- Advertisement -spot_imgspot_imgspot_img

Info Bali Soal Kolaborasi Alumni ITB, Penerus Budaya dan Puncak Karya IBTK

- Advertisement -spot_img

Kolaborasi Alumni ITB Lintas Generasi Dukung Bali Era Baru Koster

DENPASAR – NEWSINTERMEDIA.COM || Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) di Bali menyatakan komitmen mendukung program pembangunan Bali Era Baru yang dicetuskan Gubernur Bali Wayan Koster. Para alumni berkomitmen mendukung kepemimpinan Gubernur Koster yang juga alumni ITB. Visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ yang dijadikan landasan pembangunan Bali oleh Gubernur Koster dinilai sesuai semboyan almamater ITB yakni ‘Kemajuan Untuk Keselarasan’. Konsolidasi lintas generasi Ikatan Alumni ITB di Bali dilakukan pada Kongres Daerah XI Ikatan Alumni ITB Pengda Bali 13 April 2025 di Duta Orchid Garden, Denpasar.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

“Kami percaya kongres ini akan melahirkan peran strategis untuk ikatan alumni dalam mendukung program pembangunan Bali. Mari jadikan momen ini untuk bangkit bersama
sesuai semboyan almamater kemajuan dalam keselarasan, yang selaras visi Gubernur Bali Wayan Koster, Nangun Sat Kerthi Bali, dalam menjaga keseimbangan alam, manusia dan budaya Bali,” tegas Ketua Pelaksana Kongres, Victor Harlim.

Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Alumni ITB Bali, Cokorda Alit Indra Wardhana
mengatakan siap mendukung sepenuhnya program Gubernur Wayan Koster. “Sesama almamater pasti kita akan mendukung beliau, sejak periode pertama kami mendukung, karena ada beberapa alumni menjadi tim beliau. Kami turut memberikan ide dan ikut kontribusi jalankan program pembangunan di Bali,” katanya.

Cok Alit menjelaskan, kontribusi Gubernur Wayan Koster sebagai Ketua Dewan Penasihat Alumni sangat luar biasa. Secara moril, Gubernur Koster selalu memberi arahan kepada alumni ITB dalam mendukung program pembangunan Bali. “Kami selalu meminta arahan dari beliau sebagai Gubernur Bali dalam menyelaraskan program pemerintah dan para alumni ITB di Bali,” katanya.

Para alumni ITB di Bali kata dia mendukung program Gubernur Koster terkait kemandirian energi bersih di Bali. “Program Bali Mandiri Energi Bersih dari Gubernur Koster sangat kita suport. Begitu juga Gerakan Bali Bersih Sampah juga kami sangat optimis bisa berjalan. Sekarang butuh kontribusi dukungan dari stakeholder dan masyarakat Bali. Kami berharap kontribusi dukungan pusat secara finansial karena sampah di Bali bukan hanya dari Bali tapi luar Bali juga,” katanya.

ITB Bali kata Cok Alit, siap mendukung program strategis Pemerintah Provinsi Bali, mulai dari penguatan SDM, teknologi terapan, transisi energi, hingga digitalisasi berbasis kearifan lokal. Gubernur Koster yang juga alumni ITB (Matematika 1981) hadir membuka kongres tersebut. Sebelum membuka, Gubernur dua periode ini menyerahkan cinderamata kepada penerima beasiswa, didampingi Ketua IA ITB Pengda Bali dan perwakilan dari PT. Titis Sampurna, perusahaan yang juga didirikan oleh alumni ITB dan menjadi mitra utama dalam mendukung kegiatan ini.

Gubernur Koster yang juga Ketua Dewan Penasihat IA ITB Pengda Bali, menekankan agar ikatan alumni harus bersatu mendukung program pemerintah sesuai dengan kompetensi dan keahlian masing-masing. “Kebersamaan kekeluargaan alumni ITB harus dijadikan kontribusi untuk Bali, karena semua alumni punya banyak keahlian masing-masing sesuai bidang studinya, kami berharap sektor di Bali bisa didorong sesuai kompetensi dan keahlian mereka,” katanya.

Koster juga berharap Ikatan Alumni ITB di Bali dan luar Bali memberikan support kepada kepada kepala daerah lulusan ITB. Seperti alumni ITB yang kini menjabat Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Untuk diketahui, ada dua alumni ITB yang kini menjadi Gubernur di Indonesia yakni Gubernur DKI Pramono Anung dan Gubernur Bali Wayan Koster. (Kar/tra).

Koster Sebut KB Bali Bukan Soal Jumlah Tapi Penerus Budaya Bali

DENPASAR – NEWSINTERMEDIA.COM || Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan Bali tidak menutup diri untuk kehadiran orang luar Bali yang mencari penghidupan di Bali. Namun hal tersebut jangan sampai menggerus populasi orang lokal Bali. “Di Bali bukan persoalan jumlah siapa yang datang ke Bali, tetapi siapa yang kita ajak untuk mengurus budaya,” ungkapnya saat menghadiri Kongres Daerah XI IA ITB Pengda Bali di Duta Orchid Garden, Minggu (13/4).

Hal itu adalah masalah serius. Menurutnya keunggulan Bali dibandingkan dengan daerah lainnya hanyalah kebudayaannya. Kalau budaya Bali tidak ada maka Bali akan hilang. “Tidak ada yang mebanjar, tidak ada yang ngelawar, tidak ada Purnama-Tilem, tidak ada Odalan, Galungan, Kuningan, Ngaben. Berbagai aktivitas budaya akan terancam,” jelasnya.

Hal itulah yang menyebabkan ia menolak pemberlakuan KB dua anak di Bali karena akan menyebabkan pertumbuhan penduduk Bali semakin rendah serta mengancam kehidupan masyarakat Bali, terutama budayanya. “Saya sedang bekerja keras untuk memproteksi budaya Bali ini. Kalau tidak bahaya. Bali ini keunggulannya cuma satu. Cuma budaya di luar itu tidak ada. Kalau kebudayaan Bali ini tidak dijaga dengan baik, wilayahnya kecil, penduduknya sedikit, siapa yang akan mengurusnya kedepan?,” imbuh Koster.

Program KB Bali empat anak, mendapat respon positif dari para Alumni ITB yang hadir. Para alumni kompak berfoto dengan gaya empat jari menunjukkan dukungannya terhadap program yang digagas oleh Gubernur lulusan ITB tersebut. Sementara itu, Ketua Umum IA ITB Pengda Bali, Cokorda Alit Indra Wardhana menyampaikan kongres daerah XI IA ITB Pengda Bali 2025 merupakan ajang konsolidasi alumni ITB di Bali sekaligus wujud nyata komitmen kontribusi terhadap pembangunan daerah sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “IA ITB Bali siap mendukung program strategis Pemerintah Provinsi Bali, mulai dari penguatan SDM, teknologi terapan, transisi energi, hingga digitalisasi berbasis kearifan lokal,” tuturnya. (Kar/tra).

Gubernur Koster Pimpin Prosesi Puncak Karya IBTK Mundut Betara

KARANGASEM – NEWSINTERMEDIA.COM || Rangkaian panjang Karya Agung Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) Tahun 2025 mencapai puncaknya pada hari suci Purnama Sasih Kadasa, Sabtu (Saniscara Wage, Julungwangi) 12 April 2025. Ribuan umat Hindu memadati kawasan Penataran Pura Agung Besakih, Karangasem, sejak pagi hari untuk mengikuti Muspayang Bhakti yang menjadi pembuka dari puncak karya.

Gubernur Bali, Wayan Koster, tampak khusyuk memimpin langsung jalannya persembahyangan bersama para pemedek dan Krama pengempon. Momen sakral yang digelar setiap tahun ini merupakan wujud syukur kehadapan Sang Hyang Widhi Wasa atas segala limpahan rahmat dan karunia. Sasih Kadasa dipercaya sebagai waktu yang paling utama untuk melaksanakan upacara Dewa Yadnya.

Usai Muspayang Bhakti, prosesi Nedunang Ida Bhatara Kabeh dilaksanakan dengan khidmat. Ida Bhatara yang sebelumnya distanakan di Bale Pesamuhan Agung diiringi menuju Bale Paselang. Gubernur Wayan Koster berkesempatan mundut (mengusung) Pralingga Ida Bhatara Lingsir, diikuti oleh para Kepala Daerah atau perwakilan dari seluruh Kabupaten/Kota se-Bali yang mundut Pralingga Ida Bhatara sesuai dengan amongan (tanggung jawab) masing-masing.

Lima Sulinggih memimpin jalannya Muspayang Bhakti karya, di antaranya Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun, Ida Pedanda Gede Karang Putra Keniten, Ida Pedanda Suwabawa Karang Adnyana, Ida Pandita Dukuh, Ida Pandita Empu Pande, Ida Pandita Empu Ratu Pasek, serta Ida Dalem Semara Putra. Dengan penuh semangat, khidmat dan ketulusan hati, Gubernur Koster mundut Pralingga Ida Bhatara dari awal hingga berakhir dalam prosesi Murwa Daksina, mengelilingi seluruh pelinggih suci di areal Penataran Pura Agung Besakih sebanyak tiga kali.

Setibanya di Bale Paselang, upakara Paselang dihaturkan dan dipuput oleh dua Sulinggih, yaitu Ida Pandita Empu Siwa Putra Dharma Dhaksa dan Ida Pedanda Gede Jelantik Darma Purwita Karang. Muspayang Bhakti Paselang kembali diikuti oleh Gubernur Bali beserta jajaran Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali, serta seluruh pemedek di depan Bale Paselang. Selanjutnya, Ida Bhatara Kabeh kembali distanakan di Bale Pesamuhan Agung.

Fenomena berbeda dibanding prosesi Nedunang Ida Bhatara Kabeh (9/4), yang diwarnai hujan gerimis. Dipercaya sebagai berkah dan dimaknai sebagai pembersihan energi negatif di jalur yang dilalui Ida Bhatara Kabeh menuju Bale Pesamuhan Agung. Sementara itu, saat puncak karya berlangsung, matahari bersinar terik, memberikan sinar, menerangi jalannya upacara, memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar tanpa hambatan. Dan pula, panasnya matahari tidak mengurangi kekhusyukan dan semangat para pemedek untuk ngayah dan menghaturkan bakti, karena sinarnya tetap terasa lembut di tengah sejuknya udara pegunungan Desa Rendang.

Selain upakara utama, juga dilaksanakan upakara Pengemit lan Pengerajeg yang dipuput oleh Sulinggih Ida Rsi Sidhi Cita bersama Ida Pedanda Bukit Kemenuh, serta upakara Ambal-Ambal yang dipuput oleh Ida Rsi Bhujangga Wisnawa bersama Agni Wisesa Maheswara. Jro Mangku Gusti Jana, Pemangku Pura Agung Besakih, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kelancaran seluruh rangkaian puncak Karya IBTK Tahun 2025.

“Upacara besar ini rutin kita gelar setiap tahun sebagai wujud bakti dan syukur atas anugerah Ida Bhatara Hyang Parama Kawi yang melimpahkan amertha kehidupan. Prosesi tedun ke paselang dimaknai sebagai kehadiran Ida Bhatara memberikan berkat kepada alam beserta isinya. Selanjutnya, setiap hari akan dilaksanakan upakara penganyar secara bergiliran oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali,” jelasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Komjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, Bupati Karangasem Gusti Putu Parwata beserta Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, Bupati Klungkung Made Satria beserta Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Danrem 163/Wirasatya Kolonel Inf.

Hadir pula Ida I Dewa Agung Hadisaputra, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra beserta Ibu, Anggota DPRD Provinsi Bali Made Sumiati, Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023 Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, serta para Pimpinan Perangkat Daerah di lingkup Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali.

Usai mengikuti prosesi puncak Karya IBTK Tahun 2025, Gubernur Bali Wayan Koster berkesempatan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pura Pedharman Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas yang masih berlokasi di kawasan Pura Agung Besakih. Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehormatan yang diberikan untuk turut serta dalam awal pembangunan Pura Pedharman tersebut.

“Tidak ada yang lebih mulia dari niat dan tugas pratisentana untuk membangun linggih Pedharman guna memuliakan leluhurnya. Ini adalah wujud bakti sekaligus kewajiban. Kita telah dianugerahi kehidupan, rezeki, hingga jabatan, jangan sampai kita melupakan leluhur. Kita harus selalu ingat agar keturunan kita senantiasa diberkahi anugerah yang terbaik dan berkelanjutan,” pungkas Gubernur Bali. (Leong/tra).

- Advertisement -spot_img
admin
adminhttps://newsintermedia.com
Seorang Jurnalist yang sudah sangat berpengalaman dalam bidang Pers, sudah mengajar Pers, Kode Etik Waratawan, naskah nskah banyak di tulis, kami juga mencipta lagi dan pusi, cerpen dan Biografi para pejabat negara , pejabta teras
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img