Beranda / Berita Terkini / DENPASAR / Info Denpasar Soal Upacara Ngeratep, Sampah Jadi Energy Listrik dan Inflasi,

Info Denpasar Soal Upacara Ngeratep, Sampah Jadi Energy Listrik dan Inflasi,

Wawali Hadiri Upacara Ngeratep, Melaspas lan Mapasupati 

NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Upacara Ngeratep, Melespas lan Mapasupati Palawatan Ratu Ayu (Rangda) dan Barong di Pura Sor Waringin Ulun Desa Padang Sumbu, Desa Adat Kerobokan, Desa Padangsambian Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, Jumat (14/11).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Arya Wibawa juga menyerahkan secara simbolis bantuan hibah Pemerintah Kota Denpasar sebesar Rp. 500 juta untuk mendukung pelaksanaan upacara tersebut. Turut hadir Anggota DPRD Kota Denpasar I Nyoman Tananjaya Asmara Putra serta Drs. Anak Agung Putu Gde Wibawa, Kabag Kesra Kota Denpasar Ida Bagus Alit Surya Antara, Camat Denpasar Barat Wayan Yuswara, dan Perbekel Padangsambian Kelod Gede Wijaya Saputra.

Mangala Prawartaka Karya, I Wayan Nik Selamet, menjelaskan bahwa Karya Ngeratep, Melaspas lan Pasupati ini merupakan rangkaian dari upacara Nangiang serta Ngodakin Ida Sesuhunan yang berada di Pura Sor Waringin Ulun Desa Padang Sumbu. Sesuhunan yang diemong di pura ini adalah Ratu Ayu (Rangda) dan Barong. “Setelah upacara rampung dikerjakan, dilaksanakan Upacara Ngeratep, Melaspas dan Pasupati yang mengambil hari baik Jumat Kliwon Wuku Sungsang,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, setelah rangkaian upacara ini, pada Februari mendatang akan dilaksanakan Karya Ngenteg Linggih Pedudusan. Pihaknya mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga karya dapat terlaksana dengan baik. “Semoga Ida Bhatara Sesuhunan selalu memberikan kerahayuan kepada kita semua,” imbuhnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Padangsambian Kelod, Gede Wijaya Saputra, menambahkan bahwa Pura Sor Waringin Ulun Desa Padang Sumbu diemong oleh sekitar 500 KK dari tiga banjar, yaitu Padang Sumbu Kelod, Padang Sumbu Tengah, dan Padang Sumbu Kaja. Proses Ngodakin Sesuhunan telah berlangsung selama empat bulan oleh undagi asal Kota Denpasar, Komang Indra Wirawan (Gases).

Ia menjelaskan bahwa dana pelaksanaan karya bersumber dari swadaya masyarakat serta bantuan hibah Pemerintah Kota Denpasar. “Sebagai penyungsung Pura Waringin, kami berharap rangkaian upacara ini membawa kebahagiaan dan keharmonisan bagi masyarakat Padangsambian Kelod, khususnya warga Padang Sumbu,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan itu mengatakan bahwa pelaksanaan Karya Ngeratep, Melaspas lan Pasupati Sesuhunan di Pura Sor Waringin Ulun Desa Padang Sumbu merupakan momentum untuk meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

“Sudah sepatutnya seluruh masyarakat menjadikan upacara ini sebagai momentum menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi Tri Hita Karana. Melalui karya ini, mari kita tingkatkan sradha bhakti dan menjaga keselarasan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Arya Wibawa. (Ayu/tra).


Walikota Tinjau Lahan Calon Lokasi PSEL Denpasar Raya

Wujudkan Optimalisasi Penanganan Sampah Berkelanjutan

NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta melaksanakan peninjauan lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan tempat Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya pada Sabtu (15/11).

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta saat melaksanakan peninjauan lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan tempat Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya pada Sabtu (15/11).

Peninjauan yang juga mengajak tokoh masyarakat serta prajuru adat Banjar Pesanggaran ini untuk memastikan tahapan persiapan lahan seluas kurang lebih 6 hektar tersebut berjalan baik dan mendapat dukungan masyarakat sekitar selaku pendamping. Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa, setelah resmi ditetapkan menjadi salah satu daerah yang akan dibangun tempat Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Kota Denpasar bersinergi dengan Pemkab Badung, Pemprov Bali dan Pelindo langsung gerak cepat memetakan lahan calon lokasi.

Dimana, lokasi pembangunan salah satu inovasi pengolahan sampah yang masuk dalam program nasional tersebut akan dilaksanakan di lahan Pelindo yang berlokasi di Kawasan Banjar Pesanggaran, Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan. “Sesuai dengan pembagian tugas bahwa pemerintah daerah bertugas untuk mencari lahan dengan luas minimal 5 hektar, dan di Kota Denpasar lahan ini sudah ada luas 6 hektar, dan itu adalah lahan yang paling memungkinkan dan memenuhi persyaratan,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini telah disiapkan lahan seluas 6 hektare untuk pembangunan PSEL. Lahan tersebut telah melalui proses penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Pemkot Denpasar, Pemkab Badung, Pemerintah Provinsi Bali, dan pihak Pelindo. “Dari perpres yang sudah dikeluarkan, kami sudah menandatangani MoU dengan Bapak Gubernur. Selain itu, kami juga telah membuat surat pernyataan kesiapan membawa sampah bersama Bupati Badung,” imbuhnya.

Dikatakannya, pengelolaan sampah menjadi energi listrik merupakan solusi strategis untuk menjawab persoalan sampah di perkotaan, terutama di Denpasar yang terus berkembang sebagai kota wisata dan pusat aktivitas ekonomi. “PSEL bukan hanya solusi terhadap masalah lingkungan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung transisi energi bersih di daerah. Kami di Denpasar berkomitmen untuk mempercepat proses perencanaan dan pengembangan program ini agar dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama untuk pengolahan sampah berkelanjutan,” ujarnya.

Untuk diketahui, dari beberapa Lokasi Daerah yang direkomendasikan, terdapat 7 Daerah yang diputuskan oleh pusat untuk menjadi prioritas karena telah memenuhi seluruh syarat yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan sudah siap dilakukan pembangunan PSEL tahap 1 diantaranya Provinsi Bali, Denpasar Raya (Kota Denpasar dan Kabupaten Badung), Provinsi DI. Yogyakarta, Bogor Raya, Tanggerang Raya, Semarang Raya, Bekasi Raya dan Medan Raya. Seluruh Daerah yang terpilih nantinya akan diberikan waktu pengerjaan kurang lebih 1 Tahun 8 Bulan dan paling lambat 2 Tahun sejak ditetapkan. (Ags/tra).


Sekda Buka Festival Bazar Pangan Yowana Desa Adat Sanur

NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan bersinergi dengan Yowana Desa Adat Sanur menggelar Festival Bazar Pangan yang dilaksanakan di Jalan Danau Beratan, Desa Sanur Kaja, Sabtu (15/11).

Ket. Foto : Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana saat membuka Festival Bazar Pangan yang dilaksanakan di Jalan Danau Beratan, Desa Sanur Kaja, Sabtu (15/11).

Kegiatan ini digelar guna memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan bahan pokok jelang hari raya Galungan dan Kuningan. Adapun dalam kegiatan ini juga di gelar serangkaian Lomba Ngelawar, Lomba Gebogan se-Desa Adat Sanur. Acara ini dibuka secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana yang ditandai dengan pemukulan kempur dan pemotongan pita.

Turut hadir sekaligus membuka pelaksanaan tersebut Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, Ida Bagus Mayun Suryawangsa, Kabag Perekonomian Setda Kota Denpasar, I Wayan Putra Sarjana, serta pihak terkait lainnya. Usai membuka, Sekda Alit Wiradana  langsung meninjau satu persatu stand bazar yang menjual berbagai bahan-bahan pokok, produk UMKM, aneka buah hingga perlengkapan jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Selain itu pihaknya juga turut meninjau kegiatan lomba ngelawar dan lomba gebogan serangkian Festival Bazzar Pangan. “Kita harapkan Festival Bazar Pangan ini bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, kita harapkan juga masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan Bazar Pangan ini dengan sebaik baiknya” ujar Alit Wiradana.

Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, Ida Bagus Mayun Suryawangsa saat ditemui mengatakan, pelaksanaan Festival Bazar Pangan ini merupakan serangkaian bazzar pangan yang digelar Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar guna mengendalikan Inflasi jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Pada pelaksanaan kali ini, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan berkolaborasi dengan Desa Adat Sanur menyediakan beberapa komoditi bahan pangan seperti Beras, Gula Pasir, Bawang Merah, Bawang Putih, Cabai, Daging, dan bahan pokok lainnya dengan harga yang lebih murah dari harga dipasaran. “Kita sediakan lebih murah 10 hingga 15 persen dari harga pasaran,” ujarnya

Selain itu, pada pelaksaanaan ini juga dilksanakan lomba ngelawar antar Sekaa Teruna dan lomba Gebogan antar banjar se-Desa Adat Sanur. Selain bisa mendapatkan bahan pokok, kegiatan lomba ini juga digelar guna meningkatkan kreatifitas pada generasi muda dan solidaritas antar warga di Desa Adat Sanur. (Arya/tra).