Wawali Hadiri Karya Ngeratep, Melaspas lan Pasupati
DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Karya Ngeratep, Melaspas lan Pasupati Sesuhunan di Pura Dalem Penataran Suwung Desa Adat Kepaon Denpasar bertepatan dengan Saniscara Kliwon Landep atau Tumpek Landep, Sabtu (22/2).
Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe!
Ket Foto : Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa saat mengikuti prosesi ngeratep Ida Sesuhunan di Pura Dalem Penataran Suwung, Desa Adat Kepaon Denpasar bertepatan dengan Saniscara Kliwon Landep atau Tumpek Landep, Sabtu (22/2).
Upacara yadnya ini dilaksanakan lantaran telah rampungnya prosesi Nangiang dan Ngodakin Ida Sesuhunan. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Arya Wibawa turut mengikuti prosesi ngeratep Ida Sesuhunan di Pura Dalem Penataran Suwung.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Bali, IGN Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Provinsi Bali, Ni Wayan Sari Galung, Anggota DPRD Provinsi Bali, AA Istri Paramita Dewi, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariana Wandhira, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar, IB. Surya Antara serta undangan lainnya.
Mangala Prawartaka Karya, AA Mayun Mahardika mengatakan, Karya Ngeratep, Melaspas lan Pasupati ini merupakan rangkaian Nangiang serta Ngodakin Ida Sesuhunan yang berada di Pura Dalem Penataran Suwung. Adapun sesuhunan yang berada di Pura Dalem Penataran Suwung yakni Ratu Ayu dan Dewa Bagus. “Setelah rampung dikerjakan, dilaksanakan Upacara Ngeratep, Melaspas dan Pasupati,” ujarnya
Lebih lanjut dijelaskan, setelah upacara ngeratep, melaspas lan pasupati, rangkaian upacara dilanjutkan dengan Upacara melasti dan mesuci. “Tentunya kami selaku Prawartaka mengucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak, sehingga rangkaian upacara ini dapat terlaksana, semoga Ida Bhatara Sesuhunan senantiasa memberikan kerahyuan kepada kita semua,” ujarnya
Sementara itu, Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, bahwa pelaksanaan Karya Ngeratep, Melaspas lan Pasupati Sesuhunan di Pura Dalem Penataran Suwung Desa Adat Kepaon Denpasar ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.
Karenanya sudah sepatutnya seluruh elemen masyarakat, utamanya krama untuk menjadikan ini sebagai sebuah momentum dalam menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.
“Dengan pelaksanaan upacara ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana,” ujar Arya Wibawa. (Eka/TRA)
Wawali Hadiri Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih
DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Bertepatan dengan Rahina Tumpek Landep, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, lan Padudusan Alit Wrespati Kalpa di Banjar Adat Padangsambian, Desa Adat Padangsambian, Denpasar Barat pada, Sabtu (22/2).
Ket. Foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat mengikuti persembahyangan bersama di Banjar Adat Padangsambian, Desa Adat Padangsambian, Denpasar Barat, bertepatan dengan Rahina Tumpek Landep, Sabtu (22/2)
Wawali Arya Wibawa usai melaksanakan persembahyangan bersama serta ngaturang punia mengatakan, pelaksanaan upacara keagamaan di Parhyangan Banjar Adat Padangsaambian ini adalah salah satu bentuk meningkatkan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.
Pihaknya juga mengharapkan setelah dilaksanakannya upacara Padudusan Alit ini seluruh umat terutama warga Banjar Adat Padangsambian dapat terus meningkatkatkan rasa persaudaraan dan persatuan antara sesama umat.
“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap ke depan upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif yang dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal- hal negatif di lingkungan banjar setempat,” katanya.
Sementara Ketua Panitia Karya, A.A. Ketut Putra Sustiawan mengatakan pelaksanaan karya ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan alam semesta beserta isinya. Hal ini juga untuk menetralisir aura negatif yang mengganggu kehidupan manusia, khususnya krama Banjar Adat Padangsambian. Sehingga dapat mewujudkan kehidupan yang aman damai gemah ripah loh jinawi. Karya ini juga sebagai wujud syukur kepada sang Pencipta atas anugrah yang diberikan.
“Tujuannya tentu tidak lain adalah untuk menjaga keseimbangan alam semesta beserta isinya serta menghindari seluruh umat manusia dari marabahaya, serta sebagai wujud syukur untuk senantiasa diberikan tuntunan dalam melaksanakan tugas kewajiban,” ujarnya.
Adapun rangkaian karya dimulai pada tanggal 7 Pebruari 2025 yang diawali dengan upacara matur piuning karya serta nyukat genah, selanjutnya pada tanggal 21 Pebruari 2025 dilaksanakan upacara melasti di pantai petitenget. Sedangkan Puncak Karya pada hari ini, dilaksanakan prosesi Mecaru Panca Sato dan mejaya jaya Prajuru Banjar. Sedangkan upacara Nyineb akan dilaksanakan pada 25 Pebruari 2025. (Wah/TRA)
Wawali Hadiri Karya Pujawali Lan Pemlaspasan
DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Bertepatan dengan Rahina Tumpek Landep, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Karya Pujawali Lan Pemlaspasan Podium dan Tempat Gambelan di Banjar Padangsumbu Tengah, Desa Padangsambian Klod, Denpasar Barat pada, Sabtu (22/2).
Wawali Arya Wibawa usai ngaturang punia mengatakan, pelaksanaan upacara keagamaan di Banjar Padangsumbu Tengah ini adalah salah satu bentuk meningkatkan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.
Pihaknya juga mengharapkan setelah dilaksanakannya upacara melaspas ini seluruh umat terutama warga Banjar Padangsumbu Tengah dapat terus meningkatkatkan rasa persaudaraan dan persatuan antara sesama umat.
“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap ke depan upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif yang dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal- hal negatif di lingkungan banjar setempat,” katanya.
Sementara Kelihan Adat Banjar Padangsumbu Tengah, I Wayan Marga mengatakan pelaksanaan karya ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan alam semesta beserta isinya. Hal ini juga untuk menetralisir aura negatif yang mengganggu kehidupan manusia, khususnya krama Banjar Adat Padangsambian. Sehingga dapat mewujudkan kehidupan yang aman damai gemah ripah loh jinawi. Karya ini juga sebagai wujud syukur kepada sang Pencipta atas anugrah yang diberikan.
“Tujuannya tentu tidak lain adalah untuk menjaga keseimbangan alam semesta beserta isinya serta menghindari seluruh umat manusia dari marabahaya, serta sebagai wujud syukur untuk senantiasa diberikan tuntunan dalam melaksanakan tugas kewajiban,” ujarnya.
Adapun karya Pujawali di Banjar Padangsumbu Tengah ini memang rutin dilaksanakan bertepatan dengan rahina tumpek landep, bedanya pada hari ini dilaksanakan pemlaspasan podium serta tempat untuk gambelan yang sudah rampung dikerjakan.”pungkasnya (Wah/tra)
Hadiri Pujawali, Wawali Mendem Dasar Tembok Penyengker
DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri pelaksanaan pujawali di Banjar Tegallinggah, Padangsambian, yang bertepatan dengan Rahina Tumpek Landep pada Sabtu (22/2). Acara ini juga dirangkaikan dengan pemelaspasan tembok penyengker banjar setempat.
Ket. Foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadem Agus Arya Wibawa dalam kesempatan menghadiri Pujawali Banjar Tegallinggah dan mendem dasar di Tembok Penyengker banjar setempat, Sabtu (22/2).
Selain menghadiri upacara pujawali, Wawali Arya Wibawa juga melakukan prosesi Mendem Dasar Tembok Penyengker sebagai bagian dari pemelaspasan tembok penyengker banjar tersebut.
Prosesi ini dipuput oleh Jero Pemangku banjar setempat dan diiringi oleh Tari Wali serta Sekehe Kidung yang menambah kekhidmatan upacara. Hadir pula dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Denpasar Ketut Ngurah Aryawan, Sekretaris Kecamatan Denpasar Barat, perangkat desa setempat, serta tokoh masyarakat Banjar Tegallinggah.
Wawali Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas kebersamaan warga Banjar Tegallinggah dalam melaksanakan upacara keagamaan. Arya Wibawa menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam menjaga tradisi dan warisan budaya leluhur.
“Dengan adanya pemelaspasan ini, diharapkan tembok penyengker yang telah selesai dibangun dapat memberikan perlindungan spiritual dan fisik bagi lingkungan banjar, sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal dan ajaran Hindu,” ujar Arya Wibawa.
Sementara Kelihan Adat Banjar Tegallinggah, Anak Agung Made Oka Wisnu, menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang turut menyaksikan pelaksanaan pujawali serta melaspas Tembok Penyengker Balai Banjar. Ia juga mengapresiasi dukungan dari Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dan Wakil Walikota Arya Wibawa dalam proses pembangunan Balai Banjar, yang telah melalui tiga tahap, dengan tahap terakhir berupa pembangunan Tembok Penyengker.
“Wakil Walikota juga telah memberikan punia kepada sekehe gong, dan kami sangat berterima kasih. Semoga Ida Hyang Widhi Wasa senantiasa memberikan kerahayuan kepada kita semua,” ujarnya. (Pur/tra)
Ajang Grand Final Pemilihan TTD 2025
DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Grand Final ajang pemilihan Teruna Teruni Denpasar (TTD) 2025 digelar secara meriah di Gedung Dharma Negara Alaya, Jumat (21/2) malam. Ditandai dengan penancapan keris oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana didampingi Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani
rangkaian kegiatan yang mengusung tema Kalyaning Yowana Segara Raksa ini resmi dibuka.
Turut hadir pula pada momen tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira, perwakilan Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, BNN Kota Denpasar, dan tamu undangan lainnya.
Pada malam itu, sebanyak 10 pasang finalis Teruna Teruni yang sudah mengikuti 3 tahapan seleksi dan penilaian sejak Januari 2025 lalu, menyampaikan narasi dan gagasan di hadapan dewan juri dan juga tamu undangan. Setelah itu, terjaring 5 pasang finalis yang memperebutkan posisi 3 besar. Hingga pada akhirnya, pada malam Grand Final tersebut, Teruna Putu Ryan Indra Pratama dan Teruni Ni Putu Kiara Praba Elysia berhasil menyabet posisi Winner atau Juara I. Kemenangan tersebut, otomatis menobatkan keduanya sebagai Teruna dan Teruna Denpasar 2025.
Dalam laporannya, Ketua Pemilihan Teruna Teruni Denpasar, Alex Krisna, menyebutkan pada tahun 2025 ini, setidaknya terdapat 123 orang teruna teruni yang ikut seleksi tahapan awal. Usai melewati 3 tahapan seleksi yang cukup ketat, terpilih 10 orang finalis.
“Tahun ini dengan mengusung tema
Kalyaning Yowana Segara Raksa, 10 finalis ini telah mengikuti juga deep interview, relay, dan beberapa penilaian lainnya. Tentu hal ini menjadi sangat penting untuk mendapatkan yang terbaik. Karena sebagai duta budaya dan wisata, Teruna Teruni tidak hanya berpenampilan cantik dan ganteng, namun harus memiliki kemampuan dan intelektualitas yang baik juga,” ungkap Alex Krisna.
Sementara itu, pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana yang membacakan sambutan Walikota Denpasar, mengatakan
ajang pemilihan semacam adalah sebuah bentuk tanggung jawab moral bersama untuk mendampingi anak anak muda dalam berkreatifitas dan juga mencetak prestasi.
Menjadi bagian dari keluarga besar Teruna Teruni Denpasar tentunya juga akan memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta yang ikut. Ini akan menjadi bekal untuk dapat mengembangkan potensi diri di masa depan, sehingga diharapkan kepada seluruh finalis dan juga pemenang TTD 2025 bisa menjadi duta wisata dan budaya bagi Kota Denpasar.
“Para ananda sekalian, saya berharap gunakanlah masa muda kalian dengan aktif beorganisasi sebagai dasar pengembangan kreativitas, inovasi dan membangun diri. Salah satunya melalui wadah pesemetonan Teruna Teruni Denpasar. Hal ini adalah langkah awal untuk ikut mempersiapkan masa depan ananda sekalian yang tangguh dan siap menghadapi segala tantangan demi Denpasar Maju,” papar Sekda Alit Wiradana.
Selebihnya, Sekda Alit Wiradana juga menyampaikan,
Teruna Teruni Denpasar juga mesti berperan serta dalam menjaga adat tradisi budaya dan kelestarian lingkungan alam, yang tidak hanya terpusat pada pariwisata dan budaya sebagai core utama, tetapi lebih luas mencakup berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Pada kesempatan yang baik ini, saya berharap para pimpinan instansi, institusi, perusahaan, asosiasi maupun stakeholder pembangunan lainnya dapat merangkul generasi muda dalam wadah Teruna Teruni Denpasar, untuk dapat lebih banyak dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan, dan sekaligus mempersiapkan mereka melanjutkan estafet pembangunan,” tambahnya.
Sekda Alit Wiradana juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pembina, dewan juri, para narasumber, para sponsor yang mendukung, jajaran panitia, dan juga kepada seluruh orang tua dan keluarga seluruh finalis yang mencurahkan tenaga dan pikiran selama proses pemilihan TTD 2025 berlangsung. (Win/tra)
Pemkot Denpasar Laksanakan Tumpek Landep
DENPASAR-NEWSINTERMEDIA.COM || Serangkaian Perayaan Hari Raya Tumpek Landep, yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Landep, Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Lokanatha, Lumintang, Sabtu (22/2) pagi.
Hadir langsung saat itu, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, para pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, dan para umat Hindu lainnya. Dipuput oleh Ida Pedanda Gede Pengiasan, dari Griya Beraban, rangkaian perayaan Hari Raya Tumpek Landep di Kota Denpasar ini diawali dengan penyucian benda tajam berupa keris dan lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan bersama, dan penunasan Tirta setelahnya.
Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana usai persembahyangan mengatakan, perayaan Tumpek Landep ini merupakan hari
penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Ida Bhatara Sang Hyang Pasupati, yang diartikan sebagai sang pemelihara segala benda tajam. Adapun ketajaman itu dimanifestasikan dalam bentuk senjata yang terbentuk lancip/runcing seperti keris, tombak dan pedang.
“Sebagai hari perayaan dan pemujaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya adalah Ida Bhatara Sang Hyang Pasupati, kita harapkan bersama Tumpek Landep bisa dimaknai sebagai momentum tepat untuk menajamkan dan mengendalikan pikiran untuk kehidupan yang lebih baik serta meningkatkan jati diri pada kehidupan sekarang,” ungkap Alit Wiradana.
Selain itu, dikatakan Sekda Alit Wiradana, melalui peringatan Hari Tumpek Landep dengan persembahyangan bersama ini diharapkan mampu menyeimbangkan alam semesta beserta isinya.
Sementara itu, Kabag Kesra Sekretariat Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara mengatakan, Pemkot Denpasar secara rutin melaksanakan peringatan Tumpek Landep. Sama seperti perayaan sebelumnya, Tumpek Landep ini dipusatkan Pura Lokanatha Lumintang Denpasar.
“Upacara ini secara rutin dilaksanakan Pemkot Denpasar sebagai wujud bakti terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga dengan pelaksanaan persembahyangan ini, kita senantiasa dianugerahi ketajaman pikiran,” kata Alit Surya Antara. (HumasDps/Win)
