Beranda / Berita Terkini / GIANYAR / Info Gianyar Soal Aksi Sosial dan Info Badung Seputar Karya Tawur Labuh Gentuh

Info Gianyar Soal Aksi Sosial dan Info Badung Seputar Karya Tawur Labuh Gentuh


Aksi Sosial Bergerak & Berbagi, TP PKK Bali Perkuat Sinergi Layanan bagi Masyarakat


NEWS INTERMEDIA.COM | GIANYAR – Komitmen menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan responsif bagi masyarakat terus diperkuat Tim Penggerak PKK Provinsi Bali melalui Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” Tahun 2026. Kegiatan yang digelar di tiga desa di Kabupaten Gianyar ini menjadi wujud nyata sinergi antara TP PKK, perangkat daerah, dan masyarakat dalam memperluas jangkauan pelayanan sosial hingga ke lapisan paling bawah.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Sekretaris I Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menyampaikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar beserta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut. Apresiasi tersebut disampaikannya saat menghadiri aksi sosial yang dipusatkan di Wantilan Pura Puseh, Banjar Bayar, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Wantilan Pura Dalem Sembuwuk, Pejeng Kaje, serta Wantilan Desa Adat Bona, Kecamatan Blahbatuh, Jumat (3/7).

Menurutnya, program Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” dirancang sebagai implementasi nyata 10 Program Pokok PKK agar semakin memberi manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.

“Di tengah tantangan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, diperlukan komitmen bersama antara TP PKK, pemerintah, dan masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pemberdayaan. Tujuannya agar masyarakat memperoleh akses layanan yang lebih dekat, cepat, dan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberadaan kader PKK memiliki posisi strategis dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari tingkat pusat hingga desa. Karena itu, kader PKK diharapkan terus menjaga semangat gotong royong, memperkuat kepedulian sosial, serta aktif merespons persoalan yang berkembang di lingkungan sekitar.

“Kader PKK harus mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat, bekerja secara sinergis, serta menjadi jembatan antara program pemerintah dan kebutuhan riil warga,” tambah Seniasih Giri Prasta.

Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Provinsi Bali menyerahkan 50 paket bantuan kebutuhan pokok dan susu kepada 50 penerima manfaat yang terdiri atas ibu hamil, penyandang disabilitas, lansia, balita, serta kader TP PKK desa setempat. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

Selain bantuan sosial, turut diserahkan 50 bibit pohon produktif berupa mangga, alpukat, dan manggis sebagai bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan sekaligus penghijauan lingkungan.

Usai penyerahan bantuan, Ny. Seniasih Giri Prasta yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, meninjau langsung berbagai layanan yang disediakan, mulai dari demo dan pelatihan memasak hingga pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, TP PKK Provinsi Bali berharap gerakan sosial berbasis kolaborasi tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghadirkan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bali secara berkelanjutan. (EKA/TRA).


Wagub Giri Prasta Hadiri Karya Tawur Labuh Gentuh di Catus Pata Desa Sibanggede, Apresiasi Semangat Krama Jaga Tradisi Leluhur


NEWS INTERMEDIA.COM | BADUNG – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri Upacara Tawur Labuh Gentuh yang digelar di Catus Pata Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Jumat (3/7). Upacara tersebut merupakan bagian dari rangkaian Karya Piodalan Padudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa, lan Ngusaba Nini di Pura Desa, Desa Adat Sibanggede.

Dalam sambrama wacananya, Wagub Giri Prasta menyampaikan apresiasi atas komitmen dan semangat krama Desa Sibanggede yang terus menjaga warisan tradisi leluhur. Menurutnya, pelaksanaan karya adat secara berkelanjutan mencerminkan kuatnya nilai swadharma dan kebersamaan masyarakat adat Bali dalam merawat keseimbangan sekala dan niskala.

“Desa Sibanggede ini tidak asing bagi saya. Saya mengetahui bagaimana para leluhur secara turun-temurun melaksanakan swadharma yang utama. Hari ini, tradisi itu kembali dilaksanakan dengan penuh semangat oleh krama,” ujarnya.

Wagub Giri Prasta menjelaskan bahwa Catus Pata Desa Sibanggede memiliki posisi yang istimewa karena berada pada titik pusat desa yang dikelilingi perempatan jalan di empat penjuru mata angin. Keberadaan puri, pura, pasar, dan pusat aktivitas masyarakat di kawasan tersebut, menurutnya, menunjukkan pentingnya kawasan ini dalam tatanan sosial, budaya, dan spiritual desa adat.

Ia menilai para leluhur Desa Sibanggede memiliki kearifan dalam memahami nilai strategis kawasan tersebut, sehingga karya tingkat utama digelar secara khusus setiap 30 tahun sekali. Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi, perhatian terhadap pelaksanaan karya ini telah diberikan sejak dirinya menjabat sebagai Bupati Badung, termasuk dukungan pendanaan dari Pemerintah Kabupaten Badung.

Mengakhiri sambutannya, Wagub Giri Prasta mendorong agar dibuat prasasti sebagai penanda sekaligus pengingat siklus pelaksanaan karya utama yang berlangsung setiap tiga dekade. Menurutnya, dokumentasi tersebut penting untuk menjaga kesinambungan tradisi bagi generasi mendatang.

Selain menyaksikan prosesi Tawur Labuh Gentuh, Wagub Giri Prasta juga berkesempatan mundut pralingga Ida Bhatara serta menyerahkan punia sebesar Rp25 juta sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan karya.

Sementara itu, Ketua Panitia Karya, I Ketut Darma, menjelaskan bahwa pelaksanaan Karya Padudusan Agung Menawa Ratna Medasar Caru Labuh Gentuh di Pura Desa Sibanggede merupakan hasil paruman krama Desa Adat Sibanggede. Puncak karya dijadwalkan berlangsung pada 7 Juli 2026, sedangkan Upacara Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini akan dilaksanakan pada 9 Juli 2026.

Ia menambahkan, pendanaan karya didukung hibah Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp1,5 miliar, punia dari krama Desa Adat Sibanggede, serta kontribusi para pengusaha di wilayah setempat. Dukungan masyarakat juga diwujudkan melalui gotong royong dan penyediaan berbagai sarana upakara, termasuk keterlibatan para serati, tukang ulam, dan krama adat dari 12 banjar. (DSK/TRA).