Beranda / Berita Terkini / Info Bali Soal Penyaluran BKK dan Gamelan Jegog Jembrana

Info Bali Soal Penyaluran BKK dan Gamelan Jegog Jembrana

Gubernur Koster Siapkan Mekanisme Penyaluran BKK 

DENPASAR – NEWSINTERMEDIA.COM || Gubernur Bali Wayan Koster akan mengatur mekanisme sesuai Pergub Bali terkait mekanisme penyaluran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk enam kabupaten se Bali. BKK akan prioritas pada program strategis Daerah di Bali khususnya di Bangli, Buleleng, Jembrana, Karangasem, Klungkung dan Tabanan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Krama Bali di enam kabupaten ini akan merasakan dampak support langsung dari BKK Badung, Denpasar dan Gianyar dan juga Pemprov Bali. Tiga kepala daerah ini menyatakan siap mengalokasikan BKK yang akan disalurkan Pemprov Bali. Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra, menyatakan hal langsung di hadapan Gubernur Koster.

Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Pemerintah Kabupaten Badung, Pemerintah Kabupaten Gianyar dan Pemerintah Kota Denpasar pada Senin (Soma, Wage Julungwangi), 7 April 2025 di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar.

Rakor dipimpin Gubernur Koster, dihadiri Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra, Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Sekda Kota Denpasar, Sekda Kabupaten Badung, Kepala BPKAD Provinsi Bali, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bali, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, dan Karo Hukum Provinsi Bali.

Rakor ini membahas terkait Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk Pembangunan Proyek Strategis Daerah di Bali dan kepada Kabupaten Bangli, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Klungkung, dan Kabupaten Tabanan.

Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan BKK ini akan dimekanismekan sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Bali, dimana masing – masing (Kota Denpasar, Kabupaten Badung dan Gianyar, red) akan mengalokasikan 10 persen dari realisasi Pajak Barang Jasa Tertentu (PBJT) Jasa Perhotelan dan PBJT Makanan dan/atau Minuman kepada Kabupaten Bangli, Buleleng, Jembrana, Karangasem, Klungkung dan Kabupaten Tabanan.

Kemudian untuk BKK yang dialokasikan 50 persen, disebutkan Gubernur Koster peruntukannya sebagai pembiayaan pembangunan program strategis daerah di Bali yang infrastrukturnya sudah ditentukan; dan pembangunan infrastruktur prioritas di Kota/Kabupaten se-Bali.

Mendengar hal itu, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menyatakan untuk merealisasikan BKK, dan berharap masing – masing daerah agar menyampaikan proposal kepada kami di Pemerintah Kabupaten Badung. “Karena BKK ini kami harap bisa menjadi skema, sekaligus untuk memastikan infrastruktur objek wisata di Bali yang representatif dengan pertanggungjawaban yang jelas,” jelas Bupati Badung.

Sementara Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra menyampaikan bahwa program ini sudah menjadi pembahasan 20 tahun yang lalu, sekarang lebih terprogram dan terperinci. “Intinya kami di Gianyar sangat setuju,” kata Bupati Gianyar.

Sedangkan Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara menegaskan penyerahan BKK ini, diharapkan diatur Provinsi Bali ke 6 Kabupaten di Bali berdasarkan luas wilayah, jumlah penduduk, dan kondisi wilayahnya. “Dalam proyek strategis ini, kami minta agar tetap memperhatikan terkait persoalan sampah, karena berdampak terhadap pariwisata,” ungkap Walikota Denpasar.

Dalam Rakor ini, Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Walikota Denpasar, Bupati Badung dan Bupati Gianyar juga membahas terkait persiapan operasional Bus Trans Metro Dewata sampai Pengolahan Sampah.(Dwi/TRA).

Koster dan Ny Putri Suastini Dukung Jegog Jadi Agenda Tahunan Pariwisata

DENPASAR – NEWSINTERMEDIA.COM || Suara seni musik Jegog yang menggema dari Bali Barat tak hanya menggugah semangat, namun juga menggugah harapan agar kesenian khas Jembrana ini terus ajeg dan lestari. Ketua Koordinator Paguyuban Sekeha Jegog Pering Agung, Putu Bobi Agus Darma, menyampaikan komitmennya untuk menjaga eksistensi Jegog dengan membentuk Yayasan Jegog Pering Agung, yang sebelumnya merupakan sebuah paguyuban.

Yayasan ini kini menaungi sekitar 114 anggota dari berbagai jenjang, mulai dari anak SMP, SMA, hingga sekeha Jegog dewasa. Langkah ini diambil sebagai upaya membangun regenerasi pelaku seni Jegog yang saat ini didominasi oleh seniman-seniman senior. “Kami siap membentuk tim kesenian dan berharap dapat dilibatkan dalam berbagai event yang diselenggarakan Pemprov Bali,” ujar Putu Bobi.

Ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah provinsi Bali memfasilitasi ruang tampil bagi Jegog, baik di tingkat lokal maupun provinsi, hingga menjadi satu event rutin kalender tahunan pariwisata Bali. Semisal dilibatkan untuk mengisi penampilan dalam penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Paguyuban Jegog Pering Agung mendukung penuh program prioritas Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster, khususnya dalam menjaga dan melestarikan adat, seni, budaya, tradisi, serta kearifan lokal Bali yang adiluhung.

Salah satunya dilakukan melalui pelestarian dan pengembangan seni musik Jegog, yang sangat khas karena hanya dimiliki satu-satunya oleh Kabupaten di Bali, yakni Kabupaten Jembrana. Pernyataan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Gubernur Bali Wayan Koster dan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster. Gubernur Koster bersama sang istri Ny. Putri Suastini Koster menerima Pengurus Paguyuban Jegog Pering Agung di Jayasabha, Denpasar, Senin (Soma Wage, Julungwangi), 7 April 2024.

Pada kesempatan ini, Gubernur Bali, Wayan Koster, memberikan dukungannya terhadap pengembangan jegog. Ia menegaskan pentingnya pembinaan untuk memperluas ruang hidup kesenian ini, termasuk memberikan perhatian kepada kesenian lokal lainnya seperti Mekepung, dengan tetap menjaga nilai-nilai etika dan kelestarian budaya. Dirinya pun memastikan, Jegog akan turut mengisi penampilan pada event seni budaya PKB tahun – tahun berikutnya.

Ny. Putri Suastini Koster, menambahkan pentingnya memberikan tempat istimewa bagi Jegog dalam perhelatan seni seperti PKB. “Berbeda dengan baleganjur yang berkembang di seluruh Bali, jegog hanya tumbuh di daerah kelahirannya yakni Jembrana. Ini kekhasan yang harus difasilitasi secara khusus,” ujarnya.

Ny. Putri Suastini mengusulkan agar festival Jegog dibuat sebagai agenda tersendiri, sehingga lebih menambah kesan dan gaung Jegog sebagai satu warisan yang tiada duanya. Disamping juga bisa menjadi bagian dari rangkaian PKB.

Ny. Putri Suastini juga menyoroti pentingnya regenerasi lintas generasi, agar para junior dapat menimba ilmu langsung dari para senior, tanpa kehilangan keaslian dan ciri khas jegog. Ia berharap festival jegog tidak hanya dijadikan ajang parade, namun juga dapat menghidupkan kembali lagu-lagu lawas dan memperkenalkan karya baru yang tetap original.

Sebagai tindak lanjut, Yayasan Jegog Pering Agung tengah merancang Festival Jegog Gubernur Cup yang rencananya digelar September mendatang, dengan fokus pada penampilan dari generasi muda dan anak-anak. Event ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pelestarian sekaligus inovasi, agar jegog tidak hanya hidup di masa lalu, tapi terus berdetak di masa depan.

Dengan sinergi antara pemerintah, seniman, dan masyarakat, jegog diharapkan tak sekadar menjadi warisan budaya, tetapi juga ikon pariwisata Bali yang membanggakan. Pertemuan tersebut dihadiri juga sejumlah Pengurus TP PKK Provinsi Bali. (DWI/TRA).