Pemkot Raih Peringkat Pertama Capaian IPKD MCP 2024
DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Pemerintah Kota Denpasar meraih penghargaan Terbaik Pertama dalam Capaian Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) Monitoring Center for Prevention (MCP) 2024 Tingkat Nasional, kategori Pemerintah Kota oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kota Denpasar sendiri berhasil mengungguli dua kota lainnya, yakni Pemerintah Kota Mojokerto dan Pemerintah Kota Blitar.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana dan Inspektur Kota Denpasar, Naning Djayaningsih, saat mengikuti kegiatan daring peluncuran Indikator MCP 2025 oleh KPK RI, di Ruang Rapat Walikota Denpasar, Rabu (5/3). Dalam kesempatan itu, juga turut diumumkan penghargaan atas keberhasilan Pemerintah Kota Denpasar meraih Peringkat Terbaik Pertama Capaian IPKD MCP 2024.
Tak hanya sebagai terbaik pertama, Pemerintah Kota Denpasar juga berhasil mendapatkan peringkat Terbaik Ketiga dalam Capaian Rata Rata IPKD MCP 2018-2024, pada kategori yang sama yakni, Pemerintah Kota. Adapun dua terbaik lainnya masing masing Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kota Padang Panjang.
Pengumuman penghargaan ini secara resmi dibacakan dalam acara peluncuran Indikator MCP 2025 sebagai bagian dari komitmen dalam upaya pencegahan korupsi yang dilaksanakan secara daring, dan diikuti oleh jajaran Pemerintah Daerah seluruh Indonesia, Rabu (5/3).
Tampak turut mengikuti kegiatan daring tersebut Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana dan juga Inspektur Kota Denpasar, Putu Naning Djayaningsih, di Ruang Rapat Walikota Denpasar.
Keberhasilan ini, kata Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara merupakan kebanggaan bagi Pemerintah Kota Denpasar. Hal ini juga bisa disebut sebagai wujud apresiasi dan penghargaan atas upaya Pemerintah Kota Denpasar yang terus berkomitmen dalam melakukan pencegahan korupsi.
“Prestasi ini akan menjadi pacuan dan motivasi bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar untuk terus mempertahankan transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan seluruh program utamanya yang bersifat tata kelola pemerintahan,” ungkap Jaya Negara.
Inspektur Kota Denpasar, Putu Naning Djayaningsih menyampaikan, setelah penghargaan ini diraih, kedepannya kinerja dalam hal MCP di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar akan terus ditingkatkan. Adapun hal tersebut mencakup 8 area perubahan yang diintervensi serta menjadi pencermatan KPK dalam MCP.
Antara lain, mencakup Perencanaan dan Penganggaran APBD, Pengadaan Barang dan Jasa, Pelayanan Publik, Pengawasan Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP), Manajemen ASN, Pengelolaan Barang Milik Daerah serta Optimalisasi Pajak Daerah.
“Dalam hal ini Inspektorat Kota Denpasar yang menjadi leading sector di Kota Denpasar telah bersinergi dengan KPK RI dalam menjalankan program – program antikorupsi di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Ini semata ditujukan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan juga bebas dari korupsi,” jelas Naning Djayaningsih.
Sementara itu Ketua KPK RI, Setyo Budiyanto dalam sambutannya menyampaikan, pencegahan korupsi paling efektif adalah dimulai dari integritas dimensi individu secara perseorangan.
“MCP ini bukan hanya bicara soal skor tapi bagaimana dari awal perencanaan sampai penyelesaian ada kontrol, pengamatan, pengendalian dan pencegahan korupsi terhadap 8 fokus area dalam penyelenggaraan tata kelola pemerintahan. Dengan MCP ini juga mendorong terlaksananya efisiensi anggaran,” kata Setyo. (Win/tra)
Wawali Buka FKP Rancangan Awal RPJMD 2025 – 2029
DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka secara resmi Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Denpasar Tahun 2025 – 2029 yang digelar secara daring di Kantor Walikota Denpasar pada Rabu (5/3). Hal ini menunjukan komitmen kuat dalam mendukung pembangunan Kota Denpasar, sekaligus menjadi wujud nyata dari prinsip partisipasi masyarakat.
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membacakan sambutan Walikota Denpasar mengatakan dilaksanakannya Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Denpasar ini mencerminkan komitmen kuat dalam mendukung pembangunan Kota Denpasar, sekaligus menjadi wujud nyata dari prinsip partisipasi masyarakat.
“Forum Konsultasi Publik ini merupakan salah satu tahapan yang sangat penting dalam proses penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah bertujuan mendapatkan masukan, pandangan, aspirasi dari berbagai elemen masyarakat,” ujarnya.
Dikatakannya, dokumen RPJMD merupakan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah periode lima tahunan yang disusun paling lambat enam bulan setelah Walikota terpilih dilantik. Dokumen RPJMD merupakan salah satu kesatuan yang tak terpisahkan dari sistem perencanaan pembangunan nasional sesuai amanat Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah serta Tata Cara Evaluasi Ranperda tentang RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah), RPJMD dan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah).
Arya Wibawa menjelaskan, RPJMD Kota Denpasar Tahun 2025 -2029 memiliki nilai strategis , karena menjadi tahapan awal dalam RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) tahun 2025-2045, sebagai tahapan penguatan pondasi pembangunan mendukung terwujudnya visi Nasional – Indonesia Emas 2045.
Dalam rangka penguatan pondasi tersebut, arah pembangunan diarahkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemsikinan, menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan yang adil, merata dan sesuai sasaran, mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan penyesuaian terhadap perubahan ikim serta menggalakkan pemerataan layanan publik yang berkualitas dan transparansi informasi.
“Dalam Periode RPJMD baru ini, program pembangunan akan dilanjutkan dan keberhasilan di periode sebelumnya diperkuat. Kami berkomitmen menjadikan Denpasar sebagai kota modern namun tetap emnjunjung tinggi kearifan lokal, kami mengajak seluruh masyarakat bersama- sama mewujudkan “Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju,” ujarnya.
Kabid Bidang Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappeda Kota Denpasar, I Nyoman Suardika membacakan laporan panitia mengatakan tujuan penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Denpasar Tahun 2025 – 2029 untuk menghimpun aspirasi dan masukan masyarakat tehadap visi misi, tujuan ,sasaran , arah kebijakan dan program pembangunan daerah dari kelompok masyarakat emmiliki kompetensi yang relevan terhadap permalahan permbangunan dan isu strategis di Kota Denpasar.
“Forum Konsultasi Publik ini diikuti oleh unsur DPRD Kota Denpasar, para Asisten Setda Kota Denpasar dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Staf Ahli dilingkungan Pemkot Denpasar, Organisasi Profesi, Perguruan Tinggi serta Kelompok dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya melalui rapat daring. Hasil dari pelaksanaan Forum Konsultasi Publik ini adalah menyempurnakan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Denpasar Tahun 2025-2029 untuk kemudian disampaikan ke DPRD Kota Denpasar,” jelasnya.(esa/tra)
Walikota Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan
DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Rapat Paripurna ke-9 DPRD Provinsi Bali, Masa Persidangan II yang mengagendakan Penyampaian pidato perdana Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Bali periode 2025-2030, Wayan Koster dan I Nyoman Giri Prasta, pada Selasa (4/3) di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Bali.
Ket. Foto : Kehadiran Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara pada Rapat Paripurna ke-9 DPRD Provinsi Bali, Masa Persidangan II yang mengagendakan Penyampaian pidato perdana Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Bali periode 2025-2030, Wayan Koster dan I Nyoman Giri Prasta, pada Selasa (4/3) di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Bali.
Kehadiran Walikota Jaya Negara bersama Ketua DPRD Denpasar, I Gusti Ngurah Gede dan didampingi Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana. Pelaksanaan persidangan dipimpin Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya dan dihadiri Anggota DPR RI dan DPD RI perwakilan Bali, Forkompimda Provinsi Bali, Bupati dan Walikota se-Bali, serta Ketua DPRD se-Bali.
Dalam pidatonya, Gubernur Bali, Wayan Koster menekankan, melalui Nangun Sat Kerti Loka Bali, pemerintah ingin membangun Bali yang seimbang secara ekologis, sosial, dan budaya. Konsep pembangunan Bali dalam lima tahun ke depan berfokus pada Pola Pembangunan Semesta Berencana yang mencakup pendekatan terpola, menyeluruh, terarah, dan terencana. Prinsip utama yang diusung adalah satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola, yang bertujuan untuk mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat Bali yang harmonis, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan. Gubernur Wayan Koster juga mengajak seluruh masyarakat Bali untuk bersatu dalam semangat gilik saguluk, salulung sabayantaka (bersatu padu, bekerja sama, dan bergotong royong).
“Pemerintah berkomitmen untuk bekerja lebih keras dengan kecepatan lebih tinggi dalam periode ini. Dukungan dan doa restu dari seluruh masyarakat Bali sangat diharapkan agar pembangunan dapat berjalan dengan sukses demi kejayaan Gumi Bali,” ujarnya.
Sementara Walikota Jaya Negara menyambut baik arahan Gubernur dan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama antara Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Provinsi Bali. Jaya Negara menekankan bahwa sinergi ini sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk pengelolaan sampah, kemacetan, dan keamanan.
Sebagai ibu kota Provinsi Bali, Denpasar memang memiliki peran strategis sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan pendidikan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat sangat penting untuk mengatasi masalah perkotaan, seperti kemacetan, pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
“Pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pembangunan dan menangani tantangan di kota. Sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para stakeholder akan menjadi kunci keberlanjutan program-program strategis di Denpasar,” ujar Jaya Negara. (Humasdps/PUR)
[17.44, 4/3/2025] Kabag Humas Dps Dharmayukti: Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa saat menyampaikan Pidato Walikota Denpasar Masa Jabatan 2025-2030 pada Sidang Paripurna DPRD Kota Denpasar di Gedung DPRD Kota Denpasar, Selasa (4/3).
Infrastruktur, macet, Banjir dan Sampah Jadi Prioritas
DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa telah resmi dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Denpasar Periode 2025 – 2030 pada 20 Februari lalu. Mengawali tugas sebagai pucuk pimpinan Pemerintah Kota Denpasar di periode kedua, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan Pidato dihadapan Sidang Paripurna DPRD Kota Denpasar di Gedung DPRD Kota Denpasar, Selasa (4/3).
Sidang Paripurna Dewan yang dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede bersama Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, I Wayan Mariyana Wandhira dan I Made Oka Cahyadi Wiguna ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Denpasar, Forkopimda Kota Denpasar, KPU, Bawaslu dan Pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Hadir pula Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara dan Wakil Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Widnyani Wiradana serta Ketua Gatri Wara Ny. Purnawati Ngurah Gede.
Mengawali Pidatonya, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara yang didampingi Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan bahwa pada periode kedua ini, pasangan yang dikenal dengan Paket Jaya Wibawa ini kembali melanjutkan dan memperkuat keberhasilan pada periode sebelumnya lewat Visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju (Makmur, Aman, Jujur dan Unggul). Dimana, visi ini merupakan pengejawantahan dan sinergitas dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dengan pelaksanaan Pola Pembangunan Semesta Berencana Guna Mewujudkan Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju dengan sepirit Vasudhaiva Kutumbakam (Menyama Braya).
“Kami akan senantiasa melanjutkan apa yang menjadi program sebelumnya sehingga pembangunan dapat dilaksanakan secara holistik, berkelanjutan dan berkemanfaatan, inilah yang tertuang dalam visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju (Makmur, Aman, Jujur dan Unggul),” ujarnya
Lebih lanjut dijelaskan, pada misi pertama, difokuskan meningkatkan kemakmuran masyarakat Kota Denpasar melalui peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan dan pendapatan masyarakat yang berkeadilan. Hal ini diwujudkan dengan mewujudkan Denpasar sebagai kota inklusif dan berkelanjutan dengan menyediakan sekolah untuk kelompok rentan, subsidi pendidikan, pembangunan sport center, pembangunan SMP Negeri baru, membangun puskesmas baru serta pengembangan RSUD Wangaya.
Untuk misi kedua, difokuskan untuk menjaga stabilitas keamanan dengan terkendalinya kamtibmas, ketahanan pangan dan kesiapsiagaan bencana. Hal ini diwujudkan dengan pemasangan CCTV untuk mendukung kenyamanan dan keamanan lingkungan serta monitoring kemacetan, pembentukan tim reaksi cepat terintegrasi di setiap kecamatan serta insentif pajak untuk lahan produksi pangan dan ternak, sawah ekowisata, sawah murni.
Dikatakan Jaya Negara, pada misi ketiga, difokuskan pada kejujuran dan spirit sewakadarma sebagai penguat reformasi birokrasi menuju tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance). Hal ini diwujudkan dengan optimalisasi Mal Pelayanan Publik Digital, meningkatkan potensi Pendapatan Asli Daerah Berbasis Digital serta mendorong perangkat daerah sebagai Zona Integritas, WBK Dan WBBM.
“Kedepan, kolaborasi dan sinergitas menjadi kunci keberlanjutan pembangunan, program kerja yang telah dirancang akan terus dioptimalkan serta disinergikan, termasuk juga dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi serta seluruh elemen dan stakeholder di Kota Denpasar,” ujarnya.
Selanjutnya untuk misi keempat difokuskan untuk mewujudkan Kota Denpasar yang unggul dalam kualitas SDM, pemanfaatan teknologi dan inovasi menuju keseimbangan pembangunan berbasis Tri Hita Karana. Hal ini dilaksanakan dengan mewujudkan beberapa program prioritas yakni sertifikasi kompetensi tenaga kerja, mewujudkan 1 aplikasi untuk seluruh layanan publik, optimalisasi Graha Yowana Suci dan mengembangkan kawasan ekonomi kreatif, membangun APJ hemat energi, pembangunan sarana Jaringan Utilitas Terpadu (Ducting Kabel), pengelolaan sampah plastik dengan output menjadi tas belanja dan paving, pembentukan pokja pengelolaan lingkungan di setiap desa/kelurahan dan memperbanyak teba modern serta mendorong pemanfaatan teknologi TPA Suwung.
Sedangkan pada misi kelima, pembangunan difokuskan untuk penguatan jati diri dan pemberdayaan masyarakat berlandaskan kebudayaan Bali. Hal ini diwujudkan dengan melanjutkan insentif desa adat, banjar adat, subak, pangliman, klian adat/banjar memperkuat eksistensi pasraman melanjutkan festival-festival budaya yang bermuara pada pelestarian serta penguatan kebudayaan Bali, khususnya di Kota Denpasar.
“Kami berdua akan melanjutkan pekerjaan, yang tentunya berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama untuk mengatasi permasalahan keamanan, penanganan sampah, penataan utilitas, penanganan banjir, kemacetan dan infrstruktur, baik pendidikan dan kesehatan yang muaranya pada peningkatan kualitas SDM, mari bersinergi dan berkolaborasi untuk secara berkelanjutan mewujudkan Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Makmur, Aman, Jujur dan Unggul (MAJU),” ujarnya. (Ags/HumasDps).
Walikota Buka Puasa Bersama Jaga Toleransi Umat Beragama
DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Buka Puasa Bersama di Masjid Darul Huda, Desa Dangin Puri Kelod, pada Selasa (4/3) petang. Kegiatan rutin saat bulan Ramadhan ini dilaksanakan untuk memperkuat silaturahmi, rasa toleransi serta menjaga kerukunan antar umat beragama dengan turut serta dalam tradisi dan kebudayaan berbagai agama yang ada di Kota Denpasar.
Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Muhamad Iqbal Simatupang serta Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana saat menghadiri Buka Puasa Bersama di Masjid Darul Huda, Desa Dangin Puri Kelod, pada Selasa (4/3).
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Muhamad Iqbal Simatupang serta Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, Perwakilan Forkopimda Kota Denpasar, FKUB Kota Denpasar, Perbekel Desa Dangin Puri Kelod, I Madr Sada, serta warga muslim Masjid Darul Huda, Desa Dangin Puri Kelod.
Sejak menjelang waktu buka puasa, ratusan umat muslim silih berganti memasuki masjid Darul Huda. Sembari menunggu waktu berbuka tiba, tampak anak-anak asik bermain, para tetua bercerita serta tak jarang ada yang memilih saling bersalaman yang menambah khidmat suasana bulan Ramadhan.
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menyampaikan sekapur sirihnya mengatakan bahwa momentum buka puasa bersama ini merupakan wujud harmonisnya hubungan antar umat beragama di Kota Denpasar. Hal ini lantaran hubungan baik dengan asas menyama braya antar semua elemen bangsa harus tercipta dalam rangka menunjang kelancaran pembangunan nasional khususnya di Kota Denpasar.
Lebih lanjut Jaya Negara mengajak seluruh umat beragama yang ada di Denpasar agar menjaga persatuan dan kesatuan serta saling toleransi antar umat beragama. Sehingga kerukunan antar dan internal umat beragama di Kota Denpasar dapat terus tercipta. Hal ini juga sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam yang bermakna kita semua bersaudara.
“Semoga kita semua diberkati dan bertambah iman di bulan suci ini, dengan ketakwaan dan iman yang kuat sehingga kerukunan antar dan internal umat beragama dapat tercipta serta dapat ikut serta dalam berbagai program pembangunan khususnya di Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.
Sementara Ketua Takmir Darul Huda, Desa Dangin Puri Kelod, Nurohman dalam kesempatan tersebut menekankan kehadiran Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara beserta jajarannya dalam buka puasa bersama ini sebagai momentum untuk lebih merekatkan hubungan silaturahmi antara umat beragama dengan jajaran pemerintah.
Pihaknya mengatakan bahwa hubungan harmonis umat Muslim dan masyarakat lokal Bali yang mayoritas beragama Hindu hingga saat ini masih tetap terjaga. Seperti halnya Jumpa Berlian, dimana seluruh masyarakat berbaur untuk bersama dalam membersihkan lingkungan.
“Terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Bapak Walikota dan Wakil Walikota yang sudah berkenan hadir dalam acara berbuka puasa bersama ini, sehingga rasa menyama braya dan spirit Vasudhaiva Kutumbakam yang berkembang di Bali dapat kita ciptakan dalam berbagai kegiatan sebagai cerminan budaya lokal,” ungkapnya. (Ags/tra)









