Beranda / Berita Terkini / DENPASAR / Koster Gelorakan Semangat Pancasila, Giri Dorong Perkuat Sinergitas
Koster Gelorakan Semangat Pancasila, Giri Dorong Perkuat Sinergitas
Oleh Gustra
Tidak ada komentar
3 Juni 2025 10:52

Previous Article
Next Article

Ini Bukti Komitmen Koster Bagun Program SDM Bali Unggul
Di Era Kesetaraan Gender, Perempuan Bali Harus Bersaing

Ida Bagus Putu Suwitra Sering disapa "Gustra" adalah seorang Jurnalist berpengalaman, lahir di Singaraja, pada 23 Mei 1966, dan saat ini sudah sangat berpengalaman dalam bidangnya, bahkan sudah mengajar tentang jurnalistik di sekolah-sekolah SMP dan SMA, dan mengajar Kode Etik Jurnalis, Ia juga menulis naskah, cerpen, puisi serta lagu-lagu rohani dan biografi serta Gustra juga seorang Pelukis absrak dengan goresan tangan.
Related Posts

Denpasar Raih Dua Penghargaan Bidang Hukum 2026
20 Agustus 2026
Gubernur Koster Minta Jajaran Perangkat Daerah Bekerja Maksimal
19 Agustus 2026

Lebih lanjut Kepala BPIP menyampaikan bahwa peringatan hari lahir Pancasila merupakan momentum yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia: Ia menambahkan, Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. “Pancasila adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” ucapnya seraya menambahkan bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia.
Masih dalam arahannya, Yudian Wahyudi juga menyinggung makin kompleksnya tantangan yang dihadapi Ideologi Pancasila pada era globalisasi dan digitalisasi. “Tantangan terhadap Pancasila kian nyata. Kita menyaksikan penyebaran paham-paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, hingga disinformasi yang mengancam kohesi sosial. Melalui Asta Cita, kita dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang-ruang digital,” paparnya.
Selanjutnya di lingkungan pemerintahan dan birokrasi, nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam bentuk pelayanan publik yang berkeadilan, transparan dan berpihak pada rakyat. Setiap kebijakan dan program harus mencerminkan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial, bukan kepentingan kelompok atau golongan.
Dikatakan Wagub Bali, Giri Prasta, kerukunan serta kedamaian merupakan hal yang sangat penting bagi Bali, terutama mengingat Bali hidup dari sektor pariwisata, di mana keamanan adalah salah satu bagian penting penunjang pariwisata. “Kami berterima kasih kepada jajaran FKUB yang telah menjaga empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, serta selalu menjaga Bali sehingga Bali tetap rukun, aman, dan damai,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan oleh Bendesa Agung/Ketua Umum FKUB Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, bahwa terciptanya kerukunan sangat penting bagi Bali. Dengan adanya kerukunan, akan tercipta kedamaian dan keamanan yang menjadi dambaan setiap manusia. Oleh karena itu, kerukunan harus kita jaga di tengah kemajemukan ragam agama, suku, maupun ras.


