Rapat Konsolidasi dan Percepatan Operasionalisasi Koperasi Merah Putih
NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Sekda Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana menghadiri Rapat Konsolidasi Satgas Nasional, Satgas Provinsi, serta Satgas Kabupaten/Kota terkait Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kantor Walikota Denpasar, Jumat (3/10).
Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe!
Ket foto : Sekda Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana menghadiri Rapat Konsolidasi Satgas Nasional, Satgas Provinsi, serta Satgas Kabupaten/Kota terkait Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kantor Walikota Denpasar, Jumat (3/10).
Rapat konsolidasi tersebut juga dihadiri Asisten Deputi Pengelolaan Ruang Laut dan Pesisir Muhammad Rasman Manafi, Kepala Dinas (Kadis) Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh serta undangan lainnya. Kehadiran para pimpinan pusat maupun daerah ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat implementasi program prioritas di tingkat desa dan kelurahan, khususnya dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui koperasi.
Dalam sambutannya, Sekda Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana menegaskan bahwa koperasi desa dan kelurahan memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi masyarakat. “Koperasi desa dan kelurahan harus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Melalui program Merah Putih, kita ingin memastikan masyarakat desa memiliki akses yang lebih luas terhadap sumber daya ekonomi, peningkatan kapasitas, serta penguatan kelembagaan,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Pengelolaan Ruang Laut dan Pesisir Muhammad Rasman Manafi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penguatan program pangan berbasis desa. “Perekonomian tidak bisa dilepaskan dari kekuatan desa. Dengan adanya konsolidasi ini, kita ingin membangun ekosistem yang kokoh, mulai dari hulu hingga hilir, agar desa mampu menjadi benteng perekonomian di Indonesia,” tegasnya.
Dengan adanya konsolidasi ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa program prioritas nasional benar-benar berjalan efektif di lapangan. Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota diharapkan mampu mempercepat pencapaian tujuan pembangunan, terutama dalam bidang ketahanan pangan, penguatan koperasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Melalui forum ini, pemerintah berkomitmen memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, sehingga Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan dapat berjalan efektif, terukur, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. (Eka/Tra).
Disdukcapil Kota Denpasar Gelar JB Adminduk Warga Terdampak Banjir
NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar menggelar Jemput Bola (JB) Pelayanan Penerbitan Administrasi Kependudukan (Adminduk) bagi warga terdampaj banjir. Kali ini, pelaksanaan kali ini dipusatkan di Kantor Perbekel Desa Pemecutan Kaja pada Jumat (3/10).
Ket foto : Pelaksanaan Jemput Bola (JB) Adminduk bagi warga terdampak banjir di Kantor Perbekel Desa Pemecutan Kaja pada Jumat (3/10).
Kepala Disdukcapil Kota Denpasar, Dewa Gede Juli Artabrata, menyatakan bahwa
Banjir yang melanda wilayah Kota Denpasar beberapa waktu lalu memberikan dampak di berbagai sektor kehidupan masyarakat, termasuk hilangnya Administrasi Kependudukan (Adminduk). Karenannya, guna memastikan tidak terganggunya urusan masyarakat terkait administrasi, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mulai menerbitkan Administrasi Kependudukan (Adminduk) bagi warga yang terdampak banjir.
Dikatakanbya, peran Disdukcapil dalam penanganan dampak banjir sesuai dengan tugas dan fungsi yang dimiliki adalah menerbitkan kembali dokumen-dokumen kependudukan bagi warga yang terdampak. Langkah ini diambil untuk memastikan warga yang terkena dampak bencana dapat kembali memiliki dokumen kependudukan yang penting.
“Kami fokus menerbitkan kembali identitas warga Denpasar baik berupa KK, KTP-El, dan akte pencatatan sipil lainnya yang rusak maupun hilang akibat banjir, sedangkan warga terdampak yang berasal dari luar Denpasar hanya KTP-El yang diterbitkan, sementara adminduk lainya wajib diterbitkan di daerah asal,” kata Dewa Juli sapaan akrabnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Disdukcapil akan mempermudah proses penerbitan dokumen kependudukan bagi warga terdampak dengan syarat adanya pengantar atau keterangan dari desa/kelurahan setempat. Keterangan ini menyatakan bahwa warga tersebut benar-benar kehilangan atau dokumen kependudukannya rusak akibat banjir.
Dikatakan Dewa Juli, masyarakat yang terdampak banjir boleh langsung datang ke Disdukcapil dengan membawa surat pengantar atau surat keterangan dari desa/kelurahan setempat. Ada juga opsi permohonan jemput bola dari desa/kelurahan setempat untuk mempermudah proses ini. “Banyak dokumen berharga hilang saat musibah, termasuk Adminduk. Kami berharap dapat membantu masyarakat,” kata Dewa Juli.
Pihaknya menekankan bahwa adminduk merupakan dasar setiap administrasi, sehingga penting bagi warga untuk memiliki dokumen-dokumen tersebut. Dengan adanya pelayanan dari Disdukcapil, diharapkan warga terdampak banjir dapat kembali memiliki dokumen kependudukan yang valid dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
“Dengan langkah ini, Disdukcapil Kota Denpasar berharap dapat membantu meringankan beban warga terdampak banjir dan memastikan mereka dapat kembali mengurus administrasi dengan lancar. Pelayanan ini menunjukkan komitmen Pemkot Denpasar dalam mendukung masyarakat yang terkena dampak bencana,” ujarnya.
Untuk diketahui, pada pelaksanaan JB Pelangi di Kantor Perbekel Desa Pemecutan Kaja ini tercatat sebanyak 22 masyarakat memanfaatkan layanan. Yakni Cetak KTP El, Akta Kematian, Akta Kawin, Akta Lahir dan KK. Sementara, hingga kini, Disdukcapil Kota Denpasar telah menerbitkan 54 adminduk warga Denpasar terdampak banjir. Sementara, penerbitan KTP El juga telah dilaksanakan bagi 10 warga luar Denpasar.(Ags/Tra).
TP PKK Kota Denpasar Gelar Pembukaan Posyandu Paripurna
NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Tim Penggerak PKK Kota Denpasar kembali menggelar pembukaan Posyandu Paripurna diperuntukkan sebagai salah satu langkah untuk intervensi dalam hal kesehatan, pencegahan stunting dan pemberdayaan di masyarakat, secara resmi kegiatan dibuka Sekretaris I TP PKK, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa. Dalam kesempatan yang menghadirkan puluhan lansia, balita dan ibu hamil itu, turut pula diserahkan paket Pemberian Makan Tambahan (PMT) kepada para peserta posyandu di Banjar Padangsambian, Kelurahan Padangsambian, Jumat (3/10).
Ket. Foto : Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat menghadiri acara Posyandu Paripurna di Banjar Padangsambian, Kelurahan Padangsambian, Jumat (3/10).
Sekretaris I TP PKK, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan sebagai sebuah layanan berbasis kesehatan, kegiatan Posyandu Paripurna ini begitu penting. Oleh karena itu, diharapkan agar peserta dapat memanfaatkan Posyandu Paripurna dengan sebaik-baiknya. “Harapan saya, setelah posyandu paripurna ini selesai, agar tetap dilanjutkan secara mandiri. Paling tidak para lansia sebulan sekali ke banjar untuk senam atau pemeriksaan kesehatan,” ujar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa.
Lebih dari itu, pihaknya juga berharap kebutuhan gizi ibu hamil balita, serta para lansia dapat terpenuhi dengan optimal melalui pemberian PMT pada Posyandu Paripurna ini. “Pemberian PMT bagi balita, ibu hamil dan warga lansia ini adalah salah satu usaha untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, dimana dalam pelaksanaannya dirangkaikan dengan pelaksanaan posyandu paripurna untuk memberikan pelayanan kesehatan,” ujar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa.
Pada kesempatan yang sama, Lurah Padangsambian, Ketut Alit Artika, berterima kasih atas penyelenggaraan posyandu di wilayahnya. Dia menilai, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Denpasar melalui kegiatan TP PKK Kota Denpasar terhadap kesehatan masyarakat. “Terima kasih atas kepedulian dari Pemkot Denpasar dan juga Ibu Ketua TP PKK Kota Denpasar. Kami akan selalu berkoordinasi dengan setiap kepala lingkungan, untuk memastikan para ibu hamil, lansia dan juga balita agar rutin mendatangi posyandu,” ucap Alit Artika (Win/Tra).
Dari Hasil Kegiatan Validasi Lapangan Penilaian Kabupaten Kota Sehat Tingkat Nasional
Tim Verifikator Sampaikan Kota Denpasar Miliki Beberapa Keunggulan
NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Setelah melakukan penilaian lapangan di berbagai lokus yang telah ditetapkan di Kota Denpasar, Tim Verifikator Pusat penilaian Kabupaten Kota Sehat (KKS) Tingkat Nasional menyampaikan hasil validasi pada acara Focus Group Discussion (FGD) Validasi Lapangan Kota Sehat. Tim yang dipimpin Anak Agung Adi Widya Kusuma ini disambut hangat oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, bersama seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait penilaian Kota Sehat Tingkat Nasional 2025, di Hotel Grand Palace Sanur, Jumat (3/10).
Dalam sambutannya, Arya Wibawa menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kedatangan tim verifikator di Denpasar. “Atas nama Pemerintah Kota Denpasar dan seluruh masyarakat, dengan penuh sukacita saya menyampaikan selamat datang kepada tim validasi lapangan Kota Sehat. Kehadiran Bapak/Ibu merupakan sebuah kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan kesehatan, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Arya Wibawa menegaskan komitmen Pemkot Denpasar dalam mewujudkan kota yang bersih, aman, nyaman, dan sehat melalui berbagai program lintas sektor yang melibatkan masyarakat, swasta, dan pemerintah. Komitmen tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Denpasar, yakni Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.
Ia juga memaparkan program Kota Sehat yang berfokus pada sembilan tatanan, yaitu kehidupan masyarakat sehat mandiri, permukiman dan fasilitas umum, pasar rakyat, satuan pendidikan, pariwisata sehat, transportasi dan tertib lalu lintas, perkantoran dan perindustrian, perlindungan sosial, serta penanggulangan bencana.
“Dalam kaitannya dengan penanggulangan bencana, khususnya banjir yang baru saja dialami, berbagai upaya telah kami lakukan seperti perbaikan dan pelebaran drainase, normalisasi sungai, pengelolaan sampah, pelayanan kesehatan, serta penguatan partisipasi masyarakat. Bantuan juga diberikan dalam bentuk sandang pangan, dukungan ekonomi, hingga insentif agar masyarakat bisa segera bangkit,” jelasnya.
Kota Denpasar, lanjut Arya Wibawa juga telah memiliki 24 TPS3R dengan kapasitas pengelolaan sampah sekitar 1.500 ton per hari. Di sektor sosial, pemerintah memberikan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas dan penderita skizofrenia, sementara di bidang pendidikan tengah dirancang pembangunan ruang perpustakaan terbuka.
Sementara itu, Ketua Tim Verifikator, Anak Agung Adi Widya Kusuma, menjelaskan bahwa penilaian Kota Sehat tahun ini memiliki perbedaan dengan tahun sebelumnya, yaitu adanya tambahan tatanan kelembagaan. “Kota sehat yang diinginkan adalah kota yang aktif melibatkan masyarakat bersama pemerintah dan sektor lain, sehingga terwujud kota yang bersih, aman, nyaman, dan sehat untuk dihuni,” ujarnya.
Dari hasil kunjungan lapangan, tim menilai Kota Denpasar memiliki sejumlah keunggulan. Di antaranya, permukiman dan fasilitas umum yang tertata, pengelolaan sampah di Desa Tegal Harum yang dinilai efektif, serta kondisi satuan pendidikan mulai SD hingga SMP yang sehat dengan program pencegahan bullying. Bahkan, SMPN 8 Denpasar memiliki siswa berprestasi tingkat nasional berkat penelitian mikroskop digital.
Selain itu, Pasar Badung turut menjadi perhatian. Meski sempat terdampak banjir, fasilitas yang tersedia dinilai lengkap, mulai dari ruang ASI, fasilitas difabel, hingga pelayanan untuk lansia. Tim juga mencatat kemajuan sektor perindustrian yang telah berorientasi internasional, serta layanan sosial yang menonjol dengan inovasi di bidang kesehatan jiwa. “Semua pelayanan yang baik selama proses verifikasi lapangan di Kota Denpasar akan kami sampaikan kepada Tim Verifikator Pusat. Semoga penghargaan tertinggi yang diharapkan dapat diraih oleh Pemerintah Kota Denpasar,” pungkasnya.(ayu/Tra).

