Beranda / Berita Terkini / DENPASAR / Info Denpasar Soal Kunjungan Menteri LH, Rumah Layak Huni dan Melaspas

Info Denpasar Soal Kunjungan Menteri LH, Rumah Layak Huni dan Melaspas

Walikota Dampingi Menteri LH Tinjau PDU Padangsambian

DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Indonesia, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, didampingi oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, melakukan kunjungan ke Pusat Daur Ulang (PDU) Padangsambian Kaja yang terletak di Jalan Kebo Iwa Gang Batu Sunia, Desa Padangsambian Kaja, Kecamatan Denpasar Barat. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau fasilitas pengelolaan sampah dan daur ulang di wilayah tersebut , Senin (24/3).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Ket. Foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat mendampingi kunjungan Menteri LH dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Indonesia, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, di PDU Padangsambian Kaja, Senin (24/3).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Panglima Kodam IX/Udayana, Mayjen TNI Muhammad Zamroni, S.I.P., M.Si, Dandim 1611/Badung, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan,S.I.P. dan Kadis DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa

Menteri Hanif disela-sela kunjungan mengajak seluruh gubernur, bupati, wali kota, dan pemangku kepentingan terkait untuk berkolaborasi dalam aksi nyata menuntaskan permasalahan sampah di Indonesia. Menteri Hanif menekankan Arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, menekankan percepatan penanganan sampah dari hulu, agar kabinet Merah Putih dapat menyelesaikan permasalahan sampah secara tuntas. Dalam konteks ini, Kota Denpasar telah menjalankan sistem pengelolaan sampah, dan kolaborasi dengan semua pihak menjadi kunci utama keberhasilannya.

Saat ini, PDU Padangsambian telah mengelola sampah menjadi berbagai produk siap pakai, dengan kapasitas pengolahan mencapai 20 ton per hari. Namun, dengan total produksi sampah Denpasar yang mencapai 1.000 ton per hari, langkah optimalisasi masih diperlukan. Ke depan, diharapkan usaha pengelolaan ini dapat memberikan nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat.

Denpasar juga memiliki 24 TPS3R yang terus dioptimalkan. Oleh karena itu, peran strategis semua pihak, termasuk Babinsa, sangat penting dalam menggiring pemilahan sampah dari hulu, sehingga pengelolaannya dapat dilakukan secara efektif oleh Pemerintah Kota Denpasar. Dalam hal ini, Menteri berperan sebagai pengawas kebijakan, Gubernur sebagai pembina, sementara Walikota bertanggung jawab penuh dalam pengelolaan sampah di wilayahnya. “Dengan pendekatan yang masif dan terstruktur, pengelolaan sampah di Bali diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia, terutama sebagai destinasi pariwisata internasional,” ujar Menteri Hanif

Sementata Walikota Jaya Negara, menyampaikan bahwa permasalahan sampah di Kota Denpasar mencapai 1.000 ton per hari. Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Kota Denpasar telah menerapkan Peraturan Gubernur Bali tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber serta mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) No. 8 Tahun 2023 yang mengatur proses pengolahan sampah dari tingkat keluarga.

Saat ini, sebanyak 24 Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) serta bank sampah telah berperan dalam mengelola sampah di tingkat hulu, mampu mengolah sekitar 200 ton sampah per hari. Sementara itu, untuk sisa 800 ton sampah lainnya, Pemerintah Kota Denpasar telah mengambil langkah strategis dengan mengoperasikan dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). “Kami mengapresiasi Presiden RI atas arahan dan dukungannya dalam upaya pengelolaan sampah di Kota Denpasar, sehingga berbagai langkah yang diambil dapat membantu menyelesaikan permasalahan sampah di kota ini,” ujar Jaya Negara. (PUR/tra)

Walikota Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni 

DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyerahkan bantuan rumah layak huni kepada keluarga I Nyoman Sunartha, dan penyerahan bantuan renovasi rumah ini dilaksanakan setelah bangunan fisik tuntas dikerjakan. Dalam kesempatan tersebut, juga turut diserahkan secara simbolis bantuan CSR dari Yayasan Bina Ilmu Korea Selatan sebanyak 1000 paket beras dan dari Kasta Company sebanyak 200 paket beras di Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Senin (24/3).

Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut DPRD Kota Denpasar, I Wayan Sutama, Kadis Sosial Kota Denpasar, IGA. Laxmi Saraswaty, Camat Denpasar Utara, I Wayan Yusswara, Perbekel Desa Pegayangan Kaja, I Made Parmita, dan Tim Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni, serta pendamping lainya.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menjelaskan kegiatan ini adalah wujud dari implementasi “Vasudaiva Khutumbakam” di mana pemerintah berkolaborasi dan bergotong royong bersama semua pihak terkait dalam program rehabilitasi rumah tidak layak huni ini untuk membantu pembangunan di Kota Denpasar menuju “Denpasar Maju”. “Atas nama Pemerintah Kota Denpasar, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu mensukseskan program rehabilitasi rumah salah satu masyarakat di Desa Peguyangan Kaja” ujarnya

Lebih lanjut Jaya Negara menjelaskan pada Tahun 2025, Pemerintah Kota Denpasar juga sudah menganggarkan bantuan bedah rumah atau perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 20 unit rumah. “Kedepan bantuan bedah rumah atau Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni menjadi Layak Huni secara bertahap akan terus kami tingkatkan, termasuk juga bantuan perlengkapan rumah tangga, hal ini utamanya untuk membantu masyarakat Kota Denpasar, sehingga perbaikan rumah dapat lebih baik lagi dengan dilengkapi berbagai perabotan, dan mencapai  rumah sehat layak huni yang berkelanjutan,” kata Jaya Negara.

Di samping itu, Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, IGA. Laxmi Saraswaty mengatakan bahwa program rehabilitasi rumah tidak layak huni menjadi layak huni ini dilaksanakan secara gotong royong oleh Dinas Sosial Kota Denpasar bersama Desa Peguyangan Kaja, Tagana Denpasar, Yayasan Bina Ilmu Bali bekerja sama dengan dongan church, dongin association, ocean blue Korea Selatan, Yayasan Kawan Baik, Yayasan Bali Samsara, TKSK Denpasar Utara, PSM peguyangan Kaja dan Karang Taruna Putra Negara Peguyangan Kaja.

“Rehabilitasi rumah ini diberikan kepada salah satu masyarakat Desa Peguyangan Kaja bernama I Nyoman Sunartha yang kesehariannya menjadi pemungut sampah serta petugas kebersihan,” ujarnya.

Rehabilitasi rumah ini mulai dikerjakan dari bulan Januari 2025 dengan total dari keseluruhan renovasi rumah, termasuk perlengkapan seperti kasur dan sembako sebesar Rp. 40.500.000. Selain itu juga diserahkan pemberian sembako bagi penyandang Disabilitas sebanyak 1000 paket beras oleh yayasan Bina Ilmu Bali, serta 200 paket beras oleh Kasta Company.

Sementara, Keluarga Penerima Bantuan, I Nyoman Sunartha mengucapkan terima kasih atas bantuan Rumah Layak Huni/Rehabilitahi Rumah tidak layak huni Pemkot Denpasar. Tentunya ini sangat bermanfaat dan sangat membantu masyarakat. “Terimakasih kepada Bapak Walikota dan para donatur atas bantuan rehabilitasi rumah, dan perlengkapan yang diberikan, terimakasih banyak,” ujarnya dengan sumringah.(Wah/tra).

Wawali Hadiri Upakara Melaspas dan Pasupati Pratima 

DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Upakara Melaspas dan Pasupati Pratima, Pacanangan dan Sri Sedana dan Upakara tersebut dilaksanakan setelah proses perbaikan serta renovasi tuntas dilaksanakan, di Pura Dalem Sudha, Desa Adat Sidakarya, bertepatan dengan Rahina Soma Kliwon, Wuku Wariga, Senin (23/3).

Ket foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Upakara Melaspas dan Pasupati Pratima, Pacanangan dan Sri Sedana di Pura Dalem Sudha, Desa Adat Sidakarya, bertepatan dengan Rahina Soma Kliwon, Wuku Wariga, Senin (23/3).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara, Plt. Camat Denpasar Selatan, Komang Pendawati, serta krama Desa Aday Sidakarya. Dalam kesempatan tersebut, Wawali Arya Wibawa turut mengikuti proses silih asih serangkaian upakara tersebut.

Bendesa Adat Sidakarya, I Ketut Suka saat diwawancarai menjelaskan bahwa Upakara Melaspas dan Pasupati Pratima, Pacanangan dan Sri Sedana di Pura Dalem Sudha, Desa Adat Sidakarya ini dilaksanakan setelah proses perbaikan tuntas dikerjakan. Dimana, upakara melaspas dan pasupati ini dilaksanakan guna melengkapi rangkaian proses agar Ida Bhatara kembali berstana di Pratima dan Pacanangan tersebut.

Dikatakannya, upakara ini merupakan wujud sradha dan bhakti krama Desa Adat Sidakarya kepada Ida Bhatara Sesuhunan. Hal ini tentunya diharapkan dapat memberikan anugrah kesejahteraan, kesehatan serta kemakmuran bagi seluruh krama desa. “Semoga melalui upacara ini krama Desa Adat Sidakarya selalu dalam lindungan tuhan, dan diberikan anugrah kemakmuran serta kerahayuan,” ujarnya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan tersebut mengatakan, Upakara Melaspas dan Pasupati Pratima, Pacanangan dan Sri Sedana di Pura Dalem Sudha, Desa Adat Sidakarya ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga menjadi sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan upakara ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana,” ujar Arya Wibawa. (Ags/tra).