- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_img

Ny Puteri Koster Sampaikan Soal Peran Guru Paud dan Ingatkan Posyandu

- Advertisement -spot_img

Ny. Putri Koster Sampaikan Peran Penting Guru PAUD

DENPASAR –NEWSINTERMEDIA.COM || Bunda PAUD Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, membuka Rakerwil Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Bali yang berlangsung di Nirmala Convention Center, Denpasar, Sabtu (15/3).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dalam kesempatan tersebut, Putri Koster menyampaikan bahwa guru PAUD memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan anak, karena tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun fondasi budi pekerti, moral, serta etika anak.

“Kalau ini terlewat, seperti sekarang anak-anak kita bisa menjadi generasi stroberi, lembek,” ujar pendamping orang nomor satu di Bali tersebut. Ia menilai bahwa pendidikan anak usia dini berkontribusi besar dalam pembentukan mental anak. Menurutnya, dari tenaga pendidik yang andal akan lahir anak-anak yang cerdas, sehat, berdaya saing, dan berakhlak.

Sementara itu, Putri Koster menyoroti minimnya apresiasi pemerintah terhadap para pendidik anak usia dini. Selain gaji yang minim, menurutnya, guru PAUD juga masih disetarakan dengan pengasuh, bukan tenaga pendidik. “Padahal tanggung jawabnya lebih besar daripada mengajar anak-anak di perguruan tinggi,” jelasnya.

Selain itu, Ny. Putri Koster juga mengajak HIMPAUDI Bali untuk selalu bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali, khususnya dalam hal pendidikan anak usia dini. Ia berharap pelaksanaan Rakerwil tersebut dapat menghasilkan program-program yang mampu meningkatkan semangat para guru PAUD, yang pada akhirnya berdampak positif bagi anak-anak serta masyarakat.

Acara tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan kepengurusan HIMPAUDI Kabupaten/Kota se-Bali. Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah HIMPAUDI Bali, Ni Wayan Santiasih, meyakini bahwa HIMPAUDI Bali dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini secara holistik dan integratif. (dsk/tra).

Ny. Putri Koster Ingatkan Posyandu Bukan Sekadar Timbang Bayi

KLUNGKUNG – NEWSINTERMEDIA.COM || Sejalan dengan transformasi yang dilakukan pemerintah, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) saat ini tak lagi sekadar kegiatan menimbang bayi. Sesuai amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu, lembaga ini memiliki enam tugas, yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta tugas di bidang sosial.

Informasi tersebut disampaikan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, saat menghadiri kegiatan Bakti Sosial Satpol PP Peduli yang diselenggarakan di Balai Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Minggu (16/3/2025).

Untuk diketahui, baksos ini merupakan kegiatan kolaborasi dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK ke-53, HUT ke-75 Satpol PP, dan HUT ke-63 Satlinmas Provinsi Bali Tahun 2025, yang dirangkai dengan Posyandu terpadu bagi balita, remaja, dan lansia.

Lebih lanjut, Ny. Putri Koster menginformasikan bahwa ia secara resmi telah dikukuhkan sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali. Dengan demikian, saat ini ia mengemban tiga tanggung jawab, yaitu sebagai Ketua TP PKK, Ketua Dekranasda, dan Ketua TP Posyandu Provinsi Bali.

“Untuk struktur Tim Pembina Posyandu ini, kalau di desa namanya kader, lalu di tingkat kecamatan hingga provinsi disebut tim pembina. Landasan gerak kita adalah pembinaan,” terangnya sembari menyatakan bahwa tugas yang diemban Posyandu kini makin berat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jajaran pengurus TP Posyandu mulai dari tingkat provinsi hingga kader di desa untuk bergerak bersama secara kolaboratif dalam melaksanakan program kerja.

Masih dalam arahannya, perempuan yang dikenal memiliki multitalenta di bidang seni ini kembali mengingatkan salah satu tugas penting yang diemban Posyandu, yaitu pencegahan stunting. Dari pengamatannya, belakangan muncul keengganan orang tua untuk mengajak anak balita mereka ke Posyandu karena menganggapnya hanya sebagai kegiatan menimbang berat badan. “Banyak yang berpikir, kenapa timbang badan, toh juga sudah sehat,” ucapnya.

Padahal, kata dia, dari kegiatan timbang badan yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan, akan diketahui perkembangan berat dan tinggi badan balita. “Dari data itu, dapat diketahui apakah perkembangan berat dan tinggi badan anak sudah sesuai dengan usianya. Yang tak kalah penting, ini juga berkaitan dengan pencegahan stunting. Jika ada potensi stunting, bisa lebih cepat diantisipasi sehingga tidak terlambat,” ujarnya.

Terkait upaya pencegahan stunting, ia juga mengingatkan para orang tua untuk memberi perhatian pada pemenuhan gizi putri mereka saat beranjak remaja. Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai dengan pemenuhan gizi calon ibu. Untuk memantapkan kinerja Posyandu, Ny. Putri Koster menginformasikan bahwa ia berencana menggelar temu kader seluruh Bali.

Selanjutnya, ia menyampaikan apresiasi terhadap jajaran Satpol PP Bali yang menggelar baksos serangkaian peringatan hari jadi. “Ini adalah kegiatan kolaborasi dan kami datang ke sini untuk berbagi kebahagiaan,” ujarnya. Pada kesempatan itu, Ny. Putri Koster mengajak masyarakat untuk mendukung Satpol PP yang mengemban tugas menjaga keamanan, ketenteraman, dan ketertiban. Sebab, menurutnya, keberhasilan Satpol PP dalam menjalankan tugas sangat bergantung pada dukungan masyarakat.

Pada bagian lain, Ny. Putri Koster menginformasikan bahwa baksos juga diisi dengan beragam kegiatan, seperti pemeriksaan kesehatan gratis serta layanan Posyandu terpadu bagi balita, remaja, dan lansia. Selain itu, baksos juga menghadirkan kegiatan pasar murah, vaksinasi, sterilisasi hewan peliharaan, dan penyerahan bibit unggul.

Secara khusus, ia menekankan pentingnya pemberian vaksin rabies pada hewan peliharaan. “Ini sangat penting karena saat ini anjing Bali kembali terjangkit rabies yang berdampak mematikan. Vaksinasi ini adalah langkah yang sangat penting untuk memutus mata rantai penularan rabies,” ujarnya.

Dalam kegiatan baksos ini, TP PKK Provinsi Bali menyalurkan paket bantuan berupa beras, telur, dan susu bagi 43 penerima yang secara simbolis diserahkan oleh Ny. Putri Koster. Sementara itu, Satpol PP Bali memberikan paket bantuan kepada 160 masyarakat kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Selain itu, Kasatpol PP, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi, menyerahkan bantuan alat tulis dan punia kepada Desa Adat Pesinggahan yang akan nangun yadnya. Bersumber dari urunan staf, Satpol PP juga membantu bedah rumah Nengah Suarta dengan bantuan sebesar Rp35 juta. Lokasi bedah rumah ditinjau langsung oleh Ny. Putri Koster bersama Bupati Klungkung, Made Satria didampingi Ny. Eva Satria. Kegiatan baksos juga dihadiri sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Bali. (Kar/tra).

- Advertisement -spot_img
admin
adminhttps://newsintermedia.com
Seorang Jurnalist yang sudah sangat berpengalaman dalam bidang Pers, sudah mengajar Pers, Kode Etik Waratawan, naskah nskah banyak di tulis, kami juga mencipta lagi dan pusi, cerpen dan Biografi para pejabat negara , pejabta teras
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img