Pelaksanaan Posyandu Tetap Dapat Diselenggarakan Mandiri
DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Posyandu Paripurna di dua lokasi, yakni Banjar Paang Kaja, Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, dan Banjar Pulugambang, Kelurahan Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara, resmi ditutup. Secara terpisah, penutupan keduanya dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta Ketua DWP Kota Denpasar yang juga Ketua Pokja IV TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana, Senin (19/5).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Dalam sambutannya, di Banjar Paang Kaja, Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyampaikan
terima kasih kepada seluruh kader dan peserta Posyandu atas terselenggaranya kegiatan dengan baik. “Dengan kehadiran ibu-ibu serta para lansia dalam setiap kegiatan Posyandu, menandakan bahwa kegiatan ini mendapat perhatian dan telah berjalan dengan baik. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih,” ungkap Ny. Antari Jaya Negara.
Ia berharap tujuan dari Posyandu Paripurna ini dapat terwujud, yaitu meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pelayanan kesehatan dasar secara berkelanjutan. Usai kegiatan Posyandu Paripurna ini, Ny. Antari Jaya Negara mendorong agar pelaksanaannya dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat.
Sementara itu, Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa di Banjar Pulugambang mengungkapkan, Posyandu tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana berkumpul, berbagi cerita, dan mempererat hubungan sosial, khususnya bagi lansia. Ibu hamil dan balita juga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan, serta pemantauan tumbuh kembang anak.
Sementara Lurah Penatih, Wayan Mudra, mengucapkan terima kasih atas dipilihnya wilayah Banjar Paang Kaja, sebagai lokasi kegiatan Posyandu Paripurna. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena masyarakat mendapatkan berbagai layanan kesehatan secara langsung. “Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan wilayah kami kembali ditunjuk untuk pelaksanaan Posyandu Paripurna. Setelah kegiatan ini ditutup, kami siap melaksanakannya secara mandiri demi menjaga keberlanjutan pelayanan kesehatan ini,” kata Wayan Mudra (Win-Ayu/tra).
Kel. Sumerta Gelar Penertiban Mobilitas Penduduk Non Permanen
DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Kelurahan Sumerta terus berkomitmen menjaga ketertiban administrasi kependudukan dan pengendalian mobilitas warga non permanen. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan penertiban yang digelar secara berturut-turut di lingkungan Banjar Buaji Sari pada tanggal 17 dan 18 Mei 2025.

Lurah Sumerta, I Wayan Eka Aprina saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan sinergi lintas elemen, mulai dari aparatur kelurahan, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), Bhabinkamtibmas, Babinsa, prajuru banjar, kepala lingkungan (kaling), hingga pecalang setempat, di Kantornya, Senin, (19/5).
Pada 17 Mei, tercatat sebanyak 56 orang terjaring dalam operasi tersebut, dengan 4 orang di antaranya merupakan warga luar Kota Denpasar. Sementara pada 18 Mei, jumlah warga yang terjaring mencapai 37 orang, terdiri atas 36 orang warga dari luar Provinsi Bali dan 1 orang dari luar Kota Denpasar. “Kegiatan ini penting untuk memastikan bahwa warga non permanen yang tinggal di wilayah kami memiliki administrasi yang jelas dan sesuai aturan, guna mendukung ketertiban serta keamanan lingkungan,” ujar Eka Aprina.
Penertiban ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk upaya preventif terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta sebagai langkah awal dalam mendukung tertib administrasi kependudukan di wilayah Kelurahan Sumerta. Untuk itu Wayan Eka Aprina mengimbau kepada warga yang memili kos kosan agar didata dan di lapor ke kepala lingkungannya. (Ayu/Tra).
Gandeng TNI dan Petani, Distan Denpasar Gelar Pelatihan UPJA
DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Dinas Pertanian Kota Denpasar berkolaborasi dengan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara serta Petani di Kota Denpasar menggelar Pelatihan Usaha Jasa Pelayanan Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) Kegiatan yang digelar selama dua hari hingga 20 Mei ini dikemas dengan dua segmen, yakni Pemaparan dan Praktik Lapangan di Gedung Santi Graha Denpasar Senin (19/5).
Ket foto : Pelaksanaan Pelatihan Usaha Jasa Pelayanan Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) di Gedung Santi Graha Denpasar pada Senin (19/5).
Kepala Dinas Petanian Kota Denpasar, AA Gde Bayu Brahmasta dalam sambutannya mengatakan bahwa Kota Denpasar hingga saat ini memiliki jumlah lahan pertanian produktif yang cukup banyak. Meski demikian, kondisi yang terjadi di lapangan adalah jumlah operator Alsintan yang minim sehingga masih ketergantungan dengan operator jasa Alsintan dari wilayah luar Bali.
“Minimnya jumlah operator Alsintan ini tentu berdampak kepada tertundanya waktu tanam sampai panen sehingga berdampak pada pencapaian luas tambah tanam yang ditargetkan,” ujarnya.
Dikatakannya, selain mendukung optimalisasi pelayanan alat dan mesin pertanian, pelatihan ini menjawab peluang yang cukup tinggi dari bisnis operator Alsintan yang masih belum banyak melirik. Sehingga upaya dari dinas selain mengadakan pelatihan dengan anggota UPJA juga mengajak para Babinsa untuk serta berperan dalam mendukung asta cita yang telah ditetapkan pemerintah dalam mendukung swasembada pangan.
Gung Bayu menjelaskan, potensi jasa Alsintan khusus untuk panen di Kota Denpasar mencapai Rp. 3,1 Miliar.
Hal tersebut belum termasuk jasa pada saat pengolahan lahan. Dimana, pelatihan UPJA ini melibatkan 37 peserta pelatihan yang teridri dari 24 unsur TNI dan 13 orang petani. Dimana, seluruh peserta dibekali materi dan praktek menjalankan combine harverster, tractor, drone pertanian dan pembentukan brigade alsintan. “Semoga dengan pelaksanaan pelatihan IPJA ini dapat mendukung optimalisasi sektor pertanian di Kota Denpasar, serta dapat mendukung peningkatan panen para petani,” ujarnya. (Ags/Tra).
Pemkot Denpasar Gelar Pembinaan Bagi Duta Kesenian PKB
DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Sebagai bagian dari pemantapan sekehe yang akan tampil di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan bersama Tim Pembina Kesenian menggelar proses pembinaan kesenian. Pembinaan kali ini diberikan kepada Sanggar Seni Gases Bali, Banjar Lantang Bejuh, Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, yang akan mewakili Kota Denpasar dalam pementasan seni Penopengan Rekasa Dana PKB XLVII 2025 yang digelar di Yayasan Gases Bali, Senin (19/5).
Dalam kesempatan ini hadir langsung guna memberikan dukungan, serta menyerahkan uang pembinaan, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana didampingi Kadis Kebudayaan, Raka Purwantara, Anggota Tim Pembina Kesenian Kota Denpasar dan pihak yang terkait lainnya. Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana usai menyaksikan pementasan Topeng Sanggar Seni Gases Bali, menyampaikan, Sanggar Seni Gases Bali telah memperlihatkan penampilan yang baik dan menjanjikan.
“Namun terlepas dari itu semua, agar penampilan yang sudah baik ini menjadi semakin maksimal, saya harapkan saat penampilan sesungguhnya di PKB nanti, catatan dari tim pembina kesenian agar diperhatikan dan menjadi bahan koreksi bagi Sanggar Seni Gases Bali,” pesan Sekda Alit Wiradana.
Selebihnya, dirinya juga menekankan kepada duta kesenian yang akan berlaga di ajang PKB ini, untuk bisa selalu menjaga konsistensi latihan dan persiapan, sehingga dapat menampilkan yang terbaik serta dapat menjaga nama baik Kota Denpasar. “Kami berharap kepada Sekehe Pegelaran Topeng Sanggar Seni Gases Bali, dan juga seluruh duta kesenian yang akan mewakili Kota Denpasar di PKB 2025 nanti agar menampilkan yang terbaik untuk menjaga nama baik Kota Denpasar,” kata Sekda Alit Wiradana.
Sementara itu Penanggung Jawab Pementasan Topeng Sanggar Seni Gases Bali, Dr. Komang Indra Wirawan menjelaskan Sanggar Seni Gases Bali akan mewakili Kota Denpasar dalam pementasan seni Penopengan Rekasa Dana PKB XLVII 2025. “Kami mempersiapkan pementasan ini melalui latihan dalam 45 kali pertemuan. Beranggotakan 8 orang penari, 35 orang penabuh ditambah 15 orang stage crew,” jelasnya.
Komang Indra juga menuturkan, pola pementasan Topeng yang akan ditampilkan masih berlandaskan tradisi namun dengan berbagai macam inovasi dan pengembangan. Adapun cerita yang diambil adalah cerita “Nyenuk Sudamala Bhuana”, yang mengisahkan tentang prosesi upacara yang sering dilaksanakan masyarakat Hindu di Bali.
“Sedikit mengenai perkembangan terkini kesenian di Kota Denpasar dan Bali pada umumnya, saya rasa seni budaya mengakar kuat dan tetap eksis serta berjalan dengan baik karena pada dasarnya kesenian di Bali tidak hanya terkait estetika tapi juga mengandung nilai spiritual terutama dalam upacara Yadnya yang hampir setiap hari dilaksanakan umat Hindu di Bali,” ujar Komang Indra.
Dalam kesempatan tersebut, Komang Indra juga mengemukakan
melalui pembinaan ini pihaknya juga ingin menyempurnakan penampilan Sanggar Gases Bali melalui masukan, kritik dan saran dari tim pembina kesenian Kota Denpasar. “Semoga PKB tetap dapat menjadi ruang bagi seniman, pelaku seni, dan semua yang bergelut didalam seni budayaorang untuk menjaga keberlangsungan seni budaya di Bali,” pungkasnya.(toblo-esa/Tra).










