Info Bali Soal BKK, Turyapada Tower, Fashion Show, Proyek Tol dan Program Prioritas

 Gubernur dan Kepala Daerah Teken Kesepakatan 10 Persen PHR

DENPASAR – NEWSINTERMEDIA.COM || Gubernur Bali Wayan Koster kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong pemerataan pembangunan antar wilayah di Pulau Dewata. Selepas penandatangan komitmen bersama Trans Metro Dewata (TMD), pada hari yang sama juga digelar Penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk Pembangunan Proyek Strategis Provinsi Bali dan Pembangunan Infrastruktur, Sarana Prasarana Strategis serta Pengembangan Kualitas Objek Pariwisata di KabupatenBangli, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Tabanan, di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar  Jumat (18/4).

Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe!

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan BKK tersebut bersumber dari alokasi 10 % dari realisasi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor perhotelan serta makanan dan minuman di wilayah Badung, Gianyar, dan Kota Denpasar. Dana tersebut akan disalurkan untuk mendukung pembangunan proyek strategis dan infrastruktur penting di enam kabupaten penerima, dengan tujuan memperkuat sinergi pembangunan antarwilayah dan mengurangi ketimpangan ekonomi serta sosial di Bali.

“Kesepakatan ini adalah bentuk nyata semangat menyama braya dan gotong royong antardaerah. Pembangunan Bali harus menyeluruh dan merata, tidak hanya terpusat di wilayah selatan,” tegas Gubernur Koster dalam sambutannya. “Bantuan Keuangan Khusus ini akan difokuskan pada program-program strategis, seperti pembangunan infrastruktur dasar, pengelolaan sampah terpadu, transportasi publik, dan peningkatan layanan publik lainnya, jangan yang lain-lain”, tegasnya kembali.

Lebih lanjut, Gubernur Koster juga mengatakan bahwa penyaluran BKK tersebut mengacu pada Peraturan Gubernur Bali dan diarahkan untuk mendukung pencapaian target pembangunan yang tercantum dalam RPJMD Provinsi Bali. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan seluruh kabupaten/kota di Bali dapat bergerak bersama membangun masa depan Bali yang hijau, cerdas, dan berkelanjutan. Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Bupati/Walikota se-Bali, Ketua DPRD se-Bali serta undangan lainnya.(*)

Koster Siap Jadikan Turyapada Tower Kawasan Wisata Dunia

BULELENG – NEWSINTERMEDIA.COM || Gubernur Bali Wayan Koster mengharapkan keberadaan Turyapada Tower mampu memberikan layanan informasi dan hiburan yang lebih jernih, modern, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Bali Utara.  “Pemancar tower ini sudah diuji coba dengan pengawasan dari KPID Provinsi Bali, dan hasilnya kira-kira menjangkau 90 persen cakupan siaran—lebih tinggi dari target awal studi kelayakan yang sebesar 80 persen.

Jadi, melebihi target yang ditentukan. Bahkan, siarannya bisa menjangkau Kabupaten Jembrana, terutama Kecamatan Melaya hingga Gilimanuk. Untuk Kabupaten Buleleng, siarannya sudah sangat jelas,” kata Gubernur Koster dalam Peluncuran Siaran TV Digital di Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali yang berlokasi di Desa Adat Amertasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, pada Jumat (Sukra Kliwon, Sungsang), 18 April 2025.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa saat ini Turyapada Tower telah menyiarkan sepuluh stasiun televisi, terutama dari VIVA Group dan MNC Group, dan ke depannya direncanakan akan bertambah hingga lebih dari 30 stasiun. “Berikutnya akan ada lagi yang bergabung, yakni Metro TV, TVRI, dan Nusantara TV. Nantinya, hingga 30 channel TV yang ada di Bali akan menggunakan pemancar Turyapada Tower ini,” katanya.

“Jadi, stasiun TV tidak perlu menyewa lahan atau membangun tower sendiri. Selama enam bulan, uji coba gratis di Turyapada Tower, dan selanjutnya baru membayar sewa. Ini akan menjadi sumber pendapatan bagi Pemerintah Provinsi Bali dari sewa pemancar,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Gubernur asal Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng ini mengatakan bahwa pembangunan tower ini merupakan salah satu aspirasi kuat dari masyarakat Kabupaten Buleleng untuk memperluas jangkauan siaran televisi digital, terutama di wilayah utara Bali seperti Buleleng dan Jembrana, yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam menerima sinyal televisi tanpa parabola.

“Awalnya hanya direncanakan sebagai tower pemancar biasa, namun setelah dikaji, lebih baik dibangun tower yang juga bisa menghasilkan pendapatan bagi pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten, sebagai objek wisata baru,” katanya.

Maka dari itu, dikonseplah pembangunan Turyapada Tower bersama tim dari Fakultas Teknik Universitas Udayana. Hasilnya, Turyapada Tower tidak hanya berfungsi sebagai pemancar siaran televisi digital, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang menawarkan berbagai fasilitas seperti planetarium, skywalk, restoran putar 360 derajat, restoran statis, dan jembatan kaca. “Tidak kalah dari Tokyo Tower, Menara Eiffel, Macau Tower, hingga Toronto Tower,” tukasnya.

Rencananya, kata Gubernur Koster, pada tahun 2026 akan dilanjutkan pembangunan kawasan dan jalan masuk yang representatif bagi wisatawan untuk berkunjung ke Turyapada Tower. Harapannya, kawasan ini nantinya akan menjadi kawasan wisata kelas dunia yang dikelola secara profesional dan menjadi sumber pendapatan daerah baru.

“Karena ini satu-satunya di Bali, bahkan di Indonesia—mungkin juga di dunia—tower yang berada di pegunungan. Pemandangannya keren. Bisa kelihatan Danau Beratan, Tamblingan, Buyan, lalu bisa terlihat pemandangan pantai dari barat sampai timur. Ada juga hutan, bukit—apalagi jika dilihat dari jembatan kaca atau restoran putarnya. Luar biasa,” jelas Gubernur.

Kawasan ini, menurutnya, akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Bali Utara, sekaligus menyeimbangkan pembangunan antardaerah di Provinsi Bali. “Ini harapan kita ke depan, dan ini akan menjadi bangunan monumental, karena diperkirakan akan bertahan minimal selama 500 tahun, dengan material berkualitas dan pengawasan yang baik,” ujarnya. Peluncuran siaran TV digital di Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali ditandai…

Ny. Putri Koster Buka Secara Resmi Fashion Show Swarna Nusantara

BADUNG – NEWSINTERMEDIA.COM || Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menyampaikan apresiasi kepada Lenny Hartono atas inisiatifnya memilih Bali sebagai tempat penyelenggaraan Swarna Nusantara, yang sesuai rencana akan dilaksanakan selama dua (2) hari ke depan.

“Sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Bali, saya merasa bangga dan mendukung sepenuhnya acara ini karena sejalan dengan misi kami dalam memajukan kerajinan daerah, memberdayakan perajin lokal, serta mengangkat potensi budaya melalui pendekatan kreatif dan inovatif,” ungkap Ny. Putri Koster saat memberikan sambutan pada pembukaan Swarna Nusantara di area South Beach, Discovery Mall, Badung, Jumat (18/4).

Menurutnya, Swarna Nusantara bukan sekadar pergelaran busana, melainkan juga sebuah upaya nyata dalam menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya bangsa, khususnya wastra Nusantara yang begitu kaya dan bernilai tinggi. “Melalui ajang ini, kita tidak hanya menampilkan keindahan busana berbasis budaya, tetapi juga memperkuat identitas bangsa, memperluas jaringan pasar, dan membuka peluang ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sebagai upaya memajukan dan memasarkan hasil kerajinan tenun para perajin Bali sekaligus melestarikan budaya sebagai warisan adi luhung, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, akan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali serta unsur terkait lainnya untuk menyelenggarakan pameran Bali Bangkit di area Taman Budaya Art Center. Kegiatan ini memiliki tujuan penting dalam membangkitkan warisan budaya dan hasil kerajinan tangan masyarakat Bali. Ini akan menjadi momentum terbaik untuk memasarkan produk kerajinan tradisional Bali agar tidak dilupakan oleh masyarakat Bali sendiri.

“Penting bagi kita untuk sadar bahwa melestarikan dan mengembangkan hasil karya milik sendiri memang harus dimulai dari diri kita sendiri (warga lokal), kemudian kita perkenalkan keluar dan promosikan melalui media sosial, media daring, dan media elektronik yang memiliki jangkauan sangat luas,” papar Ketua Dekranasda Bali, Ny. Putri Koster.

Penyelenggara kegiatan, Lenny Hartono, menyampaikan bahwa Swarna Nusantara merupakan barometer untuk menampilkan kekayaan warisan Nusantara, yang memiliki banyak karya seni untuk ditampilkan ke muka dunia. Dengan demikian, masyarakat dunia akan tahu bahwa Indonesia yang beragam ini mampu menunjukkan karakter bangsa yang berbeda namun tetap cantik dan menarik, sehingga setiap insan yang berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia akan bangga membawakan tenun daerahnya masing-masing.

Puluhan model membawakan karya rajutan dan desain dari Lenny Hartono, Athan Siahaan dari Jakarta, Rhea Cempaka dari Bali, Plussize Community dari Jakarta, Anuar Faizal dari Malaysia, Royal Sembilan dari Malaysia, Amy Dee dari Bali, Eno Makulase dari Gorontalo, Taksu Bali dari Bali, Ivantran dari Vietnam, Bali Citra Kebaya dari Bali, Arnoldia Odi Ofung dari NTT, Cinta Berkain Indonesia, Purwakanthi dari Surabaya, dan sejumlah desainer lainnya dari Bali dan Jakarta.

Fashion show yang diikuti oleh puluhan model lintas usia (dari anak-anak hingga lansia) ini juga melibatkan anak-anak difabel. Hal ini dilakukan untuk membangun semangat dan rasa percaya diri mereka bahwa setiap kesempatan di dunia ini juga milik mereka dan mereka berhak untuk tampil.

Melalui Swarna Nusantara ini, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai dan mengembangkan warisan budaya dengan cara yang relevan dan membanggakan. Terlebih, setiap rancangan yang ditampilkan malam ini menjadi cermin keindahan Nusantara yang sesungguhnya—penuh warna, penuh makna, dan membangkitkan kebanggaan.

Koster Torehkan Tinta Pengabdian Pura Kawitan Kayuselem Songan

BANGLI – NEWSINTERMEDIA.COM || Gubernur Bali Wayan Koster kembali menorehkan tinta pengabdiannya, kali ini di Pura Luhur Kawitan Pasek Kayuselem Gwasong, Songan, Kintamani, Jumat (18/4/25). Dalam suasana khusyuk Padudusan Agung, ratusan warga larut dalam pesan penuh makna yang disampaikan.

Gubernur Koster menerangkan, Bali Mula yang telah menjadi satu kesatuan dengan masyarakat Bali wajib untuk dijaga. Adat istiadat, tradisi dan seni yang unik, dari awal merupakan rangkaian perkembangan peradaban Bali secara keseluruhan. “Peradaban ini diwariskan kepada kita semua untuk dijaga, agar tetap dijalankan dengan baik, sebagai tatanan kehidupan kita di Bali, alamnya, manusianya dan budayanya untuk diwariskan kepada generasi penerus di masa mendatang,” ujar Gubernur Bali.

Ia mengingatkan jangan sampai melupakan sejarah, sebagai salah satu warisan ajaran leluhur dan Pura Kawitan Warga Kayuselem Gwasong harus dilestarikan sepanjang jaman. “Jangan melupakan sejarah apa yang telah ditinggalkan atau diwariskan oleh leluhur kita. Sebagai generasi penerus berkewajiban merawat warisan leluhur ini. Bila lalai, kita bisa kena kutuk,” ucap Koster mengingatkan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan pembangunan Bali ke depan dilandasi nilai-nilai warisan leluhur yang telah dituangkan dalam sejumlah kebijakan fundamental. Diantaranya, Undang-Undang (UU) No.15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali yang berhasil diperjuangkan di era kepemimpinannya.

Sejak lama kata Koster, Bali diatur dalam satu UU dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Kini, dengan UU No.15/2023, kebutuhan dan karakteristik Bali yang berbeda dapat terakomodir. Meski tidak menggunakan istilah otonomi khusus, ia memastikan isi UU tersebut telah memuat kekhususan Bali, seperti desa adat, subak, serta seni budaya Bali, termasuk pungutan terhadap wisatawan asing.

“UU 15/2023 tentang Provinsi Bali itu isinya sudah seperti otonomi khusus. Selain mengakui desa adat, subak, budaya bali juga pembangunan bali dalam pola satu tata kelola. Serta diberikan kewenangan melakukan pungutan wisatawan asing. Hanya Bali yang diberikan kewenangan karena sudah diatur dalam UU Provinsi Bali,” terang Gubernur Koster.

Selain UU 15/2023, kebijakan fundamental lain yakni Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023. Siapapun kepala daerah selanjutnya nanti, kata Gubernur Koster, harus menjalankan UU dan Perda ini.

“Saya minta para bupati baca ini. Pahami ini. Bali ini ukuran pembangunannya bukan lagi dengan daerah lain. Saya ingin Bali ini bisa bersaing dengan Thailand, dengan Vietnam. Maka di periode kedua ini saya akan eskalasi pembangunan,” pungkas Gubernur Koster.

Koster Pastikan Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi Jalan Terus!

DENPASAR – NEWSINTERMEDIA.COM || Gubernur Bali Wayan Koster memastikan bahwa proyek infrastruktur jalan tol Gilimanuk-Mengwi masih masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Koster menyampaikan hal tersebut saat menyampaikan pidato dalam acara Halal Bi Halal MUI Provinsi Bali di Harris Hotel, Denpasar, Sabtu (19/4).

“Kan sempet ada viral bahwa tol Gilimanuk-Mengwi itu tidak masuk lagi Proyek Strategis Nasional. Titiyang menghadap Pak Menteri PU dengan staf, ternyata itu masih merupakan Proyek Strategis Nasional,” ungkap Koster. Gubernur asal Desa Sembiran tersebut bahkan menyebutkan bahwa jalan tol Gilimanuk-Mengwi termasuk dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional). “Jadi itu statusnya masih ada, akan berlanjut,” timpal Koster.

Lebih lanjut, Koster menyampaikan, ia telah bertemu dengan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU untuk membahas kelanjutan proyek tol Gilimanuk-Mengwi. “Beliau (Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU) kemarin meninjau lokasi ke Jembrana, wilayah-wilayah yang akan dilintasi jalan tol,” tutur Ketua DPD PDIP Provinsi Bali tersebut.

Lebih jauh, Koster menyebutkan pembangunan tol Gilimanuk-Mengwi akan menggunakan anggaran pemerintah dan pembiayaan investor. “Jadi pembiayaan untuk pembebasan lahan itu akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah, konstruksinya oleh swasta,” urai Koster.

Pembangunan tol Gilimanuk-Mengwi, lanjut Koster, akan dibagi menjadi tiga fase. Fase 1 Gilimanuk-Pekutatan, fase 2 Pekutatan-Soka, fase 3 Soka-Mengwi. “Swastanya minta hanya fase 1, fase 3. Fase 2 nya kalau bisa fase 2-nya dikerjakan oleh pemerintah. Pak Dirjen juga sepakat untuk ikut membangun fase 2. Kira-kira 5 sampai 6 triliun untuk fase 2. Dan untuk pembebasan lahannya hampir 4 triliun,” tutup dia. (TRA)

Gubernur Koster: Nangun Sat Kerthi Loka Bali Bukan Konsep Agama

DENPASAR – NEWSINTERMEDIA.COM || Gubernur Bali Wayan Koster menerangkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali bukan mengusung konsep agama. “Nangun Sat Kerthi Loka Bali ini bukan konsep agama, ini konsep budaya, ini konsep kearifan lokal yang memuliakan alam, manusia, dan kebudayaan, alam beserta isinya, semuanya,” ungkap Koster saat menyampaikan pidato dalam acara halal bihalal MUI Provinsi Bali, Sabtu (19/4).

Koster menyampaikan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali konsep yang ditujukan untuk menjaga alam, budaya, manusia di Bali tanpa memandang suku dan agama. “Jadi ini tanggung jawab kita semua. Kan semua ini alam yang terbersih. Semuanya harmonis, hidup manusianya juga berjalan dengan bagus, apapun agamanya, apapun golongannya, dari mana pun juga. Semua yang ada di Bali ini, nantinya di Bali apalagi, itu kita harus kompak semua,” ungkap Koster lagi.

Ia menambahkan, “Jaga di Bali semua karena kita hidup disini, menghirup udara disini, mencari rezeki di sini, tanggung jawab bersama untuk menjaga Balinya agar, supaya dia bagaimana ekonominya kemudian memberikan berkah bagi kita semua,” timpal Koster. Lebih lanjut, Koster mengimbau seluruh lapisan masyarakat turut serta dalam menjaga alam Bali. “Jangan rusak Bali ini, kalau Bali rusak rugi kita. Jadi Bali tidak saja milik kita, miliknya Indonesia bahkan milik dunia,” urai Koster.

Tak berhenti disitu, Koster juga meminta masyarakat untuk mengusung rasa toleransi terhadap sesama. “Saya kira semua agama mengajarkan dengan nilai-nilai yang baik, penuh harmoni toleransi, semua begitu ajarin yang gak ada (tidak baik) Semuanya ajarin baik -baik. Ini yang harus kita jalankan di Bali,” pungkas Koster.(TRA)

 Koster Beberkan Program Prioritas, MUI Bali Siap Kawal

DENPASAR – NEWSINTERMEDIA.COM || Gubernur Bali Wayan Koster membeberkan sejumlah program prioritas pembangunan Bali lima tahun kedepan di hadapan umat Muslim di Bali. Koster menyampaikan perihal itu saat menghadiri acara halal bihalal yang bertajuk Silaturahmi dan Kolaborasi Mewujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali bersama sejumlah tokoh muslim, di Harris Hotel, Sabtu (19/4).

“Kita harus serius menyelesaikan masalah-masalah ini satu per satu. Prioritas kami dalam lima tahun ke depan adalah menangani sampah, kemacetan, bule nakal, dan lainnya,” ujar Koster. Koster menyampaikan persoalan di Bali merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, ia optimis apabila semua pihak ikut andil menyelesaikan persoalan yang ada. “Bali bukan hanya tempat wisata, tapi juga rumah kita. Kita harus berkomitmen untuk menjadikannya nyaman,”

Menyikapi hal itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali H. Mahrusun Hadyono menyatakan akan mendukung penuh program prioritas yang dicanangkan Gubernur Koster. “Kita tidak dalam kapasitas mendukung atau tidak mendukung, tapi kalau itu hal yang baik kita pasti ikut berkontribusi dan mendukung,” tegasnya.

Termasuk kebijakan Gubernur Koster mengenai gerakan Bali bersih sampah. Hadyono mengatakan akan membantu memberikan sosialisasi kepada umat Muslim terkait hal itu. “Kita pasti ikut membantu sosialisasi soal gerakan Bali bersih ini, termasuk program-program lain yang sudah dari pak Gubernur,” tandasnya. (TRA)