Beranda / Berita Terkini / DENPASAR / Mau Dibawa Kemana Bali ini? Kampanye Visi Misi Koster- Giri Jelas dan Detail

Mau Dibawa Kemana Bali ini? Kampanye Visi Misi Koster- Giri Jelas dan Detail

Koster-Giri Prioritaskan SDM Bali Unggul dan Berdaya Saing

DENPASAR – NEWSINTERMEDIA.COM || Pasangan Calon (Paslon) Gubernur- Wakil Gubernur Bali Nomor Urut 2, Wayan Koster-I Nyoman Giri Prasta menegaskan akan memprioritaekan peningkatan daya sumber manusia (SDM) Bali yang unggul dan berdaya saing. Penegasan itu disampaikan Calon Gubernur (Cagub) Wayan Koster saat Debat Publik Kedua Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali di Denpasar Sabtu (9/11).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Caption: Paslon Gubernur Bali nomor 2 Wayan Koster-Giri Prasta (Koster-Giri) pose bersama panelis, civitas dan peserta uji publik calon pemimpin Bali di Undiksha 6 November 2024

Wayan Koster mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil riset menyebutkan ras manusia Bali terbilang unggul. Untuk itu, Koster-Giri akan memprioritaskan program peningkatan SDM Bali.

Lebih lanjut Cagub Wayan Koster mengatakan bahwa peningkatan SDM Bali yang unggul dan berdaya saing termasuk adalah pembangunan jati diri manusia Bali dengan memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal Bali. “Sedangkan secara akademik, kami (Paslon Koster-Giri) akan menggratiska n pendidikan SMA/SMK,” imbuhnya.

Selain itu, Cagub Wayan Koster menambahkan akan memberikan beasiswa bagi pelajar SMA/SMK berprestasi untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang S1 maupun S2, baik untuk kampus dalam negeri maupun luar negeri.”Kami (Koster-Giri) akan menargetkan satu keluarga satu sarjana,” tegasnya.

Tak hanya itu, Cagub Wayan Koster akan membangun SDM Bali yang unggul dan berdaya saing secara global di bidang manajerial pariwisata. Terlebih Pulau Dewata telah terkenal sebagai destinasi pariwisata kelas dunia. “Kita harapkan mereka akan bekerja terkait bidang manajerial pariwisata di luar negeri dan daerah-daerah di Indonesia,” sebutnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Bali Dewa Agung Gede Lindartawan mengatakan bahwa Debat Publik ini bertujuan sebagai pendidikan politik dalam era demokrasi bagi masyarakat Bali. Selain itu juga sebagai bagian sosialisasi dan kampanye bagi Paslon Cagub-Cawagub Bali mendetailakan visi misi dan program kerja mereka. “Sehingga masyarakat mengetahui mau dibawa kemana Bali ke depan oleh para calon pemimpin mereka,” terangnya. (*)

Lintas Agama Siap Menangkan Jaya-Wibawa dan Koster-Giri 

DENPASAR – NEWSINTERMEDIA.COM || Yayasan Nurrusalam mengadakan doa bersama lintas Agama semeton Muslim dan Hindu dengan mengambil tempat di Banjar Eka Dharma, Desa Sumerta Kauh, Kecamatan Denpasar Timur Sabtu (9/10) kemarin.

Doa bersama lintas Agama yang dihadiri ratusan semeton Muslim dan Hindu dihadiri langsung oleh Calon Wali Kota Denpasar Nomor Urut 2 (dua) I Gusti Ngurah Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, dan anggota DPRD Kota Denpasar Ketut Budha. Turut dihadiri Ketua Yayasan Nurrusalam Mat Hasan, Kelian Banjar Eka Dharma Komang Nurjaya, semeton pemenangan Jaya-Wibawa (Samudra), serta prajuru dan pecalang Banjar Eka Dharma.

Salah satu tokoh masyarakat di Banjar Eka Dharma Cok Anom memberikan masukan agar pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 November 2024 bisa sepenuhnya menggunakan hak pilihnya, semoton Muslim dan Hindu di Banjar Eka Dharma bisa memenangkan Jaya-Wibawa dan Koster-Giri dengan target kemenangan 80% suara kemenangan.

Kemudian Kelian Banjar Eka Dharma Komang Nurjaya juga menyampaikan terima kasih kepada Jaya Negera selama Jadi Wali Kota, Banjar Eka Dharma sudah dibantu Gong, dan juga dibantu yang lainya. Sehingga dengan adanya Gong sekarang krama kami di Banjar Eka Dharma jadi rutin latihan megambel. Suksema Pak Jaya Negara atas bantuan Gongnya. “Dipastikan pada Pilkada 27 November 2024 suara di Banjar Eka Dharma bisa mencapai 80% untuk kemenangan Jaya-Wibawa dan Koster-Giri,” ucapnya.

Sementara dari Calon Wali Kota Denpasar nomor urut 2 (dua) I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan terima kasih kepada semeton Muslim dan Hindu yang telah mengundang di acara doa bersama lintas Agama yang digelar oleh Yayasan Nurrusalam yang bertempat di Banjar Eka Dharma.

“Semoga momen doa bersama lintas Agama ini menjadi penuh berkah, penuh kebersamaan, dan tetap bisa terjalin hubungan tali persaudaraan yang baik dikalangan semeton Muslim dan Hindu yang ada di lingkungan Banjar Eka Dharma,” kata Jaya Negara.

Sembari menyampaikan tidak lupa tiang juga bersama tim pemenangan Koster-Giri yakni I Gusti Ngurah Gede untuk memohon dukungan dari semoton Muslim dan Hindu di Banjar Eka Dharma agar di Pilkada 27 November 2024 menyatukan dukungan untuk mencoblos Jaya-Wibawa dan Koster-Giri.

Kebetulan Jaya-Wibawa juga memiliki program unggulan untuk Kota Denpasar yakni bisa mewujudkan Kota Denpasar bertoleransi antar umat beragama sesuai visi-misi kami yakni Vasudhaiva Kutumbakam (saling menyame braya).

“Program lainya yang juga dimilik Jaya-Wibawa yakni memberikan BPJS dan insetif kepada para tokoh lintas Agama, dan juga akan menganggarkan setiap ada kegiatan even yang digelar nantinya,” terang Jaya Negara.

Lanjutnya, untuk program kesehatan di Kota Denpasar juga sudah dibangun rumah sakit ramah hiburan anak, pusat pelayan rumah sakit yang memang dikhususkan untuk Ibu dan Anak. “Bahkan dalam mengantisipasi kemacetan di Kota Denpasar juga sudah di wacanakan akan membangun anderpass, dan juga kedepan di Kota Denpasar yakni tahun 2026 mulai akan distribusikan air bersih siap minum,” imbuhnya.

Sementara dari tim pemenangan Koster-Giri yakni I Gusti Ngurah Gede mengingatkan kepada semoton Muslim dan Hindu yang hadir di acara doa bersama lintas Agama ini agar jangan sampai gol put di Pilkada tanggal 27 November 2024. “Ingat coblos nomor 2 (dua) untuk Paslon Jaya-Wibawa dan Koster-Giri yang pakai baju putih,” tambahnya. (*)

Koster-Giri Siap Atasi Pemerataan Distribusi Air Bersih 

DENPASAR – NEWSINTERMEDIA.COM || Pasangan Calon (Paslon) Gubernur- Wakil Gubernur Bali Nomor Urut 2, Wayan Koster-I Nyoman Giri Prasta menegaskan akan mengatasi masalah pemerataan distribusi air bersih di Bali terutama untuk sebagian wilayah Kabupaten Karangasem dan Buleleng.

Pernyataan disampaikan saat menanggapi pertanyaan panelis terkait permasalahan maraknya penggunaan air bawah terhadap dampak lingkungan alam Bali pada Debat Publik Kedua Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, di Denpasar, Sabtu (9/11) kemarin.

Calon Gubernur (Cagub) Wayan Koster mengungkapkan bahwa ketersediaan sumber air bersih di wilayah Pulau Bali cukup melimpah dan mampu mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat termasuk irigasi maupun wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata.

Hanya saja, lanjut Wayan Koster, terdapat permasalahan terkait distribusinya terutama untuk sebagian wilayah Karangasem dan Buleleng. Di antaranya kawasan Kecamatan Kubu (Karangasem) dan Tejakula (Buleleng).

Untuk penyelesaian permasalahan itu, pihaknya lebih mengutamakan melalui distribusi air bersih melalui sistem pipanisasi ketimbang medote pengeboran air bawah tanah yang dapat mengancam keruskan ekosistem lingkungan alam Bali.

“Dari pengamatan kami seperti di Kubu, itu ada sumber air di Kecamatan Abang. Sedangkan di Tejakula ada Bendungan Tamblangan, nanti melalui sistem pipanisasi akan selesai dalam lima tahun. Kalau (Pemerintah) Kabupaten kekurangan dana, maka akan dibantu lewat APBD Provinsi (Bali) untuk menyelesaikannya,” jelasnya.

Di sisi lain saat jumpa pers usai acara Debat Publik Kedua, Wayan Koster kembali menegaskan akan menuntaskan permasalahan pemerataan distribusi air bersih di Bali. Salah satunya melalui pemanfaatan Bendungan Sidan yang berada di Petang, Kabupaten Badung.

Menurut Wayan Koster, pembangunan Bendungan Sidan yang segera rampung dengan melalui sistem pipanisasi akan mampu mengatasi permasalahan pemerataan distribusi air bersih di sejumlah kabupaten/kota di Bali. Seperti Kabupaten Bangli, Gianyar, Tabanan, Badung dan Kota Denpasar. “Sekarang karena belum selesai (pembangunan Bendungan Sidan, red), maka belum bisa optimal,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Bali Dewa Agung Gede Lindartawan mengatakan bahwa Debat Publik ini bertujuan sebagai pendidikan politik dalam era demokrasi bagi masyarakat Bali. Selain itu juga sebagai bagian sosialisasi dan kampanye bagi Paslon Cagub-Cawagub Bali mendetailkan visi misi dan program kerja mereka. “Sehingga masyarakat mengetahui mau dibawa kemana Bali ke depan oleh para calon pemimpin mereka,” terangnya. (*)