Beranda / Berita Terkini / DENPASAR / Info Denpasar Seputar Custom War Run 2025, Social Forum dan Emisi

Info Denpasar Seputar Custom War Run 2025, Social Forum dan Emisi

Wawali Kibarkan Bendera Start, Buka Custom War Run 2025

NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Gelaran Custom War Run serangkaian Naskleng 13 (NK 13) Custom War Tahun 2025 dibuka oleh Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dengan pengibaran bendera start. Event run menempuh jarak 5K dan 13K start pada pukul 06.00 Wita. Setelah melepas tampak Wawali Arya Wibawa ikut serta mengikuti event berlari dari start sampai finish, dengan rute yang melintasi sejumlah titik di kawasan Pantai Padang Galak Denpasar Ex Taman Festival Denpasar, Sabtu (30/8)

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Wawali Arya Wibawa didampingi Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat ditemui di garis finish mengungkapkan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan Custom War Run 5K sebagai upaya gerakan pola hidup sehat bagi warga Kota Denpasar terutama anak-anak muda yang sedang kecanduan olahraga lari.

“Fun Run 5K ini bisa sebagai motivasi bagi warga Kota Denpasar, khususnya bagi kaum muda untuk mulai menerapkan pola hidup sehat, di mana juga banyak terlihat lansia yang ikut, saya sangat terkesan mereka masih kuat dan bisa menyelesaikan 5K ini dan berbaur dengan para anak muda, serta saya berharap kegiatan-kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ungkapnya.

Sementara Ketua Panitia NK 13 Custom War, Nyoman Gede Sentana Putra atau sering di panggil Kedux mengatakan, Custom War Run 2025 adalah sebuah event lari yang diselenggarakan hari ini (30/8/2025). Event ini menawarkan kategori lari road dengan jarak 5 K dan road jarak 13K . Lokasi pelaksanaan berpusat Ex Taman Festival dan seputaran Pantai Padang Galak.

Event ini merupakan bagian dari NK 13 Custom War Tahun 2025 yang dikenal dengan atmosfernya yang meriah dan penuh semangat. Custom War Run 2025 menawarkan pengalaman lari yang tidak hanya sehat tetapi juga menyenangkan dengan kategori fun run 5KM dan 13K. Lokasi start dan finish berada di Ex Taman Festival memberikan peserta kesempatan untuk menikmati pemandangan yang indah dan fasilitas yang lengkap.

“Kiranya peserta yang mengikuti Custom War Run Tahun 2025 mencapai 1.400 orang, yang dibagai menjadi dua road, yakni 5K dan 13K. Custom War Run 2025 menawarkan pengalaman unik yang memadukan olahraga, rekreasi, dan budaya. Terletak di salah satu lokasi yang mungkin tidak banyak orang tau, event ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berlari yang tak terlupakan bagi para peserta,” ujarnya (Eka/Tra).

Wawali Jadi Keynote Spreaker di Urban Social Forum

NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka 11 th Urban Social Forum (USF) dan kegiatan yang dibuka dengan pemukulan kul-kul ini dihadiri pula Rektor Universitas Warmadewa (Unwar), Prof. I Gde Suranaya Pandit, Direktur Eksekutif Yayasan Kota Kita, Ahmad Rifai serta undangan lainnya yang digelar di Aula Universitas Warmadewa, Sabtu (30/8).

Setelah membuka, Wawali Arya Wibawa sekaligus menjadi Keynote Speak dengan memaparkan mengenai Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber yang ada di Kota Denpasar. Di hadapan para generasi muda, Arya Wibawa memaparkan berbagai upaya penanggulangan sampah di Kota Denpasar yang salah satu fokusnya adalah optimalisasi pengelolaan sampah berbasis sumber, termasuk TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle), Teba Modern, Bank Sampah, dan pusat komposting. Selain itu, Pemkot Denpasar juga mendukung program waste to energy sebagai solusi jangka panjang.

Hal ini disampaikan Wawali Arya Wibawa mengingat permasalahan yang dihadapi saat ini adalah permasalahan sampah. Untuk itu para generasi muda diharapkan agar juga ikut serta berperan dalam melaksanakan pemilahan sampah di lingkungan masing-masing, tak terkecuali di lingkungan keluarga dan institusi pendidikan.

Untuk itu lanjutnya, Pemkot Denpasar pun saat ini sedang gencar melaksanakan program “Teba Modern” sebagai solusi penanganan sampah organik berbasis sumber di Denpasar. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga, banjar, dan fasilitas umum lainnya. Teba Modern merupakan tempat pengolahan sampah organik dengan konsep penampungan sedalam 2 meter yang dilengkapi dengan tutup untuk memasukkan sampah.

Program ini menekankan pentingnya pemilahan sampah organik di rumah tangga sebelum dimasukkan ke dalam Teba Modern. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam Teba Modern akan terurai secara alami oleh mikroorganisme dalam waktu beberapa bulan, menghasilkan pupuk kompos. Dengan demikian Teba Modern membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, menghasilkan pupuk organik, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah.

Maka, program ini memerlukan partisipasi aktif masyarakat dalam memilah sampah dan mengelola Teba Modern di lingkungan masing-masing. Dalam hal ini generasi muda ini juga mempunyai peranan untuk memberikan edukasi kepada keluarga serta lingkungan sekitarnya. “Dengan adanya program Teba Modern, diharapkan pengelolaan sampah di Denpasar menjadi lebih efektif dan berkelanjutan, serta berkontribusi pada terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat,” ungkap Arya Wibawa.

Sementara Direktur Eksekutif Yayasan Kota Kita, Ahmad Rifai mengatakan USF diinisiasi oleh Yayasan Kota Kita (kotakita.org) di tahun 2013, berangkat dari sebuah kegelisahan tentang gerakan masyarakat sipil perkotaan yang cenderung terkotak-kotak berdasarkan sektor dan letak geografis. USF lalu hadir sebagai sebuah komitmen untuk pengadaan ruang terbuka di mana masyarakat sipil dan warga dari berbagai latar belakang dapat bertemu, berdiskusi, dan berjejaring.

Beberapa hal yang diharapkan dapat menjadi keluaran kegiatan ini adalah suatu kesadaran bahwa permasalahan, hingga aksi di kota adalah saling terkait, saling memengaruhi satu sama lain, interseksional, dan perubahan dapat dimulai dengan usaha membangun imaji bersama tentang kota yang diidam-idamkan bersama; inklusif, manusiawi, dan lestari.

Visi tersebut dituangkan lewat pernyataan, yang merupakan tema besar USF dari tahun ke tahun, ‘Another City is Possible!’. ”Diperlukan ruang bagi masyarakat sipil untuk bersolidaritas dan menghasilkan banyak ide dalam menghadapi masalah di perkotaan. Maka dari itu, forum ini digelar sebagai wadah untuk mencapai tujuan bersama,” terangnya. (Eka/Tra).

Sekda Apresiasi Peluncuran Komitmen Kawasan Rendah Emisi Desa

NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana menghadiri Peluncuran Komitmen Kawasan Rendah Emisi Intaran, Sanur, yang ditandai dengan Penandatanganan Deklarasi Menuju Desa Intaran Sanur ramah lingkungan di Segara The Seaside, Sanur, Sabtu (30/8). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan teknologi rendah karbon mewujudkan kawasan rendah emisi sanur, serya Soft Launching Mobil Shuttle Listrik.

Hadir dalam kesempatan ini Komite Pengarah Koalisi Emsisi Nol Bersih /Direktur WRI Indonesia, Nirarta Samadhi, Head of Corporate Sustainability HSBC , Nuni Sutyoko, DPRD Provinsi Bali, A.A Gede Agung Suyoga, DPRD Kota Denpasar, AA. Gede Putra Arie Wangsa dan Wayan Mariana Wandira, Bendesa Adat Intaran, I Gusti Agung Alit Kencana, Lurah Sanur, I.B Made Windu Segara, OPD sperti Dinas Perhubungan Provinsi Bali dan Kota Denpasar serta undangan lainnya.

Sekda Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana mengapresiasi Peluncuran Komitmen Kawasan Rendah Emosi Intaran – Sanur” merupakan rangkaian dari Pekan Iklim Bali 2025. Hal ini sebagai upaya untuk mewujudkan Sanur bebas emisi. “Hal ini searah dengan program penataan kawasan Sanur oleh Pemerintah Kota Denpasar, memperkuat Sanur sebagai destinasi wisata unggulan melalui pengembangan berbagai aspek tidak hanya mempercantik wajah Sanur, tapi memperkuat sumber daya manusia, desa Adat di Sanur,” ujarnya.

Komite Pengarah Koalisi Emisi Nol Bersih /Direktur WRI Indonesia, Nirarta Samadhi dalam sambutannya mengatakan Serangkaian Pekan Iklim Bali 2025 , 25 – 30 Agustus 2025 merupakan wujud kebulatan tekad menjawab tantangan perubahan iklim melalui kegiatan seperti forum nasional, belajar inovasi, forum investasi iklim. “Telah dilaksanakan Program Clean Energy Village Sanur dan Program Youth Development di kawasan Desa Intaran yang merupakan daerah percontohan program ini,” ujarnya.

Dikatakannya, beberapa hal telah disepakati dalam forum diskusi Pekan Iklim Bali 2025 yakni Penguatan peran strategi pimpinan daerah mendorong target iklim nasional, penguatan strategi pendanaan dan ekosistem pembiayaan iklim daerah dan penguatan kepemimpinan iklim lokal di Indonesia melalui jejaring global. “Semoga semua akan terwujud melalui kolaborasi dan inovasi antara pemerintah swasta akademisi, lembaga riset dan masyarakat adat yang dapat kita lihat dalam kegiatan hari ini, ” jelas Samadhi.

Head of Corporate Sustainability HSBC , Nuni Sutyoko mengatakan bahwa inisiatif menjadikan Desa Adat Intaran percontohan program ini tidak hanya untuk mengurangi emisi tapi lebih luas lagi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membekali sumber daya manusia yakni generasi muda Sanur melalui program youth development, “Pada akhirnya kami hari ini menyerahkan program ini kepada Desa Adat Intaran semoga dapat menginspirasi desa Adat lain di Bali mewujudkan target emisi nol bersih di Bali,” terang Sutyoko.

Sementara Bendesa Adat Intaran, I Gusti Agung Alit Kencana dalam sambutannya mengatakan masyarakat Sanur sebagian besar hidup dari pariwisata, jika penataan pariwisata berjalan baik tentu akan berdampak positif bagi kita semua.

“Komitmen Desa Adat Intaran mengurangi Jejak Karbon komitmen menjaga kelestarian alam di kawasan Sanur. Selain itu penataan – penataan lain di wilayah Sanur untuk mewujudkan ruang lebih leluasa untuk kenyamanan pariwisata di daerah Sanur, ” ungkapnya. (esa/Tra).