Bunda Literasi Menyapa dan Berbagi ke Wilayah Terdampak Banjir
NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyapa dan berbagi kepada anak – anak dari keluarga terdampak bencana banjir Kegiatan kali ini menyasar sejumlah titik di Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara. Dalam kesempatan tersebut, Ny. Sagung Antari turun lansung memberi dukungan moral serta bantuan berupa set alat- alat keperluan sekolah di Kota Denpasar, Minggu (21/9) pagi.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Ket. Foto : Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara pada Minggu (21/9) pagi, menyapa dan berbagi di wilayah terdampak banjir di Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara.
Tampak mendampingi dalam kesempatan tersebut Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana, Bunda Literasi Kecamatan Denpasar Utara, Ny. Prima Dewi Yusswara, Perbekel Desa Pemecutan Kaja, AA. Ngurah Arwatha , Bunda Literasi Desa Pemecutan Kaja, Ny. Darsini Arwatha, Perwakilan Bank BPD Bali dan OPD terkait lainnya.
Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyatakan bahwa dalam kunjungannya ini, selain memberikan bantuan alat keperluan sekolah bagi anak – anak terdampak bencana banjir, juga berkesempatan menyapa dalam upaya “trauma healing” bagi anak-anak dan masyarakat yang juga terdampak secara psikologis.
Sagung Antari berharap dengan sinergi seluruh pihak di masa pemulihan bencana ini seluruh masyarakat yang terdampak bencana dapat terpenuhi hak- hak dan mendapatkan pelayanan dasar. “Kegiatan menyapa dan berbagi warga terdampak banjir oleh Bunda Literasi Kota Denpasar ini menunjukan seluruh elemen Pemerintah Kota Denpasar hadir bagi warga terdampak banjir di masa – masa pemulihan bencana,” ujarnya.
Plt. Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana ditemui usai kegiatan mengatakan menyapa dan berbagi Bunda Literasi Kota Denpasar kepada masyarakat terdampak Banjar di Desa Pemecutan Kaja ini menyasar total 24 KK warga.
“Kunjungan ini juga serangkaian Gebyar Literasi Kota Denpasar pada 1 Oktober 2025 mendatang. Adapun bantuan yang diberikan yakni alat – alat keperluan sekolah seperti tas, sepatu, alat tulis, buku tulis dan lainnya. Ini sebagai bentuk dukungan moril terutama bagi anak-anak terdampak banjir di Kota Denpasar. Diprioritaskan agar mereka tidak terganggu hak dasarnya yakni memperoleh pendidikan layak selama masa pemulihan bencana ini, ” terangnya.
Sementara salah satu masyarakat penerima bantuan, Nyoman berterima kasih atas perhatian besar yang diberikan Bunda Literasi Kota Denpasar dan jajaran Pemkot Denpasar kepada warga terdampak banjir. “Tentu bantuan ini menguatkan kami terutama anak- anak kami dalam melewati masa pemulihan bencana, ” ujarnya. (esa-toblo/TRA).
Ketua TP PKK dan Ketua GOW Tinjau Safari Kesehatan
NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Ketua TP.PKK, Ny. Sagung Antari Jaya Negara beserta Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa meninjau pelaksanaan safari kesehatan yang dirangkaikan dengan penyerahan berbagai alat kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat terdampak banjir di tiga titik lokasi berbeda di Denpasar Timur dan Denpasar Barat yakni Banjar Saba Penatih, Banjar Gelogor Kelurahan Pemecutan dan Kantor Desa Tegal Harum, Minggu (21/9).
Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara meninjau pelaksanaan cek kesehatan secara langsung di lokasi pertama yakni Banjar Saba Penatih. Berbagai tes kesehatan dilakukan seperti cek tensi, gula darah, maupun kontrol kesehatan lainnya disertai dengan pemberian obat-obatan yang dibutuhkan.
“Cek kesehatan disini berbagai macam mulai dari cek tensi, gula darah, maupun sekedar kontrol kesehatan, bisa juga diberikan vitamin dan obat-obatan bagi yang membutuhkan, terutama pasca terjadinya banjir kemarin, cek kesehatan penting dilakukan,” tutur Sagung Antari.
Di lokasi kedua, safari kesehatan ditinjau langsung oleh Ketua GOW, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, berlokasi di Banjar Gelogor Kelurahan Pemecutan. Hadir dalam kesempatan tersebut, Kadis Kesehatan Kota Denpasar, A.A. Ayu Agung Candrawati, Perbekel Desa Tegal Harum, I Komang Adi Widiantara, Lurah Pemecutan, Agus Yudi Kusumajaya, dan Direktur RSIA Bali Royal, Dr. Ida Ayu Candra Puspita Dewi, M.Biomed.
Berkolaborasi dengan RSIA Bali Royal (Bros Ina) penyerahan bantuan ini berupa 15 lemari plastik, 84 buah alat mandi (MCK), dan juga 40 buah bantal diserahkan di Banjar Glogor, Kelurahan Pemecutan. Pada lokasi ketiga di Desa Tegal Harum, safari kesehatan dilakukan berkolaborasi dengan RSAD, Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Indonesia, Himpunan Psikologis Wilayah Bali, dan Puskesmas 1 Denpasar Barat.
Ketua GOW Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan pengecekan kesehatan dalam rangka safari kesehatan dilakukan sebagai upaya pemantauan kesehatan masyarakat di Kelurahan Pemecutan dan Desa Tegal Harum terutama pasca terjadinya musibah banjir di Kota Denpasar.
“Kita lakukan safari kesehatan untuk memantau kesehatan masyarakat terutama pasca banjir yang lalu menimpa Kota Denpasar, kita lakukan di dua titik yakni di Kelurahan Pemecutan dan di Desa Tegal Harum,” ungkap Ayu Kristi.
Kegiatan safari kesehatan di Desa Tegal Harum ini dirangkaikan pula dengan penyerahan bantuan berupa paket sembako sebanyak 250 paket berupa beras, minyak, gula, dan obat-obatan, serta kasur lipat bagi para warga terdampak banjir. (IND/TRA).
Desa Adat Denpasar Gelar Aksi Kebersihan Serentak
NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Warga adat di Desa Adat Denpasar kembali menunjukkan semangat kebersamaan. Kegiatan dipimpin langsung Bendesa Adat Denpasar, Anak Agung Ngurah Alit Wirakesuma. Dengan penuh antusias, mereka melaksanakan aksi kebersihan serentak pascabanjir di sepanjang aliran Tukad Badung, Minggu (21/9).
Ket. Foto : Warga adat di Desa Adat Denpasar melaksanakan aksi kebersihan pascabanjir di sepanjang aliran Tukad Badung, Minggu (21/9). Kegiatan ini dipimpin langsung Bendesa Adat Denpasar, Anak Agung Ngurah Alit Wirakesuma.
Sejak pagi buta, pukul 07.00 Wita, warga sudah berkumpul dengan berpakaian adat sederhana, membawa cangkul, sabit, sapu, hingga kantong sampah. Menyusuri bantaran sungai, mereka bahu-membahu membersihkan sisa banjir, mulai dari puing, plastik, hingga lumpur yang menumpuk.
“Kami mendukung gerakan kebersihan pascabanjir dari Pemkot Denpasar. Selain itu, kegiatan ini juga bertepatan dengan World Clean Up Day yang diperingati setiap 20 September. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya sekadar respon atas bencana, tetapi juga menjadi budaya kolektif untuk terus menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Anak Agung Ngurah Alit Wirakesuma di sela kegiatan.
Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan penguatan nilai gotong royong. “Bencana banjir mengingatkan kita pentingnya kebersamaan. Dengan gotong royong, kita bisa memulihkan lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran menjaga alam demi generasi mendatang,” imbuhnya.
Aksi kebersihan ini juga mendapat dukungan penuh Pemkot Denpasar melalui pengangkutan sampah, serta tim Damkar yang membantu menyemprot lumpur di kawasan Jalan Tukad Barisan. Tak hanya terpusat di satu titik, 60 banjar adat yang tergabung dalam Desa Adat Denpasar serentak bergerak di wilayah masing-masing, termasuk di dua kelurahan dan lima desa dinas.
Beberapa titik pembersihan di sepanjang Tukad Badung tersebar di Kelurahan Pemecutan berlokasi di Jembatan Jl. Bukit Barisan, Desa Pemecutan Kaja di belakang RSUD Wangaya, Desa Pemecutan Kelod di Jembatan Batan Nyuh dan belakang SPBU Batan Nyuh, Kelurahan Dauh Puri di sungai sebelah barat Masjid Suci, Desa Dauh Puri Kauh berlikasi di Jembatan Jl. Pulau Biak, Desa Dauh Puri Kangin di belakang BCA hingga Jembatan Tukad Badung, serta Desa Dauh Puri Kaja berlokasi di Jembatan Pura Desa ke arah utara.
“Banjar-banjar yang tidak berada langsung di bantaran Tukad Badung tetap diarahkan melaksanakan gotong royong di lingkungan masing-masing,” jelas Wirakesuma. Sebagai bentuk kepedulian lebih lanjut, Prajuru Desa Adat Denpasar juga akan menyalurkan bantuan sembako kepada krama terdampak banjir serta memberikan santunan bagi keluarga krama yang kehilangan anggota akibat bencana. (Pur/Tra).
Seluruh Elemen Bergerak Serentak Pulihkan Kota Pasca Banjir
NEWSINTERMEDIA.COM || DENPASAR – Kota Denpasar kembali menunjukkan wajah solidaritasnya. Seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, aparat TNI-Polri, komunitas, hingga warga desa dan kelurahan, turun bersama melaksanakan gerakan gotong royong serentak pemulihan pascabanjir pada Minggu pagi (21/9).
Ket. Foto : Gotong royong Pemerintah, TNI-Polri, komunitas, hingga warga Denpasar bergandeng tangan memulihkan kota pascabanjir, Minggu (21/9) di Pasar Badung dan Kumbasari. Gerakan ini dipimpin langsung oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Wakil Walikota, I Kadek Agus Arya Wibawa.
Gerakan ini dipimpin langsung oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Wakil Walikota, I Kadek Agus Arya Wibawa. Sejak pukul 07.00 WITA, aksi serentak berlangsung di seluruh kecamatan. Warga tampak membawa perlengkapan sederhana seperti sekop, ember, dan sarung tangan untuk membersihkan lingkungan masing-masing.
Di kawasan Pasar Badung dan Kumbasari, Walikota Jaya Negara bersama Wawali Arya Wibawa ikut turun langsung bergotong royong bersama warga. Tumpukan sampah dan lumpur sisa banjir dibersihkan secara bahu-membahu, menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat. Hadir pula Ketua DPRD Denpasar, I Gusti Ngurah Gede beserta Anggota DPRD Denpasar, Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Muhammad Iqbal Simatupang, S.I.K., M.H., Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, serta pimpinan OPD terkait Pemkot Denpasar.
Walikota Jaya Negara menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum memperingati World Clean Up Day yang diperingati setiap tanggal 20 September 2025 dengan melibatkan seluruh desa/kelurahan hingga desa adat. “Kita ingin membangun kesadaran bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama, dan butuh dukungan serta partisipasi masyarakat untuk menjaganya. Harapan kami, seluruh masyarakat dapat pulih kembali, dan melalui normalisasi sungai, Denpasar bisa bangkit lebih kuat. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai,” ujarnya.
Jaya Negara menambahkan, setiap hari hampir 120 truk sampah diangkut dari kawasan Tukad Badung, Pasar Badung, dan Kumbasari pascabanjir. Namun, saat ini masih ditemukan sampah yang dibuang langsung ke sungai. “Kami mohon masyarakat disiplin menjaga kebersihan. Bersama Kementerian PUPR, kami akan melakukan normalisasi Sungai Badung, Sungai Mati, dan sungai lainnya di Denpasar,” tambahnya.
Sementara itu, Wawali Arya Wibawa menekankan bahwa gerakan ini bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga memperkuat persatuan. “Denpasar memiliki modal sosial yang kuat melalui nilai Vasudhaiva Kutumbakam (menyama braya). Dengan bergerak bersama, kita tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga mempererat kepedulian, rasa memiliki, dan kebersamaan di kota tercinta ini,” ucapnya.
Kehangatan kebersamaan juga dirasakan warga. Sulastri, seorang pedagang Pasar Badung, mengaku lega dengan adanya aksi gotong royong ini. “Banjir kemarin membuat banyak barang dagangan saya terendam. Hari ini saya merasa tidak sendiri, semua ikut membantu. Rasanya ringan sekali kalau kita bersama-sama,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Ade, seorang pemuda dari komunitas lingkungan. Ia merasa bangga bisa ikut terlibat dalam gerakan ini. “Kami para pemuda ingin memberi contoh bahwa peduli lingkungan itu penting. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga, bukan hanya saat bencana,” ujarnya. (Pur/Tra).









