur Koster yang saat itu duduk di Komisi X DPR RI tetap konsen dengan perkembangan UT. Dari pengamatannya, sejak didirikan pada tahun 1988, saat ini UT berkembang sangat baik. “Gedungnya bagus, sistem pembelajaran makin maju, teknologi juga sudah diberdayakan dengan baik, tata kelola bagus, peminatnya sudah sangat tinggi,” ungkapnya.
Karena sejak merintis karier di Balitbang Kemendikbud hingga menjadi Gubenur Bali ia konsen dengan pengembangan lembaga pendidikan ini, kini giliran UT membantunya dengan kebijakan afirmasi untuk mengakomodir mahasiswa kurang mampu dalam program 1K1S.
Terima Kasih Gubernur Koster
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK dan Kebudayaan RI, Ojat Darojat menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Gubernur Koster terhadap pengembangan UT. “Komitmen beliau pada pendidikan tak diragukan lagi. Ini dilandasi suatu filosofi hidup yang tidak terbantahkan, di mana pendidikan merupakan alat yang paling ampuh untuk melakukan rekayasa sosial. Provinsi Bali punya visi dan misi, alat yang paling tepat untuk mencapainya adalah pendidikan,” bebernya.
Ia mengapresiasi komitmen dan dedikasi Gubernur Koster dalam pengembangan UT yang diharapkan dapat memberikan akses lebih luas bagi masyarakat Bali untuk menjangkau pendidikan tinggi. Ucapan terima kasih kepada Gubernur Koster juga disampaikan Rektor UT Mohamad Yunus. Menurutnya, Gubernur Koster menunjukkan perhatian serta dukungan yang begitu besar terhadap lembaga pendidikan ini.
Dukungan itu antara lain ditunjukkan dengan pemberian hak guna pakai lahan Pemprov Bali di Jalan Gurita Denpasar yang sebelumnya menjadi lokasi gedung lama UT Denpasar. “Ini adalah wujud nyata komitmen dalam mendukung keberadaan pendidikan tinggi yang bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya manusia,” sebutnya.
Ia berharap, kehadiran gedung baru di Jalan Raya Sesetan memberi dampak yang signifikan bagi kemajuan dunia pendidikan di Pulau Dewata. Untuk diketahui, Gedung UT Denpasar yang dibangun di atas lahan seluas 9.950 m2 ini mulai dibangun pada tahun 2021 lanjut dipelaspas tahun 2024. Saat ini, UT Denpasar melayani 15.614 mahasiswa dan tahun depan ditarget mampu melayani 30 ribu mahasiswa.
Dengan pola pembelajaran jarak jauh, UT memiliki jangkauan luas dan fleksibel sehingga memungkinkan siapapun dapat mengakses pendidikan tinggi tanpa terhalang waktu, jarak dan usia. Peresmian gedung baru UT Denpasar ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Wayan Koster. Selanjutnya, sebelum meninjau gedung baru, Gubernur Koster juga melakukan pemotongan pita.(Dsk/Tra).
Wagub Hadiri Pelantikan DPD IKAL Lemhannas RI Bali 2025–2030
NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, menghadiri acara Pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (IKAL Lemhannas RI) Provinsi Bali masa bakti 2025–2030. Pelantikan berlangsung secara virtual oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) IKAL Lemhannas RI karena dilaksanakan secara serentak dengan pelantikan dua DPD lainnya, yakni Provinsi Maluku dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang digelar di Gedung Universitas Hindu Indonesia, Denpasar, Rabu (2/7).
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Bali menyampaikan apresiasi atas pelantikan pengurus baru DPD IKAL Lemhannas Bali dan menekankan pentingnya sinergi antara alumni Lemhannas dengan pemerintah daerah. “IKAL Lemhannas memiliki posisi strategis dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional. Kami berharap pengurus baru dapat terus menjadi mitra konstruktif dalam menjaga stabilitas dan pembangunan Bali,” ujar Giri Prasta.
Ketua DPD IKAL Lemhannas Bali masa bakti 2025–2030 yang baru dilantik, Nengah Suryanta, menyampaikan komitmennya untuk membawa organisasi berkontribusi nyata terhadap kemajuan Bali dan Indonesia. “Kami siap menggerakkan seluruh potensi anggota untuk ikut serta membangun Bali dalam kerangka ketahanan nasional. Melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah, kami akan fokus pada penguatan nilai-nilai kebangsaan, pendidikan strategis, serta kepemimpinan yang berintegritas,” ujar Nengah Suryanta dalam sambutannya.
Ia juga menegaskan bahwa DPD IKAL Bali akan menjadi ruang strategis bagi para alumni Lemhannas untuk terus berdialog, bertukar pikiran, dan memberikan masukan kebijakan yang konstruktif bagi pembangunan daerah dan nasional. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus DPD IKAL Lemhannas Bali, para alumni Lemhannas dari berbagai angkatan, tokoh masyarakat, serta sivitas akademika Universitas Hindu Indonesia. (Eka/Tra).
TP PKK Bali Terus Berkolaborasi, Menyapa dan Berbagai
NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, mewakili Ketua TP PKK Provinsi Bali, berkesempatan menyapa warga Denpasar dalam kegiatan Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali Menyapa dan Berbagi yang berlangsung di Wantilan Pura Dalem Nyanggelan, Desa Adat Yangbatu, Denpasar Timur, pada Rabu (2/7).
Pada kesempatan tersebut, ia mengapresiasi TP PKK Kota Denpasar yang telah bekerja keras membantu meningkatkan kesejahteraan warga, termasuk dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di lingkungan Kota Denpasar. Melihat antusiasme masyarakat, ia pun yakin bahwa kinerja Pemerintah Kota Denpasar yang bersinergi dengan TP PKK telah menyentuh kebutuhan masyarakat akar rumput. “Jadi ke depan, saya harap kolaborasi ini dapat terus terbangun bahkan diperkuat, terutama dengan organisasi-organisasi yang ada di sini,” jelasnya.
Terkait isu stunting, ia juga mengapresiasi kinerja Kota Denpasar yang berhasil menurunkan angka stunting dalam beberapa tahun terakhir. Berkat edukasi dan langkah-langkah pencegahan yang baik, ia optimistis Kota Denpasar akan segera terbebas dari stunting. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan bahwa pihaknya akan terus berupaya mendengar dan memenuhi kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat terbawah. Oleh karena itu, ia meminta TP PKK di kabupaten/kota untuk terus turun langsung ke lapangan guna menjangkau warga yang benar-benar memerlukan pendampingan dan bantuan.
Ny. Seniasih Giri Prasta juga berharap berbagai bantuan, seperti bibit tanaman, dapat dimanfaatkan secara optimal. Begitu pula bantuan berupa tumbler, mengingat Pemprov Bali di bawah komando Gubernur Wayan Koster sedang berupaya keras memerangi sampah plastik di Bali. “Saya harap kegiatan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan oleh perangkat daerah setempat. Bantuan yang diberikan juga diharapkan dapat mengalir secara adil, merata, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, dalam sambutannya melaporkan bahwa sasaran penerima bantuan pada pagi itu terdiri atas balita, ibu hamil, lansia, kader PKK, dan penyandang disabilitas yang berasal dari desa/kelurahan se-Kecamatan Denpasar Timur, dengan total penerima sebanyak 50 orang. Ia pun berharap TP PKK Provinsi Bali dapat terus bersinergi dengan TP PKK kabupaten/kota dalam membangun pemberdayaan masyarakat melalui aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan mereka.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan balita seperti popok, susu, minyak urut, bedak, dan multivitamin sirup, serta telur, bibit pohon cabai, dan beras.
Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi Bali bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli mengadakan pemeriksaan dan pengobatan gratis serta skrining penyakit tidak menular bagi masyarakat. Rumah Sakit Mata Bali Mandara juga turut memberikan layanan pemeriksaan kesehatan mata serta membagikan 150 kacamata gratis dan 80 strip tetes mata. (Mul/Tra).








