Beranda / Berita Terkini / DENPASAR / Info Denpasar Terkait Penertiban Pol PP, Pengukuhan Guru Besar ISI, Kinerja Tata Kelola dan PJ Sekda

Info Denpasar Terkait Penertiban Pol PP, Pengukuhan Guru Besar ISI, Kinerja Tata Kelola dan PJ Sekda

Satpol PP Kota Denpasar Tertibkan Media Promosi pada Fasilitas Umum

NEWS INTERMEDIA.COM ll DENPASAR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar melalui Bidang KUKM kembali melaksanakan kegiatan penertiban baliho, spanduk, banner, umbul-umbul, hingga pamflet yang terpasang tidak sesuai ketentuan di fasilitas umum pada Selasa (2/12).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Penertiban ini dipimpin langsung oleh Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Yudie Asmara. Ia menjelaskan bahwa kegiatan kali ini menyasar sejumlah titik strategis yang kerap dipenuhi pemasangan media promosi tanpa izin.

“Penertiban dilaksanakan di Jalan Hasanudin, Jalan Imam Bonjol, sepanjang Jalan Bypass Ngurah Rai, serta kawasan Suwung Batan Kendal. Semua media promosi yang terpasang melanggar aturan kami turunkan untuk menjaga ketertiban, keindahan, dan kenyamanan kota,” ujarnya.

Adapun hasil penertiban yang dilakukan, yaitu, Baliho sebanyak 5 buah, Pamflet sebanyak 60 buah, Banner sebanyak 65 buah, Spanduk sebanyak 75 buah, Umbul-umbul sebanyak 2 buah, Bendera sebanyak 1 buah, dan Papan Nama sebanyak 2 buah.

Lebih lanjut, Yudie Asmara berharap kegiatan penertiban ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak memasang media promosi secara sembarangan. “Diharapkan penertiban ini mampu menjadi edukasi bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk lebih tertib serta mengikuti aturan dalam penggunaan fasilitas umum,” pungkasnya

Ia mengaku Satpol PP Kota Denpasar akan terus melakukan pengawasan dan penertiban secara rutin guna menciptakan lingkungan kota yang tertib, bersih, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (Ayu/tra).


Wawali Hadiri Pengukuhan Guru Besar Anyar ISI Bali

NEWS INTERMEDIA.COM ll DENPASAR  Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa berkesempatan menghadiri pengukuhan Profesor/Guru Besar di lingkungan Insitut Seni Indonesia (ISI) Bali.

Pengukuhan dua orang Guru Besar Anyar di ISI Bali ini, yakni Guru Besar Anyar Bidang Pengkajian Seni, Prof. Dr. I Gede Yudarta, S.SKar., M.Si dan Guru Besar Anyar Bidang Pengkajian Seni dan Budaya, Prof. Dr. Ni Made Arshiniwati, SST., M.Si.

Ket. Foto : Wawali Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa berkesempatan menghadiri pengukuhan Profesor/Guru Besar di lingkungan Insitut Seni Indonesia (ISI) Bali. Pengukuhan dua orang Guru Besar Anyar di ISI Bali ini dilaksanakan di Gedung Citta Kelangen ISI Bali pada Selasa (2/12) pagi

Pengukuhan digelar dalam suasana khidmat di Gedung Citta Kelangen ISI Bali pada Selasa (2/12) pagi, dalam sidang yang dipimpin Ketua Senat ISI Bali, Prof. Dr. Drs. I Ketut Muka Pendet., M.Si.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengungkapkan apresiasi atas kontribusi Prof. Dr. I Gede Yudarta, S.SKar., M.Si dan Prof. Dr. Ni Made Arshiniwati, SST., M.Si. dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya Bali.

“Atas nama pribadi dan Jajaran Pemerintah Kota Denpasar, saya mengucapkan selamat atas pengukuhan guru besar anyar ISI Bali dan juga atas pencapaian, kontribusi dan juga karya-karya beliau – beliau ini yang luar biasa,” ungkapnya.

Selebihnya, Wawali Arya Wibawa juga mengatakan, kedua akademisi ini yakni, Prof. Dr. I Gede Yudarta, S.SKar., M.Si dan Prof. Dr. Ni Made Arshiniwati, SST., M.Si. merupakan tokoh – tokoh yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan seni khususnya seni di Bali.

Gelar akademik tertinggi ini bukan sekedar capain personal, melainkan sebuah tanggung jawab intelektual dan dedikasi moral untuk terus berkarya, membimbing generasi muda, serta memberi kontribusi bagi kemajuan masyarakat.

Dua sosok penuh dedikasi yang telah mendharma bakti keahlian melalui cipta kaji seni secara konsisten dan berkelanjutan. Jabatan guru besar yang di sandang kini, tentu merupakan buah dedikasi yang panjang tersebut.

Sebagaimana tema yang diusung yakni “Karma Citta Waskita” mengandung makna yang sangat dalam. Nilai kejernihan dan kecerdasan budi sebagai dasar kreativitas serta pandangan visioner yang mampu melihat jauh ke depan dalam membaca perubahan zaman.

Prinsip – prinsip ini tentunya sangat relevan dengan tantangan dunia seni dan pendidikan hari ini, terutama di era digital dan global yang berubah begitu cepat. ISI Bali sebagai pusat ungulan seni budaya Bali, telah berperan penting dalam menjaga identitas kultural sekaligus mendorong inovasi kreatif.

“Kami di Pemkot Denpasar sangat bangga dan terus berkomitmen untuk bersinergi dengan seluruh lembaga pendidikan, khususnya ISI Bali dalam mewujudkan Denpasar sebagai kota budaya, kreatif, dan berdaya saing global.

Para guru besar yang baru dikukuhkan hari ini kami harapkan dapat menjadi obor pengetahuan yang menerangi perjalanan akademik mahasiswa, serta menjadi nakhoda pemikiran yang memandu perkembangan seni, budaya, dan ilmu pengetahuan Bali,” terang Arya Wibawa dalam sambutannya.

Sementara itu, Rektor Insitut Seni Indonesia (ISI) Bali, Prof. Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn. dalam sambutannya mengatakan Inagurasi dan Sapa Publik Guru Besar bertajuk “Karma Citta Waskita”

Bahwa Transformasi ISI Denpasar menjadi ISI Bali melalui Pangurip pada Jumat 28 Februari 2025 lalu melimpahkan begitu banyak berkah.

“ISI Bali telah meraih akreditasi unggul menjadi jaminan mutu dan daya saing ISI Bali dalam kontestasi akademia senin dan desain tingkat global. Daya saing ini tercermin dari perhelatan dan kerjasama tingkat global yang telah dilaksanakan ISI Bali. Kedua Guru Besar anyar yang dikukuhkan ini selama lebih dari 30 tahun telah melaksanakan pengabdian serta pengalaman dan menggeluti penelitian yang mendalam,” katanya.

Lebih jauh Prof. Wayan Adnyana mengungkapkan, Karma Citta Waskita dimaksudkan sebagai mimbar pengakuan dan penghormatan atas kinerja intelektual dan dedikasi keilmuan yang panjang hingga mewujud cita – cita tertinggi dosen yakni gelar Profesor.

Selain pengukuhan Guru Besar, dalam kesempatan ini juga diadakan Orasi Ilmiah oleh dua orang guru besar anyar ini yakni Prof. Dr. I Gede Yudarta, S.SKar., M.Si menampilkan orasi ” Modal Budaya dan Kooptasi Akademik dalam Kontestasi Musik Nyongkolan di Lombok : Perspektif Pengkajian Seni” dan Prof. Dr. Ni Made Arshiniwati, SST., M.Si. menampilkan orasi ” Tari Kirana Rasmi : Ekspresi Budaya dalam Seni”, ujar Prof. Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn. (esa-wahdodi/tra).


Denpasar Kembali Raih Apresiasi Kategori Kinerja Tata Kelola Pemerintahan Baik

NEWS INTERMEDIA.COM ll DENPASAR –Pemerintah Kota Denpasar kembali menorehkan prestasi nasional. Pada Senin (1/12), Pemkot Denpasar menerima Penganugerahan Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah Tahun 2025 yang berlangsung di Ballroom Flores, Hotel Borobudur Jakarta. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Kementerian Dalam Negeri RI bekerja sama dengan Tempo Media Group kepada pemerintah daerah yang dinilai mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang inovatif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Ket. Foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menerima penghargaan Penganugerahan Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah Tahun 2025 yang diserahkan Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian di Ballroom Flores, Hotel Borobudur Jakarta.

Pada ajang tersebut, Pemkot Denpasar berhasil meraih kategori Kinerja Tata Kelola Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Penilaian kategori ini mencakup dua indikator besar. Yaitu, Indeks dari Kemendagri, yang meliputi inovasi daerah, pengelolaan keuangan, realisasi pendapatan, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM), hingga kinerja penyelenggaraan pemerintahan. Di samping itu, Indeks dari kementerian dan lembaga lain, seperti KPK, hingga KemenPAN RB yang menilai integritas pelayanan publik, keterbukaan informasi, dan daya saing.

Denpasar mencatat nilai 84,88, jauh di atas nilai terendah nasional yaitu 46,61. Capaian ini diperoleh berkat kinerja kuat pada aspek pengelolaan keuangan daerah, capaian pelayanan minimal, kinerja penyelenggaraan pemerintahan, serta indeks pelayanan publik.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian. Dalam sambutannya, Mendagri menyampaikan bahwa apresiasi ini digelar untuk mendorong terciptanya iklim kompetitif antardaerah, sekaligus memperkuat legitimasi kepala daerah dalam menjalankan amanat rakyat.

Mendagri menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar penyerahan tropi, tetapi juga menjadi pemicu bagi daerah untuk terus berinovasi, terutama dalam isu kemiskinan, inflasi, pelayanan publik, pendidikan, hingga tata kelola pemerintahan.

“Tahun depan, kategori penghargaan akan terus diperluas. Kami ingin memperkuat motivasi daerah dalam menghadirkan kinerja terbaik bagi masyarakat. Pemerintah pusat tidak bisa bekerja sendiri, kemajuan daerah adalah bagian dari kemajuan nasional,” ujar Mendagri.

Dari Provinsi Bali, selain Kota Denpasar, Pemprov Bali, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Gianyar juga menerima apresiasi. Sementara di tingkat kota, beberapa penerima penghargaan lainnya antara lain Tangerang Selatan, Bogor, Semarang, Yogyakarta, Probolinggo, Malang, dan Balikpapan.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, hadir menerima penghargaan didampingi Kepala Bapenda I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Kabag Pemerintahan dan Otda Setda I Wayan Hendaryana, serta Kabag Umum I Nyoman Denny Widya.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada tim penilai dari Kemendagri dan Tempo Media Group.

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Denpasar. Prestasi ini bukan semata hasil kerja pemerintah, tetapi buah sinergi, gotong royong, serta komitmen bersama dalam membangun Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya,” ujar Jaya Negara.

Selebihnya Walikota Jaya Negara menambahkan bahwa capaian ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat transformasi digital, menghadirkan pelayanan publik yang mudah diakses, dan memastikan setiap program pembangunan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami akan terus memperbaiki diri, memperkuat inovasi, serta memastikan pembangunan berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan,” ujar Jaya Negara.(pur/tra).


IGN Eddy Mulya Resmi Jabat Pj. Sekda Kota Denpasar.

Walikota Jaya Negara: Langsung Bekerja Kawal Program Prioritas.

NEWS INTERMEDIA.COM ll DENPASAR  Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara secara resmi melantik dan mengukuhkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menjadi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar di Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar, Selasa (2/12).

Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat melantik dan mengukuhkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menjadi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar di Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar, Selasa (2/12).

Pengukuhan ini dilaksanakan guna mengisi kekosongan Jabatan Sekda Kota Denpasar pasca Ida Bagus Alit Wiradana memasuki masa purna tugas per 1 Desember 2025.

Tampak hadir Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Forkopimda Kota Denpasar, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Bali, I Wayan Serinah, Kepala BPKPSDM Provinsi Bali, I Wayan Budiasa, Pimpinan OPD serta undangan lainya. Dimana, Eddy Mulya akan bertugas menjadi Pj. Sekda Kota Denpasar hingga proses pelantikan Sekda difinitif dilaksanakan.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengatakan, setelah berakhirnya masa jabatan Sekda sebelumnya, telah telah diusulkan satu nama PJ. Sekda Kota Denpasar, yakni I Gusti Ngurah Eddy Mulya untuk mendapatkan persetujuan Gubernur Bali.

Dikatakannya, penunjukan Eddy Mulya dilakukan melalui berbagai pertimbangan, termasuk senioritas, rekam jejak jabatan, serta kompetensi. Sehingga diharapkan mampu mengorkestrasi program pembangunan dan pelayanan bagi masyarakat.

“Kami tunjuk Eddy Mulya karena pengalaman beliau yang cukup panjang. Pernah bertugas di Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora), kemudian menjabat sebagai Asisten II, dan kini Kepala Bapenda,” ujarnya.

Jaya Negara menekankan, setelah dilantik, Eddy Mulya langsung bertugas menggantikan Alit Wiradana sembari menunggu proses pengisian Sekda definitif.

“Setelah pelantikan, langsung bekerja untuk mengawal program prioritas, dan apa yang telah dilaksanakan Pak Sekda yang sebelumnya dapat diikuti dan dilanjutkan dengan baik,” imbuhnya.

Pj. Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan bahwa sebagai Penjabat Sekda, pihaknya akan melanjutkan berbagai sinergi dan kolaborasi baik yang telah diwariskan Sekda sebelumnya. Dimana, sebagai staf pimpinan yang dalam hal ini Walikota dan Wakil Walikota bertugas membantu dan mensukseskan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.

“Kami mohon dukungan semua pihak dalam penugasan ini, agar semua program prioritas Pemerintah Kota Denpasar dapat berjalan baik dan optimal serta memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Untuk diketahui, sebelum ditunjuk sebagai Pj. Sekda Kota Denpasar, karir I Gusti Ngurah Eddy Mulya memang tergolong moncer. Ia tercatat sempat menduduki berbagai jabatan penting di lingkungan Pemkot Denpasar. Yakni sebagai Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Denpasar, Asisten Administrasi Pembangunan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, Asisten Administrasi Umum dan Kepala Bapenda Kota Denpasar.

Sementara, Kepala BKPSDM Provinsi Bali, I Wayan Budiasa menjelaskan bahwa proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) Sekretaris Daerah Kota Denpasar telah dimulai sejak 6 November lalu. Rangkaian diawali dengan pengumuman, pendaftaran, seleksi administrasi, penilaian rekam jejak, uji kompetensi/assesment, pembuatan makalah, presentasi dan wawancara. Sebanyak 4 orang turut mendaftar dan memenuhi persyaratan, yakni Kepala Bapenda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Mertha, Kepala BPKAD Kota Denpasar, Luh Putu Kusumawati dan Kepala DPMD Kota Denpasar, I Wayan Budha.

“Saat ini sudah pada tahapan pegumuman nilai rekam jejak, dan setelahnya akan dilanjutkan dengan uji kompetensi/assesment, kita target tanggal 9 November 2025 sudah ada hasil seleksi tiga besar dan diusulkan kepada Walikota Denpasar,” ujarnya. (Ags/Tra).