Beranda / Berita Terkini / DENPASAR / Info Denpasar Soal Talk Show, Pelatihan Banten dan Parade Bleganjur

Info Denpasar Soal Talk Show, Pelatihan Banten dan Parade Bleganjur

Ketua TP PKK Denpasar Hadiri Talk Show “Perempuan Berdaya, Negara Berjaya”

NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar, Istri Wali Kota Denpasar sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar,  Ny. Sagung Antari Jaya Negara, menghadiri Talk Show bertajuk “Perempuan Berdaya, Negara Berjaya” yang diselenggarakan oleh Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI) Provinsi Bali di Duta Orchid Garden, Sabtu (18/10).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pembina KPPI Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, dan dihadiri oleh ribuan perempuan dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga politisi perempuan lintas partai dari seluruh kabupaten/kota di Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, talk show seperti ini memberikan wawasan dan inspirasi bagi kaum perempuan untuk terus berdaya dan berperan aktif di ranah publik maupun politik tanpa meninggalkan nilai-nilai dan kodratnya sebagai perempuan.

“Perempuan memiliki potensi besar untuk bersanding sejajar dengan laki-laki dalam berbagai bidang. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak perempuan yang terinspirasi untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa,” ujar Ny. Antari Jaya Negara.

Sementara itu, Pembina KPPI Bali, Ny. Putri Koster, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wadah untuk mendorong kemajuan kaum perempuan, khususnya di bidang politik. Ia berharap para narasumber dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan yang mampu memperkuat kapasitas serta integritas perempuan di dunia politik.

“Kata berdaya berarti memiliki kekuatan. Kekuatan itu bersumber dari dalam diri (internal) dan dari luar diri (eksternal). Perempuan yang ingin berkiprah di ranah publik harus mampu membangun keduanya — memperkuat kapasitas diri sekaligus memperluas pengalaman dan interaksi sosial,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ny. Putri Koster menekankan bahwa perempuan tidak boleh merasa inferior di dunia politik. Menurutnya, setiap perempuan memiliki sisi maskulin dan feminin yang dapat disesuaikan dengan tantangan yang dihadapi. “Politik memerlukan kecerdasan, taktik, dan strategi. Politisi sejati adalah sosok yang mampu berpikir cepat, cerdas, dan mencari solusi yang tepat bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan KPPI bukan untuk membentuk penari yang andal, melainkan melahirkan politisi perempuan yang tangguh dan berintegritas. “Di KPPI, kita bersatu tanpa memandang warna bendera partai. Yang kita junjung adalah bendera merah putih. Setelah masa pemilu usai, mari kembali berbaur dengan masyarakat dan berkarya nyata tanpa saling menjatuhkan. Kita harus menumbuhkan semangat nasionalisme agar tidak mudah terpecah oleh isu-isu negatif, terutama di era digital,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPPI Provinsi Bali, Ni Wayan Sari Galung, menjelaskan bahwa KPPI merupakan wadah bagi perempuan lintas partai politik yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam dunia politik serta mendorong keterwakilan minimal 30 persen di lembaga politik dan partai.

“KPPI menghimpun perempuan dari berbagai partai politik di tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memberikan motivasi dan inspirasi agar perempuan semakin percaya diri, bermental kuat, dan mampu menjadi pemimpin yang berintegritas,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk membangkitkan semangat perempuan di Bali agar terus berdaya, berpikir positif, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara. (Ayu/Tra).


WHDI Denpasar Bekali PKK Pelatihan Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu

NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar melalui Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar kembali menggelar pelatihan pembuatan Banten dengan materi Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu di Wantilan Pura Dalem Danu Taman Suci, Banjar Minggir, Kelurahan Padangsambian, Sabtu (18/10). Pelatihan yang diikuti para ibu-ibu PKK dan didampingi narasumber dari WHDI Kota Denpasar ini bertujuan agar pembuatan banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu ini dapat dilaksanakan secara mandiri.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana bersama Ketua TP PKK Kecamatan Denpasar Barat, Ny. Prima Yusswara,

Wakil Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan bahwa pelatihan pembuatan Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu yang difasilitasi Pemkot Denpasar untuk masyarakat ini dilaksanakan berkelanjutan. Hal ini lantaran jenis Banten Otonan ini sangat dibutuhkan disetiap enam bulan sekali dalam memperingati hari kelahiran secara agama Hindu.

“Pelatihan pembuatan Banten ini dikhususkan  pada pembuatan Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu. Hal ini agar para peserta yang mayoritas kaum ibu ini paham tidak saja cara membuat banten, tapi juga pengaplikasiannya serta filosofi dari banten tersebut sesuai dengan Sastra Agama Hindu. Tentu saja dengan bimbingan narasumber berpengalaman dari WHDI,” ujar Ayu Kristi Arya Wibawa

Sementara Narasumber Pelatihan Banten dari WHDI Denpasar, Ni Wayan Sukerti  menjelaskan materi yang diajarkan dalam pelatihan membuat Banten kali ini adalah Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu. Banten ini sendiri terdiri dari “Ulun Banten” yakni Pejati, Gebogan, Pengambean, Peras Soda, dapetan Pokok, dan  juga terdiri dari Sesayut (Sesayut Pebersihan, Sesayut Sida Purna, Sesayut Pageh Urip) dan Tebasan Pemiak Kala, juga Segehan  Manca Warna, Bayakaonan dan Prayascita. “Pelatihan ini juga sekaligus akan menjelaskan filosofi dari masing-masing komponen Banten tersebut serta tata cara pengaplikasian dalam upacara otonan itu sendiri,” jelasnya.

Ditambahkan Sukerti, pelatihan banten kepada masyarakat ini merupakan program rutin tahunan sekaligus menjadi media saling bertukar pikiran dan pengetahuan tentang pembuatan banten. “Pelatihan pembuatan Banten ini juga sebagai media saling bertukar pikiran dan berbagi pengetahuan tentang pembuatan Banten,” ucap Sukerti.

Salah satu peserta pelatihan, Luh Andini, menyambut baik dilaksanakannya pelatihan membuat Banten di lingkungannya. “Kegiatan ini sangat membantu kami para ibu-ibu untuk semakin memahami tata cara pembuatan Banten dan pengaplikasiannya dalam upacara. Karena kita di Bali tidak pernah terlepas dari kegiatan keagamaan,” ungkapnya. (Arya/Tra).


Wawali Buka Parade Baleganjur se-Kota Denpasar 2025

Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Oka Cahyadi Wiguna saat menyerahkan Piagam Penghargaan serangkaian Pembukaan Parade Baleganjur se-Kota Denpasar di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Sabtu (18/10).

Jadi Wahana Kreativitas dan Aktivitas Seni Inovatif Generasi Muda

NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar, Gelaran tahunan Parade Baleganjur se-Kota Denpasar secara resmi dibuka Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Sabtu (18/10) dan akan berlangsung hingga Minggu (19/10). Pembukaan ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan kepada perwakilan 12 peserta yang akan unjuk kebolehan dalam memainkan gambelan baleganjur. Kegiatan yang merupakan rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kota Denpasar ini diharapkan dapat mengembangkan kreativitas dan aktivitas seni inovatif di kalangan generasi muda Denpasar.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Oka Cahyadi Wiguna, Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra, Ketua Sabha Upadesa Kota Denpasar, I Wayan Butuantara, Pimpinan OPD serta undangan lainya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa usai membuka kegiatan mengatakan, Parade Baleganjur se-Kota Denpasar yang dilaksanakan hari ini merupakan wahana kreatifitas dan aktivitas inovatif generasi muda dalam melestarikan seni dan budaya Bali, khususnya Gambelan Baleganjur. Kegiatan ini tidak hanya menampilkan keindahan dan kekuatan seni baleganjur, tetapi juga sebagai ajang pembinaan bagi para peserta untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas mereka.

“Melalui kegiatan ini, kita dapat melestarikan seni baleganjur dan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda akan pentingnya melestarikan budaya kita,” ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut dijelaskan, Parade Baleganjur ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri dan menunjukkan bakat generasi muda dalam penciptaan, memainkan dan kreativitas seni dan budaya. Parade Baleganjur ini juga menjadi ajang penting bagi para peserta untuk mempersiapkan diri menghadapi event yang lebih tinggi, seperti Pesta Kesenian Bali.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi generasi muda untuk terus berkarya dan meningkatkan kemampuan generasi dalam seni dan budaya, khususnya Gambelan Baleganjur yang sejalan dengan sepirit Hari Sumpah Pemuda,” ujar Arya Wibawa.

Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara didampingi Kabid Kesenian, I Wayan Narta menjelaskan, Parade Baleganjur se-Kota Denpasar ini dilaksanakan serangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kota Denpasar Tahun 2025. Adapun kegiatan ini mengusung tema Wira Sinom Samskara yang bermakna bangkit bersama pemuda melestarikan seni dan budaya menuju Denpasar Maju.

“Kegiatan Parade ini diharapkan dapat mengembangkan kreativitas dan aktivitas seni inovatif di kalangan generasi muda, sebagai penerus atau pewaris seni budaya yang tumbuh dan berkembang di jaman Globalisasi ini,” ujarnya

Lebih lanjut dijelaskan, disamping sebagai ajang pembinaan dan pelestarian kesenian trasidional dalam rangka mewujudkan Kota Kreatif menuju Denpasar maju, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi dari semua pembinaan sekaa baleganjur yang ada di Kota Denpasar.

“Peserta parada ini nantinya menampilkan Seni Baleganjur dengan Tema Kepahlawanan/Heroik (Ajeg Yowana Sebagai Tulang Punggung Pemajuan Budaya) dengan Durasi waktu 8 – 10 menit, adapun pesertanya adalah sekaa baleganjur sebunan tingkat desa dinas/adat dan atau/banjar se- Kota Denpasar dengan ketentuan umur peserta antara 14 – 30 Tahun pada saat Parade berlangsung,” jelasnya

Secara teknis Kabid Kesenian, Wayan Narta menambahkan, jumlah sekaa peserta parade tahun 2025 ini yakni sebanyak 12 sekaa. Beberapa unsur menjadi dasar pengamatan meliputi pada kegiatan tahun ini. Yakni Teknik (gegedig dan tetekep), Ide dan Gagasan, Struktur meliputi komposisi (pangawit, pangawak, pangecet), Kreativitas (pengembangan musikalitas dan originalitas garapan) serta Penampilan (ekspresi, gerak dan tabuh).

“Garapan Baleganjur tetap mempertahankan struktur tabuh Baleganjur tradisi yang dikembangkan (dikreasikan) dan atraksi yang disesuaikan dengan tema dan judul garapan. Sentuhan inovasi menjadi tolak ukur kreativitas, pola struktur lagu dikemas dalam satu kesatuan yang utuh tidak terpisahkan,” jelasnya Nantinya, seluruh peserta diberikan Piagam dan Jasa sebesar Rp. 15 juta dipotong pajak dan empat peserta terbaik akan diberikan uang tambahan sebesar Rp. 10 Juta dipotong pajak.  (Ags/Tra).