P
Peresmian Pembangunan PSEL Bali Menuju Indonesia Bersih dan Asri
NEWS INTERMEDIA. COM | DENPASAR |Presiden RI, Prabowo Subianto dengan niat yang sangat baik mengintruksikan untuk segera menyelesaikan penanganan sampah di Bali, tentu dengan komitmen yang kuat dan kepedulian yang besar, pada akhirnya hari ini bisa diwujudkan diawali dengan peresmian pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), dan niat baik Presiden tersebut, pemerintah Bali juga menjalankannya dengan cara yang baik dengan memilih hari yang baik untuk peresmian pembangunan tersebut. Demikian diungkapan Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, M.M, saat memberikan sambutan pada peresmian pembangunan PSEL Bali di Kawasan Benoa Denpasar, Rabu (Buda Umanis Medangsia) (8/7) tadi pagi.
Dalam samabutan tersebut, Gubernur Koster dihadapan para Menko Ketahanan Pangan, Zulkifi Hasan, Menteri Lingkungan Hidup, Mohmad Jumhur Hidyat, CEO Danatara, Rosan Rroeslani, Direktur PLN dan para Wamen serta undangan lainnya, Koster memaparkan hari yang baik untuk melaksanakan kegiatan ini, karena menurut kearipan local Bali, hari Rabu ini Adalah hari yang sangat baik dan kebetulan dapatnya itu adalah pada tanggal 8 Juli 2026.
“Jadi hari Rabu atau Buda itu bermakna memuliakan bhumi pertiwi, Umanis itu bermakna memberikan aura, sedangkan Medangsia itu bermakna keterbukaan, dan akhirnya memberikan mendpat dukungkungan dari seluruh komponen masyarakat, mungkin karena memilih hari baiknya itulah, prosesnya itu menjadi berjalan sangat baik. Jadi sesuai dengan penugasan bapak Presiden kepada kami di daerah, kami memproses ini dengan penuh tanggung jawab, dan disiplin dengan membagi tugas dengan Walikota yang menyiapkan lahannya bersama Pelindo seluas 6 hektar, dan Bupati Badung membantu pemadatan pematangan lahan senilai 35 Milyar, “papar Koster.
Sementara untuk lahannya, Gubernur Koster juga menceriterakan sejarah lahan tersebut, yang dulunya sebuah rawa-rawa sedalam 3 meter, maka untuk menimbun ini juga dilakukan sebuah upacara ritual agar dapat berjalan dengan baik, jadi tidak bisa sembarangan urug, karena alam bisa Bali protes, kalau alam Bali protes kalaupun bisa dipercepat itu jalanya bisa terhambat, juga bisa mendatangkan kegagalan proyek.
“Karena itu proses ini kami lakukan dengan baik, memohon kepada alam ibu pertiwi, agar kami diberikan restu dan upacara sudah kami lakukan, sehingga, waktu penetapan lahan, rawa-rawa ini menjadi kering dan menyusut sendiri, hal ini luar biasa restu alamnya, maka pengakutan bahan urug dari Karangasem berjalan dengan sangat lancer, sesingga selesai dari target waktu yang ditentukan 30 Juni 2026 dan hasilnya sangat bagus sekali dan sangat dan lokasi ini juga sangat strategis,”ujar Koster bersemangat.
Gubernur Koster mengatakan untu persiapan ini selalu berkooordinasi dengan Menko dan meneteri terkait, sehingga persiapan hari ini sangat baik, mudah-mudahan kolaborasi yang baik ini akan berjalan lancar dan sukses, dan semoga pembangunan PSEL ini bisa selesai tepat waktu, paling lambat 1 tahun 6 bulan, mudah-mudahan bisa 15 bulan atau sekitar Oktober 2027. “Mohon dukungannya semua pihak, kalau bisa selesai tepat waktu, akhir tahun 2027 bisa beroperasi dengan baik, maka masalah sampah yang menjadi tantangan di Bali bisa tuntas dan bisa selesai ditangan bapak Presiden Prabawo Subianto,”ucap Koster.
Dikatakan juga Gubernur Koster, kalau tangtangan sampah ini bisa selesai, bukan saja ekosistem lingkungan saja baik, tetapi juga citra pariwisata Bali akan menjadi tambah bagus dan meningkat,”pungkas Koster. (Gustra).






