Beranda / Berita Terkini / Gubernur Koster Resmikan Pura di Belanda, Wagub Giri Nyineb di Besakih

Gubernur Koster Resmikan Pura di Belanda, Wagub Giri Nyineb di Besakih

Dubes RI: Momen Bersejarah dan Jadi Kebanggaan Warga Indonesia

BELANDA, 4 Mei 2025 – NEWSINTERMEDIA.COM || Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri upacara melaspas sekaligus meresmikan Pura Santa Citta Bhuwana pada Sabtu (Saniscara Kliwon,Kuningan), 3 Mei 2025 di Kallankote, Belanda. Pura ini merupakan pura pertama di Eropa yang dibangun komunitas masyarakat Bali secara gotong royong.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Gubernur Koster hadir mensupport penuh dengan membantu seluruh biaya upacara melaspas dan menghadirkan langsung Sulinggih serta pemangku untuk melaksanakan upacara melaspas tersebut. Material untuk pembangunan pura pun didatangkan langsung dari Bali. Duta Besar RI untuk Belanda, Mayerfas yang hadir langsung beserta Istri dan jajaran KBRI menyambut baik momen bersejarah ini.

Mayerfas mengatakan peresmian pura ini tidak saja menjadi kebanggaan masyarakat Bali tapi kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia. “Keinginan pembangunan Pura ini sudah sejak lama, namun baru bisa direalisasikan mulai tahun 2023. Pura ini merupakan yang pertama di Eropa yang dibangun atas gotong royong masyarakat Bali di Belanda,” katanya.

Mayerfas secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Bali Wayan Koster yang hadir langsung menyaksikan upacara melaspas sekaligus meresmikan pura ini. “Terimakasih kepada Gubernur Bali (Wayan Koster,red) yang telah berkenan hadir langsung menyaksikan dan meresmikan Pura ini,” kata mantan Dubes RI untuk Vietnam dan Sekjen Kemenlu ini.

Acara melaspas Pura Santa Citta Bhuwana dipimpin oleh Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pemayun. Dihadiri oleh ratusan komunitas masyarakat Bali yang tinggal di Belanda, juga datang dari masyarakat Bali yang tinggal di Jerman, Perancis, Inggris, Belgia,dan Norwegia. Seluruh masyarakat Bali di sana hadir dengan antusias karena peresmian pura berlangsung tepat Hari Raya Kuningan.

Ketua Yayasan Bali Abdi Samasta, Made Aniadi, Ketua Komunitas Hindu di Belanda Ketut Sriwahyuni,dan Pemilik Taman Indonesia Marlisa dan Mr Diederik Wareman serta sejumlah tokoh hadir pada peresmian pura. Pura ini berada di Taman Indonesia yang dimiliki Ibu Marisa. Ia begitu mencintai Indonesia dan Bali, sehingga lahan untuk Pura dihibahkan kepada Yayasan Bali Abdi Samasta.

Pura ini dibangun atas inisiatif masyarakat Bali di Belanda difasilitasi Yayasan, dengan dana gotong royong masyarakat serta didukung penuh oleh Kedutaan Belanda dan Pemprov Bali, dimana material bangunan Pura didatangkan langsung dari Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster yang hadir langsung meresmikan pura tersebut, memberi apresiasi kepada masyarakat Bali atas kegigihan dan semangat gotong royong tinggi sehingga bisa membangun Pura hingga tuntas dan bisa di melaspas serta diresmikan pada Hari Raya Kuningan.

Sebagai rasa terima kasih, Gubernur Bali Wayan Koster membantu seluruh biaya upacara melaspas dan menghadirkan Sulinggih serta pemangku untuk melaksanakan upacara melaspas. Koster juga menyampaikan terimakasih kepada Kedutaan Besar Indonesia di Belanda dan pemilik Taman Indonesia.

“Saya berharap pura ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat Bali di Belanda, serta dirawat sehingga memberi manfaat untuk selamanya, tidak saja untuk kepentingan Hari Raya tetapi sebagai wahana berkumpul mengembangkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan sesama masyarakat Bali sebagai bentuk dedikasi kepada bangsa dan negara Indonesia,” jelas Gubernur Bali dua periode ini.

Krama Bali dan Warga Belanda Foto Bareng Gubernur Koster

Kehadiran Gubernur Bali Wayan Koster menjadi momen istimewa dalam melaspas dan peresmian pura. Warga Bali di Eropa khususnya di Belanda merasakan dukungan luar biasa dari masyarakat dan Pemprov Bali. Momen kehadiran Gubernur Koster tentunya tak ingin terlewatkan tanpa dokumentasi. Warga Bali di sini memanfaatkan momen langka ini untuk berfoto dan selfie bareng Koster.

Tak hanya krama Bali di sini, tampak warga negara Belanda yang hadir juga antusias berfoto bareng Gubernur Koster. Seperti seorang warga Belanda yang mengenakan busana serba hitam pecalang yang turut abadikan foto bersama Gubernur Koster. (*tra)

Wagub Giri Hadiri Penyineban IBTK 2025 di Pura Besakih

KARANGASEM, 4 Mei 2025 – NEWSINTERMEDIA.COM || Di tengah sakralnya suasana Rahina Suci Kuningan, berlangsung prosesi Penyineban yang menandai berakhirnya Karya Agung Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) Tahun 2025 di Pura Agung Besakih, Sabtu (Saniscara Kliwon, Kuningan), 3 Mei 2025. Momen penuh spiritualitas ini berlangsung dengan khidmat, dibalut semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, yang berpadu dalam satu rasa bhakti kehadapan Sang Pencipta.

Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, menunjukkan keteladanannya dalam ngayah dan ngaturang ayah-ayahan bersama masyarakat. Didampingi Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, ia memimpin prosesi Nuek Bagia Pula Kerthi, sebuah simbolisasi penting dari rangkaian Penyineban. Sepasang banten bagia pula kerthi yang didudukkan di sisi Palinggih Padma Tiga menjadi lambang akumulasi seluruh kebaikan yang dipersembahkan selama karya berlangsung, dengan harapan memberi berkah dalam kehidupan mendatang.

Prosesi berlanjut dengan nedunang Pralingga Ida Bhatara Kabeh dari Bale Pasamuan Agung. Dengan penuh hormat, Wagub Giri Prasta ngayah mundut Pralingga Ida Bhatara Lingsir untuk dipersatukan bersama Pralingga Bhatara Kabeh lainnya di Pura Soring Ambal-Ambal dan kemudian menjalankan prosesi banten Tatingkeban.

Puncak spiritualitas tampak saat semua Pralingga Ida Bhatara Kabeh dipundut mewali ke pelinggih pesimpenan masing-masing. Penyineban ditutup dengan prosesi Ngeseng dan Mendem banten bagia pula kerthi, sebuah simbol penyemayaman energi baik ke dalam tanah kehidupan.

Momen menarik turut mewarnai jalannya prosesi. Saat para sulinggih usai mepuja dan rombongan Wagub bersiap muspa, hujan deras tiba-tiba mengguyur kawasan suci. Namun, tak lama kemudian hujan reda dan matahari kembali bersinar cerah. Hujan itu dirasa sebagai tirta pembersih kawasan suci, membersihkan jalan yang akan dilalui oleh Pralingga Ida Bhatara Kabeh.

Wagub Giri Prasta secara langsung menyampaikan apresiasi dan rasa harunya atas partisipasi masyarakat Pengempon dan pemedek yang dengan tulus ngaturang ayah-ayahan selama rangkaian karya berlangsung. Ia menekankan bahwa semangat bhakti masyarakat merupakan energi utama yang menghidupkan kesakralan IBTK.

Tampak hadir para pejabat daerah dan pusat, di antaranya Bupati dan Wakil Bupati Klungkung, Wakil Bupati Bangli dan Karangasem, Sekda dari berbagai kabupaten, hingga Danrem 163/WSA serta Irjen Kementerian Perdagangan RI.

Selepas prosesi utama, Wagub yang didampingi Ny. Seniasih Giri Prasta dan keluarga, serta cucunda tercinta, tak lupa menghaturkan bhakti ke Pura Pedharman Catur Lawa Ratu Pasek.


Wagub Giri Prasta Hadiri Penyineban IBTK 2025 di Pura Besakih

Dalam suasana penuh khidmat pada Rahina Suci Kuningan, Sabtu (3/5), Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta menghadiri prosesi Penyineban Karya Agung Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2025 di Pura Agung Besakih.

Didampingi Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Wagub turut ngayah dalam prosesi Nuek Bagia Pula Kerthi, simbol akumulasi perbuatan baik selama karya suci berlangsung.

Wagub Giri Prasta juga ngayah mundut Pralingga Ida Bhatara Lingsir. Prosesi diakhiri dengan Ngeseng dan Mendem banten Bagia Pula Kerthi sebagai lambang penyemayaman energi suci. Usai upacara, Wagub bersama keluarga menghaturkan bhakti ke Pura Pedharman Catur Lawa Ratu Pasek.

Wagub Giri Prasta menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat Pengempon dan pemedek yang dengan tulus ngaturang ayah-ayahan selama rangkaian karya. (LEONG)