Beranda / Berita Terkini / Info Jembrana Terkait Calon Naker ke Jepang dan Jambore

Info Jembrana Terkait Calon Naker ke Jepang dan Jambore

Pemkab Jembrana Pacu Kompetensi Calon Naker Kerja Jepang

NEWS INTERMEDIA.COM || JEMBRANA | Komitmen Bupati dan Wakil Bupati Jembrana dalam membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi generasi muda kembali ditegaskan. Pemerintah Kabupaten Jembrana terus mendorong warganya, khususnya kalangan muda, agar mampu bersaing dan memperoleh kesempatan bekerja ke luar negeri. Jepang menjadi salah satu negara tujuan yang kini tengah dipersiapkan secara serius oleh Pemkab Jembrana.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Teranyar, Pemkab Jembrana menjalin kerja sama dengan Fuji Academy untuk membuka kelas pelatihan resmi di Jembrana. Program ini diharapkan menjadi wadah bagi calon tenaga kerja yang ingin mengasah keterampilan serta mempersiapkan diri sebelum diberangkatkan ke Jepang. Selain memudahkan akses, kehadiran pelatihan ini juga diyakini dapat menekan biaya proses serta memastikan kualitas calon pekerja dari Jembrana.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) digelar Jumat (12/12) di Prama Sanur Beach Bali Hotel. Usai penandatanganan, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menegaskan bahwa peluang tersebut akan diprioritaskan bagi anak-anak muda Jembrana.

“Kami datang ke Fuji Academy untuk MoU kerja sama. Rencananya nanti akan membuka kelas di Jembrana. Harapannya bisa merekrut anak-anak Jembrana. Yang paling penting, tidak ada pembayaran di awal. Jika ada biaya di akhir, tentu akan kami dukung melalui pendanaan dari pemerintah,” ujar Bupati Kembang.

Ia juga mengajak generasi muda Jembrana untuk terus meningkatkan semangat belajar serta memanfaatkan peluang kerja di luar negeri demi masa depan yang lebih baik. Kesempatan ini, katanya, dapat menjadi pintu bagi putra-putri daerah untuk mewujudkan cita-cita dan meraih kesuksesan. “Dengan adanya kerja sama ini, saya berharap semakin banyak putra-putri daerah yang mampu bersaing di kancah internasional sekaligus membawa nama baik Jembrana di dunia kerja global,” tandasnya. (WiA/TrA)


Sekitar 48 Pramuka Penggalang dilepas ke Jambore Daerah Bali 2025

NEWS INTERMEDIA.COM || JEMBRANA | Pemerintah Kabupaten Jembrana secara resmi melepas 48 Pramuka Penggalang yang akan mewakili Kabupaten Jembrana pada Jambore Daerah Bali Tahun 2025. Upacara pelepasan dipimpin oleh Sekda Jembrana sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Jembrana, I Made Budiasa, mewakili Bupati Jembrana. Jambore Daerah Bali Tahun 2025 akan dilaksanakan pada 12–15 Desember 2025 bertempat di Bumi Perkemahan I Gusti Ngurah Rai, Margarana, Tabanan.Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Jembrana, Kamis (11/12).

Dalam sambutannya, Sekda Jembrana I Made Budiasa menyampaikan selamat kepada 48 Pramuka Penggalang terpilih dari 21 Gugus Depan se-Kabupaten Jembrana. Mereka sebelumnya telah melewati tahapan seleksi di Gugus Depan masing-masing, setelah mengikuti Jambore Cabang Jembrana pada Oktober 2025.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jembrana, Kakak ucapkan selamat berjuang di kancah provinsi. Semoga sukses membawa nama baik Kabupaten Jembrana yang Maju, Harmoni dan Bermartabat melalui pendidikan Gerakan Pramuka,” ujar Sekda Budiasa.

Sekda Budiasa menekankan esensi Jambore sebagai pertemuan besar di alam terbuka yang bertujuan membentuk karakter, mengembangkan keterampilan, serta memperkuat persaudaraan antarpramuka. Melalui kegiatan perkemahan, penjelajahan, seni budaya, hingga ketangkasan, para peserta diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mandiri, disiplin, berjiwa Pancasila, kreatif, dan peduli sosial.

“Jambore bukan sekadar kegiatan bersenang-senang, melainkan ajang membentuk jati diri melalui pengalaman langsung. Jambore adalah laboratorium karakter di alam terbuka yang menyiapkan generasi muda menjadi insan berdaya guna bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Sekda juga berpesan agar seluruh peserta menjaga sikap, menjunjung sopan santun, berbudi pekerti luhur, serta siap menolong siapa pun sesuai kode kehormatan Pramuka. Ia mendorong peserta untuk menimba pengalaman sebanyak mungkin, berinteraksi dengan pramuka dari kabupaten lain, serta meningkatkan kemampuan diri sebagai bekal kepemimpinan dan pengabdian. “Ikuti seluruh rangkaian acara dengan disiplin, serap pengetahuan baru, perluas wawasan, sehingga dapat menjadi modal dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah,” pesan Sekda Budiasa. (Wia/Tra)


Pemkab Jembrana Gelar Rakor Optimalkan Program Percepatan

NEWS INTERMEDIA.COM || Jembrana | Dalam rangka percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Jembrana, Pemerintah Kabupaten Jembrana Melalui Dinas PPPA-PPKB menggelar rapat koordinasi yang juga dirangkaikan dengan Rembug Stunting tingkat Kabupaten Jembrana, Rabu (10/12).

Dibuka oleh Bupati Jembrana yang diwakilkan Sekda I Made Budiasa, rapat kordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) kabupaten Jembrana ditandai dengan Penandatangan pernyataan komitmen mendukung upaya percepatan penurunan stunting secara konsisten dan berkelanjutan melalui intergrasi program instansi/institus oleh seluruh peserta rakor.

Dalam sambutanya Sekda I Made Budiasa mengatakan upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting harus menjadi kerja bersama yang bersifat lintas sektor dan dilakukan secara terencana, terintegrasi dan berkesinambungan.

“Isu stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia, kecerdasan anak, produktivitas generasi muda, hingga daya saing daerah dan kualitas bangsa di masa depan. Oleh karena itu, kita harus memperkuat kerja sama lintas sektor dan terus meningkatkan upaya pencegahan serta penanganan stunting,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia juga menyampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan agar terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui sinergi program, antara lain dengan melakukan edukasi masif tentang pola asuh, penerapan gizi seimbang, serta pencegahan perkawinan usia dini.

“Saya mengajak seluruh OPD, lembaga, dan para pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi serta sinergi program melalui intervensi sensitif, seperti pemenuhan gizi keluarga, peran keluarga dalam pola asuh, sanitasi air bersih, ketahanan pangan rumah tangga, hingga akses pendidikan,” imbuhnya.

Melalui rapat koordinasi tersebut diharapkan dapat memantapkan strategi dan menyusun langkah taktis yang lebih terarah dan terukur, agar upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Jembrana dapat diwujudkan secara nyata. “Mari kita jadikan agenda ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan menyelaraskan program,” tandasnya. (Wia/Tra).


Hari Disabilitas Momentum Kuatkan Kebersamaan dan Solidaritas

NEWS INTERMEDIA.COM || Jembrana | Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menghadiri acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang diselenggarakan di Auditorium Kabupaten Jembrana. Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, diikuti oleh 197 siswa beserta orang tua, serta para penyandang disabilitas yang tergabung dalam berbagai organisasi, Rabu (10/12)

Ketua panitia, I Ketut Budi Pertiaksa, dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan HDI tahun ini mengusung tema “Setara Berkarya, Berdaya Tanpa Batas”. Tema tersebut merupakan ajakan untuk terus memperkuat solidaritas dan kebersamaan tanpa membeda-bedakan satu sama lain.

“Acara ini adalah momentum untuk mengingatkan kita semua agar selalu menjaga solidaritas. Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak dan teman-teman disabilitas untuk menunjukkan bahwa mereka mampu berkarya tanpa batas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SLBN 1 Jembrana, Komang Sri Mariati, menegaskan bahwa HDI bukan sekadar kegiatan seremonial. “Peringatan kali ini adalah pengingat bahwa disabilitas bukanlah hambatan untuk berprestasi, melainkan keragaman yang memperkaya kehidupan kita,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa setiap anak memiliki potensi emas, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus yang mungkin memiliki keterbatasan dalam melihat, mendengar, atau mengikuti perkembangan zaman. “Para guru tidak hanya mengajar, tetapi juga membangun jembatan bagi anak-anak untuk melangkah menuju masa depan yang lebih mandiri. Terima kasih atas dedikasi dan inovasi yang terus diberikan,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menekankan pentingnya ruang untuk saling mendengar, menyapa, dan menghargai dalam kehidupan bermasyarakat. “Kita semua ditakdirkan memiliki keunikan masing-masing. Tidak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi. Yang terpenting adalah semangat untuk maju dan berkembang,” jelasnya.

Kepada para siswa penyandang disabilitas, Bupati Kembang memberikan motivasi agar tetap optimis dan tidak mudah menyerah. Ia juga mengimbau orang tua untuk mendidik anak-anak agar tidak manja dan selalu berusaha mandiri. “Tidak masalah kita lahir di mana dan dengan keunikan apa. Yang penting adalah kemauan untuk berkembang menjadi lebih baik,” pesannya.

Pemerintah Kabupaten Jembrana, lanjut Bupati, terus berupaya meningkatkan fasilitas yang ramah disabilitas, baik di bidang infrastruktur, pendidikan, maupun kesehatan. Namun demikian, ia mengakui bahwa upaya tersebut masih perlu ditingkatkan melalui masukan dan ide dari masyarakat.

“Saya berterima kasih kepada para guru, orang tua, dan komunitas yang dengan sabar mendampingi saudara-saudara kita. Saya tahu tidak mudah, karena butuh kesabaran dan loyalitas,” ucapnya. Mengakhiri sambutannya, Bupati Kembang menyampaikan harapannya agar penyandang disabilitas di Jembrana dapat terus maju dan tidak merasa rendah diri.

“Selamat Hari Disabilitas Internasional. Semoga momentum ini memperkuat semangat inklusif, bukan hanya sebagai kata-kata tetapi sebagai tindakan nyata dalam program pembangunan kita,” tutupnya. (Wia/Tra)


Bupati Kembang Tinjau Dampak Angin Puting Beliung di Penyaringan

NEWS INTERMEDIA.COM || Jembrana | Musibah angin puting beliung kembali menerjang wilayah Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Merespon cepat adanya musibah tersebut, tepat dihari yang sama, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan meninjau langsung lokasi kerusakan Berdasarkan data sementara BPBD Jembrana, mencatat adanya tiga bangunan yang terdampak akibat cuaca ekstrem angin puting beliung, Selasa sore (9/12).

Satu diataranya merupakan rumah warga yang mengalami kerusakan pada bagian atap rumah. Kemudian dua lainnya merupakan tempat usaha seperti bangunan falisitas tambak udang dan bangunan milik PT Suri Tani Pemuka, yang juga mengalami kerusakan pada atap kantor dan atap area parkir (asbes).

Bupati Kembang menyampaikan fokus utama kunjungan adalah melihat sejauh mana dampak kerusakan yang dialami masyarakat dan memastikan bantuan darurat telah disalurkan. “Saya telah menginstruksikan kepada tim terkait, dalam hal ini BPBD Jembrana agar melakukan pendataan akurat terkait rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur yang rusak. Saya pastikan, pemerintah daerah akan segera mengambil langkah konkret untuk membantu pemulihan,” tegasnya.

Kembang juga mengintruksikan kepada Camat, bersama Prebekel, sampai di Kelian bersinergi dengan TNI/Polri untuk melaksanakan gotong royong membantu membersihkan puing-puing kerusakan pasca musibah angin puting beliung. “Gotong royong ini dilakukan sebagai upaya dalam membantu warga yang terdampak musibah, juga sebagai bukti nyata pemerintah hadir ditengah-tengah masyarakat,” pungkasnya. (Wia/Tra)