Walikota Denpasar dan Para Delegasi Asia Pasifik Ikuti Yoga Bersama
NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama delegasi dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar mengikuti kegiatan yoga bersama yang diselenggarakan CityNet Asia Pasific, dilaksanakan di kawasan Pantai Sanur, Selasa (28/10).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Executive Committee Meeting (ECM) ke-45 CityNet Asia Pasifik dengan mengusung semangat “Building Harmony Rooted in Local Wisdom” atau Membangun Harmoni yang Berakar pada Kearifan Lokal, bertempat Bali Creative Center Sanur (BBC)
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara menyampaikan bahwa kegiatan Excom Meeting ini tidak hanya menjadi ajang diskusi dan pertukaran ide mengenai isu-isu strategis di bidang pembangunan perkotaan, tetapi juga menjadi momen bagi para delegasi untuk merasakan langsung kearifan lokal serta keindahan budaya dan alam Indonesia.
“Kegiatan seperti ini diharapkan dapat mempererat hubungan antarnegara di kawasan Asia Pasifik sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagai dasar membangun kota yang berkelanjutan dan harmonis,” ujar Jaya Negara.
Sebagai bagian dari semangat harmoni dan keseimbangan, pada hari ketiga Excom Meeting ke-45 digelar kegiatan yoga bersama bagi seluruh delegasi. Aktivitas ini bertujuan untuk membantu peserta melepaskan stres, menenangkan pikiran, serta meningkatkan keseimbangan tubuh dan jiwa, sambil menikmati suasana pagi yang tenang di Denpasar.
Salah satu delegasi, Ms. Yoongmin, selaku Director Program Secretariat CityNet Asia Pasifik, mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut. “Sungguh ide yang luar biasa dari Bapak Wali Kota. Saya merasakan ketenangan batin dan pikiran, terlebih saat matahari mulai terbit. Menyertakan sesi yoga dalam agenda resmi seperti ini sangat inspiratif,” ujarnya.

Senada dengan itu, Mr. Paulie dan Mr. Chriss dari CityNet Korea juga menyampaikan pengalaman positif mereka. “Ini merupakan sesuatu yang baru bagi kami selama mengikuti kegiatan CityNet di berbagai kota Asia Pasifik. Dengan instruktur berpengalaman, kami merasakan transfer energi positif yang membuat tubuh lebih segar dan hati lebih damai,” ungkap keduanya.
Melalui kegiatan ini, CityNet Asia Pasifik, ia menegaskan komitmennya untuk terus membangun jaringan kota yang berkelanjutan, selaras dengan alam, dan berlandaskan kearifan lokal — sebuah semangat yang sejalan dengan visi pembangunan Kota Denpasar sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju. (Ayu/Tra).
Wawali Denpasar Pimpin Apel Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-97
NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar, Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Kota Denpasar berlangsung khidmat dengan upacara bendera dan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bertindak sebagai inspektur upacara pada upacara bendera tersebut, serta turut hadir Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Denpasar, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, yang digelar di Lapangan Lumintang Denpasar, Selasa (28/10).
Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat memimpin Apel Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Kota Denpasar berlangsung khidmat dengan upacara bendera yang digelar di Lapangan Lumintang Denpasar, Selasa (28/10).
Apel peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini diisi pembacaan Teks Pancasila oleh Wakil Walikota Kota Denpasar, pembacaan Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928, menyanyikan lagu diantara Satu Nusa Satu Bangsa dan Bangun Pemuda Pemudi.
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan bahwa untuk Tema yang diusung “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”. Tema ini mengandung pesan bahwa kejayaan Indonesia di masa depan harus diwujudkan melalui kolaborasi lintas elemen bangsa.
“Semangat ini sejalan dengan arah pembangunan kepemudaan dalam RPJMN dan Asta Cita yang menegaskan pentingnya sinergi pusat dan daerah, peran organisasi kepemudaan, inovasi generasi muda, serta penguatan jejaring nasional dan global,” ungkap Arya Wibawa.
Dimana Pembangunan kepemudaan untuk mewujudkan kemajuan Indonesia membutuhkan kolaborasi, sinergi, dan kebersamaan antar pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah dan Melalui peringatan ini pula, diharpakan muncul para pemuda-pemudi Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai patriotik, gigih, serta penuh empati.
“Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini bukan hanya sekadar pengingat bagi para pemuda-pemudi masa kini tentang pentingnya persatuan. Tetapi juga menjadi pengikat misi para pemuda untuk membangun bangsa dengan nilai patriotik, gigih dan penuh empati,” terangnya.

Lebih lanjut di tambahkan, melalui sumpah pemuda ini kami mengajak seluruh generasi muda denpasar untuk tetap bersatu, berdaulat, berjuang dengan gigih dan tetap menjaga rasa patriotisme untuk bisa bersama-sama membangun kota denpasar yang kita cintai ini.
“Pemuda pemudi jangan sampai takut gagal, kita harus tetap jaga semangat dan tetap mengabdi serta berbuat sebagai pelaku-pelaku sejarah di dalam pembangunan-pembangunan yang kita lakukan di masing-masing wilayah di kota denpasar ini,” imbuhnya. (ays/Tra).
Pemkot Denpasar Gelar Malam Final Duta Endek 2025
NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dekranasda Kota Denpasar, kembali menggelar malam final pemilihan Duta Endek Kota Denpasar, di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Senin (27/10) malam.
Ket . Foto :Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana dan pihak undangan lainnya saat berfoto bersama dengan para finalis Duta Endek Kota Denpasar Tahun 2025, di panggung Ruang Taksu, Gedung DNA, Senin (27/10) malam
Tidak hanya sebagai ajang kompetisi semata, acara ini juga merupakan upaya membangkitkan rasa cinta dan kebanggaan generasi muda Kota Denpasar terhadap Endek, sebagai wastra lokal warisan leluhur. Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana dan pihak undangan lainnya.
Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyampaikan, para finalis Duta Endek 2025 diharapkan dapat menjadi role model dan wajah promosi budaya Denpasar di berbagai kegiatan, baik di tingkat kota maupun nasional. “Sebagai kota berbasis budaya, Kota Denpasar terus berupa menjaga kelestarian dan warisan budaya leluhur, termasuk di antaranya Wastra lokal, yakni kain endek. Untuk itu, adik-adik para finalis, mari terus gelorakan kepada generasi muda lainnya untuk ikut memiliki rasa cinta terhadap kain endek, sebagai warisan adiluhung,” ungkap Sagung Antari.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, menuturkan, pemilihan tahun ini berbeda karena memanfaatkan media sosial sebagai bagian dari seleksi. Dari 74 pasang peserta yang mendaftar, terpilih 10 pasang finalis yang kini bersaing memperebutkan gelar juara 1, 2, 3, serta penghargaan Best Talent, photogenic, dan Catwalk.
“Sebelum malam final ini, kami beberapa waktu lalu juga telah menyelenggarakan Malam Bakat Finalis, sekaligus ajang pengembangan diri, penilaian karakter dan kreativitas, serta sarana promosi budaya endek. Selain itu, kegiatan ini juga membangun kebersamaan dan memberikan panggung eksposur bagi para finalis,” jelasnya.
Sebagai informasi, adapun finalis putra dan putri yang berhasil menjadi Juara Pertama pada malam tersebut, masing-masing adalah, I Gede Aiswarya Pandit, untuk kategori putra, dan Callista Tan Winata untuk kategori putri. Keduanya secara otomatis akan mengemban tugas sebagai Duta Endek Kota Denpasar yang bertugas untuk mempromosikan endek di mata dunia. (Win/Tra).
Bunda Literasi Ny. Antari Apresiasi Pemilihan Duta Literasi Trisma
NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar, Bunda Literasi Ny. Antari Jaya Negara Apresiasi Pemilihan Duta Literasi Trisma mengharapkan generasi muda Denpasar jadi pelopor budaya literasi dan bahasa daerah dan semangat Sumpah Pemuda terasa begitu hidup Dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan, Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, hadir memberikan dukungan dalam Pemilihan Duta Literasi Trisma, di SMA Negeri 3 (Trisma) Denpasar, Selasa (28/10).
Ket. Foto : Bunda Literasi Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara dalam kesempatan menghadiri undangan peringatan Sumpah Pemuda dan Pemilihan Duta Literasi Trisma, Selasa (28/10) di SMA Negeri 3 Denpasar.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kepedulian terhadap literasi, bahasa, dan budaya lokal di tengah derasnya arus digitalisasi. Beragam penampilan siswa turut memeriahkan acara, mulai dari lomba sambung lagu, pop solo, hingga poster literasi yang seluruhnya mengangkat nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia serta bahasa daerah Bali.
Para peserta juga menampilkan kreativitas di bidang kewirausahaan dan seni, termasuk gerak senam bertema demokrasi yang mengajarkan pentingnya menyampaikan aspirasi secara santun tanpa mengganggu kenyamanan publik.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Antari Jaya Negara menyerahkan penghargaan kepada pemenang Duta Literasi Trisma sekaligus meninjau Perpustakaan SMA Negeri 3 Denpasar. Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai wujud nyata komitmen membangun generasi literat yang berkarakter dan berbudaya.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa tidak hanya cakap membaca dan menulis, tetapi juga memiliki empati, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Literasi bukan sekadar kemampuan teknis, melainkan jembatan untuk memahami kehidupan dan memperkuat identitas budaya kita,” ujar Ny. Antari Jaya Negara.
Lebih lanjut, Bunda Literasi Denpasar ini juga menekankan pentingnya menjaga bahasa daerah sebagai warisan leluhur yang memperkaya jati diri bangsa. Antari Jaya Negara mengingatkan agar semangat literasi berjalan seiring dengan pelestarian bahasa dan sastra daerah agar tidak terkikis oleh perkembangan zaman.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Denpasar, Kadek Dwi Rustinawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program co-curricular sekolah dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa.
“Kami mendorong siswa untuk menjadi entrepreneur muda melalui pameran karya, serta menanamkan nilai-nilai demokrasi lewat kegiatan seni dan literasi. Duta Literasi yang terpilih nantinya diharapkan menjadi agen perubahan dan mengajak teman-temannya menjadikan literasi sebagai gaya hidup,” jelas Kadek Dwi Rustinawati.

Ia menambahkan, literasi tidak hanya sebatas membaca buku, namun juga mencakup kemampuan menyeleksi informasi di era digital agar memberikan dampak positif bagi diri sendiri dan lingkungan. “Mari kita jadikan momentum Sumpah Pemuda sebagai semangat belajar literasi untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Jadilah pemuda-pemudi yang bermartabat dan membawa sekolah semakin maju,” pungkasnya.
Kegiatan Pemilihan Duta Literasi dan Bulan Bahasa SMA Negeri 3 Denpasar ini ditutup dengan pengumuman Duta Literasi terpilih yang akan menjadi perwakilan sekolah dalam menggerakkan budaya literasi di kalangan pelajar Kota Denpasar.
(Pur/TRa).
Walikota Kenalkan Puri Agung Jero Kuta dan Tahura Manggrove
NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar, Hari terkahir pelaksanaan Executive Committee Meeting (Excom Meeting) CityNet Asia Pacific ke-45 Tahun 2025 memghadirkan agenda yang tak kalah menarik. Dimana, seluruh delegasi melaksanakan Cultural and Nature Site Visit dan Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota, I Kadek Agus Arya Wibawa turut memperkenalkan Cultural Puri Agung Jero Kuta dan Nature Tahura Manggrove Ngurah Rai, di Wilayah Kota Denpasar pada Selasa (28/10).
Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota, I Kadek Agus Arya Wibawa saat mendampingi Delegasi Citynet melaksanakan Cultural and Nature Site Visit di Wilayah Kota Denpasar pada Selasa (28/10).
Pelaksanaan kunjungan dipimpin langsung Sekretaris Jenderal Citynet Asia Pasifik, Vijay Jagannathan didampingi Wakil Sekretaris Jenderal Citynet, Aisa Tobing. Hadir pula Panglingsir Puri Agung Jero Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, Kepala Balai BPDAS Unda Anyar, Tri Adi Wibisono serta seluruh Delegasi Excom Meeting CityNet Asia Pacific ke-45.
Sebagai lokasi pertama, para delegasi mengunjungi Puri Agung Jero Kuta. Tampak para delegasi hadir disambut Tari Pendet dan diberikan pengetahuan tentang Puri Agung Jero Kuta serta bangunan-bangunan puri. Selanjutnya, pada lokasi kedua, para delegasi diberikan pemahaman tentang manfaat tanaman manggrove. Serta sejarah Tahura Ngurah Rai yang identik digunakan sebagai venue KTT G20. Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan bibit pohon manggrove dari Citynet kepada Pemerintah Kota Denpasar.
Sekretaris Jenderal Citynet Asia Pasifik, Vijay Jagannathan mengaku bangga dapat melihat langsung culture dan nature di Kota Denpasar. Hal ini menunjukkan bahwa Bali, khususnya Kota Denpasar merupakan sebuah kota yang berakar pada kebudayaan dan juga aktif melestarikan lingkungan. “Tentu sangat luar biasa, bangunan yang sangat apik, terawat sebagai kebudayaan masyarakat, dan kawasan Tahura Manggrove yang merupakan upaya berkelanjutan menjaga ekosistem pesisir dan keberlanjutan dalam mencegah perubahan iklim,” ujarnya.
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan bahwa Cultural and Nature Site Visit merupakan salah satu agenda penting dalam Excom Meeting CityNet Asia Pacific ke-45. Dimana, kegiatan ini merupakan upaya menggali nilai-nilai kebudayaan dan alam sejalan dengan tema Building Harmony Rooted in Local Wisdom atau Membangun Harmoni yang Berakar pada Kearifan Lokal.
Lebih lanjut dijelaskan, pelaksanaan Cultural and Nature Site Visit ini diharapkan mampu memberikan kesan positif bagi para delegasi. Sehingga diharapkan dapat mendukung optimalisasi promosi Kota Denpasar sebagai heritage city dan mengedepankan Tri Hita Karana dalam pembangunan. “Semoga melalui Cultural and Nature Site Visit ini dapat memperkenalkan Denpasar di kancah internasional, dan mampu memberikan inspirasi kepada kota-kota dunia untuk kemajuan bersama,” ujarnya.
Penglingsir Puri Agung Jro Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya atau akrab disebut Turah Joko menerangkan bahwa Puri Agung Jero Kuta didirikan pada Abad 18. Secara rinci juga turut dijelaskan seluk beluk Puri Agung Jero Kuta. Mulai dari bagian Nista Mandala Puri, Jaba Sisi, Jaba Tengah dan Utama Mandala.
Juga terkait Saren Agung, Gedong menyimpan barang suci Puri, Kamar Saren tempat raja beristirahat dan Saren Dangin tempat menggelar upacara Manusa Yadnya. “Semoga berkenan dengan penyambutan kami dan menikmati seni budaya dan keindahan Kota Denpasar dan dapat kembali lagi suatu saat nanti , ” ujarnya. (Ags/Tra).
Seoul Night Ajang Pertukaran Budaya Denpasar – Seoul Korsel
NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar bersama CityNet Asia Pacific dan Pemerintah Metropolitan Seoul menyelenggarakan malam kebudayaan bertajuk “Seoul Night”, sebagai bagian dari rangkaian acara CityNet Executive Committee (ExCom) Meeting ke-45 dan acara ini menjadi simbol persahabatan dan kolaborasi antar kota anggota CityNet, sekaligus memperkuat hubungan budaya antara Kota Denpasar dan Kota Seoul, yang digelar di Bali Beach Convention, Sanur, Denpasar, Senin (27/10) malam.
Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri malam kebudayaan bertajuk “Seoul Night”, sebagai bagian dari rangkaian acara CityNet Executive Committee (ExCom) Meeting ke-45 yang digelar di Bali Beach Convention, Sanur, Denpasar, Senin (27/10) malam.
Seoul Night dihadiri Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, delegasi internasional, para walikota anggota CityNet National Cluster Indonesia, serta mitra pembangunan dari berbagai negara Asia Pasifik. Malam kebudayaan tersebut menampilkan pertunjukan musik dan tari tradisional Korea, demonstrasi kuliner khas Seoul, serta penampilan kesenian Bali seperti penampilan musik dari balawan yang memadukan unsur modern dan tradisi.
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Seoul Night merupakan wujud nyata komitmen Denpasar dalam menjalin kerja sama internasional dan mempromosikan kekayaan budaya lokal. Jaya Negara juga menekankan pentingnya pertukaran budaya dalam memperkuat diplomasi kota dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Melalui acara ini, kami ingin menunjukkan bahwa Denpasar tidak hanya kaya akan tradisi, tetapi juga terbuka untuk berkolaborasi dan belajar dari kota-kota global lainnya,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal CityNet Asia Pacific, Vijay Jagannathan, mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Denpasar dalam menyelenggarakan acara ini. “Seoul Night adalah contoh nyata bagaimana kerja sama antar kota dapat membawa dampak positif bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di Asia Pasifik,” katanya.
Sementara itu, Ambassador Pemerintah Metropolitan Seoul, Hong-Seok Koo, menyatakan bahwa Seoul Night menjadi jembatan untuk mempererat hubungan bilateral antara Seoul dan Denpasar, khususnya dalam bidang ekonomi kreatif dan pengelolaan kota cerdas.
Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni dan budaya dari kedua negara, termasuk pertunjukan K-Pop dan J-Pop yang memukau, serta demo masakan khas Korea dan Bali yang memanjakan lidah para tamu. Selain itu, terdapat pula sesi talkshow yang membahas potensi kerja sama di bidang pariwisata dan ekonomi digital antara Denpasar dan Seoul.
“Dengan terlaksananya Seoul Night, diharapkan hubungan antara Denpasar dan Seoul dapat terus berkembang, tidak hanya dalam bidang budaya, tetapi juga dalam aspek ekonomi, teknologi, dan lingkungan. Pemerintah Kota Denpasar optimis bahwa kerja sama ini akan membawa dampak positif bagi kemajuan kota dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (Ags/Tra).
Kader Posyandu Denpasar Terima Pembinaan dan Bantuan
NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar, Sebanyak 50 orang kader Posyandu Kota Denpasar mendapatkan pembinaan dan bantuan dalam kegiatan aksi sosial bertajuk Membina dan Berbagi yang dilaksanakan oleh Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali di Wantilan Pura Dalem Nyanggelan, Desa Adat Yang Batu, Desa Dangin Puri Kelod, Kota Denpasar, Senin (27/10). Bantuan diserahkan secara langsung oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, didampingi Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris I TP. Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Kepala OPD Provinsi Bali, Kepala OPD Pengarah Kota Denpasar, Camat Denpasar Timur, serta Perbekel Desa Dangin Puri Kelod. Dalam sambutan Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali terhadap para kader Posyandu di Kota Denpasar.
“Kami menyampaikan terima kasih karena kader Posyandu mendapat pembinaan dan bantuan langsung dari Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali. Aksi sosial ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan pembinaan yang akan memperkuat peran kader dalam memberikan layanan dasar kepada masyarakat,” ujar Antari Jaya Negara.

Menurutnya, aksi sosial Membina dan Berbagi merupakan wujud implementasi program Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya kader Posyandu sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam memberikan layanan sosial dasar, deteksi dini kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat menuju peningkatan kesejahteraan.
Lebih lanjut, Antari Jaya Negara menjelaskan bahwa penerima pembinaan dan bantuan kali ini terdiri atas 50 kader Posyandu 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal) yang meliputi bidang layanan kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan, serta ketertiban dan keamanan.
Seluruhnya berasal dari kader Posyandu 6 SPM Desa Dangin Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Timur. Desa ini memiliki enam kelompok Posyandu dengan total 120 kader, serta menjadi pilot project pelaksanaan Posyandu 6 SPM di Kota Denpasar sebagai bentuk transformasi menuju Posyandu era baru.
“Di Kota Denpasar saat ini terdapat 459 kelompok Posyandu yang tersebar di 27 desa dan 16 kelurahan dengan total 4.011 kader. Seluruhnya telah melaksanakan layanan Posyandu 6 SPM dan telah ditetapkan melalui SK Perbekel dan Lurah masing-masing,” jelasnya.
Antari Jaya Negara juga menyebutkan, Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar terus berkolaborasi dengan OPD pengarah dalam pelaksanaan sosialisasi, pembinaan, dan pendampingan terhadap lembaga-lembaga Posyandu di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi dan pembinaan secara langsung melalui sosialisasi dan bimbingan teknis.
“Kami hadir untuk bertatap muka langsung, memberikan pembinaan dan sosialisasi kepada para kader. Sosialisasi ini merupakan bentuk pembinaan paling sederhana dan akan kami lanjutkan dengan bimbingan teknis agar para kader semakin memahami tugasnya,” ujar Putri Koster.
Ia menambahkan, kader Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung transformasi Posyandu menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih luas, sesuai dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Transformasi tersebut menjadikan Posyandu tidak hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mencakup enam bidang pelayanan standar, yakni kesehatan, sosial, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketentraman dan ketertiban umum.
“SPM Posyandu merupakan inovasi layanan terpadu untuk seluruh siklus kehidupan — mulai dari balita, remaja, dewasa, hingga lansia — agar Posyandu menjadi pusat layanan masyarakat yang komprehensif dan berkelanjutan,” tutupnya. (Ayu/Tra)
Walikota Promosikan Tenun Endek dan Kesenian Go Internasional
NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar, Setelah resmi dibuka dan mengikuti agenda hari pertama, seluruh delegasi Executive Committee Meeting (Excom Meeting) CityNet Asia Pacific ke-45 Tahun 2025 mengikuti Welcoming Dinner di Bali Beach Convention Center (BBC), Sanur, Denpasar, pada Minggu (26/10) malam.
Ket foto : Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa serta Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat menyambut langsung kehadiran para delagasi Welcoming Dinner di Bali Beach Convention Center (BBC), Sanur, Denpasar, pada Minggu (26/10) malam.
Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa serta Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede menyambut langsung kehadiran para delagasi di arena Welcoming Dinner.
Dimana, seluruh delegasi yang hadir diberikan penyambutan dengan pemasangan Destar/Udeng Bali untuk delegasi laki-laki, dan pemasangan Selendang untuk delegasi perempuan. Rangkaian penyambutan diiringi dengan sajian Tari Wiranjaya yang dibawakan Sekehe Gong Wanita Semara Budaya.
Sebagai pemuncak, turut ditampilkan Fashion Show yanh merupakan kerajinan tenun endek dibawah binaan Dekranasda Kota Denpasar. Dilanjutkan dengan sajian garapan Mystical Of Lotus and Gayatri dari Naluri Manca yang berhasil membius Delegasi Excom Meeting CityNet Asia Pacific ke-45. Rangkaian acara diakhiri dengan penampilan apik nan memukau dari musisi asli Bali Balawan.

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta mengucapkan selamat datang di Bali kepada seluruh delegasi Excom Meeting CityNet Asia Pacific ke-45. Dimana, berbagai isu strategis turut menjadi pembahasan, diantaranya perubahan iklim, air, serta memperkuat kolaborasi dan sinergi antara lintas pihak. “Semoga Excom Meeting ini akan memperkuat kolaborasi dan sinergi antara lintas pihak, guna membentuk kota-kota yang lebih kuat, tangguh, dan inklusif di seluruh kawasan Asia Pasifik,” ujarnya.
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan bahw menjadi sebuah kebanggaan bagi Pemerintah Kota Denpasar karena telah dipercaya menjadi tuan rumah bagi para pemimpin kota dari seluruh Asia Pasifik. Kehadiran para delegasi, walikota, mitra, dan sahabat dari berbagai negara merupakan bukti nyata bahwa semangat kolaborasi terus tumbuh dan berkembang mengikuti kemajuan zaman.

Tidak hanya membahas isu strategis dunia, pertemuan ini juga diharapkan mampu menjadi wahana pertukaran kebudayaan yang memperkuat kebudayaan itu sendiri. Hal ini sejalan dengan tema Building Harmony Rooted in Local Wisdom atau Membangun Harmoni yang Berakar pada Kearifan Lokal.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran para walikota dan delegasi CityNet Asia Pacific, semoga pertemuan ini menjadi babak baru dalam pemajuan kebudayaan, serta wahana untuk memperkenalkan kerajinan tenun endek dan kesenian Denpasar kepada dunia,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal CityNet Asia Pacific, Vijay Jagannathan yang hadir bersama Ambassador Pemerintah Metropolitan Seoul, Hong-Seok Koo, menaruh harapan besar agar pertemuan ini bisa dijadikan sebagai langkah bermakna untuk dapat saling berdiskusi antar peserta, guna membentuk kota-kota yang lebih kuat, tangguh, dan inklusif di seluruh kawasan Asia Pasifik.
“Semoga Excom Meeting ini akan memperkuat kolaborasi dan sinergi antara lintas pihak, sehingga tercapai pembangunan kota yang berkelanjutan, dan kami juga mengapresiasi sajian kesenian hingga atraksi budaya yang luar biasa,” ujarnya.
Founder Naluri Manca, Ida Bagus Eka Harista menjelaskan, Garapan Mystical Of Lotus and Gayatri mengambarkan sinar yang tumbuh menyinari alam semesta secara menyeluruh. Hal ini sebagai simbol kebahagiaan dan kesejahteraan yang kekal.
“Dilambangkan dengan bunga yang mekar sebagai bentuk pertumbuhan budaya baru dengan pilar kehidupan yang lebih baik serta bijaksana. Lotus juga merepresentasikan kehidupan yang harmonis dengan alam,” ujarnya. (Ags/Tra).
Seminar “Zero Waste” Rangkaian CityNet Executive Committee Meeting
NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar, Asia-Pacific International Seminar on Zero Waste menjadi rangkaian pembuka CityNet Executive Committee Meeting ke-45 Tahun 2025, yang digelar di Bali Beach Convention Center, Sanur, pada Senin (27/10).
Ket. Foto: Pembukaan Seminar Internasional bertajuk “Zero Waste and Circular Economy” yang diikuti oleh delegasi dari berbagai kota anggota jaringan CityNet se-Asia Pasifik, Senin (27/10), berlangsung di Bali Beach Convention Center, Sanur.
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, hadir langsung dalam seminar yang diikuti oleh delegasi dari berbagai kota anggota jaringan CityNet se-Asia Pasifik. Turut hadir pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Rangkaian acara ditutup dengan pemukulan kul-kul sebagai simbol harmoni dan kebersamaan.
Dalam sambutannya, Walikota Jaya Negara mengajak para peserta untuk merenungkan filosofi keseimbangan hidup dan rasa hormat terhadap alam sebagai nilai yang telah menjadi napas masyarakat Bali selama berabad-abad. “Udara pagi Denpasar selalu dimulai dengan aroma dupa dari canang yang perlahan naik di depan rumah warga sebagai tradisi kecil penuh makna untuk merenungkan filosofi keseimbangan hidup dan rasa hormat terhadap alam, nilai yang telah menjadi napas masyarakat Bali,” ujar Jaya Negara.
Lebih lanjut, Jaya Negara menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada CityNet Secretariat serta Zero Waste Foundation yang telah mempercayakan Denpasar sebagai tuan rumah forum strategis ini.
Walikota Jaya Negara menegaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar wacana teknis, melainkan seruan moral untuk perubahan. Menurutnya, filosofi Zero Waste harus berakar dari kesadaran kecil dan kebiasaan sehari-hari dalam menghormati alam, sebagaimana nilai yang terkandung dalam Tri Hita Karana yakni keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. “Kearifan lokal adalah fondasi inovasi global. Denpasar ingin menunjukkan bahwa kota budaya juga bisa menjadi kota berkelanjutan,” tegasnya.
Jaya Negara juga menyinggung bahwa Denpasar, seperti banyak kota lain di Asia Pasifik, baru-baru ini diingatkan oleh alam melalui peristiwa banjir. Jaya Negara menyebut kejadian tersebut bukan sekadar ujian, melainkan pengingat bahwa keseimbangan alam tidak dapat dinegosiasikan.
“Menjaga lingkungan bukanlah pilihan, tetapi keharusan moral dan tanggung jawab bersama. Daya tahan kota tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, melainkan juga melalui kesadaran, perubahan perilaku, dan kebijakan yang berpihak pada alam,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa turut memaparkan berbagai inisiatif nyata Pemerintah Kota Denpasar dalam mendukung prinsip Zero Waste. Program tersebut mencakup pengelolaan sampah berbasis sumber di tingkat rumah tangga, penguatan bank sampah komunitas, serta pengembangan ekonomi sirkular yang melibatkan generasi muda.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat jejaring, memperluas kolaborasi, dan menyalakan semangat baru membangun kota tanpa limbah. Dari Denpasar, mari kita belajar, berbagi, dan bergerak bersama mengubah kebiasaan menjadi gerakan, gerakan menjadi kebijakan, dan kebijakan menjadi budaya,” ujar Arya Wibawa.
Puncak kegiatan ditandai dengan peluncuran “Call to Action for Zero-Waste Cities”, sebuah komitmen bersama para pemimpin kota anggota CityNet untuk membangun kota yang berdaya tahan, berbudaya bersih, dan berkelanjutan. Dalam sesi peluncuran Call to Action for Zero-Waste Cities, tiga perwakilan negara anggota CityNet membacakan deklarasi bersama sebagai bentuk komitmen global menuju kota tanpa limbah.
Perwakilan Sri Lanka, Walikota Yraie Cally Balthazar dari Dewan Kota Kolombo, menyampaikan bahwa kota-kota adalah penggerak kemajuan global, namun juga menjadi penghasil sebagian besar limbah dunia. “Sebagai pusat inovasi dan peluang, kami memiliki kekuatan sekaligus tanggung jawab untuk memimpin transisi menuju masyarakat tanpa sampah,” ujarnya.
Dari Filipina, Walikota Ronnie Dadivas dari Roxas City menegaskan bahwa pendekatan Zero Waste menawarkan jalan menuju kota yang lebih bersih, sehat, dan tangguh mengurangi polusi, menekan emisi, melestarikan sumber daya, serta menciptakan lapangan kerja hijau. Sementara itu, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menutup deklarasi dengan menegaskan pentingnya tindakan nyata lintas negara.
“Ini menjadi seruan kita bersama untuk bertindak dengan penuh urgensi, memimpin dengan keberanian, dan mentransformasi kota-kota kita demi bumi dan generasi yang akan datang. Dari Denpasar, tanah yang penuh harmoni, pesan moral itu bergema dari kearifan lokal menuju inspirasi global demi masa depan yang bersih, berbudaya, dan berkelanjutan,” pungkas Jaya Negara. (Pur/Tra).
Wujudkan Ketahanan Pangan dan Implementasi SDGs Berbasis Kearifan Lokal
NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, memaparkan salah satu program unggulan Kota Denpasar, Perlindungan Petani (Farmers Protection Program), dalam forum CityNet Executive Committee Meeting ke-45 Asia Pacific di Bali Beach Convention Center, Sanur, Senin (27/10).
Ket. Foto: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan memaparkan salah satu program unggulan Kota Denpasar, Perlindungan Petani, dalam forum CityNet Executive Committee Meeting ke-45 Asia Pacific di Bali Beach Convention Center, Sanur, Senin (27/10).
Forum bergengsi ini mempertemukan para pemimpin kota se-Asia Pasifik untuk berbagi praktik terbaik menuju kota yang berkelanjutan dan tangguh. Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara yang hadir bersama Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa serta jajaran pimpinan OPD Pemkot Denpasar, menegaskan bahwa Program Perlindungan Petani menjadi cerminan nyata komitmen Denpasar dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian perkotaan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Petani adalah penjaga kehidupan. Melalui program ini, kami ingin memastikan mereka mendapatkan perlindungan sosial yang inklusif dan dukungan ekonomi yang berkelanjutan, agar tetap mampu menjaga kemandirian pangan di tengah pesatnya perkembangan kota,” ujar Jaya Negara di hadapan para delegasi internasional.
Program Perlindungan Petani lahir dari filosofi Tri Hita Karana yakni keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan, serta spirit Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang menuntun pembangunan Denpasar agar selaras antara modernisasi dan pelestarian budaya. Program ini menjadi wujud nyata implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat lokal, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Jaya Negara menjelaskan bahwa program ini dijalankan melalui tiga intervensi strategis. Hal ini meliputi Intervensi hulu di mana Pemerintah Kota Denpasar memberikan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) sebesar 0% untuk lahan pertanian produktif, sawah ekowisata, dan sawah murni sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2023. Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Bali melalui bantuan keuangan khusus bagi pemeliharaan balai subak dan kegiatan keagamaan. Yang kedua Intervensi Tengah melalui langkah Pemkot Denpasar menyalurkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) serta memfasilitasi petani menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sebagai bentuk penghargaan, diberikan insentif bulanan kepada pekaseh dan pangliman subak. Dan terakhir Intervensi Hilir, bahwa
Pemkot menggagas program pembelian beras petani lokal oleh ASN Pemkot Denpasar. Kebijakan ini memperkuat rantai ekonomi lokal sekaligus menjamin stabilitas harga dan daya saing beras Denpasar.
Selain itu, Pemkot Denpasar juga menetapkan Kawasan Subak Lestari “Made Ayu Intan” sebagai Subak Abadi, mencakup Subak Anggabaya, Umalayu, Umadesa, Intaran Barat, dan Intaran Timur. Langkah ini merupakan komitmen nyata menjaga sistem pertanian tradisional Bali yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia sejak 29 Juni 2012.
“Program Perlindungan Petani dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah, akademisi, swasta, hingga organisasi internasional, yang memastikan keberlanjutan dari sisi perencanaan, pendanaan, hingga pengawasan lapangan. Pendekatan kolaboratif ini memperkuat posisi Denpasar sebagai kota pelaksana SDGs berbasis budaya dan gotong royong.” ujar Jaya Negara.
Selebihnya, menurut Jaya Negara, arah kebijakan pembangunan Denpasar yang berpihak pada kesejahteraan rakyat telah menunjukkan hasil positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Denpasar tahun 2024 mencapai 85,11, tertinggi di Provinsi Bali.
“Semua sektor kehidupan harus diselesaikan dengan parasparos sarpanaya, salunglung sabayantaka dan bergotong royong. Mari kita jaga Denpasar dengan rasa kebersamaan agar kesejahteraan tumbuh dari akar budaya yang kita miliki,” tutup Jaya Negara.
Sebagai penutup sesi, Walikota Jaya Negara menerima “Harmonious City Award 2025” dari CityNet, bekerja sama dengan ESCAP dan Pemerintah Metropolitan Seoul, sebagai bentuk pengakuan internasional atas keberhasilan Denpasar mewujudkan keberlanjutan dan kesejahteraan sosial melalui Program Perlindungan Petani. Sertifikat penghargaan diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal CityNet, Vijay Jagannathan, kepada Walikota Jaya Negara di hadapan para delegasi internasional. (Pur/Tra).
Sekda Alit Wiradana Ikuti Retret Sekda Se-Indonesia
NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana bersama Plt. Kepala Bappeda Kota Denpasar, I Wayan Putra Sarjana mengikuti kegiatan Retret Sekda se-Indonesia yang dilaksanakan di IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, pada 26 hingga 29 Oktober2025.
Ket. Foto:Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana bersama mengikuti kegiatan Retret Sekda se-Indonesia yang dilaksanakan di IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, pada Senin (27/10)
Kegiatan yang digagas oleh Kementerian Dalam Negeri(Kemendagri) ini merupakan program nasional dalam rangka peningkatan kapasitas dan sinergitas Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya bagi para Sekda provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Menurut Sekda Alit Wiradana yang juga menjadi salah satu peserta kegiatan retret tersebut saat ditemui di lokasi acara, Senin (27/10), kegiatan ini akan menjadi momentum penting bagi para Sekda untuk memperkuat koordinasi,komunikasi, dan kepemimpinan birokrasi di daerah masing-masing. “Kegiatan retret ini merupakan program Kemendagri untukmeningkatkan kapasitas dan sinergitas ASN, khususnya Sekretaris Daerah diseluruh Indonesia,” ujarnya.
Selama pelaksanaan retret, para peserta akan mendapatkan sejumlah materi pembinaan, pembekalan kepemimpinan, serta kegiatan refleksi yang bertujuan memperkuat integritas dan semangat pelayanan publik di lingkungan
pemerintahan daerah.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi para Sekda untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah pemerintahan serta mendorong tata kelola birokrasi yang lebih profesional dan berintegritas. “Retret ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memaksimalkan sinergi kebijakan antara daerah dan kementerian terkait, khususnya dalam menyiapkan agenda pembangunan tahun berikutnya,” ujar Alit Wiradana.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengembangan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) agar semakin adaptif terhadap dinamika kebijakan nasional. (Eka/Tra).
Wawali Gelorakan Local Wisdom Tri Hita Karana dalam Pembangunan
NEWS INTERMEDIA.COM || Denpasar, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa didapuk menjadi pembicara pada Youth Sustainable Development Goals (SDGs) Award yang digelar serangkaian Excom Meeting CityNet Asia Pacific ke-45 Tahun 2025 di Bali Beach Convention Center (BBC), Sanur, Denpasar, Senin (27/10).
Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat didapuk menjadi pembicara pada Youth Sustainable Development Goals (SDGs) Award yang digelar serangkaian Excom Meeting CityNet Asia Pacific ke-45 Tahun 2025 di Bali Beach Convention Center (BBC), Sanur, Denpasar, Senin (27/10).
Dalam kesempatan tersebut, Wawali Arya Wibawa turut menggelorakan Local Wisdom Tri Hita Karana dalam pembangunan Kota Denpasar. Lebih lanjut dijelaskan, filosofi Tri Hita Karana menjadi dasar kehidupan masyarakat Bali. Yakni harmoni antara manusia dengan tuhan, manusia dengan sesama dan manusia dengan alam merupakan nilai yang masih dipegang teguh disetiap langkah pembangunan Kota Denpasar.
Dikatakan Arya Wibawa, filosofis Tri Hita Karana ini sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs) yang menekankan keseimbangan antara kemajuan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial. “Dengan semangat itu Kota Denpasar ingin hadir dan menunjukkan bahwa kota kecil sekalipun dapat memberikan kontribusi bagi dunia,” ujarnya.
Arya Wibawa juga mengaku bangga, generasi muda saat ini telah aktif dalam berbagai isu strategis. Hal ini tentu menjadi harmoni sekaligus implementasi nyata nilai ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari.
“Dari ide-ide kecil lahir gerakan besar, hari ini bukan sekadar kompetisi, tetap tentang kolaborasi, Youth SDGs Award bukan hanya panggung penghargaan, tapi awal gerakan anak muda untuk membangun masa depan kota yang berdaya, berbudaya dan berkelanjutan,” ujar Arya Wibawa.
Sekretaris Jenderal Citynet Asia Pasifik, Vijay Jagannathan didampingi Wakil Sekretaris Jenderal Citynet, Aisa Tobing mengatakan, hari ini seluruh delegasi tidak hanya menyambut pelaksanaan Excom Meeting CityNet Asia Pacific ke-45, melainkan juga merayakan semangat generasi muda melalui Youth SDGs Award. Dimana, kegiatan ini menjadi ajang bagi anak muda untuk berbagi ide, inovasi dan aksi nyata demi masa depan yang berkelanjutan.
Lebih lanjut dikatakan, pelaksanaan Youth SDGs Award kali ini dikemas dalam dua kompetisi. Yakni Youth SDGs Award Essay Presentation dan Youth SDGs Award Posters Presentation. Dimana, kegiatan ini menghadirkan talenta muda dari berbagai sekolah di wilayah Kota Denpasar. “Kami sangat mengapresiasi semangat anak muda Denpasar, dan semoga melalui momentum ini dapat mendukung dan menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam pembangunan berkelanjutan,” ujarnya. (Ags/Tra).







