Beranda / Berita Terkini / DENPASAR / Info Denpasar Seputar Gizi, Stunting, Tirta Yatra dan MayDay

Info Denpasar Seputar Gizi, Stunting, Tirta Yatra dan MayDay

Pemkot Sinergi dengan Poltekkes Kemenkes Gelar Pameran Gizi

DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM ||Menurunkan angka stunting di Kota Denpasar, berbagai upaya telah dilakukan Pemkot Denpasar sinergi bersama Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar sebagai upaya Pemkot Denpasar dalam menurunkan angka stunting di tengah masyarakat, dengan menggelar Pameran Gizi, di Banjar Mertanadhi, Desa Dangin Puri Kangin, Kamis (13/3).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Ket. Foto :Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara saat meninjau Pameran Gizi, di Banjar Mertanadhi, Desa Dangin Puri Kangin, pada Kamis (13/3).

Pameran Gizi dilaksanakan sehari ini digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai menu seimbang dan mengaplikasikannya di keluarga masing-masing, sehingga diperoleh status gizi yang optimal. Adapun display yang dipamerkan meliputi menu seimbang untuk cegah Anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK), menu seimbang ibu menyusui, menu seimbang balita, menu seimbang untuk lansia dan menu sehat untuk lansia pengidap diabetes.

Pameran dibuka oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar, Komang Lestari Kusuma Dewi ditandai dengan pemukulan gong. Hadir pula pada Pameran Gizi tersebut Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara, Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar, Dr. Sri Rahayu, Camat Denpasar Utara, I Wayan Yusswara, Perbekel Desa Dangin Puri Kangin, I Wayan Sulatra serta undangan lainnya.

Walikota Denpasar dalam sambutannya yang dibacakan Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar, Komang Lestari Kusuma Dewi mengatakan, stunting merupakan salah satu indikator kegagalan tumbuh kembang pada anak dibawah lima tahun (balita) yang disebabkan akibat defisiensi gizi kronik dan infrksi yang berulang terutama 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) yaitu dari janin hingga 23 bulan.

Pameran gizi merupakan wadah interaksi antara mahasiswa, tenaga kesehatan serta masyarakat dalam berbagi informasi dan pengalaman seputar gizi dan kesehatan. “Salah satu cara efektif untuk mencegah stunting adalah melalui pemberian makanan bergizi seimbang. Melalui pameran ini dapat mempelajari lebih lanjut tentnag menu gizi seimbang dan bagaimana kita dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara seusai meninjau pameran stunting mengatakan, menempuh berbagai langkah untuk menurunkan angka stunting, juga adalah salah satu strategi dalam meningkatkan kualitas generasi penerus. Dengan pameran gizi ini diharapkan menjadi momentum untuk masyarakat lebih memahami menu makanan dan cara pengolahannya.

“Pencegahan stunting melibatkan asupan gizi yang cukup, perawatan kesehatan yang baik, praktik sanitasi yang bersih, dan pemantauan pertumbuhan anak secara rutin. Edukasi orang tua juga penting untuk mendukung perkembangan anak, karena itu perlunya memahami asupan gizi untuk menjadi menu makanan sehari-hari,” katanya.

Sementara Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar, Dr. Sri Rahayu dalam sambutannya memaparan pameran gizi yang digelar merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan serangkaian PKL Program Intervensi Gizi Masyarakat (PIGM). “Kami berharap Pameran yang digelar dapat meningkatkan pemahaman pengunjung pameran mengenai menu seimbang dan mengaplikasikannya di keluarga masing-masing sehingga diperoleh status gizi yang optimal,” ujarnya. (Eka/tra).

Walikota Komitmen Cegah Stunting, Menuju SDM Berkualitas

DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara membuka secara resmi Rembuk Stunting Kota Denpasar Tahun 2025 yang diglar di Gedung Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar . Hal tersebut dilaksanakan guna mewujudkan komitmen pencegahan stunting menuju SDM berkualitas di Kota Denpasar, Kamis (13/3)r.

 Ket foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara membuka secara resmi Rembuk Stunting Kota Denpasar Tahun 2025 yang diglar di Gedung Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar pada Kamis (13/3).

Turut hadir Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Oka Cahyadi Wiguna, Sekda Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana, Perwakilan BKKBN Prov Bali, Kepala OPD dilingkungan Pemkot Denpasar, jajaran Dinas Kesehatan, satgas stunting, camat, perbekel, lurah, Kepala UPTD Puskesmas, dan kader pembangunan manusia se Kota Denpasar yang sekaligus ikut menandatangani komitmen bersama.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam sambutanya mejelaskan bahwa angka prevalensi stunting Kota Denpasar menunjukkan tren fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dari 9% pada tahun 2021, angka ini berhasil ditekan menjadi 5,5% pada tahun 2022, dimana Pemkot Denpasar berhasil menurunkan angka stunting dari 5,5 persen di tahun 2023 menjadi 4 persen di tahun 2024 dan sampai saat ini sudah sampai 1,9 persen.

Dikatakannya, berbagai upaya terus ditingkatkan dengan lebih bekerja keras untuk menurunkan angka stunting kedepannya di Denpasar. Untuk itu Pemerintah kota denpasar berkomitmen untuk terus memperkuat program percepatan penurunan stunting melalui berbagai intervensi, baik yang bersifat spesifik maupun sensitif.

Salah satu strategi utama yang perlu kita tingkatkan adalah pelaksanaan delapan aksi konvergensi untuk percepatan penurunan stunting, yang melibatkan berbagai perangkat daerah serta pemangku kepentingan lainnya yang tergabung dalam tim percepatan penurunan stunting dari tingkat kota, kecamatan dan desa.

Jaya Negara menekankan, Pemkot Denpasar memastikan bahwa setiap intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan efektif dalam menurunkan angka stunting, melalui sistem manajemen data sehingga tersedia data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan dan mudah diakses tentang keluarga yang beresiko stunting.

“Saya harapkan melalui rembuk stunting ini, kita dapat menghasilkan kesepakatan bersama mengenai langkah-langkah strategis pencegahan dan penurunan stunting yang akan diintegrasikan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Kerja (RENJA) perangkat daerah tahun 2026. dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga non pemeritah, masyarakat, dan sektor swasta, saya yakin target penurunan stunting yang kita harapkan dapat tercapai,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Denpasar, I Putu Wisnu Kusuma Wijaya mengatakan, melalui Rembug Stunting diharapkan dapat menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi untuk tahun 2025 yang akan dimuat dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan Rencana Kerja Perangkat Daerah.

“Melalui pelaksanaan program dan kegiatan diharapkan target indikator pembangunan bidang kesehatan yaitu menurunkan prevalensi stunting pada balita di bawah usia 0-59 bulan dapat tercapai, sehingga meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif sebagai modal dasar pembangunan di Kota Denpasar,” ujarnya. (ays/TRA).

Pemkot Gelar Tirta Yatra Lansia Peserta Posyandu Paripurna

GIANYAR -NEWSINTERMEDIA.COM || Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) bersama TP PKK Kota Denpasar melaksanakan kegiatan Tirta Yatra bersama ratusan lansia peserta Posyandu Paripurna, dari empat kecamatan, yakni Denpasar Barat, Denpasar Timur, dan Denpasar Selatan di Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar, Kamis (13/3).

Hadir langsung pada acara tersebut, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Sekretaris TP PKK Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, jajaran DPMD Kota Denpasar, serta beberapa pihak terkait lainnya.

Kepala Dinas PMD Kota Denpasar, I Wayan Budha, saat dihubungi mengatakan, kegiatan Tirta Yatra ini digelar Pemkot merupakan salah satu dari rangkaian agenda Posyandu Paripurna yang digelar di bawah koordinasi Dinas PMD dan juga TP PKK Kota Denpasar.

“Kegiatan Tirta Yatra ini digelar sebagai salah satu program dalam agenda Posyandu Paripurna yang mengikutsertakan para lansia, untuk bersembahyang dan memanjatkan ungkapan syukur atas segala anugrah Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang telah diberikan kepada kita semua,” ungkap Wayan Budha.

Sementara itu, Sekretaris TP PKK Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, mengutarakan, pihak TP PKK Kota Denpasar selama ini rutin menggelar kegiatan Tirta Yatra bagi para peserta Posyandu Paripurna. Hal ini, juga diharapkan akan mampu memberikan manfaat dan penyegaran, utamanya bagi para lansia.

“Selain para lansia ini bertemu di setiap kegiatan Posyandu Paripurna, kegiatan Tirta Yatra ini juga diharapkan bisa semakin mengeratkan lagi silaturahmi dan komunikasi antara lansia, serta bisa memberikan efek penyegaran,” kata Sri Utari.

Salah satu peserta lansia dari Denpasar Selatan, Ni Nengah Rasmi, usai melakukan penglukatan dan persembahyangan di Pura Tirta Empul menyampaikan kebahagiaannya dapat ikut serta dalam kegiatan Tirta Yatra kali ini. Baginya, kegiatan ini selain sebagai untuk memohon kerahayuan, juga dapat semakin mempererat jalinan silaturahmi sesama lansia peserta Posyandu Paripurna.

“Tadi kami ramai-ramai naik bus dari Denpasar bersama teman-teman lansia. Walaupun sudah sering bertemu saat kegiatan senam dan Posyandu, tapi momen ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami karena bisa bersembahyang juga sekalian untuk menyegarkan diri dan badan. Terima kasih Pemerintah Kota Denpasar dan juga TP PKK Kota Denpasar. Semoga program ini dapat berkelanjutan kedepannya,” ucapnya. (Win/tra).

WaliKota  Denpasar Dukung Peringatan May Day 2025

DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan dukungan atas Peringatan May Day Tahun 2025 di Kota Denpasar. Hal tersebut terungkap saat Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menerima audiensi Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, I Gusti Ayu Ngurah Raini perihal melaporkan kegiatan May Day Internasional di Kota Denpasar Tahun 2025 di Kantor Walikota Denpasar, pada Kamis (13/3).

Wali Kota Denpasar , I Gusti Ngurah Jaya Negara menyambut baik perayaan May Day Internasional di Kota Denpasar Tahun 2025 yang dikemas dengan kegiatan yang lebih inklusif. Hal ini dilaksanakan guna meningkatkan Hubungan Industrial yang harmonis antar pengusaha, pekerja dan pemerintah sehingga terpenuhinya hak dan kewajiban seluruh pihak bersama-sama menciptakan situasi kerja yang kondusif.

“Dilibatkannya seluruh komponen seperti pengusaha, pekerja dan pemerintah akan mewujudkan terpenuhinya hak dan kewajiban seluruh pihak. Hasilnya akan meningkatkan produktivitas perusahaan dan kesejahteraan para pekerja termasuk pekerja disabilitas di Kota Denpasar. Terlebih nantinya kegiatan ini diisi penghargaan dari perusahaan kepada para pekerjanya yang tentu akan menjadi motivasi tersendiri bagi pekerja kita,” tegas Jaya Negara.

Sementara Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, I Gusti Ayu Ngurah Raini menjelaskan dalam peringatan Hari Buruh Internasional Tahun 2025, Disnaker dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar memandang pentingnya pelaksanaan May Day dilaksanakan secara positif dan lebih bermanfaat bagi kaum pekerja di Kota Denpasar.

“Hal ini sekaligus menepis anggapan bahwa May Day identik dengan unjuk rasa turun ke jalan. Penyampaian aspirasi atau tuntutan kaum pekerja dapat dialihkan dengan cara lebih tepat seperti dialog atau musyawarah,” ujarnya.

Beranjak dari pemikiran itu, dalam peringatan May Day di Kota Denpasar Tahun 2025, Pemkot Denpasar memfasilitasi para pimpinan perusahaan dan perwakilan pekerja melalui spirit Vasudhaiva Kutumbakam untuk bersama merancang kegiatan yang lebih menumbuhkan kebersamaan membentuk kepanitiaan, berkolaborasi antar perusahaan, pekerja, unsur Pemerintah Kota Denpasar.

Dikatakannya, Peringatan May Day di Kota Denpasar Tahun 2025 akan dilaksanakan pada 1 Mei 2025 bertempat di Parkir Utara Lapangan Lumintang, Denpasar dengan melibatkan 70 perusahaan dengan mendatangkan 10 sampai 20 orang pekerja dan ditambah dari dinas/instansi dengan total peserta sekitar 1500 orang.

Peringatan kali ini juga akan menghadirkan beragam kegiatan, seperti Donor Darah, Senam Bersama, Kuliner UMKM, Kreativitas Seni Budaya yang ditampilkan para pekerja di Kota Denpasar. Penyerahan penghargaan secara simbolis untuk perusahaan terbaik dalam penerapan Hubungan Industrial di Perusahaan di Kota Denpasar, Penyerahan Penghargaan kepada Panitia May Day 2025 dari unsur pekerja.

“Tujuan untuk meningkatkan Hubungan Industrial yang harmonis antar pengusaha, pekerja dan pemerintah sehingga terpenuhinya hak dan kewajiban seluruh pihak bersama-sama menciptakan situasi kerja yang kondusif. Sehingga mampu meningkatkan produktivitas perusahaan dan kesejahteraan para pekerja termasuk pekerja disabilitas dalam rangka membangun Kota Denpasar sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju (Makmur, Aman, Jujur dan Unggul) ,” ujarnya. (esa/tra)