Akibat Gangguan Pembangkit dan Transmisi, 80% wilayah Bali Listrik Padam
DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Gubernur Bali, Wayan Koster benar-benar pemimpin yang pro rakyat, tidak cuek dan dan punya kepedulian yang sangat tinggi terhadap Bali yang dincintainya, banyak bukti prestasi nyata yang ditorehkan selama memimpin Bali, bahkan sejak menjadi legeslatif di DPR-RI, ia sudah peduli dengan kebutuhan rakyat Bali. Hal yang paling anyar Koster lakukan terkait kepeduliannya sebagai pemimpin Bali, yaitu saat aliran listrik di Bali sempat terputus Jumat sore, 2 Mei 2025 kemarin.
Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe!
Terbukti Gubernur Koster respon sangat cepat dengan menghubungi pihak PLN Bali untuk mengkofirmasi atas pemadaman listrik seharian di pulau Bali, lewat media menyampaikan kepada masyarakat Bali beberapa hal yaitu telah terjadi listrik mati hampir di seluruh wilayah Bali, terjadi mulai pkl 16.00. Dikatakan menurut laporan GM PLN Bali kejadian karena ada gangguan pada pembangkit dan transmisi, mengakibatkan 80% wilayah Bali mengalami kejadian listrik mati .
“Pada pkl 16.15 wita, saya langsung mengadakan rapat virtual dengan Dirut dan Direktur Distribusi PLN serta GM PLN Bali dan dalam rapat telah dibahas percepatan penanganan untuk mengatasi situasi dengan memperbaiki sistem. Upaya jajaran PLN berhasil dengan cepat, sehingga pada pkl 23.00 hampir 90% wilayah Bali sudah bisa diatasi, listrik telah menyala kembali dan sisanya lagi 10% diperkirakan baru bisa diatasi sekitar pkl 04.00 dinihari,” ujar Gubernur dalam pesan singkatnya via WA sekitar pukul 00.12 Wita.
Koster juga mengatakan, sambil menunggu situasi normal, dilakukan pemadaman bergilir di wilayah pinggir Bali Barat,Bali Utara,dan Bali Timur. Pemadaman bergilir tidak dilakukan untuk Bandara Ngurah Rai, Rumah Sakit,daerah pariwisata, dan fasilitas strategis,sehingga tetap bisa beroperasi penuh. Pihak PLN memastikan situasi segera akan bisa normal kembali. Pihak PLN meminta maaf atas kejadian yg mengganggu kenyamanan masyarakat Bali.
Sementara kejadian ini dikonfirmasi PT Perusahaan Listrik (Persero) atau PT PLN Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN oleh Tempo, mengatakan pasokan listrik itu terhenti sekitar pukul 16.00 WITA. “Hingga saat ini penyebab terjadinya gangguan masih dalam penelusuran,” kata Greg di Jakarta lewat pesan tertulisnya.
Kendati demikian, Greg mengklaim suplai listrik sudah kembali masuk secara bertahap. Menurut dia, 50 persen akses listrik pelanggan terdampak sudah kembali normal pada pukul 18.30 WITA. Lebih lanjut, Greg mengatakan personel PLN dengan peralatan lengkap telah diterjunkan. “Mereka fokus melakukan perbaikan secara bertahap agar sistem kelistrikan dapat segera normal kembali,” ujarnya.

Peristiwa blackout lainnya pernah terjadi di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, pada 2019. Olt Direktur Utama PLN saat itu, Sripeni Inten Cahyani, mengatakan, terjadi gangguan aliran listrik pada Minggu, 4 Agustus 2019 pukul 11.45 lewat 27 detik di Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi atau SUTET Ungaran-Pemalang. Titik gangguannya, kata Inten, yaitu sirkuit satu. Kemudian, disusul sirkuit kedua yang turun tegangan. (Tempo/*Gustra)

