Disdukcapil Denpasar Mulai Terbitkan Adminduk Warga Terdampak Banjir
NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Banjir yang melanda wilayah Kota Denpasar beberapa waktu lalu memberikan dampak di berbagai sektor kehidupan masyarakat, termasuk hilangnya Administrasi Kependudukan (Adminduk). Karenannya, guna memastikan tidak terganggunya urusan masyarakat terkait administrasi, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mulai menerbitkan Administrasi Kependudukan (Adminduk) bagi warga yang terdampak banjir.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Ket foto : Kadisdukcapil Kota Denpasar, Dewa Gede Juli Artabrata saat menyerahkan Dokumen Adminduk warga terdampak banjir kepada Perbekel Desa Sumerta Kaja, I Gusti Ngurah Mayun di Kantor Disdukcapil Kota Denpasar, Jumat (26/9).
Kepala Disdukcapil Kota Denpasar, Dewa Gede Juli Artabrata, menyatakan bahwa peran Disdukcapil dalam penanganan dampak banjir sesuai dengan tugas dan fungsi yang dimiliki adalah menerbitkan kembali dokumen-dokumen kependudukan bagi warga yang terdampak. Langkah ini diambil untuk memastikan warga yang terkena dampak bencana dapat kembali memiliki dokumen kependudukan yang penting. “Kami fokus menerbitkan kembali KK, KTP, dan akte pencatatan sipil lainnya yang rusak maupun hilang akibat banjir,” kata Dewa Juli sapaan akrabnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Disdukcapil akan mempermudah proses penerbitan dokumen kependudukan bagi warga terdampak dengan syarat adanya pengantar atau keterangan dari desa/kelurahan setempat. Keterangan ini menyatakan bahwa warga tersebut benar-benar kehilangan atau dokumen kependudukannya rusak akibat banjir.
Dikatakan Dewa Juli, masyarakat yang terdampak banjir boleh langsung datang ke Disdukcapil dengan membawa surat pengantar atau surat keterangan dari desa/kelurahan setempat. Ada juga opsi permohonan jemput bola dari desa/kelurahan setempat untuk mempermudah proses ini. “Banyak dokumen berharga hilang saat musibah, termasuk Adminduk. Kami berharap dapat membantu masyarakat,” kata Dewa Juli.
Pihaknya menekankan bahwa adminduk merupakan dasar setiap administrasi, sehingga penting bagi warga untuk memiliki dokumen-dokumen tersebut. Dengan adanya pelayanan dari Disdukcapil, diharapkan warga terdampak banjir dapat kembali memiliki dokumen kependudukan yang valid dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
“Dengan langkah ini, Disdukcapil Kota Denpasar berharap dapat membantu meringankan beban warga terdampak banjir dan memastikan mereka dapat kembali mengurus administrasi dengan lancar. Pelayanan ini menunjukkan komitmen Pemkot Denpasar dalam mendukung masyarakat yang terkena dampak bencana,” ujarnya. (Ags/TRA).
Komitmen Kembalikan Ketangguhan DAS, Wawali Dukung Penanaman Pohon
NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mendampingi Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq dan Gubernur Bali, Wayan Koster melaksanakan penanaman pohon di bantaran aliran sungai ayung tepatnya di taman kehati Kesiman Kertalangu, pada Jumat (26/9/2025). Kegiatan ini merupakan dukungan langkah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan juga Pemerintah Provinsi Bali untuk mengembalikan ketangguhan daerah aliran sungai (DAS) melalui penanaman pohon.
Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat melaksanakan penanaman pohon di bantaran aliran sungai ayung tepatnya di taman kehati Kesiman Kertalangu, pada Jumat (26/9).
“Ini inisiatif pak Gubernur Bali untuk merespons langsung kejadian bencana beberapa hari yang lalu, melalui kegiatan area denpasar ini, akan terus dilanjutkan pada daerah-daerah yang sangat penting untuk menyangga Provinsi Bali,” kata Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq saat ditemui disela-sela kegiatan.
Hanif Faisol menyebutkan bahwa hari ini dilaksanakan penanaman 500 bibit pohon berakar kuat seperti majegau, nagasari, rejasa, cempaka, mangga, dan nangka di Taman Kehati, aliran sungai Tukad Ayung, Kesiman. “Area ini terus didalami ya, karena ini lanskapnya lebar, pak gubernur sendiri tidak hanya meminta DAS Ayung saja yang dilakukan evaluasi, tapi menyeluruh, jadi kita semua ingin mengembalikan ketangguhan Bali yang kita mulai dari Kota Denpasar,” ujarnya.
Hanif Faisol sendiri menjelaskan bahwa bencana banjir besar yang beberapa hari lalu melanda Bali terjadi karena faktor alam perubahan iklim yang mengubah pola curah hujan dan musim. Dimana, kondisi alam ini harus disikapi dengan mitigasi ketahanan lingkungan, mulai dari melakukan rehabilitasi, reboisasi, dan reforestasi dari hulunya sungai.
Pada waktu banjir besar di Bali, curah hujan ekstrem mengguyur di angka 245,75 mm per detik dari hulu ke hilir, atau dalam 1 meter persegi ada air sejumlah 245,75 liter. Sementara dari 49.500 hektare DAS Bali semestinya tutupan hutan mencapai 30 persen, dan kondisi hari ini hanya 1.500 hektare yang tersisa pepohonannya. Ini yang harus dikembalikan, namun implementasinya dapat disesuaikan dengan tipologi dan budaya masyarakat. “Tidak melulu pohon-pohon hutan, mungkin ada pohon yang multi spesies, perkebunan, yang akan mendorong semua berpartisipasi mengembalikan lanskap itu, mulai dari Bangli turun ke bawah ini harus kita perbaiki,” kata Menteri LH.
Tidak hanya menanam, Menteri Hanif juga memberi petunjuk agar pengelola Taman Kehati atau area lain yang mulai ditanami agar meningkatkan keanekaragaman hayatinya. “Tidak hanya melakukan penanaman, tetapi harapan kami setiap saat dilakukan perkembangan, monitoring peningkatan biodiversity yang terbangun dari tanaman-tanaman yang kita lakukan hari ini,” ujarnya.
Sementara Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengucapkan terimakasih karena Bapak Menterei LH turun langsung ikut serta dalam penanaman pohon di wilayah aliran sungai ayung ini” “Pemkot Denpasar khususnya saya mengucapkan terimakasih kepada Kementrian LH dan Pemprov Bali yang sudah memberikan 500 bibit pohon hari ini untuk di tanam di sepanjang aliran tukad ayung ini guna untuk mengembalikan ketangguhan DAS khususnya di wilayah Denpasar”, ungkapnya.
Semoga ini bisa melestarikan lingkungan hidup, menghijaukan Denpasar melalui kegiatan penanaman pohon dan berharap pohon produktif yang ditanam bukan hanya untuk merindangkan lingkungan, tapi juga dapat menciptakan keanekaragaman hayati. (ays/TRA).
Pemkot Denpasar Terima Bantuan CSR Bagi Warga Korban Banjir
NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar menerima bantuan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari Hotel Alila Seminyak, berupa 55 paket perlengkapan rumah tangga dan juga sembako, untuk para korban terdampak banjir yang ada di Kota Denpasar. Bantuan TJSL senilai total Rp50 Juta ini diserahkan langsung Direksi Hotel Alila Seminyak, Made Bayu Adisastra dan diterima Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, di kantor Walikota Denpasar, Jumat (26/9).
Ket foto: Wawali Arya Wibawa didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty usai menerima bantuan CSR dari Hotel Alila Seminyak yang diserahkan langsung Direksi Hotel Alila Seminyak, Made Bayu Adisastra, di kantor Walikota Denpasar, Jumat (26/9).
Direksi Hotel Alila Seminyak, Made Bayu Adisastra menyampaikan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pihak Hotel Alila Seminyak terhadap warga Kota Denpasar yang terdampak terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu. Lebih jauh, Made Bayu Adisastra juga memerinci bantuan yang diberikan tersebut terdiri dari kasur lipat, selimut, bantal, kompor gas 1 tungku, dan juga kebutuhan sembako, berupa beras, ikan kaleng kemasan, dan lainnya.
“Pemberian bantuan ini adalah kepedulian kami terhadap kondisi warga Kota Denpasar yang terdampak bencana banjir, dengan nilai total Rp50 juta. Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi para warga,” ungkap Made Bayu Adisastra.
Sementara itu, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan pihak Hotel Alila Seminyak kepada warga Kota Denpasar.
“Atas nama Pemerintah Kota Denpasar, kami mengucapkan terima kasih kepada direksi dan manajemen Hotel Alila Seminyak, yang telah membantu masyarakat. Kota Denpasar saat ini berada dalam tahap pemulihan, maka dukungan dan juga kolaborasi dari berbagai pihak, tentu akan sangat membantu kami,” katanya. (Win/TRA).








